← Daftar isi Wahyu (2) · bab 3/16

KESAKSIAN YESUS — KHUSUS DAN LENGKAP

Kitab Wahyu telebih dulu mewahyukan Kristus, kemu-dian mewahyukan kesaksian Yesus. Dengan kata lain, ki-tab ini bersangkut paut dengan Kristus dan gereja. Dalam Kitab Wahyu, Kristus dan gereja diwahyukan secara unik dan khusus. Dalam berita yang lalu telah kita tunjukkan bahwa banyak aspek tentang Kristus yang diwahyukan da-lam Kitab Wahyu, tidak ditemukan dalam kitab-kitab lain-nya. Demikian juga tentang gereja. Kitab Wahyu memben-tangkan gereja secara istimewa. Dalam berita ini kita akan menyajikan secara ringkas berbagai aspek gereja yang kita temukan dalam Kitab Wahyu, sedang dalam berita-berita berikutnya kita akan membahasnya lebih rinci.

I. KAKI PELITA

Yang pertama, dalam Kitab Wahyu, gereja-gereja diwahyukan sebagai kaki pelita (1:11-20). Istilah ini tidak pernah dipakai dalam kitab-kitab lainnya di Perjanjian Baru. Dalam kitab-kitab lainnya hanya dikatakan bahwa gereja adalah perhimpunan umat pilihan Allah, adalah Tubuh Kristus, adalah rumah Allah. Di luar Kitab Wahyu, tidak pernah dikatakan bahwa gereja adalah kaki pelita. Sebagai kaki pelita, gereja bersinar dalam kegelapan. Perkataan kaki pelita memungkinkan kita memahami banyak tentang gereja dan fungsinya. Gereja bukan lampu, gereja adalah kaki pelita, kaki yang menyangga lampu. Tanpa lampu, kaki pelita itu sia-sia dan tidak ada artinya. Tetapi kaki pelita ini menyangga lampu yang bersinar. Seperti yang telah kita lihat dalam berita sebelumnya, Allah itu terang dan Anak Domba itu lampunya (21:23). Jadi, Kristus itulah lampu, dan gereja adalah kaki pelita yang menyangga lampu itu. Allah berada di dalam Kristus dan Kristus sebagai lampu disangga oleh kaki pelita untuk memancarkan kemuliaan Allah. Inilah kesaksian gereja.

A. Sifatnya Emas (Ilahi)

Sebagai kaki pelita, gereja-gereja lokal bersifat emas. Dalam perlambangan, emas mengacu kepada sifat ilahi Allah. Semua gereja lokal bersifat ilahi, mereka terbentuk dari si-fat ilahi Allah. Ini mutlak seturut Alkitab, karena Kitab Wahyu mengatakan bahwa gereja-gereja lokal adalah kaki pelita emas (1:20). Kaki pelita ini bukan terbuat dari tanah liat, kayu, atau bahan-bahan lain yang rendah mutunya, tetapi dibuat dari emas murni. Ini berarti semua gereja lo-kal harus bersifat ilahi. Tanpa keilahian, tidak akan ada gereja. Meskipun gereja tersusun dari keinsanian dengan keilahian, namun yang utama bukanlah keinsanian, me-lainkan keilahian, sifat ilahi Allah. Jadi melalui sebutan se-derhana ini — kaki pelita emas —, kita memahami lebih banyak tentang gereja, yaitu gereja adalah sesuatu yang memancarkan Kristus dan tersusun dari sifat ilahi.

B. Bersinar di dalam Kegelapan

Kaki pelita bersinar di dalam kegelapan. Jika tidak ada kegelapan, tidak diperlukan terang kaki pelita. Supaya peli-ta bisa bercahaya, haruslah ada minyak di dalamnya. Jika minyak yang ada di dalam pelita terbakar, maka terang memancar keluar menembus semua kegelapan. Inilah fung-si gereja. Fungsi gereja tidak hanya untuk berkhotbah atau mengajarkan doktrin. Dalam malam yang gelap pekat di zaman ini, gereja harus memancarkan kemuliaan Allah. Inilah kesaksian gereja.

C. Identik Satu dengan yang Lain

Semua kaki pelita itu identik satu dengan yang lain. Banyak orang Kristen memiliki konsepsi yang salah, yaitu masing-masing ingin berbeda dengan orang-orang Kristen lainnya. Ketika saya tiba di Amerika Serikat tahun 1970, saya menemukan ada sebagian orang Kristen yang terkasih bingung karena semua gereja lokal sama. Mereka berkata bahwa mereka akan berusaha sekuat tenaga agar mereka berbeda dengan yang lain. Pendapat demikian tidak benar. Setiap orang memiliki satu kepala, dua bahu, dua lengan, dua tangan, dan sepuluh jari; dan setiap kepala manusia memiliki tujuh lubang: dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, dan satu mulut. Karena itu, menggelikan sekali, bila kita berkata, “Aku tidak ingin memiliki penampilan seperti orang-orang pada umumnya. Agar berbeda, aku ingin memiliki lima lubang saja di kepalaku.” Betapa menggeli-kan hal ini! Orang-orang yang menuntut setiap gereja lo-kal harus unik, mendasarkan pandangan mereka pada perbedaan yang ada di antara ketujuh gereja dalam Wahyu 2 dan 3. Beberapa di antara mereka berkata, “Lihat! Ke-tujuh gereja itu semuanya berbeda.” Pada tahun-tahun per-tama, di masa muda saya, saya juga dipengaruhi oleh pan-dangan itu dan juga mengajarkan hal itu. Tetapi, suatu hari, terang memancar dan menyoroti saya, saya nampak bahwa semua perbedaan yang ada di dalam gereja lokal da-lam Wahyu 2 dan 3 bersifat negatif, bukan bersifat positif. Gereja di Efesus kehilangan kasihnya yang semula — nega-tif; Pergamus menjadi duniawi — negatif; Tiatira menjadi setani — negatif; dan Laodikia menjadi suam-suam kuku — negatif. Di aspek positifnya, semua gereja lokal haruslah identik, karena mereka semua merupakan tujuh kaki peli-ta emas. Jika Anda menjajarkan ketujuh kaki pelita di atas meja di depan Anda, kalau Anda tidak memberi nomor atau memberi label, Anda tidak akan mampu membedakannya. Ketujuh kaki pelita itu semuanya sama.

Pada tahun 1962, beberapa orang di negeri ini meng-umumkan dengan lantang bahwa mereka tidak mungkin sama seperti gereja di Los Angeles. Di manakah mereka yang bersuara itu sekarang? Mereka berangsur hilang dan semua konsepsi aneh yang mereka perjuangan pun gagal. Saya tidak mengatakan bahwa kita semua harus mengikuti gereja di Los Angeles. Tetapi jika Los Angeles mempunyai tujuh “lubang”, sungguh aneh kalau yang lain bertekad memi-liki lima “lubang”. Dari segi positifnya, semua gereja lokal haruslah identik. Akan tetapi, dari segi negatif, mereka berbeda. Jika gereja di Los Angeles menyembah berhala, kita harus menolak mengikutinya. Dalam hal seperti ini, kita harus berbeda. Tetapi jika kita berkata bahwa di segi positifnya, gereja lokal tidak seharusnya sama, kita sudah salah. Jangan mencoba menjadikan diri kita ganjil atau berbeda — itu adalah satu kesombongan. Pada suatu hari, Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa keempat sisi dari Yerusalem Baru persis sama. Setiap sisi temboknya diba-ngun dari bahan yang sama — yaspis. Jadi bukannya satu sisi dibangun dengan permata yaspis, dan sisi lainnya de-ngan kuningan. Tidak, keempat sisinya sama. Demikian juga, secara universal, semua gereja haruslah sama. Me-reka tidak perlu sama dalam organisasinya, tetapi mereka harus identik dalam penampilannya. Sebagai contoh, gereja-gereja di Selandia Baru haruslah sama dengan gereja-gereja di Jepang. Karena kita semua adalah satu gereja, semua gereja di bumi haruslah sama secara universal. Inilah ke-saksian Yesus.

II. SUATU KUMPULAN BESAR ORANG BANYAK

Dalam 7:9-17 kita nampak kesaksian Yesus sebagai suatu kumpulan besar orang banyak. Menurut catatan da-lam pasal 7, kumpulan besar orang banyak ini adalah se-luruh Tubuh yang terdiri dari umat tebusan Allah, yang telah ditebus “dari segala bangsa dan suku dan umat dan bahasa” (7:9). Semua orang itu telah menempuh kesusahan. Ini menunjukkan bahwa di setiap zaman atau tempat, tidak ada gereja yang tidak menempuh kesusahan. Dunia sela-lu menganiaya gereja-gereja (Yoh. 16:33). Di mana gereja berada, di sana akan ada sejumlah penganiayaan. Perihal seluruh Tubuh yang terdiri dari umat tebusan akan me-nempuh kesusahan, ditunjukkan oleh 7:14, “Mereka ini orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.” Kumpulan besar orang banyak itu telah keluar dari kesusahan yang besar dan menang, karena mereka semua memegang daun-daun palem yang menunjukkan kemenangan mereka atas kesusahan besar itu (7:9). Terakhir, dalam kekekalan, me-reka akan dinaungi oleh Allah dengan tabernakel-Nya. Se-perti yang dikatakan dalam 7:15, “Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mere-ka.” Itulah nasib umat tebusan Allah. Betapa menakjubkan! Selain itu, mereka juga akan digembalakan oleh Anak Dom-ba ke mata air hayat untuk selama-lamanya (7:17).

Wahyu 7:9-17 tidak menggambarkan sekelompok orang beriman secara khusus, melainkan menyajikan satu catat-an secara umum dari seluruh Tubuh yang terdiri dari umat tebusan Allah, dan keadaan mereka di dalam kekekalan. Dalam kekekalan, mereka menikmati pengayoman Allah dan penggembalaan Kristus. Inilah nasib kita. Potongan firman ini menyatakan, ketika Kristus melaksanakan peng-hakiman Allah atas umat manusia, Ia akan memelihara umat tebusan Allah. Seluruh umat tebusan Allah akhirnya akan diangkat ke takhta Allah dan akan berdiri di sana sambil menikmati pengayoman Allah dan penggembalaan Anak Domba.

III. PEREMPUAN DENGAN ANAK LAKI-LAKI

A. Perempuan itu

Dalam 12:1-17 kita melihat lambang lainnya tentang gereja: perempuan itu dengan anak laki-laki. Gereja bukan hanya kaki pelita dan kumpulan besar orang banyak, tetapi juga adalah sebagian besar dari perempuan itu dengan anak laki-laki. Pikiran manusia tak pernah membayangkan gereja sedemikian. Perempuan dalam pasal ini mewakili seluruh Tubuh yang terdiri dari umat tebusan Allah, dan anak laki-laki mewakili bagian yang lebih kuat dari umat Allah. Di dalam perempuan itu ada anak laki-laki, di an-tara umat Allah ada bagian yang lebih kuat. Perempuan ini, yang berselubungkan matahari, bulan, dan kedua belas bintang (12:1) dan dianiaya oleh Iblis, naga merah padam yang besar, mewakili umat Allah sepanjang generasi. Da-lam setiap generasi, selalu ada sebagian dari umat Allah yang dianiaya oleh Iblis. Namun selama tiga setengah ta-hun kesusahan besar, ia akan dilindungi oleh Allah dari se-rangan si ular.

B. Anak Laki-laki

Seperti yang telah kita katakan, anak laki-laki adalah bagian yang lebih kuat dari umat Allah. Di antara umat Allah, bahkan di antara kita dalam pemulihan Tuhan hari ini, ada bagian yang lebih kuat. Bagian yang lebih kuat ini akan diangkat ke takhta Allah sebelum kesusahan besar. Dengan kata lain, perempuan itu akan ditinggalkan di bu-mi untuk menempuh kesusahan besar itu, tetapi bagian yang lebih kuat, anak laki-laki, akan diangkat ke takhta Allah sebelum kesusahan itu. Mengapa anak laki-laki akan di-angkat ke takhta Allah sebelum kesusahan itu? Karena Allah memerlukan anak laki-laki untuk berperang melawan Iblis yang berada di surga dan melemparkannya ke bumi. Sekalipun Allah memiliki banyak malaikat yang akan ber-perang melawan Iblis, tetapi kemenangan akhir atas musuh bukanlah diraih oleh malaikat-malaikat, melainkan oleh anak laki-laki. Allah memerlukan anak laki-laki. Allah akan mempermalukan dan mengalahkan Iblis dengan mengguna-kan manusia yang pernah dirusak oleh Iblis. Allah seolah berkata, “Iblis, kau telah merusak manusia yang Kucipta-kan. Tetapi Aku telah memperoleh anak laki-laki dari ma-nusia yang telah rusak ini untuk mengalahkanmu. Ia ter-utama bukan untuk mengalahkanmu di bumi, melainkan di surga.” Anak laki-laki akan terus berperang ke arah takhta untuk melemparkan Iblis dari surga ke bumi. Ini adalah bagian dari kesaksian Yesus. Sekalipun Yesus telah mengalahkan Iblis di salib, tetapi tetap perlu gereja melak-sanakan kemenangan-Nya atas musuh. Karena banyak se-kali anggota Tubuh yang gagal dalam hal ini, maka hanya bagian yang lebih kuat, anak laki-lakilah, yang akan me-laksanakan kemenangan Kristus atas Iblis. Anak laki-laki akan diangkat ke surga untuk menggenapkan pekerjaan ini.

Pengangkatan tidak hanya untuk menjadi berkat bagi kita. Janganlah berkata, “Betapa baiknya kalau aku diang-kat ke surga!” Kita harus nampak bahwa Allah mempunyai satu keperluan dalam mengangkat kita — kita harus di-angkat ke surga agar bisa berperang melawan musuh. Sewaktu Anda mendengar ini, jika Anda berkata, “Aku ti-dak ingin pergi ke sana dan terlibat dalam peperangan,” berarti Anda tidak layak diangkat sebelum kesusahan be-sar. Jika Anda tidak pergi ke surga untuk memerangi Iblis dan melemparkannya ke bumi, maka sewaktu ia terlempar ke bumi dialah yang akan mencari Anda dan mengalahkan Anda. Kita harus menjadi anak laki-laki. Saya sangat damba menjadi sebagian dari anak laki-laki. Saya tidak puas hanya menjadi sebagian dari perempuan itu. Saya ingin termasuk dalam bagian yang lebih kuat itu. Ini juga merupakan satu aspek kesaksian Yesus.

IV. BUAH SULUNG DAN TUAIAN

Sekarang sampailah kita pada buah sulung dan tuaian (14:1-5, 14-16). Gereja bukan hanya kaki pelita yang bersi-nar dan anak laki-laki yang berperang, tetapi juga merupa-kan sebidang ladang yang mempertumbuhkan hasil bumi dan tuaian. Tuaian yang masih hijau belum dapat dituai. Tetapi ketika tuaian telah masak, tentu akan segera dituai.

A. Buah Sulung

Sebagian dari tuaian yang telah masak duluan disebut buah sulung. Buah sulung akan diangkat ke Gunung Sion di surga sebelum kesusahan besar. Seperti yang ditunjuk-kan dalam 14:4, buah sulung itu adalah orang-orang yang “mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.” Sebagai buah sulung, mereka akan diangkat ke rumah Allah di Sion sebagai satu kenikmatan yang segar bagi Allah, untuk kepuasan Allah. Menurut perlambangan dalam Perjanjian Lama, buah sulung dari tuaian yang paling baik tidak di-bawa ke lumbung, melainkan ke bait Allah (Kel. 23:19). Ini menunjukkan bahwa semua pemenang tahap awal akan dibawa masuk ke rumah Allah di surga untuk kenikmatan Allah. Pengangkatan terutama bukan untuk kenikmatan kita, melainkan untuk kenikmatan Allah. Pengangkatan adalah untuk mengalahkan musuh dan memuaskan Allah. Kita bukan hanya harus menjadi kaki pelita hari ini tetapi juga menjadi anak laki-laki hari ini untuk berperang melawan musuh Allah, juga buah sulung hari ini untuk memuaskan keinginan Allah.

B. Tuaian

Setelah buah sulung, dalam pasal 14 kita memiliki tuaian. Pasal 14:15 mengatakan, “Seorang malaikat lain ke-luar dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu, ‘Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.’” Tuaian akan dituai menjelang akhir kesusahan besar. Tuaian itu akan diangkat ke angkasa di mana Kristus berada di atas awan. Mengapa tuaian akan ditinggalkan untuk menempuh kesu-sahan besar? Karena masih hijau, ladang-ladang yang be-lum masak memerlukan sinar matahari yang terik agar bi-sa masak. Di satu aspek, kesusahan besar akan menjadi sinar matahari yang terik yang akan mematangkan kaum saleh yang belum siap sebelum kesusahan besar. Dengan kata sederhana, jika hari ini Anda tidak mau membuang dunia dan hidup bagi Kristus, Kristus akan meninggalkan Anda di bumi untuk menempuh kesusahan besar. Pada saat itu, Anda pasti membuang dunia dan menyadari bahwa ca-ra hidup yang paling baik adalah hidup bagi Kristus. Semua anak Allah harus bertindak demikian, kalau tidak, mereka tidak akan bisa masak. Jika Anda tidak yakin akan per-kataan saya, nantikan saja saat itu. Mungkin Anda merasa dunia ini terlalu indah untuk dibuang. Jika demikian, Tuhan akan berkata, “Karena engkau sangat mengasihi dunia, Aku akan meninggalkan engkau dengan dunia ini agar eng-kau rasakan apakah dunia ini benar-benar indah.” Kemudian Tuhan akan mengguncangkan bumi ini, hingga akhirnya Anda berkata, “Tuhan, aku bertobat.” Akan tetapi, pertobat-an itu mungkin telah terlambat. Jangan menunggu kesu-sahan besar datang baru bertobat. Bertobatlah sekarang!

Cepat atau lambat, setiap orang Kristen yang sejati ha-rus bertobat. Saya berani menjamin, akhirnya setiap orang yang beroleh selamat akan nampak bahwa dunia ini bukan-nya menyenangkan, melainkan beracun. Semakin Anda menga-sihi dunia, Anda akan semakin keracunan. Dunia bermu-suhan dengan Allah, dan kita semua harus memandangnya rendah. Cepat atau lambat, Tuhan akan membuat Anda nampak betapa bencinya Dia kepada dunia ini. Suatu hari kelak, kita semua akan masak. Tetapi jangan berkata, “Aku tidak peduli tentang hal menjadi masak. Asal aku telah beroleh selamat, segala sesuatunya akan beres.” Boleh saja Anda membantah saya dengan tekad Anda yang kuat dan degil, tetapi kelak Anda akan mengakui bahwa Anda perlu menjadi matang. Saya anjuri Anda, jangan menunggu hari penuaian. Oleh anugerah-Nya, majulah ke depan menjadi salah satu bagian dari buah-buah sulung itu.

V. PARA PEMENANG

MENGALAHKAN BINATANG ITU

Dalam 15:2-4 kita melihat para pemenang mengalahkan binatang itu. Allah itu berdaulat. Selama kesusahan besar, muncul pula beberapa pemenang yang bisa kita sebut para pemenang tahap akhir. Para pemenang ini akan melewati kesusahan besar. Saat itu Antikristus, binatang itu, akan memaksa orang-orang menyembahnya sebagai Allah dan menyembah patungnya di dalam Bait Allah. Kita berharap nampak pembangunan kembali Bait Allah di Israel, karena hal itu akan merupakan tanda bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Alkitab menubuatkan bahwa Antikristus akan mendirikan patungnya di dalam Bait Allah dan akan memaksa orang-orang menyembahnya (Mat. 24:15). Selama waktu itu, banyak orang Kristen yang akan menga-lahkan binatang itu, mati terbunuh. Saya anjuri Anda un-tuk menjadi pemenang tahap awal dan mumpung hari ini baik-baik mengasihi Tuhan. Jangan menunggu menjadi pe-menang melalui dibunuh selama kesusahan besar.

Menurut pasal 15, para pemenang belakangan ini akan diangkat dan berdiri di atas lautan kaca bercampur api (15:2), dan akan memuji Allah dengan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba (15:3). Orang-orang yang berada di atas lautan kaca itu adalah orang-orang yang “telah me-ngalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan nama-nya” (15:2). Mereka adalah orang-orang yang telah menang atas binatang itu, patungnya, dan tidak menyembah patung Antikristus. Wahyu 20:4,6 menunjukkan bahwa sebagian dari orang-orang yang meraja bersama Kristus adalah para pemenang tahap akhir itu. Saya katakan sekali lagi, saya lebih suka menjadi pemenang tahap awal daripada peme-nang tahap akhir. Jika Anda kendor dan malas, Anda pasti akan ditinggalkan untuk menempuh kesusahan besar. Kita semua harus menengadah kepada Tuhan dan berkata, “Tu-han, aku ingin menjadi pemenang tahap awal.” Kita akan membahasnya lebih rinci lagi bila kita sampai pada Wahyu 15 dalam pelajaran-hayat ini.

VI. MEMPELAI PEREMPUAN

Dalam 19:7-9 kita nampak gereja sebagai Mempelai Pe-rempuan. Efesus 5 menunjukkan bahwa gereja adalah Mem-pelai Perempuan Kristus, namun tidak mengungkapkannya secara mendalam. Tetapi dalam Wahyu 19 kita nampak be-tapa intimnya gereja sebagai Mempelai Perempuan. Dalam potongan firman ini kita nampak bahwa Mempelai Perem-puan akan mengenakan pakaian yang berkilau-kilauan, mengenakan kebenaran yang berkilau-kilauan dan putih ber-sih, dan diundang ke perjamuan nikah Anak Domba (ayat 7-9). Hal itu merupakan satu perkara yang sangat intim. Terhadap musuh Allah kita harus menjadi anak lelaki; un-tuk kepuasan Allah, kita harus menjadi buah bungar; dan untuk Kristus, kita menjadi Mempelai Perempuan. Jika ki-ta damba menjadi Mempelai Perempuan, Kristus akan me-rasa puas. Bukan hanya Kristus yang akan merasa puas, kita pun akan bersukacita. Wahyu 19:7 mengatakan, “Ma-rilah kita bersukacita dan bersorak-sorai.” Pada prinsipnya, seorang mempelai perempuan merupakan orang yang paling menyenangkan dan bahagia. Hari ini, gereja sebagai pasang-an Kristus, mengalami banyak penderitaan dan penang-gulangan. Tetapi kelak tidak akan ada lagi penganiayaan, penderitaan, atau penanggulangan. Saya tidak pernah meli-hat seorang mempelai perempuan yang ditanggulangi pada hari pernikahannya. O, kita harus menjadi Mempelai Pe-rempuan! Bila kita telah menjadi Mempelai Perempuan, semua penanggulangan yang sulit akan berlalu.

VII. PASUKAN

Gereja juga adalah pasukan (19:14-19; 17:14). Bagian dari gereja yang akan menjadi anak laki-laki untuk berpe-rang melawan musuh di surga juga akan menjadi pasukan yang bersama Kristus memerangi Iblis di bumi. Setelah orang yang diangkat genap jumlahnya dan setelah kaum beriman dihakimi di depan takhta penghakiman Kristus, semua pemenang akan kembali ke bumi bersama Kristus sebagai pasukan-Nya untuk berperang melawan Antikristus dan semua pengikutnya. Baik Kristus maupun Antikristus, masing-masing memiliki pasukan. Pasukan yang satu ber-ada di surga, pasukan lainnya berada di bumi, namun ke-duanya akan berperang di bumi. Dengan kata lain, Anti-kristus akan berperang melawan Kristus dan pasukan-Nya, dan Kristus dan pasukan-Nya akan memberikan perlawan-an. Kristus palsu akan begitu berani berperang melawan Kristus yang sejati, tetapi Kristus yang sejati akan meme-ranginya kembali. Dalam 17:14 kita nampak bahwa pasuk-an surgawi Kristus terdiri dari para pemenang, yaitu semua orang yang telah dipanggil dan dipilih. Pada akhir pepe-rangan itu, Kristus akan mengalahkan Antikristus.

VIII. YERUSALEM BARU

Sebagai penutup, kesaksian Yesus akan menjadi Yerusalem Baru (21:1-22:5). Diawali dengan kaki pelita dan melalui kumpulan besar orang banyak, anak laki-laki, buahbuah bungar, para pemenang belakangan, Mempelai Perempuan, dan pasukan, semua orang yang beroleh selamat akhirnya menjadi Yerusalem Baru, yang akan menjadi satu komposisi hidup yang terdiri dari semua orang tebusan Allah, merupakan perwujudan akhir dari pembangunan Allah atas umat-Nya. Di dalam kekekalan dan sampai kekal, Yerusalem Baru akan mengekspresikan Allah di dalam Anak Domba dengan aliran Roh itu. Bila kita sampai pada pasal 21 dan 22, kita akan nampak suatu gambaran yang jelas akan perwujudan akhir ini.