← Daftar isi Wahyu (2) · bab 2/16

WAHYU KRISTUS — UNIK DAN MUTAKHIR

Dalam berita ini kita akan membahas wahyu Kristus. Sewaktu membaca Kitab Wahyu, tidak banyak orang Kris-ten yang benar-benar memperhatikan wahyu Kristus yang terkandung di dalamnya. Istilah “Wahyu Yesus Kristus” ter-dapat dalam 1:1, dan pelajar-pelajar Alkitab mempunyai opini yang berlain-lainan sewaktu menafsirkannya. Sebagian ber-pendapat bahwa istilah ini berarti Kitab Wahyu merupakan kitab yang diberikan oleh Kristus sebagai wahyu. Penaf-siran demikian, yang membuat wahyu Kristus sangat obyek-tif, itu kurang tepat. Kalau kita membaca seluruh Kitab Wahyu, kita akan nampak bahwa istilah ini berarti Kitab Wahyu mewahyukan diri Kristus sendiri. Jadi, kitab ini me-rupakan satu gambaran, lukisan tentang Kristus, bukan hanya satu wahyu yang diberikan oleh Kristus. Kita wajib nampak bahwa Kristus adalah inti, fokus, dan persona utama dari seluruh Kitab Wahyu. Karena itu, kita harus menerima istilah “wahyu Yesus Kristus” secara subyektif. Jadi bukan hanya satu wahyu yang diberikan oleh Kristus, lebih-lebih satu wahyu yang mengungkapkan diri Kristus kepada kita.

Dalam Perjanjian Lama, Kristus diwahyukan melalui berbagai nubuat, lambang, dan kata-kata jelas. Di satu pi-hak, seolah kita tidak memerlukan Perjanjian Baru, karena jika kita membaca Perjanjian Lama, dengan cermat mem-perhatikan segala nubuat, lambang, dan kata-kata jelas tentang Kristus, kita akan memiliki satu wahyu tentang Kristus. Melalui wahyu ini, kita dapat membayangkan Kristus macam apakah Yesus Kristus itu. Namun, bagai-manapun sempurnanya wahyu tentang Kristus dalam Per-janjian Lama, semua itu belum lengkap. Karena itu, kita harus melihat Perjanjian Baru yang sepenuhnya merupa-kan wahyu Kristus. Jika kita hanya membaca keempat kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan Surat-surat Kirim-an, kita akan nampak banyak aspek Kristus, namun kita tidak melihat semua aspek yang dibahas dalam Kitab Wahyu. Dalam berita ini kita akan melihat berbagai aspek wahyu Kristus yang unik dan khas yang tercantum dalam Kitab Wahyu.

I. KRISTUS DALAM KENAIKAN-NYA

Dalam Kitab Wahyu, Kristus diwahyukan sebagai per-sona yang naik ke surga (5:3-6,8-14). Dalam keempat kitab Injil kita nampak Kristus yang berinkarnasi, hidup di bumi, tersalib, dan bangkit. Namun, kita tak banyak mengetahui Kristus dalam kenaikan-Nya. Bahkan Surat-surat Kiriman sedikit sekali menyinggung kenaikan Kristus. Meskipun ki-tab-kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan Surat-surat Ki-riman menuliskan sedikit tentang kenaikan Kristus, namun tidak ada satu pun yang memuat gambaran yang jelas tentang suasana atau keadaan di surga setelah kenaikan Kristus. Jika kita ingin melihatnya, kita harus membaca Kitab Wahyu. Dalam kitab ini kita mempunyai sebuah gambaran yang lengkap dan jelas tentang Kristus yang telah naik ke surga. Tidak hanya demikian, dalam gambaran ini kita nampak suasana, pemandangan, dan keadaan di surga setelah kenaikan Kristus ke surga. Bila kita nampak wahyu ini, barulah kita bisa menyembah-Nya secara memadai.

A. Singa-Anak Domba

Dalam kenaikan-Nya, Kristus adalah Singa-Anak Dom-ba (5:5-6). Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis menga-takan, “Lihatlah Anak Domba Allah” (Yoh. 1:29). Tetapi da-lam suasana surga setelah kenaikan-Nya, Kristus terutama diwahyukan sebagai Singa, bukan sebagai Anak Domba. Ke-tika Yohanes menangis karena “tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu atau-pun melihat sebelah dalamnya” (5:4), salah seorang tua-tua berkata kepadanya, “Jangan menangis! Lihatlah, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya” (5:5). Sebelum penyaliban Kristus, kalau Yohanes mau menangis, itu masih beralasan, namun sangatlah bo-doh bila ia menangis setelah kenaikan Kristus. Adakah An-da menangis hari ini? Jika Anda masih menangis, berarti Anda belum nampak visi tentang Kristus yang naik ke sur-ga dalam Wahyu 5. Anda perlu memandang kepada Singa dari suku Yehuda ini. Kejadian 49:8-9 menubuatkan Kristus sebagai Singa Yehuda, dan hanya dalam Kitab Wahyulah kita diberi tahu bahwa Kristus adalah Singa suku Yehuda. Singa suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang, sehingga Ia layak membuka meterai ekonomi Allah itu. Setelah Yohanes mendengar pernyataan seorang tua-tua, ia melihat “di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba se-perti telah disembelih” (5:6). Ia melihat Singa itu seperti Anak Domba. Sesungguhnya Kristus itu Singa atau Anak Domba? Ia adalah kedua-duanya. Karena itu, kita boleh me-nyebut-Nya Singa-Anak Domba.

Mengapa Kristus adalah Singa pun Anak Domba? Ka-rena kita memiliki dua masalah utama — dosa dan Iblis. Kebanyakan orang Kristen hanya memperhatikan masalah dosa dan melupakan masalah Iblis. Jangan mengira suami Anda adalah seorang yang sulit dimengerti. Jangan salah-kan dia, salahkanlah si Iblis yang bersembunyi di belakang-nya. Demikian pula, semua istri baik. Hal-hal jahat yang keluar dari para istri itu sebenarnya bukan berasal dari diri mereka, melainkan dari Iblis yang berada di belakang mereka. Anak Domba menanggulangi dosa dan memberes-kan masalah dosa, sedang Singa menanggulangi Iblis. Se-bagai Anak Domba, Kristus telah menggenapkan penebus-an, membasuh kita dari segala dosa kita. Sebagai Singa, Ia telah menanggulangi Iblis. Ia bisa memenuhi semua keper-luan kita dan membereskan semua masalah kita. Sekarang dosa telah lewat, Iblis telah dibereskan, kita telah ditebus dan diselamatkan dari tangan perampasan musuh.

B. Yang Layak

Juruselamat kita adalah Anak Domba pun Singa. Kita memiliki Juruselamat Singa-Anak Domba. Dia layak membuka gulungan kitab. Selain Dia, tak seorang pun di alam semes-ta ini yang layak membuka rahasia, misteri ekonomi Allah. Tetapi Singa-Anak Domba ini layak, karena Ia telah meng-genapkan penebusan dan telah menang atas Iblis. Bila kita sebagai orang-orang Kristen mengatakan Kristus itu layak, maka dalam pikiran kita Dia itu layak menerima semua pujian, ucapan syukur, dan sembah sujud kita. Sewaktu kita berkata, “Tuhan Yesus, Engkau layak,” tak banyak di antara kita yang memahami Dia itu layak membuka mete-rai rahasia ekonomi Allah. Kita hanya memiliki konsepsi bahwa Dia itu layak menerima sembah sujud, pujian, dan ucapan syukur kita, ciptaan-Nya yang kecil ini. Tetapi kon-sep kelayakan Tuhan seperti itu tidak memadai. Bahkan kebanyakan kidung tentang kelayakan Kristus menunjuk-kan konsepsi yang tidak memadai terhadap kelayakan Kristus. Tidak banyak kidung yang memuji Kristus layak membuka rahasia ekonomi Allah itu. Aspek kelayakan Tuhan bersifat universal dan tak terukur. Tentu saja, Kristus la-yak menerima pujian kita. Bahkan Ia layak atas hidup kita. Namun, kita harus nampak bahwa menurut Wahyu 5, kelayakan Kristus adalah dalam hal menyingkapkan raha-sia ekonomi Allah itu. Alam semesta adalah satu rahasia yang tidak teruraikan seluk-beluknya oleh para ilmuwan. Mereka bahkan tidak tahu makna atau tujuan alam semes-ta, karena alam semesta ini merupakan satu rahasia yang tersembunyi bagi mereka. Tetapi Kristus layak membuka rahasia ini, karena Ia layak membuka meterai-meterai eko-nomi Allah.

Wahyu 5:5 mengatakan bahwa Singa itu layak membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya. Gulungan itu adalah sebuah gulungan lembaran kulit atau bahan lain-nya. Karena gulungan itu tergulung, sulit dipastikan berapa panjangnya. Gulungan dalam Wahyu 5 panjangnya sampai kekal. Hanya Kristus yang layak membuka gulungan yang panjangnya sampai kekal itu. Jangan mengira Anda telah melihat segala sesuatu yang termuat dalam gulungan kitab itu. Tidak, kita memerlukan seluruh kekekalan untuk me-lihat semua yang tertulis di dalamnya. Sewaktu kita berada di Yerusalem Baru, kita masih akan membaca isi gulungan itu. Sampai kekal kita akan berkata, “Sekarang aku nam-pak sesuatu lebih banyak lagi.” Allah akan memberi kita suatu kejutan yang kekal. Kejutan atas pembukaan gulung-an kitab itu akan berlangsung sampai kekal. Bila Anda berada dalam kekekalan, Anda akan berkata, “Kejutan Tu-han itu kekal. Sekalipun kita sekarang berada dalam keke-kalan, kita masih belum melihat akhirnya.” Kristus layak membuka gulungan rahasia Allah itu.

C. Disembah oleh Para Malaikat dan Makhluk Ciptaan Lainnya

Karena Kristus demikian layak, dalam pemandangan surgawi ini, Ia disembah oleh para malaikat dan semua makhluk ciptaan lainnya. Malaikat-malaikat diwakili oleh kedua puluh empat tua-tua, dan makhluk ciptaan lainnya diwakili oleh empat makhluk hidup. Para malaikat mempu-nyai tua-tua, yaitu kedua puluh empat tua-tua para malai-kat yang memimpin penyembahan kepada Kristus. Dalam gambaran ini, kita nampak kedua puluh empat tua-tua me-muji dan semua malaikat memuji, keempat makhluk hidup memuji dan semua ciptaan lainnya pun memuji. Secara universal mereka bersama-sama menyembah Allah dan Anak Domba. Kristus yang kita percayai ini adalah Kristus yang universal.

II. KRISTUS DALAM ADMINISTRASI-NYA

Sekarang kita meninjau Kristus dalam administrasi-Nya. Ada satu administrasi di alam semesta ini. Alam se-mesta tidak dapat beroperasi secara sembarangan; melain-kan sesuai dengan administrasi Allah. Meskipun kita tidak dapat melihat Administrator ini, tetapi Ia senantiasa melak-sanakan administrasi ilahi-Nya. Setiap gempa bumi, seperti yang terjadi di banyak tempat belakangan ini, diatur dari administrasi-Nya. Kristus bukan hanya Juruselamat, Singa, dan Anak Domba, Ia juga Administrator alam semesta.

A. Di Antara Gereja-gereja

Pertama-tama, Kristus melaksanakan tujuan Allah di antara gereja-gereja, melaksanakan perawatan keimaman terhadap gereja-gereja (1:11-18). Dalam pasal 1, Kristus diwahyukan sebagai Anak Manusia yang memakai jubah Imam Besar. Hari ini, dalam administrasi Allah, Kristus mengenakan jubah imam, melaksanakan perawatan ke-imaman-Nya di antara gereja-gereja. Tidak hanya demikian “dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas” (1:13). Sung-guh menarik, karena Ia tidak bersabuk di pinggang, me-lainkan di dada. Ini menunjukkan bahwa semua pekerjaan-Nya telah digenapi dan sekarang Ia sedang melakukan pe-rawatan dengan penuh kasih terhadap gereja-gereja yang dikasihi-Nya. Hari ini, Kristus tidak lagi bekerja, melainkan merawat dan memelihara kita. Bahkan teguran dan hukum-an-Nya terhadap kita adalah di dalam kasih. Ia adalah Imam yang penuh kasih yang hari ini merawat gereja-gereja-Nya.

B. Di Surga

Kitab Wahyu dengan jelas menunjukkan, di satu pi-hak, Kristus berada di antara gereja-gereja; di pihak lain, Ia berada di surga melaksanakan ekonomi Allah. Bukti yang paling kuat tentang ini terdapat dalam Wahyu 5:7, yang mengatakan tentang Kristus menerima gulungan itu, “Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu.” Gulungan kitab yang memuat ekonomi Allah telah ada di tangan Kristus; sekarang Ia memegang ekonomi Allah dan melaksanakannya. Kita tidak melihat wahyu ini dalam kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Baru. Sewaktu Kristus di surga melaksanakan ekonomi Allah, yang terutama me-nyangkut penghakiman Allah atas bumi, tetapi bersamaan dengan itu, Ia pun memelihara umat Allah (7:1-3; 8:3-5). Hal ini diwahyukan dengan lengkap dalam pasal 7-8. Allah memiliki dua umat — umat Israel dan umat tebusan. Ti-dak peduli berapa kerasnya bumi ini dihakimi oleh Kristus dalam administrasi Allah, Ia tetap memelihara orang-orang Israel pilihan dan gereja yang telah ditebus. Haleluya, da-lam administrasi-Nya kita semua berada di bawah pemeli-haraan Kristus. Saya sungguh-sungguh percaya bahwa hari ini Kristus memelihara bangsa Israel. Tak peduli apa yang dikatakan dan dilakukan bangsa-bangsa lain terhadap bangsa Isreal, yang jelas bangsa Israel berada di bawah pemeliha-raan administrasi universal Kristus. Negara-negara lain boleh mencoba berbuat sesuatu, tetapi semuanya akan sia-sia karena pemeliharaan Administrator yang universal. Kita semua harus menyembah Kristus sebagai Administra-tor, sebagai persona yang di surga yang mengelola segala perkara bagi penggenapan ekonomi Allah.

III. KRISTUS DALAM

KEDATANGAN-NYA KEMBALI

A. Secara Rahasia Seperti Seorang Pencuri

Tidak ada satu kitab pun yang mewahyukan kedatang-an kembali Kristus sejelas Kitab Wahyu. Kitab ini mewah-yukan, kedatangan kembali Kristus beraspek dua — aspek rahasia dan aspek terbuka. Ini bisa terjadi, karena Ia ajaib. Pertama, Kristus akan datang kembali secara rahasia se-perti seorang pencuri (3:3b; 16:15). Seorang pencuri tidak akan memberi tahu terlebih dulu waktu kedatangannya. Dalam kedatangan-Nya secara rahasia seperti pencuri, Kristus akan datang untuk mengambil barang yang berhar-ga. Tidak ada pencuri yang mau mengambil barang-barang yang tak berharga. Pencuri datang hanya untuk mencuri apa yang berharga. Kristus menyuruh kita berjaga-jaga, kata-Nya, “Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu kapan saat-nya Aku tiba-tiba datang kepadamu” (3:3b). Waktu keda-tangan-Nya yang rahasia tidak kita ketahui. Kita semua wajib bertanya kepada diri kita masing-masing, “Apakah aku berharga? Apakah aku layak dicuri Kristus pada ke-datangan-Nya yang secara rahasia?”

B. Secara Terbuka di Atas Awan

Pada saat berakhirnya kesusahan besar, Kristus akan datang secara terang-terangan di atas awan (1:7; 4:14). Di antara orang-orang Kristen, terdapat dua konsepsi tentang kedatangan kembali Tuhan. Menurut konsepsi pertama, Ia akan datang sebelum kesusahan besar. Menurut konsepsi kedua, Ia akan datang setelah kesusahan besar. Karena ba-nyak orang Kristen tidak nampak kedua aspek kedatangan kembali Kristus — aspek rahasia dan aspek terbuka —, akhirnya mereka berselisih pendapat. Keduanya, baik ke-datangan sebelum kesusahan besar maupun kedatangan se-telah kesusahan besar, memiliki dasar Alkitabnya. Terha-dap kedatangan kembali Kristus, banyak orang Kristen memiliki visi yang terbatas, tidak memiliki visi yang me-nyeluruh. Mula-mula, Kristus akan datang secara rahasia, kemudian Ia akan datang secara terbuka. Kedatangan-Nya yang rahasia adalah untuk kaum saleh pemenang, dan ke-datangan-Nya yang terbuka adalah untuk seluruh bumi. Karena itu, Wahyu 1:7 mengatakan, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia.” Sewaktu Kristus datang dengan awan-awan, penduduk bu-mi akan melihat Dia. Kita harus jelas bahwa Kristus akan datang kembali, mula-mula secara rahasia dan kemudian akan ternyata secara terbuka.

IV. KRISTUS DALAM PENGHAKIMAN-NYA

Dalam pengertian yang sangat positif, Kitab Wahyu adalah sebuah kitab tentang penghakiman. Kristus, Administrator Allah, akan menghakimi segala sesuatu. Pertamatama Ia akan menghakimi gereja, kemudian, Ia akan menghakimi dunia.

A. Atas Seluruh Dunia

Kristus akan menghakimi seluruh dunia dengan mete-rai keenam, ketujuh sangkakala, dan ketujuh cawan (6:12-17; 8:1-2,12; 11:14-15; 15:1,7-8; 16:1-21). Selama lebih dari sembilan belas abad setelah kenaikan Kristus, dunia telah dihukum dengan berbagai bencana alam. Tetapi dengan di-bukanya meterai keenam, dunia akan dihukum dengan ber-bagai bencana yang adikodrati (melebihi atau di luar kodrat alam). Wahyu 6:12-13 berbunyi, “Lalu aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesung-guhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia diguncang angin yang kencang.” Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, bulan menjadi seperti darah, bintang-bintang berja-tuhan ke bumi, semuanya itu merupakan bencana yang adikodrati. Ketujuh sangkakala juga merupakan bencana yang adikodrati. Keempat sangkakala yang pertama akan mendatangkan penghakiman atas bumi, laut, sungai-sungai, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Kesusahan besar akan dimulai dari sangkakala kelima, dilanjutkan dengan sang-kakala keenam, dan akan diakhiri dengan ketujuh cawan dari sangkakala ketujuh. Kesemuanya itu merupakan berba-gai penghakiman yang dilaksanakan oleh Kristus atas dunia.

B. Atas Babel Besar

Dalam Wahyu 17-18 kita nampak penghakiman atas Babel besar, yang tak lain adalah dunia kekristenan yang murtad. Di samping penghakiman-Nya atas seluruh dunia, Tuhan juga akan melaksanakan penghakiman khusus atas dunia kekristenan yang murtad, Babel Besar.

C. Atas Antikristus, Nabi Palsu, Iblis, dan Para Pengikutnya

Penghakiman Kristus juga akan dilaksanakan atas Antikristus, nabi palsu, Iblis, dan para pengikut mereka (19:11—20:3,7-10). Antikristus adalah manusia durhaka (2 Tes. 2:3) dan tanduk kecil (Dan. 7:8), sedang nabi palsu ada-lah orang yang bekerja sama dengan Antikristus. Antikristus, nabi palsu, dan Iblis adalah tritunggal setani yang memben-tuk suatu trinitas palsu. Karena Antikristus demikian mena-rik dan memikat, ia akan memiliki banyak pengikut. Tetapi semua pengikutnya akan dimusnahkan bersama Antikristus, nabi palsu, dan Iblis. Kristus akan menghakimi Antikristus dan nabi palsu dengan bencana adikodrati: bumi akan menganga dan mereka langsung jatuh ke dalam lautan api. Mereka tidak akan melalui mati, dikuburkan dan dibang-kitkan, lalu menghadap penghakiman takhta putih besar. Dalam kasus mereka, semua prosedur itu tidak perlu. Me-reka akan jatuh ke dalam lautan api secara adikodrati.

D. Atas Orang-orang yang Telah Mati

Terakhir, sebagai Administrator Allah, Kristus akan menghakimi orang-orang yang telah mati (20:11-15). Jangan mengira bahwa kalau seorang mati, maka semuanya akan beres. Mungkin Anda berharap setelah mati, semuanya akan tamat; tetapi Tuhan akan menghidupkan Anda kembali. Jika hari ini Anda tidak mau menerima karunia kesela-matan sehingga mendapatkan hidup kekal, pada akhir cip-taan lama, Ia akan membangkitkan Anda untuk dihakimi. Pada saat itu, Ia tidak akan membangkitkan Anda dalam pengertian yang positif, melainkan dalam pengertian yang negatif. Yohanes 5:28-29 mengatakan, “Saatnya akan tiba bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mende-ngar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Orang-orang mati yang tidak percaya tidak akan selamanya berada di kubur. Mereka akan dibangkitkan, dihakimi, dan kemudian dilemparkan ke dalam lautan api.

V. KRISTUS DALAM KEPEMILIKAN-NYA

ATAS SELURUH BUMI

Pada akhir penghakiman-Nya atas dunia, Kristus akan kembali untuk memiliki bumi dengan sepenuhnya (10:1-7; 18:1). Seluruh bumi akan menjadi milik-Nya; tidak ada sa-tu bagian pun yang menjadi milik orang lain. Hari ini ba-nyak bangsa berperang untuk memperluas daerah kekuasa-an mereka, namun mereka sia-sia berperang, karena apa pun yang mereka peroleh akhirnya akan menjadi milik Kristus. Dalam kembali-Nya untuk memiliki bumi, Kristus akan mengambil rupa seorang Malaikat lain. Dalam Kitab Wahyu, sebutan “Malaikat lain” sering dipakai untuk me-ngacu kepada Kristus (7:2; 8:3; 10:1; 18:1). Sebutan ini dipakai untuk menyatakan Kristus karena sebagai Admin-istrator Allah, Ia berlaku seperti seorang malaikat. Dalam Perjanjian Lama, Kristus disebut Malaikat TUHAN (Kej. 22:11-12; Kel. 3:2-6) yang diutus oleh Allah untuk melaksa-nakan amanat Allah. Ketika Ia datang untuk mengambil alih bumi, Ia akan datang sebagai persona yang diberi ama-nat Allah untuk tujuan ini. Ia akan menjadi Malaikat lain dengan kekuasaan yang besar dan akan datang dalam ke-muliaan-Nya (18:1). Saat itu, Kristus akan menginjakkan “kaki kanan-Nya di atas laut dan kaki kiri-Nya di atas bumi” (10:2). Ini menunjukkan bahwa Ia akan menjejakkan kaki-Nya di atas laut dan bumi, yang berarti Ia akan me-miliki semuanya itu (Ul. 11:24; Yos. 1:3). Dalam Alkitab di-katakan bahwa setiap tempat yang diinjak oleh telapak kaki Anda, akan menjadi milik Anda. Karena Kristus men-jejakkan kaki-Nya di laut dan di bumi, maka laut dan bu-mi adalah milik-Nya. Setelah Kristus memiliki bumi, Ia akan menggenapkan rahasia Allah (10:7). Pada saat itu, ekonomi Allah akan sepenuhnya terwujud, tidak lagi men-jadi satu rahasia, melainkan satu rahasia yang telah terbuka.

VI. KRISTUS DALAM PEMERINTAHAN-NYA DALAM KERAJAAN

Setelah Kristus mengambil alih bumi, Ia akan menjadi Raja dalam kerajaan-Nya, memerintah atas bumi, atas bang-sa-bangsa, bersama kaum beriman pemenang (20:4, 6; 2:26-27). Tak seorang pun di antara kita yang benar-benar me-rasa bahagia bersama pemerintahan yang ada di bumi hari ini. Sebagai orang yang pernah melakukan perjalanan keli-ling dunia dan yang sedikit mengerti situasi dunia, saya tahu bahwa dalam hal pemerintahan, seluruh bumi sungguh malang. Di manakah pemerintahan yang benar-benar bersih dan tepat? Kita menunggu hari itu, yaitu saat Kristus datang sebagai Raja untuk memerintah atas bumi. Kristus akan memerintah dalam kerajaan-Nya, dan kita akan me-raja bersama Dia.

VII. KRISTUS SEBAGAI INTI DAN UNIVERSALITAS DALAM KEKEKALAN

Terakhir, dalam Kitab Wahyu kita nampak Kristus da-lam kekekalan sebagai inti dan universalitas (kesemestaan). Dalam kekekalan, Kristus akan menjadi segala sesuatu. Ia akan menjadi inti dan universalitas dalam Yerusalem Baru (21:9-10, 23), karena Ia adalah pohon hayat yang tumbuh di sungai hayat (22:1-2). Dalam Wahyu 21:23 kita memiliki suatu gambaran yang jelas tentang Kristus sebagai inti dan universalitas. Di sini kita nampak Allah adalah terang dan Kristus, Anak Domba itu, adalah lampunya. Terang selalu terdapat dalam sebuah lampu. Jadi, terang dan lampu tidak seharusnya dipisahkan, keduanya harus tetap satu. Allah itu terang, Kristus adalah lampu, dan Yerusalem Baru ada-lah wadah lampu ini. Allah bersinar di dalam dan melalui Kristus, Kristus bersinar di dalam dan melalui Yerusalem Baru. Dari sini kita nampak bahwa Kristus akan menjadi inti dan universalitas dari kekekalan yang akan datang. Allah dalam Kristus dan Kristus dalam umat tebusan akan bersinar sampai kekal. Inilah pemandangan dalam kekekal-an ketika Kristus menjadi inti, ruang lingkup, dan segala sesuatu dalam Yerusalem Baru. Inilah Kristus kita.