Daftar isi Wahyu (1) · Berita Kedua · bab 2/16

Berita Kedua

WAHYU KRISTUS — UNIK DAN MUTAKHIR

Dalam berita ini kita akan membahas wahyu Kristus. Sewaktu membaca Kitab Wahyu, tidak banyak orang Kristen yang benar-benar memperhatikan wahyu Kristus yang terkandung di dalamnya. Istilah “Wahyu Yesus Kristus” terdapat dalam 1:1, dan pelajar-pelajar Alkitab mempunyai opini yang berlain-lainan sewaktu menafsirkannya. Sebagian berpendapat bahwa istilah ini berarti Kitab Wahyu merupakan kitab yang diberikan oleh Kristus sebagai wahyu. Penafsiran demikian, yang membuat wahyu Kristus sangat objektif, itu kurang tepat. Kalau kita membaca seluruh Kitab Wahyu, kita akan tampak bahwa istilah ini berarti Kitab Wahyu mewahyukan diri Kristus sendiri. Jadi, kitab ini merupakan satu gambaran, lukisan tentang Kristus, bukan hanya satu wahyu yang diberikan oleh Kristus. Kita wajib tampak bahwa Kristus adalah inti, fokus, dan persona utama dari seluruh Kitab Wahyu. Karena itu, kita harus menerima istilah “wahyu Yesus Kristus” secara subjektif. Jadi bukan hanya satu wahyu yang diberikan oleh Kristus, lebih-lebih satu wahyu yang mengungkapkan diri Kristus kepada kita.

Dalam Perjanjian Lama, Kristus diwahyukan melalui berbagai nubuat, lambang, dan kata-kata jelas. Di satu pihak, seolah kita tidak memerlukan Perjanjian Baru, karena jika kita membaca Perjanjian Lama, dengan cermat memperhatikan segala nubuat, lambang, dan kata-kata jelas tentang Kristus, kita akan memiliki satu wahyu tentang Kristus. Melalui wahyu ini, kita dapat membayangkan Kristus macam apakah Yesus Kristus itu. Namun, bagaimanapun sempurnanya wahyu tentang Kristus dalam Perjanjian Lama, semua itu belum lengkap. Karena itu, kita harus melihat Perjanjian Baru yang sepenuhnya merupakan wahyu Kristus. Jika kita hanya membaca keempat kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan Surat-surat Kiriman, kita akan tampak banyak aspek Kristus, namun kita tidak melihat semua aspek yang dibahas dalam Kitab Wahyu. Dalam berita ini kita akan melihat berbagai aspek wahyu Kristus yang unik dan khas yang tercantum dalam Kitab Wahyu.

I. KRISTUS DALAM KENAIKAN-NYA

Dalam Kitab Wahyu, Kristus diwahyukan sebagai persona yang naik ke surga (5:3-6,8-14). Dalam keempat kitab Injil kita tampak Kristus yang berinkarnasi, hidup di bumi, tersalib, dan bangkit. Namun, kita tak banyak mengetahui Kristus dalam kenaikan-Nya. Bahkan Surat-surat Kiriman sedikit sekali menyinggung kenaikan Kristus. Meskipun kitab-kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan Surat-surat Kiriman menuliskan sedikit tentang kenaikan Kristus, namun tidak ada satu pun yang memuat gambaran yang jelas tentang suasana atau keadaan di surga setelah kenaikan Kristus. Jika kita ingin melihatnya, kita harus membaca Kitab Wahyu. Dalam kitab ini kita mempunyai sebuah gambaran yang lengkap dan jelas tentang Kristus yang telah naik ke surga. Tidak hanya demikian, dalam gambaran ini kita tampak suasana, pemandangan, dan keadaan di surga setelah kenaikan Kristus ke surga. Bila kita tampak wahyu ini, barulah kita bisa menyembah-Nya secara memadai.

A. Singa-Anak Domba

Dalam kenaikan-Nya, Kristus adalah Singa-Anak Domba (5:5-6). Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis mengatakan, “Lihatlah Anak Domba Allah” (Yoh. 1:29). Tetapi dalam suasana surga setelah kenaikan-Nya, Kristus terutama diwahyukan sebagai Singa, bukan sebagai Anak Domba. Ketika Yohanes menangis karena “tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya” (5:4), salah seorang tua-tua berkata kepadanya, “Jangan menangis! Lihatlah, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya” (5:5). Sebelum penyaliban Kristus, kalau Yohanes mau menangis, itu masih beralasan, namun sangatlah bodoh bila ia menangis setelah kenaikan Kristus. Adakah Anda menangis hari ini? Jika Anda masih menangis, berarti Anda belum tampak visi tentang Kristus yang naik ke surga dalam Wahyu 5. Anda perlu memandang kepada Singa dari suku Yehuda ini. Kejadian 49:8-9 menubuatkan Kristus sebagai Singa Yehuda, dan hanya dalam Kitab Wahyulah kita diberi tahu bahwa Kristus adalah Singa suku Yehuda. Singa suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang, sehingga Ia layak membuka meterai ekonomi Allah itu. Setelah Yohanes mendengar pernyataan seorang tua-tua, ia melihat “di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih” (5:6). Ia melihat Singa itu seperti Anak Domba. Sesungguhnya Kristus itu Singa atau Anak Domba? Ia adalah kedua-duanya. Karena itu, kita boleh menyebut-Nya Singa-Anak Domba.

Mengapa Kristus adalah Singa pun Anak Domba? Karena kita memiliki dua masalah utama — dosa dan Iblis. Kebanyakan orang Kristen hanya memperhatikan masalah dosa dan melupakan masalah Iblis. Jangan mengira suami Anda adalah seorang yang sulit dimengerti. Jangan salah-kan dia, salahkanlah si Iblis yang bersembunyi di belakangnya. Demikian pula, semua istri baik. Hal-hal jahat yang keluar dari para istri itu sebenarnya bukan berasal dari diri mereka, melainkan dari Iblis yang berada di belakang mereka. Anak Domba menanggulangi dosa dan membereskan masalah dosa, sedang Singa menanggulangi Iblis. Sebagai Anak Domba, Kristus telah menggenapkan penebusan, membasuh kita dari segala dosa kita. Sebagai Singa, Ia telah menanggulangi Iblis. Ia bisa memenuhi semua keperluan kita dan membereskan semua masalah kita. Sekarang dosa telah lewat, Iblis telah dibereskan, kita telah ditebus dan diselamatkan dari tangan perampasan musuh.

B. Yang Layak

Juruselamat kita adalah Anak Domba pun Singa. Kita memiliki Juruselamat Singa-Anak Domba. Dia layak membuka gulungan kitab. Selain Dia, tak seorang pun di alam semesta ini yang layak membuka rahasia, misteri ekonomi Allah. Tetapi Singa-Anak Domba ini layak, karena Ia telah menggenapkan penebusan dan telah menang atas Iblis. Bila kita sebagai orang-orang Kristen mengatakan Kristus itu layak, maka dalam pikiran kita Dia itu layak menerima semua pujian, ucapan syukur, dan sembah sujud kita. Sewaktu kita berkata, “Tuhan Yesus, Engkau layak,” tak banyak di antara kita yang memahami Dia itu layak membuka meterai rahasia ekonomi Allah. Kita hanya memiliki konsepsi bahwa Dia itu layak menerima sembah sujud, pujian, dan ucapan syukur kita, ciptaan-Nya yang kecil ini. Tetapi konsep kelayakan Tuhan seperti itu tidak memadai. Bahkan kebanyakan kidung tentang kelayakan Kristus menunjukkan konsepsi yang tidak memadai terhadap kelayakan Kristus. Tidak banyak kidung yang memuji Kristus layak membuka rahasia ekonomi Allah itu. Aspek kelayakan Tuhan bersifat universal dan tak terukur. Tentu saja, Kristus layak menerima pujian kita. Bahkan Ia layak atas hidup kita. Namun, kita harus tampak bahwa menurut Wahyu 5, kelayakan Kristus adalah dalam hal menyingkapkan rahasia ekonomi Allah itu. Alam semesta adalah satu rahasia yang tidak teruraikan seluk-beluknya oleh para ilmuwan. Mereka bahkan tidak tahu makna atau tujuan alam semesta, karena alam semesta ini merupakan satu rahasia yang tersembunyi bagi mereka. Tetapi Kristus layak membuka rahasia ini, karena Ia layak membuka meterai-meterai ekonomi Allah.

Wahyu 5:5 mengatakan bahwa Singa itu layak membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya. Gulungan itu adalah sebuah gulungan lembaran kulit atau bahan lainnya. Karena gulungan itu tergulung, sulit dipastikan berapa panjangnya. Gulungan dalam Wahyu 5 panjangnya sampai kekal. Hanya Kristus yang layak membuka gulungan yang panjangnya sampai kekal itu. Jangan mengira Anda telah melihat segala sesuatu yang termuat dalam gulungan kitab itu. Tidak, kita memerlukan seluruh kekekalan untuk melihat semua yang tertulis di dalamnya. Sewaktu kita berada di Yerusalem Baru, kita masih akan membaca isi gulungan itu. Sampai kekal kita akan berkata, “Sekarang aku tampak sesuatu lebih banyak lagi.” Allah akan memberi kita suatu kejutan yang kekal. Kejutan atas pembukaan gulungan kitab itu akan berlangsung sampai kekal. Bila Anda berada dalam kekekalan, Anda akan berkata, “Kejutan Tuhan itu kekal. Sekalipun kita sekarang berada dalam kekekalan, kita masih belum melihat akhirnya.” Kristus layak membuka gulungan rahasia Allah itu.

C. Disembah oleh Para Malaikat dan Makhluk Ciptaan Lainnya

Karena Kristus demikian layak, dalam pemandangan surgawi ini, Ia disembah oleh para malaikat dan semua makhluk ciptaan lainnya. Malaikat-malaikat diwakili oleh kedua puluh empat tua-tua, dan makhluk ciptaan lainnya diwakili oleh empat makhluk hidup. Para malaikat mempunyai tua-tua, yaitu kedua puluh empat tua-tua para malaikat yang memimpin penyembahan kepada Kristus. Dalam gambaran ini, kita tampak kedua puluh empat tua-tua memuji dan semua malaikat memuji, keempat makhluk hidup memuji dan semua ciptaan lainnya pun memuji. Secara universal mereka bersama-sama menyembah Allah dan Anak Domba. Kristus yang kita percayai ini adalah Kristus yang universal.

II. KRISTUS DALAM ADMINISTRASI-NYA

Sekarang kita meninjau Kristus dalam administrasi-Nya. Ada satu administrasi di alam semesta ini. Alam semesta tidak dapat beroperasi secara sembarangan; melainkan sesuai dengan administrasi Allah. Meskipun kita tidak dapat melihat Administrator ini, tetapi Ia senantiasa melaksanakan administrasi ilahi-Nya. Setiap gempa bumi, seperti yang terjadi di banyak tempat belakangan ini, diatur dari administrasi-Nya. Kristus bukan hanya Juruselamat, Singa, dan Anak Domba, Ia juga Administrator alam semesta.

A. Di Antara Gereja-gereja

Pertama-tama, Kristus melaksanakan tujuan Allah di antara gereja-gereja, melaksanakan perawatan keimaman terhadap gereja-gereja (1:11-18). Dalam pasal 1, Kristus diwahyukan sebagai Anak Manusia yang memakai jubah Imam Besar. Hari ini, dalam administrasi Allah, Kristus mengenakan jubah imam, melaksanakan perawatan keimaman-Nya di antara gereja-gereja. Tidak hanya demikian “dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas” (1:13). Sungguh menarik, karena Ia tidak bersabuk di pinggang, melainkan di dada. Ini menunjukkan bahwa semua pekerjaan-Nya telah digenapi dan sekarang Ia sedang melakukan perawatan dengan penuh kasih terhadap gereja-gereja yang dikasihi-Nya. Hari ini, Kristus tidak lagi bekerja, melainkan merawat dan memelihara kita. Bahkan teguran dan hukuman-Nya terhadap kita adalah di dalam kasih. Ia adalah Imam yang penuh kasih yang hari ini merawat gereja-gereja-Nya.

B. Di Surga

Kitab Wahyu dengan jelas menunjukkan, di satu pihak, Kristus berada di antara gereja-gereja; di pihak lain, Ia berada di surga melaksanakan ekonomi Allah. Bukti yang paling kuat tentang ini terdapat dalam Wahyu 5:7, yang mengatakan tentang Kristus menerima gulungan itu, “Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu.” Gulungan kitab yang memuat ekonomi Allah telah ada di tangan Kristus; sekarang Ia memegang ekonomi Allah dan melaksanakannya. Kita tidak melihat wahyu ini dalam kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Baru. Sewaktu Kristus di surga melaksanakan ekonomi Allah, yang terutama menyangkut penghakiman Allah atas bumi, tetapi bersamaan dengan itu, Ia pun memelihara umat Allah (7:1-3; 8:3-5). Hal ini diwahyukan dengan lengkap dalam pasal 7-8. Allah memiliki dua umat — umat Israel dan umat tebusan. Tidak peduli berapa kerasnya bumi ini dihakimi oleh Kristus dalam administrasi Allah, Ia tetap memelihara orang-orang Israel pilihan dan gereja yang telah ditebus. Haleluya, dalam administrasi-Nya kita semua berada di bawah pemeliharaan Kristus. Saya sungguh-sungguh percaya bahwa hari ini Kristus memelihara bangsa Israel. Tak peduli apa yang dikatakan dan dilakukan bangsa-bangsa lain terhadap bangsa Isreal, yang jelas bangsa Israel berada di bawah pemeliharaan administrasi universal Kristus. Negara-negara lain boleh mencoba berbuat sesuatu, tetapi semuanya akan sia-sia karena pemeliharaan Administrator yang universal. Kita semua harus menyembah Kristus sebagai Administrator, sebagai persona yang di surga yang mengelola segala perkara bagi penggenapan ekonomi Allah.

III. KRISTUS DALAM

KEDATANGAN-NYA KEMBALI

A. Secara Rahasia Seperti Seorang Pencuri

Tidak ada satu kitab pun yang mewahyukan kedatangan kembali Kristus sejelas Kitab Wahyu. Kitab ini mewahyukan, kedatangan kembali Kristus beraspek dua — aspek rahasia dan aspek terbuka. Ini bisa terjadi, karena Ia ajaib. Pertama, Kristus akan datang kembali secara rahasia seperti seorang pencuri (3:3b; 16:15). Seorang pencuri tidak akan memberi tahu terlebih dulu waktu kedatangannya. Dalam kedatangan-Nya secara rahasia seperti pencuri, Kristus akan datang untuk mengambil barang yang berharga. Tidak ada pencuri yang mau mengambil barang-barang yang tak berharga. Pencuri datang hanya untuk mencuri apa yang berharga. Kristus menyuruh kita berjaga-jaga, kata-Nya, “Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu kapan saatnya Aku tiba-tiba datang kepadamu” (3:3b). Waktu kedatangan-Nya yang rahasia tidak kita ketahui. Kita semua wajib bertanya kepada diri kita masing-masing, “Apakah aku berharga? Apakah aku layak dicuri Kristus pada kedatangan-Nya yang secara rahasia?”

B. Secara Terbuka di Atas Awan

Pada saat berakhirnya kesusahan besar, Kristus akan datang secara terang-terangan di atas awan (1:7; 4:14). Di antara orang-orang Kristen, terdapat dua konsepsi tentang kedatangan kembali Tuhan. Menurut konsepsi pertama, Ia akan datang sebelum kesusahan besar. Menurut konsepsi kedua, Ia akan datang setelah kesusahan besar. Karena banyak orang Kristen tidak tampak kedua aspek kedatangan kembali Kristus — aspek rahasia dan aspek terbuka —, akhirnya mereka berselisih pendapat. Keduanya, baik kedatangan sebelum kesusahan besar maupun kedatangan setelah kesusahan besar, memiliki dasar Alkitabnya. Terhadap kedatangan kembali Kristus, banyak orang Kristen memiliki visi yang terbatas, tidak memiliki visi yang menyeluruh. Mula-mula, Kristus akan datang secara rahasia, kemudian Ia akan datang secara terbuka. Kedatangan-Nya yang rahasia adalah untuk kaum saleh pemenang, dan kedatangan-Nya yang terbuka adalah untuk seluruh bumi. Karena itu, Wahyu 1:7 mengatakan, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia.” Sewaktu Kristus datang dengan awan-awan, penduduk bumi akan melihat Dia. Kita harus jelas bahwa Kristus akan datang kembali, mula-mula secara rahasia dan kemudian akan ternyata secara terbuka.

IV. KRISTUS DALAM PENGHAKIMAN-NYA

Dalam pengertian yang sangat positif, Kitab Wahyu adalah sebuah kitab tentang penghakiman. Kristus, Administrator Allah, akan menghakimi segala sesuatu. Pertama-tama Ia akan menghakimi gereja, kemudian, Ia akan menghakimi dunia.

A. Atas Seluruh Dunia

Kristus akan menghakimi seluruh dunia dengan meterai keenam, ketujuh sangkakala, dan ketujuh cawan (6:12-17; 8:1-2,12; 11:14-15; 15:1,7-8; 16:1-21). Selama lebih dari sembilan belas abad setelah kenaikan Kristus, dunia telah dihukum dengan berbagai bencana alam. Tetapi dengan dibukanya meterai keenam, dunia akan dihukum dengan berbagai bencana yang adikodrati (melebihi atau di luar kodrat alam). Wahyu 6:12-13 berbunyi, “Lalu aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia diguncang angin yang kencang.” Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, bulan menjadi seperti darah, bintang-bintang berjatuhan ke bumi, semuanya itu merupakan bencana yang adikodrati. Ketujuh sangkakala juga merupakan bencana yang adikodrati. Keempat sangkakala yang pertama akan mendatangkan penghakiman atas bumi, laut, sungai-sungai, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Kesusahan besar akan dimulai dari sangkakala kelima, dilanjutkan dengan sangkakala keenam, dan akan diakhiri dengan ketujuh cawan dari sangkakala ketujuh. Kesemuanya itu merupakan berbagai penghakiman yang dilaksanakan oleh Kristus atas dunia.

B. Atas Babel Besar

Dalam Wahyu 17-18 kita tampak penghakiman atas Babel besar, yang tak lain adalah dunia kekristenan yang murtad. Di samping penghakiman-Nya atas seluruh dunia, Tuhan juga akan melaksanakan penghakiman khusus atas dunia kekristenan yang murtad, Babel Besar.

C. Atas Antikristus, Nabi Palsu, Iblis, dan Para Pengikutnya

Penghakiman Kristus juga akan dilaksanakan atas Antikristus, nabi palsu, Iblis, dan para pengikut mereka (19:11—20:3,7-10). Antikristus adalah manusia durhaka (2 Tes. 2:3) dan tanduk kecil (Dan. 7:8), sedang nabi palsu adalah orang yang bekerja sama dengan Antikristus. Antikristus, nabi palsu, dan Iblis adalah tritunggal setani yang membentuk suatu trinitas palsu. Karena Antikristus demikian menarik dan memikat, ia akan memiliki banyak pengikut. Tetapi semua pengikutnya akan dimusnahkan bersama Antikristus, nabi palsu, dan Iblis. Kristus akan menghakimi Antikristus dan nabi palsu dengan bencana adikodrati: bumi akan menganga dan mereka langsung jatuh ke dalam lautan api. Mereka tidak akan melalui mati, dikuburkan dan dibangkitkan, lalu menghadap penghakiman takhta putih besar. Dalam kasus mereka, semua prosedur itu tidak perlu. Mereka akan jatuh ke dalam lautan api secara adikodrati.

D. Atas Orang-orang yang Telah Mati

Terakhir, sebagai Administrator Allah, Kristus akan menghakimi orang-orang yang telah mati (20:11-15). Jangan mengira bahwa kalau seorang mati, maka semuanya akan beres. Mungkin Anda berharap setelah mati, semuanya akan tamat; tetapi Tuhan akan menghidupkan Anda kembali. Jika hari ini Anda tidak mau menerima karunia keselamatan sehingga mendapatkan hidup kekal, pada akhir ciptaan lama, Ia akan membangkitkan Anda untuk dihakimi. Pada saat itu, Ia tidak akan membangkitkan Anda dalam pengertian yang positif, melainkan dalam pengertian yang negatif. Yohanes 5:28-29 mengatakan, “Saatnya akan tiba bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Orang-orang mati yang tidak percaya tidak akan selamanya berada di kubur. Mereka akan dibangkitkan, dihakimi, dan kemudian dilemparkan ke dalam lautan api.

V. KRISTUS DALAM KEPEMILIKAN-NYA

ATAS SELURUH BUMI

Pada akhir penghakiman-Nya atas dunia, Kristus akan kembali untuk memiliki bumi dengan sepenuhnya (10:1-7; 18:1). Seluruh bumi akan menjadi milik-Nya; tidak ada satu bagian pun yang menjadi milik orang lain. Hari ini banyak bangsa berperang untuk memperluas daerah kekuasaan mereka, namun mereka sia-sia berperang, karena apa pun yang mereka peroleh akhirnya akan menjadi milik Kristus. Dalam kembali-Nya untuk memiliki bumi, Kristus akan mengambil rupa seorang Malaikat lain. Dalam Kitab Wahyu, sebutan “Malaikat lain” sering dipakai untuk mengacu kepada Kristus (7:2; 8:3; 10:1; 18:1). Sebutan ini dipakai untuk menyatakan Kristus karena sebagai Administrator Allah, Ia berlaku seperti seorang malaikat. Dalam Perjanjian Lama, Kristus disebut Malaikat TUHAN (Kej. 22:11-12; Kel. 3:2-6) yang diutus oleh Allah untuk melaksanakan amanat Allah. Ketika Ia datang untuk mengambil alih bumi, Ia akan datang sebagai persona yang diberi amanat Allah untuk tujuan ini. Ia akan menjadi Malaikat lain dengan kekuasaan yang besar dan akan datang dalam kemuliaan-Nya (18:1). Saat itu, Kristus akan menginjakkan “kaki kanan-Nya di atas laut dan kaki kiri-Nya di atas bumi” (10:2). Ini menunjukkan bahwa Ia akan menjejakkan kaki-Nya di atas laut dan bumi, yang berarti Ia akan memiliki semuanya itu (Ul. 11:24; Yos. 1:3). Dalam Alkitab dikatakan bahwa setiap tempat yang diinjak oleh telapak kaki Anda, akan menjadi milik Anda. Karena Kristus menjejakkan kaki-Nya di laut dan di bumi, maka laut dan bumi adalah milik-Nya. Setelah Kristus memiliki bumi, Ia akan menggenapkan rahasia Allah (10:7). Pada saat itu, ekonomi Allah akan sepenuhnya terwujud, tidak lagi menjadi satu rahasia, melainkan satu rahasia yang telah terbuka.

VI. KRISTUS DALAM PEMERINTAHAN-NYA DALAM KERAJAAN

Setelah Kristus mengambil alih bumi, Ia akan menjadi Raja dalam kerajaan-Nya, memerintah atas bumi, atas bangsa-bangsa, bersama kaum beriman pemenang (20:4, 6; 2:26-27). Tak seorang pun di antara kita yang benar-benar merasa bahagia bersama pemerintahan yang ada di bumi hari ini. Sebagai orang yang pernah melakukan perjalanan keliling dunia dan yang sedikit mengerti situasi dunia, saya tahu bahwa dalam hal pemerintahan, seluruh bumi sungguh malang. Di manakah pemerintahan yang benar-benar bersih dan tepat? Kita menunggu hari itu, yaitu saat Kristus datang sebagai Raja untuk memerintah atas bumi. Kristus akan memerintah dalam kerajaan-Nya, dan kita akan meraja bersama Dia.

VII. KRISTUS SEBAGAI INTI DAN UNIVERSALITAS DALAM KEKEKALAN

Terakhir, dalam Kitab Wahyu kita tampak Kristus dalam kekekalan sebagai inti dan universalitas (kesemestaan). Dalam kekekalan, Kristus akan menjadi segala sesuatu. Ia akan menjadi inti dan universalitas dalam Yerusalem Baru (21:9-10, 23), karena Ia adalah pohon hayat yang tumbuh di sungai hayat (22:1-2). Dalam Wahyu 21:23 kita memiliki suatu gambaran yang jelas tentang Kristus sebagai inti dan universalitas. Di sini kita tampak Allah adalah terang dan Kristus, Anak Domba itu, adalah lampunya. Terang selalu terdapat dalam sebuah lampu. Jadi, terang dan lampu tidak seharusnya dipisahkan, keduanya harus tetap satu. Allah itu terang, Kristus adalah lampu, dan Yerusalem Baru adalah wadah lampu ini. Allah bersinar di dalam dan melalui Kristus, Kristus bersinar di dalam dan melalui Yerusalem Baru. Dari sini kita tampak bahwa Kristus akan menjadi inti dan universalitas dari kekekalan yang akan datang. Allah dalam Kristus dan Kristus dalam umat tebusan akan bersinar sampai kekal. Inilah pemandangan dalam kekekalan ketika Kristus menjadi inti, ruang lingkup, dan segala sesuatu dalam Yerusalem Baru. Inilah Kristus kita.