Daftar isi Wahyu (1) · Berita Kelima Belas · bab 15/16

Berita Kelima Belas

GEREJA DI FILADELFIA — TERANGKAT SEBELUM KESUSAHAN BESAR DAN TIANG DALAM BAIT ALLAH

Dalam berita ini kita akan membahas gereja di Filadelfia, gereja dalam pemulihan (3:7-13). Dalam bahasa Yunani, “Filadelfia” berarti “kasih persaudaraan”. Sebagai tanda, gereja di Filadelfia melambangkan hidup gereja yang normal, yang dipulihkan oleh saudara-saudara yang dibangkitkan oleh Tuhan di Inggris, pada awal abad 19. Seperti halnya gereja Reformasi yang dilambangkan oleh gereja di Sardis adalah reaksi terhadap gereja di Tiatira, demikian pula gereja kasih persaudaraan adalah reaksi terhadap gereja Reformasi yang mati. Reaksi ini akan berlangsung terus sebagai kesaksian yang berkebalikan terhadap Tiatira dan Sardis yang merosot, sampai Tuhan kembali.

I. PEMBICARA

A. Yang Kudus, Yang Benar

Ayat 7 mengatakan, “Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar.” Terhadap gereja kasih persaudaraan, Tuhan adalah “Yang Kudus, Yang Benar”. Dengan dan bersama Tuhan, gereja yang dipulihkan bisa menjadi kudus, dipisahkan dari dunia, dan benar serta setia terhadap Allah.

B. Yang Memegang Kunci Daud

Terhadap gereja yang dipulihkan, Tuhan pun adalah “yang memegang kunci Daud” (ayat 7), yaitu kunci kerajaan, mempunyai kuasa membuka dan menutup. Tidak banyak orang yang mengerti istilah “kunci Daud”. Menurut Kejadian 1, ketika Allah menciptakan manusia, Ia memberinya kuasa atas segala makhluk ciptaan. Ini menunjukkan Allah ingin manusia menjadi kuasa mewakili Allah di bumi. Namun, karena jatuh, manusia kehilangan kuasa itu, dan tidak pernah terpulih dengan sempurna. Manusia belum memperoleh kembali kuasa di bumi untuk mewakili Allah. Dalam seumur hidup Adam, Habel, Enos, Henokh, dan Nuh, kita tidak melihat kuasa itu. Kuasa itu juga tidak terlihat dalam seumur hidup Abraham, Ishak, dan Yakub. Ketika umat pilihan Allah, bani Israel, masuk ke tanah permai dan membangun Bait Allah, barulah terlihat kuasa itu. Tampaknya, Bait Allah dibangun oleh Salomo; namun sebenarnya, bait itu dibangun oleh Daud, karena ia ada di balik pembangunan bait itu. Ingatlah apa yang diwahyukan dalam Kejadian 1:26. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, agar manusia dapat mengekspresikan diri-Nya, juga memberi manusia kuasa agar manusia dapat mewakili-Nya. Bait itu berhubungan dengan gambar Allah, karena sebagai rumah Allah, bait adalah ekspresi-Nya. Bait itu dibangun di dalam kota. Bait melambangkan ekspresi Allah dan kota melambangkan kekuasaan Allah. Gambar dan kuasa yang terwahyu dalam Kejadian 1 sekurang-kurangnya tergenap dalam bait dan kota itu. Dalam bait ada hadir Allah sebagai ekspresi-Nya; dalam kota ada kekuasaan Allah. Raja di dalam kota itu mewakili Allah berkuasa di bumi.

Inilah latar belakang yang penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan kunci Daud. Kunci yang dipegang Daud adalah kunci kuasa Allah. Kuasa Allah mencakup alam semesta, terutama umat manusia. Kuasa itu ada kuncinya, yang dimiliki oleh orang yang berperang demi kerajaan dan yang menyiapkan sesuatu untuk pembangunan Bait Allah. Orang ini bernama Daud. Daud mewakili Allah dalam mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Jadi, ia memiliki kunci kuasa Allah dalam alam semesta. Namun, Daud hanyalah lambang, bukan realitasnya. Daud yang sejati adalah Kristus, Daud yang lebih besar. Dialah yang membangun Bait Allah, gereja, dan mendirikan Kerajaan Allah. Sebab itu, dalam gereja hari ini, yaitu rumah dan Kerajaan Allah, kita memiliki ekspresi Allah dan perwakilan Allah. Sebagai Daud yang lebih besar, Kristus telah mendirikan rumah Allah, bait yang sejati, dan Ia telah mendirikan Kerajaan Allah, suatu wilayah tempat Ia menjalankan kuasa-Nya dengan sepenuhnya untuk mewakili Allah. Dengan demikian, Ia memegang kunci Daud. Kunci Daud adalah sesuatu yang mewakili Allah untuk membuka alam semesta bagi Allah. Inilah kunci Daud yang dipegang oleh Kristus. Ini melambangkan Kristus sebagai pusat ekonomi Allah. Dialah yang menyatakan dan mewakili Allah, yang memegang kunci untuk membuka segala sesuatu dalam wilayah kekuasaan Allah.

C. Yang Membuka dan Menutup

Ayat 7 juga mengatakan bahwa Kristus adalah yang “membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka”. Karena kunci universal, kunci ekonomi Allah, ada di tangan-Nya, maka Ia bisa membuka dan menutup.

Seperti telah kita tunjukkan, hampir segala sesuatu yang terdapat dalam Kitab Wahyu bukan sesuatu yang baru, melainkan satu penggenapan dari perkara yang diwahyukan dalam Perjanjian Lama. Demikian pula kunci Daud. Yesaya 22:22-24 merupakan nubuat mengenai Kristus sebagai yang memegang kunci Daud. Pemikiran yang mendalam tentang Kristus sebagai pemegang kunci Daud ditemukan di sana. Dalam Yesaya 22 dinubuatkan bahwa Kristus bukan hanya akan menjadi pemegang kunci Daud, tetapi Ia juga akan menjadi paku dan pasaknya. Sedikit sekali orang Kristen yang pernah mendengar bahwa Kristus adalah paku. Jika Anda memperhatikan konteks Yesaya 22 dan membaca konteks kata mengenai Kristus sebagai pemegang kunci Daud dalam Wahyu 3, Anda akan tahu, Kristus me-megang kunci Daud untuk rumah Allah, untuk pembangunan Allah. Pokok penting dalam Yesaya 22 adalah rumah Allah, dan surat kepada gereja di Filadelfia akhirnya berbicara tentang Yerusalem Baru. Para pemenang di Filadelfia akan menjadi tiang dalam Bait Allah, dan Bait Allah akhirnya akan diperluas menjadi Yerusalem Baru. Menurut Wahyu 21:22, tidak ada bait dalam Yerusalem Baru, karena dalam kekekalan, bait ini akan diperluas menjadi suatu kota, yang panjang, lebar, dan tingginya sama (21:16), yaitu menjadi perluasan tempat maha kudus. Itulah perwujudan akhir dari rumah Allah. Kristus memegang kunci Daud, berperang bagi Allah, dan membangun Bait Suci, mendirikan Kerajaan Allah. Semua ini adalah untuk bangunan Allah.

Kristus memegang kunci Daud dan Ia membuka serta menutup bukan agar kita menjadi kudus atau rohani, tetapi agar kita terbangun. Ia bukan memperhatikan apa yang disebut kekudusan atau kerohanian. Selama dua abad yang silam, ada orang yang menuntut menjadi kudus dan rohani. Sekalipun mereka tampak sesuatu, namun penglihatan mereka agak sempit. Kekudusan bukan untuk kekudusan, dan kerohanian bukan untuk kerohanian. Kekudusan dan kerohanian adalah untuk membuat kita menjadi tiang dalam Bait Allah. Akhirnya, kita bukan mengemban nama kekudusan atau kerohanian, melainkan Yerusalem Baru. Dalam 3:12 Tuhan tidak berkata, “Padamu akan Kutuliskan kekudusan,” atau “padamu akan Kutuliskan kerohanian, melainkan mengatakan, “Dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari surga, dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.”

Jadi, yang kita dapati di sana bukan kekudusan atau kerohanian, melainkan Allah dan Yerusalem Baru. Tujuan Allah bukan menjadikan kita kudus atau rohani, melainkan menjadikan kita bagian dari Yerusalem Baru. Allah telah memiliki seluruh kekudusan yang diperlukan-Nya, tetapi Ia belum memiliki Yerusalem Baru. Allah tidak menginginkan kerohanian lebih banyak. Ia memerlukan Yerusalem Baru. Ia menginginkan gereja yang terbangun. Ia ingin memiliki Betel hari ini, rumah Allah yang akan terwujud di dalam Yerusalem Baru. Inginkah Anda tampak hal ini?

Ketika saya tampak terang ini delapan belas tahun yang lalu, saya dengan tegas menyatakannya dalam berita yang saya sampaikan, yaitu Allah tidak menginginkan kerohanian. Beberapa penentang melepaskan kalimat ini dari konteksnya dan berkata, “Dengar, Witness Lee berkata bahwa kita tidak perlu menjadi rohani dan Allah tidak menginginkan kerohanian.” Dalam berita itu saya berkali-kali berkata bahwa kerohanian manapun yang bukan untuk pembangunan Allah tidaklah sejati. Kerohanian kita haruslah diuji melalui hidup gereja. Jika kerohanian kita tidak cocok dengan hidup gereja, kerohanian itu abnormal; kerohanian semacam itu tidak menyuplai Tubuh, malahan menjadi penyakit kanker bagi Tubuh. Banyak orang yang disebut “orang rohani” justru merupakan kanker. Kanker adalah satu penyakit sel di dalam tubuh. Berbeda dengan kuman-kuman, sel-sel adalah unsur pembangun tubuh, dan sebenarnya tidak ada persoalan dengan mereka. Tetapi jika sel-sel itu tumbuh dengan tidak seimbang dan tidak wajar serta terpusat di satu tempat, mereka akan berkembang menjadi kanker. Apa yang disebut rohani, jika tidak lulus ujian, tidak dapat diselaraskan, dan tidak bisa cocok dengan pembangunan gereja, itulah kanker.

Pembicara kepada gereja di Filadelfia memegang kunci Daud, bukan untuk menjadikan kita kudus atau rohani, tetapi untuk menanggulangi kita agar kita diubah dan terbangun. Begitu kita terbangun, Ia akan menjadi paku bagi kita, dan kita akan menjadi bejana yang bergantung pada-Nya. Mula-mula, Kristus memegang kunci Daud, dan akhirnya Ia memegang kita. Kristus menggunakan kunci untuk membuka pintu penjara kita. Sebelum kita masuk ke dalam hidup gereja, kita semua adalah orang-orang yang terpenjara. Sebagai contoh, sebagian orang terpenjara di dalam kamar bawah tanah aliran kekristenan tertentu. Tetapi di mana pun kita berada, Kristus, yang memegang kunci Daud, akan membuka penjara kita dan melepaskan kita. Menurut pengalaman kita, semua pintu yang telah dibuka oleh Kristus bagi kita adalah pintu-pintu penjara. Sekalipun para penentang berusaha sekuat tenaga untuk memenjarakan kita, dan menjadikan gereja suatu penjara, kita telah dilepaskan dengan kunci yang digenggam Kristus. Sebagai Daud hari ini, Ia memiliki kunci untuk membuka apa saja yang diingini oleh Allah. Begitu Ia membuka pintu dan kita dibebaskan, kita segera masuk ke dalam rumah Allah dan menjadi keluarga Allah yang terdiri dari banyak bejana lain yang bergantung pada Kristus sebagai paku. Jika kita berhenti hidup di dalam otak kita, kita tidak bisa mengerti bagaimana kita bisa dipegang oleh Kristus secara demikian. Bagaimanapun, Kristus adalah paku di dalam rumah Allah, dan dengan paku ini, kita semua terangkat dari bumi.

Pertama-tama, Kristus menggunakan kunci untuk melepaskan kita dari penjara. Setelah kita dibebaskan dan masuk ke dalam rumah Allah, Ia menjadi paku yang mengangkat kita dari bumi. Tujuan-Nya adalah agar kita bisa diubah menjadi tiang di dalam rumah Allah. Akhirnya kita, tiang ini, akan menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Nanti akan kita lihat, Kristus menuliskan nama kota Yerusalem Baru pada diri kita. Itu berarti kita telah diubah menjadi sebagian dari Yerusalem Baru. Jika Anda tampak ini, wa-wasan Anda akan berubah. Pada masa yang silam, mungkin Anda menuntut kekudusan atau kerohanian, tetapi Anda menuntut kekudusan dan kerohanian tanpa tujuan. Yang Anda tuntut tidak mencapai tujuan Allah. Anda tidak tampak bahwa kekudusan maupun kerohanian adalah untuk pembangunan Allah. Hari ini, Kristus, Daud yang sejati, menggunakan kunci untuk melepaskan kita dari penjara. Kemudian Ia membawa kita ke dalam rumah Allah agar kita bisa diubah dan menjadi tiang dan bagian-bagian Yerusalem Baru. Inilah hidup gereja, dan inilah Bait Allah. Di dalam bait ini Kristus, sebagai paku yang agung, mengangkat kita dari bumi untuk pembangunan Allah.

II. KEADAAN GEREJA

A. Kekuatannya Tidak Seberapa

Dalam 3:8 kita tampak keadaan gereja di Filadelfia. Pertama, gereja ini mempunyai kekuatan yang tidak seberapa. (Dalam bahasa aslinya, memiliki sedikit kekuatan). Sering kali kita terlalu melebih-lebihkan gereja di Filadelfia, mengira gereja ini kuat dan unggul. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Sebagian orang beranggapan, ketika Tuhan membangkitkan para saudara di Inggris lebih dari seratus lima puluh tahun yang lalu, setiap orang di antara mereka pastilah seperti Daud. Sementara kita membanggakan gereja di Filadelfia, Tuhan berkata, “Kamu memiliki sedikit kekuatan.” Yang menyenangkan Tuhan bukan kekuatan kita, melainkan kita menggunakan sedikit kekuatan itu untuk melakukan yang semaksimal mungkin. Janganlah berusaha menjadi kuat. Orang yang merasa diri-nya kuat tidak begitu menyenangkan Tuhan seperti orang yang berbuat semaksimal mungkin dengan kekuatannya yang tidak sedikit. Anda tidak mungkin melampaui apa yang telah Tuhan berikan kepada Anda. Gunakan saja apa yang telah Anda terima dari-Nya. Jangan merampas anugerah Tuhan. Tidak seorang pun di antara kita bisa mengatakan bahwa ia tidak menerima sesuatu pun dari Tuhan. Bahkan yang terkecil di antara kita pun telah menerima sejumlah anugerah dari-Nya. Anda wajib menggunakan anugerah itu, dan memakainya dengan sebaik-baiknya. Jika Anda berbuat demikian, Tuhan akan menghargai Anda serta berkata, “Bagus. Kamu memang memiliki sedikit kekuatan, namun kamu melakukan firman-Ku dengan kekuatan yang engkau miliki.” Jangan berusaha menjadi raksasa. Tuhan tidak senang raksasa; Ia lebih suka orang kecil yang hanya memiliki sedikit anugerah. Sekalipun kapasitas anugerah itu terbatas, asal kita memakainya, mengeluarkannya sebanyak dan semampu kita untuk menuruti firman Tuhan, Ia akan berkenan.

B. Menuruti Firman Tuhan

Dalam ayat 8 Tuhan berkata bahwa gereja di Filadelfia menuruti firman-Nya. Salah satu ciri khusus dari gereja di Filadelfia adalah ia menuruti firman Tuhan. Menurut sejarah, tidak ada orang Kristen lainnya yang menuruti firman Tuhan seketat yang dilakukan gereja di Filadelfia. Demikian pula, bersandar anugerah-Nya, kita hari ini juga menuruti firman Tuhan. Meskipun banyak yang menyalahkan kita, mengatakan kita adalah bidah, namun kita sangat menghargai firman Tuhan. Kita menuruti firman Allah, bukan secara tradisional, melainkan sesuai dengan firman yang murni. Hal ini menyinggung mereka yang ingin berpegang pada berbagai tradisi nenek moyang mereka. Gereja di Filadelfia tidak mempedulikan tradisi, ia hanya memperhatikan firman Allah.

C. Tidak Menyangkal Nama Tuhan

Dalam ayat 8 Tuhan juga berkata bahwa gereja di Filadelfia tidak menyangkal nama-Nya. Sejak para saudara dibangkitkan di Inggris pada awal abad 18; mereka tidak mengambil nama lain selain nama Tuhan. Firman adalah pengutaraan Tuhan, dan nama adalah diri Tuhan sendiri. Walaupun gereja Reformasi sedikit banyak sudah dipulihkan kepada firman Tuhan, namun mereka menyangkal nama Tuhan dengan menjadikan diri mereka denominasi-denominasi, mengambil nama-nama lain, misalnya: gereja Anglikan, gereja Prebisterian, . . . dan sebagainya. Gereja yang dipulihkan bukan hanya secara keseluruhan kembali kepada firman Tuhan, juga telah meninggalkan segala nama selain nama Tuhan Yesus Kristus. Gereja yang dipulihkan mutlak kepunyaan Tuhan, tidak ada sangkut-pautnya dengan sebutan apa pun. Menyimpang dari firman Tuhan adalah murtad, membuat gereja menjadi denominasi dengan mengambil nama apa pun selain nama Tuhan adalah perzinaan rohani. Sebagai perawan suci yang dipertunangkan kepada Kristus (2 Kor. 11:2), gereja tidak seharusnya memiliki nama lain, selain nama Suaminya. Semua nama lain adalah kekejian bagi Allah. Dalam hidup gereja yang dipulihkan, tidak ada ajaran Bileam (2:14), tidak ada ajaran Nikolaus (2:15), tidak ada ajaran Izebel (2:20), juga tidak ada seluk-beluk Iblis (2:24); hanya ada firman murni Tuhan. Gereja yang dipulihkan tidak mempunyai predikat (sebutan) denominasi, hanya mempunyai nama Tuhan Yesus Kristus yang unik ini. Penyimpangan dari firman Tuhan kepada berbagai bidah dan meninggikan banyak nama selain nama Kristus adalah tanda yang paling mencolok dari kekristenan yang merosot. Kembali kepada firman yang murni dari segala bidah dan tradisi dan meninggikan nama Tuhan dengan meninggalkan semua nama lain merupakan kesaksian yang paling menjamah orang dalam gereja yang dipulihkan. Inilah sebabnya, gereja dalam pemulihan Tuhan memiliki wahyu dan penyertaan Tuhan, bahkan dengan lincah mengekspresikan Tuhan, penuh dengan terang dan kelimpahan hayat.

Karena kita memiliki nama yang almuhit, nama di atas segala nama, maka kita tidak perlu nama Lutheran, Methodis, Baptis, Episkopal, Presbiterian, atau nama-nama lainnya. Kita hanya memiliki satu nama, nama Juruselamat kita, Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah. Mengambil suatu nama adalah satu perkara yang serius. Misalkan Anda adalah Nyonya Smith. Jika kemudian Anda mengambil nama Nyonya Jones, berarti Anda telah melakukan perzinaan. Gereja seharusnya hanya mempunyai satu suami, hanya satu nama, yaitu nama Yesus Kristus.

Beberapa teman di denominasi pernah bertanya kepada saya, “Mengapa Anda menyebut diri Anda gereja? Dan mengapa Anda menyebut kami bukan gereja?” Jawab saya, “Kalian sendiri menyebut diri kalian sebagai Presbiterian. Jangan menyalahkan saya.

Kalian sendiri yang menetapkan begitu. Jika kalian adalah gereja, mengapa kalian menetapkan diri kalian begitu? Kalau Anda Nyonya Smith, mengapa Anda menyebut diri Anda Nyonya Jones? Kemudian ketika saya memanggil Anda Nyonya Jones dan menyebut diri saya Nyonya Smith, gereja negara Anda merasa cemburu. Jangan menyalahkan saya, karena Anda sendiri yang menyebut diri Anda Nyonya Jones.” Setelah itu, semua mulut mereka terkatup. Jangan mengira nama itu perkara kecil. Kita diselamatkan dalam nama Tuhan. Selain nama-Nya, kita tidak seharusnya mengambil nama lain. George Whitefield, yang sezaman dengan John Wesley, pernah mengatakan bahwa selain nama Yesus Kristus, ia tidak mempunyai nama lain. Meskipun George Whitefield adalah orang Inggris, ia meninggalkan nama gereja negara Inggris, ia bukan milik nama gereja negara itu lagi. Gereja di Filadelfia tidak menyangkal nama Tuhan, ia tidak mempunyai nama lain selain nama-Nya.

Kadang-kadang, ada orang yang berdebat dengan kita, “Kami tidak pernah menyangkal nama Tuhan.” Jawab kita, “Memang Anda tidak menyangkal nama-Nya, tetapi Anda telah mengambil nama lain di samping nama-Nya, dan bahkan meninggikan nama itu melebihi nama-Nya. Sekarang Anda mempunyai dua nama. Mengapa Anda tidak membuang nama lain yang telah Anda ambil itu? Jika Anda mau membuang nama lain itu, tentulah kita bisa menjadi satu. Semua nama lain itu mendatangkan perpecahan belaka. Anda menyebut diri Anda Presbiterian. Saya membenci nama itu karena hal itu akan membuat saya berzina.

Karena Anda menyukainya dan saya membencinya, dan Anda tetap berpegang padanya, lalu bagaimanakah kita bisa menjadi satu? Tetapi jika Anda mau membuang nama itu, kita segera akan menjadi satu di dalam nama yang unik, yaitu Tuhan Yesus Kristus.” Sebagian orang berkata bahwa nama yang di luar itu, yaitu nama bangunan gereja itu hanyalah sebuah tanda di luar, dan sebenarnya mereka tidak bermaksud mempertahankannya. Jika mereka memang tidak bermaksud mempertahankannya, mereka harus membuktikan kejujuran mereka dengan meninggalkan tanda itu. Tetapi mereka berkata, hal itu sangat sulit dilakukan, karena majelis “gereja” akan menghalangi mereka. Terhadap orang-orang yang demikian saya berkata, “Kalau begitu Anda harus bertanggung jawab atas perpecahan ini.”

D. Pintu yang Terbuka

Dalam ayat 8 Tuhan berkata, “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.” Sebagai yang memegang kunci Daud dan yang membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Tuhan telah membukakan pintu kepada gereja yang dipulihkan, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Sejak pemulihan hidup gereja yang tepat dimulai pada awal abad 19, sampai sekarang, pemulihan Tuhan selalu memiliki pintu yang terbuka. Semakin organisasi kekristenan berupaya menutup pintu, pintu malah terbuka lebih lebar. Hari ini, meskipun banyak tentangan, pintu ini tetap terbuka di seluruh dunia. Kuncinya ada di dalam tangan Kepala gereja, tidak di dalam tangan penentang. Haleluya! Kita mempunyai sebuah pintu yang terbuka! Selama lima puluh tahun yang silam, denominasi berupaya sekuat tenaga untuk menutup pintu ini. Namun semakin mereka berusaha menutupnya, Tuhan semakin membukanya. Tidak seorang pun bisa menyangkal adanya pintu yang terbuka bagi pemulihan Tuhan hari ini. Tuhan memiliki kunci itu. Asal kita berada di pemulihan, pintu selalu terbuka bagi kita.

III. PENAKLUKAN TERHADAP AGAMA YAHUDI

Ayat 9 mengatakan, “Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan sujud di depan kakimu dan mereka akan tahu bahwa Aku mengasihi engkau.” Sinagoga Yahudi mempertahankan agama Yahudi, yang tersusun dari imam perantara, tata cara harfiah, Bait Suci yang material, dan janji yang bumiah. Gereja yang dipulihkan telah menaklukkan agama Yahudi dengan menyingkapkan kesalahan dan kedegilan agama Yahudi yang mempertahankan keempat hal tersebut di atas, sehingga orang-orang Yahudi mengetahui bahwa Tuhan mengasihi gereja. Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita kesebelas, orang-orang Yahudi ini adalah Yahudi dalam daging, bukan di dalam roh. Karena sikap keras kepala mereka dalam berpegang teguh pada konsepsi kepercayaan mereka yang tradisional, mereka bersatu dengan Iblis dalam menentang jalan hayat Allah yang dipakai untuk menggenapkan tujuan Allah. Karena itu Allah menyebut mereka “jemaah Iblis”. Namun, menurut surat kepada gereja di Filadelfia, orang-orang Yahudi penentang ini, akhirnya ditaklukkan di hadapan gereja, bahkan Tuhan membuat mereka tahu kalau Tuhan mengasihi gereja.

Tahukah Anda, apakah sinagoga itu? Seperti yang diwahyukan dalam Ulangan 12, 14—16, ekonomi Allah menginginkan adanya satu bait yang unik di bumi ini. Dalam Kitab Ulangan, Tuhan melarang umat-Nya memiliki tempat lain sebagai pusat penyembahan mereka selain dari tempat yang akan dipilih-Nya. Tempat yang dipilih-Nya adalah Yerusalem, di tempat itulah Allah membangun Bait Suci. Bait yang unik ini bukan saja menunjukkan bahwa kesaksian Allah harus esa, juga melalui bait memelihara keesaan umat Allah. Namun, akhirnya umat Allah merosot, dan karena kemerosotan itu, timbullah perpecahan. Akibat dari perpecahan itu, umat Allah tercerai-berai, kehilangan keesaan mereka. Tetapi karena mereka tetap harus menyembah Allah, namun juga tidak mempunyai hak untuk membangun bait kecuali di tempat yang telah ditetapkan oleh Allah, maka mereka mendirikan pusat-pusat penyembahan yang disebut sinagoga di tempat mereka berada. Sebuah sinagoga adalah sebuah pusat penyembahan yang telah merosot. Bait hanya boleh ada satu, tetapi sinagoga banyak sekali dan semua sinagoga itu memecah-belah. Inilah satu contoh kemerosotan gereja. Kalau kita menerapkan hal ini pada situasi gereja hari ini, kita tampak bahwa di dalam ekonomi Allah gereja hanyalah satu, tunggal. Tetapi karena kejatuhan, gereja telah terpecah-belah. Di dalam setiap perpecahan terdapat pusat penyembahan. Pusat-pusat penyembahan itu telah menjadi sinagoga-sinagoga hari ini. Sama seperti bait itu tunggal, tetapi sinagoga itu banyak; demikian juga gereja seharusnya hanya ada satu, yang banyak itu adalah denominasi dan kelompok bebas.

Ketika surat-surat Kiriman kepada ketujuh gereja ini ditulis, gereja sedang difitnah oleh sinagoga Yahudi (2:9). Tetapi, akhirnya, sinagoga itu menyadari bahwa Tuhan mengasihi gereja di Filadelfia. Dalam perlambangan, ini merupakan sebuah tanda dari gereja Filadelfia sejati yang dibangkitkan oleh Tuhan kira-kira 150 tahun yang lalu. Pada tahun 1820-an, saudara-saudara di Inggris dibangkitkan Tuhan untuk menggenapkan gereja di Filadelfia. Pada saat itu, mereka dikepung bukan oleh sinagoga Yahudi, melainkan oleh sinagoga berbagai denominasi yang mengkritik dan memfitnah mereka. Selama 50 tahun lebih yang lalu, kita juga menjadi sasaran ejekan dan fitnahan; bahkan hari ini pun banyak pengejek dan pemfitnah di sekeliling kita. Sumber dari semua ejekan dan fitnahan itu adalah sinagoga hari ini. Namun, tidak dapat disangkal bahwa Tuhan mengasihi pemulihan, dan akhirnya semua pengejek itu akan mengakui fakta ini.

Sewaktu beberapa orang mengejek kita, ada orang di antara mereka berkata, “Kami tidak mampu menerangkan mengapa mereka demikian kuat.” Yang lain bersaksi, “Mereka sungguh-sungguh memahami Alkitab.” Dan yang lain mengakui, “Mereka selalu memiliki terang yang baru.” Semua terang dan pemahaman yang kita miliki berasal dari berkat pemegang kunci Daud. Atas diri saya sendiri, tidak ada sesuatu pun yang bisa dibanggakan, namun saya mau memegahkan berkat Tuhan. Pemulihan Tuhan di Amerika Serikat bukanlah pekerjaan manusia. Siapakah yang bisa melakukan semua pekerjaan ini? Saya sudah tentu tidak mampu. Akhirnya, semua kritikan terhadap pemulihan Tuhan akan ditaklukkan dan mereka akan menyadari bahwa Yesus Kristus mengasihi kita. Tunggulah sejangka waktu, dan Anda akan melihat lebih jelas lagi betapa Tuhan mengasihi gereja-gereja-Nya. Ia akan membenarkan (meng-konfirmasi) gereja-Nya di hadapan semua denominasi. Pekerjaan kita bukanlah pekerjaan kekristenan yang biasa, bukan pula pekerjaan di bawah pengaturan manusia. Bukan, ini adalah pekerjaan pemulihan-Nya. Inilah keinginan hati Tuhan, dan Ia mengasihinya. Ketika orang menjamah perkara ini, berarti mereka menjamah biji mata Tuhan. Tuhan mengasihi Filadelfia, dan orang-orang Yahudi penentang dari jemaah Iblis akan takluk di depan gereja, karena mereka tahu bahwa Tuhan mengasihi gereja.

IV. PESAN TUHAN

Dalam ayat 11 Tuhan berpesan, “Aku datang segera. Peganglah terus apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.” Gereja yang dipulihkan sudah memperoleh mahkota. Tetapi, jika ia tidak mempertahankan apa yang dimilikinya dalam pemulihan Tuhan sampai kedatangan Tuhan, mahkotanya akan direbut orang.

V. JANJI TUHAN KEPADA PEMENANG

Mari kita lihat janji Tuhan kepada pemenang di Filadelfia (ayat 10-12). Di sini, kata menang mengacu kepada mempertahankan apa yang dimiliki dalam gereja yang dipulihkan.

A. Melindunginya dari Hari Pencobaan

Ayat 10 mengatakan, “Karena engkau menuruti firman ketekunan-Ku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi” (Tl). “Firman ketekunan-Ku” adalah firman penderitaan Tuhan. Hari ini Tuhan tetap dengan tekun menanggung penolakan dan penganiayaan. Kita bukan hanya berbagian dalam kerajaan-Nya, juga berbagian dalam ketekunan-Nya (1:9). Karena itu, hari ini firman-Nya terhadap kita merupakan firman ketekunan. Untuk menuruti firman ketekunan-Nya, kita harus menanggung penolakan dan penganiayaan yang diderita-Nya.

“Pencobaan” dalam ayat ini pasti mengacu kepada kesusahan besar (Mat. 24:21) yang akan melanda seluruh dunia, seperti yang ditunjukkan oleh sangkakala kelima, sangkakala keenam, dan ketujuh cawan pada sangkakala ketujuh (8:13—9:21; 11:14-15; 15:1; 16:1-21). Pencobaan ini juga meliputi malapetaka adikodrati dari materai keenam dan keempat sangkakala pertama yang mendatangkan kesusahan besar. Karena gereja yang dipulihkan berpegang pada firman ketekunan Tuhan, maka Tuhan berjanji akan melindunginya terhindar dari saat pencobaan ini (bukan hanya terhindar dari pencobaan ini, melainkan terhindar dari saat pencobaan ini). Janji Tuhan ini sama dengan janji-Nya dalam Lukas 21:36, menunjukkan bahwa orang kudus yang berpegang pada firman ketekunan Tuhan akan terangkat sebelum pencobaan besar; menyiratkan bahwa orang-orang yang tidak berpegang pada firman ketekunan Tuhan akan tertinggal dalam pencobaan itu.

B. Tuhan Datang Segera

Dalam ayat 11 Tuhan memberi tahu bahwa Ia akan datang segera. Dalam surat ini Tuhan memimpin gereja dalam pemulihan-Nya memasuki perasaan tentang kedatangan-Nya, sebab gereja mengasihi Tuhan. Seluruh gereja dalam pemulihan Tuhan seharusnya mengasihi Tuhan di bawah inspirasi kedatangan-Nya kembali. Kedatangan kembali Tuhan yang segera seharusnya menjadi mustika bagi kita sewaktu kita bersaksi tentang Dia di dalam pemulihan-Nya.

C. Mahkota

Mahkota diberikan oleh Tuhan kepada gereja yang dipulihkan. Sebagai pahala dari Tuhan, mahkota ini harus dijaga sampai Ia datang kembali.

D. Menjadikannya Tiang di dalam Bait Suci Allah

Dalam ayat 12 Tuhan berfirman, “Siapa yang menang, ia akan Kujadikan tiang di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ.” Dalam 2:17, pemenang akan menjadi batu yang diubah untuk pembangunan Allah. Di sini, pemenang akan dijadikan tiang yang terbangun dalam Bait Allah. Karena terbangun dalam bangunan Allah, ia tidak akan keluar lagi dari situ. Janji ini akan tergenap dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai pahala bagi pemenang. Menang di dalam gereja di Filadelfia, bukan berarti mendapatkan sesuatu atau menang atas perkara-perkara lainnya; melainkan menjaga apa yang telah diterima dalam pemulihan Tuhan hingga kesudahannya. Jika Anda berbuat demikian, Tuhan akan menjadikan Anda tiang dalam Bait Suci Allah. Hal ini mengingatkan kita kepada mimpi Yakub dalam Kejadian 28. Setelah Yakub bermimpi, ia mendirikan batu yang dipakainya sebagai bantal menjadi tiang. Tiang itu adalah untuk pembangunan Allah. Para pemenang di Filadelfia akan menjadi tiang dalam Bait Allah. Prinsipnya tetap sama sampai hari ini. Tuhan mendirikan sejumlah batu menjadi tiang-tiang dalam pemulihan-Nya. Puji Tuhan, di antara kita terdapat banyak tiang. Begitu sebuah batu didirikan sebagai tiang dalam bangunan itu, maka tiang itu tidak akan dapat bergeser, karena ia telah terbangun. Ada sebagian orang yang tinggal di dalam gereja sejangka waktu atau selama beberapa bulan, kemudian pergi. Namun, jika Anda telah terbangun ke dalam bait sebagai tiang, Anda takkan mampu meninggalkannya, sekalipun Anda menginginkannya. Jika Anda masih bisa keluar dari gereja, itu berarti Anda belum pernah terbangun.

E. Ditulis Padanya

1. Nama Allah

Dalam ayat 12 Tuhan juga berjanji kepada pemenang, kata-Nya, “Dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.” Pertama, Tuhan berkata bahwa Ia akan menulis padanya nama Allah. Sebuah nama merupakan sebuah tanda. Nama Anda menunjukkan siapakah Anda itu. Karena pemenang menyandang nama Allah, berarti Allah telah tergarap ke dalamnya. Bila Allah tergarap ke dalam kita, barulah kita layak menyandang nama-Nya. Ini tidak berarti kita menjadi Allah, melainkan berarti Allah tergarap ke dalam kita dan kita esa dengan-Nya. Karena itu, Tuhan memberi kita suatu tanda — Allah. “Allah” ditulis pada pemenang, menyatakan bahwa ia telah dijenuhi dengan Allah. Bila Anda melihat dia, Anda melihat Allah.

2. Nama Kota Allah, Yerusalem Baru

Kedua, Tuhan berjanji menulis pada pemenang itu nama kota Allah, Yerusalem Baru. Karena pemenang menyandang nama Yerusalem Baru, berarti ia adalah bagian dari Yerusalem Baru. Ini menyatakan bahwa Yerusalem Baru yang akan datang telah digarapkan ke dalamnya. Jadi, pemenang juga menyandang tanda Yerusalem Baru. Apa yang ditulis oleh Tuhan selalu sesuai dengan faktanya. Sungguh lucu kalau pada seekor monyet kita tuliskan kata “singa”, atau pada seekor kucing kita tulis kata “domba”. Bila Tuhan menuliskan nama Allah dan Yerusalem Baru pada diri kita, hal itu menyatakan bahwa kita esa dengan Allah dan berbagian dalam Yerusalem Baru.

3. Nama Baru Tuhan

Terakhir, Tuhan berjanji menuliskan nama-Nya yang baru pada pemenang itu. Nama baru itu sesuai dengan pengalaman-pengalaman kita. Saya tidak dapat memberi tahu Anda apakah nama baru Tuhan itu, karena hal itu sesuai dengan pengalaman pribadi kita terhadap Tuhan. Dengan kata lain, apa yang kita alami dari Tuhan, itu akan menjadi milik kita. Kita mengalami Allah, Allah menjadi kita. Kita mengalami Yerusalem Baru, itu juga akan menjadi kita. Kita mengalami Tuhan secara intim, secara pribadi, itu akan menjadi kita. Karena itu, Tuhan dengan tepat menandai kita, menuliskan pada kita nama Allah, nama Yerusalem Baru, dan nama-Nya yang baru. Hal itu menunjukkan bahwa kita telah menjadi orang yang esa dengan Allah, salah satu bagian dari Yerusalem Baru, dan yang telah mengalami Tuhan sendiri sebagai yang membuat diri-Nya menjadi kita.

Nama Allah, nama Yerusalem Baru, dan nama baru Tuhan tertulis pada diri pemenang, menunjukkan bahwa pemenang ini dimiliki oleh Allah, Yerusalem Baru, dan Tuhan; diri Allah sendiri, kota-Nya (Yerusalem Baru), dan diri Tuhan sendiri, seluruhnya juga milik pemenang; dan menunjukkan, pemenang bersatu dengan Allah, dengan Yerusalem Baru, dan dengan Tuhan. Nama Allah berarti diri Allah sendiri, nama Yerusalem Baru berarti kota itu sendiri, dan nama Tuhan berarti diri Tuhan sendiri. Nama Allah, nama Yerusalem Baru, dan nama Tuhan tertulis pada diri pemenang, menunjukkan bahwa apa adanya Allah, sifat Yerusalem Baru, dan persona Tuhan, semuanya tergarap ke dalam diri pemenang. Yerusalem Baru disebut sebagai pahala bagi pemenang, ini menunjukkan bahwa janji ini akan tergenapi dalam Kerajaan Seribu Tahun. Yerusalem Baru dalam Kerajaan Seribu Tahun adalah pahala yang khusus diberikan kepada orang kudus pemenang, sedangkan Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru adalah bagian bersama seluruh orang tebusan sampai selama-lamanya.

VI. PERKATAAN ROH ITU

Gereja yang dipulihkan juga perlu memperhatikan apa yang dikatakan Roh itu. Semakin kita mengasihi Tuhan dan semakin kita berada di dalam pemulihan-Nya, kita akan semakin memerlukan perkataan yang kaya dari Roh yang diperkuat itu.