← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 13/24

Pelajaran Tigabelas

PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS SECARA TIDAK LANGSUNG MELALUI KARUNIA-KARUNIA KEPADA TUBUH

Pembacaan Alkitab: Mat. 16:16-18; Ef. 4:8-14

Garis Besar

I. Nubuat Kristus mengenai pembangunan gereja

A. Membangun gereja di atas batu karang ini

B. Pintu alam maut tidak akan menang terhadap gereja

II. Cara Kristus membangun gereja

A. Melalui orang-orang berkarunia dan kaum saleh yang digenapi

B. Melalui Kepala yang naik memberikan karunia-karunia kepada Tubuh-Nya

C. Pemberian-pemberian kepada gereja—beberapa rasul

D. Pemberian-pemberian kepada gereja—beberapa nabi

E. Pemberian-pemberian kepada gereja—beberapa penginjil

F. Pemberian-pemberian kepada gereja—beberapa penggembala dan pengajar

G. Untuk penyempurnaan kaum saleh kepada pekerjaan ministri kepada pembangunan Tubuh Kristus

Dalam dua belas pelajaran pertama, kita telah melihat visi mengenai gereja. Dalam dua belas pelajaran berikutnya, kita akan melihat pembangunan gereja dan partisipasi kita dalam pembangunannya. Kita tidak hanya ingin menunjukkan visi surgawi mengenai gereja kepada kalian, kita juga ingin agar kalian tahu bagaimana visi ini dapat digenapi. Pelajaran ini adalah mengenai subyek yang pertama—pembangunan gereja universal, Tubuh Kristus, bukan gereja-gereja lokal. Gereja-gereja lokal adalah lokal—mereka ada di berbagai lokal dan berjumlah banyak. Hari ini, di seluruh muka bumi, di enam benua, ada sekitar seribu seratus gereja dalam pemulihan Tuhan. Tetapi Tubuh Kristus hanya ada satu di seluruh alam semesta. Hanya ada satu Tubuh. Semua gereja lokal di segala tempat dan waktu adalah bagian dari Tubuh Kristus yang unik ini.

I. NUBUAT KRISTUS MENGENAI PEMBANGUNAN GEREJA

A. Membangun Gereja di atas Batu Karang ini

Tuhan bernubuat di Matius 16 bahwa Ia akan membangun gereja-Nya, yang adalah Tubuh-Nya, di atas batu karang ini. Di satu sisi, batu karang ini melambangkan Kristus; di sisi lain, ia melambangkan wahyu yang dilihat oleh para rasul. Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa, di satu pihak, Tubuh Kristus dibangun di atas diri Kristus, dengan diri-Nya sebagai pondasi (1 Kor. 3:11). Di pihak lain, Tubuh Kristus dibangun di atas pondasi para rasul dan nabi-nabi (Ef. 2:20). Pondasi para rasul dan nabi adalah wahyu yang telah mereka lihat, yang adalah seluruh Perjanjian Baru, dari Matius sampai Wahyu.

Gereja disebutkan pertama kali di seluruh Alkitab dalam Matius 16. Meskipun ada beberapa lambang dalam Perjanjian Lama yang melambangkan gereja, kata “gereja” tidak ditemukan dalam Perjanjian Lama. Karenanya, dalam Perjanjian Lama gereja adalah misteri yang tersembunyi di dalam Allah. Tak ada seorang pun baik Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud, atau Yesaya yang mengetahui hal ini. Kaum saleh dalam Perjanjian Lama tidak tahu mengapa mereka takut dan menyembah Allah dan mengapa Allah memperhatikan mereka; mereka hanya tahu bahwa Mesias, Kristus, akan datang. Mereka sungguh-sungguh mengharapkan Dia untuk datang untuk mendirikan kerajaan surga di bumi. Mereka tidak mengetahui bahwa Allah ingin mendapatkan gereja sebagai Tubuh Kristus. Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis datang, memanggil orang-orang untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Tuhan Yesus melanjutkan apa yang telah diberitakan Yohanes, dan sebagai hasilnya, Petrus, Yakobus, Yohanes, dan banyak yang lain menerimanya. Dari orang-orang ini, Tuhan menunjuk dua belas sebagai rasul dan mengutus mereka keluar untuk memberitakan Injil, tetapi tak seorang pun tahu bahwa ini semua adalah untuk gereja. Saya percaya pada saat Matius 16, para murid telah mengikuti Tuhan sekitar dua sampai tiga tahun. Pada saat itu Tuhan membawa mereka keluar dari Yerusalem dan tanah Yudea, dari kota kudus, bait kudus, kurban, ukupan, dan tempat-tempat yang penuh atmosfir agama, ke daerah Kaisarea Filipi di utara, di kaki gunung di perbatasan tanah Yudea. Di sana Tuhan bertanya kepada mereka, “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab dan berkata, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup” (ay. 16). Kali ini ia tidak mengatakan hal-hal yang bodoh; langitnya terbuka, tanpa awan-awan. Ia menerima wahyu dan melihat bahwa menurut ministri-Nya, Tuhan Yesus adalah Yang diurapi Allah bagi pemenuhan tujuan Allah, dan bahwa menurut persona-Nya, Ia adalah Anak Allah, perwujudan Allah. Di sini Petrus mengutarakan kata-kata yang mengejutkan. Yesus segera memberitahu dia bahwa hal ini tidak diwahyukan kepadanya oleh manusia tetapi oleh Allah Bapa. Seterusnya, Tuhan berkata, “Di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku” (ay. 18). Melalui perkataan ini Tuhan menunjukkan kepada Petrus bahwa tidak cukup hanya mengetahui diri-Nya adalah Kristus; Petrus juga harus tahu bahwa di atas diri-Nya Ia akan membangun gereja. Kristus hanyalah Kepala; Ia memerlukan Tubuh, yang adalah gereja, untuk menjadi jodoh-Nya. Kepala dan Tubuh tidak dapat dipisahkan; Kristus dan gereja adalah misteri yang besar (Ef. 5:32). Kita tidak hanya perlu mengenal Kristus; kita juga harus mengenal gereja.

Saat ini telah hampir dua ribu tahun lewat sejak Kristus terangkat. Hal yang terbesar yang telah terjadi selama ini adalah penghasilan gereja. Yang kita lakukan hari ini di sini adalah “membangkitkan” gereja. Mengatakan bahwa kita membangun gereja adalah “membangkitkan” gereja. Apakah yang Petrus dan Paulus lakukan? Mereka membangkitkan gereja-gereja! Apakah yang dilakukan oleh para misionari Barat ketika mereka meninggalkan negara dan kaum kerabat mereka dan menyebrangi lautan? Mereka membangkitkan gereja-gereja! Saat ini, Kristus di atas takhta di surga mengirimkan ketujuh Roh-Nya untuk menghidupkan kita. Dengan tujuan apa? Dengan tujuan membangkitkan gereja-gereja di mana-mana, sampai seluruh bumi dipenuhi gereja! Tuhan mengatakan bahwa Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh muka bumi dan setelah itu akhirnya akan tiba. Hari ini akhirnya belum tiba, karena Injil masih belum diberitakan di seluruh bumi, dan seluruh bumi belum dipenuhi gereja.

B. Pintu Alam Maut Tidak Dapat Menang terhadap Gereja

Dalam Matius 16:18 Tuhan melanjutkan dengan mengatakan, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Pintu alam maut adalah otoritas kegelapan Satan; juga otoritas kematian. Tetapi, hal itu tak dapat menang terhadap gereja, karena gereja adalah Tubuh Kristus, Sang Kepala, yang duduk di takhta di surga. Semua kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada Kristus. Karena gereja adalah Tubuh-Nya, pintu alam maut tidak dapat berkuasa atas gereja. Kepala yang telah naik ini telah dimahkotai kemuliaan dan hormat di atas takhta (Ibr. 2:9). Ia juga telah menerima otoritas dari Allah Bapa dan telah dijadikan Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36) dan Penguasa dari raja-raja di bumi (Why. 1:5). Sekarang Ia beroperasi melalui Roh-Nya, yang adalah Roh yang diperkuat tujuh ganda (Why. 4:5; 5:6), untuk menerapkan semua yang telah Ia capai dan dapat bagi kita untuk pembangunan Tubuh-Nya. Inilah pekerjaan Kristus di surga. Surga, di mana Dia berada, disatukan dengan roh kita. Roh di dalam kita berhubungan dengan surga. Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama mencatat kisah Yakub ketika ia bermimpi tentang tangga surgawi di padang belantara. Di tangga itu ada malaikat-malaikat Allah yang naik dan turun (Kej. 28:12). Tangga surgawi adalah lambang Kristus yang terangkat. Tempat di mana tangga itu ada disebut Betel, dan itu adalah pintu surga (Kej. 28:18-19). Ibrani 4:16 mengatakan kepada kita bahwa kita dapat dengan penuh keberanian datang kepada takhta kasih karunia. Kita sekarang hidup di bumi. Bagaimana kita dapat datang ke takhta Allah di surga? Kuncinya adalah roh yang disebutkan dalam Ibrani 4:12. Kristus yang duduk di takhta di surga sekarang juga di dalam kita (Rm. 8:10), yaitu, di roh kita (2 Tim. 4:22).Tempat kediaman Allah adalah roh ini. Betel adalah rumah Allah, tempat kediaman Allah, dan pintu surga. Di sana Kristus adalah tangga, menghubungkan bumi kepada langit dan membawa langit ke bumi. Karena roh kita sekarang adalah tempat kediaman Allah, roh ini adalah pintu gerbang surga. Di sini Kristus adalha tangga, mempersatukan kita, orang-orang di bumi, ke surga dan membawa surga kepada kita.

Kadang-kadang ketika kalian bangun pagi, kalian merasa sangat lemah. Tetapi ketika kalian berseru “Oh, Tuhan Yesus,” segera Kristus yang terangkat ditransmisikan ke dalam kalian seperti arus listrik, dan kalian akan dikuatkan di dalam. Kadang-kadang kalian merasa letih dan tidak ingin pergi bersidang. Tetapi segera setelah kalian berkata dengan lembut di dalam, “Tuhan!” sesuatu akan mulai bergerak di dalam kalian, dan kalian akan pergi bersidang. Semakin kalian datang bersidang, semakin kalian dipersatukan dengan surga, dan kalian akan semakin kuat. Semua keletihan akan hilang. Inilah Kristus membawa surga ke dalam kita, membuat kita mampu menang atas kuasa maut Satan.

II. CARA KRISTUS MEMBANGUN GEREJA

A. Melalui Orang-orang Berkarunia dan Kaum Saleh yang telah Digenapi

Ada dua macam pembangunan—satu adalah melalui orang-orang yang berkarunia dan yang lain adalah melalui kaum saleh yang telah digenapi. Pembangunan Tubuh Kristus oleh orang-orang yang berkarunia berada di bawah suplai sang Kepala dan dilakukan secara tidak langsung. Orang-orang yang berkarunia tidak membangun Tubuh Kristus secara langsung. Bahkan Kristus sebagai Kepala gereja tidak membangun gereja secara langsung. Dalam Matius 16:18 Tuhan memberi tahu kita bahwa Ia akan membangun gereja-Nya, tetapi Ia membangun gereja-Nya secara tidak langsung melalui Ia memberikan karunia-karunia kepada Tubuh-Nya. Kemudian karunia-karunia ini menggenapkan kaum saleh, dan kaum saleh melakukan pekerjaan pembangunan secara langsung. Pembangunan Tubuh Kristus oleh kaum saleh yang digenapi berada di bawah penggenapan orang-orang yang berkarunia dan dilakukan secara langsung. Efesus 4:16 mengatakan bahwa Tubuh akan membangun dirinya di dalam kasih karena semua anggota membangun Tubuh Kristus. Mereka membangun Tubuh Kristus melalui bertumbuh ke arah Sang Kepala dalam segala hal (Ef. 4:15). Total pertumbuhan hayat setiap anggota Tubuh sama dengan pembangunan Tubuh. Kaum saleh yang telah digenapi juga membangun Tubuh melalui menunaikan fungsi yang berasal dari Kepala, menyebabkan pertumbuhan Tubuh sehingga Tubuh dapat dibangun oleh dirinya sendiri secara langsung (4:16).

B. Melalui Kepala yang Terangkat Memberikan Karunia-karunia kepada Tubuh-Nya

Pembangunan gereja yang intrinsik adalah melalui Kepala yang terangkat memberikan karunia-karunia (Ef. 4:8-11). Efesus 4:8 mengatakan, “Itulah sebabnya kata nas: ‘Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Kita dapat mengapresiasi Tuhan turun dari surga, tetapi kita juga perlu apresiasi yang dipertinggi atas kenaikan-Nya. Dalam Efesus 4:8, Paulus menunjukkan bahwa Kristus yang naiklah yang dapat memberikan karunia-karunia.

Ketika Paulus mengatakan bahwa Kristus “terangkat ke tempat tinggi,” ia mengutip Mazmur 68:18. “Tempat tinggi” dalam ayat ini mengacu kepada Gunung Zion (Mzm. 68:15-16), melambangkan langit tingkat ketiga, dimana Allah tinggal (1 Raj. 8:30). Mazmur 68 menyiratkan bahwa dalam tabut Allah naik ke Gunung Zion setelah tabut itu menang perang. Mazmur 68:1 adalah kutipan Bilangan 10:35. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang Mazmur 68 adalah pergerakan Allah dalam tabernakel dengan tabut sebagai pusatnya. Ke mana pun tabut itu, sebagai lambang Kristus, pergi, ia mendapatkan kemenangan. Akhirnya, tabut ini terangkat dengan penuh kemenangan ke puncak Gunung Zion. Ini menggambarkan bagaimana Kristus telah mendapatkan kemenangan dan terangkat dengan penuh kemenangan ke surga.

Dalam keterangkatan-Nya, Kristus “membawa/memimpin tawanan-tawanan.” Kaum saleh yang tertebus telah menjadi tawanan Satan sebelum diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus. Kita adalah tawanan yang berada di bawah tangan Satan melalui dosa dan maut. Tetapi Kristus mengalahkan Satan, menyelesaikan problem dosa dan maut, dan menyelamatkan kita dari tangan Satan. Kemudian Ia memimpin kita ke surga sebagai tawanan-tawanan-Nya. Ia mengambil tawanan-tawanan ini dan membuat mereka menjadi karunia bagi banyak orang.

Satu dari tawanan ini adalah Saulus orang Tarsus, yang kemudian menjadi Paulus sang rasul. Ia telah menjadi tawanan Satan dan merupakan pendosa yang terbesar. Dalam 1 Timotius 1:15 Paulus mengatakan bahwa ia adalah pendosa “yang terbesar.” Ia adalah tawanan Satan yang terbesar yang berada di bawah dosa dan maut, tetapi satu hari Kristus menyelamatkannya. Ia sedang berada di jalan yang menuju Damsyik untuk menangkap mereka yang berseru kepada nama Tuhan (Kis. 9:1-2, 14). Kemudian Tuhan Yesus menangkap dan menyelamatkannya keluar dari tangan Satan. Saulus adalah tawanan Satan, tetapi ia menjadi tawanan Kristus.

Saulus dari Tarsus telah mengoposisi Kristus dan merusak gereja. Tiba-tiba ia menjadi karunia. Kristus mengambil orang ini dan menjadikannya karunia dengan nama Paulus. Ia menjadi karunia yang dapat membuka Perjanjian Lama, yang dapat memberitakan Injil, mengajar kaum saleh, dan bernubuat. Bagaimana Paulus menjadi karunia yang demikian? Ia sendiri memberi tahu kita dalam Efesus 4:9-10 dengan kata-kata di dalam kurung: “Bukankah ‘Ia telah naik’ berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.”

Paulus adalah penulis yang ajaib. Ia menulis bagian ini dalam menggambarkan kematian dan kebangkitan Kristus untuk menggenapkan penebusan-Nya yang penuh dan membagikan hayat kepada kita. Kristus pertama-tama turun ke bumi dair tahta yang surgawi di langit ketiga. Ia melakukan ini melalui proses inkarnasi. Ia hidup di bumi selama 33 1/2 tahun. Kemudian Ia masuk ke dalam kematian, dan dalam kematian Ia masuk lebih dalam. Dalam bagian kedua turunnya Kristus, Ia turun ke bagian bumi yang lebih rendah. Ini mengacu kepada Hades, di bawah bumi, di mana Kristus pergi setelah kematian-Nya (Kis. 2:27). Bagian pertama turunnya Kristus adalah untuk inkarnasi-Nya. Bagian kedua adalah untuk penebusan-Nya. Keturunan-Nya adalah sarana untuk menggenaapkan penebusan-Nya yang penuh dan almuhit, yang telah menyelamatkan kita dari dosa, maut, Satan, dan telaga api. Dalam bagian pertama keterangkatan-Nya, Ia terangkat dari Hades ke bumi dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan Ia membagikan hayat ke dalam ktia. Keturunan-Nya menggenapkan penebusan, dan kenaikan-Nya menggenapakan pembagian hayat. Dlam tahap kedua keterangkatan-Nya, Ia membawa kita kepada Bapa di langit tingkat ketiga.

Ketika Ia terangkat di hadapan murid-murid ke surga (Luk. 24:51; Kis. 1:9-11), mereka tidak benar-benar mengerti apakah yang sedang terjadi. Mereka hanya melihat Yesus terangkat. Tetapi Alkitab mewahyukan bahwa ketika Yesus terangkat, Ia terangkat dengan serombongan tawanan musuh. Alkitab Amplified Perjanjian Baru menuliskan “Ia memimpin serombongan tawanan” untuk “Ia membawa tawanan-tawanan.” Ketika Ia naik, Ia adalah Jendral yang telah memenangkan peperangan melawan Satan, dosa, dan maut. Ia mengalahkan semua musuh-Nya, dan Ia memiliki banyak tawanan. Ia membawa tawanan-tawanan ini bersama-Nya di dalam satu arak-arakan untuk merayakan kemenangan-Nya.

Petrus dan Yohanes tidak melihat ini ketika Tuhan terangkat di depan mata mereka, tetapi malaikat-malaikat melihat arak-arakan yang besar dan megah untuk perayaan kemenangan Kristus. Kita ada di dalam arak-arakan tersebut; Satan ada di sana dan maut juga di sana. Betapa itu adalah arak-arakan yang luar biasa! Kemudian Tuhan mempersembahkan kita, kaum saleh yang tertebus, musuh-Nya yang sudah kalah dan tertawan, sebagai persembahan kepada Bapa. Sepertinya Ia berkata, “Bapa, ini adalah orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Mereka adalah tawanan Satan yang mati. Sekarang Saya telah menawan mereka; Aku menyelamatkan mereka dari tangan Satan, keluar dari dosa dan maut. Aku juga telah memberikan hayat-Ku ke dalam mereka melalui kebangkitan-Ku, tahapan pertama keterangkatan-Ku dari Alam Maut. Sekarang mereka tidak mati, tetapi persembahan yang hidup. Aku memberikan mereka kepada-Mu sebagai persembahan yang besar dan korporat.”

Persembahan ini mencakup semua kaum saleh yang tertebus. Ia mencakup Petrus, Paulus, Martin Luther, John Nelson Darby, dan Watchman Nee. Saya sangat terhormat bisa tercakup di dalam persembahan ini. Kita semua tercakup di dalam keterangkatan Kristus sebagai persembahan yang besar dan hidup kepada Bapa. Bapa, tidak diragukan lagi, sangat gembira. Ia mungkin akan berkata, “Saya sangat gembira karena orang-orang tebusan Saya. Mereka mati dan tertawan oleh Satan. Tetapi Putra-Ku melalui kematian dan kebangkitan-Nya menyelamatkan mereka dan membagikan hayat ke dalam mereka, membuat mereka hidup.”

Kita semua harus sadar bahwa kita telah ke sorga. Kita ada di sana bersama Kristus, karena Dia membawa kita sebagai persembahan-Nya kepada Bapa. Dia tidak pergi dengan hampa tangan. Dia pergi kepada Bapa dengan semua orang tebusan-Nya, termasuk Anda dan saya, sebagai persembahan korporat kepada Bapa. Bapa kemudian memberikan kita kembali kepada Putra sebagai karunia/pemberian untuk Tubuh-Nya (Mzm 68:18). Jadi, melalui turun dan terangkat-Nya, menyelamatkan kita, menghidupkan kita, dan menjadikan kita pemberian dengan hayat kebangkitan-Nya.

Paulus adalah pemberian yang seperti itu. Kadang-kadang saya berfikir, bagaimana Paulus menerima wahyu yang besar, seperti wahyu dalam Efesus 4. Tidak diragukan lagi, Kristus menghabiskan sejangka waktu bersama Paulus. Setelah ia diselamatkan, Paulus pergi ke Arab dan tinggal di sana sejangka waktu (Gal. 1:17). Tak ada seorangpun yang tahu apa yang ia lakukan di sana, tapi tidak diragukan lagi selama jangka waktu tersebut dia melakukan banyak kontak dengan Kristus. Saya percaya Tuhan menggunakan waktu ini untuk menkonstitusi Paulus sehingga menjadi pemberian yang besar kepada Tubuh-Nya. Ketika Paulus kembali dari Arab, ia bisa memberitakan dan membicarakan perkara-perkara yang ajaib. Itu berarti ia menjadi pemberian yang besar kepada gereja dalam kategori orang-orang berkarunia yang dicantumkan dalam Efesus 4:11. Inilah sebabnya mengapa ia mampu menggambarkan kematian dan kebangkitan Kristus dengan cara yang ajaib dalam ayat 8-10.

Kita semua harus belajar untuk memberitakan Injil dengan cara yang kaya seperti yang digambarkan dalam Ef. 4. Kita dapat berkata kepada teman Injil kita seperti ini: “Saya ingin memberi tahu engkau bahwa Juruselamat kita turun dalam dua tahap. Ia turun dari surga ke bumi dan kemudian dari bumi ke alam maut. Dalam tahap pertama turun-Nya, Ia menggenapkan inkarnasi; Ia menjadi manusia. Dalam tahap kedua turun-Nya, Ia masuk ke dalam kematian dan bahkan turun ke alam maut, mati bagi kita untuk menyelamatkan kita dari dosa, maut dan Satan. Sebagai orang dosa, kita adalah tawanan Satan, tetapi melalui kematian Kristus, kita diampuni dan bahkan diselamatkan dari Satan. Kemudian Tuhan naik dari alam maut ke bumi dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan-Nya, Ia membagikan diri-Nya ke dalam kita sebagai hayat. Ia menggenapkan penebusan melalui kematian-Nya dan menggenapkan pembagian hayat melalui kebangkitan-Nya. Kemudian kita dihidupkan. Dalam tahap kedua kenaikan-Nya, Ia memimpin kita sebagai arak-arakan tawanan ke langit tingkat ke tiga untuk memberikan kita sebagai persembahan kepada Bapa-Nya. Kadang-kadang kita harus memberitakan Injil dengan cara ini ketika kita pergi mengunjungi orang.

Selama Zaman Kekaisaran Roma, ketika seorang jendral mendapatkan kemenangan, seluruh tawanannya menjadi arak-arakan dalam perayaan kemenangannya. Akhirnya beberapa dari tawanan ini dibunuh dan beberapa dibiarkan hidup (2 Kor. 2:15-16). Orang-orang di dalam arak-arakan ini yang dibunuh adalah Satan dan malaikannya yang jatuh, dan yang dibiarkan hidup adalah kita, umat saleh yang tertebus. Setelah kita dipersembahkan kepada Bapa sebagai persembahan dan Bapa memberikan kita kembali kepada Putra sebagai pemberian, Putra memberikan kita semua sebagai pemberian kepada Tubuh-Nya bagi pembangunan-Nya.

Tahun 1977 saya mendorong semua kaum muda untuk berusaha sebaik mungkin supaya mendapatkan pendidikan yang tepat. Seorang muda di antara kita mengambil persekutuan ini dan kembali bersekolah. Akhirnya ia lulus dengan gelar Doktor dalam bidang bahasa dan mengkhususkan diri dalam bahasa Yunani. Beberapa tahun terakhir, ia telah memberikan pertolongan yang besar kepada saya dalam membantu kita untuk meningkatkan, merevisi versi Pemulihan kita sekarang ini. Saya sangat berbeban berat untuk merevisi versi tersebut, tetapi pengetahuan bahasa Yunani saya tidak memadai untuk tugas ini. Saudara muda ini, yang mengambil persekutuan saya dua belas tahun lalu untuk kembali ke sekolah, telah menjadi pemberian yang besar bagi saya. Ia seperti lengan atau bahu bagi saya. Kita semua dapat menjadi pemberian yang demikian. Terima kasih pada Tuhan untuk pemberian-pemberian yang diberikan oleh Kepala yang terangkat kepada Tubuh-Nya bagi pembangunannya secara intrinsik.

C. Pemberian-pemberian kepada Gereja—Beberapa Rasul

Kepala yang terangkat memberikan empat macam pemberian. Kelompok yang pertama adalah rasul-rasul (Ef. 4:11). Rasul-rasul ini menerima wahyu ekonomi Perjanjian Baru Allah mengenai Kristus dan gereja (Mat. 16:16-18; Gal. 1:11-12, 15-16; Ef. 3:3-4, 8-11; 5:32). Pertama-tama, mereka menerima wahyu, dan wahyu tersebut membuat roh mereka terbakar dan menyebabkan mereka melupakan diri mereka. Kemudian mereka pergi keluar untuk memberitakan wahyu itu agar orang lain juga terbakar. Rasul-rasul ini juga memberitakan Injil Kristus untuk menyelamatkan orang dosa yang dipilih dan dipanggil Allah, membawa mereka kepada Kristus (Gal. 1:16a; Ef. 3:8; 2 Kor. 11:2). Mereka tidak memberitakan Injil yang dangkal, yang memberi tahu orang mengenai pergi ke surga dan bukan ke neraka; tetapi, mereka memberitakan Kristus yaagn almuhit kepada orang lain sebagai Injil. Lebih lanjut, pada rasul mampu mendirikan gereja-gereja lokal dan menunjuk penatua di dalam gereja tersebut untuk memimpin, menggembalakan, mengajar, dan menilik (Kis. 14:23; 1 Tim. 5:17; 1 Ptr. 5:2). Mereka juga dapat menentukan doktrin, membebaskan kebenaran, menyempurnakan kaum saleh, dan membangun Tubuh Kristus (1 Tim. 2:7; Ef. 4:11-12). Inilah empat hal yang harus dikerjakan seorang rasul.

D. Pemberian-pemberian kepada Gereja—Beberapa Nabi

Para nabi adalah kelompok kedua dari pemberian yang diberikan oleh Kristus yang terangkat (Ef. 4:11). Nabi-nabi adalah mereka yang melalui wahyu Tuhan, berbicara bagi Tuhan, membicarakan Tuhan keluar, dan membicarakan Tuhan ke dalam orang lain. Kadang-kadang mereka juga digerakkan untuk mengutarakan beberapa prediksi. Bagi penyempurnaan kaum saleh dan pembangunan Tubuh Kristus, mereka adalah yang kedua setelah para rasul dan merupakan kelompok yang sangat penting.

E. Pemberian-pemberian kepada Gereja—Beberapa Pemberita Injil

Pemberita-pemberita Injil adalah kelompok ketiga dari orang-orang yang diberikan oleh sang Kepala yang terangkat. Mereka dapat memberitakan Kristus dan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai Injil untuk menyelamatkan orang berdosa yang menyedihkan, membawa mereka kepada Kristus.

F. Pemberian-pemberian kepada Gereja—Beberapa Gembala dan Pengajar

Gembala-gembala dan pengajar-pengajar adalah kelompok ke empat dair orang-orang yang diberikan oleh Sang Kepala yang terangkat. Menurut struktur tata bahasa dalam bahasa Yunani, gembala-gembala dan pengajar-pengajar di sini mengacu kepada satu kelompok orang yang berkarunia. Gembala seharusnya tahu bagaimana mengajar kepada orang lain, dan pengajar seharusnya juga tahu bagaimana memberi makan orang lain. Mereka mampu menggembalakan dan mengajar kaum beriman dan juga mampu memberi makan orang baru dengan cara seperti seorang ibu memberi makan, menggembalakan, memimpin dan mengajar anak-anaknya.

G. Untuk Menyempurnakan Kaum Saleh kepada Pekerjaan Ministri kepada Pembangunan Tubuh Kristus

Keempat kelompok orang-rasul, nabi, pemberita Injil, dan gembala dan pengajar—di satu pihak memberitakan Injil untuk menyelamatkan orang lain. Di pihak lain, mereka membangun gereja dalam lokalitas-lokalitas. Kemudian mereka juga memberi makan, menggembalakan dan mengajar kaum saleh. Lebih jauh lagi, di antara kaum saleh ini mereka berbicara bagi Tuhan dan membicarakan Tuhan ke dalam mereka. Dengan cara ini semua kaum saleh disempurnakan. Arti disempurnakan dapat digambarkan dengan mahasiswa perguruan tinggi diajar oleh dosen-dosen dari berbagai mata kuliah. Setelah empat tahun belajar, mereka lulus dan dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti yang dilakukan dosen mereka; mereka semua telah disempurnakan. Kristus sebagai Sang Kepala memberikan empat jenis pemberian kepada gereja dengan tujuan untuk menyempurnakan kaum saleh sehingga akhirnya mereka dapat juga menjadi rasul, nabi, pemberita Injil, dan gembala dan pengajar. Sayangnya, ini bukanlah keadaan di dalam sistem kekristenan saat ini. Mereka hanya melatih beberapa pembicara untuk mengumpulkan satu jemaat pada hari minggu dalam satu pelayanan di mana satu orang berbicara dan yang lain mendengarkan. Banyak dari mereka setelah mendengarkan berpuluh-puluh tahun tetap tidak menerima penyempurnaan.

Di dalam pemulihan Tuhan, semua karunia seperti rasul, nabi, pemberita Injil, dan gembala dan pengajar harus melakukan pekerjaan penyempurnaan. Dengan kata lain, mereka harus melakukan pekerjaan pelatihan. Mereka harus seperti dosen menyempurnakan murid-muridnya. Dengan jalan ini, setelah beberapa tahun, kaum saleh akan disempurnakan dan mampu melakukan pekerjaan seperti yang mereka lakukan. Pada saat ini, publikasi di antara kita sangat kaya dan beragam. Paling sedikit ada 4000 berita yang berbeda. Jika Anda mau menyediakan waktu, bahan-bahan ini sangat baik untuk membantu Anda disempurnakan. Bila Anda mau menyediakan dua jam setiap hari selama dua tahun untuk membaca berita Pelajaran Hayat, Anda akan dilengkapi. Dalam waktu empat tahun, Anda akan mampu menyelesaikan berita-berita ini.

Pada saat yang sama, Anda di dalam gereja melihat bagaimana para rasul mendirikan gereja-gereja, bagaimana mereka menunjuk penatua-penatua, bagaimana mereka memberitakan Injil yang tinggi, bagaimana mereka membawa orang kepada Kristus untuk menikmati kekayaan Kristus, dan bagaimana mereka menentukan doktrin. Sebagai contoh, seseorang bertanya kepada saya mengenai perbedaan antara denominasi dan gereja. Dengan perkataan yagn sederhana, pertama, denominasi itu terpecah-pecah; mereka telah membagi-bagi Tubuh Kristus. Gereja tidak terpecah; gereja adalah satu. Semua kaum beriman, entah mereka dipercik atau diselam, ada di dalam gereja asalkan mereka telah diselamatkan. Kedua, denominasi tidak memiliki dasar yang definit/tertentu. Tetapi gereja memiliki dasar yang tertentu yang juga merupakan dasar yagn unik. Di sini kita berdiri di dasar keesaan di alam lokalitas yang berbeda-beda untuk menyembahan Allah bersama-sama dan membangun Tubuh Kristus bersama. Saya percaya setelah lima tahun kalian semua dapat menjadi rasul, memberitakan Injil dari kota ke kota dan dari desa ke desa, menetapkan gereja-gereja, membebaskan kebenaran, dan membangun Tubuh Kristus.

Setelah itu adalah para nabi. Atmosfir hari ini di dalam sidang-sidang gereja adalah Anda dilatih utnuk berbicara bagi Tuhan. Sebagai contoh, bagi nikmat setelah berita kebanyakan merupakan pengulangan kata-kata yang baru kalian dengar. Setelah berbicara seperti ini sejangka waktu, Anda akan mampu berbicara bagi Tuhan. Mungkin kali pertama Anda berdiri Anda takut berbicara, dan Anda gentar. Tetapi asalkan Anda tetap berlatih, keberanian Anda akan bertambah, dan suara Anda akan bertambah kuat. Secara bertahap Anda tidak hanya bisa bicara bagi Tuhan, tetapi Anda juga akan bisa membicarakan Tuhan keluar dan membicarakan Tuhan masuk ke dalam oragn lain. Setelah sidang, oragn-oragn mungkin tidak terlalu banyak mengingat berita yagn mereka dengar. Tetapi mreka akan merasakan bahwa ada Seseorang yang mengikuti mereka sepanjang waktu. Alasannya adalah Anda telah membicarakan Tuhan masuk ke dalam mereka. Setelah Anda pulang ke rumah, jangan hanya bercakap-cakap dengan keluargamu; tetapi Anda harus membicarakan firman Tuhan dengan keluargamu, untuk membicarakan Tuhan keluar, dan membicarakan Tuhan ke dalam mereka. Dengan cara ini mereka akan menemukan bahwa Anda telah berubah, dan mereka juga akan berubah melalui pembicaraanmu. Inilah bertutur sabda. Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 14 bahwa kalian semua dapat bernubuat seorang demi seorang (ay. 31).

Penyempurnaan pemberita Injil kepada kaum saleh membuat semua kaum saleh berbeban dengan roh Injil. Hal ini menggembirakan dan menghangatkan atmosfir Injil bagi kaum saleh sehingga mereka terbakar untuk memberitakan Injil. Daalam pemberitaan Injil, mereka juga membantu kaum saleh untuk membicarakan subyeknya dan tidak menyimpang dari subyek. Sewaktu mereka berbicara, hati, mulut, dan roh pendengar akan terbuka dan mereka akan menerima Tuhan untuk diselamatkan. Penyempurnaan gembala dan pengajar adalah sama seeperti menyempurnakan orang untuk menjadi ibu. Banyak saudara dan saudari tidak dapat memberi makan orang setelah mereka diselamatkan. Mereka seperti ibu yang tidak dapat merawat anaknya; sehingga orang baru tidak dapat menerima banyak suplaian dan pengajaran. Karenanya, ktia semua perlu menjadi gembala yang menyempurnakan orang lain, dan kita semua harus belajar. Semakin kita melakukan ini, semakin kita ditingkatkan, dan kita akan semakin baik melakukannya.

Pada akhirnya, setelah penyempurnaan ini, kaum saleh akan mampu menjadi rasul, nabi, penginjil, dan gembala dan pengajar. Setiap anggota akan mampu berfungsi dan akan berpartisipasi dalam pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yang adalah membangun Tubuh Kristus, sampai kita tiba pada keesaan iman dan pengetahuan yang penuh akan Anak Allah, kepada manusia yang bertumbuh matang, dan ukuran kepenuhan perawakan Kristus. Dengan cara ini kita tidak akan lagi menjadi bayi yang diombang-ambingkan ombak dan dihanyutkan angin pengajaran. Seluruh gereja akan bertumbuh menjadi manusia yang dewasa dengan perawakan Kristus. Inilah pembangunan Tubuh Kristus.