← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 12/24

PERAMPUNGAN GEREJA

Pembacaan Alkitab: Ef. 2:8; Why. 5:9; Ef. 1:22-23; 2 Kor. 3:18; Why. 12:5;14:4; Mat. 5:21; Ibr. 12:6; Why. 21:1.4

Garis Besar

I. Seluruh anggota gereja dihasilkan dalam zaman gereja

II. Para pemenang Perjanjian Baru juga disempurnakan dalam zaman gereja

A. Penyempurnaan bagi para pemenang Perjanjian Baru dalam zaman gereja

B. Pahala bagi para pemenang Perjanjian Baru

1. Di akhir zaman gereja

2. Dalam zaman millenium

III. Kaum beriman yang belum matang disempurnakan dalam zaman seribu tahun

A. Melalui dispensasi dan pendisplinan Pemerintahan Tuhan

B. Seperti diilustrasikan oleh kasus hamba yang tidak setia

C. Seperti diilustrasikan oleh kasus hamba yang malas

IV. Seluruh kaum beriman Perjanjian Baru yang telah dilahirkan kembali dan disempurnakan adalah penyusun dalam Yerusalem Baru di mana merupakan perampungan akhir gereja

A. Dirampungkan dalam kenikmatan hayat kekal dan ilahi dari Allah Tritunggal yang telah mengalami proses dan rampung.

B. Dirampungkan dalam pengalaman perbauran antara keinsanian dan keilahian

C. Dirampungkan dalam mengekspresikan Allah Tritunggal dalam manifestasi akhirnya sampai kekekalan

Ini adalah pelajaran terakhir dari Visi menganai gereja. Duabelas pelajaran terakhir mencakup bagaimana membangun gereja. Topik pelajaran ini adalah tentang perampungan gereja. Segala sesuatu mempunyai suatu permulaan dan perampungan tanpa perampungan yang baik tidak dapat dengan tepat disimpulkan. Gereja yang indah dan luar biasa sedemikian harus mempunyai sebuah perampungan pasangan.

Perampungan gereja akan ada dalam Yerusalaem Baru. Hari ini gereja adalah miniatur dari Yerusalem Baru. Kehidupan gereja yang tepat dalam kemurniannya adalah model kecil dari yerusalem Baru.Pekara yang penting disini, yaitu Yerusalem Baru akan menjadi perampungan dari semua manusia yang dipilih ditebus, dilahirkan kembali, dikuduskan, diubah, disempurnakan dan dimuliakan oleh Allah.

Yerusalem Baru akan menjadi totalitas dari pekerjaan Allah dalam ciptaan lama dan dalam ciptaan baru. Pertama, Allah menciptakan ciptaan lama. Meskipun ciptaan lama jatuh, Allah mempersiapkan untuk menghadapi situasi itu. Ia datang menjadi seorang manusia, seorang manusia Allah, manusia dengan keilahian berbaur dengan keinsanian, untuk merampungkan penebusan. Manusia Allah ini dapat menebus orang-orang dosa, mati untuk mereka karena Ia mempunyai darah untuk dicucurkan bagi mereka. Darah ini disebut "Darah-Nya sendiri" (Kis. 20:28) dan "Darah Yesus, anak-Nya " (1 Yoh. 1:7). Melalui kematian-Nya yang almuhit Tuhan melepaskan hayat kebangkitan-Nya dan dengan hayat ini Ia menghasilkan, menguduskan, membangun dan memuliakan orang yang telah ditentukan-Nya. Totalitas dari pekerjaaan ini, perampungan adalah dalam Yerusalem Baru. Berkebalikan dengan kota material, Yerusalem Baru adalah simbol dari totalitas pekerjaan Allah.

I. SELURUH ANGGOTA-ANGGOTA GEREJA DIHASILKAN DALAM ZAMAN GEREJA

Seluruh anggota gereja dihasilkan dalam zaman gereja, yaitu dalam zaman antara kedatangan Kristus pertama dan kedatangan-Nya kembali. Anggota-anggota gereja adalah orang-orang dosa yang jatuh dan diselamatkan oleh kasih karunia Allah (Ef. 2:8) melalui iman yang diberikan dan yang ditentukan Allah bagi mereka (2 Ptr. 1:1), yang membawa mereka ke dalam persatuan organik dengan Allah Tritunggal dalam Kristus (1 Kor. 6:17). Anggota-anggota gereja ini telah diampuni dari dosa-dosa mereka (Kis. 10:43). Mereka telah dibenarkan oleh Allah dalam Kristus (Kis. 13:39; 1 Kor. 6:11), dan mereka telah diperdamaikan kepada Allah (Rm. 5:10), sehingga mereka dapat ditebus kembali oleh Allah (Why. 5:9). Berdasarkan ini anggota-anggota gereja harus dilahirkan kembali dalam roh mereka oleh Roh Allah (Yoh. 3:6) untuk menjadi anak-anak Allah sampai pada keputraan ilahi (Yoh. 1:12-13; Rm. 8:16) dan untuk menjadi anggota-anggota Kristus (Ef. 5:30) sampai kepada perawakaan-Nya (Ef. 4:13) untuk menjadi kepenuhan-Nya (Ef. 1:23).

II. PARA PEMENANG PERJANJIAN BARU JUGA DISEMPURNAKAN DALAM ZAMAN GEREJA

A. Penyempunaan bagi Para Pemenang Perjanjian Baru dalam Zaman Gereja

Para pemenang Perjanjian Baru bukan hanya dihasilkan dalam zaman gereja tapi juga disempurnakan dalam zaman gereja. Penyempurnaan para pemenang Perjanjian Baru adalah perkara pengubahan melalui pengalaman yang subyektif dan kenikmatan akan Kristus. Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." Untuk diubah sampai Kristus bertambah ke dalam kita untuk mengantikan apa adanya kita maka Kristus harus bertambah dan hayat alamiah kita berkurang. Saat proses pengubahan berlangsung di dalam kita, elemen lama dari alamiah kita disingkirkan dan kemuliaan kebangkitan Kristus sebagai Roh Pemberi hayat ditambahkan dalam kita untuk mengantikan elemen-elemen alamiah. Ini melalui suatu proses sedemikian sehingga para pemenang Perjanjian Baru disempurnakan dalam zaman ini.

B. Pahala bagi Para Pemenang Perjanjian Baru

1. Diakhir Zaman Gereja

Kaum beriman dapat menjadi para pemenang juga sebagai anak laki-laki (para pemenang yang mati—Why. 12:5) atau sebagai buah bungar (para pemenang yang hidup—Why. 14 :4). Para pemenang yang mati dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru akan dibangkitkan dan diangkat pada Allah dan takhta-Nya untuk berperang dan melawan Satan sebelum masa kesusahan besar. Para pemenang yang hidup hanya terdiri dari para pemenang Perjanjian Baru akan menjadi buah bungar dari tuaian Allah di bumi . Mereka akan diangkat ke gunung Sion dilangit untuk Allah dan kepuasan Kristus sebelum masa kesusahan besar.

Semua pemenang baik yang mati dan yang hidup akan menjadi mempelai perempuan pada hari pernikahan Kristus dan dalam seribu tahun (Why. 19:7-9; 21:2). Para pemenang juga menjadi tentara di langit berperang dengan Kristus yang datang yang melawan antikristus dan tentaranya (Why. 17:12-14;19:11-21).

2. Dalam Zaman Millenium

Dalam kerajaan yang akan datang kaum beriman pemenang akan memerintah dengan Kristus sebagai raja (Why 20:4). Ini mencakup dimahkotai dengan berbagai mahkota seperti mahkota kebenaran (2 Tim. 4:8), mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (1 Ptr. 5:4), mahkota kehidupan (Why. 2 :10), dan mahkota yang abadi (1 Kor. 9:25). Ini juga berarti bahwa mereka akan duduk bersama dengan Kristus di atas takhta-Nya (Why. 3:21) mempunyai kuasa atas bangsaa-bangsa untuk mengembalakan mereka (Why. 2:26-27; 12:5), dan untuk berpartisipasi dalam kebahagiaan Tuhan (Mat. 25:21,23).

Mereka juga akan mewarisi Kerajaan Kristus dan Allah masuk dalam manifestasi Kerajaan surga (Ef. 5:5), dimuliakan dengan Kristus (Rm. 8:17), untuk mewarisi hayat kekal dalam seribu tahun (Mat. 19:29), yang namanya tercatat dalam buku kehidupan (Why. 3:5) tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua (Why. 2:11), memiliki hak atas pohon hayat (Why. 2:7), bersinar sebagai matahari dalam kerajaan Bapa mereka (Mat 13:43), untuk berpartisipasi dalam perayaan dalam kerajaan surga (Mat. 8:11), dan untuk menikmati pahala (Mat. 5:11). Akhirnya, mereka akan menjadi Yerusalem Baru—firdaus Allah—dalam millenium (Why. 3:12;2:7). Daftar pahala ini harus memberikan kepada kita semua banyak aspirasi dan penguatan untuk menjadi pemenang dalam zaman gereja.

III. KAUM B ERIMAN YANG BELUM MATANG AKAN DISEMPURNAKAN DALAM ZAMAN MILLENIUM

Keperluan transformasi diabaikan oleh banyak orang kristen hari ini. Sebagai hasilnya, banyak transformasi dan penyempurnaan yang tertahan dari kenikmatan dan pengalaman yang riil dari Kristus yang almuhit dengan kekayaan yang terduga. Sebagai hasilnya, tidak ada jalan bagi Allah untuk menyempurnakan kaum beriman yang belum matang ini dalam zaman gereja. Namun, karena mereka adalah umat pilihan , tebusan, terpanggil dan yang dilahirkan kembali, Allah tidak akan membiarkan mereka pergi. Melainkan, Dia akan menyempurnakan mereka dalam zaman millenium.

A. Melalui Dispensasi dan Pendisplinan Pemerintahan Tuhan

Penyempuranaan kaum beriman yang belum matang dalam zaman millenium melalui dispensasi dan pendisplinan pemerintahan Allah. Ibrani 12:6 memberitahu kita, " Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui sebagai anak". Pendisplinan Tuhan atas kaum beriman bukan hanya dalam zaman ini tapi juga dalam zaman yang akan datang. Karena zaman millenium masih menjadi milik langit lama dan bumi lama, zaman yang akan datang masih akan menjadi waktu bagi Bapa untuk menanggulangi anak-anak-Nya sehingga mereka bisa disempurnakan. Kaum beriman yang tidak disempurnakan dalam zaman gereja itu akan disempurnakan dalam zaman millenium. Sarana penyempurnaan mereka adalah dispensasi dan pendisplinan pemerintahan Tuhan . Pendisplinan ini adalah bagi mereka yang lamban dalam zaman gereja, dalam dispensasi kasih karunia, yang tidak menikmati dan menggunakan kasih karunia Tuhan yang cukup kita pakai. Kaum beriman yang demikian memerlukan pendisplinan dari kasih karunia Allah dalam zaman yang akan datang bagi penyempurnaan mereka.

B. Seperti Diilustrasikan oleh Kasus Hamba Yang tidak Setia

Dispensasi dan pendisplinan Tuhan akan kaum beriman yang belum matang dalam zaman millenium diilustrasikan oleh kasus hamba yang tidak setia dan hamba yang malas dalam Matius 24:48-51 dan 25:24-30. Matius 24:48 dan 49 membicarakan hamba yang jahat yang berbicara dalam hatinya, "Tuanku menunda kedatangannya," dan yang memulai "memukul hamba-hambanya, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk." Ayat 50 dan 51 berkata, "Tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi." Masalah hamba yang jahat bukanlah karena dia tidak tahu bahwa Tuhan akan datang tetapi karena dia tidak mengharapkan kedatangan-Nya. Dia tidak suka menempuh kehidupan yang mempersiapkan kedatangan Tuhan. Terlebih lagi, hamba yang jahat memukul hamba-hamba yang lain, yaitu menganiaya kaum beriman, dan makan dan minum bersama-sama pemabuk, yaitu bersama-sama dengan orang dunia, yang mabuk dengan pekara-pekara duniawi. Karena itu ketika Tuhan datang kembali Dia akan memisahkan hamba yang jahat ke dalam orang-orang yang munafik.

“Memisahkan hamba yang jahat” berarti memisahkan dia, bukan memotong menjadi potongan-potongan ini menunjukan pemisahan dari Tuhan dalam kedatangan-Nya yang mulia. Tuhan tidak akan memotong hamba yang jahat menjadi potongan-potongan; melainkan, Dia akan melemparkan dari kemuliaan di mana Dia akan berada. Hasil di sini bukan keselamatan tetapi pendisplinan dari kaum beriman yang tidak matang dalam zaman yang akan datang. Kaum beriman yang demikian akan kehilangan kenikmatan kerajaan dan malahan menderita penghukuman dan pendisplinan di mana di sana akan ada ratapan dan kertakan gigi .

Bagi kaum beriman menjadi terpisah adalah terpisah dari kesatuan organik dengan Tuhan. Ketika seorang percaya ke dalam Tuhan, dia ratakan ke dalam kesatuan organik dengan Allah Tritunggal sehingga dia bisa menikimati Dia. Berdasarkan Matius 28:19, kaum beriman dibaptis ke dalam Allah Tritunggal, yaitu ke dalam kesatuan organik dengan Allah Tritunggal, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam Dia, berbagian dalam Dia dan menikmati Dia. Melalui menikmati Allah Tritunggal dalam kesatuan organik kita ditransformasi dan disempurnakan, membuat Tuhan siap untuk datang kembali untuk membawa kita kedalam kenikmatan-Nya dalam millenium. Namun, Matius 24 memberitahu kita dengan jelas bahwa didalam zaman yang akan datang orang-orang tertentu akan dipisahkan dari kesatuan organik. Ini berarti bahwa mereka akan dipisahkan dari kenikmatan akan Tuhan. Pemotongan dari kesatuan organik ini berhubungan dengan dipotong dari cabang dalam Yohanes 15. Bagi sebuah cabang dipotong dari pokok anggur berarti dipotong dari kesatuan dengan pokok anggur. Cabang-cabang itu yang berada dalam kesatuan dengan pokok anggur, menikmati dan berpartisipasi dalam segala kekayaan pokok anggur, tetapi cabang-cabang yang dipotong dari pokok anggur kehilangan kenikmatan ini. Ini adalah pengertian yang benar mengenai dipotong dalam Matius 24.

Setelah kaum beriman yang belum matang telah dipotong, dipotong dari kesatuan organik dengan Tuhan, mereka akan diletakkan dalam kegelapan, kegelapan di luar kemuliaan yang bercahaya dalam manifestasi kerajaan surga. Ini berbeda dengan dilemparkan ke dalam telaga api setelah millenium untuk selamanya (Why. 20:15). Para pemenang akan dipanggil ke dalam kenikmatan Tuhan, di mana akan berada dalam kemuliaan, tetapi orang-orang yang kalah akan diletakkan di luar kemuliaan ini mereka akan berada di luar kemuliaan di mana Tuhan dan para pemenang-Nya akan berada selama zaman yang akan datang. Untuk berada dalam kemuliaan akan menjadi pahala tetapi diletakan di luar kemuliaan akan menjadi semacam penghukuman. Mereka yang diletakan dalam kegelapan akan meratap daan menggertakan gigi mereka. Ratapan akan menunjukan penyesalan, dan kertakan gigi, menyalahkan diri sendiri. Baik ratapan dan kertakan gigi akan menjadi tanda penderitaan dari dispensasi dan pendisplinan pemerintahan Tuhan.

C. Seperti Diilustrasikan oleh Kasus Hamba yang Malas

Dispensasi dan pendisplinan pemerintahan Allah juga diilustrasikan melalui kasus hamba yang malas dalam Matius 25:24-30. Dalam ayat 26-30 kita melihat bahwa seorang yang memiliki satu talenta yang tidak setia dalam menggunakan karunianya dihardik oleh Tuhan dan dihukum. Ayat 30 mengatakan, ”Campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Siapa pun yang dilemparkan dalam kegelapan akan dipisahkan dari Tuhan, dari hadirat-Nya, persekutuan-Nya, dan dari alam kemuliaan di mana Tuhan berada. Ini bukan untuk menderita selamanya tetapi untuk disingkirkan secara dispensasional selama zaman kerajaan yang akan datang. Penyingkiran, penghukuman , memiliki tujuan dan tujuan ini adalah penyempurnaan kaum beriman.

Dalam dispensasi kasih karunia ini, Tuhan mendukung dan menyuplai kita dengan kasih karunia yang kaya sehingga kita bisa menikmati kasih karunia ini, diperbaiki, dan ditransformasi bagi penyempurnaan kita. Bila kita setia, kita akan masuk dalam kesenangan-Nya dalam zaman yang akan datang. Bila kita tidak setia, kita akan didisplin oleh Dia dalam zaman yang akan datang sehingga kita bisa disempurnakan. Mereka yang setia dalam zaman kasih karunia ini akan diberi pahala oleh Tuhan dalam zaman yang akan datang. Tetapi mereka yang tidak disempurnakan dalam zaman gereja, millenium akan menjadi waktu pendisplinan. Supaya bisa sesuai untuk masuk ke dalam Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru, kaum beriman yang belum matang perlu disempurnakan selama zaman yang akan datang.

IV. SELURUH KAUM BERIMAN PERJANJIAN BARU YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI DAN DISEMPURNAKAN ADALAH PENYUSUN DALAM YERUSALEM BARU DI MANA MERUPAKAN PERAMPUNGAN AKHIR GEREJA

Maksud Allah adalah gereja akan rampung dalam Yerusalem Baru. Semua kaum beriman yang telah dilahirkan kembali dan disempurnakan sebagai anggota gereja, diwakili oleh kedua belas rasul (Why. 21:14), akan menjadi penyusun dari Yerusalem Baru. Setelah dispensasi kasih karunia, akan ada dispensasi kerajaan. Selama dispensasi ini, semua orang yang disempurnakan, termasuk para pemenang Perjanjian Lama dan pemenang Perjanjian Baru, akan menjadi totalitas pemenang untuk menjadi Yerusalem Baru. Mereka akan menjadi Yerusalem Baru dalam tahap pertama, tahap millenium. Selama tahap ini, Yerusalem Baru akan menjadi mempelai Kristus. Juga selama millenium, kaum beriman yang belum matang, yang malas, yang kalah, akan disempurnakan melalui penderitaan mereka akan dispensasi dan pendisplinan pemerintahan Tuhan. Karena itu, setelah zaman millenium, mereka juga akan menjadi komponen dari Yerusalem Baru dari tahap kedua, yaitu dalam langit baru dan bumi baru. Dalam tahap kedua ini Yerusalem Baru akan diperluas menjadi Yerusalem Baru dalam Wahyu 21. Perluasan Yerusalem Baru ini akan menjadi perampungan gereja. Dari sini kita dapat melihat bahwa perampungan kehidupan gereja akan menjadi Yerusalem Baru, pertama dalam skala kecil dalam millenium hanya disusun oleh para pemenang dan kemudian dalam skala yang diperluas dalam langit baru dan bumi baru disusun oleh semua kaum beriman Perjanjian Baru.

A. Rampung dalam Kenikmatan Hayat Ilahi dan Kekal dari Allah Tritunggal yang telah Melalui Proses dan Rampung

Kehidupan gereja yang tepat hari ini adalah kenikmatan hayat kekal dan ilahi dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung. Kenikmatan ini hanyalah pencicipan; kenikmatan yang penuh akan berada dalam Yerusaalem Baru dalam langit baru dan bumi baru, yang akan menjadi perampungan kenikmatan kita dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dalam kepenuhan-Nya tanpa batas sampai kekekalan.

B. Rampung dalam Pengalaman Perbauran antara Keinsanian dan Keilahian

Kehidupan kekristenan kita hari ini adalah pengalaman dari perbauran keilahian dan keinsanian dalam pendispensian kekayaan yang tak terduga dari Trinitas ilahi yang telah melalui proses dan rampung. Ini juga adalah pencicipan, dan kenikmatan yang penuh dari perampungan itu juga akan berada dalam Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru kekekalan.

C. Rampung dalam Ekspresi Allah Tritunggal dalam Manifestasi AkhirNya sampai Kekekalan

Baik kehidupan kekristenan dan kehidupan gereja adalah ekspresi dari Allah Tritunggal yang teelah melalui proses dan rampung dalam manifestasi akhir-Nya untuk selamanya. Hari ini, ini hanya berada dalam tahap awal. Perampungan-Nya juga akan berada dalam Yerusalem Baru sebagai manifestasi akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sampai kekekalan.

Gereja hari ini harus bertumbuh dan terbangun dalam tiga pekara dari kenikmatan hayat ilahi dan kekal dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dari pengalaman perbauran keilahian dan keinsanian dalam pendispensian kekayaan yang tidak terduga dari Trinitas ilahi yang telah melalui proses dan rampung, dan mengekspresikan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dalam manifestasi akhir-Nya. Ini berarti bahwa gereja harus bertumbuh dan terbangun dalam kenikmatan hayat ilahi, kekal, dari hayat Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung; bahwa gereja harus bertumbuh dan terbangun dalam mengalami perbauran kaum beriman dengan Allah Tritunggal dengan cara mendispensikan kekayaan-Nya yang tak terduga dari Trinitas ilahi yang telah melalui proses dan rampung; dan bahwa gereja harus bertumbuh dalam mengekspresikan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dalam manifestasi-Nya. Ini adalah kehidupan gereja.

Dalam beberapa berita-berita terdahulu kita mencakup berbagai aspek status gereja: perkumpulan jemaat-jemaat, rumah Allah, kerajaan Allah, Tubuh Kristus, pasangan Kristus, manusia baru, dan kaki dian emas. Sekarang kita perlu melihat bahwa semua pekara ini bisa direalisasikan oleh kita dalam gereja lokal hanya ketika menikmati kehidupan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung, mengalami perbauran keilahian dengan keinsanian dalam pendispensian kekayaan yang tak terduga dari Trinitas ilahi yang telah melalui proses dan rampung, dan mengekspresikan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dalam manifestasi-Nya.

Tuhan sangat mencintai kita. Belas kasih-Nya atas kita tak terukur. Kita meninggalkan Allah, melukai Allah, dan berada dibawah penghakiman kebenaran Allah.Kita kekurangan hayat Allah yang diperlukan untuk memenuhi tujuan-Nya. Melainkan, kita diisi hayat dan sifat Satan menyebabkan kita bergumul dalam dosa sepanjang hidup kita. Namun, Allah penuh kasih dan belas kasihan. Dia menjadi manusia untuk mati bagi kita untuk memenuhi tuntutan kebenaran Allah sehingga kita tidak perlu mati. Dia menghancurkan Iblis dan meninggalkan daging dosa kita di atas salib sehingga kita bebas dari hukum dosa dan hukum maut. Kemudian Dia melepaskan hayat ilahi di atas salib, dan melalui kebangkitan sebagai Roh pemberi hayat Dia membawa hayat Allah ke dalam kita. Dia sebagai Roh itu, sekarang berbaur dengan kita mensuplai kita setiap hari dengan hayat-Nya untuk mentransformasi kita. Dia juga membawa kita ke dalam gereja untuk bersama-sama kaum beriman sehingga kita bisa terus bersama-sama dan terbangun bersama untuk memenuhi tujuan Allah. Ini adalah pencicipan kita dalam zaman ini.

Bila kita menikmati pencicipan ini dengan tepat melalui melatih roh kita setiap hari sepanjang hari, kemudian kita akan menerima pahala yang adalah kenikmatan penuh, Yerusalem Baru, millenium lebih awal. Bahkan bila seseorang kehilangan periode pencicipan ini dikarenakan dosa dan dunia, Dia akan membelas kasihani mereka dengan memberi kesempatan lain untuk disempurnakan dalam zaman yang akan datang. Akhirnya mereka yang disempurnakan dalam zaman yang akan datang akan bergabung dengan mereka yang disempurnakan dalam zaman ini menjadi Yerusalem Baru, menikmati kenikmatan penuh sampai kekekalan. Haleluyah! Kita memiliki Allah yang penuh belas kasih dan membelas kasihani kita. Kita semua harus memberikan diri kita dengan rajin menikmati Tuhan melalui doa dalam roh dan membaca Firman-Nya. Kita juga harus melatih untuk hidup dalam kehidupan gereja lokal dengan memberitakan injil dan bersidang dengan kaum beriman untuk meningkatkan dan membangun gereja. Kita tidak seharusnya (Hesitate). Sekaranglah waktunya. Inilah zamannya kita bisa menjadi seseorang yang menang dan membawa zaman ini pada kesimpulannya.