← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 11/24

Pelajaran Sebelas

TUJUH GEREJA DALAM KITAB WAHYU MENANDAKAN TUJUH TAHAP DARI GEREJA

Pembacaan Alkitab : Why. 1:3; 22:7; 2:1-29; 3:1-22

Garis Besar:

I. Gereja di Efesus menggambarkan akhir dari tahap asal mula gereja selama akhir abad pertama

II. Gereja di Smirna melukiskan penderitaan gereja di bawah penganiayaan dari Kekaisaaran Romawi dimulai dari akhir abad pertama sampai permulaan abad keempat

III. Gereja di Pergamus mengacu kepada gereja yang duniawi, gereja yang kawin dengan dunia

IV. Gereja di Tiatira mengacu kepada gereja yang mengingkari dari pentahbisan sistem kepausan pada akhir abad keenam sampai pada zaman gereja

V. Gereja di Sardis melukiskan gereja Protestan, dimulai dari reformasi pada permulaan abad enam belas sampai pada kedatangan Kristus

VI. Gereja di Filadelfia melukiskan kasih persaudaraan, pemulihan kehidupan gereja yang tepat, dimulai dari permulaan abad sembilanbelas sampai pada penampakkan Tuhan yang kedua kalinya

VII. Gereja di Laodikia melukiskan kemerosotan kehidupan gereja persaudaraan, dimulai dari akhir abad sembilanbelas sampai kedatangan Tuhan kembali

Kitab Wahyu adalah kitab nubuat (why. 1:3; 22:7), karena kitab Wahyu ini berisi tentang nubuat yang akan datang. Sebagian besar penglihatan ini mengacu kepada hal-hal yang akan datang. Ketujuh surat kepada tujuh gereja-gereja dalam pasal 2 dan 3, adalah lambang dan nubuat berdasarkan gereja dimuka bumi sampai kedatangan Tuhan kembali.

Ketujuh Gereja melambangkan nubuat perkembangan dari gereja dalam tujuh tahap. Surat yang pertama kepada gereja di Efesus, memberikan gambaran dari gereja pada akhir dari tahap pertama, selama akhir abad pertama. Surat kedua kepada gereja di Smirna, melukiskan penderitaan gereja di bawah penganiayaan kekaisaran Romawi mulai akhir abad satu sampai permulaan akhir abad keempat, ketika Konstantin Agung membawa gereja ke dalam sistem kekaisaran. Surat ketiga, kepada gereja di Pergamus, melambangkan gereja yang duniawi, gereja yang kawin dengan dunia, mulai Konstantin Agung menerima kekristenan sampai pada sistem kepausan didirikan pada akhir abad 16. Surat untuk gereja di Tiatira menggambarkan gereja yang murtad dari pentahbisan sistem kepausan pada akhir abad keenam sampai akhir jaman ini, yaitu pada saat kedatangan Kristus. Surat kelima, kepada gereja di Sardis, mengacu kepada gereja Protestan, dari masa reformasi pada abad 16 sampai pada kedatangan Kristus. Surat keenam, kepada gereja di Filadelfia, menggambarkan gereja kasih persaudaraan, penghidupan gereja yang tepat mulai dari permulaan abad 19, ketika kaum saudara bangkit di Inggris untuk melaksanakan penghidupan gereja keluar dari segala denominasi dan sistem perpecahan, sampai pada penampakkan kembali Tuhan. Surat ketujuh, kepada gereja di Laodikia, melukiskan penghidupan gereja yang merosot dari kaum saudara pada abad 19, mulai dari akhir abad 19 sampai kedatangan Tuhan.

I. GEREJA DI EFESUS

Gereja di Efesus menggambarkan akhir dari tahap gereja yang sebermula selama akhir abad pertama. “Efesus” dalam bahasa Yunaninya berarti “yang diinginkan.“ Ini berarti bahwa Gereja sebermula pada akhirnya masih didambakan Tuhan, Tuhan masih mengharapkannya.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

Perkataan yang penting dalam surat Tuhan kepada gereja di Efesus adalah kasih, hayat, dan terang. Dasar dari penghidupan gereja ini adalah kasih kita terhadap Tuhan. Mengenai kasih Tuhan terhadap kita tentu saja tidak ada masalah, Dia mengasihi kita dan selamanya mengasihi kita. Tapi masalahnya adalah kasih kita terhadap Dia. Meskipun kita mengasihi Dia dan akan tetap mengasihi Dia, tetapi yang ditakutkan bahwa kasih kita terhadap Tuhan Yesus mungkin akan luntur. Surat kepada gereja di Efesus memberikan kita peringatan akan hal ini. Surat ini juga memberikan wahyu yang jelas sumber kemerosotan dalam penghidupan gereja adalah lunturnya kasih yang sebermula. Kasih memberikan kita posisi, tumpuan, kebenaran, hak untuk makan pohon hayat. Kasih memberikan kita suplai hayat. Jika kita mengasihi Tuhan maka kita akan secara penuh menikmati Dia sebagai pohon hayat, sebagai suplai hayat, terang selalu diikuti hayat hasilnya adalah suplai hayat yang berlimpah, hayat memberikan kita terang. Hal ini sangat penting bagi kita yang mengasihi Tuhan. Jika kita memiliki kasih maka kita memiliki hayat yang dilambangkan oleh pohon hayat dan terang yang dilambangkan oleh kaki dian.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini

Dalam Wahyu 2:7, Tuhan berkata bahwa barang siapa yang menang akan diberi makan dari pohon hayat. Untuk kehidupan gereja yang tepat dan pemulihan kehidupan gereja, maka perlunya penghidupan yang tepat dalam pertumbuhan kristiani, apa yang kita perlukan bukan hanya pengertian dalam pengajaran secara rohani tapi mengenai makan dalam roh kita dari Tuhan sebagai roti hayat (Yoh. 6:57). Sehingga Firman dalam Alkitab bukan pengajaran secara doktrin untuk diajarkan ke dalam pikiran kita tetapi Firman tersebut sebagai makanan untuk memberi makan roh kita (Mat. 4:4; Ibr. 5:12-14).

Masalah makan pohon hayat membawa kita kembali pada sebermula, karena pada mulanya ada pohon hayat (Kej. 2:9,16). Pohon hayat selalu membawa kita kembali pada sebermula, melupakan segala sesuatu dan menikmati diri Kristus sebagai pohon hayat.

Tetapi untuk menikmati Kristus menuntut kita untuk mengasihi Dia dengan cinta pertama kita. Kita harus mengasihi Dia melampaui segala sesuatu melampaui pekerjaan kita bagi Dia, dan apapun yang kita miliki bagi Dia. Dengan mengasihi Dia maka kita akan dibawa kembali kepada sebermula, dimana kita tidak untuk yang lain tapi hanya bagi diri Allah Tritunggal sebagai suplai hayat didalam pohon hayat. Ini adalah cara yang tepat untuk mempertahankan kehidupan gereja dan agar terjaga dalam kehidupan gereja.

II. GEREJA DI SMIRNA

Dalam bahasa Yunani “Smirna” berarti mur, rempah-rempah yang manis, dalam lambangnya mengacu kepada penderitaan kemanisan Kristus. Sehingga gereja di Smirna adalah gereja yang menderita, menggambarkan gereja yang berada di bawah penganiayaan kekaisaran Romawi pada akhir abad pertama sampai permulaan abad keempat.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

Gereja menderita karena fitnah dari kaum agamawan Yahudi. Dalam Wahyu 2:9 Tuhan Yesus berkata bahwa Dia tahu fitnah mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian; sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” Hal ini mengindikasikan bahwa penganiayaan datang dari kaum agamawan, dari ketidakpercayaan kaum agamawan Yahudi yang adalah jemaah Iblis. Fitnah dari kaum agamawan Yahudi terhadap penderitaan gereja adalah kritik jahat mereka terhadap gereja.

Gereja juga menderita karena penganiayaan dari kekaisaran Romawi. Dalam 2:10 Tuhan berbicara bahwa gereja di Smirna akan mengalami kesusahan besar selama “sepuluh hari,” ini mengacu kepada sepuluh periode dari penganiayaan pada gereja yang menderita di bawah penganiayaan Kekaisaran Romawi.

B. Janji Tuhan kepada Para Pemenang Tahap ini

Untuk menjadi pemenang dalam surat ini berarti menang dari penganiayaan melalui menjadi setia sampai mati. Tuhan berkata, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan memberikan mahkota kehidupan" (2:10b). Di sini, dibagian lain dalam Perjanjian Baru mahkota itu menunjukkan upah tambahan untuk keselamatan. Mahkota kehidupan sebagai upah kepada mereka yang setia sampai mati di dalam menang menghadapi penganiayaan menunjukkan kepada kekuatan yang dapat menaklukan, yang adalah kekuatan hayat kebangkitan.

“Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua (why. 2:11b).Kematian kedua adalah penanggulangan Allah dengan manusia setelah kematian manusia dan kebangkitan. Sehingga ini adalah akhir dari penyelesaian (why. 20:11-15) karena para pemenang dapat menang dari kematian melalui mereka setia sampai mati di bawah penganiayaan dan tidak meninggalkan permintaan apapun yang ditanggulangi oleh Allah, setelah kebangkitan mereka tidak akan “menderita”, melalui kematian kedua, yaitu kematian setelah kebangkitan. Ini mengindikasikan kepada siapa yang tidak menang dalam penganiayaan akan menderita oleh kematian yang kedua. Ini adalah bagi kaum beriman untuk menderita penanggulangan dari Tuhan setelah dia dibangkitkan.

III. GEREJA DI PERGAMUS

Dalam bahasa Yunaninya “Pergamus” berarti “kawin” mengacu pada kesatuan dan “menara jaga.” Sebagai lambang gereja di pergamus adalah gambaran dari gereja yang masuk dalam persatuan dengan dunia dan menjadi menara jaga yang tinggi, hal ini sama dengan pohon besar yang dinubuatkan Tuhan dalam perumpamaan biji sesawi (Mat. 13:31-32). Ketika Satan gagal untuk merusak gereja dari penagniayaan Kekaisaran Romawi dalam permulaan abad ke-tiga, dia merubah strateginya. Dia malahan merusak gereja melalui kaisar Konstantin yaitu membiarkan gereja sebagai gereja agama dalam permulaan abad ke-empat melalui dorongan Konstantin dan pengaruh politik, perkumpulan dari orang-orang yang tidak percaya dibaptis ke dalam “gereja,” dan “gereja” menjadi sangat besar. Gereja telah dipanggil keluar dari dunia dan telah dipisahkan dari dunia bagi Allah untuk pemenuhan tujuan-Nya. Bagaimanapun juga melalui Kekaisaraan Romawi yang membiarkan gereja kembali ke dunia dalam pandangan Allah gereja telah kawin dengan dunia.

Sekarang kalian dapat melihat mengapa pimpinan dalam lokalitas anda selalu membicarakan untuk menentang dunia dan hal-hal yang duniawi. Kita seharusnya hanya memiliki mata bagi Kristus dan menolak dunia.

A. Kondisi bagi Gereja pada Tahap ini

Dalam Wahyu 12:13 Tuhan Yesus berkata kepada gereja di Pergamus, “Aku tahu di mana engkau diam, di tempat takhta Iblis.” Satan tempat tinggalnya adalah di dunia. Karena gereja telah masuk dalam persatuan dengan dunia gereja menjadi duniawi, gereja menjadi tempat tinggal di mana Satan tinggal—didalam dunia.

Dalam 2:14 Tuhan berkata, “Aku mumpunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasehat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.” Bileam adalah nabi orang kafir yang menyebabkan umat Allah tersandung. Karena upah (2 Ptr. 2:15; Yud. 11), dia membawa perzinahan dan penyembahan berhala bagi umat Allah (Ul. 25:1-3; 31:16). Gereja duniawi mulai mengajar hal-hal yang sama. Ketika gereja duniawi melalaikan nama, persona, Tuhan, gereja berbalik kepada penyembahan berhala, hasilnya adalah perzinahan.

Dalam Wahyu 2:15 Tuhan melanjutkan perkataan-Nya, “demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.” “Nikolaus” sama dengan bahasa Yunaninya ”nikolaitai”, akar kata dari nikolaus, terdiri dari dua kata niko berarti “menaklukan“ atau “mengalahkan” dan laus berarti rakyat jelata, masyarakat umum, kaum awam, karena itu pengikut nikolaus yaitu menaklukan rakyat jelata , mengalahkan kaum awam. Pengikut Nikolaus pasti mengacu pada sekelompok orang yang menganggap dirinya lebih tinggi dari pada kaum beriman pada umumnya. Dalam gereja di Pergamus pekerjaan mereka lebih maju sampai pada pengajaran. Mereka tidak hanya mempraktekkan hirarki tapi juga mengajarkannya. Hirarki ini merusak fungsi kaum beriman sebagai anggota Tubuh Kristus.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini

Dalam 2 :17 kita memiliki janji Tuhan bagi para pemenang pada tahap ini. Untuk menang di sini berarti secara khusus menang atas kesatuan gereja dengan dunia. Penyembahan berhala, pengajaran penyembahan berhala dan perzinahan, dan pengajaran hirarki.

Dalam 2:17 b ,Tuhan berkata,” barangsiapa menang, kepadanya akan Ku-berikan dari manna tersembunyi.” Manna adalah lambang Kristus sebagai makanan surgawi membuat umat Allah mampu berjalan dijalan-Nya. Satu bagian manna yang disajikan dalam buli-buli emas yang tersembunyi dalam tabut (Kel. 16:32-34; Ibr. 9:4). Manna yang terbuka adalah untuk kenikmatan umat Allah secara terbuka; manna yang tersembunyi melambangkan Kristus yang tersembunyi, adalah bagian yang istimeawa yang tersimpan untuk para pencari-Nya yang menang yang mengalahkan kemerosatan gereja yang duniawi. Ketika gereja menempuh jalan dunia, para pemenang ini maju, tinggal di hadapan Allah dalam Ruang Mahakudus, di sana mereka menikmati Krtistus yang tersembunyi sebagai bagian yang istimewa sebagai suplai mereka setiap hari. Hari ini janji ini sedang digenapi dalam kehidupan gereja yang wajar dan akan tergenap sepenuhnya dalam kerajaan yang akan datang.

Tuhan juga berjanji bagi para pemenanag dalam Wahyu 2:17 bahwa Dia, akan mengaruniakan kepadanya sebuah batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun selain oleh yang menerimanya. “Sebuah batu dalam Alkitab melambangkan bahan material bagi pembangunan Allah (Mat. 16:18; 1 Ptr. 2:5; 1 Kor. 3:12). Secara alamiah kita bukanlah batu tapi tanah liat. Karena kita telah menerima hayat ilahi dengan sifat ilahi melalui kelahiran kembali, kita dapat ditransformasi menjadi batu-batu, akhirnya menjadi batu berharga, melalui menikmati Kristus sebagai suplai hayat (2 Kor. 3:18). Karena itu barangsiapa yang tidak mengikuti gereja yang bersifat duniawi tetapi manikmati Tuhan melalui kehidupan gereja yang tepat akan ditransformasi menjadi batu-batu bagi pembangunan Allah. Batu-batu ini akan dibenarkan dan diperkenan oleh Tuhan, inilah yang ditunjukkan oleh warna putih. Sehingga para pemenang ini akan menjadi bahan-bahan material bagi pembangunan bait Allah berdasarkan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

IV. GEREJA DI TIATIRA

Gereja di Tiatira adalah gereja yang murtad. “Tiatira“ dalam bahasa Yunani berarti kurban wangi-wangian atau kurban yang tidak putus-putusnya. Sebagai tanda gereja di Tiatira melambangkan gereja yang sepenuhnya terbentuk sebagi gereja dengan sistem kepausan universal pada akhir abad keenam. Gereja ini penuh dengan kurban, seperti yang ditujukan dengan misa-misanya yang tiada henti. Gereja yang murtad ini akan bertahan sampai kedatangan Tuhan.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

Gereja di Tiatira adalah kelanjutan dari gereja yang duniawi, dilambangkan oleh gereja di Pergamus. Gereja di Pergamus memiliki ajaran Bileam yaitu nabi orang kafir dan ajaran Nikolaus, karena itu pengajaran ini adalah sistem kependetaan. Gereja Katholik melanjutkan pengajaran ini , ajaran Bileam membawa orang-orang kepada penyembahan berhala dan perzinahan dan ajaran Nikolaus membentuk suatu hirarki. Dalam gereja Katholoik hari ini ada suatu pengajaran yang kuat mengenai pembangunan organisasi keagamaan dengan hirarkinya.

Satu hal yang penting dalam surat kepada gereja di Tiatira mengenai wanita Izebel. Tuhan mengacu kepada gereja dalam Wahyu 2:20 yaitu, “Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Ini adalah perempuan yang dinubuatkan Tuhan dalam Matius 13:13, perempuan yang memasukkan ragi (melambangkan perkara yang jahat, bidah, dan kafir) ke dalam tepung halus (melambangkan Kristus sebagai kurban sajian yang memuaskan Allah dan manusia). Perempuan ini juga adalah pelacur besar dalam Wahyu 17, yang mencampurkan perkara ilahi dengan perkara yang keji. Izebel, istri kafir Ahab, adalah lambang dari gereja yang murtad ini.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini

Dalam ayat 26 Tuhan berkata bahwa barang siapa yang menang akan diberikan karunia menguasai bangsa-bangsa. Inilah pahala bagi para pemenang yang meraja bersama dengan Kristus menguasai bangsa-bangsa dalam kerajaan seribu tahun (20:4, 6). Janji Tuhan ini dengan tegas menyiratkan, bahwa mereka yang tidak menjawab panggilan Tuhan, yang tidak mengalahkan kekristenan yang merosot, tidak bisa berbagian dalam pemerintahan kerajaan seribu tahun.

Dalam 2:28 kita memiliki beberapa aspek dari janji Tuhan bagi pemenang dalam tahap ini. Dia berkata, ”Dan kepadanya akan dikaruniakan bintang timur.” Bintang timur ini mengacu kepada kedatangan Kristus. Ketika Kristus menyatakan diri untuk kali pertama, yang melihat bintang-Nya (Mat. 2:2, 9-10), bukanlah agamawan Yahudi, melainkan orang-orang majus. Pada pernyataan-Nya kali kedua, Kristus akan menjadi bintang timur (bintang fajar) bagi para pemenang-Nya yang menantikan kedatangan-Nya dengan berjaga-jaga. Terhadap semua yang lainnya, Dia hanya tampil bagaikan matahari (Mal. 4:2). Hanya para pemenang yang tersembunyi, mereka yang menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi, akan melihat Kristus yang tersembunyi menampakkan diri-Nya sebagai bintang fajar bagi siapa saja yang mengasihi Dia

V. GEREJA DI SARDIS

“Sardis” dalam bahasa Yunaninya berarti “yang tersisa,” “orang-orang yang tersisa,” atau “pemugaran.” Sebagai tanda, gereja di Sardis melambangkan gereja Reformasi yang dimulai dari Reformasi hingga kedatangan Kristus kembali. Reformasi adalah reaksi Allah terhadap gereja Tiatira yang merosot—Reformasi dilakukan oleh kaum beriman minoritas, orang-orang yang tersisa. Jadi, Reformasi adalah pemulihan yang didatangkan oleh orang-orang yang tersisa.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

Kepada utusan di gereja Sardis Tuhan berkata,”Aku tahu segala pekerjaanmu, engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati”(Why. 3:1). Banyak orang menganggap gereja Protestan yang dipulihkan itu hidup, tetapi Tuhan berkata bahwa dia mati. Sebab itu, dalam keadaannya yang mati, dia memerlukan Roh yang hidup dan bintang yang bercahaya terang.

Dalam ayat 2 Tuhan melanjutkan “kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati” “Apa yang masih tinggal” adalah hal-hal yang pernah hilang, kemudian dipulihkan oleh pergerakan reformasi, misalnya dibenarkan oleh iman, Alkitab yang terbuka dan sebagainya. Meskipun hal-hal itu sudah dipulihkan, tetapi “keadaannya sudah hampir mati.” Sehingga gereja protestan itu perlu dibangkitkan.

Dalam ayat 2 Tuhan juga berkata, ”Sebab tidak satupun dari pekerjaanmu aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.” Tidak ada suatupun dalam reformasi yang telah dirampungkan oleh gereja-gereja Protestan. Karena itu gereja di Filadelfia (3:7-13), melambangkan gereja dalam pemulihan, perlu disempurnakan. Dalam pandangan Allah tidak ada suatupun pekerjaan yang sempurna karena itu disebut gereja yang dipulihkan.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini

Dalam 3:5 kita memiliki janji Tuhan bagi para pemenang dalam tahap ini. Menang disini mengacu kepada menang atas gereja protestan yang mati, yaitu menang dari protestanisme yang mati. Seluruh ayat 5 adalah janji Tuhan bagi para pemenang. Ini akan digenapi dalam kerajaan seribu tahun setelah kedatangan-Nya kembali.

Dalam 3:4 Tuhan berkata, ”Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya, mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.” Dalam Alkitab pakaian melambangkan apa adanya diri kita dalam kelakuan dan penghidupan kita. Mencemarkan pakaian di sini khususnya berarti mengotori pakaian dengan noda maut. Di hadapan Allah maut lebih najis daripada dosa (Im. 11:24-25; Bil. 6:6-7,9). Dalam ayat ini kecemaran di sini mengacu kepada sifat yang mati. Kecemaran di Sardis bukanlah kecemaran dosa tapi kecemaran kematian.

Perkataan dari orang yang tidak mencemarkan pakainnya, Tuhan berkata, ”mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu.” Putih tidak hanya mengacu kepada kemurnian melainkan juga melambangkan diperkenan. Pakaian putih melambangkan tingkah laku dan penghidupan yang tidak tercemar oleh maut, melainkan yang diperkenan oleh Tuhan. Inilah syarat berjalan dengan Tuhan, terutama dalam kerajaan yang akan datang.

Tuhan berkata dalam 3:5b, ”Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” Kitab hayat adalah catatan ilahi dari nama-nama orang-orang yang berbagian atas berkat Tuhan yang disiapkan bagi mereka. Berkat ini ada dalam tiga tahap: Masa gereja, masa seribu tahun, masa kekekalan. Semua kaum beriman akan berbagian dalam berkat pada masa pertama dan ketiga, tetapi hanya bagi pemenanglah yang mendapat berkat dalam masa yang kedua, yaitu masa kerajaan seribu tahun. Kepada siapa yang bekerja sama dalam suplai kasih karunia Tuhan dan matang dalam zaman gereja akan diberikan pahala masuk ke dalam kerajaan seribu tahun dan berbagian dalam berkat ilahi dalam tahap ini. Ini berarti bahwa namanya tidak akan dihapus dari kitab hayat selama seribu tahun.

VI. GEREJA DI FILADELFIA

Kata Yunaninya, ”Filadelfia“ berarti kasih persaudaraan. Sebagai tanda, gereja di Filadelfia melambangkan hidup gereja yang normal yang dipulihkan oleh saudara-saudara yang dibangkitkan oleh Tuhan di Inggris pada awal abad sembilanbelas. Seperti halnya gereja reformasi yang dilambangkan oleh gereja di Sardis, adalah reaksi terhadap gereja Tiatira, demikian pula gereja kasih persaudaraan, adalah reaksi terhadap gereja reformasi yang mati. Reaksi ini akan berlangsung terus sebagai kesaksian yang berkebalikan terhadap Tiatira dan Sardis yang merosot, sampai Tuhan kembali.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

Gereja yang menjaga firman Tuhan.Dalam Wahyu 3:8b Tuhan Yesus berkata,”Engkau memiliki kekuatan yang tidak seberapa dan engkau menjaga firman-Ku," Satu yang istimewa dari gereja Filadelfia adalah menjaga firman Tuhan. Berdasarkan sejarah hari ini tidak ada kekristenan yang menjaga firman Tuhan dengan ketat seperti gereja di Filadelfia. Gereja di Filadelfia adalah gereja yang dipulihkan, yang tidak memperhatikan tradisi; gereja ini hanya memperhatikan firman Tuhan.

Dalam 3:8 Tuhan juga mengatakan bahwa gereja di Filadelfia tidak menyangkal nama-Nya. Kaum saudara yang dibangkitkan oleh Tuhan di Inggris pada bagian permulaan abad sembilanbelas tidak memakai nama yang lain selain nama Tuhan. Firman adalah ekspresi Tuhan, dan nama adalah Tuhan sendiri. Gereja yang murtad telah menyimpang dari firman Tuhan dan menjadi bidah. Gereja Reformasi meskipun telah sedikit memulihkan firman Tuhan, tapi mereka menyangkal nama Tuhan dengan menjadikan diri mereka sendiri denominasi dengan berbagai macam nama. Gereja yang dipulihkan bukan hanya secara keseluruhan kembali pada firman Tuhan, juga telah meninggalkan semua nama selain nama Tuhan Yesus Kristus. Gereja yang dipulihkan secara mutlat milik Tuhan, tidak boleh ada nama lainnya. Yang menyimpang dari Firman Tuhan adalah murtad, dan yang membuat gereja dengan denominasi dengan mengambil nama apapun selain nama Tuhan adalah perjinahan rohani. Gereja sebagai perawan yang suci telah ditunangkan dengan Kristus (2 Kor. 11:2) seharusnya tidak boleh ada nama lain selain nama suaminya. Semua nama adalah kekejian di pandangan Allah.

Dalam 3:8a Tuhan berkata, ”Aku tahu pekerjaanmu; lihatlah Aku membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.” Sebagai yang memegang kunci Daud dan yang membuka dan tidak ada yang dapat menutup (ay. 7), Tuhan telah membukakan pintu kepada gereja yang dipulihkan, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Sejak pemulihan kehidupan gereja yang wajar dimulai pada awal abad sembilanbelas, sampai sekarang, pemulihan Tuhan selalu memiliki pintu yang terbuka.

“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi” (3:10). Janji mengacu kepada keterangkatan para pemenang sebelum masa kesusahan besar. “Pencobaan” dalam 3:10 pasti mengacu pada kesusahan besar (Mat. 24:21), yang akan melanda seluruh dunia, seperti yang ditunjukkan oleh sangkakala kelima, sangkakala keenam, dan ketujuh cawan pada sangkakala ketujuh (8:13-9:2; 11:14-15; 15:1; 16:1-21). Pencobaan tersebut juga meliputi malapetaka adikodrati dari materai keenam dan keempat sangkakala pertama yang mendatangkan kesusahan besar. Karena gereja yang dipulihkan Tuhan berpegang pada firman ketekunan Tuhan, maka Tuhan berjanji akan melindunginya terhindar dari saat pencobaan ini(bukan hanya terhindar dari pencobaan tersebut, melainkan terhindar dari saat pencobaan ini). Janji Tuhan ini sama dengan dengan janji-Nya dalam Lukas 21:36, menunjukkan bahwa orang kudus yang berpegang pada firman ketekunan Tuhan, akan terangkat sebelum pencobaan besar; menyiratkan bahwa orang-orang yang tidak berpegang pada firman ketekunan Tuhan, akan tertinggal dalam pencobaan itu.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini

Dalam Wahyu 3:11 dan 12 kita memiliki janji Tuhan bagi para pemenang di gereja Filadelfia. Menjadi menang dalam surat ini berarti mempertahankan apa yang dimiliki gereja yang dipulihkan.

Dalam ayat 11 Tuhan berekata, ”Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” Gereja yang dipulihkan sudah memperoleh mahkota. Tetapi bila ia tidak mempertahankan apa yang telah dimilikinya dalam pemulihan Tuhan sampai kedatangan Tuhan, mahkotanya akan direbut orang. Untuk mendapat pahala dari Tuhan, mahkota ini perlu dipertahankan sampai Dia datang kembali.

Dalam 3:12a Tuhan berkata, ”Barangsiapa menang, ia akan kujadikan sokoguru di dalam bait suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ.” Dalam 2:17 pemenang akan menjadi batu yang ditransformasi untuk pembangunan Allah. Di sini pemenang akan dijadikan sokoguru yang terbangun dalam bait Allah. Karena terbangun dalam bangunan Allah, “dia tidak akan keluar lagi dari situ”. Janji ini akan tergenap dalam kerajaan seribu tahun sebagai pahala bagi pemenang.

Dalam 3:12b Tuhan melanjutkan perkataan-Nya mengenai pemenang, ”Dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku,, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.” Di sini Tuhan berbicara mengenai Yerusalem Baru. Yerusalam Baru bukanlah suatu kota fisik tetapi sautu komposisi dari kaum beriman. Komposisi ini pertama kali akan muncul dalam kerajaan seribu tahun sebagai totalitas dari semua pemenang. Para pemenang ini akan mendapatkan nama Allah karena di dalam diri mereka memiliki sifat Allah, dan mereka akan mendapatkan nama dari kota Allah karena mereka adalah kota Allah. Ini berarti bahwa pemenang akan menjadi Yerusalem Baru.

VII. GEREJA DI LAODIKIA

Dalam bahasa Yunaninya, ”Laodikia” berarti pendapat, keputusan rakyat jelata (atau kaum beriman awam). Sebagai tanda, gereja di Laodikia melambangkan gereja yang dipulihkan yang merosot lagi. Tidak sampai seratus tahun setelah Tuhan memulihkan gereja yang wajar pada awal abad sembilanbelas, sebagian “perhimpunan” (istilah yang dipakai oleh kaum saudara yang telah merosot. Gereja yang dipulihkan yang telah merosot ini berbeda dengan gereja reformasi yang dilambangkan oleh gereja di Sardis, juga berbeda dengan gereja yang dipulihkan yang benar dilambangkan oleh gereja di Filadelfia. Gereja ini akan tinggal sampai Tuhan kembali.

A. Kondisi Gereja pada Tahap ini

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Why. 3:15-16). Kapankala gereja telah merosot, itu adalah suam-suam kuku—tidak dingin atau panas.

Berdasarkan ayat 16b, mengenai akan dimuntahkan dari mulut Tuhan karena suam-suam kuku. Sekali kita menjadi suam-suam kuku, kita tidak layak bagi pergerakkan Tuhan dan akan dimuntahkan dari mulut-Nya. Ketika gereja yang dipulihkan menjadi merosot, maka ia berada dalam bahaya, jikalau dia tidak bertobat untuk menjadi panas dalam mencari kekayaan pengalaman akan Tuhan, maka akan dimuntahkan dari mulut Tuhan. Dimuntahkan dari mulut Tuahn berarti kehilangan kenikmatan atas segala apa adanya Tuhan terhadap gereja-Nya.

Dalam ayat 17 Tuhan melanjutkan, ”Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,” Gereja yang dipulihkan yang merosot (“perhimpunan”) memegahkan kekayaannya (terutama pengetahuan atas doktrin), tetapi tidak menyadari dia miskin atas hayat, buta atas daya pandang, dan telanjang atas perbuatan.

Dalam ayat 18 Tuhan melanjutkan Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Membeli harus membayar harga. Gereja yang dipulihkan yang kemudian merosot lagi perlu membayar harga untuk membeli emas, pakaian putih, dan salep mata, yang sangat dia perlukan.

Dalam Wahyu 3:20a Tuhan berkata, ”Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan megetok.” Pintu di sini bukanlah pintu hati perorangan, melainkan pintu gereja. Gereja di Laodikia memiliki pengetahuan, namun tanpa penyertaan Tuhan. Tuhan adalah Kepala gereja, Dia berdiri di luar pintu gereja yang merosot dan mengetuk pintu. Ini berarti bahwa gereja yang dipulihkan yang merosot adalah tanpa Kristus. Gereja ini memiliki Kristus sebagai namanya tetapi tidak dalam penyertaan. Akhirnya Tuhan ada di luar pintu gereja.

B. Janji Tuhan bagi Para Pemenang Tahap ini.

Dalam 3:20b dan 21 kita memiliki janji Tuhan bagi para pemenang dalam tahap ini. Menang di sini mengacu kepada menang atas suam-suam kuku dan kesombongan gereja yang dipulihkan yang merosost lagi, agar membeli segala keperluan tersebut dan membuka pintu supaya Tuhan dapat masuk.

Dalam ayat 20b Tuhan berkata, ”Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Berdasarkan kata Yunani, kata “makan” mengacu kepada menerima makanan utama pada malam hari. Makan di sini tidak hanya mengacu pada sejenis makanan tetapi berbagian dengan kekayaan makanan tersebut. Hal ini mungkin mengindikasikan penggenapan dari bangsa Israel makan hasil kekayaan dari tanah permai di Kanaan (Yos. 5:10-12).

Makan yang dijanjikan dalam Wahyu 3:20b bukan hanya untuk yang akan datang tapi juga untuk hari ini. Bila kita adalah pemenang, ketika Tuhan datang dalam kerajaan kita akan memiliki kehormatan yang khusus makan bersama dengan Dia. Pada saatnya kita akan berbagian menikmati Dia makan malam bersama dengan kita.

Dalam ayat 21 Tuhan berkata, ”Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku diatas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku diatas takhta-Nya.” Duduk bersama-sama dengan Tuhan diata takhta-Nya adalah pahala yang diberikan kepada pemenang, agar dia dapat berbagian dalam kekuasaan Tuhan dan meraja bersama dengan Tuhan pada kerajaan seribu tahun yang akan datang, untuk mengatur seluruh bumi.

KESIMPULAN

Ketujuh gereja dalam Wahyu pasal 2 dan 3 tidak hanya mengacu kepada nubuat. Kemajuan gereja dalam tujuh tahap tetapi juga sebagai lambang dari tujuh gereja dalam sejarah gereja: gereja yang sebermula, gereja yang menderita, gereja yang bercampur dengan dunia, gereja yang murtad, gereja reformasi, gereja yang dipulihkan, dan gereja yang dipulihkan yang merosot. Gereja sebermula adalah kelanjutan dari gereja yang menderita; gereja yang menderita berbalik kepada gereja yang bercampur dengan dunia; dan gereja yang telah bercampur dengan dunia menjadi gereja yang murtad. Sehingga dari gereja yang pertama sampai yang keempat ini akhirnya menghasilkan satu jenis gereja, yaitu gereja yang murtad, gereja Roma Katholik. Maka sebagai reaksi dari gereja yang murtad maka ada gereja Reformasi sebagai bentuk gereja yang lain, gereja ini tidak seluruhnya dipulihkan. Kelanjutannya adalah bangkitnya gereja yang dipulihkan sebagai pemulihan yang penuh dari kehidupan gereja. Dari kemerosotan sampai gereja yang dipulihkan, maka jadilah gereja yang dipulihkan yang merosot. Keempat jenis gereja ini—Gereja Roma Katholik, gereja Reformasi, gereja yang dipulihkan, dan gereja yang dipulihkan yang merosot—akan bertahan sampai Tuhan datang kembali. Niscaya gereja yang dipulihkanlah yang dapat menggenapi tujuan kekal Allah.