← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 10/24

KEGAGALAN DI DALAM GEREJA-GEREJA, KEMEROSOTAN DAN PEMULIHAN GEREJA

Pembacaan Alkitab: Kis 5:1-11; 6:1; 15:1-2; Kol 2:8, 16, 20-22; 2 Tim 1:15; Ezra 1:3-11; 1 Tim 1:3-4; Yoh 5:17.

Garis Besar

I. Kegagalan di dalam gereje-gereja

II. Kemerosotan gereja

A. Selama Perjanjian Baru

B. Setelah Perjanjian Baru

III. Pemulihan gereja

A. Dilambangkan oleh kembalinya bangsa Israel dari penawanan mereka

B. Diindikasikan di dalam surat-surat kiriman Perjanjian Baru terkemudian

C. Dipulihkan

1. Dari tumpuan perpecahan dan kemurtadan dengan penyimpangannya terhadap kebenaran-kebenaran mengenai:

a. Persona Allah Tritunggal

b. Persona dan pekerjaan Kristus

2. Kembali kepada dasar yang unik dan murni dari keesaan Tubuh Kristus dengan kebenaran-kebenarannya mengenai:

a. Iman Perjanjian Baru dan ekonomi Allah

b. Persona dan pekerjaan Kristus

c. Persona dan dispensi Allah Tritunggal

d. Gereja, Tubuh Kristus, Kristus yang korporat

e. Aspek-aspek universal dan lokal dari gereja

3. Untuk membangun Tubuh Kristus, bait Allah, rumah Allah

4. Untuk mendirikan kehidupan kerajaan

Di dalam pelajaran-pelajaran yang terdahulu kita hanya mempertimbangkan hal-hal positif dari gereja. Di dalam Alkitab tercatat tidak hanya hal-hal yang positif, tetapi juga catatan kegagalan di dalam gereja dan kemerosotan gereja-gereja. Alkitab juga meliputi pemulihan gereja. Alkitab sangat seimbang di semua aspek ini.

I. KEGAGALAN-KEGAGALAN DI DALAM GEREJA-GEREJA

Di dalam gereja universal tidak ada kegagalan, tetapi ada kegagalan-kegagalan di dalam gereja-gereja lokal. Semua kegagalan berasal dari satu sumber, dan sumber ini di dalam Satan, yang menghasut kelemahan kaum saleh untuk menimbulkan semua jenis problem lokal. Gereja universal adalah surgawi, kudus, dan bahkan ilahi. Tetapi ketika gereja universal menjangkau suatu lokalitas tertentu untuk diekspresikan di dalam sebuah gereja lokal, gereja di dalam lokalitas itu mungkin terkontaminasi dan terpolusi oleh kebiasan-kebiasaan, praktek-praktek, dan filsafat-filsafat lokal tertentu.

Kemunafikan—Kegagalan pertama di dalam gereja-gereja adalah kemunafikan yang terlihat dalam kasus Ananias dan Safira (Kis. 5:1-11). Kemunafikan adalah suatu masalah berpura-pura menjadi seseorang untuk memperoleh sebuah nama sehingga kita mendapat kemuliaan yang sia-sia. Semua ini berhubungan dengan ambisi.

Perbedaan rasial—Kegagalan ke dua adalah menang oleh perbedaan-perbedaan rasial (Kis. 6:1). “Timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani” karena hal makan. Hal ini disebabkan oleh praktek memiliki semua barang bersama-sama yang semakin berkurang.

Praktek-praktek legal—Kegagalan lain adalah membawa masuk praktek-praktek legal Perjanjian Lama (Kis. 15:1-2). Kisah Para Rasul 15:1 berkata, “beberapa orang datang dari Yudea ke Anthiokia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: Jikalau kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Perkataan semacam ini adalah suatu peniadaan iman di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah, dan adalah suatu hal yang benar-benar bidah. Kegagalan ini menghapuskan kemerdekaan kaum beriman di dalam Kristus. Hal ini bahkan menyebabkan Petrus menjadi munafik dan menyebabkan sisa dari kaum beriman Yahudi yang bersama-sama dengan dia, bergabung dengannya di dalam kemunafikan. Bahkan Barnabas terbawa oleh kemunafikan mereka.

Kompromi—Suatu kegagalan yang serius di dalam gereja-gereja adalah berkompromi dengan Yudaisme yang dipimpin oleh rasul Yakobus (Kis. 21:20-26). Kegagalan ini membawa masuk campuran Yudaisme untuk mengkontaminasi kasih karunia Allah yang murni, yang merusak kemurnian hidup gereja, dan merusak kesaksian yang murni dari Yesus Kristus sebagai perwujudan kasih karunia Allah yang murni. Kegagalan ini menghasilkan pengakhiran gereja ketika Yerusalem dihancurkan oleh pasukan Romawi (di bawah pimpinan Titus) pada 70 M, sebagai akibat penghakiman Allah.

Kegagalan yang lain mencakup: menghakimi satu sama lain di dalam hal makan dan pemeliharaan hari-hari, dan tidak membangun satu sama lain (Rm. 14); membuat perpecahan-perpecahandan menyebabkan kejatuhan berlawanan dengan ajaran para rasul (Rm. 16:17); menyombongkan seorang yang berkarunia terhadap yang lain sehingga mengakibatkan perselisihan dan perpecahan (1 Kor. 1:11-12); melakukan perzinahan (1 Kor. 5:1); melakukan tuntutan perkara untuk saling menyerang (1 Kor. 6:4-7); meragukan hal kerasulan dan menuduh rasul ahli di dalam mencari untung dengan tipu muslihat (1 Kor. 9:1-3; 2 Kor. 12:16); berbagian dengan meja Tuhan dan meja roh-roh jahat (1 Kor. 10:21); memakan roti dan meminum cawan Tuhan dengan cara yang tidak layak dan tidak melihat Tubuh (1 Kor. 11:27); penyalahgunaan karunia berbahasa lidah (1 Kor. 14:19-20, 23); mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan dari kematian (1 Kor. 15:12); dan akhirnya, berjalan dengan tidak tertib (2 Tes. 3:11).

Tujuan Allah di dalam mencatat kegagalan-kegagalan ini di dalam Kitab Suci adalah untuk memberi kita suatu peringatan tentang kemungkinan dari kegagalan semacam itu terulang kembali di dalam hidup gereja. Kita perlu belajar dari semua kegagalan-kegagalan ini dan sedapatnya menghindarinya. Jika gereja di dalam jaman para rasul bisa menderita semua kegagalan ini, maka lebih mungkin terjadi sekarang, jika kita ceroboh, kita juga akan menderita kegagalan yang sama. Karena itu, kita perlu untuk berpaling kepada Tuhan sehingga kita dapat dilindungi dari kegagalan-kegagalan ini.

II. KEMEROSOTAN GEREJA

Ada perbedaan antara kegagalan-kegagalan di dalam gereja dan kemerosotan gereja. Kegagalan adalah tidak serius secara mendasar. Sebaliknya kemerosotan gereja adalah lebih mendasar, karena hal ini memotong akar hayat, kehidupan, dan pertumbuhan gereja. Tidak seperti kegagalan, kemerosotan tidak hanya membawa masuk hal-hal yang salah tetapi memotong akar dari “pohon” gereja.

A. Sebagaimana Digambarkan di dalam Perjanjian Baru

Filsafat Gnostik—Aspek pertama dari kemerosotan gereja adalah gereja diambil alih oleh filsafat Gnostik dan elemen-elemen dari dunia—ajaran-ajaran mendasar baik dari orang Yahudi maupun orang kafir, membntuk pemeliharaan riual di dalam hal-hal seperti daging minuman,pembasuhan, ascetisme (Kol. 2:8, 16, 20-22; Tit. 1:14-15). Gnostikisme adalah suatu komposisi filsafat Yunani dan Timur dan agama Yahudi. Ketika gereja menyebar ke dunia orang kafir, gereja terkontaminasi oleh Gnostikisme. Kontaminasi ini menjadi akar permasalahan di dalam gereja; hal ini hampir memutuskan seluruh akar kehidupan gereja. Karena itu, Gnostikisme adalah ancaman serius bagi eksistensi kehidupan gereja.

Ajaran yang berbeda—Aspek lain dari kemerosotan gereja adalah mengajarkan hal-hal yang berbeda dari ekonomi Allah yang diajarkan oleh rasul, yang menghasilkan perpalingan dari ajaran rasul. Kisah Para Rasul 2:42 memberi tahu kita bahwa semua kaum beriman yang baru bertekun di dalam pengajaran para rasul. Apa yang diajarkan oleh para rasul adalah seturut ekonomi Perjanjian Baru Allah. Tetapi pada suatu waktu tertentu beberapa guru mulai mengajarkan hal-hal alkitabiah tertentu, tetapi hal-hal itu berbeda dari ekonomi Allah, yang berarti berbeda dari ajaran para rasul. Mengajar secara berbeda adalah mengajar mitos, silsilah yang tak berkeputusan, dan hukum Taurat (1 Tim. 1:7-8), semua yang adalah omongan yang sia-sia (ay. 6), berbeda dari ajaran rasul yang berpusat pada Kristus dan gereja. Akhirnya hal ini berakibat di dalam perpalingan dari ajaran Paulus (2 Tim. 1:15).

Keuntungan dasar—Dalam 1 Timotius 6:5b Paulus membicarakan mereka yang mengira “kesalehan adalah alat untuk mendapat kentungan.” Mereka membuat kesalehan sebagai jalan untuk memperoleh keuntungan-keuntungan material, suatu keuntungan—perdagangan. Keinginan untuk keuntungan material adalah alasan lain seseorang mengajarkan secara berbeda dari ekonomi Allah yang diajarkan para rasul. Jadi, karena kesombongan dan keinginan untuk keuntungan, untuk kekayaan, beberapa orang mengajar secara berbeda. Kesombongan berhubungan dengan dengan ingin mendapat nama dan reputasi yang baik, dan keuntungan berhubungan dengan uang dan keuntungan material.

Berpaling dari para rasul—Surat kiriman Paulus adalah perampungan dari wahyu ilahi tentang tujuan dan ekonomi kekal Allah (Kol. 1:25). Ministrinya merampungkan wahyu tentang Kristus yang almuhit dan Tubuh universal-Nya, gereja sebagai kepenuhan-Nya untuk mengekspresikan Dia. Namun, di dalam kemerosotan gereja, banyak yang berpaling dari ministri Paulus. “Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling daripadaku” (2 Tim. 1:15). Mereka yang berpaling dari ministri Paulus menyimpang dari wahyu Allah yang lengkap, yang pusatnya adalah Kristus sebagai misteri di dalam kaum beriman (Kol. 1:27).)

Bidah (heresies)—2 Timotius 2:16-18 berkata, “Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.” Di sini Paulus menunjuk mereka yang membawa masuk bidah sebagai penyakit kanker.

Bidat (factious)—Titus 3:10 dan 11 berkata, ”Seorang bidat yang sudah satu dua kali kau nasehati, hendaknya engkau jauhi. Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. Orang yang sesat adalah bidah, orang penganut sekte yang menyebabkan perpecahan melalui membentuk kelompok-kelompok di dalam gereja seturut opininya sendiri. Gnostik Yudaisme yang disebutkan di ayat sebelumnya pasti berhubungan dengan ini. Perpecahan didasarkan pada ajaran-ajaran yang berbeda. Ini adalah alasan bahwa ayat 10 muncul setelah ayat 9. Kaum beriman tertentu mungkin bertahan pada ajaran hukum Taurat dan karenanya menjadi terpecah.

Kembali kepada Yudaisme—Di dalam Ibrani 10:25-29 Paulus memperingati kaum beriman Ibrani agar tidak meninggalkan gereja untuk sengaja berbuat dosa, yaitu, kembali ke Yudaisme untuk mempersembahkan korban penghapus dosa yang mana telah diakhiri.

Menyangkal persona Kristus—1 Yohanes 2:22 mengatakan, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah anti-kristus, yaitu dia yang menyangkal baik bapa maupun Anak.” Satu Yohanes 4:2 berkata, “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.”Ayat-ayat ini menyingkapkan kepada kita bahwa beberapa orang tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang datang menjadi daging (Yoh. 1:1, 14; 10:30; 20:28; Kis. 20:28; 1 Tim. 3:16; Ibr. 1:8).

Tidak tinggal di dalam pengajaran Kristus—Dua Yohanes 9 berkata,”Setiap orang yang melebihi dan tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.” Dalam bahasa Yunani secara literal kata yang diterjemahkan melebihi berarti memimpin ke depan (di dalam makna negatif), yaitu, pergi lebih jauh dari apa yang seharusnya, melampaui batas ajaran ortodok mengenai Kristus. Ini berlawanan dengan tinggal di dalam ajaran Kristus. Orang-orang Gnostik Cerintus yang sombong yang mengira pemikiran mereka yang maju tentang ajaran Kristus, memiliki praktek semacam itu. Mereka melampaui ajaran tentang keterkandungan ilahi Kristus, sehingga menyangkal keilahian Kristus. Sebagai akibatnya, mereka tidak dapat memiliki keselamatan dan hayat Allah.

Meninggalkan iman—Di dalam kemerosotan gereja beberapa orang meninggalkan iman. Ini adalah penyebab kitab Yudas menuliskan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menuliskan kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menuliskan ini kepada kamu dan menasehati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” (Yud. 3). Iman di dalam ayat ini tidak subyektif; ini adalah iman obyektif. Hal ini tidak mengacu tindak percaya kita, tetapi kepada kepercayaan kita, kepada apa yang kita percayai. Iman mengacu kepada isi dari Perjanjian Baru sebagai iman kita ( Kis. 6:7; 1 Tim. 1:19; 3:9; 4:1; 5:8; 6:10, 21; 2 Tim. 2:18; 3:8; 4:7; Tit. 1:13), yang ke dalamnya kita percaya untuk keselamatan Allah secara umum. Iman ini, bukan doktrin apapun, telah diberikan kepada kita sekali untuk semua kaum saleh. Untuk iman ini kita seharusya bertanding (1 Tim. 6:12).) Terdapat lebih banyak poin kemerosotan di dalam kitab Wahyu. Kita akan mempertimbangkan hal ini di dalam pelajaran selanjutnya.

B. Setelah Zaman Perjanjian Baru

Gereja merosot lebih lanjut setelah perampungan zaman Perjanjian Baru. Satan berusaha sebaik mungkin untuk menghancurkan gereja karena dia tahu bahwa pembangunan gereja akan menghancurkannya. Dia memakai kekaisaran Roma untuk menganiaya gereja di dalam usahanya untuk membinasakannya. Penganiayaan, sebagaimana kita tahu, tidak menghabisi orang Kristen; bahkan membantu mereka. Kemudian Satan mengubah strateginya. Di bawah pemerintahan Konstantin Agung kekaisaran Roma membuat agama Kristen sah, dan orang Kristen mempunyai kebebasan penuh untuk beribadah. Karena pemberian-pemberian yang dia berikan kepada orang Kristen, ribuan penyembah berhala dibaptis dan menjadi orang Kristen KTP. Ini adalah lalang yang dibicarakan di dalam Matius 13:24-30. Lalang ini merusak Kekristenan. Konstantin bertidak secara terbuka sebagai kepala gereja, di mana pada masa pemerintahannya pertama kalinya disebut Katholik; pada waktu yang sama dia mempertahankan julukannya sebagai imam besar penyembah berhala.

Keruntuhan ini terus meningkat dari abad ke-4 sampai abad ke-6, di mana sistem keuskupan dibentuk. Dengan adanya hal ini gereja Roma Katholik mencapai perkembangan yang penuh; gereja ini diklaim sebagai satu-satunya gereja universal (Katholik berarti universal) dan menggunakan kekuatan duniawi atas rakyat dan negara-negara. Tidak ada protes atau perbedaan pendapat yang ditolerans. Selama berabad-abad di bawah kekuasaannya, gereja Roma Katholik membunuh lebih banyak orang Kristen sejati daripada kekaisaran Roma, yang menyembah berhala, membunuh. Di bawah kegelapan gereja semacam itu, terjadilah zaman kegelapan, yang berlangsung selama 10 abad, dari tahun 500 sampai 1500 M.) Secara singkat setelah itu, Tuhan mulai memulihkan gereja. Haleluya!

III. PEMULIHAN GEREJA

Ketika kita membicarakan pemulihan gereja, kita mengartikan bahwa sesuatu yang asli, yang menjadi hilang atau rusak, dan yang sekarang perlu dikembalikan pada keadaan yang semula. Karena gereja telah merosot selama sejarahnya yang berabad-abad, maka perlu dipulihkan seturut maksud Allah yang semula. Tentang gereja, pandangan kita tidak seharusnya dikendalikan oleh situasi sekarang atau oleh praktek trdisional tetapi oleh standar dan maksud Allah yang semula sebagaimana diwahyukan di dalam Alkitab.

Pertama-tama, Allah bertujuan dan kemudian Dia datang untuk merampungkan tujuan-Nya. Lebih lanjut, Perjanjian Baru juga memberi kita suatu catatan yang jelas datas bagaimana musuh Allah datang untuk menghancurkan apa yang telah Allah rampungkan. Bagaimanapun, Allah adalah Allah dengan suatu tujuan kekal. Dia adalah Allah yang penuh tujuan, dan sekali Dia telah menetapkan kehendak-Nya untuk melakukan sesuatu, tidak ada yang dapat mengubah pikiran-Nya atau menghentikan Dia. Karenya, setelah perusakan Satan, Allah datang untuk melakukan lagi apa yang telah dia kerjakan sebelumnya. Pengerjaan kembali ini adalah pemulihan-Nya. Ini adalah untuk membawa kembali apa yang telah hilang dan dirusak oleh musuh Allah, Satan.

A. Dilambangkan oleh Kembalinya Bangsa Israel dari Penawanan Mereka

Gereja pemulihan dilambangkan oleh kembalinya bangsa Israel dari penawanan mereka (Ezr. 1:3-11). Untuk memahami gereja pemulihan, kita perlu untuk mempertimbangkan sejarah bangsa Israel di dalam Perjanjian Lama.

Seluruh sejarah bangsa Israel adalah lambang yang penuh, suatu lambang yang almuhit dari gereja. Sejarah bangsa Israel dimulai dengan kitab Keluaran. Bangsa Israel diperbudak di Mesir, tetapi melalui domba Paskah mereka dibebaskan dari kekuasaan Firaun. Mereka keluar dari Mesir, menyeberangi laut Merah, memasuki padang belantara, dan sampai ke gunung Sinai, dan mereka membangun tabernakel sebagai tempat kediaman Allah di muka bumi. Bahkan bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan memasuki tanah permai Kanaan. Setelah menaklukkan penduduk Kanaan dan memperoleh tanah tersebut, mereka membangun bait. Tak lama sesudah pembangunan bait itu bangsa Israel mengalami masa keemasan. Tetapi masa keemasan tersebut tidak berlangsung lama. Hal ini terutama disebabkan oleh kegagalan Salomo, bait dihancurkan, dan bangsa Israel ditawan di Babel. Tentara Babel tidak hanya menghancurkan Yerusalem dengan baitnya tetapi juga membawa perabot-perabot bait ke Babel dan meletakkannya ke dalam kuil-kuil berhala. Hal yang sangat memalukan! Bangsa Israel tetap tinggal di Babel selama 70 tahun.

Sebagaimana dilambangkan oleh bagian terakhir dari sejarah bangsa Israel, masa pemulihan dimulai dari Babel—tempat penawanan dan perpecahan (Ezr. 1:11). Makna dari pemulihan bangsa Israel adalah kembalinya mereka ke Yerusalem dari Babel. Secara negatif dipulihkan bermakna dibawa keluar dari Babel; secara positif hal itu bermakna dibawa kembali ke Yerusalem. Dasar unik yang ditetapkan Allah. Yerusalem adalah tempat yang dipilih oleh Allah (Ul. 12:5). Karena itu Yerusalem adalah pusat penyembahan umat Allah, dan pusat yang unik ini memelihara keesaan umat Allah. Tanpa adanya pusat seperti ini, setelah bangsa Israel memasuki tanah permai mereka akan terpecah-belah. Pemulihan gereja juga dilambangkan oleh pembangunan kembali bait Allah, rumah Allah, setelah kembalinya bangsa Israel dari Babel. (Ezr.1:3). Akhirnya pemulihan gereja di dalam Perjanjian Lama dilambangkan oleh pembangunan kembali kota Yerusalem. (Neh. 2:11, 17). Setelah pemulihan pembangunan bait, masih diperlukan pembangunan kota. Tanpa kota maka tidak ada perlindungan untuk bait. Bait, tempat hadirat Allah memerlukan perlindungan. Tembok dari kota adalah perlindungan bait.

Secara rohani, kemerosotan gereja adalah di dalam penawanan. Umat Allah telah terpecah-belah, terceai-berai, dan dibawa keluar dari dasar keesaan yang tepat kepada dasar yang salah. Di dalam lambang Perjanjian Lama, bani Israel dipusatkan di sekitar Yerusalem, tetapi akhirnya mereka tercerai-berai dan dibawa keluar ke berbagai tempat, yang secara khusus ke Babel. Ini adalah potret dari kebanyakan kekristenan hari ini. Di dalam makna yang sesungguhnya, kaum beriman hari ini adalah lebih tercerai-berai dari bangsa Israel. Karena itu, kita perlu dipulihkan. Kita tidak hanya perlu kebangkitan tetapi juga pemulihan.

B. Diindikasikan dalam Surat-surat Kiriman Teakhir di Dalam Perjanjian Baru

Pemulihan gereja disingkapkan secara penuh di dalam Perjanjian Baru meskipun kata “pemulihan” tidak digunakan. Pemulihan ini terutama disingkapkan di dalam surat-surat kiriman terakhir di dalam Perjanjian Baru. Kita tidak menemukan pemulihan gereja di dalam Roma atau 1 Korintus, tetapi kita menemukannya di dalam Titus, 2 Timotius, 2 Yohanes, dan Wahyu. Di dalam tulisan-tulisan terakhir Perjanjian Baru ini pemulihan disingkapkan secara penuh.

Untuk pemulihan gereja, kita perlu dipisah dari bidat (factious)—sekte dan denominasi. Ini diindikasikan oleh perkataan Paulus di dalam Titus 3:10: “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasehati, hendaklah engkau jauhi.” Orang yang bidat adalah penganut sekte yang menyebabkan perpecahan dengan membentuk kelompok-kelompok di dalam gereja menurut opininya sendiri. Seorang yang bidat, pemecah-belah, setelah satu dua kali dinasehati, seharusnya ditolak, dijauhi. Ini adalah untuk menghentikan hubungan dengan seorang pemecah-belah yang menular untuk kepentingan gereja.

Hampir semua kaum beriman hari ini bidat (factious). Mereka menghargai, menghormati, dan meninggikan denominasi-denominasi mereka. Lebih jauh lagi, mereka memelihara dan membangun denominasi mereka. Jadi, mereka adalah pembangun sekte-sekte dan denominasi-denominasi. Jutaan orang Kristen hari ini adalah anggota dari sekte-sekte ini. Karena mereka adalah anggota dari sekte-sekte ini, kita tidak dapat bergabung dengan mereka, bahkan sekalipun mereka adalah saudara-saudara sejati di dalam Kristus. Kita tentu saja mencintai saudar-saudara kita di dalam Kristus, tetapi mereka berada di dalam sekte-sekte dan denominasi-denominasi, di mana kita tidak bisa berada di dalamnya. ini bukannya kita memisahkan diri dari kaum beriman yang lain, ini adalah sekte-sekte dan denominasi-denominasi yang memisahkan kita dari hidup gereja. Jika kita berbagian di dalam pemulihan gereja, kita perlu terpisah dari semua sektedan denominasi. Seperti halnya Ezra, Nehemia, dan mereka yang setia di dalam Perjanjian Lama, kita perlu meninggalkan Babel dan kembali ke Yerusalem.

C. Dipulihkan

1. Dari Dasar Perpecahan dan Kemurtadan dengan Penyimpangannya dari Kebenaran-kebenaran Mengenai:

a. Persona Allah Tritunggal

Kita perlu dipulihkan dari dasar perpecahan dan kemurtadan dengan penyimpangannya dari kebenaran mengenai persona Allah Tritunggal. Selama berabad-abad 3 kelompok ajaran utama tentang ke-Tritunggalan telah menimbulkan: modalisme, tritheisme, dan wahyu yang murni seturut Alkitab. Modalisme mengajarkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh tidak semuanya kekal, tidak semuanya ada dalam waktu yang bersamaan, tetapi hanya 3 perwujudan sementara dari 1 Allah. Tritheisme mengajarkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah 3 Allah. Kita tidak seharusnya ada hubungan modalisme, karena pandangan ektrim dari Tritunggal adalah bidah (heresy). Juga merupakan bidah (heresy) besar mengajarkan 3 Allah.

Kebenaran tentang persona Allah Tritunggal adalah dwiganda. Kedwigandaan kebenaran tentang Tritunggal diwujudkan dalam kata “tritunggal”. Kata sifat ini di dalam bahasa Latin terdiri dari 2 bagian; tri-, berarti 3, dan tunggal, yang berarti 1. Karena itu kata Tritunggal berarti tiga-satu. Di satu pihak Allah kita secara unik adalah esa; di pihak lain dia adalah tiga. Di dalam aspek Allah adalah esa, tidak ada pemisahan antara Bapa, Putra, dan Roh. Tetapi di dalam aspek Allah adalah tiga, ada perbedaan antara Bapa, Putra, dan Roh. Tuhan Yesus berkata, “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku.” (Yoh. 14:10). Karena Bapa dan Putra adalah saling huni satu sama lain, Mereka tidak dapat dipisahkan. Bagaimanapun juga masih ada perbedaan antara Bapa dan Putra.

b. Persona dan Pekerjaan Kristus

Kita juga perlu dipulihkan dari dasar perpecahan dan kemurtadan dengan penyimpangannya dari kebenaran tentang persona dan pekerjaan Kristus. Beberapa orang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus (1 Yoh. 2:22-23). Orang-orang ini menyangkal keilahian Kristus, tidak mengakui bahwa manusia Yesus adalah Allah menjadi seorang manusia. Sebagai akibatnya, hal ini juga menyangkal tentang penebusan Kristus, lebih mengukuhi bahwa kematianNya adalah martir daripada untuk penebusan kita. Menurut 1 Korintus 15:12-17, beberapa orang tidak percaya bahwa Kristus bangkit. Jika Dia tidak bangkit, kita tidak memiliki bukti pembenaran kita (Rm. 4:25), dan Dia tidak akan menjadi Roh Pemberi Hayat untuk melahirkan kembali dan mentransformasi kita. Karena itu gereja juga memerlukan untuk dipulihkan dari kondisi kemurtadan.

2. Kembali ke Dasar Keesaan yang Unik dan Murni dari Tubuh Kristus dengan Kebenaran-kebenarannya mengenai:

a. Iman Perjanjian Baru dan Ekonomi Allah

Di dalam 1 Timotius 1:3 dan 4 Paulus berkata, “Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak supaya engkau tinggal di Efesus dan menasehati orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain, ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan oleh Allah dalam iman.”Kata Yunani yang diterjemahkan “penyaluran Allah” mungkin juga diganti dengan “ekonomi rumah tangga Allah” (Ef. 1:10, 3:9). Ini adalah administrasi rumah tangga Allah untuk menyalurkan diri-Nya dalam Kristus ke dalam kaum berimanNya, sehingga Dia dapat memiliki sebuah rumah, sebuah rumah tangga untuk mengekspresikan diri-Nya sendiri, rumah tangga ini adalah gereja, tubuh Kristus (1 Tim 3:15). Ministri rasul dipusatkan pada ekonomi Allah ini (Kol. 1:25, 1 Kor. 9:17), di mana ajaran-ajaran yang berbeda dari orang-orang yang berselisih dipakai oleh musuh Allah untuk menyimpangkan umat Allah dari ekonomi Allah.

Di dalam 1 Timotius 1:4 Paulus memberitahu kita bahwa ekonomi Allah adalah di dalam iman. Penyaluran dari Allah Tritunggal yang terproses ke dalam kita adalah oleh iman. Penyaluran Allah adalah masalah di dalam iman, yaitu, di dalam alam dan elemen iman, di dalam Allah melalui Kristus. Ekonomi Allah untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya adalah tidak di dalam alam natural, juga tidak di dalam alam hukum, tetapi di dalam alam spiritual dari ciptaan baru melalui kelahiran kembali oleh iman di dalam Kristus (Gal. 3:23-26). Oleh iman kita dilahirkan oleh Allah untuk menjadi anak-anak-Nya, berbagian di dalam hayat dan sifat-Nya untuk mengekspresikan diri-Nya. Oleh iman kita diletakkan dia dalam Kristus untuk menjadi anggota Tubuh-Nya, berbagian dengan semua apa adanya Dia untuk mengekspresikan-Nya. Ini adalah penyaluran Allah seturut ekonomi Perjanjian Baru, yang dilaksanakan di dalam iman. Kita perlu dipulihkan kembali kepada item ini.

b. Persona dan Pekerjaan Kristus

Mengenai persona dan pekerjaan Kristus, kita harus mengabarkan bahwa Kristus adalah Allah berinkarnasi menjadi seorang manusia-Allah, bahwa dia adalah baik ilahi maupun insani. Kita juga harus mengabarkan kematianNya yang menebus. Di dalam pekerjaan penebusanNya, Dia mati di atas salib untuk dosa-dosa kita dan juga untuk kita orang-orang yang berdosa. Kemudia dia bangkit sehingga Dia dapat membagikan diri-Nya ke dalam kita sebagai hayat ilahi. Karena itu, injil yang kita beritakan adalah Kristus, manusia-Allah, yang mati untuk dosa-dosa kita dan dibangkitkan. Dia adalah Allah yang lengkap serta manusia sejati dan sempurna. Dia sendiri layak untuk menjadi penyelamat kita. Masalah persona dan pekerjaan Kristus diliput di dalam tahun kedua dari sekolah kebenaran musim panas.

c. Persona dan Dispensi Allah Tritunggal

Pemulihan gereja juga memerlukan kita untuk dipulihkan kepada persona dan penyaluran Allah Tritunggal. Perkara penyaluran Allah ini adalah suatu hal yang dihilangkan oleh banyak orang Kristen hari ini. Oleh belas-kasih Allah kita telah diterangi untuk melihat bahwa di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah ada persona Tritunggal, ilahi untuk penyaluran diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya menjadi hayat, suplai hayat, dan segala sesuatu mereka. Karena hal ini telah diabaikan oleh kebanyakan orang hari ini, kita perlu dipulihkan kepada pengertian dan pemahaman yang tepat tentang penyaluran ilahi dari kekayaan Allah Tritunggal yang telah melalui proses ke dalam diri kita.

Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah rencana-Nya untuk mendispensikan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya di dalam ketrinitasan-Nya. Penyaluran ini memiliki 3 tahap. Pertama, dari Allah Bapa, yang adalah sumber, asal-mula. Kedua, penyaluran ini adalah melalui Allah Putra, yang adalah jalan (course). Ketiga, penyaluran Allah ada di dalam Allah yang adalah Roh, yang adalah alat dan alam. Melalui tahap-tahap ini: dari Allah Bapa, melalui Allah Putra, dan di dalam Allah Roh, Allah Tritunggal yang melalui proses menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya.

d. Gereja, Tubuh Kristus, Kristus yang Korporat

Efesus 1:22-23 membicarakan gereja, yang adlah TubuhNya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu.” Tubuh Kristus adalah organisme yang disusun dari semua kaum beriman, yang telah dilahirkan kembali dan mempunyai hayat Allah, untuk ekspresi Sang Kepala. Tubuh adalah kepenuhan dari Kepala, dan kepenuhan adalah ekspresi dari Kepala.

Karena gereja adalah Tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala gereja (Kol. 1:18), gereja dan Kristus adalah 1 Tubuh, misterius, manusia agung universal, memiliki hayat dan sifat yang sama dan berbagian di dalam posisi dan otoritas yang sama. Seperti halnya Kristus jauh lebih tinggi dari segala sesuatu dan duduk di surga ( Ef. 1:20-21), demikian juga halnya gereja duduk bersama dengan Dia di dalam surga (Ef. 2:6). Seperti halnya Kristus telah menerima semua otoritas di surga dan di bumi (Mat. 28:18), demikian juga gereja berbagian di dalam otoritas-Nya (Luk. 10:19). Hari ini kehidupan gereja adalah tersembunyi dengan Kristus di dalam Allah, dan di masa yang akan datang gereja akan dimanifestasikan dengan Kristus di dalam kemuliaan (Kol. 3:3-4). Apa adanya Kristus, apa yang Kristus miliki, di mana Kristus, dan apa yang Kristus lakukan adalah apa adanya gereja, apa yang gereja miliki, di mana gereja berada, dan apa yang gereja lakukan. Kristus adalah hayat dan isi dari gereja, dan gereja adalah organisme dan ekspresi Kristus. Gereja menerima segala sesuatu dari Kristus, dan segala sesuatu Kristus terekspresi melalui gereja. Jadi keduanya, Kristus dan gereja, adalah dibaurkan dan digabungkan sebagai satu, dengan Kristus menjadi isi di dalam dan gereja ekspresi di luar.

e. Aspek Universal dan Lokal dari Gereja

Kebenaran mengenai aspek luniversal dan lokal dari gereja juga perlu dipulihkan. Di dalam makna yang sesungguhnya, hal ini telah hilang, bahkan telah dihapuskan. Karena itu kita perlu dipulihkan kepada kebenaran tentang dua aspek gereja.

Di dalam aspek universal, gereja secara unik adalah satu. Aspek dari gereja ini disingkapkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 16:18, di mana Dia mengatakan,” di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku.” Apa yang diwahyukan di sini adalah gereja universal untuk kesaksian unik Tuhan di alam semesta.

Di aspek lokal, gereja diekspresikan di banyak lokalitas sebagai banyak gereja lokal. Satu gereja yang universal diekspresikan di berbagai tempat di muka bumi menjadi banyak gereja lokal. Ekspresi gereja di suatu lokalitas adalah gereja lokal di lokalitas tertentu. Tanpa adanya gereja lokal tidak ada praktikalitas dan aktualitas dari gereja universal. Gereja universal direalisasikan di dalam gereja-gereja lokal.

3. Untuk Membangun Tubuh Kristus, Bait Allah, Rumah Allah

Di dalam pemulihan gereja, kita sedang membangun Tubuh Kristus, bait Allah, rumah Allah. Ini dilambangkan oleh pembangunan kembali bait di bawah kepemimpinan Ezra di dalam jaman Perjanjian Lama. Hari ini kita membangun kembali kehidupan gereja sebagai bait Allah, Tubuh Kristus.

Efesus 4:12-17 banyak membicarakan tentang pembangunan Tubuh Kristus. Ayat 12 berkata,”Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus.” Di dalam ayat ini “kepada berarti untuk tujuan , untuk, dengan suatu pandangan untuk. Banyak orang berkarunia di dalam ayat 11 hanya memiliki 1 ministri, yang adalah meministrisikan Kristus untuk pembangunan Tubuh Kristus, gereja. Ini adalah ministri unik dalam ekonomi Perjanjian Baru (2 Kor. 4:1; 1 Tim 1:12). Lebih jauh lagi, menurut susunan gramatikal dalam ayat 12 “ pembangunan Tubuh Kristus” adalah “pekerjaan ministri”. Apapun yang dilakukan orang-orang yang berkarunia dalam ayat 12 mengerjakan pekerjaan ministri haruslah bagi pembangunan Tubuh Kristus.

Empat karunia khusus dalam ayat 11—para rasul, para nabi, pemberita injil, dan gembala-pengajar—tidak membangun Tubuh Kristus secara langsung. Di samping itu, karunia-karunia khusus ini menyempurnakan kaum beriman sehingga mereka bisa membangun Tubuh Kristus secara langsung. Pertama, para rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita injil, dan gembala-pengajar menyempurnakan, memperlengkapi kaum beriman. Kemudian kaum beriman yang telah diperlengkapi menjadi anggota-anggota pembangun untuk membangun Tubuh Kristus secara langsung. Dari ini kita melihat bahwa Tubuh tidak dibangun secara langsung oleh karunia-karunia khusus tetapi oleh semua anggota Tubuh. Jika kita menyadari ini, kita akan menghindari bidah yang besar dari sistem kependetaan-kaum awam. Dalam gereja tidak ada kependetaan atau kaum awam. Sebaliknya, di dalam gereja setiap anggota Tubuh berfungsi untuk membangun Tubuh Kristus secara langsung.

4. Untuk Membangun Kehidupan Kerajaan

Akhirnya, pemulihan gereja melibatkan pendirian kehidupan kerajaan.Ini diindikasikan oleh perkataan Paulus dalam Roma 14:17. “Sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Ayat ini menyingkapkan bahwa kerajaaan Allah adalah penghidupan gereja. Berdasarkan konteks Roma 14, kerajaan adalah kehidupan gereja hari ini. Realitas kehidupan gereja adlah kerajaan. Roma12 membicarakan kehidupan Tubuh dan Roma 14 kehidupan kerajaan. Ini menunjukkan bahwa, berdasarkan Roma kehidupan kerajaan adalah realitas kehidupan Tubuh.

Kerajaan Allah sebagai penghidupan gereja adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus. Ketika otoritas kerajaan Allah beroperasi di dalam kita, kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita akan mewarnai kehidupan sehari-hari kita. Untuk memiliki kehidupan yang demikian adalah untuk mendirikan kehidupan kerajaan seperti yang ditunjukkah dalam kitab Nehemia dengan membangun kembali kota Yerusalem. Oleh karena itu, dalam pemulihan gereja, kit membangun gereja, sebagai rumah dan kota Allah.

KESIMPULAN

Walaupun di sana ada dan masih banyak kegagalan dalam gereja seperti halnya kejatuhan gereja, Tuhan selalu memulihkan. Dia tidak pernah putus asa atau dikalahkan. Dia memiliki rencana kekal. Dia tidak akan merubah pikiranNya karena masalah-masalah. Dia tidak akan berhenti sampai Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya.Yesus berkata, ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun akan bekerja juga.” (Yoh. 5:17). Tetapi Dia memerlukan orng-orang untuk bekerja sama dengan Dia bagi pemulihan-Nya. Banyak orang Kristen tidak melihat apa yang Allah kerjakan. Beberapa orang pernah mendengar mengenai pemulihan-Nya, namun tanpa visi yang jelas mereka datang dan pergi. Semoga Tuhan membelaskasihani kita, membuka mata kita untuk melihat tujuan kekalNya, kemerosotan gereja, dan kegagalan-kegagalan dalam gereja, sehingga kita tetap tinggal dalam pemulihan-Nya dan tidak mengulangi sejarah.

Berdoalah seperti ini, “Oh Tuhan! Saya melihat tujuan kekalMu bagi gereja. Saya melihat ekonomi-Mu bagi pembangunan gereja-Mu. Saya melihat pemulihan-Mu dari kemerosotan gereja. Saya memberikan diriku kepada-Mu untuk pemulihan dan pembangunan gereja-Mu sampai Engkau kembali bagi gereja. Oh Tuhan, jaga aku setia sampai akhir.”