ORGAN UNTUK MAKAN – ROH
Ayat doa-baca:
Zakharia 12:1 - "Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia."
Ayub 32:8 - "Tetapi Roh yang di dalam manusia, dan nafas yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian."
Amsal 20:27 - "Roh manusia adalah pelita Tuhan, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya."
Yesaya 57:15 - "Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selama-lamanya, dan Yang Mahakudus namaNya: Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus, tetapi juga bersama-sama orang yang rohnya remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan roh orang-orang yang rendah hati" (Tl.).
Yehezkiel 36:26-27 - "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu . . .; Rohku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya."
Yohanes 3:6 - "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh."
Yohanes 4:24 - "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran."
Roma 8:16 - "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah."
I Korintus 15:45b - "Tetapi Adam yang akhir menjadi Roh pemberi-hayat" (Tl.).
II Korintus 3:17-18 - "Sebab Tuhan adalah Roh itu; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (Tl.).
I Korintus 6:17 - "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan; menjadi satu Roh dengan Dia."
II Timotius 4:22 - "Tuhan menyertai rohmu."
Yohanes 6:63 - "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup."
1. TIGA BENDA BESAR DALAM ALAM SEMESTA
Zakharia 12:1 memperlihatkan kepada kita, bahwa dalam pandangan Allah, dalam alam semesta ini ada tiga benda besar: langit, bumi, manusia. Dalam alam semesta ini, Allah memperhatikan langit, Allah memperhatikan bumi, Allah juga memperhatikan roh manusia. Karena itu, janganlah Anda meremehkan diri Anda sendiri. Di dalam Anda ada roh. Lagi pula, roh Anda itu sejajar dengan langit dan bumi. Allah membutuhkan langit, Allah membutuhkan bumi, Allah lebih-lebih membutuhkan roh Anda. Jika kita nampak betapa pentingnya roh manusia kita, kita pasti akan melonjak bersukacita.
Mengapa Allah menyejajarkan roh manusia kita dengan langit dan bumi? Karena roh manusia merupakan wadah untuk menampung Allah. Langit itu untuk bumi. Tanpa langit, bumi tidak bisa bereksistensi. Segala sesuatu yang ada di bumi, seperti sinar matahari, air hujan, semuanya berasal dari langit. Bumi itu untuk manusia. Seluruh hasil bumi tepat untuk memenuhi kebutuhan manusia, sehingga manusia bisa hidup (Makanan, air, vitamin). Bahkan di dalam manusia ada sebuah benda yang paling berharga, itulah roh. Roh manusia ini justru untuk Allah, supaya diisi Allah. Langit untuk bumi, bumi untuk manusia, manusia untuk Allah.
2. MANUSIA MEMILIKI ROH
Manusia memiliki roh. Banyak orang, bahkan orang-orang Kristen, tidak mengetahui bahwa di dalam manusia ada roh. Kita harus memperhatikan roh manusia. Anda tak bisa makan dengan telinga, mata, atau hidung; harus dengan mulut. Mulut itulah organ untuk makan. Allah menciptakan manusia, dan agar manusia bisa makan, maka Allah telah dengan ajaib menciptakan organ untuk makan bagi manusia -- mulut. Bibir menerima/menghisap, gigi mengunyah, lidah mendorong, air liur membasahi, semuanya ini adalah untuk memakan makanan. Tuhan Yesus berkata, "Akulah roti hidup." Jadi Allah pun adalah makanan kita. Lalu, dengan organ apakah kita makan Tuhan? Roh! Roh manusia adalah organ untuk makan Tuhan. Agar kita dapat makan Dia, menikmati, dan menerima Dia ke dalam kita, maka Allah menciptakan satu roh pada diri kita. Haleluya, di dalam kita terdapat sebuah lambung untuk menampung makanan jasmani, juga ada roh untuk menampung makanan rohani, yakni diri Allah sendiri!
ROH ITU APA?
Benda apakah roh itu? Di manakah roh itu? Pertanyaan ini memang sulit dijawab. Jangankan roh, hati kita saja sulit dikenal. Manusia memiliki beberapa hati. Ada hati jiwani, juga ada hati jasmani (daging). Bukan hanya Allah yang merupakan suatu rahasia, Anda dan sayapun merupakan suatu rahasia. Semakin berharga suatu benda, semakin penuh rahasia benda tersebut. Misalnya: listrik, hayat, tenaga atom, semua itu tidak tertampak, tetapi riil. Roh adalah benda yang paling rahasia yang ada di dalam kita.
Bagaimanakah sebenarnya roh itu? Kita tidak mungkin memahaminya dengan otak, ini harus dipahami melalui pengalaman. Sering kali, terhadap suatu perkara, pikiran kita sudah mengerti, alasan cukup, tekad juga telah setuju, namun di batin kita terasa ada sesuatu yang tidak mau atau menyalahkan. Sesuatu yang tak dapat kita jelaskan mengapa demikian. Itulah cerita roh.
Misalnya lagi, ketika seseorang dalam keadaan miskin, ia sangat memerlukan sandang, pangan, papan, juga memikirkan bagaimana supaya bisa mendapatkan uang. Namun kalau ia benar-benar telah mendapatkan uang, hidupnya serba ada, ia mulai merasa ingin rekreasi, bersenang-senang, olah raga, dan lain-lain. Kalaupun semua itu juga tercapai, akhirnya, dalam batinnya tetap saja merasa kosong. Sampai suatu hari, ia berseru, "O, Tuhan!" Barulah batinnya merasa puas. Keperluan ini bukan keperluan yang jasmani, bukan juga yang jiwani, melainkan yang rohani. Hanya Allah yang bisa memenuhi keperluan ini. Adanya keperluan ini membuktikan bahwa di dalam kita ada roh.
4. DUA JENIS DOA
Mengenai doa, paling sedikit ada dua macam: Pertama, dengan akal budi, atau dengan otak. Semua perkataan doa Anda mungkin benar, tetapi Anda telah memakai organ yang salah, doa yang demikian tidak manjur. Jika menginginkan seorang dosen ahli jiwa berdoa, ia akan berdoa bolak-balik, berputar keliling di dalam otaknya, akhirnya Allahpun hilang dari doanya. Karena otak manusia mustahil berkontak dengan Allah, sebagaimana kayu mustahil kontak dengan arus listrik. Asal seseorang mau menyeru, "O, Tuhan!" rohnya segera bangkit, ia segera bersentuhan dengan Allah. Jadi, jenis doa yang kedua ialah berdoa dengan roh. Kita semua harus berlatih agar roh kita kuat.
Agama Kristen mengajar orang berdoa kepada satu Allah yang obyektif, Allah yang duduk di atas takhta yang Mahatinggi, dengan sedih dan merendah mohon supaya dibelaskasihani, dan mohon Allah melakukan sesuatu bagi dirinya. Inilah doa agama yang mutlak memakai otak dan berasal dari ajaran agama. Doa yang sejati ialah dengan roh menjamah Tuhan yang subyektif. Allah justru ada di dalam Anda, beserta dengan roh Anda. Hari ini, Dia bukan melulu duduk di atas takhta yang mahatinggi, lebih-lebih Ia sangat merendahkan diriNya sehingga tinggal di dalam roh Anda. Karena itu, ketika Anda berdoa kepadaNya, jangan hanya mohon saja, lebih-lebih harus menjamahNya, menyentuhNya. Doa yang menyentuh Tuhan semacam ini bukanlah doa yang memakai otak, tetapi memakai roh.
Tuhan berkata, bahwa diriNya adalah roti hayat. Kita perlu makan Dia. Bagaimana caranya? Bukan memikirkanNya dengan otak, melainkan dengan roh menyeru, "O, Tuhan!" Ketika suami Anda, atau isteri Anda, atau saudara saudari Anda mengganggu Anda sehingga membangkitkan amarah Anda, pikiran Anda terangsang sehingga terlintas pikiran, "Sungguh keterlaluan, bagaimana mereka boleh demikian mengganggu aku?" Saat itu, keseluruhan diri Anda diduduki oleh otak Anda; kalaupun Anda berdoa, Anda tidak akan menjamah Tuhan. Karena itu, kita harus belajar menyentuh Tuhan dengan roh. Tuhan itu Roh. Untuk menyentuh Roh ini kita harus menggunakan roh kita. Dia Sang Roh ini tinggal di dalam roh kita, saling berhubungan dan saling berbaur dengan roh kita.
5. ROH BERBEDA DENGAN OTAK DAN EMOSI
Saudara saudari, di dalam batin kita benar-benar ada roh, ia berbeda dengan otak, emosi, dan hati kita. Alkitab tidak menyuruh kita hidup menurut hati, melainkan menyuruh kita hidup menurut roh. Harus mengikuti roh, menurut roh.
Saya sering berkata, "Hari ini Anda mengasihi si anu, kelak mungkin Anda akan membencinya. Orang-orang yang Anda benci adalah orang-orang yang pernah Anda kasihi." Jika tidak ada pernikahan, pasti tidak ada perceraian. Mengapa kasih bisa berubah menjadi benci? Karena kasih ini berasal dari emosi, paling jauh berasal dari hati. Hati manusia sekali-kali tidak bisa diandalkan, ia lebih mudah berubah daripada cuaca. Ketahuilah, hai para isteri, tidak ada seorangpun suami yang bisa diandalkan. Ketahuilah, hai para suami, tidak ada seorangpun isteri yang benar-benar lemah lembut. Pada jam ini kelihatannya isteri Anda sangat lemah lembut, namun sebentar lagi, marah-marahnya akan meletus. Ini membuktikan bahwa hati manusia tidak dapat diandalkan; hati manusia berubah-ubah terus. Puji syukur kepada Tuhan, ada satu benda yang tidak berubah, yaitu roh kita. Jika Anda dengan roh mengasihi seseorang, kasih itu tidak akan berubah. Tidak peduli ia mengasihi Anda atau tidak, Anda tetap mengasihinya; tidak peduli ia baik atau tidak, Anda tetap mengasihinya.
6. KEMBALI KE DALAM ROH, PASTI TERLEPAS DARI WILAYAH IBLIS
Roh kita khusus dan secara istimewa diciptakan Allah bagi kita. Ketahuilah, meskipun ini tidak ditulis dengan huruf dalam Alkitab, tetapi ini dapat kita alami dalam pengalaman kita; yaitu meskipun manusia telah jatuh sehingga rohnya dipengaruhi oleh jiwa, namun seolah-olah Allah telah memberi satu garis batas, yang memberitahu Iblis, "Hai, Iblis, kau hanya bisa sampai di sini saja! Kau bisa masuk ke dalam tubuh manusia, juga bisa menjajah jiwa manusia, namun kau tidak bisa masuk ke dalam roh manusia, hanya di situlah pencapaianmu." Sebab itu, begitu Anda kembali ke dalam roh, Anda segera terlepas dari wilayah Iblis. Jika Anda tidak kembali ke dalam roh, malahan tinggal di dalam pikiran, Anda akan terperosok ke dalam kerajaan Iblis, Anda akan berada di bawah kendali Iblis. Jadi, kita harus belajar berpaling ke dalam roh. Tak peduli orang berkata apa terhadapku, otakku tidak mau memikirkannya, tak peduli orang marah atau mengusik aku, aku tetap kembali ke dalam roh. Haleluya, asal Anda terus menetap di dalam roh, Iblis tidak akan berdaya terhadap Anda.
Tidak hanya itu, ketika Anda menetap di dalam roh, batin Anda akan tembus dengan Allah. Ketika Anda demikian bersentuhan dengan Tuhan, Tuhan akan lebih banyak mengalir ke dalam Anda, menjadi suplai Anda; demikianlah Anda makan dan menikmati Tuhan!
7. DUA JENIS MEMBACA ALKITAB
Kini kita menyinggung perihal membaca Alkitab. Kita tahu bahwa ada dua jalan membaca Alkitab. Pertama, membaca dengan otak; inilah yang umumnya kita lakukan. Akibatnya, makin membaca makin mati, makin membaca makin kering, makin membaca makin hampa, makin membaca makin tenggelam. Lalu, bagaimana baru benar? Harus dengan cara yang kedua, yaitu mendoa-bacakan Alkitab demi roh. Sambil membaca sambil menyeru, "O, Tuhan!" Kalau Anda membaca Alkitab sambil menyeru nama Tuhan, Anda menyerap seluruh firman Alkitab masuk ke dalam Anda.
Tuhan berkata, "Rohlah yang memberi hidup . . .; perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup." Sebab itu, kita tidak bisa menerima firman Alkitab dengan otak, harus menjamah Alkitab demi roh. Firman Alkitab adalah Roh, maka kita harus menyentuhnya dengan roh. Berdoa harus menggunakan roh, membaca Alkitab juga harus menggunakan roh. Di dalam roh barulah kita menyerap Tuhan dan menerima Tuhan.
Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan melahirkan kembali roh kita. Roh lama kita diganti dengan roh baru; sejak itulah Roh Tuhan bersemayam dalam roh kita, dua roh berbaur menjadi satu roh, dan juga bersaksi bersama. Hari ini, roh yang ada di dalam kita adalah roh perbauran, roh yang ajaib, juga roh yang limpah. Asal Anda setiap saat berlatih berpaling ke dalam roh, memakai roh, Anda pasti akan menjamah diri Tuhan. Akibatnya, Anda pasti menikmati kelimpahan Tuhan. Haleluya! Anda memiliki roh! Anda harus melatih roh ini!