← Daftar isi Pemulihan Tuhan – Makan (2) · bab 1/5

PEMULIHAN TUHAN – MAKAN

Ayat doa-baca:

WAHYU 2:4 - "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula."

WAHYU 2:7 - "Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

WAHYU 2:14 - "Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam."

WAHYU 2:15 - "Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus."

WAHYU 2:17- "Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi, dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru."

WAHYU 2:20 - "Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hambaKu."

WAHYU 2:24 - "Kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu."

WAHYU 3:20 - "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan Aku."

WAHYU 22:14 - "Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu."

1. SEBUAH KONSEPSI YANG AMAT RAHASIA DALAM ALKITAB

Ada sebuah konsepsi yang amat rahasia di dalam Alkitab, sehingga tanpa wahyu tak mungkin orang dapat menemukannya: Allah mau masuk ke dalam manusia dan menjadi hayat manusia, bahkan satu hayat, satu sifat, satu penghidupan, atau disebut pula Allah-manusia. Ini sekali-kali bukan konsepsi agama atau pikiran budi pekerti.

Allah menciptakan manusia sebagai wadah guna diisi Allah. Betapapun baik dan unggulnya Anda, Anda tak lebih dari sebuah bejana. Allah itulah isi Anda. Tanpa memperoleh hayat dan sifat Allah, tanpa terisi penuh oleh Allah, Anda hanyalah bejana kosong melompong. Hidup sehari-hari Anda, perasaan dan sepak terjang Anda niscaya hampa belaka. Inilah takdir rencana Allah terhadap manusia, inilah takdir Allah terhadap manusia.

2. JALAN MENCAPAI TUJUAN ALLAH

Bagaimanakah Allah mencapai tujuan ini? Lihatlah contoh dari benda-benda material. Jika kita ingin memasukkan sesuatu, misalnya daging ayam, ke dalam tubuh manusia, supaya menjadi sel-sel jaringan tubuh manusia, jalannya ialah memakannya, lalu dicerna, diserap kemudian menjadi butir-butir darah dan sel-sel tubuh.

Sebab itu Tuhan bersabda, "Akulah roti hidup, barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku." Makan Tuhan, baru bisa menerima Allah ke dalam kita, menjadi isi kita. Bukan saja mengerti, jelas, mengenal Tuhan, mencintaiNya, percaya kepadaNya, mengikutiNya, menyembahNya, lebih-lebih harus pula memakan Dia.

3. YANG TERHILANG DI DALAM KEKRISTENAN

DAN YANG DIPULIHKAN HARI INI

Agama Kristen menyuruh orang-orang percaya Yesus, mencintai Tuhan, mengikuti Kristus, melayani Kristus . . . namun kehilangan satu sasaran utamanya. Mereka tidak tahu bahwa kesemuanya itu justru untuk menerima Tuhan masuk ke dalam manusia menjadi hayat manusia. Semua yang di depan hanyalah satu prosedur, sedang tujuannya ialah makan Kristus.

Dewasa ini Tuhan ingin memulihkan sasaran ini. Percaya Tuhan bukan hanya untuk menerima ampunan dosa, masuk sorga, bahkan menerima Tuhan ke dalam kita, tercerna menjadi satu senyawa. Karena itu Paulus berkata, "bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Tambahan katanya, "bagiku hidup adalah Kristus." Kristus menjadi hayatnya, menjadi unsurnya, menjadi satu dengannya.

4. SATU GARIS MAKAN DALAM ALKITAB

Allah berkehendak agar manusia makan Dia. Setelah manusia diciptakan, Allah tidak menyuruhnya berbuat apa-apa; Allah malahan menyatakan diriNya di hadapan manusia dalam corak makanan agar diterima oleh manusia masuk ke dalam mereka. Allah boleh kita makan, Dia ingin masuk ke dalam manusia; bukan hanya menjadi hayat manusia, juga menjadi jaminan hayat bagi manusia.

Satu garis "makan" ini jelas menyusuri seluruh Alkitab. Mulai kitab Kejadian pasal 2 sampai dengan kitab Wahyu pasal terakhir, perkara ini selalu dikemukakan. Bani Israel makan daging domba Paskah di Mesir, makan manna di padang belantara. Sampai di tanah Kanaan, mereka memakan hasil kekayaan tanah Kanaan. Sewaktu mereka beribadah dan mempersembahkan korban, mereka memakan beraneka jenis korban. Ketika Tuhan Yesus datang, Ia berkata, "Akulah roti hidup, makanlah Aku." Ketika kita memperingati Tuhan, itupun bukan ditujukan kepada renungan atau penyembahan. Tuhan berkata, "Inilah TubuhKu, ambillah, makanlah. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Peringatan yang sejati ialah demi roh sekali lagi menerima Tuhan ke dalam kita. Semakin makan dan minum Tuhan, semakin sejati ibadah kita. Ibadah yang sejati adalah membuka diri kita dan membiarkan Tuhan semakin banyak meresapi dan memenuhi kita.

5. KEJATUHAN MANUSIA DAN TENTANGAN AGAMA

Sebelum manusia memilih jalan "makan Tuhan", Iblis sudah mendahului. Orang sering mengatakan bahwa kegagalan manusia disebabkan oleh dosa, tetapi sesungguhnya disebabkan oleh makan barang-barang di luar Allah. Allah menyuruh manusia makan diriNya, namun Iblis menyuruh manusia makan barang lain. Barang lain itu lazimnya dinamai pengetahuan. (Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat). Kristus sekali-kali bukan pengetahuan, melainkan hayat. Kejatuhan manusia dikarenakan manusia menjauhi hayat, sebaliknya mendekati pengetahuan. Meninggalkan Allah lalu mendekati barang-barang di luar Allah. Barang-barang itu belum tentu kelihatan buruk (ada jahat, pun ada baik), namun itu milik maut. Manusia mengesampingkan Allah, lalu menghampiri setumpuk urusan dan benda-benda; dengan kata lain, mengesampingkan hayat lalu menghampiri maut.

Ketika Tuhan datang, para agamawan zaman itu datang menjumpaiNya, seraya mengutarakan konsepsi-konsepsi usang dari agama. Nikodemus memanggilNya Rabi. Ia menganggap Tuhan sebagai guru/pengajar. Tuhan menjawab Nikodemus, bahwa manusia harus dilahirkan kembali. Manusia tidak membutuhkan teori-teori pengajaran, melainkan hayat yang satu-satunya, yakni Kristus sendiri.

Para ahli agama sering berselisih dengan Tuhan, mereka memandang berat agama dan syariat, tetapi Tuhan mementingkan perkara menjadi hayat batiniah manusia. Pada hari Sabat, Ia menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya. Mereka memandang berat hari Sabat, tapi Tuhan memandang berat hal penyembuhan penderita sakit dan hal kebangkitan orang mati.

Di bumi ini, Tuhan selalu menemui agama usang. Hari ini, kita juga selalu menjumpai Kekristenan yang merosot ke dalam agama. Contohnya: Menyuruh orang diam tenang dalam bersidang, memelihara peraturan tata-tertib. Berhimpun memakai musik demi membantu agar orang yang hadir menjadi tenang.

6. TUHAN MEMANGGIL PEMENANG,

MENGATASI KEKRISTENAN YANG JATUH

Kitab Wahyu bukan menginjil atau mengajar, melainkan untuk kedua kalinya Tuhan menyerukan panggilanNya kepada para pemenang. Kemenangan di sini bukan ditujukan kepada kemenangan atas rasa penasaran, dosa, duniawi, melainkan kemenangan atas kemerosotan Kekristenan. Panggilan Tuhan ini ditujukan kepada keadaan kejatuhan Kekristenan. Gereja di Efesus memang bagus, gairah, rajin berlelah bagi Tuhan; namun Tuhan tetap menyuruh mereka bertobat. Mereka cukup berlelah bagi Tuhan, tetapi kurang cinta kepada Tuhan. Banyak bekerja untuk Tuhan, tetapi kurang menikmati Tuhan. Pemenang-pemenang harus mengatasi keadaan-keadaan itu. Tuhan menghendaki orang menikmati diriNya. Sesuai dengan firman Tuhan, para pemenang akan makan buah-buah kehidupan (hayat) dari Taman Firdaus Allah. Inilah perkara yang utama pada mulanya, sayang kini telah hilang. Karena itu, Tuhan memanggil manusia untuk menikmatinya kembali.

Pemulihan Tuhan adalah memulihkan penetapanNya yang semula. Allah telah menetapkan manusia untuk memakan Dia; ini juga merupakan nasib manusia. Nasib kita tidak tergantung berbuat ini dan itu, melainkan makan Tuhan. Empat puluh tahun lamanya, bani Israel hanya memunguti manna, makan manna di padang belantara. Kecuali itu mereka tidak mengerjakan apa-apa. Pekerjaan mereka hanya makan. Hari ini, Allah juga ingin kita makan Kristus, menikmati Kristus. Bukan mengerjakan berapa, tetapi makan Tuhan berapa. Inilah pemulihan Tuhan.

Agama Kristen merupakan agama yang aktif dan banyak bekerja. Tidak sedikit orang Kristen yang banyak bekerja, namun di dalam rohnya terlampau sedikit menikmati Kristus. Adalah wajar jika seluruh gereja menikmati Kristus. Sebab itu, Wahyu pasal 2 dan 3, tujuh kali mencatat panggilan untuk pemenang. Di antaranya, tiga kali menyangkut perihal makan. Yang pertama, menyinggung makan dari pohon hayat; kedua, makan manna tersembunyi; ketiga, berpesta. Umat Allah zaman Perjanjian Lama melakukan ketiga-tiganya itu. Wahyu pasal 2 dan 3 bermaksud memulihkan hal ini. Kekristenan masa kini telah kehilangan ini. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh kita menang, kembali kepada keadaan semula. Asal Anda kenyang akan Kristus, dengan sendirinya rasa penasaran lenyap, duniawi tertanggal. Anda cukup makan Kristus.

Manusia tidak mungkin lulus dari makan. Perkara makan berulang terus dari hari ke hari. Suami menyusahkan, istri merepotkan, pekerjaan banyak, rumit, semua itu hanya bisa diselesaikan dengan jalan makan Kristus. Semakin makan Kristus, persoalan kita semakin beres. Cara ini amat mudah, begitu kita dapat memasukinya, maka semakin kita makan, semakin terasa sedap, semakin menikmati kelimpahanNya.

Alkitab adalah sebuah buku tentang makan. Setiap orang Kristen harus menjadi "tukang" makan. Gereja harus menjadi gereja tukang makan. Para saudara adalah tukang makan, saudari juga tukang makan. Tua, muda, pria, atau wanita, semuanya adalah tukang makan!

Pada akhir surat Wahyu dikatakan, "Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon kehidupan." Berkat bahagia di sini ialah memiliki hak atas pohon kehidupan. Jadi nasib yang Allah sediakan bagi manusia adalah makan pohon hayat. Artinya: makan Tuhan, selama-lamanya makan Tuhan.

Setelah makan kenyang, pasti bisa bekerja. Anak yang sudah kenyang dan sehat, pasti lincah, suka bergerak. Seperti cucu-cucu saya, sering menjadi pasukan pendobrak. Kenyangkanlah diri Anda, dan kenyangkanlah orang lain. Asal semuanya kenyang, gereja niscaya hidup. Persoalannya bukanlah bekerja di luaran, melainkan hidup di dalam. Makan kenyang Kristus, baru ada kekuatan untuk bergerak. Hari ini kita tidak memerlukan anjuran lahiriah, kita memerlukan suplai di dalam.

7. BUKAN AJARAN, MELAINKAN HAYAT

Wahyu pasal 2 dan 3 pada aspek positifnya menjanjikan makan, namun pada aspek negatifnya sering menyinggung tentang pengajaran. Makan bertentangan dengan pengajaran. Tuhan membenci pengajaran. Mungkin Anda akan membantah, "Bukankah Tuhan tidak membenci ajaran yang benar?" Tetapi, bagaimana Anda tahu bahwa ajaran yang Anda maksudkan itu benar? Setiap ajaran secara lahir kelihatannya benar. Uang palsu mirip dengan uang asli. Jika berbeda, siapakah yang akan tertipu? Tidak pernah orang mengajarkan ajaran palsu tanpa menyusunnya sehingga terlihat seolah benar. Jika Anda tak ingin tertipu uang palsu, sebaiknya tolak saja uang, dan minta saja batangan emas. Teori apa saja aku tak mau, aku hanya mau Kristus. Teori hanya membantu orang mengerti dan mengetahui, namun tidak bisa menyuplai.

Bahkan teori Alkitab, bila tidak di dalam roh, atau tanpa Kristus selaku realitasnya, itupun kosong melompong. Sekadar memahami teori: "Suami mengasihi isteri", tidak berarti sanggup melaksanakan. Sebaliknya, kalau melalui doa-baca menikmati Kristus yang hidup, maka suami tidak perlu bertekad, dengan sendirinya ia bisa mengasihi isteri. Firman Alkitab itu Roh dan hayat. Karena itu, ketika kita membaca Alkitab, kita perlu disertai dengan berseru kepada Tuhan, menjamah Roh, mendapatkan suplai.

Di dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita tidak bisa terlepas dari berlatih menyeru nama Tuhan. Menyeru Tuhan, membuat roh kita terbuka, sambil menghirup roh seperti menghirup udara; di dalam kita akan segar dan lincah. Di Yerusalem Baru, hanya ada buah-buah pohon hayat yang tersedia sebagai makanan kita. Hari lepas hari, seluruh umat tebusan memakannya. Gereja di Efesus jatuh dikarenakan terlalu mementingkan pekerjaan tetapi mengabaikan hal makan. Tuhan berkata, "Perlu bertobat." Para penatua gereja dan para sekerja, jangan terlampau memikirkan harus berbuat apa, bawalah saudara saudari dalam gereja makan. Bawalah setiap saudara saudari berhari raya dan berpesta. Apakah pemulihan Tuhan? Makan! Apakah jalan Tuhan? Makan! Apakah kemenangan? Makan! Apakah rohani? Makan! Makan! Makan!