CARA MAKAN -- MENYERU NAMA TUHAN
Ayat doa-baca:
I Korintus 1:2 - "Kepada Jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan Kita."
ayat 9 - "Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia."
ayat 24 - "Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah."
ayat 30 - "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita: kebenaran, dan kekudusan, dan penebusan" (Tl.).
I Korintus 12:13 - "Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh."
I Korintus 12:3b - "Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: 'Yesus adalah Tuhan', selain di dalam Roh Kudus" (Tl.).
Kisah Para Rasul 9:14 - "Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil namaMu."
Roma 10:12 - "Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya."
Yesaya 55:1-2,6,10-11 - "Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, . . . Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! . . . Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. . . . Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat! . . . Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Ratapan 3:55-57 - "Ya TUHAN, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kau tutupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolongku! Engkau dekat tatkala aku memanggilMu, Engkau berfirman: Jangan takut!"
1. MENYERU NAMA TUHAN,
MENIKMATI KRISTUS
Surat I Korintus memberitahu kita, bahwa kaum saleh terpanggil adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan; atau dengan kata lain, orang-orang yang menyeru nama Tuhan itulah kaum saleh. Semua orang saleh ini disatukan itulah Gereja. Jadi status dan kedudukan kita ialah umat saleh terpanggil, juga adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan. Paulus berkata, "Yesus Kristus yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita" (I Korintus 1:2). Artinya, Kristus adalah milik setiap orang yang berseru kepadaNya. Sampai ayat 9 dikatakan, bahwa Allah memanggil kita masuk ke dalam persekutuan AnakNya, Yesus Kristus, yakni masuk ke dalam kenikmatan atas Kristus. Allah memanggil kita datang, justru menyuruh kita berbagian di dalam kenikmatan atas Kristus; dan jalan menikmati Kristus ialah menyeru nama Tuhan.
Saya ulangi, kesulitan kita dalam membaca Alkitab ialah kita sering memasukkan konsepsi kita ke dalam pembacaan Alkitab, sehingga kita sulit mendapatkan wahyu Allah dari dalam Alkitab. Misalnya, kita umumnya mempunyai konsepsi tentang kasih. Setiap kali membaca I Korintus 13, kita mudah menemukan kasih ialah ini, kasih ialah itu. Tetapi bila kita membaca I Korintus 1, kita sulit menemukan bahwa kita adalah umat saleh terpanggil, kita juga adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan; kita dipanggil justru untuk menyeru nama Tuhan. Kita sulit menemukan, bahwa Kristus milik mereka, juga milik kita. Kitapun sulit menemukan bahwa Allah memanggil kita bukan dititikberatkan pada naik ke sorga, melainkan supaya kita memasuki persekutuan Putera Allah.
Allah menyuruh kita memasuki persekutuan PuteraNya, ini sesuai dengan yang tercantum dalam Matius 22, yaitu Allah mengundang kita menghadiri perjamuan yang diadakanNya, untuk menikmati PuteraNya. Dan, Kristus inipun hikmat Allah, kekuatan Allah. Allah membuat Kristus ini menjadi kebenaran kita yang lampau, menjadi kekudusan kita yang sekarang, dan menjadi penebusan kita yang akan datang. Masa lampau kita penuh kelaliman, sama sekali tidak menentu; tetapi Kristus menjadi kebenaran kita, Dia telah menanggulangi masa lampau kita. Dia wafat di atas salib, memuaskan tuntutan keadilan Allah, membereskan masalah-masalah kita yang lampau. Masa sekarang kita sangatlah lemah, sering gagal, tetapi Kristus juga adalah kekudusan kita. Kelak Dia bahkan akan mengubah tubuh kita, agar kita mendapatkan penebusan. Dengan kata lain, Dia telah masuk ke dalam roh kita, Dia sedang mengubah jiwa kita, dan kelak akan mengubah tubuh kita. Ketiga bagian kita, yakni roh, jiwa, dan tubuh, Dialah yang bertanggung jawab atasnya. Kristus yang demikian inilah menjadi kenikmatan kita. Allah memanggil kita justru agar kita menikmati Kristus ini.
2. DIBAPTIS KE DALAM ROH, MINUM DARI ROH
Berbicara sampai di sini, masih merupakan teori belaka. Sama seperti saya mengatakan kepada Anda, "Perjamuan di sini sangat limpah, sangat lezat." Berbicara sampai setengah hari, Anda masih belum juga memperoleh apa-apa. Sebab itu, setelah I Korintus pasal 1 dan 2 membicarakan teori obyektifnya, pada pasal 12, dikatakan bagaimana mengalami Kristus ini. Dalam pasal 12, terlebih dulu dikatakan, bahwa baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, asal percaya kepada Tuhan, semuanya dibaptis ke dalam Roh. Hari ini, Kristus yang kaya limpah ini adalah Roh. Roh itu seperti listrik yang tidak dapat dilukiskan; sebab itu Allah memakai air sebagai lambang. Ketika kita dibaptis, orang memasukkan kita ke dalam air, itu mengibaratkan kita tercelup ke dalam Roh. Kristus adalah Roh, kita dibaptis ke dalam Kristus berarti kita dibaptis ke dalam Roh. Setelah kita dibaptis ke dalam Roh, kita mendapatkan satu kedudukan untuk minum dari Roh ini. Dalam bahasa aslinya, perkataan ini berarti kita ditaruh pada satu kedudukan, agar kita minum Roh ini. Bagaimana minum Roh ini? Ayat ketiga dalam pasal yang sama mengatakan, "Tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan, 'Yesus adalah Tuhan' selain di dalam Roh" (Tl.). Dengan kata lain, begitu Anda mengucapkan, "O, Tuhan Yesus!" Anda segera di dalam Roh Kudus, berarti juga Anda sedang minum Roh itu.
3. NAMA TUHAN DAN ROH TUHAN
Ada satu hal yang sangat penting yang tidak diketahui dengan jelas oleh kebanyakan orang Kristen, yaitu nama Tuhan dan Roh Tuhan. Nama Tuhan adalah Yesus; sedang Roh Tuhan adalah diri Tuhan sendiri, yakni pribadi Tuhan. Setiap orang di antara kita mempunyai namanya masing-masing. Setiap nama memiliki pribadinya masing-masing, yakni manusia kita ini. Tanpa manusianya, dan hanya ada nama, itu berarti nol. Yesus adalah nama Tuhan, Roh Kudus adalah pribadi Tuhan. Ketahuilah, begitu saya memanggil nama Tuhan, segera Roh Kudus datang. Saudara saudari, apakah Anda mengira bahwa nama Tuhan Yesus itu sia-sia belaka? Tuhan Yesus itu riil, sebab itu begitu Anda memanggil namaNya, segeralah Dia datang; dan Dia ini adalah Roh Kudus. Janganlah mengira bahwa menyeru nama Tuhan itu perkara kecil. Menyeru nama Tuhan Yesus sangat besar khasiatnya. Begitu Anda menyeru, "O, Tuhan Yesus!" Dia segera datang.
Alkitab tidak hanya menyuruh kita berdoa, juga menyuruh kita berseru. Saat Anda mengucapkan, "Tuhan Yesus", Roh Kudus segera hadir. Roh Kudus adalah Yesus yang hidup, Roh Kudus adalah Yesus yang tertampil, Roh Kudus adalah Yesus yang datang ke hadapan Anda. Jika Anda memanggil nama berhala, sedikitpun tidak akan manjur. Karena berhala memang tidak ada apa-apanya, sekalipun Anda berteriak lantang, ia juga tidak akan datang. Namun Tuhan Yesus kita ialah Allah yang sejati dan yang hidup, Dia juga adalah Roh yang sejati dan yang hidup, Dia adalah Roh Almuhit. Apakah Anda memerlukan penebusan? Di dalam Dia ada penebusan. Apakah Anda memerlukan kekuatan? Di dalam Dia ada kekuatan. Anda memerlukan hayat? Di dalam Dia ada hayat. Anda memerlukan kekudusan, kesabaran? Di dalam Dia ada kekudusan dan kesabaran. Anda kekurangan apa? Dialah penyuplainya.
4. KAUM SALEH SEBERMULA ADALAH KAUM PENYERU NAMA TUHAN
Jadi kita nampak, bahwa pada masa Pentakosta, segenap kaum saleh merupakan kaum penyeru nama Tuhan. Anda tentu ingat, sebelum Paulus beroleh selamat, ia pergi ke Damsyik hendak menangkapi murid-murid Tuhan. Tuhan menampakkan diri kepada Ananias. Ananias tidak menjawab Tuhan, bahwa Saulus telah mendapatkan kuasa untuk menangkapi "orang yang percaya Tuhan," melainkan mengatakan, bahwa Saulus telah mendapatkan kuasa untuk menangkap "orang yang memanggil namaMu." Hal ini dengan jelas memberitahu kita, bahwa orang-orang percaya di abad pertama memiliki satu ciri istimewa, yakni menyeru nama Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan. Orang Kristen sejati tidak perlu memasang merek tertentu. Asal kita adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan, niscaya tetangga dan teman kerja kita akan tahu. Karena itu, Saulus tidak perlu bertanya ada tidaknya orang Kristen dari rumah ke rumah. Orang-orang Kristen semuanya menyeru nama Yesus, hal ini diketahui secara umum. Jika Anda tinggal di suatu tempat, dan belum pernah menyeru nama Tuhan sehingga tetangga Anda mengetahui bahwa Anda percaya Yesus, itu berarti Anda adalah orang Kristen yang gagal.
Roma 10:12 memberitahu kita, terhadap siapakah Tuhan itu kaya. Yakni terhadap orang-orang yang menyeru nama Tuhan. Asal Anda menyeru namaNya, Anda pasti bisa menikmati kelimpahanNya. Mengapa? Sebab begitu Anda menyeru Tuhan, Roh Kudus segera datang. Roh Kudus itu kaya limpah, meliputi segala sesuatu. Kalau Anda berada di dalam Roh, Anda tentu mengalami kelimpahanNya.
5. MENYERU NAMA TUHAN, MENDOA-BACAKAN FIRMAN TUHAN
Yesaya 55 mengatakan, "Ayo, hai semua orang . . . marilah dan minumlah air" (ayat 1). Air di sini mengacu kepada diri Tuhan sendiri. Tuhan itulah air hayat. Barangsiapa haus, boleh datang dan minum, tanpa uang pembeli, tidak perlu membayar. Selanjutnya dikatakan, "Carilah TUHAN selama ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!" (ayat 6). Bagaimana caranya mencari Tuhan? Menyeru Tuhan! Pula, ketika Anda menyeru, bukan sekadar dengan kata-kata Anda sendiri, juga perlu dengan firman Allah. Sebab itu, di sini dikatakan, "Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat" (ayat 2). Jadi, selain menyeru nama Tuhan, masih perlu diiringi dengan mendoa-bacakan firman Tuhan. Diri Tuhan justru terkandung di dalam firmanNya. FirmanNya seperti hujan dan salju yang turun dari langit, yang tidak akan kembali dengan sia-sia, melainkan akan mengairi/membasahi bumi, sehingga penabur memiliki benih, dan yang ingin makan memperoleh makanan (ayat 10). Ada benih untuk bercocok tanam, juga ada makanan untuk memelihara diri sendiri dan orang lain. Semua ini dihasilkan dari makan Tuhan.
6. MENYERU NAMA TUHAN BERARTI BERNAFASKAN TUHAN
Perkataan dalam Ratapan 3:55 juga sangat indah. Di sini dikatakan, "Ya TUHAN, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam." Ketika aku di dalam dasar lobang yang dalam, di dalam situasi sulit, terjepit, atau tertekan, aku menyeru nama Tuhan. Selanjutnya dikatakan, "Janganlah Kau tutupi telingaMu terhadap nafasku" (Tl.). Seruan kita di depan Tuhan merupakan pernafasan rohani, bahkan merupakan pernafasan yang panjang. Salah seorang dokter angkatan udara Amerika, dalam percobaan-percobaan yang dilakukannya menemukan, bahwa latihan yang paling bermanfaat bagi kesehatan manusia adalah bernafas panjang-panjang. Tiap hari berlatih menarik nafas panjang, badan pasti sehat. Demikian juga dalam hal rohani, nafas panjang rohani membuat kita kuat, nafas panjang rohani membuat kita membara, membuat kita tergila-gila kepada Tuhan.
Menyeru Tuhan berarti bernafaskan Tuhan. Namun dalam pernafasan ini tercakup minum, dan di dalam minum ini tercakup makan. Ketika Anda menyeru Tuhan, pada mulanya seperti bernafas, setelah berkali-kali bernafas, di batin terasa mengalir aliran air hayat, demikianlah Anda meminum air hayat. Anda teruskan lagi menyeru, di dalam Anda terasa kenyang.
Haleluya! Tuhan mengaruniakan jalan yang betapa singkat dan mantap, yakni menyeru nama Tuhan, mendoa-bacakan firman Tuhan. Dengan demikian, kita pasti menikmati segala milik Tuhan. Semoga kita semua dengan riil mempraktikkan hal ini.