PANDANGAN MENGENAI EKONOMI ALLAH DARI WAHYU PERJANJIAN BARU (2)
Pembacaan Alkitab : Ef 3:2-11; 1:9-11
GARIS BESAR
VII. Manusia Allah yang ditinggikan sebagai sang Kepala dalam kenaikan-Nya:
A. Mencurahkan Roh Kudus sebagai perampungan sempuma Allah Tritunggal, perwujudan dan realitas-Nya sebagai sang Kepala, ke atas semua orang beriman-Nya di sepanjang zaman dan di antara segala bangsa - Kis. 2:1-4, 33.
B. Membaptis mereka ke dalam satu Tubuh, Gereja - I Kor. 12:13a.
VIII. Gereja diberi minum dari-Nya sebagai Roh itu dan menjadi satu Roh dengan Dia - I Kor. 12:13b; 6:17.
A. Menikmati Roh almuhit-Nya sebagai suplai hayat - Flp. 1: 19.
B. Menerima pemberian-pemberian dari-Nya untuk berfungsi sebagai anggota-anggota Tubuh-Nya - Rm. 12:4-8.
IX. Gereja sebagai Tubuh Kristus diekspresikan sebagai gereja-gereja lokal di setiap tempat untuk menjadi kaki dian emas yang memancarkan Kristus - Why. 1:11-12, 20b :
A. Dalam urusan-urusan administratif, diatur secara lokal.
B. Dalam hayat, sifat, dan kesaksian, menjadi Tubuh Kristus yang unik dalam alam semesta - Ef 4:36; 1 Kor. 12:12.
C. Memiliki Roh Kristus yang diperkuat tujuh ganda untuk menguatkan sinar kaki dian emas - Why. 1:4; 4:5; 5:6.
X. Kegagalan gereja :
A. Menjadi gersang dan merosot - Why. 2:14-15, 20.
B. Dibuang ke Babel besar yang misterius -- Why. 17:15.
XI. Pemulihan gereja :
A. Meninggalkan Babel besar - Why. 18:4.
B. Kembali kepada tumpuan gereja sebermula untuk memulihkan kehidupan gereja yang normal Why. 3:1, 4, 7-12.
XII.Para pemenang dalam gereja dan para pemenang di antara, orang-orang kudus Perjanjian Lama akhirnya menyusun :
A. Mempelai perempuan Kristus - Why. 19:7-9.
B. Bala tentara Kristus bersama Kristus mengalahkan Antikristus dan bala tentaranya - Why. 17:12-14; 19:19-20.
C. Yerusalem Baru dalam milenium sebagai pernyataan kerajaan surga, memerintah bersama Kristus untuk menggembalakan bangsa-bangsa - Why. 3:12; 20:4, 6; 2:26-27.
XIII. Semua orang kudus dalam gereja dan yang ada dalam Perjanjian Lama akhirnya menjadi Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru - Why. 21:1-2, 12, 14 :
A. Sebagai tempat saling huni antara Allah dengan orang-orang tebusan-Nya dalam kekekalan - Why. 21:3, 22.
B. Sebagai ekspresi Allah sepenuhnya sampai pada kekekalan - Why. 21:10-11, 23-24.
Kita telah melihat bagian pertarna dari ekonomi Perjanjian Baru Allah yang terutama membicarakan Tuhan Yesus. Ekonomi Allah adalah Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit supaya mereka bisa menjadi anggotaanggota Kristus untuk disusun menjadi Tubuh Kristus. Ekonomi Allah ini digenapi bukan hanya pada zaman ini, tetapi juga dalam kekekalan.
Menurut wahyu Perjanjian Baru, langkah pertarna yang ditempuh Allah untuk merampungkan ekonomi-Nya adalah Dia sendiri menjadi daging. Melalui hal ini, Dia menjadi seorang manusia Allah yang luar biasa; selain itu, Dia adalah Allah pun manusia. Dalam alam semesta, Allah memiliki dua jenis ciptaan yang istimewa: malaikat dan manusia. Malaikat adalah milik tingkat-tingkat langit dan manusia adalah milik bumi. Jika tergantung kepada kita, kita mungkin akan memilih menjadi seorang malaikat. Ketika masih muda, saya juga pernah memilih menjadi seorang malaikat karena menjadi seorang malaikat begitu indah. Dia dapat tinggal di langit dengan bebas, lagi pula ia memiliki otoritas dari Allah. Tetapi menjadi seorang manusia begitu sulit karena ada banyak gangguan dan penderitaan. Tetapi setelah menjadi seorang Kristen selarna 60 tahun, setelah memperoleh pengertian yang lebih menyelurub mengenai Alkitab, setelah mengenal ekonomi Allah, dan setelah memiliki beberapa pengalaman, saya harus mengatakan bahwa saya tidak mau menjadi seorang malaikat. Sebaliknya, saya lebih suka menjadi seorang manusia. Hanya manusialah yang menjadi sasaran ekonomi Allah. Malaikat-malaikat hanyalab budak-budak yang melayani manusia (lbr. 1:14). Bahkan Allah sang Pencipta, pada suatu hari menjadi seorang manusia dengan tujuan merampungkan ekonomi-Nya. Manusia ini adalah Yesus Kristus. Dia hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun. Dia menjadi sama seperti manusia, memiliki hayat dan sifat manusia, memiliki kebutuhan untuk makan, minum, tidur, dan bahkan dapat mencucurkan air mata.
Ketika berumur tiga puluh tahun, Dia keluar untak menunaikan ministri-Nya. Dia datang ke tepi danau Galilea dan memanggil dua orang bersaudara, yaitu Petrus dan Andreas, "Mari, ikutlah Aku." Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia (Mat. 4:18-20). Pada waktu itu, Tuhan belum masuk ke dalam mereka. Selama tiga tahun lebih ketika Petrus mengikuti Tuhan, kebanyakan dia berkata-kata dan bertindak-tanduk berdasarkan dirinya sendiri. Suatu saat dia menerima wahyu dari Bapa dan mengenali Yesus sebagai Kristus, Anak Allah yang hidup. Tetapi tak lama setelah itu, saat Tuhan Yesus mewahyukan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia perlu disalibkan dan dibangkitkan, Petrus, yang memikirkan perkara-perkara manusia dan bukan perkara-perkara Allah, menjadi penyambung lidah Iblis dan merupakan batu sandungan bagi Tuhan (Mat. 16:1623). Dalam perjalanan-Nya yang terakhir menuju Yerusalem, Tuhan Yesus sekali lagi mewahyukan penyaliban dan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya. Mereka tidak saja tidak memperhatikan perkataan-perkataan tersebut, sebaliknya mereka berdebat di antara mereka sendiri siapa yang akan menjadi terbesar di antara mereka (Mat. 20:17-28). Pada malam hari ketika Tuhan Yesus dikhianati, Dia berkata kepada mereka, "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.... Petrus menjawab-Nya, biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak. Yesus berkata kepadanya, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali" (Mat. 26:31-35). Kemudian, Petrus benar-benar menyangkal Tuhan tiga kali di depan banyak orang; dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya (Mat. 26:69-75).
Bahkan sampai pada saat itu, Petrus masih belum memiliki Tuhan Yesus di dalamnya. Ia baru bisa memilikinya setelah Tuhan Yesus disalibkan dan dibangkitkan serta menjadi Roh pemberi hayat.. Pada malam hari kebangkitan-Nya, Dia datang ke tengah murid-murid dan berkata kepada mereka, "Damai sejahtera bagi kamu." Kernudian Dia mengembusi mereka dan berkata kepada mereka, "Terimalah Roh Kudus." Roh yang mereka terima adalah Tuhan yang bangkit itu sendiri. Sejak hari itu, Tuhan Yesus masuk ke dalam Petrus dan juga masuk ke dalam semua orang yang percaya kepada-Nya. Setelah Tuhan naik ke surga, murid-murid kembali ke Yerusalem. Di sana ada kira-kira seratus dua puluh orang berkumpul di ruang atas dan bertekun dengan schati dalam doa. Setelah sepuluh hari, ketika hari Pentakosta tiba, Roh Kudus dicurahkan. Petrus berdiri bersama sebelas rasul yang lain dan memberitakan Injil kepada mereka yang diam di Yerusalem. Petrus bukan lagi Petrus yang dulu. Dia telah berubah. Hal ini dikarenakan Tuhan yang telah mati dan bangkit masuk ke dalamnya menjadi hayat dan segala sesuatunya (Kis. 1:12- 15; 2:1-14).
Hal ini dengan jelas menunjukkan kepada. kita bahwa ketika Allah menjadi daging, Dia menempuh kehidupan manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun, mengalami semua penderitaan dan ujian. Saat menempuh kehidupan manusia, Ia menampilkan Allah dan mengekspresikan Allah di tengah-tengah manusia. Dia mengalami segala sesuatu dalam kehidupan manusia dan bersyarat menjadi Juruselamat manusia. Tetapi Dia masih tidak dapat masuk ke dalam manusia. Sebab itu, Dia harus pergi ke atas salib untuk merampungkan kematian yang almuhit sehingga Dia dapat menyelesaikan semua masalah negatif dalam alam semesta dan dapat melepaskan hayat ilahi. Setelah itu, Dia bangkit dari kematian, menjadi Roh pemberi hayat, dan mengembuskan diri-Nya sendiri ke dalam murid-murid untuk menjadi hayat dan isi mereka. Dalam kenaikan, Dia memberikan mereka sebagai pemberian-pemberian kepada gereja bagi pembangunan Tubuh Kristus. Keenam butir ini - Allah menjadi daging, kehidupan manusia-Nya, ketersaliban-Nya, kebangkitan-Nya, pengembusan-Nya ke dalam murid-murid, dan kenaikanNya - menyusun langkah-langkah utama yang ditempuh Allah untuk penggenapan ekonomi Perjanjian Baru-Nya.
Dalam bab ini kita akan melangkah maju dari keenam butir yang telah disinggung sebelumnya untuk melihat ekonomi Allah dari wahyu Perjanjian Baru. Keenam butir yang pertama adalah mengenai pekerjaan Tuhan di bumi. Mulai butir ketujuh, semuanya adalah mengenai pekerjaan Tuhan di surga.
MANUSIA ALLAH YANG DITINGGIKAN
SEBAGAI SANG KEPALA DALAM KENAIKAN-NYA
Dalam kenaikan-Nya, Tuhan Yesus sebagai manusia Allah yang ditinggikan, sebagai sang Kepala, telah mencurahkan Roh Kudus - yang merupakan perampungan sempuma Allah Tritunggal, perwujudan dan realitas-Nya sebagai sang Kepala - ke atas semua orang beriman-Nya di sepanjang zaman dan di antara segala bangsa (Kis. 2:1-4, 33) din membaptis mereka sekali untuk selamanya ke dalam satu Tubuh, gereja (I Kor. 12:13a). Karena itu pada hari Pentakosta, Tubuh Kristus, gereja, dihasilkan melalui pencurahan Roh Kudus.
GEREJA DIBERI MINUM DARI-NYA
SEBAGAI ROH ITU
DAN MENJADI SATU ROH DENGAN DIA
Ketika gereja, yang terdiri atas orang-orang yang diselamatkan dari segala zaman dan dari antara segala bangsa, dibaptis oleh Roh yang satu itu ke dalam satu Tubuh, maka pada saat yang bersamaan ia jup diberi minum dari Roh itu (I Kor. 12:13b). Setiap kali kita menyeru "O, Tuhan Yesus", kita sedang minum dari Roh Kudus ini. Jika kita menyeru setiap hari dan setiap jam, kita akan minum Roh itu setiap hari dan setiap jam. Kita berseru kepada Tuhan, tetapi kita menerima Roh Kudus. Yesus adalah nama-Nya dan Roh Kudus adalah persona-Nya. Ketika kita berseru kepada Tuhan, Roh Kudus datang dan kita minum dari Roh itu. Bukan hanya demikian, kita juga menjadi satu Roh dengan Dia (I Kor. 6:17). Dengan cara ini, kita dapat menikmati Roh almuhit sebagai suplai hayat (Flp. 1:19). Pada waktu bangun pagi, jika kita tidak berseru kepada Tuhan dan tidak minum Roh Kudus sampai penuh, kita akan menjadi kosong, lemah, dan tidak berdaya sepanjang hari. Tetapi jika kita berseru kepada Tuhan dan minum Roh Kudus segera sesudah bangun, kita pasti akan dipenuhi Roh dan disuplai dengan hayat sehingga penuh kekuatan sepanjang hari. Selanjutnya, kita akan menerima karunia dari Dia untuk berfungsi sebagai anggotaanggota Tubuh-Nya (Rm. 12:4-8). Semua anggota Tubuh Kristus akan menerima karunia melalui suplai hayat dan akan menyatakan fungsi mereka. Inilah gereja.
Ibrani 8:1-2 dan 9:11-12 memberi tahu kita bahwa setelah Kristus ditinggikan, Dia melintasi tabernakel yang lebih besar dan lebih sempuma dan menjadi seorang Pelayan (Minister) di tempat kudus. Pertama, Dia mencurahkan Roh almuhit untuk menghasilkan gereja. Kedua, dalam. kenaikan-Nya, Dia memberikan pemberian-pemberian kepada gereja. Ketiga, Dia melayankan suplai hayat dari surga ke dalam kaum beriman supaya mereka bisa menerima kenikmatan dan berfungsi sebagai anggota-anggota. Keempat, sebagai Imam Besar kita, Dia merawat kita, memperhatikan keperluan-keperluan kita, dan membuat permohonan bagi kita supaya kita bisa mengalami Dia dan menerima suplai surgawi untuk menempuh kehidupan surgawi.
GEREJA SEBAGAI TUBUH KRISTUS
DIEKSPRESIKAN SEBAGAI GEREJA-GEREJA LOKAL
DI SETIAP TEMPAT UNTUK MENJADI KAKI DIAN EMAS
YANG MEMANCARKAN KRISTUS
Jika di suatu tempat ada sekelompok orang beriman yang memiliki hayat Allah dan selalu menyeru nama Tuhan, minum dari Roh Kudus, dan menikmati suplai surgawi, sehingga menerima karunia untuk berfungsi, maka mereka adalah gereja sebagai kaki dian emas yang memancarkan Kristus. Kaki dian-kaki dian emas merupakan gereja-gereja di tempat yang berbeda yang menampilkan kesaksian Kristus. Di satu pihak, gereja-gereja pada tempat yang berbeda, ini melaksanakan urusan administratif mereka secara lokal. Sebagai contoh, gereja di Seoul tergantung kepada gereja di Seoul sendiri untuk memutuskan di mana dan bagaimana seharusnya mereka bersidang sebagai gereja di Seoul. Demikian pula, gereja di Ichon adalah tergantung kepada gereja di Ichon sendiri untuk memutuskan di mana dan bagaimana seharusnya gereja di Ichon bersidang. Setiap gereja memiliki keadaan dan kebutuhan yang khusus; tidak ada dua tempat yang sama. Mengenai masalah administratif ini, tidak ada keseragaman; setiap tempat diatur secara lokal. Di pihak lain, dalam hayat, sifat, dan kesaksian, ada satu Tubuh yang unik dalam alam sernesta (Ef. 4:3-6; 1 Kor. 12:12). Itulah sebabnya ketujuh kaki dian emas dalam kitab Wahyu 1: 11-12, 20b memiliki sifat dan bentuk yang sama. Mereka semua adalah kaki dian yang terbuat dari emas murni. Selaiii itu, kesaksian yang mereka miliki dan terang yang mereka pancarkan adalah sama. Tidak ada perbedaan di antara mereka. Gereja di setiap lokal dan semua gereja di bumi seharusnya sama, baik dalam hayat, fungsi, atau kesaksian. Selanjutnya, di zaman yang gelap ini gereja memiliki Roh Kristus yang diperkuat tujuh ganda untuk menguatkan sinar kaki dian emas (Why. 1:4; 4:5; 5:6). Pada waktu Yohanes menulis kitab Wahyu, gereja-gereja telah merosot, dan zaman telah menjadi gelap. Itulah sebabnya pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi memerlukan Roh Allah yang diperkuat tujuh ganda. Situasi saat itu sama dengan situasi hari ini. Karena itu, kita semua perlu diisi dengan Roh yang diperkuat tujuh ganda ini, supaya cahaya kaki dian emas makin hari makin terang.
KEGAGALAN GEREJA
Dari Alkitab kita dapat melihat bahwa tidak lama setelah zaman rasul-rasul, gereja-gereja lokal sebagai kaki dian emas menjadi gersang, merosot, dan jatuh (Why. 2:14-15, 20) dan di buang ke Babel besar yang misterius, (Why. 17:5); peristiwa ini mirip dengan bangsa Israel dalam Perjanjian Lama yang ditawan di Babel karena kemerosotan dan kegagalan mereka. Menurut sejarah gereja, periode ini berlangsung paling sedikit sepuluh abad yaitu dari sekitar tahun lima ratus tujuh puluh sampai sekitar tahun seribu lima ratus saat reformasi Luther. Periode ini juga dikenal dalam sejarah dunia sebagai zaman kegelapan.
PEMULIHAN GEREJA
Pada saat reformasi, gereja mengalami pemulihan, merunggalkan gereja yang murtad (Why. 18:4) dan secara bertahap kembali kepada tumpuan keesaan yang sebermula untuk menempuh hidup gereja yang tepat (Why. 3:1, 4, 7-12). Inilah panggilan Tuhan untuk para pemenang dalam gereja yang merosot dan gersang, seperti yang tercatat dalam kitab Wahyu 2-3. Hari ini kita berada dalam gereja yang dipulihkan Tuhan. Di mana saja kita berada, di Korea, Cina, Indonesia, atau di daerah Barat, kita telah kembali ke tumpuan lokal yang esa dan berharap untuk dipulihkan secara berkesinambungan hingga mempunyai kehidupan gereja yang normal, yaitu suatu kehidupan yang dipenuhi oleh Roh di dalam dan menampilkan Kristus di luar, suatu kehidupan yang saling mengasihi, saling bersekutu, dan suatu kehidupan yang bersekutu dengan Allah Tritunggal.
PARA PEMENANG DALAM GEREJA DAN PARA PEMENANG
DI ANTARA ORANG-ORANG KUDUS
DALAM PERJANJIAN LAMA AKHIRNYA TERSUSUN
Pertama, para pemenang dalam gereja dan para pemenang di antara orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama disusun menjadi mempelai perempuan Kristus (Why. 19:7-9). Mempelai ini adalah pasangan Kristus, berbagian dengan Kristus dalam pemerintahan-Nya sebagai raja dalam milenium yang akan datang. Kedua, para pemenang dari segala zaman ini akan menyusun bala tentara Kristus pada saat Dia kembali dan bersama Kristus mengalahkan Antikristus dan bala tentaranya (Why. 17:12-14; 19:19-20). Ketiga, mereka akan menyusun Yerusalern Baru dalam milenium. Yerusalem Baru akan muncul dalam dua tahap. Tahap pertarna akan muncul dalam milenium; tahap kedua akan muncul di langit baru dan bumi baru dalam kekekalan. Yerusalern Baru dalam milenium hanya meliputi orang-orang kudus pernenang dari segala zarnan; tidak termasuk orang-orang kudus yang gagal. Mereka harus melewati pendisiplinan Allah untuk disernpumakan lebih lanjut. Sama seperti belajar di sekolah, mereka yang gagal di ujian akhir tidak lulus; mereka harus mengulang pelajaran. Hanya setelah melewati pelajaran-pelajaran tersebut, mereka dapat lulus. Sebab itu, jika hari ini, sebagai orang Kristen, Anda malas dan kendor dan tidak bertumbuh dalam hayat, maka Anda akan dianggap sebagai orang yang gagal ketika Yesus datang kembali. Orang-orang kudus pemenang akan memerintah dan bersukacita dengan Tuhan dalam milenium, sedangkan Anda akan "mengulang pelajaran Anda, ditanggulangi dan dihukum oleh Allah sampai Anda matang. Yerusalem Baru dalam milenium, yang tersusun dari orang-orang kudus pernenang dari segala zaman, akan menjadi penyataan kerajaan surga. Di sana orang-orang yang menang akan memerintah bersarna Kristus untuk menggembalakan bangsa-bangsa (Why. 3:12, 20:4, 6; 2:26-27).
SEMUA ORANG KUDUS DALAM GEREJA
DAN DALAM PERJANJIAN LAMA,
AKHIRNYA MENJADI YERUSALEM BARU
DALAM LANGIT BARU DAN BUMI BARU
Setelah milenium, akan ada langit baru dan bumi baru. Pada saat itu, tidak hanya para pemenang yang berada di sana. Gereja dan orang-orang kudus Perjanjian Lama, yang meliputi orang-orang yang telah disempurnakan dan menjadi matang, akan menjadi Yerusalern Baru dalam langit baru dan bumi baru. Pada saat itu, orang-orang kudus yang gagal juga akan menjadi matang setelah penanggulangan dan penyernpurnaan Allah selama seribu tahun. Mereka juga akan berbagian dalam Yerusalem Baru. Yerusalem Baru yang diperluas ini akan menjadi tempat saling huni antara Allah dengan orang-orang tebusan-Nya dalam kekekalan (Why. 21:3, 22). Di satu pihak, Yerusalem Baru akan menjadi tabernakel Allah, tempat kediaman-Nya. Di pihak lain, dia akan menjadi Bait Allah, tempat kediaman semua orang yang melayani-Nya. Selain itu, Yerusalem Baru ini merupakan Kristus yang korporat, diperluas sebagai ekspresi kekal Allah yang utuh. Yohanes 1:14 mengatakan, "Firrnan itu telah menjadi daging (yaitu Yesus Kristus) dan diam (berkemah) di antara kita." Pada miniatur tabernakel ini, Allah tinggal di dalam dan diekspresikan keluar. Pada langit baru dan bumi baru dalam kekekalan, semua orang kudus yang diselamatkan dari segala zaman telah disempurnakan oleh Allah. Mereka akan sepenuhnya berbaur dengan Allah Tritunggal untuk menjadi sebuah tabernakel yang diperluas. Tabemakel yang diperluas ini akan menjadi ternpat saling huni antara Allah dengan orang-orang tebusan-Nya dan akan menjadi ekspresi Allah yang utuh, lengkap, dan sempurna sampai kekekalan. Inilah perampungan sempurna ekonomi Allah.
Di antara Yesus sebagai miniatur tabemakel dan Yerusalem Baru sebagai tabernakel yang diperluas, hari ini ada gereja Allah di bumi. Setiap gereja lokal seharusnya adalah sebuah tabernakel yang sedemikian, dipenuhi oleh Allah di dalam dan mengekspresikan Allah di luar. Setiap orang di antara. kita dalam gereja lokal seharusnya menempuh kehidupan tabernakel ini sehingga Allah memiliki sebuah tempat kediaman di bumi dan kita juga dapat tinggal di dalamnya. Dengan demikian, Allah akan diekspresikan di setiap tempat. Haleluya! Inilah ekonomi Allah.
Berita ini disampaikan oleh saudara Witness Lee di Seoul, Korea pada tanggal 7 Nopember 1988.