PANDANGAN MENGENAI EKONOMI ALLAH DARI LAMBANG-LAMBANG YANG ADA DALAM PERJANJIAN LAMA (2)
Pembacaan Alkitab :
Kol. 2:17; Ibr. 8:5; 10: 1 a
GARIS BESAR
II. Lambang Korporat :
A. Israel korporat - gereja sebagai Tubuh Kristus - Kel. 12:3a; Gal. 1:2; 6:16 :
1. Mengalami Paskah, lepas dari penghakiman Allah atas mereka - seluruh gereja mengalami Kristus sebagai Paskah - Kel. 12:21, 13; 1 Kor. 5:7-8.
2. Meninggalkan Mesir dan menyeberangi Laut Merah - kaum beriman dibaptis agar terlepas dari dunia - Kel. 12:41; 14:22, 29-30; 1 Kor. 10:1-2; 1 Ptr. 3:21.
3. Melewati padang gurun untuk mempersembahkan kurban kepada Allah - kaum beriman dipimpin oleh Allah untuk melayani Allah - Kel. 3:18; Mat. 28:19-20.
4. Mengalami pengubahan air pahit menjadi manis - kaum beriman mengalami pengubahan situasi pahit menjadi manis melalui salib - Kel. 15:23-25; 2 Kor. 6:9- 10.
5. Menikmati manna dari surga sebagai suplai seharihari - kaum beriman menikmati Kristus sebagai suplai hayat mereka sehari-hari - Kel. 16:14-15, 3 1; 1 Kor. 103; Yoh. 6:48-51, 57b.
6. Minum air hidup yang mengalir keluar dari batu karang - kaum beriman minum Kristus sebagai air hidup - Kel. 17:6; 1 Kor. 10:4; Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 12:13.
7. Mengalahkan Amalek - kaum beriman menang atas daging oleh Roh Kudus - Kel. 17:8-16; Gal. 5:16-17.
8. Tiba di gunung yang ditunjuk oleh Allah, menerima wahyu, dan mendirikan tabernakel – kaum beriman dipimpin oleh Tuhan untuk menerima wahyu dan membangun gereja sebagai tempat kediaman Allah - Kel. 19:1-6; 25:8-9; Ef 2:18-22.
9. Mengembara dan mati di padang gurun - kaum beriman mengembara dan jatuh dalam jiwa - Bil. 14:32-33; Ibr. 3:12-13; 4:1, 11-12.
10. Menyeberangi sungai Yordan dan memasuki tanah Kanaan, tanah permai - hayat alamiah kaum beriman mengalami kematian Kristus dan dalam kebangkitan mereka menikmati Kristus sebagai tanah permai - Yos. 3:14-17; 4:8-9; Kol. 3:1-4; 1:12.
11. Mengalahkan musuh, memperoleh tanah, dan membangun bait - kaum beriman mengalahkan musuh-musuh rohani, memperoleh wilayah kekuasaan dalam Kristus, dan membangun gereja sebagai bait Allah - I Taw. 22:17-18; Ef 6:10-20; 2:21-22.
12. Menjadi gersang, jatuh, dan dibuang ke Babel gereja menjadi gersang, jatuh, dan dibuang ke Babel besar yang misterius - 2 Taw. 36:11-20; Why. 2:14-15, 20; 17:5.
13. Kembali dari penawanan ke Yerusalem untuk membangun kembali bait Allah pada tumpuan yang sebermula - dipulihkan dari Babel besar ke tumpuan gereja yang sebermula untuk membangun kembali gereja Allah - Ezr. 1: 1 -11; 3:3-13; Why. 3:1, 4, 7-12; 18:4.
14. Membangun kembali kota Yerusalem sebagai wilayah bait Allah serta membangun kembali bait dan kota Yerusalem lebih lanjut selama pernulihan bangsa Israel yang akan datang - para pernenang dalam gereja dan orang-orang kudus pernenang dalam Perjanjian Lama, akhimya menjadi Yerusalem Baru dalam milenium, rampung sempurna dalam Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru, menjadi perluasan bait Allah - Neh. 2:1718; Yeh. 40:2, 5; 48:15-16, 30-35; Why. 3:12; 21:1-2.
B. Seluruh tabernakel dan bait berpusat pada tabut gereja merupakan perluasan Kristus dengan Kristus sebagai pusatnya - Kel. 40:2-3; 1 Raj. 7:5 1; 8:1-6; Kol. 3: 10-11.
Doa : Tuhan, bersandar darah adi-Mu, sekali lagi kami menengadah kepada-Mu. Engkaulah Tuhan yang menyertai kami dan yang berbicara kepada kami. Pagi ini, wahyukanlah diri-Mu kepada kami melalui firman-Mu. Berbicaralah kepada setiap orang dan jamahlah roh setiap orang, supaya setiap orang dapat merasakan kehadiran-Mu dalam roh dan dapat merasakan secara mendalam bahwa Engkau dekat dengan kami dan membelaskasihani kami. Tuhan, bukalah firman-Mu. Terangi kami dengan terang firman-Mu. Jagalah, supaya Engkau satu roh dengan kami dan kami satu roh dengan Engkau. Semoga roh kami bersatu dengan Roh-Mu dan semoga Roh-Mu berbaur dengan roh kami. Tuhan, kirimkanlah berkat-Mu dan curahkanlah ke atas setiap orang yang berada dalam sidang ini. Naungilah kami juga dengan darah adi-Mu yang menang. Lawanlah kuasa kegelapan bagi kami. Ikatlah musuh-Mu yang juga adalah musuh kami. Dalam nama-Mu yang menang kami berdoa. Amin.
Kita telah melihat bahwa dalam kekekalan yang lampau, sebelum segala sesuatu dijadikan, Allah mempunyai ekonomi kekal, yaitu membagikan diri Allah Tritunggal ke dalam manusia tripartit. Pada pihak Allah, Dia adalah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan Roh. Pada pihak manusia, kita adalah tripartit, yaitu terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Allah yang tinggal dalam terang yang tidak terhampiri adalah Bapa; Dia adalah sumber. Ketika Dia dinyatakan, Dia adalah Putra. Ketika Dia datang mengunjungi, merawat, dan menjumpai kita, Dia adalah Roh. Roh itu masuk ke dalam roh kita untuk berbaur dengan roh kita. Dengan cara inilah, dua roh menjadi satu roh. Sebab itu, roh merupakan bagian manusia yang paling tinggi. Jika Anda hidup dalam roh, Anda adalah orang yang mempunyai status tertinggi, seorang dari kelas tertinggi. Jika Anda hidup dalam jiwa, status Anda, lebih rendah, Anda berada di kelas kedua. Jika Anda hidup dalam tubuh, status Anda adalah yang terendah di antara semuanya, Anda berada di kelas ketiga. Karena alasan ini, janganlah tinggal dalam jiwa atau tubuh. Bahkan Anda harus berusaha keras untuk masuk ke dalam roh agar menjamah Roh Allah dan berbaur dengan Dia.
Ketika Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh - masuk ke dalam roh, jiwa, dan tubuh, manusia menjadi satu. dengan Allah. Inilah yang hendak dirampungkan Allah dalam ekonomiNya. Perkara ini tercatat dalam Alkitab dengan jelas dan gamblang. Sayangnya, ketika orang-orang membaca Alkitab, kebanyakan dari mereka hanya melihat kisah-kisah di permukaannya; mereka tidak melihat wahyu pada kedalamannya. Mereka hanya melihat Adam makan buah terlarang dan melakukan dosa yang mematikan, Habel mempersembahkan kurban yang diperkenan Allah, Enos menyeru nama Yehova, dll. Mereka tidak melihat makna yang dalam pada perkara-perkara itu. Sebenarnya' semua ini tercatat dalam Alkitab sebagai lambang-lambang. Hal-hal tersebut tercatat untuk memperlihatkan kepada kita bagaimana Allah merampungkan ekonomi-Nya. Ketika Adam berdosa dan jatuh, ia menyembunyikan dirinya dan tidak berani melihat wajah Allah. Allah datang mencarinya dan menutupinya dengan jubah dari kulit kurban persembahan. Ia pasti dipenuhi oleh rasa syukur kepada Allah, dan setelah itu, Roh Allah pasti masuk ke dalamnya. Hasilnya adalah Habel. Habel mempersembahkan kurban kepada Allah, dengan demikian Habel memiliki hubungan lebih lanjut dengan Allah, dan hal ini mengakibatkan Roh Allah masuk ke dalamnya. Kemudian kita sampai pada Enos, orang yang menyeru nama Yehova dalam kelemahannya, dan Roh Allah sekali lagi masuk ke dalamnya. Selanjutnya, Henokh berjalan bersama Allah. Hal ini pasti dikarenakan Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam Henokh dan menyatukan diri-Nya dengan roh Henokh sehingga ia dapat berjalan bersama Allah. Setelah Henokh adalah Nuh. Nuh tidak hanya berjalan bersama Allah, tetapi ia juga bekerja sama dengan Allah untuk membangun bahtera. Hal ini pasti juga dikarenakan Roh Allah berhubungan dan bersekutu dengan roh manusia.
Hal ini dibuktikan oleh Kejadian 6:3. Di sana dikatakan bahwa Roh Yehova tidak akan selama-lamanya tinggal dalam manusia, karena manusia itu adalah daging (lihat catatan pinggir ASV). Dari sini kita melihat bahwa mulai Kejadian I sampai Kejadian 5, dari Adam sampai Nuh, Roh Yehova tinggal bersama manusia. Karena Roh Yehova tinggal dalam Adam, maka Adam yang jatuh dan berdosa dapat beroleh penebusan. Habel mempersembahkan kurban persembahan kepada Allah juga dikarenakan fakta bahwa Roh Yehova menyertai Habel. Enos dapat menyeru nama Yehova, Henokh dapat berjalan bersama Allah, dan Nuh dapat bekerja sama dengan Allah, semuanya dikarenakan fakta bahwa Roh Yehova menyertai mereka.
Hari ini, kita menyeru 0, Tuhan Yesus, juga dikarenakan fakta bahwa Roh Kudus menyertai kita. Satu Korintus 12:3 mengatakan, ... dan tidak ada seorangpun yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus." Kita menyeru nama Tuhan Yesus membuktikan bahwa Roh Kudus menyertai kita. Kehadiran Roh Kudus adalah kedatangan Allah Tritunggal ke dalam kita. Pertama, Dia masuk ke dalam roh kita; kemudian, Dia meluas ke jiwa kita, meninggikan dan mengubahnya. Akhirnya, Dia akan meninggikan tubuh kita, mengubahnya (transfigurasi) menjadi tubuh mulia seperti milik-Nya sendiri. Sebab itu, kedatangan Allah untuk menyelamatkan kita merupakan suatu langkah merendahkan diri (penurunan) secara bertahap, sedangkan penggarapan diri-Nya ke dalam kita menyebabkan kita mengalami kenaikan secara bertahap. Pertama, Dia masuk ke dalam roh kita, kemudian Ia meninggikan jiwa kita, dan selanjutnya Ia meninggikan tubuh kita, supaya kita menjadi sama seperti Dia. Sebelum diselamatkan, sepanjang hari, pikiran kita, keinginan kita, dan keputusan kita, berada pada perkara-perkara yang rendah dan memalukan. Setelah diselamatkan, Roh Allah masuk ke dalam kita untuk meninggikan jiwa kita. Sekarang perkara-perkara yang kita pikirkan, inginkan, dan putuskan dalam hati kitajauh lebih tinggi daripada sebelumnya. Selain itu, pikiran, keinginan, dan keputusan kita akan ditinggikan setiap hari sehingga makin hari makin tinggi. Tidak hanya jiwa kita yang ditinggikan, bahkan fungsi tubuh kita juga ditinggikan. Sebelum diselamatkan, mulut kita scring mengucapkan kata-kata jahat, dan kaki kita berjalan di jalan yang bengkok. Sekarang mulut kita mengucapkan kata-kata pujian, kata-kata Injil, dan kata-kata yang membangun orang lain. Kaki kita berjalan ke tempat sidang gereja. Hari ini, kita bukan lagi Adam yang jatuh; kita adalah Nuh. Kita telah ditinggikan oleh Allah Tritunggal. Kita semua adalah orang-orang kelas tinggi. Di satu pihak, kita mempersembahkan kurban kepada Allah dan menyeru namaNya. Di pihak lain, kita berjalan bersama Allah dan bekerja sama dengan Allah. Inilah yang telah direncanakan dan dimaksudkan Allah. Inilah yang ingin diperoleh Allah dalam ekonomi-Nya.
Bukan hanya demikian. Ketika melangkah lebih jauh, kita akan menyadari bahwa semua yang kita lalui adalah pengalaman dari kasih Bapa, kasih karunia Putra, dan persekutuan Roh itu. Dalam pengalaman kita, ada bagian yang merupakan pengalaman Abraham. Ada pula bagian yang merupakan pengalaman Ishak, dan ada bagian yang merupakan pengalaman Yakub. Yakub adalah seorang perampas. Bahkan pada waktu berada dalam kandungan ibunya, ia memegang turnit Esau, saudaranya (Kej. 25:26). Ketika dewasa, ia menipu untuk merebut berkat Esau dari ayahnya (27:23). Setelah melarikan diri ke rumah Laban, pamannya, ia masih menggunakan tipuan-tipuan untuk memperoleh domba-domba bagi dirinya (30:42). Tetapi ia tidak dapat lari dari tangan pengubahan Allah. Akhirnya, pekerjaan pengubahan Roh Kudus mengubah Yakub sepenuhnya. Pada saat tua dan matang dalam hayat, ia tidak saja tidak lagi menipu orang lain, tetapi tangan perampasnya berubah menjadi tangan berkat, memberkati orang-orang di segala tempat. Ketika pergi ke Mesir dan bertemu Firaun, ia memberkati Firaun (47:10). Ia juga memberkati dua anak Yusuf, Efraim dan Manasye (48:9). Sebelum meninggal, ia memberikan berkat yang terpisah kepada setiap orang anaknya yang berjumlah dua belas, (49:28). Si perampas Yakub menjadi Israel, pangeran Allah. Yusuf berasal dari Yakub. Ia mewakili aspek pernerintahan Yakub. Ia diberi amanat oleh Firaun untuk memerintah seluruh tanah Mesir (41:43). Pada saat bencana kelaparan melanda seluruh bumi, ia membagikan makanan yang limpah kepada semua orang. Inilah pekerjaan-pekerjaan dalam ekonomi Allah.
Sebab itu, pengalaman kesembilan orang dalam kitab Kejadian ini merupakan bagian dari ekonomi Allah. Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam setiap orang dari mereka dan menggarapkan setiap orang dari mereka ke dalam Dia. Mereka disatukan, dan dibaurkan dengan Allah, serta diubah, bahkan menjadi pangeran Allah, memerintah bagi Allah di bumi, dan menyalurkan kekayaan Allah kepada orang lain. Pengalmnan ini cukup tinggi, tetapi hanya pada aspek perorangan. Allah belum memperoleh sebuah tempat kediaman korporat. Dia masih belum memiliki tempat berdiam di bumi.
LAMBANG KORPORAT
Israel Korporat
Allah bermaksud memiliki satu Tubuh yang korporat. Bangsa Israel merupakan lambang Tubuh ini. Karena itu, Allah melangkah maju dari kitab Kejadian sampai kitab Keluaran, yaitu dengan menggarapkan diri-Nya ke dalam Israel korporat, supaya mereka menjadi rumah Allah yang merupakan tempat kediaman Allah di bumi, seperti yang dilambangkan oleh tabernakel yang berada di tengah-tengah bangsa Israel. Israel korporat ini adalah lambang gereja sebagai Tubuh Kristus, yang merupakan tempat kediaman Allah di antara urnat manusia di bumi.
Mengalami Paskah,
Lepas dari Penghakiman Allah atas Mereka
Pada waktu itu, bangsa Israel turun ke Mesir dan diperbudak oleh bangsa Mesir. Agar mereka terlepas dari perbudakan Mesir, Allah harus menghakimi Mesir dan membunuh semua anak sulung orang Mesir. Untuk menyelamatkan bangsa Israel dari pembunuhan yang sama, Allah memberikan jalan keselamatan kepada mereka. Dia memerintahkan mereka untuk menyembelih anak domba paskah dan mengoleskan darahnya pada ambang atas dan kedua tiang pintu. Karena berada di bawah penudungan darah, malaikat pernusnah melewati mereka dan tidak membunuh mereka (Kel. 12:21-23). Tetapi semua anak sulung di tanah Mesir dihakimi oleh Allah dan dibunuh oleh malaikat pemusnah. Dengan demikian, bangsa Israel dilepaskan dari tangan perbudakan Firaun dan dibebaskan dari Mesir.
Meninggalkan Mesir dan Menyeberangi Laut Merah
Setelah bangsa Israel mengalami Paskah, mereka meninggalkan Mesir pada malam itu juga dan menyeberangi Laut Merah. Ini melambangkan semua orang beriman dalam Perjanjian Baru, yaitu seluruh gereja, yang mengalami Kristus sebagai Paskah dan dibaptis untuk dilepaskan dari dunia. Bagi bangsa Israel, pengalaman atas Paskah, keluar dari Mesir, dan menyeberangi taut Merah, bukanlah perkara individu, tetapi semuanya merupakan perkara korporat. Mereka mengalami Paskah sebagai satu Tubuh korporat, mereka meninggalkan Mesir sebagai satu Tubuh korporat, dan mereka menyeberangi Laut Merah sebagai satu Tubuh korporat. Dalam pandangan Allah, kita, kaum beriman, bukan diselamatkan seorang derni seorang secara individu. Tetapi sebaliknya, kita menikmati Kristus sebagai Anak Domba penebus secara bersama-sama, kita dibaptis bersama-sama dan kita dilepaskan dari dunia serta diselamatkan dari zaman ini juga secara bersama-sama. Pada Allah, tidak ada perbedaan waktu dan ruang. Kita, kaum beriman, mengalami Paskah pada waktu yang sama dan kita semua meninggalkan Mesir serta menyeberangi Laut Merah pada waktu yang sama.
Melewati Padang Gurun
untuk Mempersembahkan Kurban kepada Allah
Bangsa Israel dipimpin oleh Allah ketuar dari Mesir, menyeberangi Laut Merah, dan memasuki padang gurun adalah untuk melayani Allah. Hari ini, bagi kita, orang-orang yang diselamatkan, juga demikian. Kita berada di padang gurun, jauh dari perbudakan dunia, dibebaskan dari perbudakan manusia, dan memiliki kemerdekaan sejati. Di sini, kita belajar untuk melayani Allah.
Mengalami Pengubahan Air Pahit Menjadi Manis
Dalam perjalanan melalui padang gurun, Allah memimpin bangsa Israel mengalami banyak hal. Pertama, mereka mengalami pengubahan air pahit menjadi manis. Bangsa Israel tiba di Mara. Karena air di sana pahit, orang-orang lalu mengeluh kepada Musa. Tuhan memerintahkan Musa untuk melempar sebatang kayu ke dalam air, dan air tersebut menjadi manis (Kel. 15:25). Air pahit melambangkan situasi yang pahit. Sebatang kayu melambangkan salib Kristus. Pengalaman orang-orang Kristen sama seperti pengalaman bangsa Israel di padang gurun; sering kali kita bergumul dengan kesulitan-kesulitan saat menempuh perjalanan di bumi. Pada waktu itu, jika kita memandang salib Kristus dan menerimanya ke dalam kita, situasi kita yang pahit akan menjadi manis.
Menikmati Manna dari Surga sebagai Suplai Sehari-hari
Bangsa Israel juga menikmati manna dari surga sebagai suplai sehari-hari mereka. Mereka tidak membajak atau menuai di padang gurun. Makanan mereka adalah manna dari surga (Kel. 16:15). Kita yang mengikuti Tuhan memiliki manna Allah dari surga, yaitu Tuhan Yesus. Dia adalah roti hidup (hayat). Ketika kita makan Dia, kita tidak akan lapar. Barangsiapa memakan Dia akan hidup oleh Dia (Yoh. 6:35, 57).
Minum Air Hidup yang Mengalir dari Batu Karang
Bangsa Israel tidak saja memerlukan makanan di padang gurun, mereka juga memerlukan air. Allah menyelesaikan masalah kebutuhan makan mereka dengan mengirim manna, tetapi Allah masih perlu menyelesaikan masalah kebutuhan minum mereka. Karena itulah, Allah memerintahkan Musa untuk memukul batu karang, lalu dari batu karang tersebut keluarlah air (Kel. 17:6) sehingga dahaga mereka terferaikan. Hari ini, Tuhan Yesus adalah manna kita. Dia juga adalah air hidup kita. Kita dapat minum Dia dan dipuaskan.
Mengalahkan Amalek
Ketika bangsa Israel sedang berada dalam perjalanan di padang gurun, bangsa Amalek datang dan berperang dengan mereka (Kel. 17:8) untuk menghalangi mereka maju. Melalui doa Musa, bangsa Israel mengalahkan bangsa Amalek. Dalam perlambangan, bangsa Amalek melambangkan daging kita. Daging kita. selalu menghalangi kita mengikuti Tuhan. Tetapi, melalui syafaat Tuhan Yesus di surga dan melalui kekuatan Roh Kudus, kita mampu mengalahkan daging. Sebab itu, setelah kita meninggalkan Mesir dan berada dalam perjalanan mengikuti Tuhan di padang gurun, kita memiliki banyak kebutuhan. Tuhan dapat memenubi segala kebutuhan kita. Dia mengubah segala kesulitan menjadi manis. Dia memuaskan lapar kita dan meleraikan dahaga kita. Dia mengatasi penghalang yang ditimbulkan daging bagi kita. Dengan demikian, kita dapat maju terus tanpa takut ke tempat yang ditetapkan Allah.
Tiba di Gunung yang Ditunjuk Allah
untuk Menerima Wahyu dan Mendirikan Tabernakel
Bangsa Israel tiba di gunung Sinai, tempat yang ditunjuk Allah (Kel. 19: 1). Di sinilah mereka menerima wahyu untuk membangun tabernakel supaya Allah mempunyai tempat kediaman di bumi (Kel. 25:8). Selanjutnya, tabernakel menjadi pusat pergerakan di tengah bangsa Israel. Hal ini melambangkan kita, kaurn beriman, juga dipimpin oleh Tuhan untuk menerima wahyu dan membangun gereja sebagai tempat kediaman Allah.
Mengembara dan Mati di Padang Gurun
Sebenarnya, bangsa Israel dapat masuk ke tanah Kanaan yang permai dengan mudah melalui mengikuti tabernakel, kalau saja mereka tidak mempunyai hati jahat yang tidak percaya, dan yang telah menyakiti Allah. Karena itulah, Allah jijik dengan generasi tersebut. Pada akhimya mereka semua mati di padang gurun. Ini melambangkan kaum beriman mengembara dan jatuh dalam jiwa.
Menyeberangi Sungai Yordan dan
Memasuki Kanaan, Tanah Permai
Bangsa Israel mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun hingga generasi baru dibangkitkan. Allah membawa generasi baru masuk ke tanah Kanaan dengan menyeberangi sungai Yordan. Dia memerintahkan Yosua untuk memilih dua belas orang di antara mereka yang akan membawa dua belas batu dari sungai Yordan ke seberang. Selain itu, mereka menegakkan dua belas batu di sungai Yordan (Yos. 4:2, 8-9). Hal ini dilakukan sebagai lambang bahwa bangsa Israel lama sudah terkubur dalam sungai Yordan dan bangsa Israel baru dipimpin menyeberangi sungai untuk masuk ke dalam tanah permai. Peristiwa ini menandakan bahwa hayat alamiah kaum beriman mengalami kernatian Kristus dan dalam kebangkitan, mereka menikmati Kristus sebagai tanah permai.
Mengalahkan Musuh, Memperoleh Tanah,
dan Membangun Bait
Ketika bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, Allah menyerahkan orang-orang di tanah tersebut ke tangan mereka. Mereka dapat mengalahkan musuh, memperoleh tanah, dan membangun bait Allah di sana. Bait adalah perluasan tabernakel. Bait adalah tempat kediaman Allah. Peristiwa ini melambangkan kita, kaum beriman, mengalahkan musuh-musuh rohani, memperoleh daerah kekuasaan dalam Kristus, dan membangun gereja sebagai bait Allah. Ketika mengikuti Kristus, kita menerima suplaian manna, juga menerima suplaian air hidup, dan menang atas daging. Selanjutnya, kita menyangkal hayat alamiah kita melalui mengalami kernatian Kristus, mati dan bangkit bersama Dia, serta masuk ke dalam Dia untuk disatukan dengan semua orang kudus dan untuk dibangun menjadi tempat kediaman Allah yang kokoh dalam Dia.
Menjadi Gersang, Jatuh, dan Dibuang ke Babel,
serta Kembali dari Penawanan ke Yerusalem,
untuk Membangun Kernbali Bait Allah pada Dasar yang Sebermula
Setelah bait selesai dibangun, bangsa Israel perlahan-lahan menjadi gersang, jatuh, dan akhimya dibuang ke Babel, berada di bawah pernerintahan bangsa kafir. Setelah waktu tujuh puluh tahun tergenapi (2 Taw. 36:11-21), Allah memanggil mereka keluar dari Babel, kembali ke Yerusalem, membangun kembali bait pada dasar yang sebermula (Ezr. 1:3). Ini mengacu pada sejarah gereja setelah gereja terbentuk. Dari Wahyu 2-3, kita nampak bahmia gereja perlahan-lahan menjadi gersang, jatuh, dan dibuang ke Babel besar yang misterius. Saat reformasi dimulai pada abad keenarn betas, gereja kembali pada kedudukan yang sebermula. Hari ini, kita seperti bangsa Israel yang kembali, ketuar dari Babel besar yang misterius dan dipulihkan ke tumpuan gereja sebermula untuk membangun kembali gereja Allah.
Membangun Kembali Kota Yerusalem
sebagai Wilayah Bait Allah, serta Membangun Kembali Bait dan
Kota Yerusalem Lebih Lanjut
Selama Pemulihan Bangsa Israel yang Akan Datang
Bangsa Israel kembali dari penawanan, membangun bait, dan memulihkan kota suci. Ketika Tuhan Yesus datang lagi, bangsa Israel akan dipulihkan. Pada saat itu, mereka sekali lagi akan membangun bait dan akan membangun Yerusalem yang lebih besar. Menurut Yehezkiel 48, Yerusalem yang akan dibangun oleh mereka, memiliki dua belas pintu gerbang dan akan menjadi tempat kediaman mereka bersama Allah dalam milenium. Ini melambangkan para pernenang dalam gereja dan orang-orang kudus pemenang dalam Perjanjian Lama, akhirnya mereka akan menjadi Yerusalem Baru dalam milenium. Mereka akan menjadi bagian surgawi dari milenium dan merupakan pernyataan kerajaan surga. Di sana, mereka akan melaksanakan otoritas untuk memerintah bersama Tuhan Yesus atas bangsa-bangsa.
Setelah seribu tahun, Yerusalem surgawi ini akan diperluas menjadi Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru. Dia akan meliputi semua orang yang ditebus dari segala zaman untuk menjadi tempat kediaman dan ekspresi Allah dalam kekekalan yang akan datang. Dia juga akan menjadi tempat kediaman kita, orang-orang yang ditebus. Sebab itu, Yerusalern baru dalam langit baru dan bumi baru akan menjadi tempat saling huni antara Allah dengan manusia. Allah akan berhuni di dalam orang-orang tebusan dan orang-orang tebusan akan berhuni di dalam Allah, Penebus mereka. Dalam kekekalan, Yerusalem Baru ini adalah perampungan sempuma gereja untuk menjadi ekspresi kekal Allah.
Sampai di sini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa sejarah bangsa Israel merupakan suatu lambang yang utuh dari sejarah gereja. Sejarah Israel dimulai dengan bangsa Israel mengalami Paskah secara. korporat pada waktu mereka keluar dari Mesir, dan terus berlangsung sampai Tuhan datang untuk kali kedua, yaitu saat mereka memulihkan pembangunan Yerusalem dengan dua belas pintu gerbang. Sejarah gereja juga dimulai dari Paskah, yaitu saat Kristus disembelih (I Kor. 5:7), dan terus berlanjut sampai milenium dengan Yerusalem surgawinya, yang juga memiliki dua belas pintu gerbang. Sebab itu, seluruh Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, baik dengan lambang maupun dengan wahyu, membicarakan hal yang sama, yaitu ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam kita, manusia tripartit. Dia berhasrat untuk menjadi hayat, isi, dan suplai lengkap manusia, supaya manusia menjadi wakil dan ekspresi Allah. Pada mulanya, Allah mendapatkan individu-individu, dari Adam, Habel, Enos, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, sampai kepada Yakub dan Yusuf Kemudian, Allah memperoleh Israel korporat. Pada waktu kita baru diselamatkan, kelihatannya kita hanya seorang diri; tetapi perlahan-lahan kita merasa bahwa kita memerlukan satu. Tubuh korporat, yaitu gereja. Karena itulah, kita mulai berhimpun dalam kehidupan gereja. Hari ini, kitalah bangsa Israel yang sejati dan riil, mengekspresikan Allah sebagai tempat kediaman Allah di bumi.
Saya harap, Anda bisa melihat bahwa inilah yang dicari Tuhan dalam pemulihan-Nya di bumi hari ini. Mula-mula, Dia memperoleh individu-individu; kemudian Dia memperoleh satu Tubuh. Hari ini, kita semua memiliki pengalaman-pengalaman individu, tetapi kita juga menempuh hidup gereja. Inilah kehidupan yang di dalamnya Allah Tritunggal disatukan dengan orang-orang tebusan menjadi satu roh. Dia adalah hayat dan isi kita, kita adalah perhentian dan tempat tinggal-Nya. Dia adalah kenikmatan kita, kita adalah ekspresi-Nya. Semua ini dimulai dari Roh-Nya yang berbaur dengan roh kita, dilanjutkan dengan meninggikan dan mengubah jiwa kita, dan dirampungkan dengan meninggikan tubuh kita, yaitu penebusan tubuh kita. Akhirnya, semua orang yang ditebus akan menjadi Yerusalem Baru, tempat saling huni antara Allah dengan kita, dan ekspresi kekal Allah. Semoga kita semua melihat visi ekonomi Allah ini, supaya kita bisa mengetahui bagaimana menempuh hidup gereja dan bagaimana berjalan di jalan yang tepat dan terang.
Berita ini disampaikan oleh saudara Witness Lee di Seoul, Korea pada tanggal 6 Nopember 1988.