← Daftar isi Ekonomi Allah dan Pembangunan Tubuh Kristus · bab 1/6

PANDANGAN MENGENAI EKONOMI ALLAH DARI LAMBANG-LAMBANG DALAM PERJANJIAN LAMA (1)

Pembacaan Alkitab : Kol. 2:17; Ibr. 8:5; 10:1a

GARIS BESAR

I. Lambang-lambang Perorangan :

A. Adam dan Hawa - Kristus dan Gereja - Kej. 2:18, 21:24; Ef. 5:30-32 :

1. Adam - Kristus sebagai ekspresi Allah.

2. Hawa - Gereja sebagai ekspresi Kristus.

B. Dari Adam, orang yang jatuh, sampai kepada Nuh, orang yang bekerja sama dengan Allah - dari satu orang dosa yang jatuh sampai kepada satu orang kudus yang bekerja sama dengan Tuhan :

1. Adam, orang yang jatuh, mengenakan kulit dari kurban persembahan - satu orang dosa menerima Kristus sebagai jubah kebenarannya - Kej. 3:21; Gal. 3:27; 1 Kor. 1:30.

2. Habel, orang yang mewarisi keselarnatan, mempersembahkan seekor domba sebagai kurban persembahan - seorang beriman yang hidup di dalam Kristus sebagai kebenaran Allah dan diperkenan oleh-Nya - Kej. 4:4; 2 Kor. 5:2 1.

3. Enos, orang yang rapuh, menyeru nama Yehova seorang beriman yang rapuh, menyeru nama Tuhan untuk menikmati Dia sebagai bagiannya - Kej. 4:26; Kis. 9:14; 2 Tim. 2:22; 1 Kor. 1:2.

4. Henokh, orang yang mencari Allah, berjalan bersama Allah - seorang beriman yang mencari Tuhan, hidup bersama Tuhan - Kej. 5:22-24; Yoh. 14:19b; Gal. 2:20.

5. Nuh, orang yang berjalan bersama Allah, bekerja sama dengan Allah - seorang beriman yang hidup bersama Tuhan dan bekerja sama dengan Tuhan untuk mengerjakan keselarnatannya - Kej. 6:9b, 14, 18; Flp. 2:12b.

C. Abraham, Ishak, dan Yakub serta Yusuf - pengalaman tiga ganda dari seorang beriman yang terpanggil dalam Allah Tritunggal, dimulai dari proses terpilihnya sampai proses ia memerintah.

1. Sebagai bapa, Abraham dipanggil oleh Allah dan dibenarkan oleh iman, hidup oleh iman, dan hidup dalam persekutuan dengan Allah - seorang beriman yang menerima panggilan dan pembenaran oleh Allah Bapa, dengan iman menempuh hidup bersekutu dengan Dia - Kej. 12: 1; 15:6; Ibr. 11: 9; Kej. 18:1, 17, 22-33; 1 Kor. 1:9; Rm. 8:30; Gal. 2:20b; I Yoh. 1:3, 6.

2. Sebagai putra, Ishak dengan iman mewarisi semua berkat yang dijanjikan - seorang beriman yang hidup dalam persekutuan dengan Allah dan mengalami warisan semua kasih karunia dalam Allah Putra untuk kenikmatan dalam kepuasan dan perhentian - Kej. 25:5; Ibr. 11: 9; Ef. 3:6; Gal. 3:29.

3. Sebagai pewaris dari kakek dan ayahnya, Yakub dipilih oleh Allah, mengalami ujian-ujian untuk menjadi Israel milik Allah dan membawa berkat Allah kepada setiap orang - seorang beriman yang dipilih oleh Allah, menikmati kasih Allah Bapa dan kasih karunia Allah Putra, mengalami pengubahan Allah Roh melalui ujian-ujian dalam lingkungannya. sehingga menjadi manusia yang matang untuk membagikan berkat Allah kepada orang lain - Kej. 25:23; Rm. 9:10-13; Kej. 27:41-45; 31:1-2; 32:28; 47:7, 10; 48:9, 15-16, 20; 49:26, 28; 1 Ptr. 1:2; Rm. 8:28; 2 Kor. 3:18; 1 Kor. 15:58; Ibr. 6:1; Rm. 12:14.

4. Sebagai orang yang pengalamannya merupakan bagian dari pengalaman Yakub, Yusuf memerintah dan membagikan kekayaan Allah kepada setiap orang di mana saja - seorang beriman yang diubah, menang, dan matang, memerintah bagi Tuhan dan membagikan kekayaan Allah dalam Kristus kepada setiap orang - Kej. 41:40-44, 55-57; 2 Kor. 2:14-16; Ef. 3:8; Why. 20:4,6.

Doa : Tuhan, hati kami bersukacita dan roh kami memujiMu. Engkaulah Tuhan kasih karunia. Kami menengadah kepadaMu untuk sidang (pertemuan) malam ini. Semoga Engkau melawat setiap orang. Kami memuji-Mu karena setiap kali Engkau mengumpulkan kami dalam nama-Mu, Engkau berbicara kepada kami dan memberi kami kasih karunia. Malam ini, berbicaralah sekali lagi kepada kami dan belaskasihanilah kami sekali lagi. Semoga setiap orang menerima bagian yang tersedia baginya dan setiap orang boleh menjamah-Mu serta mendapatkan diriMu. Berbicaralah dalam pembicaraan kami dan lawatlah setiap orang melalui pembicaraan kami. Muliakanlah nama-Mu dan ikatlah musuh-Mu, Satan. Tuhan, demi kesaksian-Mu, gerejaMu dan pemulihan-Mu (di Korea) hari ini, curahkanlah berkatMu kepada kami dalam segala hal sehingga Engkau bisa memperoleh tanah ini, mendapat jalan di negeri ini dan memberkati seluruh bangsa ini. Dalam nama-Mu yang penuh kuasa kami berdoa, Amin.

Dalam konferensi ini, kami telah menerima beban dari Tuhan untuk membahas ekonomi Allah. Istilah ekonomi dalam bahasa Yunani berarti hukum rumah tangga. Hal ini mengacu kepada pengaturan rumah tangga atau administrasi rumah tangga, dan diartikan sebagai sebuah susunan administratif, sebuah rencana, sebuah kehendak, atau sebuah proposal. Dari istilah yang luar biasa ini, kita dapat melihat bahwa Allah yang kita percayai dan yang kita layani adalah Allah yang bertujuan, berencana, bergerak, dan beraktivitas. Dia dipenuhi dengan perkaraperkara yang berkaitan dengan ekonomi-Nya. Bahkan sebelum dunia dijadikan, di dalam Kristus, Dia membuat suatu rencana dan keputusan, yaitu suatu susunan dan suatu proposal. Jadi Ia telah menetapkan sebuah ekonomi yang akan berlangsung dari zaman ke zaman.

Secara sepintas, Perjanjian Lama kelihatannya hanyalah sebuah catatan mengenai cerita-cerita perorangan, sejarah bangsa Israel, ditambah beberapa nyanyian, amsal, dan nubuat. Meskipun Anda tidak dapat menemukan kata ekonomi di sana, namun ekonomi Allah ada di sana. Ketika kita sampai pada Perjanjian Baru, khususnya ketika sampai pada surat-surat rasul Paulus, seorang yang mencrima wahyu tertinggi dan terbesar, kita menemukan bahwa ia berulang-ulang menggunakan istilah ekonomi. Dalam Efesus 1 ia berkata bahwa sejak semula Allah mempunyai sebuah ekonomi menurut perkenan-Nya, yaitu untuk menyatukan segala sesuatu dalam Kritus sebagai Kepala (ay. 910). Dalam pasal 3, sekali lagi ia memberi tahu kita bahwa Allah sedang merampungkan perkara ini melalui gereja. Gereja merupakan sarana tertinggi bagi Allah untuk menyatukan segala sesuatu di bawah otoritas Kristus demi penggenapan ekonomi-Nya (ay. 9-10). Seluruh kitab Efesus menunjukkan kepada kita bagaimana Allah merampungkan ekonomi-Nya melalui gereja, yaitu Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit yang diciptakan-Nya supaya Dia dapat menjadi hayat, elemen hayat, dan ruang lingkup hayat mereka untuk menyusun mereka menjadi gereja. Melalui gereja, Allah akan menyatukan segala sesuatu di dalam Kristus sebagai Kepala. Ketika sampai pada I Timotius pasal 1, kita melihat bahwa Paulus memberi tahu Timotius, sekerjanya, untuk tetap tinggal di Efesus dan menasihati orang-orang tertentu agar tidak mengajarkan ajaran lain selain ekonomi Allah (ay. 3-4). Ini menunjukkan kepada kita, doktrin apapun yang menyebabkan orang-orang kudus menyimpang dari jalur pokok dan sasaran akhir ekonomi Allah merupakan ajaran lain (berbeda) dan merupakan muslihat Satan. Kita perlu menekankan ekonomi Allah secara berulang-ulang hingga menjadi jalur pokok dan sasaran akhir hidup kristiani kita.

PEMIKIRAN DASAR MENGENAI EKONOMI ALLAH

Allah kita adalah Allah yang unik. Dia adalah Tuhan segala ciptaan. Namun untuk ekonomi-Nya, Allah memiliki aspek "tiga", yaitu Bapa, Putra, dan Roh. Bapa, Putra dan Roh adalah tiga persona atau tiga substansi dari satu Allah. Bapa adalah sumber, Putra adalah ekspresi, dan Roh adalah aliran. Dalam kekekalan yang lampau, Dia adalah Bapa, tersembunyi dalam terang yang tidak terhampiri, tidak dapat dilihat dan tidak dapat dijamah. Suatu hari, dalam waktu, Dia mengenakan tubuh daging dan datang ke tengah-tengah manusia untuk menyatakan diri-Nya sehingga terlihat di hadapan manusia. Dia adalah Putra yang bernama Yesus. Ketika datang, Dia tidak datang sendirian dan meninggalkan Bapa. Sebaliknya, Dia datang dari Bapa dan bersama Bapa. Pada saat Dia hidup dan bergerak di bumi, Bapa yang kudus bersama Dia, dan Roh Kudus memimpin-Nya dalam segala hal. Sebab itu, seluruh Allah Tritunggal ada dalam Yesus. Ketika manusia melihat Yesus, ia melihat Putra, dan barangsiapa memiliki Putra, ia memiliki Bapa, dan barangsiapa memiliki Bapa, ia memiliki Roh. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Bapa adalah sumber, dan Putra adalah ekspresi. Kemudian Putra mati di atas salib. Setelah itu, Dia masuk ke dalam kebangkitan, dan Roh itu dinyatakan. Sebab itu, Roh adalah perwujudan Putra dan juga aliran Putra. Roh ini masuk ke dalam semua orang yang percaya kepada Tuhan dan menjadi hayat, suplai hayat, dan segala sesuatu mereka. Dengan demikian, Allah Tritunggal bersatu dengan manusia, bahkan berbaur dengan manusia. Inilah kisah di pihak Allah. Allah kita adalah tritunggal.

Di pihak manusia, manusia juga terdiri atas tiga bagian. Di luar, kita memiliki tubuh. Di dalam tubuh, kita memiliki jiwa. Dalam jiwa ada Roh. Sebab itu, dalam I Tesalonika Paulus berkata bahwa Allah ingin menguduskan seluruh Roh, jiwa, dan tubuh kita (ay. 5:23). Walaupun kecil, kita tidaklah sederhana. Dalam manusia yang kecil ini terdapat banyak bagian. Di luar, kita mempunyai tubuh yang kelihatan. Dalam tubuh ini ada jiwa yang merupakan kepribadian kita, pusat ego kita. Pada bagian terdalam dari diri kita, masih ada satu bagian lagi, yaitu Roh kita. Bagi kita, Roh adalah untuk menyembah Allah dan berhubungan dengan Allah. Jika menggunakan pikiran, kita tidak akan menemukan Allah. Tetapi j ika kita melupakan pikiran-pikiran kita dan melatih Roh kita dengan menyeru "O, Tuhan Yesus" beberapa kali, maka kita akan menjamah Allah dalam lubuk kita dan merasakan bahwa Allah telah menjamah kita. Hal ini membuktikan bahwa Roh di dalam kita memerlukan Allah. Hal ini juga membuktikan bahwa Allah itu riil, benar, dan hidup. Jika Anda menyeru nama-nama lain, seperti Konghucu atau Washington, Anda tidak akan mempunyai perasaan apapun sekalipun berseru seratus kali. Alasannya adalah karena mereka semua telah mati dan dikubur. Tetapi jika Anda menyeru "0, Tuhan Yesus" dalam bahasa apapun, dalam bahasa Inggris, Indonesia, atau Mandarin, Anda akan memiliki perasaan tertentu di dalam Anda. Mungkin Anda akan merasa bahwa Anda telah menyalahi Dia. Anda mungkin ingin memuji-Nya, atau Anda mungkin akan memberi tahu orang lain betapa baiknya Yesus. Hal ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang hidup dan Dia hidup di dalam Anda. Saya percaya bahwa kita semua yang telah percaya kepada Tuhan Yesus memiliki pengalaman semacam ini.

Sebab itu, kita harus nampak bahwa Allah yang diwahyukan dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh. Kita pun memiliki tiga bagian. Allah Tritunggal damba untuk menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit ini. Mula-mula, Dia masuk ke dalam Roh kita untuk melahirkan kita kembali. Kemudian, Dia ingin memperbesar wilayah kekuasaan-Nya di dalam kita. Dia ingin meluas dari Roh ke pikiran, emosi, dan tekad kita. Karena itu kita perlu menyerahkan diri secara mutlak kepada-Nya. Kita harus menyerahkan pikiran, angan-angan, emosi, kasih, dan keputusan kita kepada-Nya. Dalam perkara ini, kita biasanya selalu merasa keberatan, selalu berdebat dan tawar-menawar dengan Tuhan. Tuhan tidak puas jika hanya mendapatkan Roh kita. Dia ingin maju selangkah lebih jauh untuk mendapatkan jiwa kita.

Apakah pengudusan? Dikuduskan berarti membiarkan Tuban Yesus mendapatkan insan batin kita setahap demi setahap. Ketika Tuhan mendapatkan pikiran Anda, pikiran Anda dikuduskan. Ketika Dia mendapatkan emosi Anda, emosi Anda dikuduskan. Inilah perbaruan dan pengubahan yang disebutkan dalam Perjanjian Baru. Roh kita telah dikuduskan tetapi jiwa kita harus diubah. Saat ini, setiap hari, Tuhan sedang mengubah kita sampai hari kedatangan-Nya, yaitu saat Dia mengubah (mentransfigurasi) tubuh kita. Pada saat itu, bahkan tubuh kita juga akan dikuduskan, dan Dia akan mendapatkan seluruh bagian manusia tripartit. Roh, jiwa, dan tubuh kita, semuanya akan diduduki dan dijenuhi oleh Dia, dan Dia akan dinyatakan sepenuhnya dari dalam kita. Inilah pernikiran dasar ekonomi Allah.

Ekonomi Allah adalah Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya sedikit demi sedikit ke dalam kita, manusia tripartit. Wahyu dalam Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita adalah perwujudan Allah Tritunggal. Dia berhasrat menggarapkan Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh - ke dalam kita. Sebab itu, sebagai kaum beriman, kita memiliki Bapa, Putra, dan Roh di dalam kita. Dalam 2 Korintus 13:13 Paulus mengatakan, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian." Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh - kita nikmati di sini. Alangkah misteriusnya! Allah kita bukan satu melainkan tiga. Tetapi meskipun Dia tiga, Dia juga tetap satu. Manusia tidak akan pernah, bisa memahami hat ini. Kita hanya dapat mengakuinya. Seluruh Allah Tritunggal ada di sini; kasih Bapa ada di sini, kasih karunia Putra ada di sini, dan persekutuan Roh juga ada di sini.

Ini belum semuanya. Di pihak kita, kita tidak hanya terdiri atas satu bagian, tetapi kita terdiri atas tiga bagian. Ada roh, jiwa, dan tubuh. Allah Tritunggal tidak hanya ada dalam roh kita; Dia sedang menyebar melalui roh kita. Persoalannya adalah apakah kita mengijinkan Dia menyebar. Apakah kita mau taat kepada-Nya dan memberikan semua tempat kepada-Nya? Ketika kita memberikan semua tempat kepada-Nya, Dia akan mendapatkan kita sepenuhnya untuk menjadi anggota-angota-Nya yang hidup serta dapat berkoordinasi dengan seluruh anggota untuk menjadi Tubuh-Nya. Inilah Ekonomi Allah. Seluruh Alkitab merupakan catatan mengenai hat ini. Dalam Perjanjian Lama, hat ini dinyatakan melalui lambang-lambang. Dalam Perjanjian Baru, hat ini dibentangkan melalui wahyu.

LAMBANG-LAMBANG PERORANGAN

Dalam bab ini, pertama-tama kita akan melihat ekonomi Allah melalui lambang-lambang dalam Perjanjian Lama. Jika membaca Perjanjian Lama dengan teliti, kita akan melihat bahwa secara umum, Perjanjian Lama terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah sejarah dari sembilan orang. Bagian kedua adalah sejarah bangsa Israel. Baik sejarah kesembilan orang tersebut maupun sejarah bangsa Israel, semuanya adalah lambang-lambang dan gambar-gambar. Semuanya menggambarkan perkara yang sama - ekonomi Allah.

Mula-mula, kita akan memperhatikan bagian pertama dari Perjanjian Lama, yaitu sejarah dari kesembilan orang yang tercatat dalam kelima puluh pasal kitab Kejadian. Lima orang pertama dari kesembilan orang tersebut membentuk satu kelompok - Adam, Habel, Enos, Henokh, dan Nuh. Empat orang yang terakhir membentuk kelompok lain - Abraham, Ishak, serta Yakub dan Yusuf Kelompok pertama menunjukkan kepada kita bagaimana Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam orang berdosa. Kelompok terakhir menunjukkan kepada kita bagaimana orang berdosa tersebut yang ke dalamnya Allah telah menggarapkan diri-Nya mengalami Dia sebagai Bapa, Putra, dan Roh. Pada akhirnya, orang berdosa itu menjadi Israel, pangeran Allah, memerintah bagi Allah dan membagikan kekayaan-Nya ke dalam manusia.

ADAM DAN HAWA - KRISTUS DAN GEREJA

Adam - Kristus sebagai Ekspresi Allah

Dari kesembilan orang ini, yang pertama adalah Adam dan Hawa. Adam adalah sebuah lambang yang memiliki dua aspek. Setelah diciptakan dan sebelum kejatuhan, ia merupakan lambang Kristus yang adalah perwujudan Allah. Adam diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya sendiri dengan tujuan untuk mengekspresikan Dia. Allah juga menyerahkan otoritas kepadanya untuk memerintah segala sesuatu mewakili Dia. Sebab itu, Adam yang tercipta adalah lambang Kristus yang mengekspresikan Allah dan memerintah bagi Allah sebagai sang Kepala.

Hawa - Gereja sebagai Ekspresi Kristus

Allah mengambil tulang rusuk Adam untuk membentuk seorang perempuan (Kej. 2:22), yaitu Hawa, istrinya. Hawa adalah lambang gereja sebagai ekspresi Kristus. Sama seperti Hawa yang berasal dari Adam, gereja juga berasal dari Kristus. Gambaran ini memperlihatkan kepada kita hasrat Allah dalam ekonomi-Nya. Allah adalah laki-laki yang unik dalam alam semesta. Dia perlu seorang pasangan (Kej. 2:18), yaitu manusia yang diciptakan, ditebus, dan dilahirkan kernbali oleh Kristus, diubah dan dibangun bersama menjadi gereja. Itulah sebabnya pada akhir Alkitab, yaitu dalam kitab Wahyu 22:17, kita melihat bahwa Roh itu dan pengantin perempuan berbicara sebagai satu orang. Roh itu adalah ekspresi sempurna Allah Tritunggal. Dia adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Dia memiliki mempelai perempuan, berarti Dia menikah dengan manusia tripartit yang diciptakan, ditebus, dilahirkan kembali, diubah, dan dimuliakan. Hal ini disinggung oleh Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 3, "Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki" (ay. 29). Mempelai laki-laki tersebut adalah Tuhan Yesus, sedangkan mempelai perempuan adalah gereja. Efesus 5 juga mengatakan, sama seperti Adam dan Hawa menjadi suami dan istri, demikian pula Kristus dan gereja menjadi satu Tubuh (ay. 30-32). Ketika membaca Wahyu 19, kita melihat bahwa pernikahan Anak Dornba telah tiba (ay. 7). Pasal 21 mengatakan bahwa kota kudus, Yerusalem Baru, turun dari surga, dari Allah, berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya (ay. 2). Di satu pihak, Yerusalem Baru adalah tempat kediaman Allah; dan di pihak lain, Yerusalem Baru adalah mempelai perempuan Anak Domba. Anak Domba adalah perwujudan Allah Tritunggal, dan mempelai perempuan Anak Domba adalah kumpulan orang yang tertebus dari segala zaman. Dalam kekekalan yang akan datang, Allah Tritunggal akan menjadi satu Tubuh dengan manusia tripartit yang ditebusNya. Keduanya akan menjadi satu Pasangan universal. Inilah sasaran ekonomi Allah.

DARI ADAM, ORANG YANG JATUH, SAMPAI KEPADA NUH,

ORANG YANG BEKERJA SAMA DENGAN ALLAH

Tidak lama setelah Adam diciptakan, ia jatuh dan menjadi orang berdosa yang pertama. Sebab itu, ia adalah lambang orang berdosa. Dari segi penciptaan, ia mewakili Kristus. Dari segi kejatuhan, ia mewakili kita, orang-orang berdosa. Dari Adam, orang yang jatuh, sampai kepada Nuh, orang yang bekerja sama dengan Allah, kita memiliki lambang orang berdosa yang jatuh menjadi orang kudus yang bekerja sama dengan Allah. Dahulu kita semua adalah Adam, orang berdosa yang jatuh. Tetapi Allah telah menyelamatkan kita dan selangkah demi selangkah telah membuat kita menjadi Nuh, orang yang bekerja sama dengan Allah dan membangun sebuah bahtera bagi-Nya.

Adam yang Jatuh

Mengenakan Kulit Kurban Persembahan

Ketika Adam berdosa, ia tahu bahwa ia telanjang dan tidak memiliki tempat untuk menyembunyikan diri (Kej. 3:7-8). Allah memberi dia kulit kurban persembahan untuk dijadikan pakaian (3:21) yang menutupi dirinya. Hal ini menandakan bahwa kita semua adalah keturunan Adam dan orang berdosa yang jatuh, telanjang, dan tidak dapat berdiri di hadapan Allah. Tetapi Tuhan Yesus telah menjadi Anak Domba Allah (Yoh. 1:29) yang tersembelih bagi kita dan menumpahkan darah-Nya untuk menebus kita dari dosa-dosa kita.,Selain itu, Dia telah memberikan diri-Nya kepada kita untuk menjadi jubah kebenaran kita. Sebab itu, kita yang percaya dan dibaptis dalam Kristus, telah me ngenakan Kristus; (Gal. 3:27) dan dapat berdiri di hadapan Allah.

Habel, Orang yang Mewarisi Keselamatan,

Mempersembahkan Seekor Anak Domba sebagai Kurban Persembahan

Setelah Adam, kita sampai pada Habel. Kejadian 4:4 mengatakan bahwa Habel mempersembahkan seekor anak domba sebagai kurban persembahan agar diperkenan oleh Allah. Hal ini menandakan bahwa kita, orang yang diselamatkan, telah mengenakan Kristus, menempuh hidup sehari-hari dalam Kristus untuk menampilkan Dia, sehingga menjadi kebenaran Allah (2 Kor. 5:21). Pada saat kita mempersembahkan Kristus yang kita tampilkan sebagai kurban persembahan bagi Allah demi kepuasanNya, kita akan diperkenan oleh Allah dalam Dia.

Enos, Orang yang Rapuh, Menyeru Nama Yehova

Orang ketiga adalah Enos. Arti namanya adalah rapuh. Dia menyeru nama Yehova. Inilah lambang seorang beriman yang rapuh, menyeru nama Tuhan untuk menikmati Dia sebagai bagiannya. Setelah diselamatkan, kita mengenakan Kristus sebagai kebenaran kita di hadapan Allah, dan belajar hidup dalam Dia untuk menampilkan Dia. Tetapi, sering kali kita merasa bahwa kita lemah dan tidak mampu menang atas kelemahan kita. Jalan satu-satunya adalah berseru "O, Tuhan Yesus!" Dengan menyeru nama-Nya, kita akan menang dan menikmati kekayaan Tuhan.

Henokh, Orang yang Mencari Allah

dan Berjalan Bersama Allah

Orang keempat adalah Henokh, orang yang mencari Allah dan berjalan bersama Allah. Dia melambangkan seorang beriman yang mencari Tuhan, hidup dan bertindak-tanduk bersama Tuhan. Saat Anda hendak marah atau memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan, Anda dapat mengalami kemenangan dengan menyeru nama Tuhan, berjalan bersama Tuhan, dan hidup bersama-Nya. Dengan demikian, Anda diubah dari seorang "Enos" menjadi seorang "Henokh", dari seorang beriman yang rapuh menjadi seorang yang berjalan bersama Tuhan.

Nuh, Orang yang Berjalan Bersama Allah

dan Bekerja Sama dengan Allah

Orang kelima adalah Nuh. Nuh bekerja sama dengan Allah untuk membangun bahtera. Ia selangkah lebih maju daripada Henokh yang berjalan bersama Allah. Pertama adalah Adam, orang berdosa yang jatuh, mengenakan Kristus, diperkenan oleh Allah dan menjadi Habel. Kemudian karena kelemahannya, ia menjadi Enos, menyeru nama Tuhan setiap waktu. Kemudian, ia menjadi Henokh, berjalan bersama Allah. Akhirnya, ia menjadi Nuh, bekerja sama dengan Allah, membangun bahtera setiap hari, bukan hanya untuk keselamatan orang lain, tetapi juga untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Filipi 2:12 mengatakan, "...tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar." Hari ini, kita semua harus takut dan gentar, berjalan bersama Allah, dan bekerja sama dengan Dia untuk membangun bahtera kita sendiri, supaya kita bukan hanya dapat menyelamatkan orang lain, tetapi juga menyelamatkan diri kita sendiri dari penghakiman Allah dan dari zaman yang rusak ini untuk masuk ke zaman baru. Pada zaman baru, kita hidup di hadapan Allah untuk mempersembahkan kurban bakaran demi kepuasan Allah.

Adam, Habel, Enos, Henokh, dan Nub, membentuk kelompok pertama yang terdiri atas lima orang. Sejarah mereka merupakan gambaran dari setiap orang beriman. Kita adalah orang berdosa yang diselamatkan Allah sedemikian rupa sehingga menjadi orang-orang yang bekerja sama dengan Allah.

ABRAHAM, ISHAK, SERTA YAKUB DAN YUSUF

Setelah Nuh, masih ada empat orang lagi - Abraham, Ishak, serta Yakub dan Yusuf Mereka membentuk satu kelompok. Mereka menggambarkan pengalaman tiga ganda kaum beriman yang terpanggil dalam Allah Tritunggal, mulai dari proses terpilihnya sampai proses dia memerintah.

Sebagai Bapa, Abraham Dipauggil oleh Allah

dan Dibenarkan oleh Iman, Hidup oleh Iman

dan Hidup dalam Persekutuan dengan Allah

Jika kita memiliki pengalaman kelima orang pada kelompok pertama, kita pasti akan mengalami Allah Bapa sama seperti penplaman Abraham. Abraham adalah orang yang dipanggil oleh Allah dan dibenarkan oleh iman, scorang yang hidup oleh iman, dan hidup dalam persekutuan dengan Allah. Ia adalah lambang seorang percaya yang mengalami panggilan dan pembenaran Allah Bapa, dan dengan iman menempuh hidup yang bersekutu dengan Dia. Pengalaman kita terhadap Allah Tritunggal sama seperti yang dialami Abraham. Allah Bapa terlebih dulu memanggil kita. Kemudian kita berjalan bersama Dia, hidup oleh iman, dan hidup dalam persekutuan dengan-Nya.

Sebagai Putra, Ishak dengan Iman Mewarisi

Semua Berkat yang Dijanjikan

Setelah memiliki pengalaman Abraham, kita menikmati semua kekayaan Bapa yang tersimpan dalam Putra. Inilah pengalaman Ishak. Dengan iman, Ishak mewarisi semua berkat yang dijanjikan. Ia melambangkan seorang beriman yang hidup dalam persekutuan dengan Allah, mengalami warisan semua kasih karunia dalam Allah Putra untuk kenikmatan dalam kepuasan dan perhentian. Abraham meninggalkan segala sesuatu bagi Ishak. Kita, yang adalah milik Kristus, merupakan keturunan Abraham. Kita juga telah mewarisi warisan menurut janji tersebut, untuk kenikmatan dalam kepuasan dan perhentian.

Sebagai Pewaris dari Kakek dan Ayahnya,

Yakub Dipilih oleh Allah, Mengalami Ujian-ujian

Untuk Menjadi Israel Milik Allah,

Membawa Berkat Allah Kepada Setiap Orang

Setelah mengalami kekayaan Putra, Allah Roh akan memimpin kita untuk mengalami bagian Yakub. Yakub dipilih Allah untuk mengalami ujian-ujian agar menjadi Israel milik Allah, membawa berkat Allah kepada setiap orang. Ia melambangkan seorang beriman yang dipilih Allah, menikmati kasih Allah Bapa, dan kasih karunia Allah Putra, dan mengalami pengubahan Allah Roh melalui ujian-ujian dalam lingkungannya sehingga menjadi seorang manusia yang matang, untuk membagikan berkat Allah kepada, orang lain. Pada saat kita berada dalam Kristus dan menikmati kekayaan-Nya, Roh itu akan memimpin kita mengalami segala bentuk ujian dalam lingkungan kita agar kita diubah oleh Roh itu menjadi Israel, pangeran Allah.

Sebagai Orang yang Pengalamannya

Merupakan Bagian dari Pengalaman Yakub,

Yusuf Memerintah dan Membagikan Kekayaan Allah

kepada Setiap Orang di mana Saja

Pengalaman Yusuf merupakan bagian dari pengalaman Yakub. Ia memerintah bagi Allah di Mesir, membagikan segala makanan yang limpah ke seluruh bumi. Ia melambangkan seorang beriman yang diubah, menang, dan matang, memerintah bagi Tuhan, dan membagikan kekayaan Allah dalam Kristus kepada setiap orang.

Sebab itu, dari pengalaman kelompok pertama yang terdiri atas lima orang, kita terus maju untuk mengalami Bapa, Putra, dan Roh. Akhimya, kita semua, menjadi Israel, pangeran Allah, memerintah bagi Allah dan membagikan kekayaan Allah dalam Kristus kepada setiap orang. Inilah yang digambarkan oleh keempat orang dari kelompok kedua. Pengalaman kesembilan orang ini menunjukkan kepada kita bagaimana Allah merampungkan ekonomi-Nya di dalam kita, kaum beriman. Hari ini, meskipun setiap orang di antara kita berbeda dalam pengalaman rohani - beberapa orang lebih tinggi, sedangkan yang lain lebih rendah - kita harus menengadah kepada rahmat Allah sehingga kita dapat terus-menerus maju dalam proses ekonomi Allah.

Berita ini disampaikan oleh saudara Witness Lee di Seoul, Korea pada tanggal 5 Nopember 1988.