Berita Satu
Inkarnasi Kristus, Manusia-Penyelamat,
Memenuhi Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia
Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26-27; Luk. 1:35; Yoh. 1:1, 14; 1 Tim. 3:16
Doa: Tuhan Yesus, sebelum kami mulai, kami ingin berdoa pada-Mu secara menyeluruh. Kami tidak mau berdoa secara formal tetapi kami hanya ingin mengekspresikan apa yang telah Engkau taruh dalam batin kami. Tuhan, kami ingin menjamah Engkau sebagai manusia-Allah yang berdoa di dalam roh kami. Kami mengakui bahwa kami bahkan tidak bisa berdoa tanpa Engkau. Tuhan, kami berdoa di dalam nama-Mu dengan Engkau sebagai persona kami. Kami mohon agar selama hari-hari pelatihan ini, kami semua akan datang untuk mengenal-Mu. Kami berdoa agar di dalam setiap berita kami memandang Engkau sebagai manusia-Allah yang unggul dan ajaib. Tuhan, bukalah mata kami sehingga kmai bisa melihat Engkau seperti apa adanya, bukalah pikiran kami agar kami bisa memahami Kitab Suci, dan bukakanlah Firman-Mu dan berbicaralah kepada kami sampai sekali lagi hati kami membara. Tuhan, kami damba memandang Engkau sebagai satu susuan yang ajaib dari kemuliaan ilahi di dalam kecantikan insani. Engkau tidak memiliki kecantikan luaran di dalam daging, namun Engkau adalah persona yang paling mulia dan cantik di dalam alam semesta. Engkau adalah satu magnet yang besar, menarik kami kepada diri-Mu sampai saat ini. Kami damba terpikat oleh-Mu, tertarik pada-Mu, dan tertawan oleh Engkau sampai kami mengasihi-Mu dengan seluruh diri kami.
Tuhan, kami datang pada-Mu Firman-Mu untuk mengenal Engkau seperti yang Engkau wahyukan di dalam Injil Lukas. Kami ingin menjamah Engkau di dalam keinsanian-Mu yang diperkaya secara ilahi dan nampak atribut-atribut ilahi Allah terekspresi melalui kebajikan-kebajikan insani-Mu. O Tuhan, betapa kami damba untuk mengenal-Mu! Tuhan yang terkasih, perlihatkanlah kepada kami betapa kami perlu Engkau sebagai Manusia-Penyelamat kami yang terkasih. Tuhan, keinsanian-Mu sempurna, dipertinggi, dan diperkaya secara ilahi, dan Engkau adalah satu-satunya yang tahu betapa rusak sebenarnya keinsanian kami yang jatuh—betapa merosot, bobrok, dan rusaknya kami. Karena itu, kami mohon Engkau menggunakan berita-berita ini untuk menuntut kami kembali dan memulihkan kami melalui keselamatan dinamik-Mu. Tuhan, dengan tanpa malu kami datang pada-Mu sekarang sepertiyang dilakukan perempuan yang berdosa di dalam Lukas 7. Dia tidak diundang, tetapi dia ditarik oleh-Mu. Dia membasuh kaki-Mu dengan air matanya, menyekanya dengan rambut di kepalanya, menciuminya dengan mesra, dan mengurapinya dengan minyak yang mahal. Tuhan, kami ingin melakukan hal yang sama. Tuhan, karena Engkau telah mengampuni kami, kami cinta pada-Mu. Kami berharap agar Engkau menjamah kami lagi dengan kedalaman dan keluasan pengampunan-Mu. Semoga kami lebih mengasihi karena kami lebih banyak diampuni, bukan karena kami mampu mengasihi tetapi karena Engkau telah mengampuni kami dengan mutlak, seluruhnya, dan sepenuhnya.
Tuhan, kami menyadari bahwa kami seperti orang yang terbaring di jalanan, dianiaya oleh perampok dan ditinggalkan sekarat. Luka-luka kami begitu parah sehingga kami tidak bisa lagi menanggung sakitnya. Kelihatannya setiap orang selain Engkau, Tuhan, tidak berbeda, namun Engkau datang kepada kami sebagai orang Samari yang rendah hati. Datanglah lagi, Tuhan. Datanglah sebagai Kristus yang pneumatik kepada setiap orang yang terluka. Balutlah luka-luka kami. Siramkanlah minyak Roh itu. Bahkan sekarang, datanglah kepada kami. Siramkanlah Roh ke dalam luka-luka kami. Siramkanlah anggur hayat ilahi-Mu, anggur yang menyegarkan yang membuat kami bersukacita sekali lagi. Kemudian bawalah kami dengan hayat-Mu yang memikul beban ke penginapan, gereja, ke rumah sakit bagi mereka yang dipulihkan. Tuhan, kami semua berada dalam “ruang pemulihan” dari gereja, dan Engkau memperhatikan kami melalui gereja. Tuhan, lakukanlah satu pekerjaan pemulihan yang menyeluruh. Majulah di dalam keselamatan lengkap-Mu atas setiap kami, dan jadikanlah kami reproduksi dari diri-Mu sendiri. Jadikanlah kami seserupa mungkin dengan diri-Mu. Tuhan, kami mau diberi makan Engkau, Manusia-Penyelamat, setipa hari sebagai kurban sajian kami. Kami mau diberi makan Engkau sampai kami sepenuhnya disusun ulang dengan-Mu sebagai manusia-Allah korporat yang hidup di bumi.
Tuhan, bangkitkanlah kami di bawah pengurapan untuk esa dengan-Mu untuk meniupkan sangkakala Yobel kasih karunia, memberitakan tahun penerimaan Tuhan dan pembebasan orang-orang tertawan. Bebaskanlah banyak orang dosa dan kaum beriman yang undur dari setiap jenis perbudakan. Bawalah setiap kami kembali kepada warisan ilahi kami; bawalah kami kembali kepada kenikmatan akan diri-Mu. Tuhan, bunyikanlah sangkakala. Semoga banyak domba yang hilang dibawa kembali kepada Gembala; semoga banyak dirham yang hilang yang ditemukan oleh perempuanitu, Roh yang mencari; dan semoga banyak putra-putra dan putri-putri terbangun dan kembali pulang kepada Bapa yang menantikan. Di sini tidak tidak ada saudara yang lebih tua tetapi hanya anak boros yang kembali. Di sini hanya ada hamba-hamba Allah, mengenakan jubah terbaik dan dipuaskan oleh anak lembu yang tambun. Tuhan, semoga ada banyak kegirangan di surga. Semoga bapa berkata, “Anakku telah mati dan hidup kembali; ia hilang dan telah ditemukan.” Tuhan, bawalah kami ke dalam kedalaman yang intrinsik dari Injil Lukas sehingga kami bisa mengenal Engkau, ministri-Mu, kehidupan ilahi-insani-Mu, dan Firman kudus-Mu.
Tuhan, kami meminta di dalam iman akan satu hal lagi. Ketika Engkau meninggalkan dua belas murid, Engkau mengangkat tangan-Mu, dan Engkau memberkati mereka. Sekali lagi sewaktu Engkau terangkat, Engkau memberkati mereka. Tuhan, kami mohon Engkau sebagai Kristus surgawi yang terangkat untuk mengangkat tangan-Mu sekali lagi dan memberkati pemulihan-Mu. Berkatilah setiap gereja, setiap kaum saleh, setiap orang muda, dan setiap anak-anak. Tuhan, berkatilah semua negara kami. Berkatilah seluruh bumi dengan keselamatan penuh-Mu. Tuhan, curahkanlah berkat melampaui apa yang bisa kami bayangkan. O Manusia-Allah-Penyelamat, Kristus kami yang pneumatik, Tuhan Yesus kami yang terangkat, berkatilah pemulihan-Mu. Haleluya! Amin.
Sekarang kita sampai pada pelajaran-kristalisasi kita akan Injil Lukas. Di dalam pemakaian kita, kata kristalisasi adalah berdasarkan pada esens. Ketika kita mencoba untuk mengkristalkan setiap butir kebenaran, kita berusaha untuk menjamah esens intrinsik dari kebenaran tersebut. Karena itu, kristalisasi mengacu kepada kristalisasi esens. Esens dari seluruh Alkitab adalah Allah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi Allah. Namun, untuk menghindari kesalahpahaman, kita menambahkan beberapa frase penjelasan. Karena itu, kita akan berkata bahwa esens dari seluruh Alkitab adalah bahwa Allah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi Allah dalam hayat, dalam sifat, dalam susunan, dan dalam ekspresi tetapi tidak dalam Keallahan.
Kristalisasi kita berdasarkan pada esens Firman, dan esens dari seluruh Alkitab, pemikiran yang dalam dari Alkitab, adalah bahwa di dalam Kristus, Allah menjadi manusia agar di dalam Kristus manusia bisa menjadi Allah bagi ekspresi korporat Allah. Jika Anda memiliki kesempatan untuk melihat kembali pelajaran-pelajaran-kristalisasi yang mustika, yang dimulai, tentu saja, dari yang dibawakan oleh Saudara Lee, yang meletakkan teladan ini kepada kita, Anda akan nampak bahwa pelajaran ini selalu menjamah apa yang kita sebut puncak tinggi dari wahyu ilahi. Ini akan sama dengan Injil Lukas. Titik pandang dari pelajaran-kristalisasi ini adalah esens dari Firman, yang dimulai dengan Allah menjadi manusia. Tentu kita melihat ini di dalam Lukas. Ketika kita masuk lebih dalam ke dalam kitab ini, kita akan melihat manusia menjadi Allah, tidak pernah dalam Keallahan tetapi dalam hayat dan sifat bagi ekspresi Allah. Jadi di dalam pembacaan Anda, di dalam belajar Anda, dan di dalam Anda berbicara kepada orang lain, mohon berlatihlah untuk memiliki pandangan bahwa pelajaran-kristalisasi ini adalah berdasarkan pada esens dari seluruh Alkitab seperti yang telah kita definisikan.
Berita 1 mengandung satu kristal yang luar biasa. Bagi seorang manusia dari tanah liat untuk membicarakan perkara seperti ini adalah mustahil, bukan sekedar sulit. Jika sesuatu itu sulit, itu berarti sukar tetapi tidak mustahil. Namun, saya terhibur oleh fakta bahwa apa yang mustahil bagi manusia adalah mungkin bagi Allah. Karena itu, kita percaya bahwa Allah akan, paling tidak sampai tingkat tertentu, berbicara melalui prinsip inkarnasi di dalam pembicaraan kita sehingga kita bisa menerima pembicaraan yang mustahil. Siapa yang bisa cukup mengenal, untuk paling tidak membicarakan persona yang paling unggul, luar biasa, ajaib, mulia, indah, dan misterius di dalam alam semesta? Dia adalah Allah yang lengkap yang berinkarnasi sebagai seorang manusia yang sempurna, Allah yang tak terbatas di dalam seorang manusia yang terbatas, Allah yang lengkap dimanifestasikan di dalam daging, inkorporasi ilahi dibawa ke dalam keinsanian, dan perbauran keilahian dan keinsanian di dalam satu persona yang unik. Dia adalah perwujudan Allah Tritunggal dengan atribut-atribut-Nya yang tak terukur, namun pada saat yang sama, Dia adalah seorang manusia. Inilah yang kita jamah di sini; kita berdiri di tanah yang kudus.
Judul berita ini adalah “Inkarnasi Kristus, Manusia-Penyelamat, Memenuhi Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia.” Secara nyata ada tiga elemen di sini. Yang pertama adalah inkarnasi Kristus, Manusia-Penyelamat. Kita berharap untuk menyajikan esens dari wahyu mengenai inkarnasi Kristus. Kemudian inkarnasi Kristus berhubungan dengan tujuan Allah dalam menciptakan manusia. Ini perlu kita mengenal tujuan Allah. Namun, perkara utama di sini adalah dalam kata memenuhi, sebab inkarnasi Kristus, Manusia-Penyelamat, memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia. Kemudian kita perlu melihat jalan di mana inkarnasi Kristus memenuhi tujuan Allah. Jika kita semua berlatih di dalam kita membaca berita ini, di dalam doa dan persekutuan kita untuk merespon berita ini, dan di dalam kita belajar dan membicarakan hal-hal ini, kita akan memiliki jalan untuk masuk ke dalam esens dari apa yang kita sajikan di dalam pelajaran-kristalisasi Injil Lukas ini.
Di dalam pelajaran-kristalisasi ini kita akan memulai dengan inkarnasi Kristus memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia. Di dalam berita berikutnya kita akan melihat Tuhan Yesus sebagai satu persona dengan standar moralitas yang tertinggi. Ini mengacu kepada kehidupan Manusia-Penyelamat kita. Sekarang ada satu persona, Tuhan Yesus, dengan standar moralitas yang tertinggi. Kristus adalah satu manusia sejati yang dipenuhi oleh Allah dan memperhidupkan Allah dan yang mengekspresikan atribut-atribut Allah di dalam keinsanian-Nya melalui kebajikan-kebajikan insani-Nya. Dari orang seperti itu mengalir keluar kehidupan manusia-Allah, dan kehidupan ini menjadi faktor utama dari keselamatan dinamik Manusia-Penyelamat. Hasil dari keselamatan dinamik ini adalah reproduksi dari manusia-Allah pertama oleh Kristus yang pneumatik, yang membawa masuk Kerajaan Allah sebagai perluasan Kristus di dalam administrasi ilahi. Ini kemudian akan menempatkan kita pada dua berita yang luar biasa mengenai Yobel, yang dilaksanakan oleh Manusia-Penyelamat sebagai seorang manusia pendoa. Kemudian kita akan melihat bahwa untuk mengikuti Dia dan berpengharapan untuk berdiri bersama Dia di Bukit Sion, untuk berdiri bersama Anak Manusia dan di hadapan Anak Manusia, kita perlu menyangkal hayat-jiwa kita dan mempersiapkan diri kita bagi panggilan keterangkatan. Kita kemudian akan membahas kebangkitan Manusia-Penyelamat dan bagaimana kebangkitan-Nya dalam hayat harus menjadi prinsip kehidupan kita. Kemudian kita akan menyimpulkan dengan keterangkatan Manusia-Penyelamat dan ministri surgawi-Nya yang beraneka segi. Kita akan melihat bagaimana Dia, sebagai Imam Besar, merawat kita dan memikul kita, bagaimana Dia melakukan yang terbaik bagi kita menurut ekonomi Allah. Namun, dasar dari semua perkara ini adalah persona Tuhan sebagai manusia-Allah. Karena itu, kita harus dengan hati-hati membahas inkarnasi Kristus, sebab melalui inkarnasi-Nya Dia menjadi Manusia-Penyelamat, dan dengan demikian memenuhi tujuan Allah di dalam menciptakan manusia.
Untuk menerima perkataan ini dengan tepat, kita semua perlu tenang di dalam batin kita. Ini adalah satu berita yang penuh dengan wahyu, penuh dengan penglihatan. Penglihatan harus ada terlebih dahulu, dan wahyu harus ada sebelum pengalaman. Kita di sini di bawah pengajaran para rasul (Kis. 2:42; 5:28, 42), dan diri Tuhan sendiri sebagai Guru kita. Dia memberi tahu kita untuk tidak memanggil siapa pun guru, sebab Dia adalah Guru kita, Tuan kita. Kita adalah murid-murid-Nya, pelajar-Nya. Karena itu, kita perlu melatih hati kita yang mengasihi dan percaya, roh kita dengan intuisinya, dan pikiran kita yang diperbarui di bawah sorotan Tuhan. Selain itu, kita perlu terbuka terhadap firman dengan berasal dari satu kedambaan untuk mengenal Dia dan untuk melihat Dia.
AGAR DAPAT MENGENAL KRISTUS, MANUSIA-ALLAH ITU,
SEBAGAI MANUSIA-PENYELAMAT,
KITA PERLU MENGENAL MAKNA INTRINSIK INKARNASI KRISTUS
Agar dapat mengenal Kristus, manusia-Allah itu, sebagai Manusia-Penyelamat, kita perlu mengenal makna intrinsik inkarnasi Kristus (Luk. 1:35). Di sini kita berbicara tentang mengenal melalui wahyu, melalui penerangan Roh. Agar dapat mengenal kristus, manusia-Allah, sebagai Manusia-Penyelamat, kita perlu mengenal makna intrinsik inkarnasi Kristus. Kita perlu mengenal Dia. Kita hanya bisa mengalami dan menikmati Dia sewaktu kita datang untuk mengenal Dia melalui penyingkapan dan wahyu Bapa. Ada satu kedambaan yang dalam di dalam roh kita untuk mengenal Tuhan. Paulus mengekspresikan aspirasi ini dengan berkata, “mengenal Dia” (Flp. 3:10). Kita perlu mengenal Kristus, dan kita perlu mengenal inkarnasi-Nya.
Dalam Inkarnasi-Nya, Kristus Membawa Allah yang tak Terbatas ke dalam Manusia yang Terbatas
Dalam inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas (Mi. 5:2; Yoh. 8:58; Luk. 2:40, 52).
Kristus, Allah yang tak Terbatas
Kristus adalah Allah yang tak terbatas. Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus itu swa-ada dan kekal-ada—sang Aku adalah yang agung (Yoh. 8:58, 24, 28; 18:6). Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus itu kekal dan abadi (Mi. 5:2; 1 Tim. 6:16). Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus itu tetap, tak dapat diubah (Ibr. 1:8-12; 6:17). Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus maha ada, maha kuasa, dan maha tahu. Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus itu tak terbatas di dalam semua atribut-atribut-Nya. Sebagai Allah yang tak terbatas, Kristus adalah pancaran kemuliaan Allah (1:3).
Kristus, seorang Manusia yang Terbatas
Kristus di dalam inkarnasi-Nya adalah seorang manusia yang terbatas. Sebagai seorang manusia yang terbatas, Kristus di dalam daging terbatas di dalam ruang dan waktu (Yoh. 7:6). Ketika Dia di satu tempat, Dia tidak berada di tempat lain. Sebagai seorang manusia yang terbatas, Kristus di dalam daging tidaklah maha kuasa atau maha ada. Sebagai seorang manusia yang terbatas di dalam daging, Kristus terbatas dalam pengetahuan (Mat. 24:36; Luk. 2:40, 52; cf. Yoh. 7:15; Mrk. 6:1-3). Dia berkata, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Mat. 24:36). Sebagai seorang manusia yang terbatas, Kristus di dalam daging memiliki keberadaan yang tidak merdeka (Mat. 14:19; Yoh. 6:57a). Sebagai seorang manusia yang terbatas, Kristus di dalam daging bisa mati (1 Ptr. 3:18). Sebagai seorang manusia yang terbatas, Kristus di dalam daging tidak memanifestasikan kemuliaan dari keilahian-Nya tetapi mengurungnya di dalam cangkang keinsanian-Nya (Yoh. 12:23-24).
Kristus adalah Allah yang tak Terbatas dan seorang Manusia yang Terbatas
Kristus adalah Allah yang tak terbatas dan seorang manusia yang terbatas pada saat yang bersamaan sebagai satu persona yang unik. Betapa ajaib! Ini adalah persona Manusia-Penyelamat. Di dalam inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas. Allah itu tidak terbatas dan manusia itu terbatas, namun di dalam Kristus keduanya menjadi satu; ini sangat ajaib dan misterius.
Dalam Inkarnasi-Nya, Kristus adalah Allah yang Lengkap yang Dimanifestasikan dalam Daging
Dalam inkarnasi-Nya, Kristus adalah Allah yang lengkap yang dimanifestasikan dalam daging. Satu Timotius 3:16 berkata bahwa Kristus dimanifestasikan di dalam daging. Kristus bukan sekedar sepertiga dari Allah; Dia adalah Allah yang lengkap. Firman yang adalah Allah, Allah yang lengkap, menjadi daging dan berkemah di antara kita. Kolose 2:9 berkata, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keilahian.” Di dalam Manusia-Penyelamat yang diwahyukan di dalam Lukas, di dalam tubuh-Nya, berdiam semua kepenuhan dari Allah Tritunggal. Jadi, di dalam inkarnasi-Nya, Kristus adalah Allah yang lengkap dimanifestasikan di dalam daging.
Dia Dimanifestasikan dalam Daging bukan Hanya sebagai Putra
Melainkan juga sebagai Allah yang Lengkap—Bapa, Putra, dan Roh
Dia dimanifestasikan dalam daging bukan hanya sebagai Putra melainkan juga sebagai Allah yang lengkap—Bapa, Putra, dan Roh (Mat. 1:20; Luk. 1:35; Yoh. 8:29).
Seluruh Allah—Bapa, Putra, dan Roh—Berpartisipasi dalam Inkarnasi Kristus
Seluruh Allah—Bapa, Putra, dan Roh—berpartisipasi dalam inkarnasi Kristus (1:14; Luk. 1:35; Gal. 4:4). Kristus memiliki Roh sebagai esens ilahi-Nya sejak saat keterkandungan-Nya. Tuhan Yesus berkata, “Bapa di dalam Aku” (Yoh. 14:10-11; 10:38). Roh ada di dalam Dia, dan Bapa di dalam Dia; karena itu, Allah Tritunggal ada di dalam Dia. Dia adalah Allah Tritunggal yang terwujud di dalam daging. Namun Dia adalah seorang manusia; Dia begitu bisa dihampiri.
Inkarnasi Kristus adalah Persatuan, Perbauran, dan Inkorporasi
dari Allah Tritunggal dengan Manusia Tripartit
Inkarnasi Kristus adalah persatuan, perbauran, dan inkorporasi dari Allah Tritunggal dengan manusia tripartit (Luk. 1:35; Yoh. 1:1, 14). Betapa satu persona yang ajaib. Sekarang kita perlu mendefinisikan beberapa dari istilah-istilah ini.
Persatuan adalah Mengenai Keesaan dalam Hayat;
Perbauran Berhubungan dengan Sifat Ilahi dan Insani;
dan Inkorporasi Menunjukkan Persona-persona yang Saling Huni
Persatuan adalah mengenai keesaan dalam hayat; perbauran berhubungan dengan sifat ilahi dan insani; dan inkorporasi menunjukkan persona-persona yang saling huni. Persatuan mengacu kepada keesaan dalam hayat. Ini adalah keesaan organik dari hayat okulasi. Cabang pohon zaitun liar diokulasikan ke dalam pohon zaitun garapan (Rm. 11:17). Perbauran berhubungan dengan sifat ilahi dan insani, dan inkorporasi mengacu kepada persona yang saling huni satu sama lain. Kristus di dalam inkarnasi-Nya adalah persatuan dari hayat ilahi dan hayat insani, perbauran dari sifat ilahi dan sifat insani, dan inkorporasi, saling berhuni, dari Putra dengan Bapa dan Roh.
Melalui Inkarnasi-Nya,
Kristus Membawa Allah ke dalam Manusia dan Membuat Allah menjadi Satu dengan Manusia
Melalui inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah ke dalam manusia dan membuat Allah menjadi satu dengan manusia (ay. 14). Alkitab ditulis dengan ini sebagai salah satu prinsip yang mengatur—Allah damba utuk menjadikan diri-Nya esa dengan manusia. Karena itu, kita harus menerapkan ini secara tegas, secara pasti, dan secara pribadi, dengan berdoa, “Tuhan, jadikanlah diri-Mu esa denganku. Aku membuka diriku pada-Mu. Di dalam inkarnasi-Mu, Engkau membawa Allah ke dalam amnusia dan menjadikan Allah esa dengan manusia, dan Engkau masih beroperasi menurut prinsip ini hari ini. Jadi aku mohon Engkau untuk membawa Allah ke dalam aku. Bawalah Allah ke dalam bagian-bagian dalam diriku yang belum pernah ada Allah. Tuhan, jadikanlah Allah esa dengan diriku.” Di dalam kebangkitan, Dia membawa manusia ke dalam Allah dan menjadikan manusia esa dengan Allah.
Inkarnasi Kristus adalah Perbauran Keilahian dengan Keinsanian
Inkarnasi Kristus adalah perbauran keilahian dengan keinsanian (Luk. 1:35, 42-43). Kita bisa menggunakan perlambangan baju efod yang dikenakan oleh Imam Besar sebagai ilustrasi. Baju efod adalah sesuatu yang seperti rompi, tetapi fungsinya adalah untuk memungkinkan imam untuk menyematkan beberapa barang tertentu seperti tutup bahu dan tutup dada. Baju efod dibuat dengan jalinan benang emas dan benang lenan. Ini adalah satu gambaran yang indah dari perbauran keilahian dan keinsanian.
Penjalinan Benang Emas dan Benang Lenan pada Baju Efod
Menandakan Perbauran Keilahian dan Keinsanian di dalam Kristus, Manusia-Allah itu
(Kedua Sifatnya yang Tetap dapat Dibedakan di dalam Perbauran itu)
Penjalinan benang emas dan benang lenan pada baju efod menandakan perbauran keilahian dan keinsanian di dalam Kristus, manusia-Allah itu (kedua sifatnya yang tetap dapat dibedakan di dalam perbauran itu) (Kel. 28:6). Tuduhan lama yang usang yang berkata bahwa kita percaya bahwa Yesus bukanlah Allah ataupun manusia tetapi satu bentuk ketiga tidaklah memiliki dasar. Di dalam perbauran, keilahian dan keinsanian adalah esa, tetapi masih bisa dibedakan; satu bentuk ketiga tidaklah dihasilkan.
Melalui Inkarnasi Kristus, Emas dan Lenan itu, Keilahian dan Keinsanian, Dijalin Bersama, Dibaurkan
Melalui inkarnasi Kristus, emas dan lenan itu, keilahian dan keinsanian, dijalin bersama, dibaurkan (Yoh. 1:1, 14).
Sebagai Manusia-Allah, Manusia-Penyelamat Dikandung dari Roh Kudus
dengan Esens Ilahi dan Dilahirkan dari Seorang Dara Insani dengan Esens Insani
Sebagai manusia-Allah, Manusia-Penyelamat dikandung dari Roh Kudus dengan esens ilahi dan dilahirkan dari seorang dara insani dengan esens insani (Mat. 1:20; Luk. 1:31, 35; Gal. 4:4). Bagian ini adalah pada keterkandungan Tuhan. Esens insani berasal dari dara insani karena ini adalah satu kehamilan. Maria bukanlah satu ibu pengganti yang ke dalamnya satu telur yang telah dibuahi ditanamkan, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengajaran asing. Kita mengatakan hal ini karena Lukas 1:31 berkata, “Sesungguhnya engkau akan mengandung.” Bagaimana Allah bisa lebih pasti lagi?—“Engkau akan mengandung.” Dia tidak menunjukkan bahaw sesuatu dibentuk di luar maria dan kemudian ditanamkan ke dalamnya dan tinggal di dalamnya. Dia berkata bahwa Maria akan mengandung.
Kemudian 2:21 berkata, “Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” Manusia Yusuf dikesampingkan. Ayahnya sebenarnya adalah diri Allah sendiri. Melalui Roh itu, sesuatu dari Allah dikandungkan ke dalam Maria, dan sesuatu dari keilahian dan keinsanian berbaur untuk menjadikan hamil seorang anak di dalam dia. Sebagai satu penegasan lebih lanjut, kita bisa membandingkan kehamilan ini dengan kehamilan Elisabet yang ajaib akan Yohanes Pembaptis. Lukas 1:24 berkata, “Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung.” Kata Yunani yang sama untuk kata mengandung digunakan di sini dan pada ayat 31. Kemudian ayat 36 berkata, “Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya.” Keduanya adalah kehamilan yang sejati. Terhadap Tuhan Yesus, esens ilahi terlibat, tetapi terhadap Yohanes Pembaptis hanya kuasa ilahi yang terlibat, memungkinkan kehamilah insani yang murni ini terjadi. Jadi, perbauran keilahian dan keinsanian dimulai pada saat Tuhan dikandung di dalam rahim ibu-Nya. Ibrani 10:5 berkata, “Tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.” Berdasarkan ayat ini, beberapa orang mencoba untuk mengajarkan bahwa Allah mempersiapkan tubuh bagi Tuhan Yesus yang terpisah dari kehaliman ilahi-insani ini. Namun, ini adalah satu pengajaran yang asing dan jahat.
Dikandungnya Roh Kudus di dalam seorang Dara Insani, yang Digenapkan dengan Esens Ilahi dan Insani,
Menyusun Perbauran Sifat Ilahi dengan Sifat Insani, Menghasilkan Manusia-Allah,
Dia yang adalah Allah yang Lengkap dan Manusia yang Sempurna,
Memiliki Sifat Ilahi dan Sifat Insani yang dapat Dibedakan, tanpa Menghasilkan Sifat Ketiga
Dikandungnya Roh Kudus di dalam seorang dara insani, yang digenapkan dengan esens ilahi dan insani, menyusun perbauran sifat ilahi dengan sifat insani, menghasilkan manusia-Allah, Dia yang adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna, memiliki sifat ilahi dan sifat insani yang dapat dibedakan, tanpa menghasilkan sifat ketiga (Luk. 1:35; 2:40, 52). Puji Tuhan atas perbauran ini. Kita perlu membiarkan semua saudara-saudara teologis yang penuh pemikiran yang terkasih tahu bahwa kita bermaksud untuk tetap menggunakan kata perbauran yang terpuji. Kata ini digunakan di dalam Imamat 2 mengenai lambang kurban sajian, yang tersusun dari tepung yang terbaik yang dibaurkan dengan minyak. Ini adalah satu kata yang sempurna. Definisi yang diberikan oleh kamus Webster menggambarkan fakta ilahi ini dengan seksama. Persona ajaib ini, Manusia-Penyelamat kita, dari sejak keterkandungan-Nya, adalah perbauran keilahian dan keinsanian.
Ini adalah Persona Kristus yang Paling Ajaib dan Unggul dalam Inkarnasi-Nya
Ini adalah persona Kristus yang paling ajaib dan unggul dalam inkarnasi-Nya (Yes. 9:5). Masih ada sangat banyak hal yang memerlukan kekekalan agar kita mengenal Dia sepenuhnya. Meskipun demikian, kita memustikakan pengutaraan ministri yang diberikan Roh yang membantu kita untuk menerima sampai pada tingkat tertentu akan wahyu ilahi di dalam pemahaman kita. Paulus berkata, “Kami berkata-kata … dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh” (1 Kor. 2:13).
Kristus dalam Inkarnasi-Nya adalah Inkorporasi Allah Tritunggal dengan Manusia Tripartit
Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya adalah Satu Inkorporasi;
Ketiga Pribadi Trinitas Ilahi Diinkorporasikan ke dalam satu Inkorporasi
melalui Saling Huni Satu Sama Lain dan Melalui Bekerja Bersama-sama sebagai Satu
Kristus dalam inkarnasi-Nya adalah inkorporasi Allah Tritunggal dengan manusia tripartit (Yoh. 14:10-11). Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya adalah satu inkorporasi; ketiga pribadi Trinitas Ilahi diinkorporasikan ke dalam satu inkorporasi melalui saling huni satu sama lain dan melalui bekerja bersama-sama sebagai satu. Berkata bahwa Allah di dalam Trinitas Ilahi-Nya adalah satu inkorporasi memberi kita satu pandangan ke dalam Keallahan kekal. Allah secara kekal adalah satu inkorporasi. Bapa, Putra dan Roh tidak hanya sama-ada dan tinggal bersama tetapi juga saling menghuni satu sama lain dengan cara saling menembus; Mereka saling huni. Inkarnasi Kristus membawa inkorporasi ilahi ini ke dalam keinsanian.
Dalam Inkarnasi-Nya, Pribadi Kedua Trinitas Ilahi Membawa Inkorporasi ini ke dalam Keinsanian
Dalam inkarnasi-Nya, pribadi kedua Trinitas Ilahi membawa inkorporasi ini ke dalam keinsanian (1:14).
Sebagai Keesaan, Perbauran, dan Inkorporasi Allah Tritunggal dengan Manusia Tripartit,
Tuhan Yesus adalah Manusia-Allah Tritunggal
Sebagai keesaan, perbauran, dan inkorporasi Allah Tritunggal dengan manusia tripartit, Tuhan Yesus adalah manusia-Allah Tritunggal (ay. 14; Kol. 2:9; 1 Tim. 3:16). Dia adalah manusia-Allah Tritunggal. Ketika kita berkata manusia-Allah, kita harus menyadari bahwa ini tidak hanya berarti manusia-dewa atau manusia-ilahi. Ini berarti manusia-Bapa-Putra-roh. Ini berarti manusia-inkorporasi ilahi dari Allah Tritunggal yang saling huni yang dibawa ke dalam keinsanian. Penyelamat kita adalah manusia-Allah Tritunggal seperti ini!
Hasil dari keesaan, perbauran, dan inkorporasi dari ketiga dari Trinitas Ilahi dengan manusia tripartit adalah satu manusia-Allah Tritunggal yang unik, ajaib, mulia, indah, menyenangkan, almuhit, dan tak terkatakan. Sewaktu kita membaca berita ini, manusia-Allah Tritunggal ini sebagai Roh pemberi-hayat ada bersama dengan roh kita. Ketika kita berkata, “O Tuhan Yesus,” kita memanggil nama Yesus, manusia-Allah Tritunggal. Betapa satu keselamatan yang ajaib datang kepada kita di dalam manusia-Allah Tritunggal ini!
Kata Yunani yang diterjemahkan “luka” di dalam Lukas 10:34 adalah trauma. Kita adalah orang yang di-trauma-kan oleh Iblis; kita dijadikan rusak, cacat, sesat, buruk, jatuh, hilang, dan bahkan disetankan dengan satu tubuh dosa dan maut. Ini semua adalah pekerjaan musuh untuk menghancurkan kita bagi Allah. Namun, Manusia-Allah Tritunggal-Penyelamat datang ke tempat kita berada. Dia merendahkan diri-Nya dan datang kepada kita sebagai seorang Samaria yang hina. Dia datang dengan minyak Roh dan dengan anggur hayat ilahi untuk membalut luka-luka kita, dengan itu memanifestasikan kemuliaan keilahian-Nya di dalam keindahan keinsanian-Nya. Pertama, Dia merawat kita secara pribadi, dan kemudian Dia membawa kita semua ke tempat yang sama dan kelihatannya menghilang. Tetapi sebenarnya, Dia sekarang merawat kita melalui gereja, melalui kehidupan kita yang saling dan vital di dalam hidup gereja, di mana kita saling mengasihi dan saling memperhatikan. Melalui proses ini, kita disembuhkan, dipulihkan, diperbaiki, ditingkatkan, diperkaya, dan pada akhirnya diilahikan di dalam keinsanian kita. Kita yang begitu jatuh, hilang, dan rusak menjadi reproduksi dari manusia-Allah Tritunggal sendiri yang telah menyelamatkan kita dan akan menyelamatkan kita sampai pada puncaknya. Betapa satu kemuliaan bagi Allah!
Manusia-Allah korporat ini akan memenuhi Kejadian 1:26 sampai pada puncaknya, mengekspresikan Allah di dalam kemuliaan-Nya yang penuh dan melaksanakan penghakiman Kristus atas Iblis. Allah sumber damai sejahtera akan menghancurkan Iblis di bawah kaki kita! (Rm. 16:20). Kita mengasihi Penyelamat kita. Kita bisa berkata, “Yesus menyelamatkan aku sekarang!” Kita bisa berkata kepada Dia, “Aku memerlukan Engkau sebagai Penyelamatku. O manusia-Allah Tritunggal, datanglah padaku, selamatkan aku, tingkatkan aku, pulihkan aku, perbaiki aku, ilahikan aku, putrakan aku, Kristuskan aku. Jadikanlah aku serupa dengan diri-Mu.”
Kristus Bukan hanya Manusia-Allah, tetapi juga Manusia-Bapa-Putra-Roh
Kristus bukan hanya manusia-Allah, tetapi juga manusia-Bapa-Putra-Roh (Mat. 1:20; Luk. 1:35; Yoh. 8:29).
Penyelamat yang Kita Percayai dan yang telah Kita Terima adalah Manusia-Allah Tritunggal yang Ajaib
Penyelamat yang kita percayai dan yang telah kita terima adalah manusia-Allah Tritunggal yang ajaib (Luk. 2:11; Kis. 5:31; Flp. 3:20). Jika Anda memiliki beberapa keraguan untuk berkata bahwa Penyelamat Anda adalah manusia-Allah Tritunggal, bahwa Dia adalah manusia-Bapa-Putra-Roh, ini menunjukkan bahwa Anda mungkin masih berada di bawah pengaruh agama dengan pengenalannya yang sebagian dan teologi sistematisnya yang terbatas. Tuhan merahmati kita dan ingin menyelamatkan kita. Dia ingin membuka pikiran kita, sebab jika pikiran kita terbuka, kita akan mampu menerima firman dan membiarkannya meresapi batin kita. Maka kita akan bisa bersaksi, “Penyelamatku, Yesus Kristus, adalah manusia-Allah Tritunggal. Manusia-Bapa-Putra-Roh tinggal dalamku. Aku membiarkan Dia menyelamatkan aku, sebab aku hanya bisa melayani Dia sampai pada tingkat Dia melayani aku melalui menyelamatkan aku.” Kita bisa berdoa, “Yesus, selamatkan aku sekarang! O Manusia-Allah Tritunggal-Penyelamat yang ajaib, mulia dan indah, selamatkanlah aku sekarang. Selamatkanlah aku di dalam hayat manusia-Allah Tritunggal-Mu yang ajaib.”
INKARNASI KRISTUS, MANUSIA-PENYELAMAT,
MEMENUHI TUJUAN ALLAH DALAM MENCIPTAKAN MANUSIA
Inkarnasi Kristus, Manusia-Penyelamat, memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia (Ef. 1:9; 3:11; Kej. 1:26-27). Semua butir-butir sebelumnya perlu dihubungkan dengan tujuan Allah dalam menciptakan manusia.
Adalah Hal yang Besar bila Kita dapat Melihat bahwa Inkarnasi Kristus
Berhubungan Erat dengan Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia
Adalah hal yang besar bila kita dapat melihat bahwa inkarnasi Kristus berhubungan erat dengan tujuan Allah dalam menciptakan manusia (Why. 4:11; Yoh. 1:14; Luk. 1:35). Pembicaraan seseorang berdasarkan penglihatannya. Jika Anda melihat bahwa Penyelamat Anda adalah manusia-Allah Tritunggal, Anda akan bersukacita, dan bahkan menari, di dalam roh Anda. Anda perlu melihat bahwa inkarnasi Kristus berhubungan dengan tujuan Allah dalam menciptakan Anda. Tujuan hidup Anda dan makna keberadaan Anda sangat berhubungan dengan inkarnasi Kristus. Jika Anda hidup oleh prinsip inkarnasi ini dan hidup sebagai kelanjutan dari inkarnasi ini di dalam hayat ilahi, Anda akan menyadari makna dari alam semesta, dan Anda akan memperhidupkan penggenapan tujuan kekal Allah.
Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia dalam Gambar-Nya dan menurut Rupa-Nya
adalah agar Manusia Menerima dan Menampung Dia sebagai Hayat
serta Mengekspresikan Dia dalam Atribut-atribut-Nya
Tujuan Allah dalam menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya adalah agar manusia menerima dan menampung Dia sebagai hayat serta mengekspresikan Dia dalam atribut-atribut-Nya (Kej. 1:26-27). Sebagai pelajar yang miskin dalam roh, kita perlu memikirkan tujuan Allah dalam penciptaan-Nya. Inkarnasi Kristus berhubungan dengan manusia menerima Allah, menampung Allah, dan mengekspresikan Allah di dalam atribut-atribut-Nya yang kaya.
Manusia Diciptakan dalam Gambar Allah dan menurut Rupa Allah
agar dapat Menjadi Duplikasi Allah bagi Ekspresi Allah
Manusia diciptakan dalam gambar Allah dan menurut rupa Allah agar dapat menjadi duplikasi Allah bagi ekspresi Allah. Catatan kaki 3 pada kata gambar di dalam Kejadian 1:26 berkata,
Gambar Allah, mengacu kepada bagian batin Allah, adalah ekspresi esens batin atribut-atribut Allah, yang paling utama adalah kasih (1 Yoh. 4:8), terang (1 Yoh. 1:5), kekudusan (Why. 4:8), dan kebenaran (keadilan-LAI, Yer. 23:6). Rupa Allah, mengacu kepada bentuk Allah (Flp. 2:6), adalah ekspresi esens dan sifat persona Allah. Jadi, gambar Allah dan rupa Allah seharusnya tidak dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Kebajikan-kebajikan batini manusia, yang diciptakan dalam roh manusia, adalah salinan (kopi) atribut-atribut Allah dan adalah sarana manusia untuk mengekspresikan atribut-atribut Allah. Bentuk luaran manusia, yang diciptakan sebagai tubuh manusia, adalah salinan (kopi) bentuk Allah. Jadi, Allah menciptakan manusia sebagai duplikat diri-Nya sendiri supaya manusia dapat memiliki kapasitas untuk menampung Allah dan mengekspresikan Dia. Semua makhluk hidup lainnya diciptakan "menurut jenisnya" (ay. 11-12, 21, 24-25), tetapi manusia diciptakan menurut jenis Allah (cf. Kis. 17:28-29a). Karena Allah dan manusia berjenis sama, manusia mampu bersatu dengan Allah dan hidup bersama Dia dalam kesatuan yang organik (Yoh. 15:5; Rm. 6:5; 11:17-24; 1 Kor. 6:17).
Kristus, Anak, sebagai perwujudan Allah (Kol. 2:9), adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, ekspresi esens atribut-atribut Allah (Kol. 1:15; 2 Kor. 4:4; Ibr. 1:3). Manusia diciptakan menurut Kristus dengan maksud supaya Kristus dapat masuk ke dalam manusia dan diekspresikan melalui manusia (Kol. 1:27; Flp. 1:20-21 a). Manusia yang diciptakan adalah satu bejana hidup, wadah untuk diisi Kristus (Rm. 9:21, 9:23; 2 Kor. 4:7). Akhirnya, dalam inkarnasi-Nya Kristus mengenakan sifat manusia dan menjadi serupa dengan manusia (Flp. 2:6-8), sehingga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, manusia bisa memperoleh hayat Allah yang ilahi dan kekal (1 Ptr. 1:3; 1 Yoh. 5:11-12) dan oleh hayat ini diubah dan diserupakan dengan gambar Kristus secara batini (2 Kor. 3:18; Rm. 8:29), dan ditransfigurasi ke dalam rupa tubuh mulia Kristus secara lahiriah (Flp. 3:21), supaya dia bisa menjadi sama seperti Kristus (1 Yoh. 3:2b) dan bisa mengekspresikan Allah bersama Dia kepada alam semesta (Ef. 3:21).
Manusia yang diciptakan adalah satu duplikat Allah dalam gambar dan rupa Allah, tetapi dia tidak memiliki realitas Allah atau hayat Allah. Jadi, dia masih perlu menerima Allah sebagai hayatnya melalui makan pohon hayat, supaya dia bisa memiliki realitas Allah untuk mengekspresikan Dia (Kej. 2:9 dan cat. 2).
Catatan kaki ini adalah satu karya agung yang menyingkapkan tujuan Allah dan menyingkapkan Kristus sebagai gambar Allah. Ini adalah satu susunan dari ministri yang paling kaya dari Saudara Lee mengenai perkara ini. Ini haruslah membantu kita untuk terfokus dan melihat dan lebih jelas bagaimana inkarkasi Kristus memenuhi tujuan Allah. Kita yang adalah bejana, penampung, bisa menerima Allah sebagai hayat, dipenuhi oleh Allah sebagai hayat, dan mengekspresikan Allah sebagai hayat dengan cara sedemikian rupa agar atribut-atribut ilahi terekspresi melalui kebajikan-kebajikan insani kita. Hasil dari ini adalah ekspresi korporat Allah di dalam Kristus kepada seluruh alam semesta. Inilah yang Allah inginkan. Allah menunjukkan bahwa manusia bisa makan dari setiap pohon, tetapi tidak dari pohon yang menghasilkan maut. Dengan cara ini Dia menunjukkan bahwa manusia bisa dan harus makan dari pohon hayat. Jika manusia di dalam Kejadian 1:26 makan dari pohon hayat, ia akan menjadi seorang manusia-Allah; ia akan dilahirkan kembali, dilahirkan dari Allah di dalam rohnya; ia akan menerima hayat dan sifat ilahi; dan ia akan memiliki atribut-atribut ilahi sehingga bisa terekspresi di dalam dan melalui kebajikan-kebajikan insani. Inilah kehendak Allah dalam menciptakan manusia, tetapi manusia gagal.
Karena manusia pertama gagal, Tuhan datang sebagai manusia kedua (1 Kor. 15:47). Kristus adalah Adam yang terakhir (ay. 45) dan manusia kedua. Manusia kedua ini memenuhi apa yang Allah ingin manusia pertama rampungkan. Dia adalah manusia dalam setiap aspeknya. Dia adalah manusia yang sempurna, tetapi Dia juga memiliki Allah dengan atribut-atribut ilahi berbaur dengan keinsanian-Nya untuk menjadikan Dia seorang manusia-Allah. Manusia-Allah ini menempuh hidup yang mengekspresikan atribut-atribut ilahi di dalam kebajikan-kebajikan insani-Nya. Dia melakukan ini melalui selalu mengesampingkan dan menyangkal hayat ilahi alamiah-Nya dan hidup oleh hayat dari Bapa. Hasilnya, kemuliaan keilahian terekspresi melalui keindahan keinsanian-Nya. Inilah cara Dia hidup sebagai seorang anak dua belas tahun, cara Dia melayani selama tiga setengah tahun, dan cara Dia mati bagi penebusan kita. Di dalam kebangkitan, Dia menjadi inti sari dari diri-Nya—Roh pemberi-hayat. Sekarang sebagai Kristus yang pneumatik, Dia mulai mereproduksi diri-Nya di dalam dua tahap kelahiran kembali dan transformasi. Dia melahirkan kita kembali di dalam roh kita dan mentransformasi kita di dalam jiwa kita. Pada akhirnya, Dia akan mentransfigurasi tubuh kita, dan kita akan sama persis dengan Dia, kecuali untuk Keallahan-Nya. Seluruh tujuan kekal Allah dalam menciptakan manusia bergantung pada manusia kedua ini memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia, dan Manusia-Penyelamat kita melakukan ini di dalam inkarnasi-Nya.
Di dalam Kejadian 1:26-27, GambarMengacu pada Batin, dan Rupa Mengacu pada Ekspresi Luaran
Di dalam Kejadian 1:26-27, gambar mengacu pada batin, dan rupa mengacu pada ekspresi luaran (2 Kor. 4:4; Kol. 1:15; Ibr. 1:3; Flp. 2:7). Gambar dan rupa tidaklah terpisah tetapi bisa dibedakan.
Gambar Allah Berhubungan dengan Duplikasi-Nya;
Allah Menciptakan Manusia dalam Gambar-Nya Sendiri
dengan Maksud agar Manusia menjadi Duplikasi-Nya
Gambar Allah berhubungan dengan duplikasi-Nya; Allah menciptakan manusia dalam gambar-Nya sendiri dengan maksud agar manusia menjadi duplikasi-Nya (Rm. 8:20; Ibr. 2:10). Kita diciptakan dalam gambar-Nya dan diperintahkan untuk berbuah dan berkembang biak. Tentuini menyiratkan duplikasi dari gambar ini. Ekspresi adalah bersama dan melalui duplikasi. Manusia-Penyelamat bermaksud menjadikan kita duplikat Allah. Kita harus berdoa untukhal ini dan mempercayai ini bagi diri ita sendiri. Kita bisa merampungkan siklus mendengar firman dan kemudian mendoakannya kembali dengan berdoa, “Tuhan Yesus, jadikanlah aku duplikat Allah.” Inilah kehendak Allah. Inilah penyebab kita dijadikan dalam gambar-Nya. Allah menciptakan manusia di dalam gambar-Nya sendiri dengan tujuan agar manusia bisa menjadi dupliktat-Nya.
Gambar Menyiratkan bahwa Manusia Memiliki Kapasitas untuk Menerima Allah Masuk
dan Menampung Dia; Allah Menciptakan Manusia dalam Gambar-Nya untuk menjadi Wadah-Nya
Gambar menyiratkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk menerima Allah masuk dan menampung Dia; Allah menciptakan manusia dalam gambar-Nya untuk menjadi wadah-Nya (Kej. 2:7; 2 Kor. 4:7). Sudahkah Anda menerima Allah hari ini? Ambillah waktu beberapa menit dan beri tahu Tuhan secara pribadi, “Tuhan Yesus, aku ingin menerima Engkau saat ini. Aku tidak ingin ini sebagai sekedar ajaran.” Menerima Allah adalah menampung Dia. Allah menciptakan manusia di dalam gambar-Nya untuk menjadi wadah-Nya.
Rupa Mengacu pada Bentuk Luaran, Cara Luaran, Penampilan Luaran;
Maka, Rupa adalah Perkara Ekspresi
Manusia Dijadikan dalam Gambar Allah untuk Menjadi Duplikat Allah
dan Menurut Rupa Allah untuk Memiliki Penampilan Allah bagi Ekspresi-Nya
Rupa mengacu pada bentuk luaran, cara luaran, penampilan luaran; maka, rupa adalah perkara ekspresi (Kej. 1:26; Flp. 2:7). Manusia dijadikan dalam gambar Allah untuk menjadi duplikat Allah dan menurut rupa Allah untuk memiliki penampilan Allah bagi ekspresi-Nya.
Keperluan manusia akan Allah bukanlah agamawi. Adalah manusia memerlukan Allah. Saya baru-baru ini berdoa kepada Allah mengenai seorang ateis yang terkenal, “Selamatkanlah orang ini.” Dia telah dirusak oleh agama. Mungkin seseorang akan memberi tahu dia, “Tuan, kami tahu bahwa Anda tidak senang kpada agama, tetapi manusia memerlukan Allah.” Ini perlu dijalin ke dalam setiap serat dari keinsanian kita. Adalah mustahil untuk menjadi manusia yang sejati tanpa menerima Allah, menampung Allah, dan mengekspresikan Allah. Anda mungkin berkata bahwa Anda tidak ingin menjadi satu bejana, tetapi Anda tidak bisa mengubah apa adanya diri Anda. Anda hanya bisa menekan kekosongan batin sampai pada tingkat tertentu. Jika Anda menyadarinya, perasaan kekosongan pada bagian dalam bejana Anda, berseru pada Anda, “Anda memerlukan Allah sebagai isi Anda.”
Di dalam langit baru dan bumi baru, kita akan menjadi anak-anak Allah yang mengekspresikan Dia. Bangsa-bangsa yang dipulihkan kepada ciptaan sebermula Allah, karena tidak memiliki hayat ilahi di dalam mereka, akan menjadi perwakilan fotografis Allah. Bayangkanlah hidup di dalam satu kota di mana Anda melihat Allah di mana-mana dan di setiap wajah, di mana Anda mendengar Allah dalam setiap suara, dan di mana Allah ada di dalam setiap hubungan. Inilah yang Allah inginkan di dalam Dia menciptakan manusia. Ini sama sekali bukanlah agamawi. Ini bukanlah satu pemikiran agamawi. Ini hanyalah kedambaan batin di dalam setiap bejana insani untuk diisi oleh Allah.
Gambar adalah Realitas Batini dari Ekspresi Luaran itu,
dan Rupa adalah Ekspresi atau Penampilan Luaran dari Gambar
Gambar adalah realitas batini dari ekspresi luaran itu, dan rupa adalah ekspresi atau penampilan luaran dari gambar. Kita jangan berusaha untukmeningkatkan ekspresi luaran kita. Sebaliknya, marilah kita berkonsentrasi pada gambar batin yang terbentuk di dalam kita melalui keselamatan organik Allah.
Gambar Allah Berkaitan dengan Atribut-atribut Ilahi,
Khususnya Kasih, Terang, Keadilbenaran, dan Kekudusan
Gambar Allah berkaitan dengan atribut-atribut ilahi, khususnya kasih, terang, keadilbenaran, dan kekudusan (1 Yoh. 4:8, 16; 1:5; Rm. 3:21-22; Ibr. 12:10). Ayat-ayat ini penting karena ayat-ayat ini memperlihatkan bahwa gambar Allah berhubungan dengan atribut-atribut ilahi. Kristus sebagai gambar Allah adalah ekspresi dari Allah yang tak kelihatan di dalam esens atribut-atribut-Nya. Atribut ilahi adalah satu elemen di dalam diri Allah. Totalitas dari semua atribut-atribut adalah batin Allah. Kasih, terang, keadilbenaran, kekudusan, kebaikan, perasaan terharu, belas kasihan, kasih karunia, dan ketekunan adalah atribut-atribut, yang totalitasnya adalah esens batin Allah. Ada keperluan bagi esens dari atribut-atribut ini untuk memiliki satu gambar bagi ekspresinya. Ayat-ayat seperti 2 Korintus 4:4, Kolose 1:5, dan Ibrani 1:3 mewahyukan bahwa Kristus adalah gambar Allah. Dia adalah ekspresi dari Allah yang tidak kelihatan. Kita diciptakan menurut gambar ini untuk menjadi ekspresi dari Allah yang tidak kelihatan. Ketika Allah menciptakan kita dalam gambar-Nya sendiri, Dia sebenarnya menciptakan kita menurut Kristus yang adalah gambar Allah. Sebagai gambar Allah, Kristus adalah ekspresi dari Allah yang tidak kelihatan di dalam esens atribut-atribut-Nya. Gambar ini terutama berhubungan dengan kasih, terang, keadilbenaran, dan kekudusan.
Allah Menciptakan Manusia dalam Gambar-Nya berarti Dia Menciptakan Manusia
dengan Kapasitas untuk Memiliki Kasih, Terang, Keadilbenaran, dan Kekudusan-Nya
Allah menciptakan manusia dalam gambar-Nya berarti Dia menciptakan manusia dengan kapasitas untuk memiliki kasih, terang, keadilbenaran, dan kekudusan-Nya. Setiap umat manusia memiliki kapasitas ini. Karena itu, kita bisa memiliki perasaan terharu yang ilahi untuk mengasihi orang yang terhilang dan berbelas kasihan kepada orang yang terjatuh amat dalam. Kita memerlukan Manusia-Penyelamat hidup di dalam kita untuk melihat melampaui penampilan luaran, terutama jika beberapa kasar dan aneh. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa mereka adalah umat manusia dengan satu roh, yang diciptakan di dalam gambar Allah dan yang bisa diselamatkan secara dinamik oleh Manusia-Penyelamat. Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Tim. 1:15). Ketika Dia di bumi, Dia adalah teman orang berdosa (Mat. 11:19), namun pada saat yang sama Dia tidak tercemar, terpisah dari orang berdosa (Ibr. 7:26). Dia hidup di dalam kita, dan kita perlu memperhidupkan Dia dengan atribut-atribut kekudusan dan keadilbenaran Allah. Kita perlu memperhidupkan Dia sebagai Manusia-Penyelamat yang mengasihi, menyelamatkan, dan memulihkan umat manusia yang terjatuh amat dalam.
Kita tidak bisa menghabiskan semua waktu dan tenaga kita pada kondisi dan kemajuan rohani kita sendiri. Kita tentu perlu meluangkan waktu secara pribadi bersama Tuhan untuk memiliki beberapa hubungan dengan Dia mengenai situasi dan kondisi kita, tetapi sebagian besar waktu kita haruslah untuk melaksanakan persaan-Nya bagi umat manusia yang terjatuh, kasihan, dan terhilang, terutama bersama rekan vital kita. Saya sangat berbeban agar orang tertentu diselamatkan. Kita semua perlu berdoa agar orang diselamatkan, bahkan termasuk orang-orang terkenal. Manusia-Penyelamat hidup di dalam kita. Hari ini Dia bukanlah hakim-manusia atau algojo manusia. Dia adalah Manusia-Penyelamat. Begitu banyak umat manusia yang jatuh yang masih memiliki sisa dari keinsanian mereka yang diciptakan Allah yang terkubur di dalam mereka. Kita memiliki satu kidung Injil yang berjudul, “S’lamatkan jiwa,” yang berkata,
Dalam hati manusia,
Remuk oleh si penggoda,
Perasaan yang terkubur hanya dapat dipulihkan oleh kasih karunia,
Terjamah oleh hati yang penuh kasih,
Dibangunkan oleh kebaikan hati,
Dawai yang putus akan bergetar sekali lagi.
(Hymns 921, Tl.)
Di dalam dua berita yang akan datang, kita akan berbicara mengenai Yobel kasih karunia. Manusia-Penyelamat datang untuk mengabarkan Yobel kasih karunia untuk memulihkan umat manusia yang terhilang dan yang jatuh. Marilah kita esa dengan Dia sampai puncaknya. Kita berharap agar mereka yang tinggal di Eropa akan menjumpai Manusia-Penyelamat sebelum mereka menjumpai Antikristus. Mereka yang tinggal di negara-negera seperti Perancis, Italia, Yunani, Spanyol, dan Portugal perlu menjumpai Manusia-Penyelamat. Mereka perlu menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu di dalam keinsanian mereka yang diciptakan Allah yang lapar dan haus akan Dia. Kita perlu menjadi orang Samaria yang rendah untuk membalut luka-luka mereka, menyiramkan minyak dan anggur, dan kemudian membawa mereka kepada ruang pemulihan, penginapan, gereja.
Kebajikan-kebajikan Insani yang Diciptakan oleh Allah
adalah Kapasitas untuk Menampung Atribut-atribut Allah
Kebajikan-kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah adalah kapasitas untuk menampung atribut-atribut Allah (Luk. 1:75). Kapasitas itu ada di dalam manusia. Kita perlu mempercayai hal ini dan mempertahankannya. Jumlah orang yang diselamatkan belum dipenuhi. Allah memiliki tujuan sewaktu Dia menciptakan manusia. Kristus berinkarnasi untuk memenuhi tujuan Allah melaluimenjadi seorang manusia-Allah dan memperhidupkan atribut-atribut ilahi di dalam kebajikan-kebajikan insani-Nya. Dia sekarang mereproduksi diri-Nya di dalam kita semua dan hidup di dalam kita sehingga kita bisa memiliki perasaan yang sama terhadap umat manusia seperti Dia. Jika perempuan yang sangat berdosa datang ke rumah jika dengan tanpa diundang dan mulai menangis dan bertobat, kita jangan mengkritik. Sebaliknya, kita harus bisa berkata, “Pergilah dengan damai. Imanmu telah menyelamatkan engkau. Kamu akan lebih banyak mengasihi sebab kamu telah banyak diampuni.” Inilah Manusia-Allah Tritunggal-Penyelamat kita.
Agar Tujuan Allah dapat Terlaksana,
Manusia Perlu Menerima Allah dan Menampung Dia sebagai Pohon Hayat
Agar tujuan Allah dapat terlaksana, manusia perlu menerima Allah dan menampung Dia sebagai pohon hayat (Kej. 2:7, 9; Yoh. 3:15).
Karena Manusia Pertama, Adam, Gagal dalam Tujuan Allah,
Allah Sendiri Datang di dalam Putra melalui Inkarnasi untuk menjadi Manusia Kedua
agar dapat Memenuhi Tujuan-Nya sehingga Manusia bisa Menampung Dia dan Mengekspresikan Dia
Karena manusia pertama, Adam, gagal dalam tujuan Allah, Allah sendiri datang di dalam Putra melalui inkarnasi untuk menjadi manusia kedua agar dapat memenuhi tujuan-Nya sehingga manusia bisa menampung Dia dan mengekspresikan Dia (1 Kor. 15:47). Ini adalah butir penghubung. Manusia pertama jatuh, sehingga Allah sendiri datang di dalam Putra melalui inkarnasi untuk menjadi manusia kedua. Manusia kedua memenuhi tujuan Allah untuk menampung Allah, memperhidupkan Allah, dan mengekspresikan Allah. Manusia kedua ini di dalam kematian-Nya menciptakan satu manusia baru. Satu manusia baru adalah reproduksi korporat yang diperluas dari manusia-Allah pertama. Satu manusia baru sebagai manusia-Allah korporat menempuh kehidupan Manusia-Penyelamat seperti yang digambarkan di dalam Injil Lukas, satu kehidupan yang sepenuhnya menyenangkan. Orang lain akan mengutuk kita; kita akan memberkati mereka. Mereka akan membenci kita; kita akan mengasihi mereka. Beberapa dari kita, seperti Stefanus (Kis. 7:60), mungkin mengulangi perkataan Tuhan di salib: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Ketika ada yang memperhidupkan Manusia-Allah Tritunggal-Penyelamat yang berinkarnasi ini, banyak hati manusia akan leleh. Bibir yang lama sunyi, akan belajar bernyanyi lagi dan memuji. Manusia-Allah Tritunggal-Penyelamat yang berinkarnasi untuk memenuhi tujuan Allah damba untuk memperhidupkan diri-Nya melalui kita semua di dalam pemulihan-Nya sehingga dunia bisa melihat kesaksian Yesus di dalam realitas.
Injil Lukas adalah Wahyu tentang Manusia-Allah yang Menempuh Kehidupan Insani
yang Dipenuhi dengan Hayat Ilahi sebagai Isinya,
Karenanya Mengekspresikan Allah dalam Keinsanian
Injil Lukas adalah wahyu tentang manusia-Allah yang menempuh kehidupan insani yang dipenuhi dengan hayat ilahi sebagai isinya, karenanya mengekspresikan Allah dalam keinsanian (7:11-17, 36-50; 10:25-37; 19:1-10). Ini adalah satu kesimpulan yang luar biasa dan ringkas dari wahyu di dalam Injil Lukas.
Sifat Ilahi dengan Atribut-atributnya Diekspresikan dalam Sifat Insani Manusia-Penyelamat
dengan Kebajikan-kebajikan Insaninya;
Jadi, Kehidupan Tuhan Yesus itu Ilahi secara Insani dan Insani secara Ilahi
Sifat ilahi dengan atribut-atributnya diekspresikan dalam sifat insani Manusia-Penyelamat dengan kebajikan-kebajikan insaninya; jadi, kehidupan Tuhan Yesus itu ilahi secara insani dan insani secara ilahi (1:26-35; 2:7-16, 34-35, 40, 52). Kita tidak ingin mengambil jalan menjadi rohani yang tidak insani. Kerohanian yang sejati adalah kehidupan yang adalah ilahi yang insani dan insani yang ilahi. Ini adalah insani, namun mengekspresikan keilahian. Ini adalah ilahi, namun dapat dihampiri dan dapat dijamah.
Kita perlu Mengenal Tuhan sebagai Dia yang Menempuh Kehidupan
di Mana Kebajikan-kebajikan Insani Mengekspresikan Atribut-atribut Ilahi
Kita perlu mengenal Tuhan sebagai Dia yang menempuh kehidupan di mana kebajikan-kebajikan insani mengekspresikan atribut-atribut ilahi. Kita tidak perlu sekedar mempelajari kitab Lukas; kita perlu mempelajari Yesus. Kita harus membaca seluruh kitab Lukas, memandang Dia dan memberi tahu Dia, “Tuhan, aku perlu mengenal Engkau sebagai Dia yang menempuh kehidupan manusia-Allah seperti ini.”
“Mulia-Mu Ku Nampak, dalam Bajik Insan, Indah Mulia Sifat Allah Nyata di Insan”
“Mulia-Mu ku nampak, dalam bajik insan, indah mulia sifat Allah nyata di insan” (Kidung, 56). Harapan kita, Tuhan di surga akan segera bisa menjawab, “Aku melihat mulia-Ku di dalam kebajikan insan. Kemuliaan-Ku penuh semarak dan ternyata di dalam keinsanian dari reproduksi korporat-Ku. Untuk inilah, Aku menjadi manusia. Untuk inilah, Aku berinkarnasi, agar Aku bisa hidup dan memanifestasikan Allah, mengekspresikan atribut-atribut-Nya di dalam kebajikan-kebajikan insani.” Di dalam Berita 4 kita akan melihat bahwa sebagai Yang demikian, Dia menjadi prototipe bagi reproduksi-Nya untuk menjadikan kita semua, setiap orang di dalam pemulihan-Nya dan semua saudara-saudari kita yang terkasih di mana pun mereka berada, serupa dengan manusia-Allah Tritunggal, Penyelamat kita yang ajaib dan terkasih.—R.K.