← Daftar isi Rencana Allah · bab 5/11

GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Mat. 16:18; 18:17; 1 Tim. 3:15; Ef. 2:19; 1 Ptr. 2:5;

Ef. 1:22-23; 3:19b; 2:15; 4:24; Kol. 3:10-11; Ef. 11:25, 29, 32;

Yoh. 3:29; Why. 19:7; 21:2, 9; 22:17; Ef. 6:11-12;

1 Kor. 12:12-13; Kis. 8:1; 13:1; Why. 1:11-13, 20; 1 Kor. 3:10-11; Ef. 2:20

Gereja adalah sasaran akhir Allah. Sasaran Allah bukan hanya mendapatkan banyak orang beriman individu. Sasaran-Nya adalah mendapatkan gereja korporat yang dapat menjadi rumah-Nya dan Tubuh Putra-Nya. Gereja adalah ekspresi Allah. Gereja adalah keluarga Allah yang mengekspresikan Allah Bapa dan Tubuh Kristus yang mengekspresikan Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal (Kol. 2:9). Apa yang akan kami bahas dalam bab ini merupakan sari wahyu ilahi mengenai gereja dalam Perjanjian Baru.

EKKLESIA

Gereja pertama-tama adalah ekklesia. Istilah Yunani ini mengacu pada pertemuan orang-orang yang dipanggil keluar. Pada zaman dahulu, ketika suatu kota memanggil warga kotanya untuk berkumpul bersama, pertemuan tersebut adalah ekklesia. Perjanjian Baru, dimulai dari Tuhan Yesus dalam Matius 16, menggunakan istilah yang mengacu pada gereja ini (ay. 18). Gereja adalah pertemuan orang-orang yang dipanggil keluar oleh Allah kepada diri-Nya sendiri. Kaum Saudara lebih senang menggunakan istilah pertemuan. Saya percaya bahwa penggunaan istilah ini lebih baik, karena istilah gereja dalam bahasa Inggris sudah disalahgunakan.

Pada masa muda saya di Cina, kami mengenal istilah gereja sebagai sebuah gedung yang memiliki lonceng menara. Bagi kebanyakan orang di antara kami, gereja adalah sebuah gedung. Hari ini, banyak orang yang berpikiran sama. Mereka mengatakan bahwa mereka pergi ke gereja yang berarti pergi ke sebuah gedung. Konsep ini sama sekali tidak benar. Kita harus menanggalkan pemikiran yang demikian. Gereja bukan gedung tanpa hayat, tetapi sesuatu yang organik, penuh hayat.

Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang hidup, bukan suatu bangunan fisik tanpa hayat. Tetapi menganggap gereja sebagai pertemuanorang-orang yang dipanggil keluar, suatu kumpulan saja masih terlalu dangkal. Mungkin saja ada suatu pertemuan, suatu kumpulan, tetapi tanpa hayat. Hari ini, dalam masyarakat kita ada banyak pertemuan besar yang tidak memiliki hayat ilahi.

RUMAH ALLAH

Gereja juga adalah rumah Allah (1 Ptr. 2:5). Tetapi, kami tidak bermaksud mengatakan bahwa gereja hanyalah tempat kediaman Allah. Istilah Yunani oikos bukan hanya berarti rumah, tempat kediaman, tetapi juga keluarga. Oikos berarti rumah juga sanak saudara, keluarga, yang menyusun rumah tangga; karena itu dapat juga diterjemahkan rumah tangga (anggota-anggota keluarga — LAI) — Efesus 2:9.

Tempat kediaman Allah di bumi hari ini adalah gereja, dan Allah, sebagai Bapa yang agung, mempunyai sebuah keluarga, yaitu gereja. Untuk kehidupan keluarga, kita mempunyai sebuah rumah, dan dalam rumah tersebut kita mempunyai keluarga. Bagi kita, rumah adalah satu perkara, dan keluarga adalah perkara yang lain; rumah adalah bangunan, dan keluarga adalah orang-orang yang tinggal di dalamnya. Tetapi, rumah Allah dan keluarga Allah adalah sama. Rumah adalah keluarga, dan keluarga adalah rumah.

Kita, sebagai gereja adalah rumah Allah, tempat kediaman Allah. Selain itu, kita adalah keluarga Allah. Baik rumah Allah maupun keluarga Allah adalah satu entitas, yaitu sekelompok orang yang dilahirkan kembali, dipanggil, dan dihuni oleh Allah sendiri. Orang-orang yang dipanggil ini, yang telah dilahirkan kembali oleh Allah dengan hayat-Nya dan yang dihuni oleh Allah yang hidup dengan segala adanya Dia, adalah tempat kediaman Allah sekaligus keluarga-Nya. Hal ini lebih dari sekedar suatu kumpulan, juga berbeda dengan suatu kumpulan atau organisasi masyarakat. Ini merupakan sesuatu yang organik — organik dalam hayat ilahi, organik dalam sifat ilahi, dan organik dalam Allah Tritunggal.

Beberapa orang sangat menitikberatkan ekklesia, tetapi mereka tidak banyak menaruh perhatian pada aspek organik dari gereja. Mereka tidak banyak membicarakan gereja sebagai keluarga Allah. Kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa gereja itu organik; ia merupakan rumah Allah yang hidup. Paulus mengatakan bahwa gereja adalah rumah Allah (keluarga Allah — LAI) yang hidup (1 Tim. 3:15) dan rumah ini bertumbuh (Ef. 2:21). Apakah rumah Anda bertumbuh? Rumah kita tidak bertumbuh. Mereka menyusut. Tetapi rumah Allah bertumbuh! Sesuatu yang bertumbuh pastilah hidup. Sesuatu yang tidak memiliki hayat tidak dapat bertumbuh. Sesuatu yang bertumbuh adalah organik, memiliki hayat. Haleluya, kita sedang bertumbuh!

Pada tahun 1964 saya pergi ke Plainview, Texas, untuk mengunjungi sekelompok kecil orang kudus. Kemudian pada tahun 1965 saya pergi ke Waco, Texas, untuk mengunjungi kelompok kecil yang lain. Jika saya tidak mempunyai iman, maka saya pasti sangat kecewa. Ketika berita ini sampai ke New York, seorang saudara kekasih, yang dengannya saya telah bekerja sama selama bertahun-tahun, berkata kepada saudara yang lain bahwa ia tidak yakin kelompok-kelompok kecil di Texas ini akan bertahan. Pada tahun 1968 saya pergi ke Lubbock. Saya tidak melihat sebuah gereja yang besar; tetapi sebaliknya saya melihat sesuatu yang memerlukan iman yang besar. Karena belas kasih-Nya saya mempunyai iman tersebut. Kemudian orang-orang kudus di Texas pindah ke Houston pada tahun 1969, dan saya mengunjungi mereka. Situasi di sana sedikit membesarkan hati, tetapi tidak seluruhnya demikian. Tetapi, kunjungan saya ke Irving pada tahun 1982 dan 1983 membuat saya gembira. Telah terjadi banyak pertumbuhan pada gereja-gereja di Texas karena gereja adalah sesuatu yang hidup. Ini adalah rumah yang hidup dari Allah yang hidup. Ini bukanlah sesuatu yang berasal dari organisasi, tetapi berasal dari hayat; jadi pertumbuhannya adalah karena hayat.

TUBUH KRISTUS

Rumah Allah, keluarga Allah, adalah organik. Tetapi kelihatannya, ia tidak begitu hidup sebagaimana seharusnya suatu Tubuh. Gereja adalah Tubuh Kristus. Sekelompok orang Kristen mungkin adalah suatu pertemuan, tetapi mereka sesungguhnya bukan rumah Allah karena mereka tidak hidup dalam roh. Mereka mungkin mengatakan bahwa mereka adalah Tubuh Kristus, tetapi sesungguhnya bukan, karena mereka masih hidup dalam hayat alamiah. Selama kita hidup dalam hayat alamiah, kita bukan Tubuh Kristus.

Ketika masih muda, saya mendengarkan dua atau tiga orang penatua yang berkumpul untuk membicarakan masalah-masalah dalam apa yang mereka sebut "gereja" mereka. Akhirnya, salah seorang melemparkan Alkitabnya dan yang lain berdiri lalu berjalan keluar. Itukah Tubuh? Itu bukan Tubuh, tetapi daging yang jatuh.

Apakah Tubuh itu? Lihatlah diri Anda sendiri. Tubuh Anda adalah bagian yang terbesar dari diri Anda. Tidak ada yang bisa menjadi tubuh Anda selain Anda sendiri. Gigi palsu bukan bagian dari tubuh Anda, melainkan sesuatu yang ditambahkan dan tidak mempunyai hayat. Gigi asli kita bersatu dengan tubuh kita, bukan karena organisasi tetapi karena hayat. Mereka bertumbuh di dalam tubuh kita secara organik. Anggota tubuh Anda adalah organik; ia bertumbuh dalam persatuan organik dengan tubuh Anda. Apapun yang tidak berada dalam persatuan organik dengan tubuh Anda adalah benda asing.

Demikian juga, Tubuh Kristus adalah suatu organisme, bukan suatu organisasi. Sebagai contoh, sebuah mimbar terdiri dari potongan-potongan kayu yang diorganisir dan yang dipasang bersama. Tetapi sebaliknya, tubuh seseorang tidak diorganisir tetapi organik, penuh dengan hayat.

Gereja bukan hanya keluarga yang hidup dari Allah Bapa, bahkan lebih dari itu, gereja adalah organisme yang hidup dari Kristus sang Kepala. Kekristenan telah jatuh sampai ke suatu tingkat sehingga yang ada hanya organisasi dan bukan hayat. Ada berjuta-juta orang Kristen di bumi. Mereka telah diampuni melalui penebusan Kristus, dibasuh dengan darah adi-Nya, dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus; mereka adalah anak-anak Allah dan anggota-anggota Kristus. Tetapi sesungguhnya, dalam hayat dan pelayanan mereka, yang terlihat adalah sebuah organisasi, bukan suatu organisme. Kristus adalah organik, tetapi kekristenan tidak. Segala sesuatu yang ditambah ke-an, termasuk kekristenan dan bahkan "kegerejalokalan", adalah organisasi.

Gereja seharusnya hanya organik, suatu organisme yang penuh dengan hayat Kristus. Apapun yang Anda kerjakan haruslah berasal dari hayat yang di dalam. Anda hidup. Anda mempunyai Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang hidup di dalam Anda. Jangan bergerak dengan diri Anda sendiri. Bergeraklah dengan Dia. Jangan bertindak tanduk dengan diri Anda sendiri. Bertindak-tanduklah dengan Dia. Kadang-kadang ketika saya bermaksud mengunjungi seorang saudara, saya membatalkannya, karena saya menyadari bahwa Kristus tidak sedang pergi mengunjungi saudara tersebut. Itu hanyalah saya, saya yang alamiah, saya yang baik, saya yang mempunyai maksud baik; itu sepenuhnya saya sendiri, bukan Kristus. Kemudian saya berdoa, memberikan posisi saya, alasan saya, dan segala sesuatu yang berkenaan dengan penjengukan ini kepada Tuhan. Dengan demikian, Tuhan mulai pergi dengan saya. Banyak orang yang mengasihi Tuhan dan berbakti kepada-Nya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hayat alamiah mereka seharusnya dikesampingkan.

Di dalam manusia baru, gereja, "tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu" (Kol. 3:10-11). "Semua" mengacu kepada orang-orang. Mengatakan bahwa Kristus adalah semua, berarti Ia adalah Anda, Ia adalah saya, dan Ia adalah setiap orang lain di dalam gereja. Mengatakan bahwa Kristus di dalam segala sesuatu berarti Ia berada dalam setiap orang di dalam gereja. Manusia baru, gereja, bukan orang Cina, orang Jepang, orang Perancis, orang Inggris, orang Jerman, atau orang Amerika. Manusia baru adalah Kristus. Karena itu, jika kita bertindak-tanduk seperti orang-orang Cina, Jepang, Philipina, Amerika, Inggris, Jerman, Perancis, atau Italia, kita bukan lagi gereja. Di dalam manusia baru tidak ada orang Yahudi dan tidak ada orang Yunani. Sesungguhnya, di dalam manusia baru tidak boleh ada orang Yahudi atau orang Yunani. Tidak boleh ada orang Cina atau orang Jepang. Di dalam manusia baru tidak boleh ada orang putih atau orang hitam. Jika Anda masih ingin menjadi hitam atau putih, Anda berada di luar Tubuh Kristus. Gereja adalah suatu organisme. Karena itu, kita harus bertindak-tanduk di dalam roh dan sepenuhnya menolak hayat alamiah kita.

KEPENUHAN (EKSPRESI) DIA

YANG MEMENUHI SEMUA DAN DI DALAM SEGALA SESUATU

Banyak orang Kristen yang tidak mengerti arti kata kepenuhan dalam Efesus 1:23 dan 3:19. Mereka mengira kata kepenuhan berarti kekayaan. Efesus 1:23 mengatakan bahwa gereja "adalah Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu". Secara gramatikal "kepenuhan" merupakan keterangan tambahan untuk kata "Tubuh-Nya"; ini berarti Tubuh adalah kepenuhan, dan kepenuhan adalah Tubuh. Kepenuhan bukan berarti kekayaan. Dalam kitab Efesus, kekayaan Kristus yang tidak terduga disebutkan dalam 3:8. Kita harus membedakan antara kekayaan dengan kepenuhan. Negara Amerika mempunyai pasar-pasar swalayan yang penuh dengan kekayaan Amerika. Kekayaan Amerika adalah hasil produksinya, tetapi kepenuhan Amerika adalah seorang Amerika yang besar dan kuat. Kepenuhan ini adalah ekspresi.

Kepenuhan berasal dari kekayaan. Tetapi, jika kita tidak makan dan mencerna kekayaan, kita mungkin memiliki kekayaan tetapi tidak memiliki kepenuhan. Kekayaan menghasilkan kepenuhan melalui makan dan mencerna. Jika tidak makan dan mencerna kekayaan, kita akan tetap kurus dan kerdil. Demikian juga, gereja bukan hanya Tubuh Kristus, tetapi juga kepenuhan, ekspresi, yang dihasilkan dari kenikmatan terhadap kekayaan Kristus.

Kepenuhan ini merupakan ekspresi dari Kristus yang satu-satunya, yang universal, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Kolose 3:11 mengatakan bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Istilah semua dan segala sesuatu pada ayat ini mengacu kepada orang-orang. Tetapi dalam Efesus 1:23, istilah "semua dan segala sesuatu" yang dipenuhi Kristus merupakan sesuatu yang universal. Kristus tidak terbatas (Efesus 1:23; 3:18). Dimensi alam semesta sesungguhnya adalah dimensi Kristus. Berapakah panjangnya? Berapakah tingginya? Berapakah dalamnya? Berapakah luasnya? Tidak seorang pun dapat memberi tahu kita. Dimensi Kristus dalam 3:18 adalah tidak terduga dan tidak terbatas. Dimensi ini merupakan gambaran Kristus.

Kristus memenuhi semua dan segala sesuatu, dan kita, gereja, melalui menikmati kekayaan-Nya, akhirnya menjadi kepenuhan-Nya. Jika saya hanya mempunyai kepala tanpa tubuh, saya tidak mempunyai kepenuhan. Kepenuhan adalah ekspresi saya. Kita harus menyadari bahwa gereja sebagai Tubuh Kristus merupakan kepenuhan Kristus sebagai ekspresi-Nya.

KEPENUHAN (EKSPRESI) ALLAH

Dalam Efesus 3:19 versi King James mengatakan bahwa kita "dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah." Kata depan "dengan" secara harfiah berarti "sampai, menghasilkan". Kita dipenuhi sampai seluruh kepenuhan Allah. Kita dipenuhi hingga menghasilkan sebuah ekspresi Allah. Kepenuhan di sini berarti ekspresi. Paulus mengatakan bahwa ia berdoa supaya Bapa menguatkan kita dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam insan batin kita sehingga Kristus dapat berumah di dalam hati kita, dan kita dapat memahami dimensi Kristus — lebar, panjang, tinggi, dan dalam — supaya kita dapat dipenuhi sampai, menghasilkan, kepenuhan Allah, ekspresi Allah (Ef. 3:14-19).

Seluruh kitab Efesus membicarakan gereja. Gereja adalah rumah atau anggota keluarga Allah (2:19), gereja adalah Tubuh Kristus (1:23), dan gereja adalah kepenuhan sebagai ekspresi Kristus dan Allah (1:23; 3:19). Menurut pasal tiga, gereja dapat menjadi ekspresi yang demikian, bukan hanya ekspresi Kristus, tetapi juga ekspresi Allah, yaitu ketika Kristus berumah di dalam hati kita sehingga kita dapat mengalami kekayaan-Nya yang tidak terduga. Ketika kita menikmati Dia dengan cara yang demikian, kita dipenuhi dengan seluruh kekayaan Kristus, menghasilkan sebuah ekspresi Allah.

Hari ini, gereja seharusnya merupakan ekspresi yang demikian, yang dihasilkan dari kenikmatan yang limpah terhadap kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kami merasa prihatin dengan keadaan yang ada di antara orang-orang Kristen. Adakah ekspresi Allah di sana? Saya harap di tengah-tengah kita akan ada ekspresi yang demikian. Kita semua perlu berdoa bagi diri kita sendiri seperti yang dilakukan Paulus bagi kita dalam Efesus 3. Kita seharusnya sujud kepada Bapa agar Ia menguatkan kita ke dalam insan batin kita sehingga Kristus berumah di dalam hati kita, serta menempati setiap jalan, dan setiap bagian dari insan batin kita dengan sepenuhnya. Dengan demikian, kita dapat menikmati kasih-Nya, dan kita dapat menjamah serta memiliki dimensi-Nya. Dan kita akan dipenuhi oleh-Nya sampai kepenuhan Allah, ekspresi Allah. Ini bukan saja suatu kumpulan atau pertemuan orang-orang Kristen yang terpanggil. Ini adalah sekelompok orang yang sepenuhnya dimiliki oleh Kristus dan menikmati Kristus sampai pada puncaknya, dijenuhi oleh-Nya dan dipenuhi dengan-Nya hingga ke suatu tingkat tertentu sampai mereka menjadi ekspresi Allah.

Apa yang kita makan, itulah yang kita ekspresikan. Ketika saya masih muda, kadang-kadang saya mengunjungi kakek nenek saya yang tinggal di tepi pantai. Mereka seringkali makan ikan, sedangkan keluarga kami tidak pernah makan ikan. Kapan kala saya pergi ke rumah kakek nenek, saya tidak mencium apa-apa kecuali ikan. Suatu hari saya bertanya kepada ibu mengapa setiap orang di sana berbau seperti ikan. Ibu saya menjawab, "Tidak tahukah kamu bahwa mereka makan ikan setiap hari? Itulah sebabnya mereka berbau seperti ikan!" Kita menjadi apa yang kita makan dan mengekspresikan apa yang kita makan.

Kalau kita makan Yesus, kita "beraromakan" Dia (2 Kor. 2:15), kita mengekspresikan Dia, dan kita menjadi Dia. Apakah gereja? Gereja adalah ekspresi Kristus yang kita makan. Seluruh kepenuhan ke-Allahan diwujudkan dalam Kristus, dan Kristus ini adalah roti hayat kita (Yoh. 6:48). Ia berkata, "Barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (Yoh. 6:57). Ketika kita makan Kristus, kita hidup oleh Dia. Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal; ketika kita makan Kristus, kita makan Allah Tritunggal. Juruselamat kita, Yesus Kristus, perwujudan Allah Tritunggal, adalah manna kita sehari-hari, makanan kita sehari-hari. Kita makan Dia, maka kita mengekspresikan Dia. Ekspresi ini adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Dan pada akhirnya menjadi kepenuhan Allah Tritunggal. Kita dapat menjadi ekspresi yang demikian melalui makan Yesus. Ijinkanlah Dia menjenuhi seluruh diri Anda. Ijinkanlah Dia menempati setiap ruangan, setiap jalan, dan setiap sudut dari insan batin Anda — dalam pikiran Anda, emosi Anda, tekad Anda, hati nurani Anda, jiwa Anda, dan roh Anda; dalam kasih Anda, keputusan Anda, kehendak (maksud) Anda, dan motivasi Anda. Apapun yang Anda lakukan harus dipenuhi dengan Kristus.

Makan Yesus hanyalah menerima Dia masuk dan membiarkan Dia tercerna ke dalam diri kita. Makan berarti menerima makanan masuk ke dalam diri kita; makan Yesus berarti menerima Dia masuk ke dalam diri kita. Hasil dari kita makan Dia adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu dan juga kepenuhan Allah Tritunggal. Kepenuhan ini adalah gereja. Gereja bukan hanya suatu kumpulan, atau rumah Allah, keluarga Allah; gereja juga adalah Tubuh, suatu organisme dari sang Hidup, yang akhirnya menjadi kepenuhan-Nya dan kepenuhan Allah Tritunggal.

MANUSIA BARU

Efesus 2:15 mengatakan bahwa Kristus melalui salib "telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya (di dalam daging-Nya), untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya". Kemudian kitab Efesus 4:22-24 memberi tahu kita agar kita menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Manusia Baru ini adalah Tubuh Kristus. Mengenakan manusia baru berarti menempuh kehidupan di dalam Tubuh. Sebelum diselamatkan, kita hidup di dalam manusia lama, dalam masyarakat lama, tetapi sekarang kita adalah anggota-anggota Kristus, hidup di dalam Tubuh-Nya. Kita seharusnya menanggalkan manusia lama beserta pergaulan lama, dan kita seharusnya mengenakan manusia baru, gereja. Dalam manusia baru ini tidak ada satupun yang alamiah, tidak ada orang Yahudi, tidak ada orang Yunani, tidak ada tingkatan sosial; setiap orang akan penuh dengan Kristus, sehingga Kristus adalah setiap orang dan Kristus ada dalam setiap orang (Kol. 3:10-11). Di dalam manusia baru tidak ada yang lain kecuali Kristus. Hayat kita adalah Kristus, kehidupan kita adalah Kristus, maksud/niat kita adalah Kristus, ambisi kita adalah Kristus, kehendak kita adalah Kristus, kasih kita adalah Kristus, dan segala sesuatu yang lain yang berkenaan dengan kita adalah Kristus. Ia menjenuhi seluruh diri kita.

Menurut Efesus 4:17-32, manusia baru ini menempuh hidup dengan kasih karunia dan kebenaran. Inilah dua faktor utama untuk menempuh kehidupan manusia baru yang demikian dan menggenapkan tujuan Allah. Allah memerlukan seorang manusia baru di bumi untuk menggenapkan tujuan-Nya, melaksanakan maksud-Nya.

MEMPELAI PEREMPUAN KRISTUS

Dalam Efesus 5 ada gereja sebagai mempelai perempuan Kristus (ay. 25, 29, 32; lihat juga Yoh. 3:29; Why. 19:7; 21:2, 9; 22:17). Kristus memberikan diri-Nya sendiri di atas salib bukan hanya untuk Anda dan saya secara individu, tetapi untuk gereja. Ketika mengenang kematian Kristus, biasanya kita hanya memperhatikan diri kita sendiri secara individu. Memang Kristus mengasihi kita dan mati di kayu salib bagi setiap orang di antara kita, tetapi kematian-Nya terutama adalah untuk gereja.

Kristus juga mengasuh dan merawat gereja (merawat dan menyayangi gereja — ay. 29 — TL.). Merawat adalah memberi makan. Menyayangi adalah memeluk dengan penuh perhatian, penuh kehangatan, seperti seorang ibu menggendong anaknya di pangkuannya. Kristus memperlakukan gereja-Nya juga dengan cara yang demikian, merawat dan menyayangi.

Rahasia besar yang disebutkan dalam 5:32 mengacu kepada Kristus dan gereja. Pasal lima menyebutkan kasih (ay. 2, 25) dan terang (ay. 8, 9, 13). Kasih adalah sumber kasih karunia, dan terang adalah sumber kebenaran. Ketika terang bersinar, di sana ada kebenaran. Ketika kasih diekspresikan, di sana ada kasih karunia. Dalam pasal empat, sebagai manusia baru, gereja mengalami kasih karunia dan kebenaran, tetapi dalam pasal lima, mempelai perempuan yang memuaskan Kristus mengalami sesuatu yang lebih dalam dan lebih tinggi, yaitu kasih dan terang. Sebagai manusia baru, gereja menggenapkan tujuan Allah. Sebagai mempelai perempuan, gereja memuaskan hasrat Kristus. Ia adalah suami dan gereja adalah istri-Nya, yang memuaskan hasrat Suaminya.

PEJUANG

Dalam pasal empat, manusia baru menggenapkan tujuan Allah. Dalam pasal lima, mempelai perempuan memuaskan hasrat hati Kristus. Sekarang, dalam pasal enam, gereja berperang melawan musuh Allah sebagai pejuang (ay. 10-17).

ASPEK UNIVERSALNYA

Aspek universal gereja disebut dalam Matius 16:18. Ketika Petrus mengenali Tuhan Yesus sebagai Kristus dan Putra Allah, Tuhan memberi tahu Petrus bahwa Dia akan membangun gereja-Nya di atas batu karang ini. Gereja yang disebut di sini adalah universal, terdiri dari semua kaum beriman dari segala zaman dan dari segala tempat, termasuk Paulus, Petrus, dan semua orang kudus selama dua puluh abad ini (1 Kor. 12:13).

ASPEK LOKALNYA

Aspek lokal gereja disinggung oleh Tuhan Yesus dalam Matius 18:17. Dalam keempat kitab Injil, Tuhan Yesus hanya dua kali menyebut istilah gereja: pertama, dalam Matius 16:18, menyinggung aspek universalnya, dan yang kedua, dalam Matius 18:17, menyinggung aspek lokalnya.

Dalam Matius 18 Tuhan Yesus mengatakan, jika kita mempunyai suatu masalah yang tidak dapat kita selesaikan, kita harus memberitahukannya kepada gereja. Hal ini mengacu kepada gereja di dalam lokal tertentu. Akan sangat sulit untuk memberitahukan suatu masalah kepada gereja universal. Hari ini, banyak orang Kristen yang mengasihi Tuhan hanya memperhatikan gereja universal. Dalam konsep mereka, asalkan mereka adalah anggota-anggota Tubuh Kristus, sudah cukup baik; tetapi kita harus bertanya, secara praktis, di manakah gereja mereka? Jika kita mempunyai suatu masalah yang memerlukan bantuan gereja untuk menyelesaikannya, kemana kita harus pergi? Kita harus mempunyai satu gereja lokal dan kita adalah bagian dari padanya, yang dari padanya kita bisa mendapatkan bantuan dan yang kepadanya kita boleh menyampaikan masalah-masalah kita.

Gereja-gereja Lokal

Secara universal, gereja hanya satu. Tetapi secara lokal, ada banyak gereja. Dalam Kisah Para Rasul 8:1 ada gereja di Yerusalem. Dalam Kisah Para Rasul 13:1 ada gereja di Antiokhia. Kemudian, ada gereja-gereja yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 14:23 dan 15:41; istilah gereja-gereja digunakan di sini, karena pada daerah tersebut ada banyak kota. Dalam 16:1 ada gereja di Kengkrea. Ada gereja di Korintus (1 Kor. 1:2). Dalam Galatia 1:2 ada istilah gereja-gereja di Galatia; di sana, ada beberapa gereja, karena Galatia adalah suatu propinsi yang memiliki banyak kota di zaman kekaisaran Romawi kuno. Dalam Wahyu 1:4 dan 11 ada tujuh gereja di Asia. Asia juga adalah suatu propinsi.

Ayat 11 mengatakan, "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia, dan ke Laodikia." Ayat ini menyatakan bahwa satu gereja lokal sama dengan satu kota. Menulis kepada gereja di Efesus berarti menulis kepada kota Efesus. Inilah gereja-gereja lokal. Gereja lokal bukan suatu istilah yang digunakan sebagai nama, tetapi hanya menggambarkan fakta mengenai satu gereja dalam satu lokal. Gereja tidak mempunyai nama, sama seperti bulan yang tidak mempunyai nama. Tidak ada bulan Amerika atau bulan Cina. Bulan di Cina sama dengan bulan di negara-negara lain. Ketika berada di atas Cina, maka ia adalah bulan di Cina. Ketika berada di atas Inggris, maka ia adalah bulan di Inggris. Itu hanyalah satu bulan. Demikian juga, gereja hanya satu; ia unik. Gereja adalah lokal sekaligus universal.

Kaki dian-kaki dian

Gereja-gereja lokal ini adalah kaki dian-kaki dian. Kaki dian merupakan perwujudan Allah Tritunggal. Bagaimana kita dapat mengetahui hal ini? Pertama, substansi kaki dian adalah emas, yang melambangkan Allah Bapa dan sifat ilahi. Kemudian, kaki dian ini mempunyai satu bentuk; bukan hanya suatu gumpalan emas tetapi mempunyai bentuk yang pasti. Hal ini melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah. Ketiga, tujuh lampu adalah tujuh mata Anak Domba dan tujuh Roh Allah (Why. 5:6; 4:5). Tujuh lampu sebagai tujuh Roh Allah merupakan ekspresi Allah Tritunggal. Roh itu adalah ekspresi, Putra adalah wujud, bentuk dan Bapa adalah substansi gereja sebagai kaki dian yang menakjubkan.

Mengatakan bahwa gereja adalah perwujudan Allah Tritunggal tidak berarti menjadikan gereja sebagai bagian dari keilahian, sasaran penyembahan. Yang kami maksudkan adalah gereja merupakan satu entitas yang lahir dari Allah (Yoh. 1:12-13), memiliki hayat Allah (1 Yoh. 5:11-12), dan berbagian dalam sifat Allah (2 Ptr. 1:4). Gereja mempunyai substansi ilahi, mempunyai rupa Kristus, dan mengekspresikan Allah sendiri. Karena dilahirkan dari Allah, kita pasti mempunyai hayat dan sifat Allah, dan kita menikmati hayat dan sifat ini setiap hari. Bersandarkan belas kasih dan kasih karunia-Nya, kita belajar untuk tidak hidup dengan hayat alamiah kita, tetapi dengan hayat dan sifat ilahi. Begitu kita diubah, maka akan ada kepenuhan, ekspresi, wujud, penampilan dari Kristus, dan kita akan bersinar, bukan dari diri kita sendiri tetapi dari Roh yang diperkuat, Roh tujuh ganda.

Gereja adalah perwujudan Allah Tritunggal untuk mengekspresikan Dia. Kita sebagai anggota-anggota Kristus adalah anak-anak Allah yang dilahirkan oleh-Nya, mempunyai hayat-Nya dan memiliki sifat-Nya. Kita berusaha sedapat mungkin untuk hidup dengan hayat dan sifat ini agar kita dapat dipenuhi dan dijenuhi dengan Kristus yang kaya untuk menjadi ekspresi-Nya melalui Roh yang diperkuat, Roh tujuh ganda.

Inilah gereja lokal. Bukan hanya suatu kumpulan di luar, tetapi adalah sesuatu yang di dalam (batin), berasal dari hayat, dan mengekspresikan Allah sendiri. Orang-orang kudus yang kekasih, inilah sasaran Allah.

Isi Gereja — Kristus yang Pneumatik

Isi dari gereja adalah Kristus yang pneumatik (berwujud Roh). Guru-guru besar dalam sejarah gereja sebermula menggunakan istilah tersebut. Hal ini berarti Kristus identik dengan pneuma, dengan Roh. Kita tidak dapat menerangkannya, namun ini adalah fakta. Hari ini Anda dan saya sedang memperhidupkan Kristus. Kristus bukan hanya hayat di dalam kita, tetapi juga kehidupan kita yang di luar. Paulus mengatakan, "Karena bagiku hidup adalah Kristus" (Flp. 1:21a). Kita memperhidupkan Kristus. Ia bukan hanya Kristus yang obyektif yang duduk di takhta; Kristus yang berada di takhta di sebelah kanan Allah ini, pada saat yang bersamaan juga ada di dalam kita.

Bagaimana mungkin Kristus berada di takhta di surga dan juga berada di dalam kita? Roma 8:34 dengan jelas memberi tahu kita bahwa Kristus ada di sebelah kanan Allah, tetapi pada ayat 10 dari pasal yang sama mengatakan bahwa "Kristus ada di dalam kamu". Pada pasal yang sama, satu ayat memberi tahu kita bahwa Kristus ada di surga dan ayat yang lain memberi tahu kita bahwa Kristus ada di dalam kita.

Listrik memberi kita ilustrasi yang baik mengenai hal ini. Terang di dalam suatu ruangan berasal dari listrik. Listrik tersebut, pada saat yang sama berada di pusat pembangkit tenaga listrik dan di dalam ruangan. Di sana ada arus listrik. Arus listrik ini menghubungkan pusat pembangkit tenaga listrik dengan gedung. Demikian juga, Kristus adalah "arus listrik", pneumatik. Ada aliran listrik dari takhta Allah menuju roh kita. Haleluya! Roh kita sepenuhnya berhubungan dengan takhta surgawi, sama seperti terang di dalam suatu ruangan sepenuhnya dihubungkan dengan pusat pembangkit tenaga listrik oleh arus listrik yang tersembunyi. Arus listrik ini tidak lain adalah listrik itu sendiri. Arus adalah listrik yang bergerak. Gerakan listrik merupakan arus. Kristus adalah pneumayang bergerak. Arus listrik yang bergerak ini oleh Yohanes di dalam suratnya yang pertama disebut persekutuan (1 Yoh. 1:3). Persekutuan adalah aliran Kristus. Kristus sedang beredar (mengalir), bergerak. Kita kekurangan istilah yang tepat untuk menggambarkan sesuatu yang misterius dan dalam. Tetapi, listrik dapat membantu kita mengilustrasikan masalah yang begitu misterius dan abstrak.

Kristus kita adalah arus listrik. Kristus kita adalah aliran darah di dalam Tubuh-Nya. Ia adalah persekutuan antara Allah dengan kita dan antara semua anak Allah. Arus tersebut adalah Kristus yang pneumatik, dan Kristus yang pneumatik ini adalah isi gereja. Kristus, yang adalah Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45), selalu bergerak untuk memberikan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Tujuan arus listrik adalah memberikan listrik ke dalam bola-bola lampu sehingga mereka semua dapat mengekspresikan terang listrik. Kristus yang pneumatik ini sedang bergerak di dalam kita dengan tujuan untuk memberikan diri-Nya sendiri ke dalam kita sehingga kita dapat mengekspresikan hayat-Nya. Kita semua telah dibaptis di dalam Dia, dan sekarang kita sedang minum Dia (1 Kor. 12:13).

FONDASI GEREJA

Fondasi gereja adalah Kristus, diwahyukan dan dilayankan melalui para rasul dan para nabi. Efesus 2:20 membicarakan mengenai fondasi (dasar — LAI) para rasul dan para nabi. Fondasi tersebut adalah Kristus yang mereka layankan kepada orang lain. Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah fondasi yang unik yang telah ia letakkan. Tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan fondasi yang lain (1 Kor. 3:10-11). Kristus yang merupakan fondasi gereja adalah Kristus yang unik yang diwahyukan dan dilayankan oleh para rasul sebermula, seperti yang tercatat dalam Perjanjian Baru.

Kita harus tinggal dengan Kristus ini. Kita tidak seharusnya mengambil "Kristus yang lain". Betapa kita berterima kasih kepada Tuhan karena Ia telah meninggalkan Firman kudus-Nya di bumi, dan dibawah kedaulatan-Nya, Firman tersebut telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa! Sungguh suatu rahmat yang besar! Seandainya tidak ada Alkitab di bumi, betapa gelapnya zaman ini. Haleluya, kita memiliki Alkitab! Alkitab benar-benar merupakan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap (2 Ptr. 1:19). Firman menjadi terang bagi jalan kita (Mzm. 119:105), dan kita sedang berjalan di dalam terang ini — terang Alkitab.

TUMPUAN GEREJA

Satu Korintus 3:11 mengatakan bahwa tidak ada fondasi lain yang dapat diletakkan selain fondasi yang unik ini, yaitu Kristus. Tetapi, sebelum fondasi dapat diletakkan, sebuah rumah terlebih dahulu harus mempunyai tempat (sebidang tanah) yang di atasnya ia dapat dibangun. Sebidang tanah itu adalah tumpuan tempat fondasi tersebut dapat diletakkan. Kemudian rumah dibangun di atas fondasi. Bangunan dibangun di atas fondasi, dan fondasi diletakkan di atas tumpuan.

Ada gereja yang menyatakan bahwa fondasi mereka adalah Kristus. Dan gereja yang lain juga menyatakan bahwa fondasi mereka adalah Kristus. Semua denominasi membuat pernyataan yang sama. Tetapi, fondasi mereka dibangun di atas tumpuan yang berbeda-beda. Ada gereja yang dibangun di atas Kristus dengan tumpuan kepenatuaan. Ada pula gereja yang dibangun di atas Kristus dengan tumpuan baptisan selam yang dilakukan hanya di dalam air mereka. Ada pula yang mempunyai tumpuan metodis yang di atasnya Kristus dibangun sebagai fondasi. Berbagai macam denominasi mengikuti pola yang sama. Mereka membangun denominasi mereka di atas Kristus tetapi dengan tumpuan khusus mereka.

Kita tidak suka mengkritik, tetapi kita harus membicarakan kebenaran. Saya merasa sedih, karena ada gereja yang hanya mengakui orang-orang yang dibaptis selam di dalam kolam mereka dan oleh pastor mereka. Jika seseorang telah dibaptis selam di tempat lain, mereka tidak akan mengijinkan orang tersebut menggabungkan diri kecuali ia menerima baptisan selam mereka yang dilakukan oleh pastor mereka. Ini berarti menjadikan baptisan selam sebagai tumpuan, dan membuat diri mereka menjadi sebuah sekte, sebuah denominasi. Ada pula gereja yang memiliki praktek yang hampir sama, hanya bedanya mereka percaya kepada kolam baptisan kelahiran kembali, yaitu bahwa air mereka dapat melahirkan kembali orang-orang yang dibaptis di dalamnya. Sebelum saya datang ke Dallas pada tahun 1966, saya diundang oleh seorang saudara di Los Angeles untuk makan malam di rumahnya. Ketika kami sedang makan, seorang saudara bertanya apakah saya percaya baptisan air. Saya berkata, "saya percaya baptisan air dan juga baptisan Roh Kudus." Ia segera mulai berargumentasi bahwa tidak ada baptisan air yang semacam itu dalam Alkitab. Saya telah menjadi seorang Kristen selama empat puluh tahun dan tidak pernah mendengar seorang Kristen pun yang mengatakan bahwa dalam Perjanjian Baru tidak ada baptisan air. Ketika saya menunjukkan kepadanya Yohanes 3:5 mengenai dilahirkan kembali dari air dan Roh, ia mengatakan bahwa air di sana adalah air dalam rahim ibu! Bagi dia, setiap orang pertama-tama harus dilahirkan dari ibunya, yang dilambangkan oleh air, kemudian ia harus dilahirkan oleh Roh. Saya belum pernah mendengar penjelasan yang demikian. Konsep ini begitu menyimpang sehingga saya merasa tidak perlu berbicara.

Keesokkan harinya saya terbang ke Dallas. Pada malam harinya saya mengadakan sidang di sana. Ketika saya sedang berbicara, seorang wanita yang berani bertanya kepada saya mengenai baptisan air. Saya mengetahui bahwa ia berasal dari denominasi yang percaya kepada kolam baptisan kelahiran kembali dan sepenuhnya berpihak kepada baptisan air dalam kolam mereka. Di Los Angeles, seseorang telah menentang baptisan air dengan sepenuhnya, dan keesokkan harinya di Dallas ada seorang yang sepenuhnya berpihak pada baptisan air. Itulah situasi hari ini. Orang-orang membangun apa yang disebut gereja di atas tumpuan mereka yang demikian.

Keberadaan semua denominasi yang berbeda berasal dari tumpuan mereka yang berbeda-beda. Nama mereka yang berbeda-beda, adalah tumpuan tempat mereka membangun gereja mereka. Di atas tumpuan apa Anda dibangun? Jangan mengatakan di atas tumpuan Kristus. Setiap orang Kristen mengatakan demikian. Kelompok atau denominasi apa saja yang Anda datangi akan mengatakan bahwa fondasi mereka adalah Kristus. Tetapi bagaimana dengan tumpuan tempat fondasi tersebut diletakkan?

Apakah tumpuan kita? Sejak zaman orang-orang Kristen sebermula, sejak zaman rasul-rasul, tumpuan kita adalah keesaan unik dari Tubuh Kristus yang terpelihara dan terekspresi dalam tiap-tiap gereja lokal di lokalnya (Why. 1:11). Hal ini berarti, di lokal mana pun kita berada, kita, orang-orang Kristen harus berkumpul bersama menjadi gereja di sana. Kita tidak memiliki tumpuan yang lain selain keesaan unik dari Tubuh Kristus. Sebuah gereja lokal merupakan ekspresi gereja universal. Secara universal gereja hanya satu, dan Tubuh Kristus yang satu ini diekspresikan di dalam banyak lokal. Dalam setiap lokal, jika ada sejumlah orang kudus, orang-orang kudus itu seharusnya berkumpul bersama sebagai gereja di sana, tidak mengambil tumpuan baptisan selam, bahasa lidah, kepenatuaan, metodis, sistem keuskupan, atau tumpuan lain kecuali menjadi satu dengan yang lain untuk berhimpun di sana sebagai ekspresi lokal dari Tubuh Kristus.

Keesaan yang unik ini seharusnya menjadi tumpuan yang di atasnya kita dibangun. Kita tidak seharusnya menjadi golongan tertentu; terpisah dari yang lain (eksklusif). Kita harus mencakup semuanya, terbuka dan penuh kasih terhadap semua orang kudus yang tercinta. Asalkan mereka adalah orang-orang Kristen, mereka adalah saudara-saudara kita. Saudara-saudara kita telah tersebar di banyak denominasi. Walaupun demikian, kita tetap mengasihi mereka. Kita tidak seharusnya mempunyai sikap atau roh yang memerangi, menentang, atau berdebat. Jika kita mempunyai roh yang demikian, kita salah. Kita seharusnya selalu mempunyai roh dan sikap yang mengasihi semua orang Kristen. Asalkan mereka menyandang nama Kristen dan percaya kepada Tuhan Yesus, mereka adalah para saudara dan saudari kita. Di dalam gereja-gereja lokal, kita tidak mempunyai tembok pemisah apapun. Kita tidak memiliki pagar. Kita mengganggap semua orang Kristen yang tercinta sebagai saudara-saudara kita.

MEMBERITAKAN INJIL, MENYAJIKAN KEBENARAN, DAN MELAYANKAN HAYAT

SEBAGAI KESAKSIAN YESUS

Kita harus mempelajari kebenaran, bertumbuh dalam hayat, dan pergi untuk menghubungi orang. Apa yang kita katakan tergantung pada kearifan (pengamatan) kita. Jika orang tersebut belum diselamatkan, maka kita memberitakan Injil. Jika kita tahu bahwa ia adalah seorang Kristen, kita dapat menyajikan kebenaran yang kita pelajari. Orang-orang Kristen sangat menghargai kebenaran. Mungkin kita dapat menyajikan kebenaran mengenai pengubahan seperti yang tercantum dalam 2 Korintus 3:18. Kemudian, jika mungkin, kita dapat melayankan hayat kepadanya melalui bersaksi, memberi tahu dia bagaimana kita telah menerima Kristus dan bagaimana kita mengalami Dia sebagai hayat. Sebuah kesaksian akan melayankan hayat kepada orang-orang. Jangan berharap untuk membawa orang-orang ke dalam sidang guna meningkatkan jumlah orang bagi gereja. Serahkan masalah peningkatan jumlah ke dalam tangan Tuhan. Kesaksian kita bukanlah jumlah orang yang banyak. Kesaksian kita adalah sekelompok orang kudus yang hidup di dalam roh, berjalan menurut roh, dan menjadi ekspresi yang hidup dari Yesus dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja, dan dalam kehidupan gereja. Beban kita adalah menyampaikan Injil kepada yang belum diselamatkan, kebenaran kepada yang sudah diselamatkan, dan hayat kepada mereka yang mencari. Serahkan masalah gereja kepada Tuhan. Ijinkan setiap orang memilih bagi dirinya sendiri menurut pengamatannya. Tidak ada seorangpun yang dapat mengatur kekristenan hari ini. Kekristenan terlalu besar. Kita harus menyadari keterbatasan kita. Kita adalah untuk menampilkan Kristus dan berjalan di dalam roh, menjadi kesaksian yang hidup bagi-Nya. Dengan jalan demikian, kita akan berguna bagi semua orang yang kita hubungi. Kita tidak seharusnya berharap mereka akan datang ke sidang kita. Jika mereka mau datang, tentu saja kita tidak menolak mereka. Saya harap kita semua sudah jelas di mana kita berdiri dan bagaimana kita mempraktekkan kehidupan gereja. Semoga Tuhan memberkati.