← Daftar isi Rencana Allah · bab 4/11

KAUM BERIMAN

Pembacaan Alkitab:

Yoh. 3:6; Mat. 28:19; Gal. 3:27; Rm. 6:3;

1 Kor. 12:13; Rm. 8:9, 11, 4; Gal. 5:16, 15; 1 Kor. 3:6-7;

Ef. 4:16; 2:21-22; 1 Ptr. 2:5; 2 Kor. 3:18; Rm. 12:2; 1 Tes. 5:23;

Flp. 3:21; Rm. 8:29-30; 10:8, 9, 12

Subyek dari bab ini adalah kaum beriman, kelihatannya sederhana, tetapi sesungguhnya misterius. Murid-murid kedokteran dengan segera dapat mempelajari bahwa tubuh jasmani tidaklah sederhana. Unsur psikologis seseorang bahkan lebih misterius. Sebagai seorang yang hidup, kita mempunyai dua hati, hati jasmani dan hati psikologis. Kita dapat menentukan letak hati jasmani kita, tetapi di mana letak hati psikologis kita? Di mana letak pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani kita? Di mana letak roh kita? Di mana letak jiwa kita? Kita, kaum beriman di dalam Kristus, adalah manusia rohani, karenanya kita adalah sebuah misteri.

KETURUNAN ADAM YANG JATUH

Kita, kaum beriman, adalah keturunan Adam yang jatuh. Kita semua telah jatuh. Kita mati dalam dosa, berada di bawah penghukuman Allah (Ef. 2:1, 5; Rm. 3:19; 5:12; Yoh. 3:18). Ketika kita mati dalam dosa, Allah memberi kita perubahan. Kita mendengar Injil dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menerima hayat kekal (Yoh. 3:16).

DISELAMATKAN

Kisah Para Rasul 16:31 memberi tahu kita, bahwa pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita diselamatkan. Keselamatan awal yang sempurna mempunyai enam aspek: pengampunan dosa-dosa, pembersihan semua noda, penyisihan kepada Allah secara kedudukan, pembenaran, pendamaian, dan kelahiran kembali.

Diampuni

Setelah percaya, hal pertama yang kita terima, pusaka pertama berdasarkan perjanjian ilahi, kehendak ilahi adalah pengampunan dosa-dosa kita (Kis. 10:43).

Dibersihkan

Kita tidak hanya diampuni tetapi juga dibersihkan. Diampuni menyelesaikan masalah kita di hadapan Allah. Dibersihkan adalah menghapus noda, aib, yang berasal dari dosa-dosa kita. Sebagai contoh, jika seorang anak mengotori pakaiannya dan kemudian menyesal, maka ibunya akan mengampuni dia; tetapi pakaiannya masih tetap perlu dibersihkan. Mengampuni anak tersebut dari kesalahannya merupakan satu perkara. Membersihkan noda dari pakaiannya adalah perkara lain. Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, Allah tidak hanya mengampuni kita tetapi juga membersihkan kita. Haleluya! Kita telah diampuni dan dibersihkan dengan darah Kristus.

Dikuduskan Secara Kedudukan

Sebagai bagian dari keselamatan awal, kita telah dikuduskan secara kedudukan, yaitu disisihkan oleh Allah dari dunia kepada diri-Nya sendiri. Satu Korintus 6:11 menunjukkan bahwa kita dikuduskan terlebih dahulu, baru kemudian dibenarkan. Pengudusan secara kedudukan terjadi sebelum pembenaran; pengudusan dalam sifat terjadi sesudah pembenaran.

Dibenarkan

Kematian Kristus telah sepenuhnya memenuhi dan memuaskan tuntutan kebenaran Allah, sehingga kita dibenarkan oleh Allah melalui kematian-Nya (Rm. 3:24). Kita "dibenarkan dari segala sesuatu (memperoleh pembebasan dari segala dosa — LAI)" di mana kita "tidak dapat memperolehnya dari hukum Musa" (Kis. 13:39).

Didamaikan dengan Allah

Kita perlu didamaikan dengan Allah, karena ketika kita masih sebagai orang yang berdosa, kita adalah seteru-seteru Allah (Rm. 5:10). Kita telah didamaikan dengan Allah melalui kematian Putra-Nya.

Dilahirkan kembali

Ketika percaya kepada Tuhan Yesus dan menyeru nama-Nya, kita dilahirkan kembali; yaitu Roh Kristus masuk ke dalam roh kita dan menghidupkan kita (Yoh. 3:6; Ef. 2:5). Kelahiran kembali telah membuat kita menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13; Rm. 8:16), dan anggota-anggota keluarga Allah (Ef. 2:19). Kelahiran kembali juga telah menjadikan kita anggota-anggota Kristus, anggota-anggota Tubuh Kristus (Ef. 5:30; 1 Kor. 12:27). Kita yang telah dilahirkan kembali adalah anggota-anggota Tubuh Kristus dan juga adalah anak-anak Allah.

Kelahiran kembali terjadi dalam roh kita, bukan dalam tubuh jasmani kita atau dalam pikiran kita. Hal ini berarti, Allah Tritunggal sekarang berada dalam roh kita (Ef. 4:6; 2 Kor. 13:5; Rm. 8:9). Betapa luar biasa harta yang kita miliki di dalam kita (2 Kor. 4:7)! Allah Tritunggal telah masuk untuk tinggal di dalam roh kita (Yoh. 4:24; 2 Tim. 4:22; Rm. 8:16). Dalam roh kita inilah terletak segala kekayaan Kristus yang tidak terduga.

Untuk menikmati kekayaan-kekayaan ini kita harus menyeru nama Tuhan Yesus (Rm. 10:12). Jika ingin terawat, kita harus berseru "Oh, Tuhan Yesus!" Saat berada di rumah atau pada saat berada di tempat kerja, kita dapat menyeru nama Tuhan. Ketika kita berseru, kita menjamah Roh itu (1 Kor. 12:3). Banyak di antara kita yang sering berdoa, tetapi tidak mendapatkan perawatan dari doa kita. Hal ini tidak seharusnya demikian. Kita tidak sedang berdoa kepada berhala; kita berdoa kepada Allah yang hidup. Ia adalah Allah yang sekarang berada dalam roh kita. Ketika kita berbicara kepada Dia, Ia memberi respon dalam roh kita. Ketika kita melatih roh, kita menyadari bahwa Dia berada dalam roh kita. Jika kita hanya melatih pikiran kita dan berdoa dengan mulut kita, Allah Tritunggal di dalam kita tidak mempunyai jalan. Ia tidak berada dalam pikiran kita, tetapi dalam roh kita. Kita harus melatih roh kita (1 Tim. 4:7). Dengan cara ini kita dapat mengalami Allah yang benar, nyata, dan hidup, yang sekarang berada dalam roh kita. Allah Tritunggal sebagai Roh pemberi hayat berdiam dalam roh kita yang dilahirkan kembali.

DIBAPTIS

Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus

Setelah kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya, Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan, "baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus" (Mat. 28:19); hal ini berarti, mereka pada waktu itu membaptis orang-orang masuk ke dalam persona Allah Tritunggal sendiri.

Tetapi dalam Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan bahwa rasul-rasul membaptis orang-orang dalam nama Bapa, Putra, dan Roh itu. Malahan, mereka yang bertobat dan percaya kepada Tuhan dibaptis dalam nama Tuhan Yesus (Kis. 8:16; 19:5). Dibaptis dalam nama Tuhan Yesus sama dengan dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dan dibaptis dalam nama Tuhan berarti dibaptis dalam persona-Nya, yaitu Kristus sendiri (Gal. 3:27; Rm. 6:3). Dibaptis dalam Kristus sama dengan dibaptis dalam Allah Tritunggal karena Kristus yang di dalamnya kita dibaptiskan merupakan perwujudan Allah Tritunggal. Allah Tritunggal diwujudkan di dalam Kristus Tuhan, Putra Allah.

Selanjutnya, ketika dibaptis dalam Dia, kita dibaptis dalam kematian-Nya (Rm. 6:3). Baptisan menyatukan kita dengan Dia dalam kematian-Nya dan dalam kebangkitan-Nya. Baptisan air tidak seharusnya menjadi pelaksanaan upacara keagamaan. Ia seharusnya menandakan bahwa kita sedang meletakkan mereka yang dibaptis dalam Allah Tritunggal, dalam Kristus, serta dalam kematian dan kebangkitan-Nya.

Di dalam Roh Menjadi Tubuh Kristus

Kita juga telah dibaptis dalam Tubuh, gereja, "Sebab dalam satu Roh kita semua, telah dibaptis menjadi satu Tubuh" (1 Kor. 12:13).

Jadi, kita telah dibaptis dalam Allah Tritunggal, dalam Kristus, dalam kematian dan kebangkitan Kristus, dan juga dalam Tubuh, gereja. Sesungguhnya, semua kata "dalam" adalah satu. Ketika dibaptis dalam Kristus, kita dibaptis dalam kematian dan kebangkitan-Nya, dan juga dibaptis dalam Allah Tritunggal dan dalam Tubuh Kristus. Hal ini berarti kita sekarang berada dalam Kristus, dalam kematian dan kebangkitan-Nya, dalam Allah Tritunggal, dan dalam Tubuh Kristus. Ketika membaptiskan orang-orang, kita seharusnya menunjukkan kepada mereka bahwa mereka sekarang berada dalam Kristus, dalam kematian dan kebangkitanNya, dalam Allah Tritunggal, dan dalam Tubuh.

Kita perlu realitas dari fakta rohani tersebut, yaitu ketika kita membaptiskan orang-orang, kita meletakkan mereka dalam Kristus. Kita dapat meletakkan mereka dalam Kristus karena Kristus hari ini adalah Roh itu. Ketika kita membaptiskan orang-orang, kita meletakkan mereka dalam Roh itu yang merupakan realitas Kristus. Demikianlah seharusnya baptisan itu. Baptisan memberi kita kedudukan untuk mengatakan bahwa kita adalah orang-orang dalam Kristus, dalam kematian-Nya, dalam kebangkitan-Nya, dalam persatuan organik dengan Allah Tritunggal, dan juga dalam Tubuh yang hidup dari Kristus yang hidup. Mempunyai pengenalan demikian terhadap baptisan membuat perbedaan yang besar dalam hidup kita.

DIHUNI OLEH ROH ITU DAN MINUM ROH ITU

Setelah percaya dan dibaptis, kita dihuni oleh Roh itu (Rm. 8:9, 11; 1 Kor. 6:19). Begitu Ia berhuni di dalam kita, kita segera minum. Pancaran air minum berada tepat dalam roh kita (Yoh. 4:14, 24). Kita harus berpaling ke dalam roh kita dan minum melalui menyeru nama Tuhan (1 Kor. 12:3, 13b).

Kita mempunyai Roh itu sebagai totalitas Allah Tritunggal yang berdiam di dalam kita. Pada tahun 1936 ketika saya nampak bahwa Allah hidup di dalam saya, saya tidak dapat menahan diri. Saya ingin pergi ke luar, naik ke atap, atau berlari di jalan, dan berseru kepada orang-orang, "Jangan sentuh saya; saya memiliki Allah di dalam saya!"

Allah Tritunggal ada di dalam kita. Ia berdiam di dalam kita, dan kita minum Dia. Dia adalah pancaran air minum kita; pancaran ini bukan berada di surga tetapi dalam roh kita.

HIDUP DAN BERJALAN DALAM ROH PERBAURAN

Sekarang kita harus hidup dan berjalan dalam roh perbauran. Roma 8:4 dan Galatia 5:16 dan 25 menyebutkan tentang roh perbauran ini. J.N. Darby menjelaskan mengenai kesulitan pada waktu menentukan penggunaan huruf "R" besar dan "r" kecil pada kata roh dalam Roma 8. Dengan yakin Ia menyampaikan pemikiran bahwa kedua roh ini dianggap satu meskipun ia tidak menggunakan istilah berbaur.

Dalam Galatia 5:16 istilah Yunani untuk hiduplah (berjalanlah — Tl.) berarti berprilaku, bergerak, dan bertindak. Inilah kesimpulan perintah Perjanjian Baru: hidup, berprilaku, berjalan, bergerak, dan bertindak menurut roh perbauran. Semua yang kita lakukan harus berdasarkan roh kita yang dihuni dan berbaur dengan Roh majemuk, bukan berdasarkan ajaran-ajaran etika atau peraturan-peraturan moral. Berjalan berdasarkan Roh itu jauh lebih tinggi daripada berjalan berdasarkan ajaran-ajaran etika atau peraturan-peraturan moral.

Gerakan Roh itu disebut pengurapan. Dalam 1 Yohanes 2:20 dan 27 kita melihat bahwa kita semua telah menerima pengurapan dari Yang Kudus. Pengurapan di dalam kita ini adalah benar; ia mengajar kita untuk tetap tinggal dalam Tuhan. Pengurapan yang dibicarakan Yohanes dalam 1 Yohanes 2 mengacu kepada minyak urapan dalam Keluaran 30. Kemah pertemuan dan semua perkakasnya diurapi dengan minyak urapan ini (Kel. 30:26-29).

Hari ini, minyak urapan majemuk, Roh itu, berada dalam roh kita, mengurapi kita, dan bergerak di dalam kita sepanjang hari. Bahkan ketika sedang berargumentasi atau ketika akan berargumentasi, pengurapan di dalam kita mendorong kita untuk tidak melanjutkan, melainkan menyuruh kita pergi ke ruang tidur dan berdoa. Suatu hari, seorang saudari pergi berbelanja, tetapi setiap kali ia mengambil dan mempertimbangkan untuk membeli sebuah barang, pengurapan di dalam menyuruh ia meletakkannya kembali. Segala sesuatu yang diambilnya harus diletakkannya kembali. Akhirnya ia memutuskan bahwa ia lebih baik pulang. Begitu menaati pengurapan batin dan kembali ke mobilnya untuk pulang, ia merasa gembira dan bahagia. Jika kita tidak memperhatikan pengurapan batin tersebut, kita menyakiti Roh itu. Kita harus hidup dan berjalan berdasarkan Roh yang berbaur dengan roh kita.

BERTUMBUH DALAM HAYAT ILAHI DAN DIBANGUN

Tidak banyak orang Kristen yang menaruh perhatian pada pertumbuhan hayat (1 Kor. 3:6-7) serta pembangunan (1 Kor. 3:10-12) sebagai Tubuh Kristus dan sebagai gereja, rumah Allah. Kerohanian berasal dari pertumbuhan hayat; sasaran dari pertumbuhan hayat adalah pembangunan Tubuh Kristus dan rumah Allah. Secara praktis, hal ini berarti pembangunan gereja lokal. Tanpa ada hidup gereja yang tepat di lokalitas kita, bagaimana kita dapat dibangun dengan yang lain? Kita perlu berada pada tempat di mana gereja berada, sehingga dalam gereja tersebut kita dapat dibangun dengan yang lain menjadi rumah rohani Allah (Ef. 2:21-22; 1 Ptr. 2:5). Ketika kita sedang dibangun sebagai gereja lokal, kita juga sedang dibangun sebagai Tubuh Kristus (Ef. 4:16).

DIUBAH DALAM JIWA

Roh kita telah dilahirkan kembali, tetapi bagaimana dengan jiwa kita? Kita perlu diubah (2 Kor. 3:18) melalui pembaruan pikiran (Rm. 12:2; Ef. 4:23). Pikiran merupakan bagian utama dari jiwa kita (Mzm. 13:2; 139:14; Rat. 3:20). Untuk pengubahan jiwa, pikiran kita harus diperbarui.

DIKUDUSKAN DALAM PENGALAMAN

Pengubahan jiwa merupakan pengudusan watak kita. Tuhan menguduskan roh, jiwa, dan tubuh kita (1 Tes. 5:23). Seluruh diri kita dikuduskan, diubah.

DIUBAH DALAM TUBUH KITA

Ketika Tuhan kembali, tubuh kita akan diubah (Flp. 3 :21), ditebus sepenuhnya (Rm. 8:23). Ketika kita percaya, roh kita dilahirkan kembali. Selama kita menempuh hidup kristiani di bumi, jiwa kita secara perlahan-lahan diubah dan dikuduskan. Kemudian pada kedatangan-Nya kembali, tubuh kita akan diubah. Pada waktu itu seluruh diri kita akan diserupakan dengan Kristus sepenuhnya.

DISERUPAKAN DENGAN KRISTUS

Sebagai saudara-saudara Kristus, kita akan diserupakan dengan gambar-Nya dan akan bersama Dia dalam kemuliaan (Rm. 8:29-30). Kita tidak lagi alamiah pada bagian yang manapun dari diri kita. Jiwa kita masih alamiah dan tubuh kita masih rusak; itulah sebabnya setelah kelahiran kembali roh kita, kita perlu pengubahan jiwa dan pengubahan tubuh kita. Pada saat itu, kita akan sepenuhnya diserupakan dengan Putra sulung Allah sebagai banyak saudara-Nya.

DIMULIAKAN

Akhirnya, kita akan dimuliakan dalam hayat ilahi dan sifat ilahi (Rm. 8:30) untuk mengemban kemuliaan Allah bagi ekspresi-Nya dalam Yerusalem Baru.

JALAN UNTUK MENIKMATI KRISTUS

Kitab Roma merupakan uraian singkat mengenai kehidupan orang Kristen yang tepat. Dalam pasal 6, semua fakta telah dirampungkan oleh Kristus. Ia mati, dan kita mati di dalam Dia. Ia dibangkitkan, demikian juga kita. Di dalam Kristus semua ini adalah fakta. Di dalam Dia, kita bersatu dengan kematian dan kebangkitan-Nya (6:4-5).

Tetapi dalam Roma 6, kita belum mempunyai pengalaman terhadap kematian dan kebangkitan Kristus. Kita perlu terus maju sampai Roma 8 untuk mengalami Kristus dalam semua hal yang telah dirampungkan-Nya melalui Roh itu. Dalam Roma 8 terdapat pengalaman-pengalaman terhadap fakta-fakta yang diwahyukan dalam Roma 6.

Kemudian dalam pasal sepuluh, firman ada di dalam mulut dan di dalam hati kita. Pertama, kita percaya kepada firman yang mencapai kita; kedua, kita menyeru nama-Nya (10:8-9). Tuhan kita kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya (10:12). Istilah berseru dalam bahasa Yunani berarti berteriak, memanggil dengan suara. Dalam kitab Kisah Para Rasul, orang-orang Kristen dianggap sebagai pemanggil-pemanggil nama Yesus; kami tahu hal ini karena Paulus dari Tarsus mempunyai otoritas untuk menangkap semua orang yang memanggil nama ini (Kis. 9:14). Memanggil nama Tuhan Yesus merupakan tanda orang-orang Kristen sebermula. Mereka tidak diam; mereka meneriakkan nama Tuhan Yesus yang tersayang.

Jika ingin menikmati Kristus dan semua yang telah dirampungkan-Nya, kita perlu memanggil Dia. Jalan untuk menikmati Kristus dalam semua hal yang telah dirampungkan-Nya adalah berjalan berdasarkan roh perbauran dan memanggil nama-Nya yang tersayang. Maka kita akan mengambil bagian dalam Dia, menikmati Dia, dan mengalami Dia sampai pada puncaknya.