← Daftar isi Rencana Allah · bab 6/11

KERAJAAN (1)

Pembacaan Alkitab:

Mat. 3:1-2; 4:17; 10:1, 7; Luk. 10:1, 9, 11; 4:43; Mat. 24:14;

Luk. 17:20-21; Yoh. 3:3, 5; Mrk. 4:26-29;

Kis. 1:3; 8:12; 19:8; 20:25; 28:23, 30-31; Rm. 14:17;

1 Kor. 4:17, 20; 6:9-10; Gal. 5:21; Ef. 5:5; 2 Ptr. 1:3, 11; Why. 1:9

GEREJA DAN KERAJAAN

Rencana Bapa, penebusan Putera, dan penerapan Roh itu menghasilkan kaum beriman, yang merupakan komponen gereja. Dalam Matius 16:18-19 Tuhan Yesus memberi tahu Petrus, "Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan ... kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga" untuk membuka pintu-pintu kerajaan. Petrus menggunakan satu kunci pada hari Pentakosta untuk membuka pintu bagi kaum beriman Yahudi agar bisa memasuki Kerajaan Surga (Kis. 2:38-42); ia menggunakan kunci yang lain di rumah Kornelius untuk membuka pintu bagi kaum beriman bukan Yahudi agar bisa memasuki kerajaan (Kis. 10:34-48). Dalam Matius 16:18-19 kedua istilah ini, gereja dan kerajaan, dapat bertukar tempat. Di mana ada gereja, di sana pasti ada kerajaan. Di mana ada kerajaan, di sana pasti ada gereja.

BAGAN KERAJAAN

Karena kerajaan merupakan salah satu subyek yang paling rumit dalam Alkitab, bagan pada halaman berikut akan memberikan bantuan yang besar bagi kita untuk memahaminya. Lingkaran yang pertama dan yang terakhir dari bagan tersebut diberi warna kuning emas. Emas melambangkan Allah atau sesuatu yang ilahi. Dua lingkaran ini mewakili kekekalan yang lampau dan kekekalan yang akan datang. Di antara dua lingkaran ini terdapat empat lingkaran dalam waktu. Waktu merupakan jembatan antara dua ujung kekekalan. Jembatan waktu mencakup empat zaman: zaman sebelum hukum Taurat, zaman hukum Taurat di mulai dari Musa sampai kepada Kristus, zaman kasih karunia, dan akhirnya zaman kerajaan. Zaman-zaman ini menjembatani dua ujung kekekalan.

Lingkaran yang berjudul "Zaman Sebelum Hukum Taurat" dan "Zaman Hukum Taurat" diberi warna coklat, menandakan sesuatu yang bersifat duniawi. Zaman sebelum hukum Taurat mengacu kepada Bapa-bapa leluhur dan berlangsung mulai Adam sampai Musa. Zaman hukum Taurat mengacu kepada bangsa Israel, berlangsung mulai Musa sampai Kristus. (Silahkan memperhatikan kolom di bawah bagan yang berisi ayat-ayat referensi dan penjelasan-penjelasan.) Mulai kedatangan Kristus yang pertama sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua merupakan zaman kasih karunia. Kemudian Tuhan Yesus akan kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi; ini akan menjadi kerajaan seribu tahun, milenium, zaman kerajaan. Lingkaran yang berjudul "Zaman Kasih Karunia" dan "Zaman Kerajaan" diwarnai biru, yang melambangkan Kerajaan Surga. Surga selalu dilambangkan dengan warna biru.

Lingkaran terakhir diwarnai kuning emas, tetapi sangat berbeda dengan lingkaran kuning emas dari kekekalan yang lampau. Dalam kekekalan yang akan datang ada Yerusalem Baru, yang merupakan susunan dari semua orang kudus yang berasal dari zaman-zaman sebelumnya. Beberapa akan berasal dari zaman Bapa-bapa leluhur, beberapa akan berasal dari antara orang Israel, beberapa akan berasal dari gereja, dan beberapa akan berasal dari milenium juga. Semua orang kudus dari keempat zaman ini akan berkumpul bersama sebagai perampungan sempurna, Yerusalem Baru. Di sekitar Yerusalem Baru akan ada bangsa-bangsa yang telah dimurnikan, mereka akan menjadi rakyat dalam langit baru dan bumi baru.

Gereja —

kaum beriman yang menang dan yang kalah

Lingkaran biru yang pertama pada bagan adalah gereja, terdiri dari orang-orang Kristen sejati. Di dalam lingkaran biru ini ada lingkaran yang bergaris putus-putus yang juga berwarna biru. Lingkaran ini melambangkan kaum beriman yang menang, yang berada di antara gereja-gereja dan menjadi milik gereja-gereja. Sebagai orang Kristen, warna kita adalah biru. Kita adalah surgawi. Kita memang ada di bumi, namun kita surgawi. Sebagai contoh, seorang Amerika, mungkin tinggal di Afrika Selatan, tetapi ia masih seorang Amerika. Ia adalah seorang Amerika yang berada di Afrika Selatan. Hari ini, walaupun kita berada di atas bumi, tetapi kita bukan orang-orang duniawi. Kita adalah orang-orang surgawi.

Allah telah memilih dan melahirkan kembali berjuta-juta orang, tetapi tidak semuanya akan berjalan seiring dengan Allah. Orang-orang ini akan menjadi kaum beriman yang kalah. Sedangkan beberapa dari mereka yang telah dilahirkan kembali akan bekerja sama dengan Allah. Orang-orang ini akan menjadi kaum beriman yang menang. Jadi, di antara kaum beriman ada dua golongan, golongan yang menang dan golongan yang kalah. Sebagian besar perselisihan yang terjadi mengenai masalah keterangkatan disebabkan karena mereka tidak mengerti perkara ini. Kaum beriman yang menang akan mendapat bagian dalam kenikmatan kerajaan seribu tahun, tetapi yang kalah akan kehilangan sasaran tersebut.

Dalam 1 Korintus 5:1-5 Rasul Paulus menanggulangi seorang saudara yang terlibat dalam perzinahan dengan istri ayahnya. Situasi ini memaksa rasul untuk "menyerahkan orang semacam itu kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan" (ay. 5). Paulus mengatakan bahwa rohnya masih akan diselamatkan. Meskipun demikian, orang yang berdosa ini masih seorang saudara, dipilih dan dilahirkan kembali oleh Allah. Paulus menyerahkan orang yang demikian kepada Iblis untuk dihukum demi kebaikannya, namun roh orang tersebut masih akan diselamatkan. Ketika Tuhan Yesus datang kembali untuk mendirikan kerajaan, dapatkah seorang percaya yang telah kalah sedemikian rupa menjadi raja bersama rasul Paulus? Tidak masuk akal untuk mempercayai hal ini. Meskipun demikian, rohnya akan diselamatkan. Kejadian ini menunjukkan adanya perbedaan yang nyata di antara kaum beriman yang menang dan yang kalah.

Empat golongan orang

Di luar lingkaran biru dari gereja ada dua lingkaran hitam yang bergaris putus-putus. Yang pertama menunjukkan penampilan luar Kerajaan Surga. Penampilan luar ini, kita sebut Kristendom. Orang-orang Kristen ada yang asli (sejati) dan ada yang palsu. Di antara orang-orang Kristen yang asli, ada yang menang dan ada yang kalah. Orang-orang Kristen yang sejati dan mereka yang hanya menyandang nama Kristen, membentuk apa yang disebut Kristendom. Terdapat perbedaan antara Kristendom dengan gereja sebagai Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebagai gereja yang sejati hanya terdiri dari kaum beriman sejati. Orang-orang percaya yang palsu, yang hanya menyandang nama Kristen, bukanlah anggota-anggota Tubuh Kristus. Mereka berada dalam Kristendom, tetapi mereka tidak berada dalam gereja.

Lingkaran hitam bergaris putus-putus yang kedua, berada di bawah "Penampilan Luar Kerajaan Surga," yang menandakan dunia, bangsa-bangsa. Di antara bangsa-bangsa ada Kristendom, terdiri dari kaum beriman yang sejati dan yang palsu. Orang-orang Kristen sejati adalah anggota-anggota Tubuh Kristus yang sebenarnya, yaitu gereja. Di antara orang-orang Kristen sejati ini, ada yang menang dan ada yang kalah. Di antara bangsa-bangsa terdapat Kristendom. Dalam Kristendom ada gereja, suatu susunan yang terdiri dari orang-orang Kristen sejati dan tidak termasuk mereka yang namanya saja Kristen. Di antara orang-orang Kristen sejati ada pemenang-pemenang. Hari ini di bumi ada empat golongan orang tersebut — orang-orang duniawi, orang-orang yang hanya menyandang nama Kristen, orang-orang Kristen sejati, dan orang-orang Kristen pemenang.

Pemenang —

Berjalan Seiring dengan Pekerjaan Pengubahan Allah

Kedambaan Allah adalah mendapatkan orang-orang yang berjalan seiring dengan-Nya untuk mengalahkan Iblis dan semua perkara negatif. Hal ini mungkin bagi kita, tetapi bukan dalam diri kita sendiri melainkan melalui keselamatan-Nya yang sempurna. Menang berarti mengalami keselamatan yang sempurna ini. Keselamatan ini meliputi kelahiran kembali roh kita dan pengubahan jiwa kita sepenuhnya, yang menghasilkan pengubahan tubuh kita. Memang mudah untuk mengatakannya, tetapi untuk mengalaminya memerlukan banyak pekerjaan kasih karunia.

Kita telah dilahirkan kembali di dalam roh kita, dan kita sedang diubah di dalam jiwa kita. Kita akan menang atau kalah, semuanya tergantung kepada pengubahan jiwa kita. Jika kita membiarkan Allah Tritunggal sebagai Roh pemberi hayat mengubah kita dari hari ke hari, kita akan menjadi pemenang-pemenang. Bahkan sekarang kita adalah pemenang-pemenang, karena kita sedang berjalan seiring dengan pekerjaan pengubahan Allah Tritunggal. Asalkan kita berjalan seiring dengan pekerjaan pengubahan-Nya, kita adalah pemenang-pemenang. Jika kita tidak berjalan seiring dengan pekerjaan-Nya di dalam kita, kita akan kalah. Kita menjadi orang-orang yang menang atau yang kalah, semuanya tergantung kepada sikap kita terhadap pekerjaan pengubahan Allah.

Allah Tritunggal hari ini berada di dalam kita, bekerja untuk mengubah jiwa kita. Ia sedang memperbarui pikiran, tekad, dan emosi kita. Tidak ada masalah dengan roh kita; roh kita telah dilahirkan kembali. Masalahnya ada di dalam jiwa kita. Allah sedang memusatkan perhatian pada pekerjaan pengubahan-Nya di dalam jiwa kita. Bagaimana sikap kita? Menaati Allah berarti berjalan seiring dengan pekerjaan pengubahan-Nya. Kita semua di sini berada di bawah pekerjaan-Nya. Jika pekerjaan pada jiwa kita ini telah selesai, kita akan sepenuhnya matang. Kemudian Tuhan Yesus akan kembali untuk menebus, mengubah tubuh kita, dan kita akan berada dalam mulia (Flp. 3:21).

Kehidupan Kita Sehari-hari

Masalah kerajaan sangat berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Pekerjaan pengubahan Allah sesungguhnya merupakan pelaksanaan kerajaan-Nya. Banyak orang Kristen yang telah diselewengkan oleh kesenangan-kesenangan jiwa. Kita mungkin juga diselewengkan dari ekonomi Allah oleh berbagai bentuk kesenangan, hiburan, atau olah raga.

Allah Roh sedang bekerja di dalam kita, mencoba untuk mengubah pikiran kita. Sebagai contoh, sebagai seorang pengasih Yesus, Anda tahu bahwa Anda tidak seharusnya pergi ke pesta dansa. Anda mungkin ingin pergi, tetapi Roh pengubah sedang bergumul di dalam Anda. Sesuatu di dalam Anda mengatakan bahwa tidaklah benar bagi seorang pengasih Yesus untuk berbuat demikian. Sesungguhnya, pergumulan di dalam Anda adalah pekerjaan Roh Kudus untuk mengubah pikiran Anda (Rm. 12:2) dalam hal berdansa. Ia juga ingin mengubah emosi Anda dalam hal ini. Emosi Anda tidak seharusnya mengarah kepada dansa, tetapi mengarah kepada Yerusalem Baru.

Apakah Anda bekerja sama dengan pekerjaan pengubahan ini? Kadang-kadang orang-orang kudus dikalahkan, sehingga mereka pergi berdansa. Pada saat itu mereka adalah orang-orang yang kalah. Tetapi, Anda dapat menerima kasih karunia melalui bekerja sama dengan Roh yang berhuni di dalam dan mengatakan, "Tuhan, Amin. Saya akan mengikuti Engkau. Saya akan berjalan seiring dengan pergerakan-Mu di dalam saya. Haleluya! Saya akan pergi ke sidang gereja." Pilihan ini mengandung makna lebih banyak daripada hanya pergi bersidang. Ini berarti Anda diubah di dalam pikiran Anda dalam hal berdansa. Emosi Anda juga diubah: bukannya senang berdansa, melainkan Anda senang pergi ke sidang gereja. Pengubahan ini juga mencakup tekad Anda karena Anda memutuskan untuk tidak pergi. Anda mengatakan, "Iblis, saya tidak akan pergi ke tempat yang jahat itu. Saya akan pergi ke sidang gereja." Dengan mengambil pendirian yang demikian, pikiran dan emosi serta tekad Anda akan dijamah semuanya. Dijamah dengan cara ini berarti diubah.

Hal ini mengilustrasikan bagaimana Tuhan sebagai Roh almuhit yang diam di dalam kita sedang melakukan pekerjaan pengubahan-Nya. Jika Anda berjalan seiring dengan-Nya, Anda adalah seorang pemenang. Kalau tidak, Anda adalah seorang yang kalah.

Realitas, Penampilan luar, dan Pernyataan

Bagian yang berada di dalam lingkaran biru yang pertama pada bagan adalah realitas Kerajaan Surga. Kaum beriman yang menang hidup dalam realitas ini. Bagian yang berada di luar lingkaran biru tersebut adalah penampilan luar Kerajaan Surga.

Tiga perumpamaan dalam Matius 13 membicarakan penampilan luar Kerajaan Surga. Pertama adalah perumpamaan tentang gandum dan lalang (ay. 24-30, 36-43). Gandum mengacu kepada kaum beriman yang sejati, lalang mengacu kepada kaum beriman yang palsu. Kaum beriman yang palsu tidak berada di dalam gereja tetapi dalam Kristendom, penampilan luar kerajaan. Perumpamaan yang kedua adalah perumpamaan tentang biji sesawi (ay. 31-32). Biji sesawi adalah jenis sayur-sayuran untuk menghasilkan makanan, tetapi di dalam perumpamaan ini ia bertumbuh menjadi sebuah pohon, sarang bagi burung-burung, yaitu untuk orang-orang dan perkara-perkara jahat. Gereja yang sifatnya telah berubah, menjadi berakar dalam-dalam dan melekat di bumi. Dari luaran tampaknya seperti berhasil (tumbuh dengan baik), pohon yang besar menunjukkan kekuatan Kristendom, yang merupakan penampilan luar Kerajaan Surga. Perumpamaan ketiga adalah perumpamaan tentang ragi (ay. 33) yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat. Roti yang beragi lebih mudah dimakan. Banyak kebenaran-kebenaran Alkitab mengenai Kristus telah diberi ragi oleh Kristendom. Ajaran-ajaran yang beragi ini lebih mudah diterima oleh semua orang.

Lingkaran biru yang kedua pada bagan merupakan manifestasi Kerajaan Surga. Ini merupakan aspek ketiga dari Kerajaan Surga.

Mengenal ketiga aspek ini — realitas, penampilan luar, dan pernyataan — akan membantu kita memahami kebenaran Kerajaan Surga dengan cara yang tepat.

PEMERINTAHAN ALLAH

Kerajaan merupakan kekuasaan, pemerintahan Allah (Kis. 26:18; Kol. 1:3). Di sini Allah dapat melaksanakan otoritas-Nya demi penggenapan tujuan-Nya (Mat. 6:13b). Tuhan Yesus berdoa dalam Matius 6:10, "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu." Jika tidak ada kerajaan, Allah tidak mempunyai jalan untuk merampungkan kehendak-Nya. Allah memerlukan sebuah kerajaan untuk merampungkan tujuan-Nya.

MANUSIA MEMERINTAH BAGI ALLAH

Tujuan penciptaan Allah atas manusia dapat dilihat dalam Kejadian 1:26-28. Pertama, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa maksud Allah adalah mengekspresikan diri-Nya sendiri melalui manusia yang telah diciptakan-Nya. Kedua, Allah bermaksud agar manusia mempunyai kekuasaan (untuk memerintah) atas seluruh makhluk ciptaan bagi kerajaan-Nya.

KERAJAAN DAN ISRAEL

Kerajaan pertama-tama dibentuk di antara bangsa Israel. Dalam Keluaran 19:6 Tuhan memberi tahu orang-orang Israel bahwa mereka akan menjadi kerajaan imam bagi-Nya. Israel adalah kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama.

HAL PERTAMA YANG DIBERITAKAN DALAM PERJANJIAN BARU

Kerajaan merupakan hal pertama yang diberitakan dalam Perjanjian Baru (Mat. 3:1-2; 4:17; Luk. 9:1-2; 10:1, 9, 11; 9:60). Yohanes Pembaptis, pemberita pertama dalam zaman Perjanjian Baru, memberi tahu orang-orang, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Perkara pertama yang diberitakan dalam Perjanjian Baru adalah kerajaan, bukan surga.

Banyak orang Kristen mengira bahwa surga dan kerajaan itu sama. Mereka percaya bahwa berada dalam kerajaan berarti berada dalam surga. Banyak yang mengira, ketika orang Kristen mati, jiwanya pergi ke Kerajaan Surga. Bagi mereka hal ini berarti pergi ke surga. Pemikiran ini bukan berdasarkan wahyu ilahi. Surga bukan kerajaan; Kerajaan Surga bukan surga.

DIBERITAKAN SEBAGAI INJIL

Dalam Perjanjian Baru, kerajaan diberitakan sebagai Injil (Luk. 4:43; Kis. 8:12; Mat. 24:14; cf. Luk. 18:29 dan Mrk. 10:29). Kerajaan adalah Injil. Di dalam Lukas 4:43 dan Kisah Para Rasul 8:12 istilah Yunani untuk "memberitakan" merupakan bentuk kata kerja dari Injil. Istilah yang digunakan dalam dua ayat ini berarti memberitakan sesuatu sebagai Injil. Tuhan Yesus dalam Lukas 4 dan Filipus dalam Kisah Para Rasul 8 memberitakan kerajaan sebagai Injil.

Dalam Markus 10:29 Tuhan berbicara mengenai meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Dia demi Injil. Tetapi, dalam Lukas 18:29, Tuhan berbicara mengenai meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Dia demi kerajaan Allah. Meninggalkan segala sesuatu bagi Injil berarti meninggalkan segala sesuatu bagi kerajaan Allah. Apa yang kita lakukan bagi kerajaan Allah adalah apa yang kita lakukan bagi Injil karena dalam pandangan Allah kerajaan dan Injil adalah sama.

MEWARISI HAYAT KEKAL

Dari Markus 10:17, 23 kita dapat melihat bahwa mewarisi hayat kekal adalah masuk ke dalam kerajaan. Menerima hayat kekal merupakan satu perkara; mewarisi merupakan perkara lain. Perjanjian Baru membuat perbedaan yang cukup jelas, tetapi banyak orang Kristen tidak memperhatikan perbedaan ini. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dilahirkan kembali dan menerima hayat kekal. Jika kita hidup dengan hayat yang telah kita terima ini, hayat ini akan menjadi warisan kita bagi kenikmatan kita. Hari ini kita menerima hayat kekal, tetapi untuk mewarisi, untuk masuk ke dalam hayat kekal merupakan masalah pada zaman yang akan datang. Anda akan mewarisi hayat kekal sebagai berkat Anda atau tidak tergantung pada apakah Anda adalah seorang pemenang atau seorang yang kalah. Masuk ke dalam hayat kekal, mewarisi hayat kekal, berarti masuk ke dalam kerajaan, mewarisi kerajaan.

JALAN MASUK KE DALAM KERAJAAN

Segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat ilahi telah diberikan kepada kita sebagai jalan masuk ke dalam kerajaan (2 Ptr. 1:3, 11). Dua Petrus 1:3 mengatakan bahwa "Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia." (Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berkenaan dengan hayat dan ibadah TL.). Ayat 5-11 menunjukkan kepada kita pengembangan hayat kekal yang menghasilkan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal. Melalui hayat kekal beserta pengembangannya kita boleh masuk ke dalam kerajaan.

BERKENAAN DENGAN HAYAT BATIN DAN KEHIDUPAN GEREJA

Kerajaan berkenaan dengan hayat batin dan kehidupan gereja. Yohanes 3:3, 5 memberi tahu kita bahwa kita harus dilahirkan kembali untuk melihat kerajaan dan masuk ke dalam kerajaan. Masuk ke dalam kerajaan Allah merupakan perkara hayat batin. Kita perlu dilahirkan kembali agar memiliki hayat ilahi. Ketika kita mempunyai hayat ini, kita berada di dalam kerajaan. Menerima hayat ilahi berarti masuk ke dalam kerajaan Allah.

Dalam Matius 16:18-19 Tuhan mengatakan bahwa Ia akan membangun gereja-Nya, kemudian Ia akan memberikan kunci Kerajaan Surga kepada Petrus. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kerajaan adalah bagi gereja. Roma 14:17 mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus." Roma 14 merupakan pasal yang membicarakan bagaimana menerima orang yang lebih lemah dalam kehidupan gereja. Ketika Paulus menyinggung mengenai kerajaan Allah dalam pasal ini, ia menyebutkan kehidupan gereja. Kehidupan gereja merupakan kerajaan Allah hari ini. Kehidupan gereja, kerajaan Allah, bukan soal makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus.

BENIH YANG DITABURKAN DALAM KITAB INJIL

Kristus yang almuhit telah ditaburkan dalam kaum beriman-Nya sebagai benih kerajaan (Mat. 13:3; Mrk. 4:26). Diri Tuhan sendiri berada dalam kaum beriman sebagai Raja, benih. Yesus adalah Raja; kita adalah "daerah kekuasaan-Nya!" Kerajaan merupakan ekspresi atau perluasan diri Sang raja. Raja adalah benih, dan gereja merupakan perluasan-Nya, "daerah kekuasaan-Nya". Penyebaran Raja di dalam kaum beriman sebagai benih merupakan kerajaan (Mrk. 4:26-29). Kerajaan ditaburkan dalam keempat kitab Injil oleh Tuhan Yesus di antara orang-orang Yahudi dan di dalam murid-murid Tuhan (Luk. 17:20-21). Kerajaan merupakan sesuatu yang di dalam. Kita tidak dapat mengamatinya dari luar. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kerajaan tidak dapat dilihat.

Kerajaan telah dinyatakan kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes (Mat. 16:28-17:2). Ketika Tuhan Yesus menaburkan benih kerajaan di antara orang-orang Yahudi dan di dalam murid-murid-Nya, orang-orang Yahudi tidak dapat melihatnya. Tetapi, suatu hari, tiga murid pergi ke atas gunung bersama dengan Tuhan Yesus. Di atas gunung, Yesus berubah rupa. Perubahan-Nya merupakan pernyataan kerajaan. Kerajaan adalah Yesus Kristus sendiri yang ditaburkan di dalam kita dan bertumbuh di dalam kita hingga suatu hari akan ada pernyataan kerajaan.

KERAJAAN DALAM KITAB KISAH PARA RASUL

Dalam kitab Kisah Para Rasul kerajaan diajarkan oleh Tuhan setelah kebangkitan-Nya. Kisah Para Rasul 1:3 memberi tahu kita bahwa Ia bersama murid-murid selama empat puluh hari, "berbicara kepada mereka tentang kerajaan Allah".

Kerajaan juga diberitakan oleh rasul-rasul. Dalam Kisah Para Rasul 8:12 Filipus memberitakan "Injil (kabar baik — terjemahan lain) tentang Kerajaan Allah." Paulus juga memberitakan kerajaan Allah (Kis. 19:8; 20:25; 28:23, 31). Dua ayat terakhir dari kitab Kisah Para Rasul memberi tahu kita bahwa Paulus "tinggal dua tahun penuh dalam rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya ... ia memberitakan Kerajaan Allah ...".

Beberapa guru Alkitab percaya bahwa kerajaan telah ditangguhkan karena penolakan orang-orang Yahudi. Mereka yakin bahwa sekarang bukan zaman kerajaan tetapi zaman gereja dan kerajaan akan datang kemudian. Pengajaran ini tidak benar. Seperti yang telah kita lihat, gereja sesungguhnya adalah kerajaan. Bahkan pada zaman ini, zaman gereja, zaman kasih karunia, kerajaan ada di sini. Hal ini jelas terlihat dari banyaknya referensi mengenai kerajaan dalam kitab Kisah Para Rasul.

KERAJAAN DALAM SURAT-SURAT RASUL

Kita dapat juga melihat kerajaan dalam surat-surat rasul. Surat-surat rasul memberi tahu kita bahwa kaum beriman telah dipindahkan ke dalam kerajaan (Kol. 1:13; Ibr. 12:28). Dalam surat-surat rasul kerajaan juga adalah hidup gereja (Rm. 14:17).

Satu Korintus 4:17 dan 20 juga menunjukkan kepada kita bahwa kerajaan adalah hidup gereja. Ayat 17 mengatakan, "Aku mengirimkan kepadamu Timotius, ... Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat (gereja)." Ayat 18-20 mengatakan, "Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan lagi datang kepadamu. Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa." Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kerajaan Allah adalah gereja di setiap tempat, dan gereja di setiap tempat adalah kerajaan. Kerajaan berada di sini karena gereja berada di sini. Dalam surat-surat rasul, beberapa kaum beriman juga merupakan teman sekerja rasul untuk kerajaan Allah (Kol. 4:11). Paulus dan para sekerjanya bekerja untuk kerajaan. Ini berarti mereka sedang bekerja untuk gereja. Bekerja bagi gereja adalah bekerja bagi kerajaan, maka gereja adalah kerajaan. Orang-orang gereja juga akan mewarisi kerajaan (1 Kor. 6:9-10; 15:50; Gal. 5:21; Ef. 5:5; Yak. 2:5; 1 Tes. 2:12; 2 Ptr. 1:11).

KERAJAAN DALAM KITAB WAHYU

Kerajaan juga terlihat dalam kitab Wahyu. Yohanes mengatakan bahwa ia adalah sekutu kaum beriman dalam "kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus" (1:9). Jika kerajaan merupakan sesuatu untuk masa yang akan datang, maka ketekunan pasti juga untuk masa yang akan datang. Jika ketekunan berada di sini hari ini, maka kerajaan pasti juga ada di sini hari ini. Ketekunan disebutkan dalam Wahyu 1:9 menunjukkan bahwa kerajaan yang di dalamnya Yohanes berada bukanlah sesuatu yang akan datang. Ia berada di sini saat ini; kita adalah sekutu Yohanes dalam kerajaan zaman ini.

Kerajaan masa ini akan datang dalam manifestasinya yang sempurna setelah kesusahan besar (Why. 12:10). Maka, akhirnya kerajaan dunia akan menjadi kerajaan Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya di dalam milenium (Why. 11:15). Inilah uraian singkat tentang kerajaan dalam Perjanjian Baru, mulai kitab Injil sampai akhir kitab Wahyu.