GEREJA — KELUAPAN KRISTUS
Pembacaan Alkitab: Ef. 1:23; 3:19b; 4:13; Yoh. 1:16
Kita telah nampak bahwa gereja ialah ekspresi Kristus. Dalam Efesus 1 kita nampak bahwa gereja ialah Tubuh dan Tubuh ini ialah kepenuhan Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu. Gereja ialah Tubuh Kristus, dan Tubuh ini ialah kepenuhan persona yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
KEPENUHAN KRISTUS YANG LUAS
Kata “semua dan segala sesuatu” dalam 1:23 mengacu kepada alam semesta. Kristus memenuhi alam semesta. Hal ini terbukti dalam Efesus 4:10 yang mengatakan, “Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.” Bagi Kristus, memenuhi segala sesuatu berarti memenuhi alam semesta. Alangkah luasnya Kristus sehingga Ia memenuhi segala sesuatu, Kristus yang luas ini memerlukan satu Tubuh untuk menjadi kepenuhan-Nya.
Kepenuhan Kristus ialah keluapan Kristus. Kristus demikian kaya tidak terduga, hingga Ia memiliki suatu keluapan, suatu kepenuhan, suatu surplus. Sebagai Tubuh-Nya, gereja ialah kepenuhan Kristus, surplus-Nya. Ini satu perkara yang sangat penting.
Pemulihan Tuhan terutama tidak mementingkan pemulihan hal-hal yang lahiriah. Dalam ekonomi Allah, hal-hal yang lahiriah nilainya relatif kecil. Ekonomi Allah ialah Kristus dan gereja. Gereja timbul ketika kita mengalami kekayaan Kristus secara batiniah, dan menjadi kepenuhan-Nya.
PERBEDAAN ANTARA GEREJA
DENGAN ORGANISASI SOSIAL
Besar sekali perbedaan antara gereja dengan organisasi sosial. Gereja kelihatannya seperti sebuah kelompok sosial yang tersusun dari bermacam-macam manusia. Orang-orang dunia memandang gereja demikian, yakni sebagai suatu organisasi sosial yang lain. Kita harus nampak perbedaan antara gereja dengan suatu kelompok sosial. Mungkin kelompok sosial menetapkan syarat yang berat bagi anggota-anggota mereka. Mungkin mereka menentukan busana, perilaku, dan karakter yang berstandar tinggi. Ditinjau dari luar, anggota-anggota kelompok seperti itu lebih baik daripada kaum saleh dalam gereja. Akan tetapi, tidak peduli berapa baiknya sebuah kelompok, kelompok itu hanya sebuah organisasi manusia. Dibanding dengan gereja, kelompok-kelompok itu sama sekali tidak memiliki Kristus. Namun gereja merupakan keluapan dan surplus Kristus.
Para anggota dari suatu kelompok mungkin secara lahiriah diatur berdasarkan permintaan-permintaan tertentu. Mereka yang memenuhi permintaan-permintaan itu dalam pandangan manusia mungkin mempunyai penampilan yang sangat baik. Dalam aspek tertentu, mereka mungkin tampak lebih baik daripada orang-orang dalam gereja. Akan tetapi, dalam pandangan Allah, standar dan perilaku manusia yang terbaik pun tidak lebih daripada sampah. Dalam gereja kita tidak perlu perbaikan atau koreksi secara lahiriah. Sebaliknya, kita perlu Kristus dengan dirinya sendiri menelan semua kekurangan kita. Jika anggota-anggota gereja mempunyai suatu kekurangan dalam satu aspek, hal itu menunjukkan bahwa mereka perlu Kristus lebih banyak. Kita harus menolak godaan untuk mengubah gereja menjadi suatu kelompok sosial yang memiliki standar dan aturan. Hal ini sama sekali tidak bersangkut paut dengan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus hanya tersusun oleh Kristus yang tergarap ke dalam kaum saleh.
INTI EKONOMI ALLAH
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam Kitab Efesus, sejilid kitab yang membicarakan gereja, Paulus juga menyinggung hal-hal seperti istri mematuhi suami mereka, suami mengasihi istri mereka, anak-anak menaati orang tua mereka, dan hamba menaati majikan mereka. Tetapi hal-hal tersebut bukan merupakan inti dari ekonomi kekal Allah. Ekonomi Allah bukan ingin memperoleh satu keluarga yang baik, melainkan ingin memperoleh satu Tubuh bagi Kristus. Jika kita berada dalam Tubuh Kristus secara wajar dan riil, kita pasti juga memiliki satu kehidupan keluarga yang tepat. Namun, kita mungkin mempunyai satu kehidupan keluarga yang baik, tetapi sama sekali tidak bersangkut paut dengan Tubuh Kristus. Saya tahu ada sementara orang yang belum percaya, kehidupan keluarga mereka lebih baik daripada kebanyakan keluarga orang Kristen. Meskipun kehidupan keluarga mereka itu baik, tetapi sama sekali tidak bersangkut paut dengan Kristus dan ekonomi Allah. Alangkah pentingnya kita mengetahui bahwa inti ekonomi Allah bukan suatu standar karakter atau perilaku, melainkan Kristus dan gereja.
Iblis, musuh Allah, dengan licik menggunakan perkara-perkara seperti pengetahuan Alkitab, karunia-karunia rohani, dan penginjilan untuk menutupi mata kaum beriman dari ekonomi Allah. Sejak masa Tuhan Yesus berada di bumi dan sejak masa Rasul Paulus, Iblis sudah menggunakan Perjanjian Lama untuk mengelabui orang-orang Yahudi. Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka sebagai Allah yang berinkarnasi, mereka tidak dapat mengenal atau mengakui-Nya. Sebaliknya, dengan Alkitab di tangan mereka, mereka menghukum mati Tuhan Yesus. Menurut konsepsi mereka, dengan berbuat demikian berarti mereka melayani Allah.
Hari ini orang Kristen tidak boleh menganggap dirinya lebih baik daripada orang-orang Yahudi yang agamis itu. Orang Kristen pada hari ini mungkin sekali ditipu seperti orang-orang Yahudi itu. Musuh tetap menggunakan pengetahuan Alkitab untuk mengelabui orang sehingga orang tidak dapat nampak Kristus. Lagi pula, ia (Iblis) akan menggunakan hampir setiap perkara untuk menggantikan Kristus, dan membuat orang tidak dapat nampak wahyu ekonomi Allah tentang Kristus dan gereja.
DIUBAH MENJADI KELUAPAN KRISTUS
Kita telah menunjukkan bahwa gereja ialah keluapan Kristus. Untuk menjadi keluapan Kristus secara nyata, kita perlu ditransformasi. Dua Korintus 3:18 mengatakan bahwa ketika kita memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, kita akan diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan. Ya, kaum saleh masih memiliki kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan, tetapi mereka sedang dalam proses transformasi. Semakin kita ditransformasi, kita akan semakin menjadi keluapan Kristus.
Memperbaiki orang secara lahiriah melalui menyuruh mereka memelihara peraturan-peraturan itu mudah, tetapi membiarkan hayat ilahi bertumbuh di batin itu memerlukan waktu. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sekuntum bunga tiruan dalam waktu singkat, tetapi untuk menghasilkan sekuntum bunga yang sejati, sekuntum bunga yang hidup dan wangi, diperlukan waktu beberapa bulan. Jika kita mengatur orang secara lahiriah, kita hanya akan menunda-nunda proses pertumbuhan hayat. Sebab itu, kita harus bersabar hati dan membiarkan Tuhan bertumbuh di dalam kaum saleh. Pada akhirnya, pertumbuhan hayat itu akan menghasilkan perubahan-perubahan yang didambakan. Itulah perbedaan antara gereja dengan kelompok sosial.
Sebagai Tubuh Kristus, gereja merupakan organisme hidup yang tersusun dari hayat ilahi. Hayat ilahi masuk ke dalam kita pada saat kelahiran kembali, dan sekarang sedang bekerja di batin kita untuk menjenuhi setiap bagian diri kita dan menelan semua unsur negatif kita. Melalui proses inilah gereja menjadi Tubuh secara riil.
MENGALAMI KRISTUS UNTUK
KEHIDUPAN GEREJA
Dalam pemulihan, pekerjaan Tuhan terutama bukan untuk memulihkan ajaran-ajaran, karunia-karunia, atau praktek-praktek. Sebaliknya, pemulihan ialah perihal mengalami Kristus sebagai hayat bagi hidup gereja. Jika ada orang merasa bahwa sasaran pemulihan Tuhan ialah memulihkan ajaran-ajaran dan karunia-karunia tertentu, saya akan berkata bahwa waktu akan membuktikan semua itu merupakan harapan yang keliru. Tahun 1960-an ada beberapa orang mengatakan bahwa Tuhan ingin memulihkan karunia-karunia Pentakosta dalam ladang yang luas. Orang-orang yang mengatakan ini hidup dalam mimpi, dan mereka sekarang tidak berada dalam pemulihan Tuhan lagi. Pada waktu itu saya mengatakan kepada mereka bahwa mereka sedang bermimpi, dan jika mereka tidak bangun dari mimpi, mereka akan menderita kerugian. Mereka akan tertipu oleh mimpi mereka. Mereka yang tidak meninggalkan mimpinya benar-benar telah menderita kerugian rohani. Hari ini kebanyakan dari mereka telah kehilangan penyertaan dan anugerah Tuhan.
Kristus yang berhuni di batin dapat memelihara kita dengan aman dalam jalan Tuhan. Maka penting sekali kita semua mengenal Kristus yang berhuni di batin dan membiarkan-Nya berumah di hati kita. Kita tidak seharusnya ingin melakukan pekerjaan yang besar. Sebaliknya kita harus puas dengan membiarkan Kristus hidup di dalam kita dan membiarkan-Nya memakai kita untuk menyalurkan unsur-Nya ke dalam orang lain. Jika situasi kita demikian, bukan kita yang bekerja bagi Tuhan, melainkan Kristus yang melakukan pekerjaan-Nya dari dalam kita. Jika kita mengalami Kristus sedemikian rupa, maka gereja akan menjadi Tubuh Kristus secara riil dan praktis. Sebagai Tubuh, gereja berasal dari Kristus sendiri, sebab gereja ialah keluapan-Nya, surplus-Nya.
Beberapa tahun yang lalu saya bercakap-cakap dengan seorang saudara selama sepuluh jam. Ia tidak percaya bahwa pekerjaan Tuhan akan digenapkan melalui Kristus yang berhuni di batin. Sebaliknya, ia benar-benar yakin akan pemulihan karunia-karunia Pentakosta. Saya berkata kepada saudara ini bahwa Tuhan tidak bermaksud mengadakan pergerakan yang besar. Sebaliknya, pergerakan-Nya relatif sangat kecil, dan sering kali secara tersembunyi. Tuhan tidak akan melakukan sesuatu di luar proporsi Tubuh-Nya.
TIDAK ADA UNSUR ASING DALAM TUBUH
Lagi pula, setiap hal dari Tubuh Kristus seharusnya berasal dari hayat Kristus. Sebagai contoh, tidak ada sesuatu yang buatan manusia yang bisa menjadi bagian tubuh jasmani kita, bahkan gigi palsu yang terbaik pun tidak dapat menjadi bagian tubuh kita, itu semua tidak memiliki hayat tubuh kita. Hanya apa yang dihasilkan oleh hayat tubuh kita baru dapat menjadi bagian tubuh kita. Andaikata Anda kehilangan sebuah lengan, Anda dapat menggantinya dengan sebuah lengan palsu, tetapi lengan palsu itu tidak dapat menjadi bagian sejati dari tubuh Anda. Seprinsip dengan itu, Tubuh Kristus seharusnya berasal dari hayat Kristus. Dalam Tubuh tidak boleh ada unsur asing. Akan tetapi dalam kekristenan dewasa ini terdapat banyak unsur asing atau hal-hal buatan manusia. Semuanya itu tidak ada yang bersangkutan dengan hayat Kristus. Tetapi, seperti telah kita tunjukkan, gereja sebagai Tubuh Kristus merupakan kepenuhan Kristus sendiri.
UKURAN PERAWAKAN KEPENUHAN KRISTUS
Dalam Efesus 4:13 Paulus mengatakan, “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, (mencapai) kedewasaan penuh, dan (mencapai) tingkat pertumbuhan (ukuran perawakan) yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Menurut ayat ini, kita perlu mencapai tiga hal: kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah; kedewasaan penuh; dan ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Kepenuhan Kristus, yakni Tubuh, mempunyai satu per-awakan, karena Paulus mengatakan perawakan kepenuhan Kristus. Perawakan kepenuhan Kristus sama dengan perawakan Tubuh Kristus. Pasal 1 mewahyukan bahwa Tubuh Kristus ialah kepenuhan Kristus, dan pasal 4 menerangkan bahwa kepenuhan Kristus mempunyai satu perawakan. Karena itu, perawakan kepenuhan Kristus ialah perawakan Tubuh Kristus.
Dalam Efesus 4:13 Paulus tidak saja membicarakan perawakan kepenuhan Kristus, juga ukuran perawakan. Sebagai Tubuh Kristus, gereja memiliki perawakan. Karena perawakan ini bertumbuh, maka Efesus 4:13 mengatakan ukurannya. Ukuran ini ialah manusia yang bertumbuh atau yang dewasa penuh.
Atas diri kebanyakan orang beriman, perawakan kepenuhan Kristus ini tidak banyak bertumbuh. Sebab itu, sedikit pula ukurannya pada diri mereka. Tetapi bila Kristus bertumbuh di batin mereka, mereka akan berangsur-angsur bertambah dalam ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Kita perlu maju terus hingga kita semua mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus.
Kita sekarang sedang mengarah kepada kedewasaan penuh, mengarah kepada ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Harinya akan tiba, kita semua akan mencapai kedewasaan penuh. Sampai sebelum hari itu, kita masih berada dalam proses. Karena kita dalam proses, maka Paulus berkata bahwa suatu saat kita tidak “lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran” (Ef. 4:14).
Gereja adalah Tubuh Kristus, kepenuhan yang bertumbuh di batin kita dari hari ke hari. Sangat penting sekali kita semua nampak bahwa gereja merupakan organisme yang berasal dari Kristus. Segala perkara yang bukan berasal dari Kristus tidak dapat menjadi bagian gereja. Tidak peduli betapa disiplin, teratur, atau baiknya diri kita, tidak ada satu pun dari semuanya itu yang dapat menjadi bagian gereja, jika tidak berasal dari Kristus. Pengaturan diri, pengekangan diri, dan perbaikan diri mungkin menghasilkan suatu masyarakat yang baik, tetapi tidak mungkin menghasilkan gereja. Ditinjau dari Tubuh Kristus, tidak ada suatu pun yang kita miliki pada diri kita sendiri yang ada artinya. Sehubungan dengan Tubuh, maka kebaikan-kebaikan alamiah tidak ada faedahnya. Entah kita baik atau buruk, kita tetap me-merlukan Kristus. Mereka yang jahat tentu perlu Kristus, tetapi mereka yang sangat baik pun memerlukan Kristus. Tidak peduli apa jenis watak kita, manusia alamiah kita perlu ditelan bahkan dihabiskan oleh Kristus yang berhuni di batin. Kemudian barulah kita akan menjadi Tubuh Kristus, kepenuhan-Nya secara riil.
MENERIMA KEPENUHAN-NYA
Yohanes 1:16 mengatakan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anu-gerah.” Yang penting bukanlah kita mempelajari Kristus atau meniru Kristus, melainkan menerima kepenuhan-Nya. Kristus demikian kaya sehingga Ia mempunyai suatu keluapan yang disebut kepenuhan. Dari kepenuhan ini kita semua dapat menerima anugerah demi anugerah. Jika kita dari hari ke hari menerima kepenuhan-Nya, akhirnya kita akan menjadi kepenuhan-Nya, karena kita akan disusun dengan apa yang kita terima. Hal ini berarti semakin kita menerima kepenuhan-Nya, kita akan semakin tersusun oleh kepenuhan-Nya dan menjadi kepenuhan-Nya pula. Jika kita nampak hal ini, kita akan berkata, “Tuhan, tolonglah aku dari setiap hal yang bukan kepenuhan-Mu. Tuhan, aku ingin membayar harga apa pun untuk menikmati-Mu dan mengambil bagian atas kepenuhan-Mu.” Semoga Tuhan membelaskasihani kita agar kita mengalami Dia dari hari ke hari, menikmati Dia, dan karenanya kita menjadi gereja, yang merupakan kepenuhan-Nya, keluapan-Nya.