← Daftar isi Efesus (3) · bab 7/23

GEREJA — EKSPRESI KRISTUS

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:23; 3:8b, 17a, 19b; 4:13; 5:18b

Gereja adalah ekspresi Kristus, bukan ekspresi hal-hal seperti doktrin, karunia-karunia, atau kekuatan. Namun demikian, tanpa disadari, banyak orang mengira bahwa gereja seharusnya berciri-ciri manifestasi karunia-karunia rohani. Ada sementara orang percaya bahwa kapan saja orang Kristen berhimpun bersama seharusnya ada penggunaan dan peragaan apa yang disebut karunia-karunia karismatik Roh Kudus. Akan tetapi, Kitab Efesus, kitab yang membahas tentang gereja, tidak menyebut-nyebut karunia semacam itu. Dalam Surat Kiriman ini tidak tercantum sepatah kata pun tentang bahasa lidah atau penyembuhan. Ketika Paulus membicarakan karunia-karunia dalam Efesus 4, yang dimaksudkannya adalah orang-orang yang dijadikan karunia-karunia bagi Tubuh itu. Sebagai contoh, para rasul, nabi, penginjil, dan gembala dan pengajar, semuanya merupakan karunia. Seperti telah kita tunjukkan di tempat lain, setiap anggota Tubuh merupakan satu karunia bagi gereja. Jadi, dalam Kitab Efesus suatu karunia bukanlah apa yang kita miliki atau apa yang kita lakukan, melainkan apa adanya kita ini. Menjadi karunia yang demikian berarti disusun dengan Kristus sebagai hayat. Hal ini membuat diri kita ini menjadi satu karunia bagi Tubuh.

INDIVIDUALISME DAN PERPECAHAN

Kita bersyukur kepada Tuhan karena banyaknya orang Kristen yang telah beroleh bantuan melalui meng-alami karunia-karunia karismatik. Akan tetapi, kita tidak setuju dengan pernyataan bahwa semua orang Kristen akan bersatu jika mereka memiliki pengalaman-peng-alaman karismatik tertentu. Menurut pengalaman dan pengamatan saya, mereka yang menekankan pengalam-an-pengalaman Pentakosta atau karismatik, merekalah yang lebih banyak terpecah belah. Semakin orang-orang beriman itu menggunakan karunia-karunia rohani, mereka akan menjadi semakin individualistis dan terpecah belah. Inilah sebabnya ada begitu banyak perpecahan di antara mereka yang menekankan karunia-karunia rohani. Dalam perkumpulan orang Kristen, mereka mungkin tidak banyak memperhatikan pembinaan tetapi lebih banyak memperhatikan manifestasi karunia-karunia mereka masing-masing. Ada sementara orang memaafkan sikap individualisme mereka dengan mengatakan mereka hanya memperhatikan Allah, tidak memperhatikan manusia, dan mengaku bahwa setiap perkara yang mereka lakukan berasal dari ilham Roh Kudus.

DIPENUHI DALAM ROH KE DALAM SEGALA KEPENUHAN ALLAH

Dalam Efesus 1:22-23 Paulus menunjukkan bahwa gereja ialah Tubuh, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala sesuatu. Gereja adalah kepenuhan Kristus. Dalam Efesus 3:8 Paulus mengatakan bahwa ia memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga. (Di sini Paulus tidak berkata ia memberitakan doktrin atau karunia-karunia). Kita perlu mengetahui perbedaan antara kekayaan Kristus dengan kepenuhan Kristus. Kebanyakan orang Kristen mengacaukan ungkapan-ungkapan ini, dan mengira kekayaan Kristus sama dengan kepenuhan Kristus.

Dalam pasal 3 Paulus selanjutnya mengatakan tentang Kristus berumah dalam hati kita yang membuat kita dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah. Lagi pula, dalam Efesus 4:13 ia berkata bahwa kita perlu “mencapai kedewasaan penuh, mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus” (Tl.). Dalam Efesus 5:18 ia berkata bahwa kita harus dipenuhi dalam roh kita. Ini pasti berkaitan dengan dipenuhinya kita ke dalam segala kepenuhan Allah. Pemenuhan yang demikian terjadi dalam roh kita, bukan dalam pikiran. Dalam Efesus 5:18 Paulus tidak mengatakan bahwa kita dipenuhi dengan Roh Kudus; ia menitikberatkan fakta perlunya kita dipenuhi di dalam roh kita, bahkan dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah.

Dalam Efesus 5:18 Paulus menampilkan suatu perbandingan antara mabuk anggur dengan dipenuhi dalam roh. Mabuk anggur berarti dipenuhi di dalam tubuh, sedang dipenuhi dalam roh yang dilahirkan kembali berarti dipenuhi dengan Kristus ke dalam segala kepenuhan Allah. Mabuk anggur dalam tubuh menyebabkan kita terumbar, tetapi dipenuhi dengan Kristus, kepenuhan Allah, menyebabkan kita meluapkan-Nya dengan berkata-kata, berkidung, bermazmur, dan bersyukur kepada Allah (ayat 19-20), serta saling mematuhi (ayat 21). Alangkah pentingnya kita dipenuhi dalam roh ke dalam segala kepenuhan Allah!

KEKAYAAN KRISTUS DAN

KEPENUHAN KRISTUS

Sekarang marilah kita membahas perbedaan antara kekayaan Kristus dengan kepenuhan Kristus. Kekayaan Kristus ialah apa adanya Kristus bagi kita dalam segala sifat ilahi-Nya dan pekerti insani-Nya. Kekayaan-kekayaan ini tidak terduga. Kepenuhan Kristus, Tubuh, berasal dari kenikmatan atas kekayaan-kekayaan Kristus. Melalui kenikmatan atas kekayaan Kristus, kita menjadi kepenuhan-Nya untuk mengekspresikan-Nya. Kristus yang adalah Allah yang tidak terbatas oleh pembatasan-pembatasan apa pun, begitu besar, sehingga Ia memenuhi segala sesuatu dalam segala sesuatu. Kristus yang sedemikian memerlukan gereja menjadi kepenuhan-Nya untuk ekspresi-Nya yang sempurna.

Kita telah menunjukkan bahwa kekayaan-kekayaan Kristus tidak terduga. Keilahian Kristus termasuk dalam kekayaan ini. Dia adalah Allah itu sendiri. Karena Kristus adalah Anak Allah, maka aspek lain dari kekayaan-Nya ialah keputraan. Lagi pula, menurut Yesaya 9:5, Putra bahkan disebut Bapa yang kekal. Ini menunjukkan bahwa Ia tidak saja memiliki keputraan, juga kebapaan. Dua Korintus 3:17 mengatakan bahwa Kristus Tuhan ialah Roh itu. Ini ialah butir lain dari kekayaan Kristus yang tidak terduga. Butir-butir lainnya mencakup Kristus sebagai terang, hayat, kasih, kebenaran, kesucian, kerendahan hati, kesabaran, dan ketaatan. Alangkah panjang daftarnya jika ada seorang dapat menjumlah semua aspek dari kekayaan Kristus ini!

Kekayaan Kristus memerlukan satu ekspresi. Bila kekayaan ini diekspresikan, maka ekspresi itu ialah kepenuhan Kristus. Ketika Kristus berinkarnasi, kekayaan Allah diekspresikan. Tetapi, inkarnasi sama sekali tidak “menghabiskan” kekayaan ini; itu merupakan keluapan dan kepenuhan kekayaan Allah. Kristus berasal dari pangkuan Bapa (Yoh. 1:18), tetapi kedatangan-Nya itu sedikit pun tidak “menghabiskan” kekayaan ilahi dalam pangkuan Bapa. Sebaliknya, semakin banyak yang dikeluarkan, semakin banyak pula yang dapat dikeluarkan. Karena itu, Kristus tidak saja memiliki kekayaan, juga kepenuhan. Karena alasan inilah Yohanes 1:16 mengatakan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Kristus ialah kepenuhan ke-Allahan. Ketika Ia datang ke dunia, Dia adalah keluapan kekayaan Allah. Karena itu, Ia menjadi kepenuhan Allah. Kekayaan itu tidak hanya berada di dalam-Nya, bahkan seluruh kepenuhan ke-Allahan itu sendiri berdiam secara jasmaniah di dalam-Nya (Kol. 2:9).

EKSPRESI TAK TERBATAS

DARI KRISTUS YANG TAK TERBATAS

Kepenuhan Kristus berasal dari kenikmatan atas kekayaan Kristus. Kalau gereja memiliki kekayaan Kristus tanpa menjadi kepenuhan Kristus, itu menunjukkan bahwa Kristus itu terbatas. Akan tetapi fakta gereja tidak saja memiliki kekayaan Kristus, tetapi juga sebagai kepenuhan-Nya, menunjukkan bahwa Kristus yang telah dialami dan dinikmati oleh gereja bersifat tak terbatas. Kekayaan yang terbatas tidak dapat menghasilkan kepenuhan. Hanya kekayaan yang tak terbatas barulah dapat menghasilkan kepenuhan. Sebagai ekspresi kekayaan Kristus yang tidak terduga, maka gereja ialah ekspresi tak terbatas dari Kristus yang tak terbatas. Hal ini berarti gereja ialah kepenuhan Kristus, dan Kristus sendiri ialah jelmaan kepenuhan Allah. Beban saya dalam berita ini hanyalah ingin menunjukkan bahwa gereja seharusnya menjadi ekspresi Kristus yang sedemikian.

KEMBALI KEPADA KRISTUS

Gereja bukan ekspresi apa pun yang di luar Kristus. Kita telah melihat banyak orang Kristen telah terpikat oleh karunia-karunia rohani. Tetapi karunia-karunia itu bukanlah Kristus sendiri. Demikian pula, doktrin dan kekuatan bukan Kristus sendiri. Bahkan Alkitab pun bukan Kristus. Kristus, persona yang hidup dan ajaib ialah jelmaan Allah. Kita tidak boleh mengizinkan perkara apa pun menggantikan Kristus. Karunia-karunia rohani mungkin menjadi suatu sarana untuk mengambil bagian dalam Kristus, kekuatan mungkin dapat membantu kita mengenal Kristus, dan doktrin pun mungkin menjadi alat untuk menyalurkan Kristus. Namun banyak orang Kristen telah mengizinkan karunia-karunia, kekuatan, ajaran-ajaran, dan bahkan Alkitab menjadi pengganti Kristus. Mereka memusatkan perhatian mereka pada karunia-karunia, kekuatan, dan doktrin, bukannya langsung menerima Kristus dan mengalami Kristus. Hal itu menunjukkan bahwa sarana dan alat-alat yang Allah pakai untuk mendapatkan Kristus sebenarnya telah menggantikan Kristus. Situasi dalam pemulihan Tuhan seharusnya berbeda sama sekali. Dalam pemulihan, Tuhan ingin membawa kita kembali kepada diri-Nya sendiri, bukan kepada berbagai sarana atau alat. Kita berterima kasih kepada Tuhan atas karunia-karunia, kekuatan, ajaran-ajaran, dan khususnya Alkitab. Tetapi kita paling berterima kasih kepada Allah karena Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Allah ingin membawa kita kembali kepada Kristus, kembali dari setiap perkara yang telah menjadi pengganti-Nya atau yang telah menyelewengkan kita dari Dia. Karena itu, ketika kita sebagai orang-orang Kristen berhimpun bersama, kita tidak seharusnya memperhatikan manifestasi karunia-karunia atau bahkan ajaran-ajaran firman, melainkan hanya memperhatikan ekspresi Kristus yang hidup. Dalam sidang kita tidak seharusnya memperhatikan cara sidang, melainkan ekspresi Kristus yang hidup.

MENYERU NAMA TUHAN

Dalam pemulihan Tuhan kita sedang berperang. Pertama-tama kita harus berperang melawan pemakaian hal-hal yang baik yang menjadi pengganti Kristus. Iblis, musuh itu, dengan liciknya memakai banyak hal untuk menyimpangkan orang dari Kristus. Ada sebagian yang telah diselewengkan dari Kristus melalui ajaran-ajaran atau konsepsi mereka terhadap doktrin Alkitab yang benar. Karena alasan inilah, ada sementara orang yang menyalahkan praktek menyeru nama Tuhan. Mereka menganggap praktek itu tidak sesuai dengan Alkitab. Ada orang yang menuduh kita membuat cara-cara penyembahan yang baru. Lainnya bertanya kepada kita mengapa kita tidak mengikuti metode penyembahan yang telah dipraktekkan oleh orang Kristen berabad-abad lamanya? Apa salahnya menyeru nama Tuhan? Membuat orang Kristen lain resah bukanlah keinginan saya. Tetapi Tuhan telah menyuruh saya memberi tahu umat-Nya tentang perlunya menyeru nama-Nya. Ini bukan suatu ajaran baru. Praktek yang demikian kali pertama dikatakan dalam Kejadian 4:26. Ayat ini mengatakan, “waktu itulah orang mulai memanggil (menyeru) nama Tuhan.” Ayat ini dan puluhan ayat lainnya menunjukkan bahwa menyeru nama Tuhan sebenarnya merupakan satu ajaran dan praktek yang Alkitabiah. Ayat demi ayat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menganjuri kita menyeru nama Tuhan.

DOA-BACA

Ada orang tersandung karena doa-baca, dan mengecam kita karena praktek ini. Menurut pandangan mereka, ini pun merupakan penemuan kita. Saya tidak mau berdebat dengan siapa pun tentang masalah seperti ini. Tetapi saya ingin menunjukkan bahwa Efesus 6:17-18 mengatakan tentang menerima firman Allah melalui segala doa. Jadi, jika kita benar-benar menuruti Alkitab, kita akan menerima firman bukan hanya melalui membacanya, mempelajarinya, dan mengkajinya, juga melalui mendoakannya. Dengan ayat-ayat seperti Efesus 6:17-18 di hadapan kita, siapakah yang berani mengatakan bahwa doa-baca firman tidak sesuai dengan Alkitab? Betapa perlunya kita beralih dari pengertian yang tradisional dan kembali kepada Kristus itu sendiri dan kepada firman Allah yang murni! Inilah pemulihan Tuhan.

MENGEKSPRESIKAN KRISTUS DALAM SIDANG

Sebagai orang Kristen yang hidup oleh Kristus, setiap kali kita berkumpul bersama haruslah kita mengikuti Roh yang berhuni di batin untuk mengekspresikan Kristus. Dalam setiap sidang tidak perlu ada suatu cara yang kaku. Roh itu tahu bagaimana mengekspresikan Kristus. Dalam setiap sidang kita harus membuka diri kepada-Nya dan mengikuti Dia. Sidang-sidang belum tentu selalu diawali dengan sebuah kidung. Mungkin ada seseorang berdiri dan mempersembahkan puji-pujian yang hidup kepada Allah. Kita tidak boleh menghadiri sidang menurut konsepsi kita, karena hal itu terlalu banyak dipengaruhi oleh tradisi yang agamis. Namun, jika kita ingin mengekspresikan Kristus dalam sidang, kita perlu mengalami Dia dalam kehidupan sehari-hari. Ada sementara orang hanya memiliki Kristus sedikit sekali dalam berfungsi dan melayani, sebab mereka sangat sedikit mengalami Kristus. Maka, mereka menjadi “anggota-anggota bangku gereja”. Dalam sidang-sidang hidup gereja yang dipulihkan, kaum saleh yang hidup oleh Kristus harus mengekspresikan Kristus secara hidup dan lincah. Hanya Roh itulah yang tahu cara untuk berbuat demikian.

Dalam beberapa berita mendatang kita akan mem-bahas masalah saling membicarakan Kristus. Efesus 5:18-19 menganjuri kita untuk dipenuhi dalam roh, berbicaralah seorang dengan lainnya dalam mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Kita harus berdiri mengumumkan apa adanya Kristus bagi kita dan bagaimana kita telah mengalami Kristus. Dengan demikian kita akan saling membicarakan Kristus, dan Kristus akan diekspresikan dengan kaya di dalam sidang. Lalu secara riil gereja akan dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah, dengan keluapan segala apa adanya Allah. Hidup gereja bukan ekspresi karunia-karunia, pengetahuan, atau kekuatan, melainkan ekspresi Kristus yang hidup.