EKONOMI ALLAH — MENGGARAPKAN KRISTUS KE DALAM KITA
Pembacaan Alkitab:
Ef. 1:19-20; 2:10; 3:8; 4:13-15; 5:29-30, 32
Kita telah melihat bahwa ekonomi Allah ialah Kristus dan gereja, dan istilah ekonomi menunjukkan suatu penyaluran. Kehendak Allah ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya. Diselamatkan tidak hanya berarti dosa-dosa kita beroleh pengampunan, kita dibenarkan dan dipersiapkan untuk naik ke surga. Diselamatkan berarti membiarkan Allah untuk mulai menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita.
APA YANG DICARI ALLAH HARI INI
Ekonomi Allah sepenuhnya berkaitan dengan Kristus. Menurut konsepsi alamiah, kita mengira bahwa setelah beroleh selamat kita perlu memperbaiki perilaku kita, mencari kekuatan, atau melakukan usaha yang berhasil bagi Tuhan. Ada sementara orang Kristen percaya bahwa mereka perlu menuntut karunia-karunia seperti bahasa lidah, nubuat, dan penyembuhan. Lainnya merasa yang paling penting bagi orang yang telah diselamatkan ialah meraih pengetahuan Alkitab yang tepat. Akan tetapi, bila kita memandang keselamatan dari perspektif ekonomi Allah, kita akan melihat kehidupan orang Kristen dengan pandangan lain.
Perjanjian Baru memang membicarakan masalah perilaku yang tepat, kuasa, karunia-karunia, dan pengetahuan. Namun, yang penting dan menentukan ialah be-rapa banyak Kristus yang telah tergarap ke dalam diri kita. Allah selalu ingin menggarapkan Kristus ke dalam diri kita. Kita semua perlu diterangi agar nampak apa yang sedang Allah kerjakan hari ini. Kehendak Allah bukanlah memperbaiki kita. Keadaan kita yang bagaimanapun dalam diri kita sendiri tidak berarti apa-apa bagi Allah, yang penting bagi-Nya ialah Kristus tergarap ke dalam kita.
Dalam Efesus 1:19-20 Paulus mengatakan, “Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya.” Kuasa ini telah digarapkan ke dalam Kristus ketika Allah membangkit-kan Dia dari antara orang mati, dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga. Hari ini aktivitas utama Allah ialah menggarapkan Kristus ini ke dalam kita.
KEBUTUHAN KITA IALAH
KRISTUS HIDUP DI DALAM KITA
Misalkan pada suatu hari Anda merasa tidak senang terhadap saudara atau saudari lain. Anda tentu harus bertobat dan mohon Tuhan mengampuni sikap Anda yang jelek itu. Anda bahkan mungkin berdoa mohon Tuhan memperbaiki sikap Anda. Sekalipun Anda tidak secara khusus memohon demikian, inilah perasaan Anda dalam lubuk batin Anda ketika Anda berdoa karena kegagalan Anda. Doa semacam ini adalah doa yang agamis. Anda mungkin telah membaca buku Christ versus Religion (Kristus berlawanan dengan agama), namun Anda tetap sangat agamis dalam praktek Anda sehari-hari. Jika Anda nampak ekonomi Allah, Anda akan berdoa demikian: “Tuhan, Iblis di dalamku membuat aku bertingkah laku demikian. Tetapi, Tuhan, sekalipun tingkah lakuku telah baik, itu tetap bukan berarti Engkau hidup di dalamku. Tuhan, Engkau tidak ingin aku menjadi baik; Engkau ingin hidup di dalamku. Tuhan, di satu aspek, aku harus bertobat dan mohon Engkau mengampuni, tetapi aku pun ingin menyalahkan Iblis dan menyuruhnya pergi dari diriku. Tuhan, aku tidak akan mencoba untuk menjadi lebih baik, aku hanya perlu Engkau hidup di dalamku.”
Galatia 2:20 mengatakan bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus dan sekarang Kristus hidup di dalam kita. Kita mungkin tahu sedikit tentang ayat ini dan menyatakan, “Bukan aku lagi, melainkan Kristus.” Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari kita, ternyata bukan lagi Kristus melainkan aku. Mengutip Galatia 2:20 itu satu perkara, tetapi memperhidupkan Kristus secara riil itu perkara lain.
Misalkan Anda sangat baik hati terhadap saudara dan saudari, Anda mungkin tidak merasa perlu bertobat atau mohon pengampunan Tuhan. Namun, menurut penilaian Allah, tidak peduli Anda baik hati atau tidak terhadap orang lain, asal Anda yang hidup dan bukan Kristus, itu tidak berbeda. Apakah perilaku kita baik atau buruk, kita tetap tidak memperhidupkan Kristus. Ekonomi Allah berinti pada Kristus. Ekonomi Allah bukan masalah etika, moralitas, atau karakter yang baik. Dalam ekonomi-Nya, Allah ingin menggarapkan Kristus ke dalam kita. Dalam hubungan kita dengan saudara saudari dalam gereja, kita perlu memperhidupkan Kristus.
Ada beberapa buku menyinggung tentang Kristus sebagai hayat. Tetapi sulit menemukan sekelompok orang Kristen yang benar-benar hidup oleh Kristus. Allah tidak bermaksud memperbaiki kita, melainkan menggarapkan Kristus yang hidup ke dalam kita, yakni ke dalam pikiran, emosi, dan tekad kita. Allah damba mengganti kita dengan Kristus. Ia ingin melihat Kristus diperhidupkan dari saudara dan saudari di masing-masing gereja. O, semoga Bapa yang mulia mengaruniakan satu roh hikmat dan wahyu agar kita diterangi untuk mengetahui apa yang sedang Allah cari untuk digenapkan pada hari ini. Saya ulangi, Allah tidak ingin memperbaiki kita, melainkan Ia sedang berusaha keras menggarapkan Kristus ke dalam kita.
Kristus yang sedang Allah usahakan untuk digarapkan ke dalam kita ialah Kristus yang tersalib, bangkit, dan naik ke surga. Iblis meletakkan Kristus di atas salib, namun Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga. Sekarang Allah ingin menggarapkan Kristus yang telah disalib, dibangkitkan, dan naik ke surga ini ke dalam kita. Besar sekali perbedaan antara etika, sikap, dan perilaku, di satu pihak, dengan Kristus yang sedemikian yang digarapkan ke dalam kita, di pihak lainnya.
PERHATIAN ALLAH
Selama beberapa abad orang Kristen terus berdebat tentang doktrin-doktrin dan praktek-praktek. Misalkan telah terjadi banyak sekali perselisihan tentang baptisan, penudungan kepala, pembasuhan kaki, dan tentang bersuara keras atau tenang dalam persidangan orang Kristen. Dalam Galatia 6:15 Paulus berkata bahwa di dalam Kristus, “bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.” Bentuk dan peraturan-peraturan tidak berguna, sebab semua itu bukan Kristus. Bersunat atau tidak bersunat juga bukan ciptaan baru yang ada di dalam Kristus Yesus. Ciptaan baru yang dimaksud Paulus ialah Kristus digarapkan ke dalam kita. Ketika Kristus digarapkan ke dalam kita, di batin kita terjadilah suatu ciptaan baru. Lagi pula, ciptaan baru ini tidak hanya suatu masalah yang individual, melainkan masalah yang korporat, yang mencakup wujud korporat ciptaan baru, yaitu Tubuh Kristus.
Perhatian Allah bukan tertuju pada pembasuhan kaki, panjangnya rambut kita, atau berapa kali kita dibaptis. Allah memperhatikan berapa banyaknya Kristus tergarap ke dalam kita. Allah tidak memperhatikan apakah kita rendah hati atau sombong, kasar atau lembut. Ia hanya memperhatikan Kristus tergarap ke dalam kita. Saya ingin berulang-ulang menyatakan bahwa Allah hanya memperhatikan Kristus. Moralitas, etika, bentuk, dan peraturan-peraturan tidak dapat menghasilkan satu gereja yang dapat disepadankan dengan Kristus. Hanya Kristus sendiri yang tergarap ke dalam kita baru dapat menghasilkan satu gereja untuk disepadankan dengan Kristus.
Gereja adalah Tubuh Kristus. Hanya apa yang ber-asal dari Kristus baru dapat menjadi bagian Tubuh Kristus. Ini berarti bahwa karunia-karunia, ajaran-ajaran, dan kekuatan saja tidak dapat menghasilkan Tubuh. Tidak ada hal lain selain Kristus yang tergarap ke dalam para orang beriman yang dapat menghasilkan Tubuh Kristus. Mata kita perlu diterangi untuk melihat visi ini. Dalam Efesus 1 Paulus berdoa dengan cara yang khas, yaitu ia mohon agar mata batin kita diterangi, sehingga kita da-pat nampak bahwa keinginan Allah ialah menggarapkan Kristus ke dalam kita. Allah tidak ingin membenahi atau memperbaiki kita. Tujuan atau keinginan-Nya tidak lain hanyalah menggarapkan Kristus ke dalam kita.
Sesungguhnya, kita perlu lebih banyak bertobat atas kebaikan kita daripada keburukan kita. Ketika Anda baik terhadap istri Anda secara alamiah, Anda perlu bertobat, dan berkata, “Tuhan ampunilah aku. Ini bukan Kristus. Dalam diriku sendiri aku mungkin baik, tetapi aku tidak hidup oleh Kristus. Tuhan, aku baik secara alamiah, namun aku tidak memberi kesempatan bagi-Mu untuk hidup dari diriku.” Kita semua sangat menyesal bila kita melakukan perkara-perkara yang jelek, tetapi kita mungkin tidak menyadari bahwa kita pun perlu, bahkan perlu lebih banyak bertobat ketika kita berbuat kebaikan di luar Kristus.
KARYA ALLAH
Dalam Efesus 2:10 Paulus berkata, “Karena kita ini buatan (karya) Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Janganlah kita mengira kita bisa bekerja bagi Allah atau melakukan pekerjaan Allah. Kita adalah karya Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak mengharap kita bekerja bagi-Nya. Sebaliknya, Ia mencari kesempatan untuk bekerja di atas diri kita. Kalau kita renungkan situasi kita, kita akan memahami berapa banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan di atas diri kita. Allah tidak memerlukan kita bekerja bagi-Nya. Sebaliknya, Ia akan bekerja di atas diri kita sampai kita menjadi karya-Nya. Kita, gereja, adalah karya agung Allah, yang mengekspresikan hikmat Allah yang tidak terbatas dan desain ilahi Allah. Alasan atau dasar kita menjadi karya agung Allah adalah Kristus tergarap ke dalam diri kita. Kita dapat bermegah kepada ciptaan Allah bahwa di dalam kita ada Kristus. Semakin Kristus tergarap ke dalam kita, kita akan semakin menjadi bagian dari hasil karya Allah, karya agung Allah.
PERBEDAAN ANTARA KEBAIKAN ALAMIAH DENGAN KRISTUS
Pada tahun 1934, di Shanghai saya bertemu dengan seorang saudara. Sebelum kami bertemu, saya sudah mendengar hal-hal yang baik tentang dia. Pada waktu itu, saya tidak dapat membedakan Kristus dengan perilaku yang baik. Pada akhirnya, melalui bantuan Saudara Watchman Nee, saya memahami bahwa walaupun saudara ini baik, tetapi tidak banyak Kristus yang diperhidupkan dari dirinya. Kita semua harus mengenal perbedaan antara kebaikan alamiah dengan Kristus. Mungkin seseorang baik dalam aspek-aspek tertentu, tetapi kebaikan-kebaikannya mungkin tidak ada hubungan dengan Kristus. Kita tidak seharusnya damba menjadi seorang saudara atau saudari yang baik, melainkan harus damba menjadi saudara “Kristus” atau saudari “Kristus”. Jika kita ingin menjadi karya agung Allah, Kristus haruslah tergarap ke dalam kita. Ini tidak saja harus menjadi satu wahyu, tetapi juga suatu revolusi yang terjadi di batin kita. Oh, semoga kita semua melihat dengan jelas bahwa Allah tidak menghendaki kita menjadi orang Kristen yang “baik”, tetapi menjadi orang Kristen yang “Kristus”, yaitu orang-orang yang memiliki Kristus tergarap ke dalamnya dan diperhidupkan darinya.
KEKAYAAN KRISTUS YANG TIDAK TERDUGA
Dalam Efesus 3:8 Paulus mengatakan ia memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai Injil. Apa yang Paulus beritakan bukan doktrin, karunia-karunia, pengetahuan, atau kekuatan. Ia memberitakan kekayaan Kristus. Ini berarti Paulus menyuplaikan kekayaan-kekayaan ini kepada orang lain. Kekayaan Kristus yang tidak terduga mencakup seluruh aspek dari apa adanya Kristus terhadap kita. Kekayaan Kristus perlu berangsur-angsur tergarap ke dalam kita. Sebagai contoh, kita bukan seorang yang harus menjadi sabar, baik hati, lembut, atau pengasih. Sebaliknya, Kristus harus tergarap ke dalam kita menjadi kesabaran, kebaikan hati, kelembutan, dan kasih kita. Ini berarti kita harus mengambil bagian dalam kekayaan Kristus dan dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu kekayaan ini tergarap ke dalam kita secara khusus. Dalam pengalaman kita sehari-hari, kita harus dapat memperinci kekayaan Kristus. Kristus harus menjadi kesabaran, kasih, dan segala sesuatu kita.
KRISTUS BERUMAH DALAM HATI KITA
Kristus harus tergarap ke dalam hati kita sedemikian rupa sehingga Ia berumah dalam hati kita (Ef. 3:17). Saya sangat prihatin, bagi kebanyakan di antara kita, masalah Kristus berumah di hati kita ini masih merupakan suatu doktrin belaka. Apakah Kristus benar-benar telah berumah di hati Anda? Siapakah yang sekarang berumah di hati Anda, Anda atau Kristus? Jika Anda jujur, Anda akan berkata bahwa sebagian besar hati Anda adalah rumah Anda, bukan rumah Kristus. Andalah yang tinggal di situ, bukan Kristus. Setelah mendengar sebuah berita tentang Kristus berumah di dalam kita, kita mungkin menyerukan bahwa hati kita adalah rumah Kristus. Tetapi mungkin tidak ada kenyataan (realitas) untuk menunjang apa yang kita serukan itu. Agar Kristus dapat berumah dalam hati kita, kita perlu menerima-Nya sebagai persona dan hayat kita. Dalam keadaan demikianlah baru kita dapat bersaksi bahwa persona yang hidup dalam hati kita bukan diri kita lagi, melainkan Kristus.
Persoalan yang penting dan menentukan bukan apakah kita rendah hati atau sombong, lemah atau perkasa, berkarunia atau tidak berkarunia. Persoalannya terletak pada siapa yang hidup dalam hati kita. Siapa persona yang tinggal dalam hati Anda? Anda boleh jadi memiliki karunia yang luar biasa, tetapi hati Anda mungkin belum menjadi rumah Kristus. Sebaliknya, selama Anda tetap sebagai persona yang hidup dalam hati Anda, hati Anda tetap sebagai rumah Anda sendiri.
Kekristenan hari ini merupakan agama perilaku, doktrin, pekerjaan, kekuatan, karunia-karunia, dan pengetahuan. Tetapi, di dalamnya sedikit pun tidak ada realitas Kristus. Kebanyakan orang Kristen terselubung oleh konsepsi-konsepsi yang alamiah dan agamis. Itulah sebabnya kita perlu visi surgawi untuk mengetahui apakah yang terkandung dalam hati Allah, dan untuk melihat apakah yang Ia rencanakan dalam kekekalan.
Allah ingin memiliki sekelompok orang yang hanya memperhatikan Kristus. Ia menghendaki sekelompok orang yang tidak diduduki oleh pengetahuan, pekerjaan, perilaku, atau kekuatan, melainkan yang hanya memperhatikan Kristus dengan cara yang sangat riil. Pengalaman atas kekayaan Kristus dan realitas Kristus yang berumah dalam hati kita tidak seharusnya hanya suatu doktrin, melainkan harus menjadi realitas pengalaman kristiani kita sehari-hari.
Di waktu-waktu lampau, sering ada suami dan istri datang kepada saya dengan membawa masalah. Biasanya si suami menuduh istri, dan kemudian si istri menuduh suami. Mereka lalu berkata, “Karena Anda seorang hamba Tuhan dan mempunyai pengertian rohani, Anda dapat membedakan siapa yang benar dan memberi keputusan yang adil.” Tetapi dalam prakteknya, saya tidak menghakimi mereka menurut benar dan salah, sebaliknya, saya bertanya kepada mereka, apakah Kristus berumah dalam hati mereka atau tidak. Saya kemudian bertanya lagi, apakah Kristus hidup dalam mereka pada saat mereka saling tuduh. Sering kali mereka tidak dapat berkata lebih lanjut, dan akhirnya ada yang menyebarkan bahwa setiap masalah semacam ini sebaiknya jangan diajukan kepada saya.
Adakalanya ada orang datang kepada saya dengan maksud memperdebatkan doktrin. Tetapi saya tidak menjawab mereka secara doktrinal, saya bertanya kepada mereka, sudah sampai ke tingkat manakah Kristus berumah dalam hati mereka. Apakah faedahnya benar dalam doktrin jika Kristus tidak hidup di dalam kita? Orang-orang Farisi jelas sekali benar dalam doktrin, namun Tuhan Yesus tetap mencela mereka, karena mereka tidak memiliki realitas.
Hati kita harus menjadi rumah Kristus secara riil. Dia harus dapat hidup di dalam kita dan bersemayam di dalam kita. Dia, bukan diri kita sendiri, yang harus menduduki hati kita. Inilah yang kita perlukan hari ini.
Di luar ini, tidak peduli betapa besarnya seorang suami mengasihi istrinya, atau seorang istri mematuhi suaminya, tidak ada gunanya. Dalam Kitab Efesus masalah Kristus berumah dalam hati kita lebih strategis daripada kasih kepada istri atau patuh kepada suami. Namun, saya yakin sepenuhnya bila seorang saudara membiarkan Kristus berumah dalam hatinya, ia pasti akan mengasihi istrinya dengan wajar, dan bila seorang istri membiarkan Kristus berhuni dalam hatinya, ia pun pasti dapat mematuhi suaminya.
Apa yang kita perlukan, yang melebihi segala hal, ialah Kristus berumah dalam hati kita. Pemulihan Tuhan bukan masalah doktrin, penafsiran Alkitab, atau perilaku. Tidak hanya demikian, pemulihan Tuhan bukan masalah pengetahuan, karunia-karunia, kekuatan, atau pekerjaan. Berlawanan dengan semua itu, pemulihan Tuhan sepenuhnya merupakan masalah Kristus tergarap ke dalam kita dan berumah dalam hati kita.
MENCAPAI KEDEWASAAN PENUH
Dalam Efesus 4:13 Paulus mengatakan bahwa kita semua harus mencapai “kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan (perawakan) yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Kita tidak saja perlu menjadi orang yang sempurna dan lengkap, tetapi juga perlu menjadi orang yang dewasa sepenuhnya, yang memiliki tingkat pertumbuhan (perawakan) yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kepenuhan Kristus ialah Tubuh Kristus (Ef. 1:23), yang mempunyai perawakan serta ukurannya.
Dalam Efesus 4:15 Paulus berkata lebih lanjut bahwa kita harus berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, agar kita dapat dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kristus. Bertumbuh ke dalam Kristus dalam segala hal berarti Kristus bertambah ke dalam kita atas segala hal, sampai kita mencapai kedewasaan penuh.
BAGIAN DARI KRISTUS
Dalam Efesus 5:30 Paulus berkata bahwa kita adalah anggota Tubuh Kristus. Ini menunjukkan bahwa kita adalah anggota Kristus, bagian dari Kristus. Menurut susunan alamiah kita, kita tidak dapat menjadi anggota Tubuh Kristus. Kristus sendiri adalah unsur, faktor, yang membuat kita menjadi bagian diri-Nya. Maka, untuk menjadi bagian dari Kristus sebagai anggota Tubuh-Nya, kita harus memiliki Kristus yang tergarap ke dalam diri kita.
Dalam Efesus 5:32 Paulus berkata bahwa rahasia besar ini ialah Kristus dan gereja. Dalam pemulihan Tuhan kita harus mencurahkan segenap perhatian kita ke atas masalah Kristus yang tergarap ke dalam kita, menjadikan kita gereja yang tepat, untuk mengekspresikan Kristus. Inilah ekonomi Allah.