← Daftar isi Efesus (3) · bab 2/23

EKONOMI ALLAH — KRISTUS DAN GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Ef. 1:5, 9-11, 22-23; 3:2-4, 9-11; Yoh. 15:1, 5

Ekonomi Allah adalah Kristus dan gereja. Ketika kita membahas ekonomi Allah yang diwahyukan dalam Kitab Efesus, kita perlu berdoa agar Tuhan memberi kita surga yang terbuka dengan langit yang cerah. Kalau kita ingin mengetahui ekonomi Allah, kita tidak saja harus memiliki pengetahuan atas Kitab Efesus, tetapi juga harus menjamah realitas yang terdapat dalam kitab ini. Kita tidak untuk pengetahuan melulu, kita untuk realitas. Realitas dalam Kitab Efesus ialah ekonomi Allah tentang Kristus dan gereja.

BEBERAPA ISTILAH PENTING

Ekonomi

Membicarakan tentang kehendak Allah, kata “ekonomi” tidak begitu dikenal oleh kebanyakan orang Kristen. Kata ekonomi dalam bahasa Yunaninya ialah oikonomia, dalam Kitab Efesus dipakai tiga kali. Dalam Efesus 1:10 Paulus mengatakan tentang persiapan (atau ekonomi) kegenapan waktu untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus di bawah satu Kepala. Dalam Efesus 3:2 ia mengatakan tentang penyelenggaraan anugerah Allah (penyelenggaraan dalam bahasa Yunaninya ialah oikonomia, Inggrisnya: economy). Istilah ini berarti administrasi rumah tangga, kepengurusan, pengaturan, pembagian atau penyaluran; khususnya dalam arti aspek ini ekonomi mengacu kepada penyaluran. Jadi ekonomi Allah adalah untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya. Di luar diri-Nya sendiri, Allah tidak memiliki sesuatu untuk disalurkan ke dalam umat pilihan-Nya. Karena itu, ekonomi Allah ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Hal ini sepenuhnya berkaitan dengan Kristus dan gereja.

Kehendak

Selain istilah ekonomi, masih ada lagi sejumlah istilah penting yang dipakai Paulus dalam Kitab Efesus. Dalam pasal 1 Paulus mengatakan kehendak Allah tiga kali: sesuai dengan kerelaan (perkenan) kehendak-Nya (ayat 5), rahasia kehendak-Nya (ayat 9), dan menurut keputusan kehendak-Nya (ayat 11). Allah mempunyai satu ekonomi karena Ia mempunyai satu kehendak. Allah telah merancang satu kehendak dalam kekekalan, dan kehendak ini tersembunyi di dalam-Nya, jadi merupakan satu rahasia. Dalam hikmat dan kehebatan-Nya, Allah telah membuat rahasia yang tersembunyi ini menjadi nyata kepada kita melalui wahyu-Nya di dalam Kristus, yakni melalui inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus ke surga.

Perkenan (Kerelaan)

Istilah penting lainnya ialah “perkenan” (1:5, 9, Tl.). Allah memiliki satu kehendak yang di dalamnya ada perkenan-Nya (kerelaan-Nya). Perkenan ini ditujukan kepada keinginan hati Allah. Kitab Efesus berbicara dari titik pandang perkenan hati Allah. Menurut Efesus 1:9-10, perkenan Allah ialah apa yang telah Ia rencanakan dalam diri-Nya sendiri bagi suatu ekonomi. Menurut istilah manusia, perkenan Allah ialah sesuatu yang menyukakan Dia. Ada sesuatu di dalam hati Allah yang menyukakan atau menggembirakan Dia. Inilah artinya perkenan Allah. Janganlah mengira bahwa istilah “perkenan” ini tidak berarti. Sebaliknya, ini adalah satu istilah yang sangat penting dalam Kitab Efesus.

Rencana

Dalam Kitab Efesus kata rencana dipakai tiga kali, dua kali sebagai kata benda, sekali sebagai kata kerja. Dalam Efesus 1:11 Paulus berkata bahwa kita telah dipilih sesuai dengan rencana (maksud) Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Dalam Efesus 3:11 Paulus mengatakan tentang rencana (maksud) abadi. Rencana abadi ialah rencana kekal yang Allah buat dalam kekekalan yang lampau. Dalam Efesus 1:9 kata rencana dipakai sebagai kata kerja — “Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.” Allah mempunyai satu rencana yang Ia buat dalam kekekalan. Allah memiliki satu rencana karena Ia memiliki satu kehendak, satu perkenan, dan satu ekonomi. Menurut ekonomi-Nya, Ia membuat satu rencana, satu maksud.

Keputusan

Dalam Efesus 1:11 Paulus menggunakan kata “keputusan”, dikatakannya bahwa Allah mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Ketika Allah menciptakan manusia, suatu rapat telah diadakan dalam ke-Allahan. Karena itu, Kejadian 1:26 mengatakan, “Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” Allah mengambil keputusan dengan diri-Nya sendiri. Keputusan ini berkaitan dengan kehendak-Nya.

Rahasia

Masih ada kata yang penting dan menentukan lainnya dalam Kitab Efesus, yaitu rahasia. Seperti telah kita lihat, Efesus 1:9 mengatakan tentang rahasia kehendak Allah. Dalam Efesus 3:3 Paulus berkata, “Yaitu bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu.” Rencana Allah yang tersembunyi adalah satu rahasia, dan pengungkapan rahasia ini ialah wahyu. Dalam Efesus 3:4 Paulus melanjutkan mengatakan tentang “rahasia Kristus”. Rahasia Allah dalam Kolose 2:2 ialah Kristus, sedangkan rahasia Kristus di sini ialah gereja. Allah adalah satu rahasia, dan Kristus, sebagai jelmaan Allah untuk mengekspresikan Dia, adalah rahasia Allah. Kristus juga suatu rahasia, dan gereja, sebagai Tubuh Kristus untuk mengekspresikan Dia, adalah rahasia Kristus.

Dalam Efesus 3:9 Paulus mengatakan tentang mem-buat semua orang melihat “rencana (ekonomi) rahasia”. Rahasia Allah ialah rencana-Nya yang tersembunyi. Rencana-Nya ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya. Jadi, ada satu ekonomi rahasia Allah, dan rahasia ini tersembunyi di dalam Allah berabad-abad lamanya, dari kekekalan yang lampau dan melalui semua abad yang lampau, tetapi sekarang telah dinyatakan kepada kaum beriman Perjanjian Baru. Kehendak Allah ialah menghendaki semua orang mengenal ekonomi rahasia Allah.

Efesus 5:32 dan 6:19 juga memakai istilah rahasia. Dalam Efesus 5:32 Paulus berkata, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” Kristus dan gereja itu satu roh (1Kor. 6:17), seperti dilambangkan oleh suami dan istri yang menjadi satu daging, adalah satu rahasia besar. Dalam Efesus 6:19 Paulus berkata tentang keberanian memberitakan “rahasia Injil”. Rahasia ini ialah Kristus dan gereja bagi penggenapan rencana kekal Allah.

SATU RAHASIA

Kita perlu mengingat istilah-istilah yang penting dan menentukan ini: kehendak, perkenan, rencana, keputusan, ekonomi, dan rahasia. Di satu pihak, istilah-istilah ini dalam dan sulit dimengerti, perlu bertahun-tahun baru dapat memahaminya. Di pihak lain, ada satu rahasia yang sederhana untuk memahami maknanya. Rahasia ini ialah Kristus dan gereja. Kehendak Allah ialah ingin memiliki Kristus dan gereja. Demikian pula, perkenan Allah dan rencana Allah adalah ingin memiliki Kristus dan gereja. Kita telah menunjukkan bahwa Kristus dan gereja adalah ekonomi Allah. Lagi pula, Allah memutuskan dalam diri-Nya sendiri untuk memiliki Kristus dengan gereja. Rahasia Allah juga berkaitan dengan Kristus dan gereja. Karena itu, Kristus dan gereja adalah rahasia untuk mengerti ungkapan-ungkapan penting ini. Apakah kehendak Allah? Kristus dengan gereja. Apakah perkenan Allah? Kristus dan gereja adalah perkenan-Nya, hasrat hati-Nya. Lagi pula, kehendak Allah dalam kekekalan dan untuk kekekalan adalah Kristus dan gereja. Demikian pula tujuan, ekonomi, dan rahasia Allah semuanya berhubungan dengan Kristus dan gereja.

BAGAIMANA ALLAH MENGGENAPKAN EKONOMI-NYA

Karena ekonomi Allah adalah Kristus dan gereja, maka kita harus melihat bagaimana Dia melaksanakan ekonomi-Nya dan menggenapkannya. Kiranya Tuhan meniup semua awan dan memberikan kita langit yang cerah mengenai hal ini! Mengenai penggenapan ekonomi Allah, langit di atas semua orang beriman dalam seluruh gereja lokal perlu bening seperti kristal.

Pemilihan

Langkah pertama dalam pelaksanaan ekonomi Allah adalah pemilihan Allah. Efesus 1:4 mengatakan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Dalam kekekalan yang lampau, sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita. Pemilihan-Nya adalah seleksi-Nya. Dari antara manusia yang tidak terhitung banyaknya, Ia menyeleksi kita. Hal ini Dia lakukan di dalam Kristus. Kristus adalah ruang lingkup di mana kita dipilih oleh Allah. Di luar Kristus, kita bukanlah pilihan Allah. Hal ini berlangsung dalam kekekalan yang lampau. Allah memilih kita sesuai dengan pandangan-Nya yang tanpa batas sebelum Dia menciptakan kita.

Pernahkah Anda terkesan dengan kenyataan ini bahwa Allah memilih Anda dalam Kristus sebelum dunia dijadikan? Ketika saya berpikir tentang Allah memilih saya dalam kekekalan yang lampau, saya dipenuhi dengan sembah dan puji kepada-Nya. Saya tidak perlu dipilih manusia, karena saya telah dipilih oleh Allah Tritunggal.

Orang Kristen sering berkata kepada Tuhan, “O, Tuhan, bukan kami yang mengasihi Engkau lebih dulu. Engkaulah yang terlebih dulu mengasihi kami.” Namun, mengenai pilihan Allah, kita perlu berkata, “Tuhan, bukan kami yang memilih Engkau — Engkaulah yang memilih kami.” Kita semua perlu bersyukur kepada Tuhan untuk pilihan kekal-Nya, pilihan yang dibuat sejak kekekalan yang lampau untuk kekekalan yang akan datang. Kita telah dipilih bukan untuk menduduki sebuah jabatan unggul di dunia, tetapi untuk berada dalam gereja. Pilihan Allah adalah untuk gereja.

Penentuan

Langkah kedua yang Allah lakukan dalam melaksanakan ekonomi-Nya ialah penentuan. Efesus 1:5 mengatakan, “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Dalam bahasa Yunani kata penentuan juga dapat diterjemahkan “ditandai sebelumnya”. Menandai sebelumnya merupakan proses, sedangkan penentuan merupakan tujuan untuk menentukan nasib sebelumnya. Allah pertama-tama memilih kita dan kemudian menandai kita, yaitu sebelum dunia dijadikan, untuk menentukan nasib. Nasib ini adalah keputraan. Kita ditentukan menjadi anak-anak Allah bahkan sebelum kita diciptakan. Karena itu, sebagai makhluk ciptaan Allah kita perlu dilahirkan kembali oleh-Nya supaya kita dapat berbagian dalam hayat-Nya untuk menjadi anak-anak-Nya. Keputraan tidak hanya menyiratkan hayat, tetapi juga kedudukan putra. Orang-orang yang Allah tandai memiliki hayat agar menjadi anak-anak-Nya dan kedudukan untuk mewarisi Allah sendiri.

Kita semua perlu nampak bahwa kita telah ditandai oleh Allah untuk menggenapkan ekonomi-Nya. Karena Allah telah membubuhkan tanda-Nya pada kita, maka kita tidak dapat melarikan diri dari Dia. Kita telah diberi tanda oleh Allah sebelum kita dilahirkan, bahkan sebelum dunia dijadikan. Karena kita telah ditandai sebelumnya, maka kita tidak ada pilihan kecuali menyerahkan diri kita kepada Tuhan untuk pemulihan-Nya, bahkan melupakan diri untuk hidup gereja (church life).

Umat manusia lainnya tidak dapat melihat tanda Allah di atas diri kita, namun semua makhluk dalam du-nia rohani dapat melihatnya. Para malaikat, setan, dan Iblis tahu bahwa kita telah diberi tanda oleh Allah.

Tanda ini bukan sekadar yang di luar, tetapi sesuatu yang batiniah. Karena tanda yang batiniah inilah, maka kita merasa tidak damai jika tidak mempersembahkan diri bagi hidup gereja. Kita adalah satu umat yang dipilih dan diberi tanda. Hal ini telah dirampungkan Allah dalam kekekalan yang lampau.

Penebusan

Dalam Efesus 1:7 Paulus membicarakan tentang penebusan melalui darah Kristus. Kita telah dipilih dan ditentukan. Tetapi setelah penciptaan, kita jatuh, karena itu kita perlu penebusan yang telah Allah rampungkan bagi kita dalam Kristus melalui darah-Nya. Penebusan adalah langkah ketiga yang Allah ambil untuk melaksanakan ekonomi-Nya.

Penebusan tidak saja untuk keselamatan perorangan, tetapi juga untuk gereja. Dalam kenyataannya, Allah tidak menebus kita secara perorangan, melainkan secara korporat. Ini berarti Ia menebus gereja pilihan-Nya. Karena itu, pemilihan, penentuan, dan penebusan, semuanya untuk gereja.

Keselamatan

Langkah keempat, yang erat kaitannya dengan penebusan, adalah keselamatan. Ketika Paulus membicarakan soal keselamatan dalam Efesus 2:5 dan 8, ia membicarakan suatu keselamatan yang korporat. Kita tidak diselamatkan sebagai pribadi, melainkan sebagai wujud korporat. Coba renungkan lambang dari umat Israel dalam Perjanjian Lama. Mereka tidak diselamatkan dari kekejaman orang Mesir satu demi satu. Sebaliknya seluruh bangsa Israel diselamatkan sekaligus pada waktu yang sama. Ya, memang setiap orang Israel memiliki satu pengalaman pribadi dari keselamatan itu, namun mereka telah diselamatkan secara korporat dan sekaligus pada waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan Allah tidak untuk perorangan, melainkan untuk gereja.

Pengudusan

Dalam pasal 5 Paulus membahas pengudusan, sebuah langkah lain dalam pelaksanaan ekonomi Allah mengenai Kristus dan gereja. Walaupun kita telah ditebus, kita tetap dalam proses pengudusan. Proses ini mencakup suatu pengubahan baik pada kedudukan maupun sifat (watak) kita. Ketika perubahan ini terjadi, kita akan ditransformasi.

Pertumbuhan

Langkah lainnya dalam pelaksanaan ekonomi Allah adalah pertumbuhan. Kita perlu bertumbuh ke arah Kristus, Sang Kepala dalam segala perkara, hingga kita mencapai kedewasaan penuh (Ef. 4:15, 13). Saya dapat bersaksi bahwa banyak orang yang telah bersama-sama kita beberapa tahun, mereka benar-benar telah bertumbuh dalam Tuhan. Saya memuji-Nya karena kaum saleh sedang bertumbuh. Pertumbuhan ini adalah untuk penggenapan ekonomi Allah.

Pembangunan

Seiring dengan pertumbuhan, kita memiliki pembangunan. Dalam Efesus 2:2 Paulus berkata bahwa kita dibangun bersama menjadi satu tempat kediaman Allah di dalam roh. Dalam Efesus 4:12 ia mengatakan tentang pembangunan Tubuh Kristus, dan dalam Efesus 4:16 ia menunjukkan bahwa menurut kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, maka Tubuh itu bertumbuh dan membangun dirinya sendiri dalam kasih.

Kita telah dipilih, ditentukan, ditebus, dan diselamatkan. Sekarang kita sedang dikuduskan, dan berangsur-angsur bertumbuh dalam Kristus. Ketika kita bertumbuh, kita pun dibangun menjadi Tubuh Kristus. Itulah langkah-langkah yang Allah ambil untuk melaksanakan ekonomi-Nya.

POKOK ANGGUR DAN RANTING-RANTINGNYA

Ekonomi Allah tidak saja diwahyukan dalam Kitab Efesus, juga dalam Yohanes 15. Pasal ini merupakan pasal yang unik dalam kitab-kitab Injil yang mewahyukan ekonomi Allah. Yohanes 15:1 mengatakan, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya,” dan dalam ayat 5 Tuhan berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.” Pokok anggur yang benar ini adalah Putra, dengan ranting-rantingnya yang adalah kaum beriman dalam Putra, merupakan organisme Allah Tritunggal dalam ekonomi Allah untuk bertumbuh dengan kekayaan-Nya dan mengekspresikan hayat ilahi-Nya. Bapa sebagai pengusaha adalah sumber, pemula, perencana, penanam, hayat, zat, tanah, air, udara, sinar matahari, dan segala sesuatu bagi pohon anggur itu. Putra sebagai pohon anggur adalah inti ekonomi Allah dan jelmaan dari segala kekayaan Bapa. Melalui menanam atau mengusahakan Putra, Bapa menggarapkan diri-Nya sendiri dengan segala kekayaan-Nya ke dalam pohon anggur. Pada akhirnya, pohon anggur ini mengekspresikan Bapa melalui ranting-rantingnya secara korporat. Inilah ekonomi Bapa dalam alam semesta.

Ekonomi Allah ialah pohon anggur dengan ranting-rantingnya, yaitu Kristus dan gereja. Kehendak Allah ialah memperhatikan pokok anggur dan ranting-rantingnya, hingga kita bertumbuh dan menjadi matang. Mengenai ekonomi Allah, semoga Ia memberkati kita dan memberi kita satu visi yang jelas.