KETUJUH ASPEK GEREJA
Pembacaan Alkitab:
Ef. 1:23; 2:15-16, 19, 21-22; 4:4, 12-13, 16, 24; 5:5, 25, 31-32; 6:11, 13
Sepanjang sejarah, Iblis telah merusak gereja dengan agama, pengetahuan, dan organisasi. Sasaran Iblis ialah memecah belah Tubuh Kristus melalui pengetahuan dan doktrin, dan merusak fungsi-fungsi anggota Tubuh melalui organisasi, teristimewa organisasi yang berasal dari sistem hierarki. Sistem ini telah menggantikan fungsi anggota Tubuh. Jika Iblis tidak dapat menjauhkan orang dari Tuhan, ia akan mencari akal untuk merusak Tubuh Kristus. Keinginan Allah bukan hanya menyelamatkan jutaan manusia dan mengirim mereka ke surga. Keinginan Allah dalam rencana kekal-Nya ialah memiliki Tubuh untuk mengekspresikan Kristus. Ia damba memiliki sejumlah orang beriman yang sejati, yang terbangun bersama dalam hayat Kristus.
PEMBANGUNAN GEREJA PADA HARI INI
Karena tipu muslihat Iblis, maka banyak orang mengira bahwa pembangunan yang sedemikian hanya dapat terlaksana di kemudian hari. Menurut konsepsi itu, yang dapat kita lakukan pada hari ini hanyalah memberitakan Injil, membawa orang kepada Tuhan, membantu mereka mengenal Alkitab, mengasihi Tuhan, dan menuntut kerohanian. Ada beberapa pengajar Kristen mengatakan bahwa menurut lambang dalam Perjanjian Lama, kita sekarang hidup pada zaman Daud, yaitu masa berperang dan mempersiapkan sesuatu untuk membangun bait. Setelah itu, pada zaman Salomo, barulah bait itu dapat terbangun. Akan tetapi, pengajaran semacam itu tidak sesuai dengan Kitab Efesus. Dalam Efesus 2:22 Paulus mengatakan, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Ayat ini tidak mengatakan kita akan dibangun pada suatu hari di masa yang akan datang, melainkan mengatakan dengan jelas bahwa kita sedang dibangun pada hari ini. Karena itu, pembangunan gereja adalah perkara yang terjadi pada hari ini.
Dalam Efesus 4:11-12 kita nampak Tuhan telah memberikan para rasul, nabi, pemberita Injil, dan gembala dan pengajar untuk menyempurnakan kaum saleh bagi pembangunan Tubuh Kristus. Ini juga menunjukkan bahwa pembangunan gereja sedang berlangsung pada hari ini.
Efesus 4:16 lebih lanjut membuktikan hal ini. Di sini kita nampak bahwa pertumbuhan adalah untuk pembangunan Tubuh Kristus. Pekerjaan sesuai dengan kadar tiap-tiap anggota itu menyebabkan pertumbuhan Tubuh bagi pembangunan dirinya sendiri di dalam kasih. Perkataan Paulus jelas menunjukkan bahwa pertumbuhan yang mencapai pembangunan adalah perkara yang terjadi pada hari ini.
Ada sementara guru Kristen menghindar dari pembicaraan tentang pembangunan Tubuh pada masa kini, sebab mereka tahu bahwa mereka berada dalam situasi yang di dalamnya tidak mungkin ada hidup gereja (church life), mereka berada dalam perpecahan. Mereka hanya dapat berjabat tangan di atas pagar denominasi dan berkata satu sama lain bahwa mereka telah bersatu di dalam Kristus. Namun, itulah kesatuan yang semu, yang pura-pura. Karena itu, mereka memaafkan situasi mereka dengan mengatakan gereja mustahil terbangun pada hari ini. Mereka mengikuti ajaran yang mengatakan bahwa pembangunan gereja hanya akan terjadi pada masa yang akan datang. Inilah tipu muslihat Iblis.
JANJI TUHAN
UNTUK MEMBANGUN GEREJA-NYA
Tidak peduli berapa banyaknya jiwa yang dapat kita bawa kepada Tuhan, berapa banyaknya orang saleh yang dapat kita bina, dan berapa banyaknya kita membantu orang lain untuk mempelajari Alkitab dan menjadi ro-hani, kehendak Allah belum dapat digenapkan dengan semua itu. Saya percaya penyebab utama dari tertundanya kedatangan Tuhan adalah gereja yang belum terbangun. Dalam Matius 16:18 Tuhan Yesus berjanji dan bernubuat, “Aku akan membangun gereja-Ku.” (Tl). Perkataan ini harus tergenap sebelum Tuhan datang lagi. Kalau tidak, Ia akan merasa malu dalam hal pembangungan gereja. Iblis akan menyombongkan dirinya bahwa ia telah mengalahkan Tuhan. Iblis akan berkata kepada Tuhan Yesus, “Hampir selama dua ribu tahun Engkau mencoba membangun gereja, tetapi Engkau tidak pernah berhasil. Pekerjaan-Mu di atas salib, dalam kebangkitan, kenaikan, dan sebagai Roh pemberi-hayat, belum cukup untuk mengalahkan aku. Engkau belum mencapai sasaran-Mu.” Tuhan Yesus tidak akan membiarkan Iblis menyombongkan dirinya sedemikian. Tuhan akan mempermalukan Iblis melalui pembangunan gereja, sekalipun dalam zaman yang gelap ini. Lalu Tuhan akan berkata kepada Iblis dengan bangga, “Iblis, sekalipun zaman yang jahat dan gelap, Aku tetap dapat membangun gereja-Ku.”
Tuhan sedang melakukan usaha pemulihan yang ajaib. Ia akan memperlihatkan kepada musuh-Nya bahwa Ia mampu membangun gereja-Nya. Tidak peduli bagaimana situasi yang terjadi di bumi ini, kita berkeyakinan bahwa Tuhan sedang melaksanakan pekerjaan pemu-lihan-Nya.
BERDIRI MELAWAN KEMEROSOTAN
Kekristenan hari ini penuh dengan agama, doktrin, organisasi, bentuk, liturgi, dan peraturan. Orang-orang telah dibantu beroleh selamat, menjadi beribadah, menuntut kerohanian, dan ingin lebih dekat berjalan bersama Tuhan, tetapi di manakah Tubuh? Nampaknya banyak sekali orang Kristen yang tidak nampak bahwa gerejalah yang dititikberatkan dalam Kitab Efesus. Musuh, Iblis, dengan liciknya memperalat berbagai perkara yang baik, misalkan doktrin fundamental, untuk merusak gereja. Sebab itu kita wajib berdiri melawan kemerosotan kekristenan hari ini. Dalam hal ini, kita bukan melawan manusia, melainkan melawan Iblis, si licik itu.
Karena Tuhan berdaulat, Ia tidak akan terkalahkan. Bahkan pada hari ini Ia pun sedang menggenapkan rencana-Nya. Dalam pemulihan Tuhan kita bukan untuk agama, pengetahuan, organisasi, upacara, bentuk, atau peraturan, kita hanya untuk Kristus yang almuhit sebagai Roh pemberi-hayat dalam roh kita. Tatkala kita menikmati roh yang berbaur secara korporat, kita akan memiliki hidup gereja.
Kitab Efesus mewahyukan berbagai aspek gereja. Dalam berita ini kita akan membahas tujuh aspek, yaitu: Tubuh, manusia baru, mempelai perempuan, keluarga, kerajaan, tempat kediaman Allah, dan pejuang.
TUBUH
Berdasarkan Efesus 1:22-23, gereja adalah Tubuh Kristus, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala sesuatu. Dalam satu Tubuh inilah orang-orang Yahudi dan kafir diperdamaikan kepada Allah melalui salib (Ef. 2:16). Kita, kaum beriman, tidak saja diperdamaikan untuk Tubuh Kristus, tetapi juga di dalam Tubuh Kristus. Kita semua telah diperdamaikan dalam satu Tubuh. Seperti telah kita lihat, orang-orang yang berkarunia itu adalah untuk pembangunan Tubuh, dan Tubuh bertumbuh kepada pembangunan dirinya sendiri di dalam kasih.
MANUSIA BARU
Dalam Efesus 2:15 kita nampak betapa Kristus menciptakan orang Yahudi dan kafir menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya sendiri. Manusia baru ini bersifat korporat dan universal. Walau orang-orang yang beriman banyak, tetapi dalam alam semesta ini hanya ada satu manusia baru. Semua orang beriman merupakan komponen dari manusia baru yang korporat dan universal ini. Menurut Efesus 4:13, kita bertumbuh hingga mencapai kedewasaan penuh, dan dalam Efesus 4:24 kita nampak bahwa dalam pelaksanaannya, kita harus mengenakan manusia baru ini.
MEMPELAI PEREMPUAN
Dalam Efesus 5 kita nampak gereja sebagai mempelai perempuan Kristus. Aspek ini mewahyukan bahwa gereja berasal dari Kristus, seperti Hawa berasal dari Adam (Kej. 2:21-22). Gereja memiliki hayat dan sifat yang sama dengan Kristus dan menjadi satu dengan-Nya sebagai pasangan-Nya, seperti Hawa menjadi satu daging dengan Adam (Kej. 2:24). Akhirnya, seperti Hawa kembali kepada Adam dan dipersembahkan kepadanya, maka gereja pun kembali kepada Kristus, dipersembahkan kepada-Nya sebagai mempelai perempuan-Nya.
KELUARGA
Dalam Efesus 2:19 Paulus berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” Sebagai anggota keluarga Allah, kita adalah kerabat atau keluarga Allah, juga rumah Allah. Baik kaum beriman Yahudi maupun kafir semua adalah anggota keluarga Allah. Keluarga Allah berhubungan dengan masalah hayat dan kenikmatan. Seluruh kaum beriman dilahirkan dari Allah ke dalam keluarga-Nya untuk menikmati kekayaan-Nya.
KERAJAAN
Keluarga Allah menjurus kepada Kerajaan Allah. Ini ditunjukkan melalui istilah “kawan sewarga dari orang-orang kudus”. Segenap kaum beriman adalah warga Kerajaan Allah. Kerajaan-Nya adalah satu lingkungan bagi-Nya untuk melaksanakan wewenang-Nya. Dalam Efesus 5:5 Paulus berkata bahwa “Tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” Ini tidak saja ditujukan kepada Kerajaan Seribu Tahun kelak, tetapi juga kepada hidup gereja hari ini. Kaum beriman telah dilahirkan kembali ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:5), dan ke dalam hidup gereja, hidup dalam Kerajaan Allah hari ini (Rm. 14:17).
TEMPAT KEDIAMAN
Dalam Efesus 2:22 kita nampak bahwa gereja adalah tempat kediaman Allah. Roh Allah tinggal dalam roh kita. Jadi, tempat kediaman Allah berada dalam roh kita.
PEJUANG
Terakhir, dalam pasal 6 kita nampak bahwa gereja adalah satu pejuang untuk mengalahkan Iblis, musuh Allah. Untuk melakukan peperangan rohani, kita perlu kuasa Tuhan dan seluruh perlengkapan senjata Allah. Gereja adalah satu pejuang yang korporat, dan kaum beriman merupakan bagian dari pejuang yang unik ini. Kita harus melakukan peperangan rohani di dalam Tubuh, bukan secara individual.
Dengan kelicikannya, Iblis membiarkan orang-orang Kristen melakukan perkara-perkara yang Alkitabiah dan rohani, asal mereka tidak memiliki Tubuh atau manusia baru. Bahkan kebanyakan orang Kristen tidak tahu-menahu bahwa gereja adalah manusia baru, satu manusia korporat. Mereka mungkin berbicara sedikit tentang gereja sebagai mempelai perempuan Kristus atau sebagai keluarga Allah, namun tanpa konsepsi bahwa gereja adalah Kerajaan Allah atau tempat kediaman Allah pada masa kini.
MENGAPA KITA ADA DI SINI
Dapatkah Anda menemukan ketujuh aspek gereja ini dalam kekristenan? Dalam masalah gereja, kekristenan telah meleset dari sasarannya. Dalam pemulihan Tuhan, kita bukan untuk memperoleh jiwa, bukan untuk pemahaman Alkitab, atau untuk kerohanian, melainkan untuk ekspresi Tubuh di bumi. Kita pun ada di sini untuk menjadi manusia baru dan mempelai perempuan.
Pada masa kini, Kristus sedang mempersiapkan kita untuk menjadi mempelai perempuan-Nya. Pada suatu hari, pernikahan itu akan tiba. Itu akan merupakan kegenapan dari Wahyu 19. Ketika kita sedang dipersiapkan bagi hari itu, kita adalah gereja dalam aspek keluarga, kerajaan, tempat kediaman, dan pejuang. Puji Tuhan, kita adalah keluarga-Nya! Ketika kita datang ke dalam hidup gereja, kita merasa bahwa kita telah pulang ke rumah. Selain itu, gereja ialah Kerajaan Allah, sebab kita berada di bawah wewenang Allah. Lagi pula, sebagai pejuang Allah kita sedang berperang melawan musuh-Nya. Sekarang kita ada di sini bagi Tubuh, manusia baru, mempelai perempuan, keluarga, kerajaan, dan pejuang.
MENGEKSPRESIKAN KRISTUS SEBAGAI HAYAT
Sebagai Tubuh, gereja memerlukan hayat. Tanpa hayat, tubuh jasmani kita akan menjadi jenazah, demikian juga Tubuh Kristus.
Ada beberapa penentang mendebat, mengatakan bahwa Tubuh ini hanya suatu lambang, suatu gambaran, bukan satu realitas ilahi. Keliru sama sekali, jika me-ngatakan Tubuh Kristus hanya sekadar lambang atau gambar. Tubuh kita adalah lambang dan gambar, tetapi Tubuh Kristus itu satu realitas, karena tubuh kita melambangkan Tubuh Kristus. Mengatakan Tubuh Kristus itu hanya suatu lambang, menunjukkan kekurangan akan pengertian yang tepat terhadap gereja. Mereka yang berpegang pada pendapat ini tidak melihat bahwa gereja sesungguhnya adalah Tubuh Kristus. Kristus tentu riil. Bagaimana Dia yang seriil ini dapat diekspresikan melalui Tubuh simbolis? Itu sungguh menggelikan! Untuk mengekspresikan Kristus, harus ada satu Tubuh yang riil dan hidup.
Kita tidak dapat mengekspresikan Kristus melalui mengoreksi atau memperbaiki diri sendiri. Melalui usaha yang demikian kita hanya dapat mengekspresikan karakter kita sendiri. Bila ingin mengekspresikan Kristus, perlu hayat Kristus. Kita perlu Kristus sebagai Roh yang hidup, untuk memperhidupkan diri-Nya sendiri dari batin kita. Ini bukan koreksi atau perbaikan lahiriah, melainkan pengalaman atas Kristus sebagai hayat batiniah kita. Kristus adalah Roh pemberi-hayat yang hidup di batin kita dan diperhidupkan dari batin kita. Inilah yang menjadikan kita Tubuh-Nya untuk ekspresi-Nya. Apa yang kita ekspresikan sebagai Tubuh Kristus itu bukanlah karakter kita, melainkan Kristus sendiri sebagai hayat.
MENERIMA KRISTUS SEBAGAI PERSONA KITA
Sebagai manusia baru, gereja tidak saja perlu hayat, juga perlu Kristus sebagai persona. Sebatang pohon hanya mempunyai hayat, tidak mempunyai persona, tetapi seorang manusia harus memiliki hayat dan persona. Gereja tidak saja memiliki Kristus sebagai hayat, juga memiliki Kristus sebagai persona. Karena itu, Tuhan Yesus hari ini tidak saja sebagai hayat gereja, juga sebagai persona gereja. Untuk memiliki hidup gereja, kita semua harus menerima Kristus sebagai persona kita. Tetapi, bila kita masing-masing mempertahankan persona kita sendiri, kita akan tersingkir dari hidup gereja.
Kolose 3:10-11 mewahyukan bahwa dalam manusia baru ini “Tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Bar-bar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Ini menunjukkan bahwa dalam manusia baru hanya ada satu persona, yakni Kristus. Tidak ada tempat untuk orang China, orang Jepang, orang Amerika, orang Inggris, orang Jerman, atau bangsa lainnya. Hal ini tidak boleh hanya menjadi satu doktrin saja, tetapi harus menjadi pengalaman riil kita dalam roh. Sebagai salah satu bagian dari manusia baru, kita semua memiliki Kristus sebagai persona kita. Kita harus berdoa, “Tuhan, jadikan ini riil bagi kami. Kami tidak puas hanya dengan pengetahuan atau doktrin bahwa gereja adalah manusia baru, dengan Kristus sebagai personanya. Kami ingin ini menjadi pengalaman dalam kehidupan sehari-hari kami. O Tuhan, bantulah kami untuk menerima Engkau sebagai persona kami.” Jika kita berbuat demikian, gereja akan benar-benar menjadi satu, dan musuh akan ditaklukkan. Siapa saja yang datang ke sidang gereja akan nampak sejumlah orang yang menerima Kristus sebagai persona mereka. Alangkah indahnya hal ini!
PERKARA KASIH
Hawa melambangkan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus. Hawa dibangun dengan sebuah rusuk yang diambil dari diri Adam. Setelah membangun rusuk ini menjadi seorang perempuan, Allah lalu memberikannya lagi kepada Adam. Apa yang berasal dari Adam kembali lagi kepada Adam dan menjadi satu dengan Adam. Seprinsip dengan itu, gereja berasal dari Kristus, akan kembali lagi kepada Kristus, dan menjadi satu dengan-Nya.
Aspek gereja sebagai mempelai perempuan Kristus ini menyiratkan kasih. Pernikahan merupakan masalah kasih, dan kehidupan pernikahan tergantung pada kasih. Jika seorang suami dan istri tidak dapat saling mengasihi, sulit bagi mereka untuk tinggal bersama. Tidak perlu diragukan, Adam dengan Hawa saling mengasihi. Karena kasih inilah, maka mereka menjadi satu. Hari ini, antara Kristus dan gereja terdapat kasih yang timbal balik. Kita tidak saja memiliki Dia sebagai hayat dan persona kita, tetapi juga menikmati kasih yang timbal balik ini. Kristus damba menunjukkan kasih-Nya kepada gereja, dan gereja menanggapi dengan mengatakan kepada Tuhan betapa ia mengasihi-Nya. Apa saja yang kita lakukan untuk Tuhan, kita lakukan dengan senang hati dan kerelaan yang timbul dari kasih kita kepada-Nya. Bila Anda mengasihi seseorang, Anda pasti senang melayani dia. Pelayanan Anda bukan karena kebutuhan, melainkan karena kasih. Sebagai gereja, kita wajib menunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan, dan karena kasih kita kepada-Nya, kita melayani Dia dengan senang hati. Inilah aspek gereja sebagai mempelai perempuan Kristus.
KELUARGA KITA YANG SEJATI
Jika kita memiliki kasih yang sejati kepada Tuhan, kita akan dengan spontan menjadi gereja dalam aspek keluarga Allah. Hari ini begitu banyak orang dunia menjadi yatim piatu, atau pengembara. Mereka semua tunawisma. Kita, dalam hidup gereja (church life) adalah anggota keluarga Allah. Karena itu, kita berada di rumah. Gereja adalah keluarga kita yang sejati. Kita mengapresiasi kehidupan keluarga alamiah ciptaan Allah ini, tetapi kita dapat bersaksi bahwa kehidupan keluarga ini tidak semanis keluarga Allah! Jika Anda meninggalkan hidup gereja sejangka waktu, Anda akan memahami betapa mustikanya gereja dalam aspek keluarga Allah. Oh, dalam gereja kita adalah keluarga Allah!
DI BAWAH PENGATURAN ALLAH
Seperti telah kita tunjukkan, kita juga sebagai Kerajaan Allah. Di dalam gereja, kita semua berada di bawah pemerintahan, wewenang, dan pengaturan Allah. Kita bukan orang yang tidak berhukum. Sebaliknya, kita dengan spontan diperintah secara menyenangkan dan dengan kasih. Walaupun dalam gereja ada para penatua, mereka tidak mengekang kaum saleh. Sebaliknya semua orang saleh dengan senang hati tunduk kepada pengaturan Allah. Inilah gereja sebagai Kerajaan Allah. Jika semua rakyat di negara ini hidup secara demikian, musuh akan ditaklukkan sepenuhnya.
Dalam gereja, kita berada di bawah pemerintahan ilahi. Karena ada pengaturan dalam batin kita, maka kita tidak dapat menipu orang lain atau mengambil keuntungan dari mereka. Pengaturan yang di batin ini adalah realitas kerajaan. Hari ini, Yesus Kristus dalam gereja adalah Raja. Ia adalah Raja di atas takhta yang di batin dan di antara kita.
TEMPAT KEDIAMAN ALLAH
DI DALAM ROH KITA
Selain itu, gereja adalah tempat kediaman Allah dalam roh. Bila kita tidak berada dalam roh kita, kita akan kehilangan gereja sebagai tempat kediaman Allah secara praktis. Namun, kapan saja kita beralih ke roh kita, kita akan merasa bahwa Allah memiliki satu tempat kediaman dalam roh kita. Tempat kediaman ini adalah untuk perhentian Allah.
MENGALAHKAN MUSUH DAN MEMPERSIAPKAN JALAN BAGI KEMBALINYA TUHAN
Gereja bukan hanya sebagai Tubuh, manusia baru, mempelai perempuan, keluarga, kerajaan, dan tempat kediaman; gereja juga pejuang untuk berperang melawan musuh Allah. Musuh Allah, Iblis, takut sekali kepada gereja yang demikian. Iblis tidak takut kepada orang Kristen yang individualistis, sekalipun mereka berjumlah ribuan. Akan tetapi, apabila kaum beriman berkumpul bersama sebagai gereja dalam aspek Tubuh dan aspek-aspek lainnya, Iblis akan gentar. Melalui gereja yang beraspek tujuh ini, Kristus diekspresikan, Bapa beroleh perhentian, dan musuh ditaklukkan. Semoga kita semua nampak visi ini, yakni gereja bukan hanya perkara kesucian atau kerohanian individual. Sebaliknya, gereja ialah perkara dibangun bersama sebagai Tubuh, manusia baru, mempelai perempuan, keluarga, kerajaan, tempat kediaman, dan pejuang. Sebagai gereja yang demikian, kita mengalahkan musuh dan mempersiapkan jalan bagi kembalinya Tuhan Yesus.