KEHIDUPAN KORPORAT MANUSIA BARU
Pembacaan Alkitab: Ef. 4:17-32
Kita telah nampak bahwa dalam pasal 2 kita memiliki penciptaan manusia baru dan dalam pasal 4, pertumbuhan manusia baru. Untuk pertumbuhan manusia baru ini, kita harus mengalami Kristus yang disalibkan, dibangkitkan, naik, dan turun. Hal ini berarti Kristus yang almuhit itu harus tergarap ke dalam kita menjadi segala sesuatu kita. Setelah itu manusia baru yang sempurna secara organik itu baru akan menjadi sempurna secara fungsional.
BERTUMBUH DAN BERFUNGSI
MELALUI MENGALAMI KRISTUS
Manusia baru terutama tidak diperlengkapi (disempurnakan) melalui pengajaran. Pengajaran sebenarnya malah bisa menjadi hambatan bagi pertumbuhan hayat kita. Sebelum manusia baru dapat diciptakan, semua ketentuan harus dibatalkan. Sekarang untuk pertumbuhan manusia baru, kita harus berhati-hati terhadap doktrin. Ketentuan-ketentuan merupakan penghalang bagi pembentukan manusia baru, dan doktrin-doktrin merupakan penggagal bagi pertumbuhan manusia baru. Saya harap semua orang yang menjadi pimpinan dalam gereja-gereja lokal dapat nampak bahwa kita tidak seharusnya meng-andalkan doktrin untuk menghasilkan pertumbuhan kaum saleh. Pertumbuhan hanya berasal dari pengalaman atas Kristus. Tingkatan dapatnya kita menyuplaikan Kristus setara dengan pengalaman kita atas Kristus. Semakin kita mengalami Dia, kita akan semakin dapat menyuplaikan Dia kepada orang lain. Ketika kita menyuplaikan Kristus, orang lain akan beroleh rawatan.
Kristus yang telah tersalib, bangkit, dan yang telah naik ke langit tingkat ketiga kini sedang bekerja di batin kita untuk menyusun kita menjadi anggota-anggota Tubuh yang berfungsi. Ia melakukan pekerjaan ini melalui berumah di hati kita dan melalui menjenuhi kita dengan diri-Nya sendiri. Ketika Dia menjenuhi kita, kita dikuduskan, dimurnikan, dirawat, diasuh, dan diubah. Hasilnya, kita menjadi sempurna secara fungsional. Dengan cara ini Tubuh bertumbuh dan membangun dirinya sendiri. Tubuh tidak langsung dibangun oleh Kepala atau karunia-karunia yang dikatakan dalam Efesus 4:11; melainkan dibangun langsung oleh anggota-anggota yang telah diperlengkapi oleh orang-orang yang berkarunia itu.
Mengenai masalah yang penting ini, saya berdoa agar kita semua memiliki langit yang cerah. Saya dapat bersaksi bahwa langit di atas saya jelas sekali terhadap pertumbuhan manusia baru. Dalam hari-hari ini semoga Tuhan membuat semua pencari-Nya yang setia menjadi jelas terhadap satu manusia baru ini. Betapa bahagianya kita yang hidup pada waktu Tuhan memulihkan perkaraperkara ini! Efesus 4 bagi kita tidak pernah sejelas hari-hari ini.
Semua orang yang ingin bermigrasi bagi perluasan hidup gereja harus nampak bahwa migrasi bukan sekadar pergerakan. Migrasi adalah pergerakan dari manusia baru, yaitu pergerakan dari Kristus yang almuhit di dalam Tubuh-Nya. Ini adalah pergerakan Kristus, Salomo surgawi, dalam tandu-Nya. Jika Tuhan bergerak di antara kita sedemikian rupa, kita tidak seharusnya berfungsi secara individual. Sebaliknya, kita harus berfungsi dalam Tubuh dalam prinsip koordinasi. Untuk berfungsi demikian, kita perlu mengalami Kristus dan bertumbuh di dalam-Nya. Kapasitas pertumbuhan kita akan menjadi ruang lingkup, lingkungan fungsi kita. Jika kita gagal berfungsi, dalam Tubuh akan terjadi satu jurang pemisah. Tetapi kalau kita berfungsi secara berlebihan, kita akan menjadi kanker di dalam Tubuh. Sebagai Kepala Tubuh, Kristus tahu jelas situasi Tubuh. Semoga menurut belas kasihan-Nya, Tubuh Kristus dapat terpelihara, tidak ada kekurangan, juga tidak ada kanker yang dise-babkan oleh fungsi yang berlebihan.
Kita memuji Tuhan karena Dia telah membukakan firman-Nya kepada kita. Kita bersyukur kepada-Nya karena Dia memperlihatkan kepada kita pentingnya Kristus tergarap ke dalam kita. Semakin kita dijenuhi oleh Kristus, kita akan menjadi semakin berada dalam bagian realitas dari Tubuh dengan suatu kadar fungsi yang khusus. Jika demikian, di mana saja kita berada, kita akan berfungsi dengan wajar, dan Tubuh Kristus akan bertumbuh. Hal ini akan membuat Iblis, musuh Allah, gemetar, juga bisa mempercepat kembalinya Tuhan Yesus.
MENGENAKAN KEHIDUPAN KOMUNITAS MANUSIA BARU
Karena Kitab Efesus merupakan kitab mengenai gereja, maka kita harus melihat setiap hal yang ada di dalamnya dari sudut pandang gereja pula. Jika tidak demikian, kita akan dengan keliru menanggapi banyak hal dalam kitab ini. Ketika kita membaca Efesus 4:17-32, kita harus menerapkan ayat-ayat ini secara korporat, bukan secara individual. Ayat-ayat ini tidak ditulis berkaitan dengan kehidupan individual, melainkan berkaitan dengan kehidupan korporat dari satu manusia baru. Manusia baru harus menjadi kehidupan kita sehari-hari. Dalam ayat 24 Paulus mengatakan masalah mengenakan manusia baru. Mengenakan manusia baru berarti memiliki hidup gereja, yaitu kehidupan baru dari umat manusia baru yang diciptakan oleh Kristus di dalam diri-Nya sendiri. Gereja adalah satu keinsanian yang baru. Secara korporat kita perlu mengenakan keinsanian yang lain. Sangat penting bagi kita untuk memiliki pandangan ini ketika kita merenungkan separuh pasal dari Efesus 4.
Menanggalkan manusia lama tidak sekadar menanggalkan sifat lama, melainkan menanggalkan cara hidup yang lama. Cara hidup kita yang lama tidak sepenuhnya suatu cara hidup yang individualistis, sebab ia mencakup kehidupan sosial kita, kehidupan komunitas kita. Tidak ada umat manusia yang dapat menjadi individualistis sama sekali. Sifat manusia memang sosial sejak lahir. Manusia hidup dalam masyarakat dan memiliki sejenis kehidupan komunitas.
Dalam gereja kita memiliki kehidupan komunitas yang paling baik. Jika tidak ada sidang-sidang gereja, kita akan merasa tanpa tujuan, dan eksistensi kita akan tidak berarti. Kita menikmati perihal berhimpun bersama dalam sidang. Fakta bahwa kaum saleh sering tidak tergesa-gesa pulang setelah sidang selesai menunjukkan bahwa dalam gereja kita memiliki suatu kehidupan komunitas yang sejati. Jika kita ingin menjadi manusia baru, kita harus menanggalkan kehidupan komunitas manusia lama dan mengenakan kehidupan komunitas manusia baru.
Mengunjungi Chinatown merupakan bagian dari kehidupan sosial orang China di Amerika. Itulah bagian kehidupan manusia lama yang harus kita tanggalkan jika kita ingin mempraktekkan hidup gereja sebagai manusia baru. Banyak orang yang pergi ke Chinatown merasa sulit berdoa setelah mereka pulang ke rumah. Itu disebabkan ketika mereka berada di Chinatown, mereka bertindak menurut pikiran yang sia-sia, bukan diperbarui dalam roh pikiran.
Bagi saudari-saudari, menanggalkan manusia lama secara riil ialah harus menanggalkan cara lama mereka dalam hal berbelanja. Saya percaya kebanyakan saudari merasa sulit berdoa ketika mereka berada di pusat perbelanjaan, sebab cara mereka berbelanja adalah menurut kehidupan manusia lama. Nampaknya manusia lama yang telah dikubur dalam baptisan telah hidup kembali di da-lam pusat perbelanjaan. Kita harus menahan manusia lama dalam kubur secara riil.
Adakalanya dalam hidup gereja di Amerika, orang-orang yang berasal dari warga negara tertentu berkerumun bersama dan bercakap-cakap dengan bahasa ibu mereka sebagai pengganti bahasa Inggris. Praktek ini menunjukkan tidak mudahnya orang menanggalkan manusia lama. Dengan sendirinya kita lebih menyukai kehidupan komunitas lama kita. Penyebab begitu lemahnya kekristenan hari ini yaitu karena kekristenan telah diresapi manusia lama dengan kehidupan komunitasnya. Dalam denominasi-denominasi sangat sulit terlihat adanya satu manusia baru. Dalam hidup gereja dalam pemulihan Tuhan, kita harus tidak lagi hidup menurut perilaku manusia lama yang usang. Kita perlu diperbarui di dalam roh pikiran kita dan mengenakan manusia baru.
Maksud Tuhan hari ini tidak hanya menghimpun kita bersama, tetapi juga menyuruh kita menanggalkan kehidupan manusia lama. Kita harus menanggalkan bukan hanya sifat lama kita, tetapi juga cara hidup yang lampau. Cara hidup kita harus mutlak baru dalam sifat, corak, dan praktek. Hidup gereja adalah kehidupan sehari-hari dari manusia baru dalam sifat dan corak yang baru. Semoga kita menengadah kepada Tuhan dan berdoa, “Tuhan, selamatkanlah pikiranku dari kesia-siaan dan penuhilah dengan realitas Roh. Biarlah pikiranku diduduki, dikuasai, dan dijenuhi oleh realitas Yesus.” Jika kita berdoa demikian, saudara dan saudari China akan merasa enggan untuk pergi ke Chinatown, dan saudari-saudari akan merasa sulit untuk berbelanja dengan cara yang lama. Demikian, kita tidak saja memiliki penciptaan manusia baru, tetapi juga memiliki pertumbuhan, penu-naian fungsi, dan kehidupan sehari-hari yang wajar dari manusia baru. Hal ini sangat penting bagi ekonomi Allah. Jika Tuhan dapat memperoleh hal ini di antara kita, Dia akan meraih kemenangan yang besar. Memiliki kemenangan-kemenangan secara perorangan dalam perkara-perkara seperti temperamen kita tidak dapat dibandingkan dengan kemenangan yang korporat dari mengenakan kehidupan manusia baru secara riil. Hidup gereja adalah kehidupan manusia baru yang korporat berikut sifat dan corak yang baru. Setiap hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia baru, semuanya baru.
Dalam Efesus 4:24 Paulus berkata bahwa manusia baru ini adalah menurut Allah. Hal ini berarti manusia baru adalah menurut Allah sendiri, berikut hayat dan sifat Allah. Karena manusia baru menurut Allah, pasti ia memiliki satu hayat yang ilahi. Hayat yang demikian tidak akan bersifat individualistis, melainkan bersifat korporat. Saya percaya bahwa tidak lama lagi kehidupan manusia baru ini akan terwujud dalam pemulihan Tuhan. Di berbagai lokal, Tuhan akan beroleh umat yang kehidupan sehari-harinya merupakan kehidupan korporat manusia baru. Inilah hidup gereja yang sesuai dengan rencana Allah.
Kita tidak dapat memiliki hidup gereja hanya melalui berkumpul bersama dalam sidang, bernyanyi, melakukan doa-baca, memuji Tuhan, dan memberi kesaksian. Hidup gereja adalah perilaku sehari-hari dari manusia yang korporat, yaitu perilaku yang mutlak baru baik sifat maupun coraknya. Jika kita berperilaku menurut roh pikiran kita, kita akan menjadi orang yang menempuh kehidupan yang korporat ini. Kita akan memiliki kehidupan komunitas yang wajar yang di dalamnya semuanya serba baru. Semoga Tuhan mempercepat harinya di mana dalam hal ini langit kita cerah dan kita sepenuhnya berada dalam terang.
PIKIRAN YANG SIA-SIA
Dalam ayat 17 Paulus menyuruh kita “jangan hidup lagi seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.” Orang yang hidup demikian adalah yang “pengertiannya gelap, jauh dari hayat Allah karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kekerasan hati mereka” (ayat 18. Tl.). Ada kemungkinan seorang yang telah beroleh selamat, seorang yang telah memiliki hayat Allah, masih hidup dalam pikiran yang sia-sia. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin berbelanja dalam pikiran yang sia-sia dan mereka jauh atau terpisah dari hayat Allah. Mungkin yang lainnya pergi ke Chinatown dan terpisah pula dari hayat Allah. Ketika mereka duduk di restoran menikmati masakan China, mereka akan merasa terpisah dengan hayat Allah, sebab mereka hidup sesuai dengan cara hidup yang lama. Karena isolasi yang terdapat di batin mereka, mereka tidak dapat merasakan aliran listrik surgawi. Setiap kali kita beralih kepada cara kehidupan yang lama, batin kita spontan akan merasa gelap dan terpisah dari hayat Allah. Jika kita terus-menerus hidup menurut cara hidup yang dulu, akhirnya kita akan menjadi kehilangan perasaan dan kebal. Perasaan kita bahkan mungkin akan berhenti (tumpul), karena kita tidak memperhatikan hati nurani kita.
Hidup gereja memang suatu kehidupan komunitas. Tetapi ini adalah satu kehidupan komunitas yang sama sekali berbeda dengan yang dimiliki manusia lama. Kehidupan komunitas manusia baru ini adalah yang serba baru atas setiap hal.
Coba pikirkan, berapa banyak istilah yang dipakai Paulus untuk melukiskan kehidupan manusia yang telah jatuh dalam ayat 17 hingga 19. Ia mengatakan sia-sia, gelap, jauh dari, bodoh, dan keras. Setiap kali kita hidup menurut kehidupan komunitas kita yang lama, kita tidak dapat merasakan penyinaran atau terang apa pun dalam batin. Kita mungkin beralasan bahwa kita boleh melakukan perkara tertentu, namun kita tahu bahwa perkara itu membuat kita terpisah dari hayat Allah dan akibatnya kita berada dalam kegelapan.
KRISTUS YANG HIDUP
Hidup gereja bukan satu masalah benar atau salah, melainkan masalah Kristus yang hidup. Anda mungkin berdebat bahwa tidak ada salahnya Anda pergi berbelanja di suatu pusat perbelanjaan. Anda mungkin bersikeras bahwa hal itu tidak bersifat dosa. Mungkin kenyataannya memang hal itu tidak ada salahnya, tetapi hal itu menyebabkan Anda gelap dan terpisah dari hayat Allah. Anda mungkin benar dalam setiap hal, tetapi Anda tidak dapat mengalami Kristus sebagai hayat dan persona Anda. Inilah sebabnya setelah Anda pergi berbelanja, Anda mungkin tidak dapat berdoa untuk sejangka waktu. Hidup gereja lebih tinggi daripada standar benar atau salah, karena hidup gereja adalah kehidupan yang sesuai dengan Kristus. Jika Kristus hidup di dalam kita, Dia tidak akan mengizinkan kita melakukan perkara-perkara tertentu. Misalnya, Dia tidak akan berkenan bila kita pergi berbelanja menurut cara hidup kita yang lama. Cara hidup yang lama tidak sesuai dengan kehidupan Kristus.
KEBENARAN DALAM YESUS
Dalam Efesus 4:20 Paulus membicarakan tentang belajar pada Kristus dan dalam ayat 21 dikatakan kita telah “menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus”. Dalam sebuah catatan tentang Efesus 4:21, J.N. Darby menunjukkan bahwa dalam bahasa Yunani ada satu kata sandang tegas di depan kata Yesus. Ia berkata lebih lanjut bahwa hal ini menunjukkan bahwa “Yesus dinyatakan secara lebih personal”. Kebenaran yang nyata dalam Yesus merupakan situasi yang riil dari kehidupan Yesus seperti yang tercatat dalam keempat kitab Injil, suatu kehidupan yang penuh dengan kebenaran, realitas. Yesus menempuh hidup, melakukan segala sesuatu di dalam Allah, dengan Allah, dan bagi Allah. Allah ada di dalam kehidupan-Nya, dan Dia satu dengan Allah. Itulah kebenaran yang nyata (realitas) dalam Yesus. Yesus hidup dengan cara yang selalu sesuai dengan kebenaran dan kekudusan Allah.
Dalam ayat 24 Paulus berkata bahwa manusia baru diciptakan menurut Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Kesungguhan ini tidak diragukan ialah kesungguhan yang nyata dalam Yesus itu. Standar kehidupan kita tidak seharusnya menurut hukum Taurat atau masyarakat, melainkan menurut kebenaran yang nyata di dalam Yesus, yaitu realitas yang diperhidupkan oleh Yesus ketika Dia ada di bumi. Jadi, kehidupan Yesus seharusnya menjadi kehidupan kita dalam gereja. Dengan kata lain, kehidupan manusia baru seharusnya persis serupa dengan kehidupan Yesus. Cara Yesus hidup di bumi itulah cara hidup yang seharusnya dinyatakan oleh manusia baru pada hari ini.
Jika kita ingin hidup dengan cara demikian, kita tidak boleh beralasan menurut benar atau salah. Sebaliknya kita harus memandang berbagai aspek dari kehidupan sehari-hari kita sesuai dengan kebenaran yang nyata dalam Yesus. Sebagai contoh, jika kita akan pergi berbelanja, kita harus bertanya apakah Tuhan Yesus juga mau pergi berbelanja. Kehidupan manusia baru seharusnya berasal dari realitas Yesus. Jika kita semua hidup dengan cara yang surgawi, ilahi, benar, kudus, dan mulia, kita akan memiliki kehidupan komunitas yang indah dalam gereja. Inilah kehidupan korporat dari manusia baru.
JANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS
Menjelang akhir pasal 4 Paulus berkata, “Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penebusan” (ayat 30. Tl.). Saya khawatir, dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu, banyak di antara kita yang mendukakan Roh Kudus yang berhuni di batin. Kita mendukakan Dia karena kita tidak hidup menurut cara hidup yang baru, melainkan kita hidup menurut pikiran yang sia-sia. Karena kita tidak tinggal dalam roh pikiran, kita mendukakan Roh Kudus. Ini merupakan petunjuk lebih lanjut bahwa manusia baru tidak hanya perlu penciptaan dan pertumbuhan untuk dapat berfungsi, tetapi juga kehidupan sehari-hari yang riil berikut cara hidup yang baru. Inilah hidup gereja.