← Daftar isi Efesus (3) · bab 18/23

PENYEMPURNAAN MANUSIA BARU

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:7-16

Dalam Efesus 2:15 Paulus membicarakan penciptaan manusia baru: “Sebab dengan kematian-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Lalu dalam Efesus 4:13 ia membicarakan perihal mencapai kedewasaan penuh, dan dalam Efesus 4:24 membicarakan perihal mengenakan manusia baru. Yang mencapai kedewasaan penuh dalam ayat 13 ialah manusia baru dalam ayat 24. Jadi, dalam Kitab Efesus, manusia baru dibicarakan tiga kali.

Beberapa terjemahan telah membuat kekeliruan yang serius dalam menerjemahkan Efesus 4:24. Misalkan oleh Revised Standard Version diterjemahkan “mengenakan sifat baru”. Betapa canggungnya terjemahan yang demikian! Istilah ini dalam bahasa Yunani ialah anthropos, kata yang sama dipakai dalam Efesus 2:15, diterjemahkan sebagai “manusia”. The New American Standard Version juga membuat kesalahan yang serius dengan menerjemahkan kata tersebut “Mengenakan diri baru”. Sangat sedikit sekali penulis Kristen yang mengenal bahwa manusia baru dalam Efesus 4:24 ialah gereja. Dalam Expository Dictionary of New Testament Words, W. E. Vine menunjukkan bahwa manusia baru dalam Efesus 4:24 adalah gereja, Tubuh Kristus. Ia dengan jelas menghubungkan Efesus 4:24 dengan Efesus 2:15. Tidak heran kalau satu manusia baru dalam Efesus 4:24 adalah manusia baru dalam Efesus 2:15, sebab istilah yang sama itu dipakai dalam masing-masing kasus.

Dalam Efesus 2:15 kita memiliki penciptaan manusia baru. Kita dapat menganggap penciptaan ini sebagai kelahiran manusia baru. Seperti seorang anak disempurnakan melalui pertumbuhan, begitu pula manusia baru yang diciptakan dalam Kristus ini juga disempurnakan melalui pertumbuhan. Itulah sebabnya Paulus menunjukkan manusia baru dalam pasal 4 seperti halnya dalam pasal 2.

SEMPURNA SECARA

ORGANIK DAN FUNGSIONAL

Kita dapat membedakan antara sesuatu yang disempurnakan atau diperlengkapi secara organik dan sesuatu yang sempurna secara fungsional. Pada waktu lahir, seorang bayi sudah sempurna secara organik, yaitu bayi itu telah memiliki organ-organ yang dibutuhkan. Akan tetapi, seorang anak belum sempurna secara fungsional saat lahir. Secara organik, seorang ibu tidak dapat membantu anaknya, sebab ia tidak dapat menambah organ apa pun kepada anaknya. Tetapi ia dapat membantunya secara fungsional melalui merawatnya agar ia bertumbuh dengan normal. Walau hanya Allah Pencipta yang dapat menghasilkan satu organisme yang sempurna secara organik, tetapi sebagai orang tua, kita harus membantu anak-anak kita untuk menjadi sempurna secara fungsional. Kita memenuhi kewajiban ini melalui merawat dan mengasuh mereka. Untuk berkembang secara wajar dan berfungsi secara normal, setiap anak perlu dirawat dan diasuh. Prinsip ini juga berlaku bagi gereja sebagai manusia baru. Dalam Efesus 2:15 kita nampak penciptaan manusia baru secara organik, tetapi dalam Efesus 4:13-16 kita nampak penyempurnaan manusia baru yang berkaitan dengan fungsinya.

Dalam aspek ini, Efesus 4:16 adalah satu ayat yang luar biasa pentingnya. Di sini Paulus berkata, “Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Pertumbuhan kita dalam hayat adalah bertumbuh ke dalam Sang Kepala, Kristus. Tetapi fungsi kita dalam Tubuh Kristus adalah berasal dari Dia. Frase “tiap-tiap anggota” ditujukan kepada setiap anggota Tubuh. Setiap anggota Tubuh Kristus mempunyai kadar atau ukurannya sendiri yang bekerja untuk pertumbuhan Tubuh. Tubuh menumbuhkan dirinya sendiri melalui pelayanan (suplai) semua bagiannya dan pekerjaan tiap-tiap anggota. Pertumbuhan Tubuh merupakan pertambahan Kristus di dalam gereja, yang menghasilkan pembangunan Tubuh itu sendiri.

Tidak ada ayat seperti Efesus 4:16 dalam pasal 2. Dalam pasal 2 kita nampak kelahiran manusia baru, tetapi tanpa fungsi manusia baru. Pada waktu lahir, manusia baru sudah sempurna secara organik, tetapi ia belum dapat berfungsi. Sama dengan seorang anak perlu diperlengkapi melalui perawatan dan pengasuhan, demikian pula manusia baru yang sempurna secara organik perlu diperlengkapi melalui pertumbuhan hayat, agar ia berfungsi dengan wajar.

Kehidupan jasmani kita mencerminkan hal ini. Hanya Allah yang dapat menciptakan seorang manusia yang sempurna secara organik. Namun, setelah seorang anak dilahirkan, Allah tidak datang untuk merawatnya atau mengasuhnya. Hal ini menjadi tanggung jawab setiap orang tua, khususnya para ibu. Semakin anak itu dirawat dan bertumbuh, ia akan semakin berfungsi dengan normal.

Berdasarkan prinsip yang sama, manusia baru yang diciptakan oleh Kristus harus diperlengkapi agar dapat berfungsi. Melalui pertumbuhan yang dikatakan dalam pasal 4, manusia baru mulai berfungsi. Melalui pekerjaan seturut ukuran tiap-tiap bagian, Tubuh bertumbuh kepada pembangunan dirinya di dalam kasih. Penciptaan manusia baru adalah tanggung jawab Tuhan sendiri. Kita tidak ada bagian apa pun dalam hal ini. Namun kita harus memenuhi kewajiban kita untuk memperlengkapi manusia baru melalui perawatan dan pengasuhan. Ketika manusia baru diperlengkapi sedemikian rupa, niscayalah ia bertumbuh dan menjadi sempurna secara fungsional.

PERTUMBUHAN MELALUI PERAWATAN

Kita telah menunjukkan bahwa manusia baru dapat menjadi sempurna berkaitan dengan fungsinya hanya melalui menerima perawatan yang wajar. Tetapi hal ini bukanlah satu masalah yang dangkal. Sebaliknya, dalam seluruh Kitab Efesus, ini adalah suatu konsepsi yang sangat dalam. Dalam kekristenan hari ini pelayan-pelayan, pendeta-pendeta, dan pengkhotbah-pengkhotbah terutama mengajar orang, dan dengan cara demikian memba-ngun suatu agama, bukan Tubuh Kristus. Banyak orang di antara kita yang dulunya sebagai pelayan-pelayan atau misionaris dapat bersaksi tentang hal ini. Karena mereka dalam kekristenan mengandalkan doktrin, maka mereka terutama membangun sesuatu yang lain menggantikan Tubuh. Tubuh tidak dapat menjadi sempurna secara fungsional melalui ajaran doktrin. Sebenarnya dalam Efesus 4, pasal yang membicarakan hal memperlengkapi manusia baru melalui pertumbuhan hayat, doktrin telah sangat direndahkan, tidak bernilai. Paulus mengatakan, bila kita tidak lagi menjadi anak-anak, kita tidak akan terombang-ambing lagi oleh berbagai angin doktrin. Jadi apa yang dibutuhkan pembangunan Tubuh dan penyempurnaan manusia baru secara fungsional ialah pertumbuhan hayat. Hal ini hanya berasal dari perawatan.

KARUNIA-KARUNIA UNTUK

MEMPERLENGKAPI KAUM SALEH

Dalam Efesus 4:8 dikatakan bahwa Kristus yang telah naik ke surga memberikan karunia-karunia kepada manusia. Karunia-karunia di sini bukan mengacu kepada kemampuan dalam hal pelayanan, melainkan mengacu kepada orang-orang berkarunia yang disebutkan dalam ayat 11: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, dan gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Setelah menaklukkan dan menyelamatkan mereka dari Iblis dan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus di dalam kenaikan-Nya, membuat orang-orang dosa yang telah beroleh selamat menjadi karunia-karunia sedemikian ini dengan hayat kebangkitan-Nya, dan memberikan mereka kepada Tubuh-Nya untuk pembangunan-Nya. Karena itu, keempat macam orang berkarunia yang ditunjukkan dalam ayat 11 adalah mereka yang telah dibekali karunia-karunia khusus. Orang-orang berkarunia ini diberikan “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus” (ayat 12). Semakin kaum saleh diperlengkapi, mereka akan semakin bertumbuh. Melalui pertumbuhan, fungsi mereka akan lebih maju, dan mereka akan berfungsi sesuai dengan pekerjaan yang obyektif menurut kapasitas mereka.

KRISTUS YANG NAIK KE SURGA

MENGHASILKAN KARUNIA-KARUNIA

Mari kita bahas lebih rinci bagaimana Kristus memberikan karunia-karunia kepada Tubuh-Nya. Bagaimana kaum beriman tersusun menjadi karunia-karunia dan dipersembahkan kepada Tubuh? Peristiwa Rasul Paulus merupakan satu contoh yang paling baik. Paulus tidak diperlengkapi melalui memasuki seminari teologi. Seperti kita semua ketahui, ketika ia sebagai Saulus dari Tarsus, ia adalah seorang agamawan yang ekstrem. Sebagai orang yang dilahirkan dalam agama Yahudi dan dibesarkan di dalamnya, ia menentang Kristus dan menganiaya gereja. Ia mendapat wewenang dari imam besar dan pergi ke Damsyik untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang berseru kepada nama Tuhan Yesus. Tetapi ketika ia berada di tengah jalan, Tuhan Yesus menyatakan diri kepadanya. Dalam Galatia 1:13 Paulus berkata, “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: Tanpa batas aku menganiaya je-maat Allah dan berusaha membinasakannya.” Selanjutnya Paulus berkata, “Tetapi sewaktu Allah . . . berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi . . .” (Gal. 1:15, 16a). Allah menggarapkan Kristus ke dalam Paulus sehingga ia dapat menyuplaikan Kristus kepada orang lain. Dengan demikianlah Kristus mempersembahkan Paulus sebagai satu karunia kepada Tubuh. Melalui proses ini Kristus menyusun kita menjadi karunia-karunia yang diberikan kepada Tubuh. Pertama-tama, Kristus digarapkan ke dalam kita untuk menjadi hayat kita, persona kita, dan segala sesuatu kita. Kemudian kita menyuplaikan Kristus, yang telah tergarap ke dalam kita, kepada orang lain.

Hanya Kristus yang telah naik yang dapat menghasilkan karunia-karunia bagi Tubuh. Perhatikan, dalam Efesus 4:8-11 karunia-karunia dibicarakan berkaitan dengan kenaikan Kristus. Ayat 8 mengatakan, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian (karunia-karunia) kepada manusia.” “Tempat tinggi” ditujukan kepada surga tingkat ketiga, tempat tujuan kenaikan Kristus. “Tawanan-tawanan” ditujukan kepada kaum saleh yang tertebus yang dahulu tertawan oleh Iblis sebelum mereka disela-matkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus. Dalam kenaikan-Nya Kristus membawa tawanan-tawanan itu, yaitu Ia menyelamatkan mereka dari penawanan Iblis dan membawa mereka kepada diri-Nya sendiri. Setelah menyelamatkan kita dari Iblis, Ia menyusun kita menjadi karunia-karunia bagi Tubuh.

Kenaikan merupakan puncak dan klimaks dari pekerjaan Kristus. Langkah-langkah dasar lainnya dari pekerjaan Kristus ialah inkarnasi, penyaliban, dan kebang-kitan. Kenaikan berkaitan dengan datangnya Roh Kudus. Setelah Kristus menggenapkan penebusan melalui penya-liban-Nya dan setelah Ia dibangkitkan dan dinaikkan ke surga, Ia lalu turun sebagai Roh pemberi-hayat. Melalui penyaliban Kristus, semua musuh telah ditaklukkan. Jadi salib adalah inti kemenangan Kristus. Lagi pula, melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus memecahkan semua problem dalam alam semesta. Inilah sebabnya setelah penyaliban-Nya, Ia dapat beristirahat dalam makam dan dengan demikian Ia menikmati Sabat yang sejati. Kemudian dalam kebangkitan-Nya, Ia membebaskan semua kekayaan ilahi. Menyusul hal ini, Ia lalu dinaikkan ke surga tingkat ketiga, dan semua kepenuhan ilahi telah diserahkan kepada-Nya bersama semua orang pilihan Allah. Saulus dari Tarsus terdapat di antara orang-orang pilihan yang diberikan kepada Kristus yang naik ke surga ini.

Memahami dengan jelas akan turunnya Kristus sebagai Roh itu setelah kenaikan-Nya merupakan hal yang penting. Seperti telah kita tunjukkan, menurut Efesus 2, Kristus bahkan datang memberitakan Injil damai sejahtera. Hal ini menunjukkan kedatangan Kristus yang telah naik ke surga. Ketika Saulus dari Tarsus menganiaya gereja, ia tidak menyadari bahwa yang ia aniaya itu berkaitan dengan surga, gereja di bumi berkaitan dengan Kristus yang telah naik ke surga. Tuhan Yesus menyatakan diri kepada Saulus dari Tarsus, dan dengan spontan, bahkan dalam ketidaktahuannya, Saulus berseru kepada nama-Nya, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Karena Saulus membuka dirinya kepada Tuhan dan berseru kepada Dia, maka Tuhan dengan kekayaan ilahi-Nya dapat masuk ke dalamnya dan kemudian terus menyusunnya menjadi satu karunia bagi Tubuh. Dengan cara ini, orang yang menganiaya gereja berubah menjadi orang yang dapat memperlengkapi kaum saleh. Paulus menjadi satu karunia yang demikian bukan melalui pendidikan, melainkan melalui dijenuhi dengan kepenuhan ilahi. Karena itu, Saulus dari Tarsus akhirnya menjadi Rasul Paulus yang dapat merawat kaum saleh, memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga, dan menyuplaikan Kristus kepada orang-orang seimannya, agar mereka dapat dirawat, bertumbuh, diperlengkapi, dan berfungsi.

BAGAIMANA KRISTUS MENYUSUN KITA MENJADI KARUNIA

Dalam kekristenan hari ini tidak ada fungsi yang wajar dari anggota-anggota Tubuh. Ratusan bahkan ribuan orang beriman boleh berhimpun bersama, tetapi mereka duduk di bangku-bangku tanpa berfungsi. Ini disebabkan dalam kekristenan tidak ada perawatan yang menghasilkan pertumbuhan yang sejati. Hanya mereka yang telah dirawat secara wajar baru dapat berfungsi.

Dalam pemulihan Tuhan kita perlu kembali kepada apa yang ada semula. Pada mulanya, khususnya pada masa Paulus, kaum saleh beroleh perawatan yang sangat kaya. Jika kita ingin diperlengkapi, yang kita perlukan bukan doktrin, sebaliknya, kita perlu disusun dengan Kristus. Seperti Saulus dari Tarsus, dulu kita semua adalah musuh Kristus dan penganiaya gereja. Tetapi pada suatu hari Tuhan Yesus datang kepada kita dan menangkap kita. Saya dapat bersaksi bahwa ketika saya berada di jalan menuju Damsyik saya, Tuhan menyatakan diri kepada saya dan mematahkan rencana saya. Walaupun saya begitu berambisi untuk menjadi seorang yang sukses dalam dunia, tetapi saya tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti Tuhan. Banyak di antara kita yang mempunyai pengalaman yang sama. Tuhan Yesus menda-tangi kita dan kita ditangkap oleh-Nya. Sekarang kita perlu menerima Dia lebih banyak ke dalam kita hingga kita dijenuhi oleh-Nya. Dengan cara ini kita akan menjadi anggota Tubuh yang berfungsi, karunia-karunia yang tersusun oleh Kristus yang telah tersalib dan bangkit dan yang telah naik dan turun lagi.

SETIAP ANGGOTA BERFUNGSI

Kita sudah melihat bahwa melalui kematian-Nya, Kristus telah menaklukkan semua musuh dan membereskan semua problem. Kita juga telah nampak bahwa melalui kebangkitan-Nya, Ia telah membebaskan semua kekayaan ilahi, dan melalui kenaikan-Nya Ia telah menerima umat pilihan Allah dengan kepenuhan ilahi. Sejak saat kenaikan-Nya, Kristus telah bekerja untuk menyusun musuh-musuh yang telah dikalahkan menjadi karunia bagi Tubuh-Nya. Pertama-tama Ia datang kepada musuh-musuh yang telah dikalahkan-Nya dan masuk ke dalam mereka. Lalu Ia berangsur-angsur memenuhi mereka dan menjenuhi mereka dengan diri-Nya sendiri. Akhirnya, mereka yang dahulu adalah musuh-Nya diubah dan disusun menjadi karunia-karunia yang berguna yang dapat dipersembahkan kepada Tubuh. Karunia-karunia ini tidak semata-mata mengajar orang lain, tetapi mentransfusikan Kristus ke dalam mereka. Dengan cara ini anggota-anggota Tubuh menerima perawatan dan pengasuhan. Lalu mereka akan dikuduskan, dimurnikan, dan diubah menjadi anggota-anggota yang berfungsi. Sebagai akibatnya, segenap Tubuh akan tersusun bersama dengan tepat dan rapi oleh setiap sendi suplai, menurut pekerjaan yang efektif dalam kadar tiap-tiap anggota. Hal ini akan mempertumbuhkan Tubuh kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih.

Saya percaya, harinya akan tiba, setiap orang dalam gereja-gereja lokal akan menjadi satu anggota yang berfungsi. Renungkan bagaimana seorang bocah bertumbuh melalui perawatan. Semakin bertumbuh, mereka akan semakin berfungsi. Sama prinsipnya dengan pertumbuhan rohani kita sebagai anggota Tubuh. Semakin kita bertumbuh melalui dirawat dan diasuh, kita akan semakin berfungsi dengan wajar dalam hidup gereja. Bila kaum saleh bersikap mutlak terhadap Tuhan, dalam waktu yang relatif pendek, banyak yang akan berfungsi. Saya mempunyai keyakinan penuh dalam Tuhan, tidak lama lagi hal ini akan merupakan situasi dalam pemulihan Tuhan.