IMAN BUKAN DOKTRIN
Pembacaan Alkitab:
Ef. 4:13-14; Yud. 3; 1Tim. 1:19; 3:9; 6:12a; 2Tim. 4:7; Tit. 1:4, 13b
Dalam Efesus 4:13 Paulus membicarakan kesatuan iman, dan dalam Efesus 4:14 ia mengatakan berbagai angin pengajaran, angin doktrin. Ini menunjukkan perlunya kita membedakan iman dengan doktrin. Mengenai iman — apa yang harus kita percayai supaya kita beroleh selamat —, Perjanjian Baru sangatlah kuat, keras, dan tegas. Dalam Yudas 3 bahkan dikatakan kita harus “tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” Mengenai iman, kita harus siap untuk berperang. Kita tidak saja harus mempertahankan dan memihak kepada iman, tetapi juga harus berperang baginya dengan harga apa pun, sekalipun dengan harga nyawa kita. Iman yang baginya kita harus berperang itulah iman bersama, iman orang Kristen, iman yang menyelamatkan kita.
BERSIKAP LAPANG TERHADAP ORANG LAIN
DALAM HAL DOKTRIN
Berbeda kontras, dalam Perjanjian Baru kita tidak pernah disuruh berperang bagi doktrin. Sejauh menyangkut masalah doktrin, Perjanjian Baru sangat lapang. Misalkan tentang memakan sajian berhala. Jika Anda membaca apa yang dikatakan Paulus dalam Kitab Roma dan Kitab 1Korintus, Anda mungkin merasa bingung. Di beberapa tempat Paulus menunjukkan bahwa makanan-makanan yang telah disajikan kepada berhala boleh saja dimakan. Tetapi di tempat lainnya ia dengan keras menentang praktek yang demikian. Beberapa tahun yang lalu saya menghabiskan banyak waktu untuk memahami hal ini. Saya bingung karena apa yang nampaknya kurang konsisten dalam tulisan-tulisan Paulus, mengapa ia tidak memberi tahu kita secara terus terang apakah sajian berhala itu boleh kita makan atau tidak. Setelah saya diselamatkan dari pengaruh doktrin, saya baru mengerti bahwa Paulus menulis secara berbeda pada peristiwa atau kesempatan yang berbeda tentang makan, karena ia bersikap lapang terhadap masalah doktrin. Ia tahu dalam keadaan tertentu sajian itu boleh saja dimakan, sedang dalam keadaan lain, tidak. Setelah Anda diselamatkan dari pengaruh doktrin, barulah Anda dapat mengerti bahwa perkara yang mengenai doktrin tertentu ini tergantung pada situasinya. Itulah sebabnya Paulus dapat mengatakan satu perkara pada satu kesempatan dan mengatakan perkara yang lain pada kesempatan yang berbeda.
EMPAT PERKARA NEGATIF
Mengenai masalah makan daging atau mengkhususkan hari-hari tertentu, Paulus tidak mengambil pendirian yang tegas. Sebaliknya dalam masalah ini ia bersikap lapang. Tetapi dalam Roma 16:17 ia berkata dengan keras, “Tetapi aku menasihatkan kamu, Saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan dan batu sandungan, bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima. Hindarilah mereka!” Sejauh menyangkut doktrin, Paulus bersikap lapang, tetapi begitu menyangkut perpecahan, ia bersikap tegas. Ia menyuruh kita waspada terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan, dan menghindari mereka.
Dalam 1Korintus 5:7-11 Paulus menanggulangi percabulan dan penyembahan berhala. Dalam ayat 9 ia menyuruh kaum saleh agar tidak “bergaul dengan orang-orang cabul”. Percabulan merusak kemanusiaan, dan penyembahan berhala menghina Allah sendiri. Walaupun Paulus bersikap lapang terhadap doktrin, tetapi ia tidak mentolerir setiap hal yang berkaitan dengan percabulan atau pemujaan berhala. Perkataannya terhadap perkara ini sangat keras dan tegas.
Dalam Titus 3:10 Paulus berkata, “Seorang yang menyebabkan perpecahan, apabila sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.” Seorang yang menyebabkan perpecahan adalah pemecah belah dan pembuat sekte. Setelah orang yang demikian dinasihati satu dua kali, ia harus ditolak jika ia terus-menerus melakukan perpecahannya. Kita tidak boleh kompromi atau netral. Sebab itu, mengenai pemujaan berhala, percabulan, dan perpecahan, Paulus sangat keras, kita pun harus keras.
Berdasarkan Surat 2Yohanes, kita nampak bahwa kita pun harus menolak orang-orang yang menyangkal inkarnasi Kristus. Ayat 7 mengatakan, “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang seba-gai manusia. Itulah si penyesat dan antikristus.” Ayat ini menunjukkan bahkan pada abad pertama pun sudah ada orang-orang tertentu yang menamakan diri orang Kristen, tetapi tidak mengaku Kristus adalah Allah yang datang sebagai manusia. Dengan kata lain, mereka menyangkal fakta Kristus adalah Allah yang telah berinkarnasi. Dalam ayat 9 penulis mengatakan lebih lanjut, “setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Siapa yang tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.” Kata melangkah keluar di sini berarti melampaui apa yang benar. Alkitab mewahyukan bahwa Kristus adalah Allah yang telah berinkarnasi. Orang-orang yang menyangkal hal ini berarti telah melampauinya; mereka telah meninggalkan ajaran tentang Kristus sebagai Allah yang telah berinkarnasi. Karena itu, Rasul Yohanes memperingatkan kaum beriman terhadap orang-orang semacam itu: “Jikalau seseorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab siapa yang memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (ayat 10-11). Kita tidak dapat menerima orang-orang yang menyangkal inkarnasi Kristus.
Menurut Perjanjian Baru, ada empat perkara yang tidak dapat kita tolerir: pemujaan berhala, percabulan, perpecahan, dan penyangkalan ke-Allahan Kristus. Mengenai iman, kita harus berani, perkasa, dan tegas, siap untuk berjuang bagi iman yang pernah disampaikan kepada kaum saleh. Akan tetapi, sejauh menyangkut doktrin, kita harus bersikap lapang terhadap orang lain. Namun, kita tidak dapat mentolerir pemujaan berhala, percabulan, perpecahan, dan penyangkalan inkarnasi Kristus.
MEMPRAKTEKKAN ROMA 14
Selain keempat perkara negatif yang dikatakan di atas, kita tidak dapat menjumpai perkara kelima dalam Perjanjian Baru yang terhadapnya kita harus keras da-lam menerima orang lain. Memang, Perjanjian Baru memerintahkan kita untuk mengasihi sesama kita, tetapi tidak dikatakan kita harus menolak seseorang jika ia tidak menuruti ajaran tentang mengasihi orang lain itu. Demikian pula mengenai doktrin pembasuhan kaki. Dalam Yohanes 13 Tuhan Yesus mengatakan masalah saling membasuh kaki. Tetapi pasal ini tidak mengatakan kita harus menolak bersekutu dengan kaum beriman lain dikarenakan ia tidak mempraktekkan pembasuhan kaki. Seprinsip dengan ini, walaupun Perjanjian Baru menekankan masalah baptis, tetapi tidak menyuruh kita menolak seorang beriman karena ia belum dibaptis. Kita tidak seharusnya memisahkan diri kita dari kaum beriman yang berbeda doktrin dengan kita.
Kita harus ingat Roma 14 dan mempraktekkannya. Hari ini banyak pengajar Kristen membicarakan masalah Tubuh dalam Roma 12 tanpa menaruh perhatian sepenuhnya atas Roma 14. Di luar Roma 14 kita tidak dapat mempraktekkan kehidupan Tubuh yang diwahyukan dalam Roma 12. Hanya melalui bersikap lapang terhadap orang lain dalam hal doktrin, barulah kita dapat memiliki kehidupan Tubuh.
Di antara orang-orang Kristen hari ini tidak ada praktek kehidupan Tubuh, sebaliknya ada perpecahan demi perpecahan. Pada faktanya, lebih banyak perpecahan di antara orang-orang Kristen yang bergairah dari-pada orang-orang Kristen yang duniawi atau yang acuh tak acuh terhadap Tuhan dan firman-Nya. Ketika orang-orang Kristen dibangunkan dan diperbarui dalam pembacaan Alkitab, mereka lebih mudah berpecah belah dalam hal doktrin. Karena adanya perpecahan-perpecahan da-lam kekristenan hari ini, maka kebanyakan orang Kristen tidak memiliki kehidupan Tubuh. Hal ini lebih nyata dalam pergerakan kharismatik. Walaupun dalam pergerakan itu banyak yang senang membincangkan masalah Tubuh, tetapi ternyata lebih banyak perpecahan di kalangan gerakan kharismatik daripada golongan Kristen lainnya. Itu disebabkan orang-orang Kristen tersebut hanya membicarakan Roma 12, tetapi mengabaikan Roma 14. Saya ulangi, hanya melalui mempraktekkan Roma 14 barulah kita dapat memiliki realitas Tubuh yang dilukiskan dalam Roma 12.
Menurut Roma 14, dalam hidup gereja ada tempat bagi mereka yang mempunyai doktrin yang berbeda-beda. Ada orang percaya bahwa mereka dapat memakan segala makanan, sedang lainnya hanya memakan sayur mayur. Demikian pula, ada orang mengkhususkan hari-hari tertentu, sedang lainnya menganggap setiap hari sama. Apakah Anda menyadari bahwa dalam hidup gereja boleh ada doktrin-doktrin yang berbeda, dan harus ada? Misalkan tentang penudungan kepala. Ada saudari-saudari mengenakan penudung kepala dalam sidang, tetapi banyak saudari yang tidak. Ini menunjukkan bahwa di antara saudari-saudari ada doktrin yang berbeda tentang penudungan kepala. Bila gereja dapat mencakup saudari yang bertudung kepala maupun saudari yang tidak bertudung kepala, ini adalah tanda yang sangat positif. Saya pernah mengikuti sidang Kristen di mana saudari-saudari yang tanpa penudung kepala tidak mendapat sambutan. Selain itu, saudari-saudari yang mengenakan penudung kepala memakai bentuk dan warna yang berbeda-beda. Tetapi saya pernah mengikuti sidang di mana saudari-saudari diharuskan mengenakan penudung kepala dengan ukuran, model, dan warna yang sama. Puji Tuhan, dalam hidup gereja kita tidak dipecah belah oleh perkara-perkara yang berbeda-beda semacam itu! Alangkah indahnya dalam gereja kita menerima orang-orang yang memiliki doktrin yang berbeda-beda dalam hal penu-dungan kepala!
Meskipun kita boleh berbeda dalam doktrin, tetapi kita benar-benar esa. Tetapi mereka yang terpengaruh oleh doktrin sering berbantah-bantah tentang apakah doktrin-doktrin atau praktek-praktek tertentu itu alkitabiah atau tidak. Namun, kita dapat mengumumkan bahwa sidang yang paling alkitabiah ialah sidang yang menerima kaum beriman yang memiliki doktrin yang berbeda-beda. Ketika kita berjuang bagi iman dan menolak keempat kategori hal-hal negatif yang telah kita katakan itu, kita wajib bersikap lapang terhadap orang lain dalam hal doktrin. Inilah satu-satunya cara untuk menjaga keesaan. Jika kita berbantah-bantah atas masalah doktrin, kita akan mengulangi sejarah perpecahan kekristenan.
MELARIKAN DIRI DARI JERAT DOKTRIN
Kira-kira satu setengah abad yang lalu, Kaum Saudara telah dibangkitkan oleh Tuhan, dan mereka menemukan banyak kebenaran dalam Alkitab. Sungguh hal ini berasal dari Tuhan. Tetapi, Kaum Saudara ini akhirnya terjerat oleh pengetahuan doktrinal dan telah terpecah belah berulang-ulang. Pada beberapa aspek mereka lebih memperhatikan penafsiran Alkitab mereka daripada Kristus. Karena itu, di antara Kaum Saudara hari ini terdapat ratusan perpecahan. Jika Anda mengunjungi perkumpulan Kaum Saudara tertentu, mereka akan berdebat dengan Anda tentang doktrin, tetapi sangat sedikit memperhatikan Roh atau Kristus yang hidup. Alangkah kasihan jika kita memperhatikan penafsiran Alkitab kita namun mengabaikan Tuhan Yesus!
Dalam pemulihan Tuhan kita telah melarikan diri dari perangkap doktrin dan dibawa kembali kepada diri Tuhan. Saya memuji Tuhan karena Dia telah menyelamatkan saya dari pengetahuan doktrinal! Kita yang berada dalam pemulihan Tuhan tidak ada selera terhadap doktrin. Bersamaan dengan ini, kita juga menolak pemujaan berhala, percabulan, perpecahan, dan penyangkalan ke-Allahan Kristus. Walau kita bersikap keras terhadap perkara-perkara negatif itu, tetapi kita bersikap lapang terhadap orang lain dalam hal doktrin. Kita bukan untuk doktrin, praktek-praktek, atau ketentuan-ketentuan. Kita hanya memperhatikan Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh. Karena itu kita benar-benar satu.
TUJUAN ALLAH
Tujuan Allah bukan ingin mendapatkan orang-orang yang hanya bermoral dan takwa secara agamis, melainkan orang-orang yang telah dilahirkan kembali, dikuduskan, dibasuh bersih, diubah, dan dibangun menjadi satu manusia baru. Ia damba memiliki gereja sebagai manusia baru dengan Kristus sebagai personanya. Perhatian kita ialah menjadi manusia baru yang dipenuhi dan dijenuhi Kristus. Perhatian Allah ialah agar kita dipenuhi dengan Kristus, dirawat oleh Kristus, dan dibangun dalam Kristus sebagai gereja yang tepat.
PEMULIHAN TUHAN DAN
KEDATANGAN KEMBALI TUHAN
Dalam pemulihan Tuhan setiap orang perlu jelas terhadap pergerakan Tuhan di bumi hari ini. Jangan mengira pemulihan Tuhan adalah suatu pekerjaan atau pergerakan kristiani biasa. Pemulihan hidup gereja tidak hanya merupakan jenis lain dari pekerjaan kristiani. Tidak! Pemulihan bersifat unik dan sangat berarti.
Pemulihan Tuhan berkaitan dengan kedatangan kem-bali Tuhan. Menurut nubuat-nubuat dalam Alkitab, ada dua tanda kedatangan Tuhan: pembentukan kembali negara Israel dan kembalinya Yerusalem ke tangan orang Israel. Seperti kita semua ketahui, kedua perkara ini telah terwujud. Pembentukan negara Israel terjadi pada tahun 1948, dan kembalinya Yerusalem pada tahun 1967. Menurut firman Tuhan dalam Lukas 21:24, kembalinya Yerusalem menunjukkan kegenapan masa orang-orang kafir. Karena kedua tanda ini telah terwujud, maka kita percaya bahwa kembalinya Tuhan sudah tidak terlalu lama. Lagi pula, situasi dunia berfokus pada Timur Tengah, khususnya pada problem yang berkaitan dengan minyak. Situasi dunia akan semakin memasuki kegenapan nubuat Alkitab.
Alkitab juga mengatakan bahwa mempelai perempuan harus dipersiapkan. Renungkanlah situasi kekristenan hari ini, dan tanyalah kepada diri sendiri, di manakah mempelai perempuan itu dipersiapkan. Dalam Katolik? Dalam berbagai denominasi? Dalam gerakan kharismatik? Dalam kelompok-kelompok bebas? Saya yakin benar bahwa mempelai perempuan dipersiapkan dalam pemulihan Tuhan. Kita akui bahwa kita tidak sempurna dan lemah, tetapi adalah satu fakta bahwa tidak ada orang-orang Kristen lainnya yang mengasihi Tuhan melebihi mereka yang ada dalam gereja-gereja lokal. Baru-baru ini saya menerima laporan bahwa misionaris tertentu di Taiwan, walaupun mereka mengecam gereja lokal, namun mereka mengakui bahwa orang-orang Kristen dalam gereja-gereja lokal adalah yang paling ma-tang yang terdapat di pulau itu. Kita benar-benar tidak dapat menyangkal fakta bahwa begitu banyak orang saleh dalam pemulihan Tuhan yang mengasihi Tuhan Yesus dengan mutlak.
Semoga Tuhan mengesankan kita bahwa berada dalam pemulihan-Nya bukanlah suatu masalah yang sepele. Waktu sudah sangat sedikit, dan kedatangan Tuhan sudah dekat. Pasti sebelum Dia kembali, mempelai perempuan harus sudah dipersiapkan bagi-Nya. Tidak ada waktu bagi Tuhan untuk memulai usaha lain di luar pemulihan sebagai persiapan mempelai perempuan. Jika mempelai perempuan tidak dipersiapkan dalam pemulih-an, silakan tunjukkan kepada saya di mana persiapan itu dilakukan. Kita yang berada dalam gereja tidak boleh sombong, dan kita tidak seharusnya tinggi hati. Sombong atau tinggi hati itu perbuatan yang bodoh. Namun demikian, kita harus mengakui satu fakta yaitu tidak ada orang Kristen yang mengasihi Tuhan melebihi mereka yang berada dalam gereja-gereja pemulihan Tuhan. Kita memuji Tuhan, sekalipun kita begini lemah dan tidak sempurna, Tuhan berjalan maju di antara kita. Kita percaya hidup gereja akan tersebar ke Eropa, bahkan akhirnya mencapai Yerusalem. Kita percaya ketika Tuhan menjejakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun pada waktu Dia kembali, di sana akan ada gereja di Yerusalem untuk menyongsong Dia. Betapa memalukan Tuhan, jika pada waktu Dia kembali tidak ada gereja di Yerusalem! Oh, semoga kita jelas bahwa kita tidak terlibat dalam pekerjaan kristiani yang biasa. Kita berada dalam pemulihan Tuhan, dalam pergerakan-Nya di bumi hari ini. Puji Tuhan, Dia sedang maju ke depan! Marilah kita maju bersama-Nya untuk menyongsong kembali-Nya. Semoga mempelai perempuan segera siap sedia!