← Daftar isi Efesus (3) · bab 16/23

MEMBUANG DOKTRIN-DOKTRIN MELALUI PERTUMBUHAN HAYAT

Pembacaan Alkitab:

Ef. 4:11-14; 1Tim. 1:19; 3:9; 6:12a; 2Tim. 4:7; Tit. 1:13b; Yud. 3

Kita telah menunjukkan bahwa doktrin termasuk di antara keempat kategori hal-hal negatif yang merusak hidup gereja. Ketiga kategori lainnya ialah ketentuan-ketentuan, manusia lama, dan cacat kerut. Karena dalam konsepsi alamiah dan agamis kita, doktrin bersifat positif dan dipandang positif oleh kebanyakan orang Kristen, maka sulitlah membicarakan masalah doktrin secara negatif. Namun doktrin dapat menggagalkan pembangunan Tubuh Kristus. Dalam Efesus 4:14 Paulus membicarakan efek negatif doktrin: “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.” Tidak banyak orang Kristen yang menaruh perhatian secukupnya terhadap ayat ini, yaitu yang menunjukkan betapa doktrin dapat merusak Tubuh Kristus.

Menurut keempat kitab Injil, Tuhan Yesus pernah dipersulit oleh orang-orang yang agamis yang terpesona oleh doktrin. Para ahli Taurat, orang Farisi, tua-tua, dan para imam kepala berdebat dengan-Nya mengenai doktrin. Mereka sedikit sekali menyadari sebenarnya mereka sedang berdebat dengan Allah yang mengilhamkan Perjanjian Lama yang menjadi landasan doktrin-doktrin mereka. Dalam kebutaan mereka, mereka memakai Alkitab untuk berdebat dengan Dia yang mengilhamkan Alkitab dan yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh Alkitab. Orang-orang yang dipengaruhi oleh doktrin telah melalaikan kesempatan untuk memperoleh Kristus. Mereka tidak sadar bahwa ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Allah tidak memperhatikan doktrin, melainkan memperhatikan Kristus.

DIRUSAK OLEH DOKTRIN DAN FILSAFAT

Setelah gereja didirikan dan mulai berkembang, problem dalam gereja-gereja timbul karena doktrin. Roma 14 menunjukkan fakta ini. Doktrin-doktrin mengenai makan dan pengkhususan hari berasal dari agama Yahudi, bukan dari filsafat kafir. Meskipun Kekaisaran Romawi pernah menganiaya gereja, tetapi penganiayaan itu tidak dapat merusak hidup gereja. Tetapi perusakan justru berasal dari doktrin agamis. Situasi yang membuat pentingnya mengadakan konferensi yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 15 itu disebabkan oleh doktrin. Bagaimana doktrin telah merusak hidup gereja pada abad pertama, doktrin pun dapat merusak hidup gereja dalam pemulihan Tuhan hari ini.

Hidup gereja juga telah dirusak oleh filsafat, khususnya oleh filsafat Gnostik berikut segala konsepsinya. Bila kita membawa konsepsi yang berasal dari latar belakang kebudayaan kita, kita akan menimbulkan problem dalam hidup gereja. Hidup gereja dalam pemulihan Tuhan tetap dapat dirusak oleh doktrin dan filsafat.

Kebanyakan orang Kristen menghargai orang-orang yang berpengetahuan Alkitab. Tetapi pada satu aspek, beroleh pengetahuan Alkitab yang sangat banyak dapat menjadi hal yang mengerikan, jika pengetahuan Alkitab itu menyebabkan kita kehilangan Kristus. Ingatlah bahwa orang-orang yang mengenal Alkitablah — orang-orang Farisi dan ahli Taurat — yang menganiaya Tuhan Yesus dan para rasul. Hari ini prinsipnya juga sama. Orang-orang yang paling menentang pemulihan Tuhan adalah mereka yang mempunyai sejumlah pengetahuan Alkitab.

PERHATIAN ALLAH

Perhatian Allah tertuju pada Kristus dan gereja, bukan pada doktrin atau pengetahuan Alkitab. Tetapi banyak orang Kristen lebih banyak memperhatikan doktrin daripada Kristus dan gereja. Ekonomi Allah bukan ingin memiliki sekelompok orang yang mengenal Alkitab, melainkan menggarapkan Kristus ke dalam umat pilihan-Nya bagi pembangunan Tubuh. Kita harus mengecam doktrin mana pun yang menyelewengkan kita dari Kristus atau yang menghambat kita untuk dibangun di dalam Tubuh. Bahkan doktrin-doktrin yang alkitabiah atau fundamental pun dapat diperalat musuh untuk menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja. Iblis benci melihat umat Allah terbangun di dalam Tubuh. Walaupun sasaran Allah ialah menghasilkan Tubuh melalui menggarapkan Kristus ke dalam kita, tetapi kebanyakan umat-Nya telah diselewengkan dari ekonomi Allah dan tujuan kekal Allah. Di antara hal-hal baik yang dipakai Iblis dalam tipu dayanya untuk menyelewengkan umat Allah dari kehendak Allah terdapat doktrin-doktrin. Alasan Allah menegaskan (mengkonfirmasikan) pemulihan gereja, karena dalam pemulihan kita menuntut sasaran Allah, tidak semata-mata menuntut pengetahuan doktrinal.

BERPEGANG PADA DOKTRIN

SECARA SUBYEKTIF

Dalam lubuk batin, bahkan tanpa disadari, beberapa di antara kita mungkin masih berpegang pada doktrin-doktrin tertentu. Doktrin-doktrin yang tersembunyi di dalam kita itu mungkin pada suatu hari menyebabkan kita menjadi berbeda pendapat. Hal ini dapat terjadi pada saudari-saudari seperti juga pada saudara-saudara. Sesungguhnya, doktrin sering lebih kuat dipegang oleh saudari-saudari daripada saudara-saudara. Menurut peng-alaman saya, saudari lebih sulit untuk membuang suatu doktrin daripada saudara, karena sejauh mengenai masalah doktrin, saudari-saudari bersifat subyektif, sedang saudara-saudara bersikap obyektif. Karena itu sulit sekali saudari-saudari mengubah doktrin mereka. Kesulitan dalam hidup gereja ditimbulkan oleh doktrin yang sering didukung, ditunjang, dan diperkuat oleh saudari-saudari. Kecenderungan saudari untuk berpegang pada doktrin ini dapat menggagalkan, merusak, bahkan meruntuhkan hidup gereja.

Kita telah menunjukkan bahwa walaupun Kristus telah melakukan setiap perkara yang diperlukan untuk menghasilkan gereja, tetapi gereja tetap perlu terbangun secara riil. Hal ini memerlukan kerja sama kita. Ketiga pasal terakhir dari Kitab Efesus menekankan kerja sama manusia bagi pembangunan Tubuh.

DISEMPURNAKAN MELALUI PERTUMBUHAN

Efesus 2:22 membicarakan masalah pembangunan gereja, tetapi itu hanya memberikan prinsipnya, tidak memberikan perinciannya. Namun, perinciannya terdapat dalam Efesus 4:16 — “Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Melalui bertumbuh ke dalam Sang Kepala, tiap-tiap anggota Tubuh memiliki sesuatu untuk saling dibagikan. Lagi pula akan ada pekerjaan atau operasi dari tiap-tiap bagian, dan sebagai akibatnya akan ada pertumbuhan Tubuh dan pembangunan Tubuh oleh Tubuh itu sendiri dalam kasih. Untuk memiliki rea-litas ayat ini, kita harus disempurnakan oleh karunia-karunia yang diberikan Kepala kepada Tubuh. Kaum saleh tidak akan sempurna melalui mempelajari doktrin. Sebaliknya, mereka disempurnakan melalui perawatan. Perawatan ini membuat mereka bertumbuh. Misalkan seorang bayi tidak perlu ditambahkan apa-apa ke atas tubuhnya untuk menyempurnakannya. Asalkan ia bertumbuh, maka anggota-anggota tubuhnya akan berkembang dan mulai berfungsi secara normal. Seorang ibu tidak dapat menyempurnakan bayinya melalui mengajarnya menggunakan berbagai bagian dari tubuhnya, melainkan melalui merawatnya. Semakin anak itu bertumbuh melalui menerima perawatan yang wajar, semakinlah anggota-anggota tubuhnya menyatakan fungsinya. Seprinsip dengan itu, anggota-anggota Tubuh tidak disempurnakan melalui pengajaran, melainkan melalui perawatan yang membuat mereka bertumbuh.

KESATUAN IMAN DAN PENGETAHUAN

PENUH TENTANG ANAK ALLAH

Menurut Efesus 4:13, kaum saleh perlu diperlengkapi sehingga mereka mencapai tiga perkara: kesatuan iman (kepercayaan) dan pengetahuan penuh tentang anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat atau ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Setelah itu kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran (ayat 14), melainkan kita akan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, agar kita dapat “bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala” (ayat 15). Semakin kita bertumbuh, kita akan semakin membuang doktrin-doktrin kita. Setelah seseorang beroleh selamat, ia perlu Kristus tersuplai ke dalamnya sebagai makanan dan minuman rohani. Hal ini akan membuatnya bertumbuh. Ketika ia bertumbuh, ia akan berangsur-angsur mengesampingkan konsepsinya yang doktrinal. Pada akhirnya, ia akan menyadari tidak ada suatu yang lebih penting daripada tergarapnya Kristus ke dalam dirinya.

Ketika hayat kita bertumbuh, kita akan mencapai kesatuan iman. Tetapi, bila kita berpegang pada konsepsi doktrinal kita yang berbeda, kita tidak akan memiliki kesatuan. Penekanan atas doktrin telah merusak kesatuan di antara orang Kristen. Jika kita telah diberi makan dengan unsur Kristus dan berangsur-angsur meninggalkan konsepsi doktrinal kita, niscaya kita akan mencapai kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang anak Allah. Semakin kita bertumbuh, kita akan semakin mencapai kesatuan yang sedemikian.

Aspek kesatuan ini berasal dari dua perkara: iman (kepercayaan) dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah. Iman di sini tidak ditujukan kepada tindakan percaya, melainkan hal-hal yang kita percayai, antara lain ialah persona Kristus yang ilahi dan karya penebusan-Nya bagi keselamatan kita. Ini adalah iman yang tercantum dalam Yudas 3; 2Timotius 4:7; dan 1Timotius 6:21. Pengetahuan penuh tentang Anak Allah ialah realisasi dari wahyu tentang Anak Allah bagi pengalaman kita. Semakin kita bertumbuh dalam hayat, kita akan semakin menggantungkan diri kepada iman dan kepada realisasi Kristus, dan semakin meninggalkan semua konsepsi doktrinal yang rendah yang menyebabkan perpecahan.

Dalam Perjanjian Baru, iman mengandung arti yang obyektif juga subyektif. Pada pemakaian secara subyektif, iman (beriman, percaya) ditujukan kepada tindakan percaya kita. Pada pemakaian secara obyektif, iman (kepercayaan) mengacu kepada obyek atau sasaran percayanya kita. Dalam 1Timotius 1:18-19 istilah iman dipakai secara subyektif dan obyektif. Di sini Paulus berkata, “memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka ...” Jadi, arti iman pertama dalam ayat-ayat ini bersifat subyektif, ditujukan kepada kemampuan kita untuk percaya. Sedang istilah iman kedua bersifat obyektif, ditujukan kepada obyek atau sasaran percayanya kita.

Iman dalam Efesus 4:13 ditujukan kepada hal-hal yang dipercayai semua orang Kristen. Kita semua percaya kepada Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kita percaya bahwa Kristus, Anak Allah telah berinkarnasi, tersalib bagi penebusan kita, bangkit dari antara orang mati secara jasmani maupun rohani, telah dinaikkan ke sebelah kanan Allah, dan akan datang lagi. Tambahan pula, kita percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah, yang diilhamkan oleh Roh Kudus kata demi kata. Inilah iman (kepercayaan) kita, “iman (kepercayaan) kita bersama” (Tit. 1:4), “iman (kepercayaan) yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yud. 3).

IMAN DAN DOKTRIN

Kita harus berhati-hati untuk membedakan iman (kepercayaan) dari doktrin yang berkaitan dengan hal-hal seperti pemeliharaan hari-hari, peraturan makanan, cara pembaptisan, berbicara dengan bahasa lidah, dan pembasuhan kaki. Ingatlah bahwa iman kita terdiri atas hal-hal yang harus dipercayai oleh seseorang supaya ia beroleh selamat. Untuk menjadi orang Kristen sejati perlu percaya kepada Allah Tritunggal dan Kristus, Anak Allah, Juruselamat kita yang hidup, yang telah mati di atas salib bagi dosa-dosa kita, dan telah bangkit secara jasmani dari antara orang mati. Tetapi, orang dapat beroleh selamat tanpa percaya akan pembasuhan kaki atau bahasa lidah.

Meskipun Paulus dalam Efesus 4 telah membuat perbedaan yang jelas antara iman dan doktrin, tetapi banyak orang Kristen telah mengacaukan kedua hal ini. Mereka tidak berjuang bagi iman, melainkan bagi doktrin mereka yang khas. Dalam Alkitab kita tidak diajarkan untuk berjuang bagi doktrin. Tetapi kita harus berjuang bagi iman yang berkaitan dengan “keselamatan kita bersama” (Yud. 3). Keselamatan kita bersama berasal dari iman kita bersama. Walau semua orang Kristen yang sejati memiliki iman dan keselamatan secara bersama, tetapi mungkin kita tidak memiliki semua doktrin secara bersama. Denominasi-denominasi yang berbeda menekankan doktrin-doktrin yang berbeda dan mempertahankannya. Meskipun kita tidak bergumul bagi doktrin, kita harus mau berperang bagi iman. Dalam 1Timotius 6:12 Paulus berpesan kepada Timotius, “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar.” Sebab itu, kita harus berjuang bagi iman kita, tidak seharusnya berjuang bagi doktrin kita.

Dalam Roma 14 Paulus menunjukkan kepada kita asalkan seorang memiliki iman, kita harus menerimanya, sekalipun mungkin ia berbeda dengan kita dalam hal doktrin. Kita tidak seharusnya berdebat atas masalahmasalah makanan dan mengkhususkan hari-hari. Jika seseorang mengistimewakan suatu hari, ia boleh melakukannya dengan bebas. Tetapi bila seorang lainnya menganggap setiap hari sama, ia pun bebas berbuat demikian. Sejauh kita berbicara mengenai doktrin, kita harus bersikap liberal terhadap orang lain, sebab doktrin-doktrin tidak ada hubungannya dengan keselamatan kita bersama.

Kalau ada seseorang datang kepada Anda dengan menyangkal Yesus sebagai Anak Allah, Anda harus sung-guh-sungguh berjuang bagi iman. Anda harus siap berperang bagi kebenaran Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang berinkarnasi. Tetapi, Anda tidak boleh berdebat atas perkara-perkara seperti pembasuhan kaki. Kalau ada orang datang membela praktek itu, Anda boleh mengatakan kepadanya bahwa Anda hanya memperhatikan Kristus dan tidak mau terlibat dalam diskusi tentang doktrin. Betapa kasihan, begitu banyak orang Kristen yang berada di bawah jajahan doktrin dan terpesona olehnya.

MENGESAMPINGKAN MAINAN DOKTRINAL

Banyak orang Kristen bermain-main dengan doktrin ibarat anak-anak bermain dengan mainannya. Dari pengalaman saya bersama cucu-cucu saya, saya mengerti cara yang terbaik untuk menyuruh seorang anak mengesampingkan mainannya, yaitu memberinya makanan yang enak. Demikian pula cara membantu orang Kristen membuang doktrin-doktrin yang mempesona mereka. Semakin kita menikmati Kristus dan beroleh rawatan melalui ministri Kristus, kita akan semakin mau mengesampingkan doktrin-doktrin kita. Beberapa tahun yang lampau, kaum saleh di suatu tempat telah terpengaruh oleh mainan-mainan doktrinal mereka. Tetapi beberapa tahun kemudian, yaitu setelah mereka menikmati ministri Kristus, mereka berangsur-angsur membuang mainan-mainan itu. Semakin banyak mereka bertumbuh dalam Kristus, mereka akan semakin sedikit memperhatikan mainan-mainan.

Satu-satunya cara kita untuk dapat membuang doktrin ialah melalui pertumbuhan hayat. Kita harus bertumbuh sampai mencapai kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah. Walaupun kita semua telah diselamatkan, namun kita masuk ke dalam hidup gereja dengan latar belakang yang berbeda-beda. Karena latar belakang yang berbeda-beda ini maka kita memiliki doktrin dan filsafat yang berbeda-beda pula. Kita boleh berkata bahwa kita hanya memperhatikan Kristus dan gereja, tetapi kita mungkin masih dipengaruhi oleh doktrin. Janganlah mencoba mengajar orang lain untuk mengesampingkan doktrin mereka. Sebagaimana anak-anak akan bermain dengan mainan mereka sebelum mereka bertumbuh, begitu pula kaum beriman akan terpengaruh oleh doktrin sebelum mereka lebih banyak bertumbuh di dalam Kristus. Jika kaum saleh itu bertumbuh dalam Tuhan, akhirnya mereka akan mengesampingkan doktrin-doktrin yang mempesona mereka.

Bila kita bertumbuh, kita bukan mencapai kesatuan doktrin, melainkan kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah. Inilah kesatuan yang kita dambakan dalam gereja-gereja lokal. Kesatuan kita bukanlah kesatuan pengetahuan Alkitab, melainkan kesatuan dalam pengetahuan tentang Kristus yang hidup, satu kesatuan yang tersusun dari iman bersama dan pengenalan tentang Kristus. Perhatian kita yang utama bukan agar kaum saleh beroleh pengetahuan Alkitab, melainkan mengenal Tuhan Yesus secara hidup. Dalam persidangan gereja, penekanan kita bukanlah pada ajaran Alkitab, melainkan membantu kaum saleh mengenal Kristus yang hidup dan bertumbuh di dalam-Nya. Hanya melalui bertumbuh sedemikian rupa baru kita tidak akan sebagai anak-anak lagi, yang terombang-ambing oleh berbagai angin doktrin.

PROSES PERTUMBUHAN

Melalui pertumbuhan hayat, kita juga akan mencapai kedewasaan penuh dan mencapai tingkat perawakan kepenuhan Kristus. Kepenuhan Kristus adalah Tubuh Kristus, ekspresi Kristus. Pada Tubuh ini ada satu perawakan berikut tingkat atau ukurannya. Ketika pekerjaan Tuhan dalam pemulihan-Nya mulai masuk ke Amerika Serikat, ukuran perawakan ini sangat kecil. Puji Tuhan, setelah lewat beberapa tahun, ukuran perawakan ini bertambah! Pertambahan ini adalah hasil dari diperlengkapinya kaum saleh melalui ministri Kristus. Namun, kita semua mengakui, kita masih tetap dalam proses pertumbuhan. Semakin kita bertumbuh, kita akan semakin dapat berfungsi dan memiliki pertumbuhan Tubuh hingga mencapai pembangunan dirinya sendiri di dalam kasih. Inilah yang kita butuhkan dewasa ini.