BERTUMBUH MELALUI PERAWATAN BAGI PEMBANGUNAN
Pembacaan Alkitab:
Ef. 4:11-16; Rm. 14:1-3, 5-6; 16:17; 1Kor. 5:9-11; Tit. 3:10; 2Yoh. 7, 9-11
Allah menciptakan umat manusia bagi penggenapan kehendak kekal-Nya. Tetapi karena kejatuhan, manusia telah terpecah belah dan berserakan. Ketika Kristus mati di atas salib untuk menggenapkan penebusan, Ia telah menyingkirkan semua ketentuan agar dapat membawa umat pilihan-Nya kembali ke dalam keesaan dan untuk menciptakan satu manusia baru di dalam diri-Nya. Namun musuh, Iblis, telah menggunakan ketentuan-ketentuan untuk memecah belah manusia baru yang telah diciptakan oleh Kristus. Perpecahan, denominasi, dan sekte dalam kekristenan bersumber dari ketentuan-ketentuan ini.
PENYEBAB PERPECAHAN
Hari ini Tuhan sedang menuntut pemulihan gereja-Nya melalui membawa umat-Nya keluar dari perpecahan. Dibawa keluar dari perpecahan berarti dibawa keluar dari ketentuan-ketentuan sebagai sumber perpecahan itu. Karena itu, untuk memulihkan gereja, Tuhan harus menyuruh umat-Nya mengesampingkan ketentuan-ketentuan yang menjadi penyebab perpecahan. Jika kita tidak jelas terhadap masalah ketentuan ini, kita mungkin akan memasukkan ketentuan-ketentuan ke dalam hidup gereja dan menyebabkan terulangnya perpecahan yang terjadi dalam sejarah kekristenan. Kita tidak menginginkan sejarah kekristenan terulang lagi di tengah-tengah kita dalam pemulihan Tuhan.
Beberapa orang yang mengasihi pemulihan Tuhan mungkin tidak jelas akan masalah ketentuan-ketentuan. Bila mereka mempertahankan praktek-praktek yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan mereka, mereka akan menimbulkan problem dalam gereja-gereja. Meskipun kita telah nampak tumpuan gereja, tetapi kita baru dapat berada dalam hidup gereja dengan aman bila kita mem-punyai satu pengertian yang menyeluruh terhadap ketentuan-ketentuan. Tidak cukup hanya menolak perpecahan, kita pun perlu mengakui bahwa ketentuan-ketentuan adalah sumber perpecahan.
Ketika pemulihan Tuhan tersebar ke seluruh dunia, manusia yang berbeda-beda latar belakangnya akan masuk ke dalamnya. Karena dalam pemulihan tidak ada organisasi atau pengawasan manusia, maka di beberapa tempat mungkin ada kaum saleh yang mempertahankan berbagai macam praktek. Bila terjadi hal yang demikian, hidup gereja akan rusak berat akibat perpecahan. Karena itu, saya anjurkan Anda membawa masalah ketentuan ini ke hadirat Tuhan. Mohon Tuhan menjelaskan kepada Anda sejelas-jelasnya tentang gawatnya mempertahankan ketentuan dalam hidup gereja. Tidak ada ruang apa pun yang boleh diberikan untuk mempertahankan praktekpraktek yang mana pun. Untuk pembangunan gereja, kita harus rela membuang semua ketentuan.
KETENTUAN DAN DOKTRIN
Kita telah menunjukkan bahwa dalam Kitab Efesus, kitab yang tidak membicarakan keselamatan pribadi melainkan membicarakan gereja secara korporat, setidak-tidaknya ada empat kategori hal-hal yang merusak hidup gereja: ketentuan-ketentuan, doktrin, manusia lama, cacat dan kerut. Setelah membahas sejumlah berita tentang ketentuan, sekarang kita akan membahas masalah doktrin. Kebanyakan doktrin berdasar pada ketentuan-ketentuan, dan ketentuan-ketentuan berasal dari doktrin. Sulit dikatakan mana yang lebih dulu, doktrin atau ketentuan. Di satu pihak, doktrin melahirkan ketentuan, tetapi di pihak lain ketentuan-ketentuan memberikan landasan bagi doktrin. Namun, kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa kedua perkara ini mempunyai kaitan yang erat yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
PERLUNYA KERJA SAMA MANUSIA
Efesus 1 membicarakan masalah Tubuh, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Pasal 2 membicarakan satu manusia baru dan berakhir pada satu kata tentang pembangunan Allah. Untuk manusia baru ini, Allah sedang menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya, seperti diwahyukan dalam pasal 3. Ketiga persona dari ke-Allahan terlibat dalam penyaluran itu. Kita telah diteguhkan oleh Roh Kudus ke dalam ma-nusia batiniah, agar Kristus dapat berumah di dalam hati kita, sehingga kita dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah. Dalam Efesus 3:8 Paulus membicarakan kekayaan Kristus. Bila manusia baru terbangun menjadi tempat kediaman Allah di dalam roh, tentu kekayaan Kristus harus disalurkan ke dalam tiap bagian manusia baru ini. Agar penyaluran yang demikian ini bisa terjadi, maka manusia batiniah dari semua yang menjadi satu manusia baru ini harus diteguhkan oleh Roh Kudus. Kemudian Kristus dengan segala kekayaan-Nya baru dapat berumah di dalam hati kita. Terakhir, manusia baru ini akan dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa manusia baru akan menjadi satu manusia yang dipenuhi Allah, satu wujud korporat yang berbaur dengan Allah Tritunggal.
Efesus 3 berakhir dengan manusia baru yang dipenuhi ke dalam segala kepenuhan Allah. Tetapi ini bukan kesudahan Kitab Efesus. Masih diperlukan kerja sama manusia. Walaupun Kristus telah membatalkan semua ketentuan guna menciptakan manusia baru, tetapi gereja sebagai manusia baru masih perlu terbangun. Kristus tidak dapat langsung membangun gereja. Sebaliknya, Ia memakai para rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi kaum saleh untuk melaksanakan pembangunan gereja secara langsung. Sebagai Kepala, Kristus memberikan beberapa karunia kepada Tubuh-Nya untuk menyempurnakan atau memperlengkapi kaum saleh. Setelah mereka diperlengkapi melalui pelayanan karunia-karunia ini, maka kaum saleh akan membangun gereja secara langsung. Karena itu, gereja tidak dibangun secara langsung oleh Kristus atau oleh para rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar, melainkan oleh kaum saleh yang telah diperlengkapi. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan gereja memerlukan kerja sama dari umat Allah.
Ada sementara pembaca Kitab Efesus mungkin mengira bahwa Paulus seharusnya berhenti pada akhir pasal 3. Menurut opini mereka, akhir pasal tersebut merupakan puncak dan kelengkapan Kitab Efesus. Mereka hanya melihat fakta Kristus telah merampungkan segala sesuatu. Memang, Kristus telah berinkarnasi, mengalami kehidupan manusia, dan mati di atas salib untuk meng-genapkan penebusan dan menanggulangi segala perkara yang negatif, termasuk ketentuan-ketentuan. Setelah kematian-Nya yang almuhit itu, Ia lalu beristirahat di dalam makam. Peristirahatan itu merupakan Sabat yang sejati. Setelah itu, pada hari pertama minggu itu, Ia dibangkitkan dari antara orang mati, dan terbitlah suatu zaman yang baru dengan satu keinsanian yang baru. Pada pihak Allah, segala perkara telah rampung. Tetapi dalam ekonomi-Nya, Allah menghendaki kerja sama manusia. Ekonomi-Nya berdasar pada prinsip inkarnasi, yaitu Allah dengan manusia berbaur dan bekerja sama untuk menggenapkan sasaran Allah. Dalam Yohanes 15 Tuhan Yesus berkata, “Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (ayat 5). Namun, di luar kita Kristus juga tidak dapat berbuat apa-apa. Kita dapat mengatakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, seperti halnya kami memerlukan Engkau, Engkau juga memerlukan kami. Kami tidak dapat berbuat apa-apa di luar Engkau, Engkau juga tidak dapat berbuat apa-apa di luar kami.” Jika kita mau berkata demikian kepada Tuhan, Tuhan pasti setuju. Fakta berinkarnasinya Kristus menunjukkan ekonomi Allah terdiri atas aspek ilahi dan aspek insani.
Prinsip ini juga berlaku bagi Kitab Efesus. Tiga pasal pertama menekankan aspek ilahi. Ketiga pasal ini mewahyukan bahwa Kristus telah merampungkan segala se-suatu dan manusia baru telah dipenuhi dengan kekayaan Kristus ke dalam segala kepenuhan Allah. Lalu dalam pasal 4—6, kita melihat aspek manusia, aspek kerja sama kita dengan Tuhan. Haleluya, kita memerlukan Allah, Allah juga memerlukan kita! Jika kita tidak berhasil dalam bekerja sama dengan-Nya, akan timbul problem yang serius. Karena itu, penting sekali kita memenuhi kewajiban kita dalam bekerja sama dengan Allah agar ekonomi-Nya terlaksana.
BUKAN HANYA PENGAJARAN,
LEBIH-LEBIH PERTUMBUHAN
Kebanyakan orang Kristen mengira bahwa keperluan utama pada pihak manusia ialah pengajaran. Memang, dalam pasal 4 Paulus menyebut gembala-gembala dan pengajar-pengajar, tetapi konsepsinya di sini sama sekali berbeda dari konsepsi agamis dalam kekristenan hari ini. Kekristenan telah menjadi satu agama doktrin. Tidak ada satu agama di dunia yang memiliki doktrin sebanyak kekristenan. Bayangkan betapa banyaknya buku yang dikarang oleh penulis-penulis Kristen setiap tahunnya. Sesungguhnya tidak ada agama lain yang dapat menyamainya dalam jumlah buku yang diterbitkan setiap tahunnya. Namun, kebanyakan buku-buku tersebut hanya memuaskan keinginan membicarakan doktrin. Selain itu, kebanyakan buku itu berkaitan dengan ketentuan. Karena ada orang yang menyukai suatu praktek tertentu, maka ia menulis sebuah buku untuk membelanya.
Konsepsi Paulus dalam Efesus 4 sama sekali berbeda dengan konsepsi kekristenan dewasa ini. Konsepsi dasar dalam pasal ini adalah pertumbuhan sampai kita semua mencapai kedewasaan penuh. Seperti diketahui oleh semua ibu, pertumbuhan seorang anak terutama melalui perawatan (pemberian makanan), bukan melalui pengajaran. Bila kita semua mencapai kedewasaan penuh, kita tidak lagi menjadi anak-anak secara rohani. Di pihak manusia, keperluan yang utama bukan doktrin, melainkan pertumbuhan. Kita perlu bertumbuh hingga mencapai kedewasaan penuh.
Kita perlu menjadi orang yang dewasa agar kita “bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” (Ef. 4:14). Perhatikan, di sini Paulus tidak mengatakan berbagai angin bidah atau doktrin yang palsu, tetapi berbagai angin pengajaran. Pengajaran yang demikian mungkin termasuk doktrin yang sehat, mendasar, dan alkitabiah. Namun, doktrin semacam itu dapat dipakai oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Ajaran-ajaran mana pun, sekalipun sangat alkitabiah, jika menyimpangkan kaum beriman dari Kristus dan gereja, itu merupakan angin yang dapat mengombang-ambingkan mereka hingga terpisah dari tujuan inti Allah. Ajaran-ajaran yang menyimpangkan kita dari ekonomi Allah adalah penghasutan Iblis dalam kelicikannya dengan permainan palsu manusia, untuk menggagalkan pembangunan Tubuh Kristus. Ajaran-ajaran yang disusun oleh Iblis menimbulkan kesalahan yang serius dan karenanya menghancurkan keesaan yang riil dalam kehidupan Tubuh. Jika perkara ini tidak serius, tentu Paulus tidak menggambarkannya dengan istilah-istilah yang sekeras itu.
Doktrin dapat diibaratkan seperti kail yang berumpan yang dipakai untuk menangkap ikan. Karena tidak mengetahui ada kail, ikan memakan umpan itu, dan kemudian tertangkap. Demikian pula, banyak orang Kristen telah tergoda oleh “umpan” doktrin, akhirnya hanya tertangkap di atas “kail” yang tersembunyi di dalamnya. Karena banyak anak Tuhan yang tidak mengetahui “kail” dalam doktrin yang menarik, mereka telah tersusun oleh sistem musuh secara licik.
Dalam ayat 15 Paulus berkata lebih lanjut, “Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Paulus tidak berkata bahwa kita akan bertumbuh ke dalam pengetahuan doktrin Alkitab. Sebaliknya, ia berkata bahwa kita akan bertumbuh ke dalam Kristus sebagai Kepala.
Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dibutuhkan di pihak manusia bagi kegenapan ekonomi Allah adalah pertumbuhan. Hanya melalui pertumbuhan baru kita tidak lagi menjadi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran.
PERAWATAN, MAKAN, DAN MINUM
Pertumbuhan berasal dari perawatan dan melalui makan dan minum. Di luar proses-proses ini, mustahil ada pertumbuhan. Karena itu, hari ini kita tidak hanya memerlukan pengajaran doktrin, melainkan perawatan dengan makanan rohani yang telah melalui proses. Kita perlu merawat orang lain dengan kekayaan Kristus yang telah kita “masak” dan proses dalam pengalaman kita. Dengan cara ini orang lain akan menerima makanan dan akan bertumbuh. Menurut konsepsi yang agamis, anggota-anggota gereja perlu diatur melalui pengajaran. Tetapi dalam konsepsi ekonomi Allah, umat Allah ter-utama perlu dirawat melalui menyuplai mereka dengan kekayaan Kristus.
Dari hari ke hari istri saya menyuplai saya dengan makanan yang bergizi. Karena itu badan saya kuat, sehat, dan penuh energi. Saya tidak perlu pengajaran istri saya, tetapi saya perlu perawatannya. Demikian juga dalam hidup gereja; yang kita perlukan bukan lebih banyak pengajaran, melainkan lebih banyak penyaluran kekayaan Kristus ke dalam kita. Saya dapat bersaksi, selama tahun-tahun ini kaum saleh telah bertumbuh melalui perawatan.
Pertumbuhan membutuhkan waktu. Sebaliknya perubahan yang dihasilkan melalui pengaturan itu cepat sekali. Misalkan seorang beriman yang baru mungkin diajarkan bagaimana ia harus berdandan atau memotong rambutnya. Tetapi itu hanya menghasilkan perubahan lahiriah yakni berubah tanpa pertumbuhan hayat apa pun. Perubahan yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang sejati memerlukan waktu. Misalkan Anda dapat membuat bunga buatan dalam satu jam, tetapi untuk menumbuhkan sekuntum bunga yang asli perlu waktu berbulan-bulan. Yang dibutuhkan gereja ialah perawatan yang menghasilkan pertumbuhan hayat yang sejati. Perawatan demikian bukan berasal dari doktrin semata.
Apa yang disebut kebaktian Minggu pagi dalam banyak kalangan kekristenan penuh dengan pengajaran doktrin. Sidang-sidang dalam pemulihan Tuhan harus berbeda sama sekali. Kita tidak perlu pengajaran doktrin, melainkan perlu memberi makan kepada kaum saleh. Kita harus merawat mereka dengan kekayaan Kristus. Dengan cara inilah kaum saleh akan bertumbuh dalam hayat secara bertahap.
Saya bersyukur kepada Tuhan karena perawatan yang telah terjadi dalam gereja di Los Angeles. Hanya ada sedikit orang yang diduduki oleh doktrin; itu telah menimbulkan kerugian yang besar baik bagi mereka sendiri maupun bagi orang-orang lain. Kebanyakan orang saleh tidak tertarik dalam menuntut pengetahuan yang doktrinal semata. Sebaliknya, mereka sangat menghargai perawatan yang memberi mereka makan dan menguatkan mereka. Di semua gereja dalam pemulihan Tuhan kita perlu lebih banyak merawat dengan kekayaan Kristus dan lebih sedikit pengajaran doktrin. Saya dapat bersaksi bahwa saya tidak berminat akan diskusi yang doktrinal dan tidak ada selera akan hal tersebut. Ketika sementara orang menanyakan tentang perkara-perkara seperti anugerah yang mutlak, keselamatan yang abadi, cara-cara baptisan, bahasa-bahasa lidah, atau berbagai pendapat tentang keterangkatan, saya justru tidak berminat membicarakan perkara-perkara itu secara doktrinal. Satu-satunya keinginan saya ialah menyuplaikan kekayaan Kristus kepada kaum saleh, agar mereka dapat bertumbuh di dalam-Nya.
SEBUAH KITAB HAYAT
Pernahkah Anda perhatikan bahwa dalam Kitab Wahyu tidak terdapat penekanan atas doktrin? Sebaliknya kitab ini membicarakan Roh yang diperkuat tujuh kali, yakni ketujuh Roh yang menyala di hadapan takhta Allah. Kitab Wahyu juga membicarakan tujuh bintang, tujuh kaki pelita, pohon hayat, dan sungai air hayat. Di situ tidak terdapat sesuatu tentang anugerah yang mutlak atau keselamatan yang abadi. Sungguh, secara keseluruhannya, Alkitab terutama bukan sejilid kitab doktrin, melainkan kitab hayat. Kita tidak boleh membaca Alkitab dengan mempelajari doktrin sebagai yang utama, melainkan beroleh makanan melalui roti hidup. Kita harus dapat berkata seperti Nabi Yeremia: “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya” (Yer. 15:16). Buanglah doktrin-doktrin dan ketentuan-ketentuan, berkonsentrasilah atas masalah perawatan. Jika kita berbuat demikian, akhirnya kita akan mencapai kedewasaan penuh dan tidak lagi menjadi orang yang diombang-ambingkan oleh angin pengajaran. Bila ada orang datang kepada Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang doktrinal, mungkin Anda harus membacakan Efesus 4:14 kepadanya. Mereka yang ingin mendiskusikan doktrin di bawah kedok ingin bersekutu boleh jadi terpengaruh oleh kelicikan tipu daya Iblis. Waspadalah akan “kail” yang tersembunyi dalam “umpan”.
PERAWATAN YANG WAJAR DAN
PERTUMBUHAN YANG SEJATI
Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak terlibat dalam diskusi-diskusi mengenai doktrin, khususnya ketika berkontak dengan orang-orang baru, atau ketika mengunjungi sidang-sidang orang Kristen di tempat lain. Selain itu, kita harus benar-benar tidak mengkritik orang lain menurut suatu standar doktrinal. Sebaliknya, kita harus menikmati Kristus dan menyuplaikan Kristus kepada orang lain. Inilah jalan Tuhan dalam pemulihan-Nya. Dalam pemulihan ini, yang kita butuhkan bukanlah doktrin, melainkan perawatan yang wajar yang mengarah kepada pertumbuhan yang sejati. Waspadalah terhadap kelicikan Iblis yang menggunakan doktrin untuk menyelewengkan kita dari ekonomi Allah, dan perhatikanlah perawatan, pendirisan, dan pertumbuhan. Inilah keperlu-an dalam pemulihan Tuhan dewasa ini.