RAHASIA (KUNCI) PENYERUPAAN DAN PEMULIAAN GARIS BESAR
I. Rahasia (kunci) penyerupaan -- bagian ketujuh dari keselamatan organik Allah :
A. Maksud Allah adalah membuat manusia seperti Dia dalam hayat ilahi, sifat, dan gambar-Nya (citra-Nya) sebagai ekspresi-Nya, tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya.
B. Allah melahirkan kembali kaum beriman dalam Kristus dengan hayat ilahi-Nya sehingga mereka dapat mulai mengambil bagian dalam keilahian-Nya.
C. Setelah dilahirkan kembali, kaum beriman yang dilahirkan kembali mulai bertumbuh melalui :
1. Pemberian makan ilahi,
2. Pengudusan ilahi,
3. Pembaruan ilahi,
4. Transformasi ilahi dalam hayat ilahi,
D. Sampai mereka matang dalam hayat ilahi melalui Roh yang mendewasakan dalam roh kaum beriman yang diperkaya dengan Kristus untuk menjadi manusia dewasa sepenuhnya, sampai ukuran perawakan kepenuhan Kristus - Kol. 1:28; Ef 4:13,
E. Diserupakan dengan citra Kristus Putra sulung Allah - Rm. 8:29,
F. Yang telah dilahirkan oleh Allah dalam kebangkitan-Nya dengan keilahian-Nya dan keinsanian-Nya yang dihidupkan dan ditinggikan, memiliki dua sifat, sifat ilahi dan sifat insani - Kis. 13;33; Rm. 1:4; 1Ptr. 3:18.
G. Jadi, penyerupaan kaum beriman adalah perampungan transformasi mereka dalam hayat ilahi yang melaluinya mereka mengambil bagian dalam keilahian Allah sepenuhnya.
II. Rahasia (kunci) pemuliaan -- bagian kedelapan dari keselamatan organik Allah :
A. Dalam kelahiran kembali, Allah memeterai kaum beriman yang dilahirkan kembali dengan Roh-Nya – Ef. 1:13.
B. Pemeteraian dari Roh yang memeterai adalah seperti peresapan tinta, meresapi kaum beriman yang dimeterai dari dalarn batin dengan unsur hayat muha Allah sepanjang hidup mereka, mengakibatkan penebusan tubuh mereka – Ef. 4:30; Rm. 8:23.
C. Pada saat pengangkatan kaum beriman yang matang dalam hayat ilahi, mereka akan dibawa untuk bersuka ria dengan Kristus dalam roh mereka, dari luar sampai ke dalam kemuliaan Allah untuk kemuliaan mereka - Rm. 8:30; Ibr. 2:10.
D. Jadi, kaum beriman yang telah matang akan dimuhakan dari dalam melalui peresapan seumur hidup dengan kemuliaan Allah dan dari luar melalui diri mereka dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah.
E. Pemuliaan kaum berinian yang telah matang adalah bagian puneak dari keputraan ilahi mereka dalam keselamatan organik Allah - yang mereka terima pada saat kelahiran kembali mereka - Gal. 4:5; Rm. 8:23.
F. Penebusan tubuh kaum beriman adalah pengubahan (transfigurasi) tubuh mereka pada saat Tuhan datang lagi - Flp. 3;20-21.
G. Istilah penebusan menunjukkan bahwa hal itu bersifat yuridis karena tubuh kaurn beriman yang ditebus berasal dari ciptaan lama yang jatuh-penebusan tubuh kaum beriman ini adalah penggenapan penebusan yuridis AlIah; istilah pengubahan (transfigurasi) menunjukkan bahwa hal itu organik karena pengubahan (transfigurasi) tubuh kaum beriman adalah melalui hayat ilahi di dalam mereka.
H. Pemuliaan ilahi dari kaum beriman yang dimuhakan membuat kaum beriman yang rampung mengambil bagian dalam keilahian Allah sampai pada puncaknya.
Doa : Tuhan, kami menjunjung Engkau lagi, mengakui bahwa Engkaulah Yang Allah utus untuk membicarakan Firman-Nya dan bahwa Engkau juga adalah Dia Yang memberikan Roh itu, Roh Yang limpah lengkap, Roh Yang almuhit, Roh pemberi hayat, Roh Yang menghuni, tanpa batas. Haleluya! Oh, hal ini benar-benar memenuhi kebutuhan kita! Kita perlu firman dan kita perlu Roh itu. Kita perlu firman hayat dan kita perlu Roh hayat. Tuhan, kami berterima kasih kepada-Mu karena selama bertahun-tahun Engkau telah membicarakan firman-Mu kepada pemuhhan-Mu dan bahwa Engkau juga telah memberikan Roh-Mu kepada pemuhhan-Mu. Terima kasih untuk wahyu-Mu dan untuk pergerakan-Mu. Kami memuji Engkau karena Engkau telah menunjukkan ekonomi-Mu kepada kami, dengan Kristus sebagai sentrahtas (inti) dan universalitas (kesemestaan). Oh, kami memiliki Kristus Yang luar biasa! Kami berterima kasih kepada-mu untuk keselamatan organikMu, kami berterima kasih kepada-Mu untuk Kristus-Mu, dan kami berterima kasih kepada-Mu untuk Roh itu. Tuhan, kami masih ada di sini untuk menerima wahyu-Mu beserta visi-Mu. Setiap hari Engkau memberi kami firman Yang baru. Kami berterima kasih kepada-Mu karena telah menunjukkan kepada kami bahwa kami mengambil bagian dalam keilahian Allah. Kami telah menerima hayat-Mu dan sifat-Mu, dan melalui hal ini kami mengambil bagian dalam keilahian Allah. Kami berterima kasih kepada-Mu karena kami juga menerima pikiran ilahi, pikiran Kristus, dan melalui hal ini kami juga mengambil bagian dalam keilahian Allah. Kami berterima kasih kepada-Mu karena kami menikmati kekayaan-kekayaan Kristus sebagai unsur Yang mentransformasi kami secara metabolis sehingga melalui metabolisme ini kami dapat mengambil bagian dalam keilahian Allah sampai sepenuhnya. Tuhan, kami berada di sini di hadapan-Mu untuk menikmati sesuatu Yang lebih maju. Tuhan, saat kami sampai pada perihal penyerupaan dan pemuliaan, kami memohon pada-Mu untuk bersama kami dan memberi kami kata-kata baru, bahasa baru untuk kebudayaan baru. Sekali lagi, kami berdoa supaya Engkau menaungi kami dari musuh-Mu, si pembuat masalah. Ikatlah dia dan lemparkan dia ke sudut. Amin.
I. RAHASIA (kUNCI) PENYERUPAAN
Penyerupaan adalah bagian ketujuh dari keselamatan organik Allah.
A. Maksud Allah
Maksud Allah adalah membuat manusia seperti Dia dalam hayat ilahi-Nya, dalam sifat ilahi-Nya, dan dalam citra-Nya sebagai ekspresi-Nya, tetapi bukan dalam keAllahan-Nya. Bagi Allah, membuat manusia seperti Dia dengan cara ini sesungguhnya berarti membuat manusia menjadi Allah. Allah telah membagikan diri-Nya sendiri ke dalam kita untuk membuat kita menjadi sama seperti Dia dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam keAllahan-Nya. Inilah maksud ilahi.
B. Allah Melahirkan Kembali Kaum Beriman
Untuk melaksanakan maksud-Nya, Allah melahirkan kembali kaum beriman dalam Kristus dengan hayat ilahi-Nya sehingga mereka dapat mulai mengambil bagian dalam keilahian-Nya. Karena kita, kaum beriman, mengambil bagian dalam keilahian Allah maka kita adalah allah-allah. Dua Petrus 1:4 mengatakan bahwa kita mengambil bagian dalam sifat ilahi (kodrat ilahi-Tl.). Mengambil bagian dalam sesuatu adalah mengambil bagian dalam perkara itu. Kita mengambil bagian dalam sifat Allah dan dengan demikian kita mengambil bagian dalam keilahian Allah. Dia Yang ilahi telah membagikan diri-Nya sendiri ke dalam kita untuk menjadi diri kita. Dia mendispensikan (menyalurkan) diri-Nya sendiri ke dalam kita untuk menjadi hayat kita, sifat kita, pikiran kita, dan segala sesuatu bagi kita. Jika kita bukan orang-orang Yang mengambil bagian dalam keilahian Allah, lalu siapa Yang mengambil bagian di dalamnya? Malaikat tidak dapat mengambil bagian dalam keilahian Allah karena mereka tidak memiliki sesuatu Yang berasal dari Allah seperti Yang kita punya. Kita lebih diberkati daripada para malaikat karena mereka hanyalah pelayan-pelayan. Allah, tetapi kita adalah putra-putra Allah, memiliki keilahian Allah.
C. Kaum Beriman Mulai Bertumbuh
Setelah dilahirkan kembali, kaum beriman yang dilahirkan kembali mulai bertumbuh.
1. Pemberian Makan
Sama seperti seorang anak yang bertumbuh melalui pemberian makan, kaum beriman yang dilahirkan kembali bertumbuh melalui pemberian makan ilahi. Tetapi, hari ini, banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh karena pada mereka tidak ada pemberian. makan. Karena kurangnya pemberian makan pada mereka, mereka juga kekurangan pengudusan, pembaruan, dan transformasi yang tepat.
2. Pengudusan
Pertama-tama kita bertumbuh melalui pemberian makan ilahi, kemudian melalui pengudusan ilahi. Pengudusan menyebabkan kita. bertumbuh. Semakin kita dikuduskan, kita semakin bertumbuh. Dalam Yohanes 17:17-19 Tuhan Yesus berdoa mengatakan, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran." Dikuduskan adalah dipisahkan dari dunia. Setiap hari kita perlu dikuduskan, dipisahkan dari dunia, sehingga melalui pengudusan ini kita dapat bertumbuh.
3. Pembaruan
Kaum beriman. yang dilahirkan kembali juga bertumbuh melalui pembaruan ilahi. Karena itu, pembaruan adalah faktor pertumbuhan dalam hayat ilahi.
4. Transformasi
Transformasi ilahi dalam hayat ilahi adalah faktor yang kuat dari pertumbuhan. kaum beriman. Tanpa transformasi ilahi, kita tidak dapat bertumbuh. Banyak orang Kristen hari ini tidak bertumbuh karena mereka tidak mempunyai pemberian makan ilahi, pengudusan ilahi, pembaruan ilahi, dan transformasi ilahi.
D. Matang dalam Hayat Ilahi
Kaum beriman perlu bertumbuh sampai mereka matang dalam hayat ilahi melalui Roh yang mendewasakan dalam roh mereka yang diperkaya dengan Kristus untuk menjadi seorang manusia dewasa sepenuhnya, sampai ukuran perawakan kepenuhan Kristus (Kol. 1:28; Ef 4:13). Kita tidak dapat matang tanpa suplaian yang tepat, dan suplaian ini adalah Roh pemberi hayat, yang adalah Roh yang mendewasakan dalam roh kaum beriman yang diperkaya oleh Kristus. Kita dapat bersaksi bahwa roh kita diperkaya dengan Kristus. Pada akhirnya, kita akan menjadi seorang manusia dewasa sepenuhnya, pada ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Dalam Efesus 4:13 istilah kepenuhan ditujukan kepada Tubuh Kristus. Kita harus sepenuhnya matang supaya menjadi seorang manusia. yang matang sepenuhnya pada ukuran perawakan kepenuhan Tubuh Kristus.
E. Diserupakan dengan Citra Kristus
Dalam keselamatan organik Allah, kaum beriman akan diserupakan dengan citra Kristus, Putra sulung Allah (Rm. 8:29).
F. Putra Sulung Allah Dilahirkan oleh Allah
dalam Kebangkitan-Nya
Sebagai Putra sulung Allah, Kristus telah dilahirkan oleh Allah dalam kebangkitan-Nya dengan keilahian-Nya dan keinsanian-Nya yang dihidupkan dan ditinggikan, memihki dua sifat, baik ilahi maupun insani (Kis. 13:33; Rm. 1:4; 1 Ptr. 3:18).
Dalam kebangkitan, keinsanian Kristus dikuduskan, dihidupkan, ditinggikan, dan ditransformasi. Keinsanian kita telah jatuh dan telah ditebus oleh Kristus. Keinsanian-Nya tidak perlu ditebus, tetapi keinsanian-Nya yang mati di kayu salib perlu dikuduskan, dihidupkan, ditinggikan, dan ditransformasi. Melalui kebangkitan, keinsanian Tuhan yang mati dikuduskan, dihidupkan, ditinggikan, dan ditransformasi ke dalam keputraan ilahi. Dalam kebangkitan, Ia dilahirkan oleh Allah menjadi Putra sulung Allah yang memiliki keilahian-Nya juga keinsanian-Nya yang dikuduskan, dihidupkan, ditinggikan, dan ditransformasi. Karena itu, Putra sulung Allah dilahirkan dari Allah dengan memiliki keilahian dan keinsanian, dan kita diserupakan dengan citra-Nya.
G. Perampungan Transformasi
Penyerupaan kaum beriman adalah perampungan transformasi mereka dalam hayat ilahi yang melaluinya mereka mengambil bagian dalam keilahian Allah sepenuhnya.
II. RAHASIA (KUNCI) PEMULIAAN
Pemuliaan adalah bagian kedelapan dari keselamatan organik Allah.
A. Kaum Beriman Dimeterai dengan Roh Allah
Dalam kelahiran kembali, Allah memeterai kaum beriman yang dilahirkan kembali dengan Roh-Nya (Ef 1: 13). Ketika secarik kertas dimeterai dengan tinta, tinta itu meresapi kertas. Ini adalah gambaran dari fakta bahwa pemeteraian Roh itu berkenaan dengan diri kaum beriman diresapi dengan Roh itu.
B. Roh yang Memeterai Meresapi Kaum Beriman
Pemeteraian dari Roh yang memeterai adalah seperti peresapan tinta, meresapi kaum beriman yang dimeterai dari dalam batin dengan unsur hayat mulia Allah sepanjang hidup mereka, mengakibatkan penebusan tubuh mereka (Ef. 4:30; Rm. 8:23). Sepanjang hidup kristiani kita, pemeteraian ini, "peresapan tinta" ini, meresapi diri kita dari batin. Dengan apakah Roh yang memeterai itu memeterai kaum beriman? Roh itu memeterai mereka dengan kemuliaan hayat ilahi. Kemuliaan hayat ilahi adalah "tinta", dan sepanjang hidup kaum beriman, tinta ini melalui diperesapan" meresapi seluruh diri kita dari batin dengan unsur hayat mulia Allah.
Pada akhirnya, peresapan yang demikian akan menghasilkan penebusan tubuh kita. Efesus 4:30 memberi tahu kita bahwa kita dimeterai dengan Roh Kudus "sampai hari penebusan". Di sini, kata sampai berarti "mengakibatkan" atau "untuk"'. Pemeteraian ini adalah untuk penebusan tubuh kita dan akan mengakibatkan penebusan tubuh kita. Seiak kita diselamatkan dan dilahirkan kembali, Roh itu sebagai meterai di dalam kita telah memeterai kita terus. menerus dengan unsur hayat mulia Allah sampai hari penebusan tubuh kita.
C. Kaum Beriman Dibawa Masuk
ke dalam Kemuliaan Allah
Pada saat pengangkatan kaum beriman yang matang dalam hayat ilahi, mereka akan dibawa untuk bersuka ria dengan Kristus dalam roh mereka, hal ini terjadi dari luar sampai ke dalam kemuliaan Allah untuk kemuliaan mereka (Rm. 8:30; Ibr. 2: 10).
D. Kaum Beriman yang Matang Dimuliakan
Kaum beriman yang telah matang akan dimuliakan dari dalam melalui peresapan seumur hidup dengan kemuliaan Allah; dan dari luar melalui diri mereka dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah.
Pada saat ini "peresapan" meresapi kita dengan kemuliaan Allah dari dalam. Ini adalah masalah seumur hidup. Pada akhirnya, kita akan dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah secara lahiriah. Peresapan batin adalah proses seumur hidup, sedangkan diri kita dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah secara lahiriah adalah yang seketika. Dalam sesaat, sekejab saja, kita akan dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah. Jadi, kaum beriman yang matang akan dimuliakan dari batin melalui peresapan seumur hidup dengan kemuliaan Allah; dan dari luar melalui diri mereka dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah.
E. Bagian Puncak dari Keputraan Ilahi
Pemuliaan kaum beriman yang telah matang adalah bagian puncak dari keputraan ilahi mereka dalam keselamatan organik Allah, keputraan itu mereka terima pada saat kelahiran kembali mereka (Gal. 4:5; Rm. 8:23). Dalam keselamatan organik Allah, perihal keputraan sangat penting dan inti. Penebusan tubuh kita adalah kenikmatan tertinggi terhadap keputraan. Roma 8:23 mengatakan, "Kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita." Sebagai seorang yang lebih tua dan memiliki banyak kelemahan fisik, saya sering kah mengeluh karena kelemahan tubuh saya. Tetapi, ketika saya sedang mengeluh, saya menantikan keputraan, penebusan tubuh saya. Harinya akan tiba ketika tubuh kita ditebus dan kita akan masuk ke dalam kenikmatan penuh terhadap keputraan ilahi.
F. Penebusan dan Transfigurasi Tubuh
Penebusan tubuh kaum beriman adalah transfigurasi tubuh mereka pada saat Tuhan datang lagi (Flp. 3;20-21).
G. Penebusan Tubuh Bersifat Yuridis dan
Pengubahan (Trasfigurasi) Tubuh Bersifat Organik
Istilah penebusan menunjukkan bahwa penebusan tubuh itu bersifat yuridis karena tubuh kaum beriman yang ditebus berasal dari ciptaan lama yang jatuh. Penebusan tubuh kaum beriman ini adalah penggenapan penebusan yuridis Allah. Istilah transfigurasi menunjukkan bahwa pengubahan tubuh kaum beriman itu bersifat organik karena transfigurasi tubuh mereka adalah melalui hayat ilahi di dalam mereka.
H. Mengambil Bagian dalam Keilahian Allah
sampai Pada Puncaknya
Pemuliaan ilahi dari kaum beriman yang dimuliakan membuat kaum beriman yang rampung mengambil bagian dalam keilahian Allah sampai pada puncaknya.
Dalam berita ini kita membahas kedelapan bagian dari keselamatan organik Allah : kelahiran kembali, pemberian makan, pengudusan, pembaruan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan. Tujuan Allah dalam kedelapan bagian dari keselamatan organik-Nya ini justru adalah membuat kita menjadi Allah, yaitu membuat kita menjadi duplikat, salinan, dari Allah.
Melalui kelahiran kembali Allah memberikan hayat-Nya ke dalam diri kita. Sekarang kita mempunyai hayat ilahi, dan kita juga mengambil bagian dalam sifat ilahi. Selain itu, kita mempunyai pikiran Allah dan unsur kekayaan-kekayaan Kristus yang tidak terduga. Mempunyai kekayaan-kekayaan Kristus berarti kita mempunyai diri Allah. Karena itu, kita mempunyai hayat Allah, sifat Allah, pikiran Allah, dan diri Allah. Pada akhirnya, kita akan diserupakan dengan citra Kristus, manusia Allah pertama, dan kita akan sepenuhnya diresapi dengan kemuliaan hayat ilahi dan dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah. Pada saat itu, kita akan mempunyai hayat Allah, sifat Allah, pikiran Allah, diri Allah, dan kemuliaan Allah dan kita akan memiliki citra Allah. Kita pasti akan menjadi Allah dalam hayat, dalam sifat, dan dalam. ekspresi tetapi bukan dalam ke-Allahan. Jika orang semacam itu bukan Allah, lalu apakah dia? Ketika tubuh kita ditebus dan di. transfigurasi sehingga kita menikmati bagian tertinggi dari keputraan ilahi, kita akan dapat berkata, "Haleluya! Saya telah dijadikan Allah. Puji Tuhan karena saya memiliki hayat Allah, sifat Allah, pikiran Allah, diri Allah, dan kemuliaan Allah dan saya berada dalam citra Allah!"