← Daftar isi Rahasia Keselamatan Organik Allah – “roh itu Bersama dengan Roh Kita” · bab 4/6

RAHASIA (KUNCI) PEMBANGUNAN GARIS BESAR

I. Sesuatu yang penting untuk merampungkan ekonomi kekal Allah :

A. Dibangun dengan sesama kaum beriman adalah tuntutan Tuhan yang teragung dan tertinggi terhadap para pencari setia-Nya sesuai dengan salah satu atribut ilahi, keesaan ilahi, dari Trinitas Ilahi - Yohanes 17.

B. Dibangun dengan sesama, yaitu dengan orangorang yang mengambil bagian dalam hayat ilahi, adalah kebajikan tertinggi dari seorang yang menuntut Kristus dalam ekonomi kekal Allah.

C. Tidak seorang pun dari keturunan ras Adam yang jatuh memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan kerajaan surga yang tinggi.

D. Hanya kaum beriman yang dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, dan ditransformasi yang bersyarat untuk menggenapkan tuntutan agung kerajaan surga.

E. Manusia Allah, yang memiliki hayat ilahi, sifat ilahi, dan pikiran ilahi, dan yang mengambil bagian dalam keilahian Allah, mempunyai kapasitas ilahi untuk melaksanakan tuntutan ilahi kerajaan ilahi.

II. Rahasia (kunci) pembangunan -- bagian keenam dari keselamatan organik Allah :

A. Prasyarat pembangunan kaum beriman dalam gereja, Tubuh Kristus :

1. Menyadari bahwa Tuhan mengasihi dan ingin mempunyai gereja yang terbangun, bukan orang beriman individu yang tercerai berai.

2. Mengakui bahwa semua orang beriman telah dibaptis dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh dan bahwa Allah telah menempatkan anggota-anggota tubuh dalam Tubuh dan membaurkan semua Tubuh - I Kor. 12:13a, 18,24.

3. Selaras dengan sesama kaum beriman dan seia sekata dengan Tubuh dalam doa, yang menghasilkan pembentukan gereja - Mat. 18:19; Kis. 1:14.

4. Melaksanakan keesaan Trinitas Ilahi dalam Trinitas Ilahi seperti yang dilakukan Trinitas Ilahi - Yoh. 17:21-23 :

a. Dengan hayat ilahi beserta sumbernya, nama ilahi Bapa - ay. 2-3, 6, 26.

b. engan firman ilahi sebagai kebenaran yang menguduskan kaum beriman dari dunia - ay. 14-19.

c. Dengan kemuliaan ilahi-keputraan ilahi yang memiliki hayat dan sifat Bapa sebagai hak ilahi untuk mengekspresikan Bapa - ay. 22, 24.

5. Berusahalah (rajinlah - Tl.) memelihara kesatuan Roh – Ef. 4:3 :

a. Dalam penyusunan Tubuh dengan Trinitas Ilahi sebagai sumber, unsur, dan esens - ay. 4-6.

b. Melalui penyempurnaan oleh anggota-anggota tubuh yang berkarunia demi pembangunan Tubuh Kristus - ay. 11-12.

c. Melalui pertumbuhan dalam hayat ilahi, bertumbuh ke arah kepala dalam segala sesuatu - ay. 13, 15.

6. Berada dalam persekutuan bersama terhadap kenikmatan akan Kristus sebagai bagian bersama kaum beriman demi memehhara keesaan Tubuh untuk bersaksi bahwa Kristus tidak dapat dibagi-bagi juga tidak terbagibagi - 1 Kor. 1:2; 9-13.

7. Mempunyai persekutuan bersama dalam roh dan mempunyai pemikiran bersama serta kasib bersama dalam satu roh, dengan satu jiwa dan di atas satu kedudukan yang sama bagi kesaksian keesaan Tubuh Kristus - Flp. 2:1-2, 1:27.

8. Hidup dan berjalan oleh Roh itu (Gal. 5:16, 25) dan berjalan menurut roh perbauran (Rm. 8:4), meletakkan pikiran di atas roh perbauran, dibuni oleb Kristus yang pneumatik, Roh yang menghuni, untuk membagikan hayat ke dalam kita dan agar kita mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita - Rm. 8:4, 6, 9-13.

9. Diserupakan dengan kematian Kristus; untuk itu diri, manusia alamiah, daging, watak yang bengkok, perangai-perangai, kesenangan pribadi dan selera pribadi, dan lain-lain, semuanya telah disalibkan dengan Kristus oleh kuat kuasa kebangkitan Kristus - Flp. 3:10.

10. Memperbesar Kristus melalui memperhidupkan Dia dengan suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus - Flp. 1:19-21.

11. Untuk melayankan Kristus, mendispensikan (menyalurkan) Dia, kepada semua orang,

12. Membedakan roh yang adalah kekuatan, kasih dan ketertiban, dari jiwa - Ibr. 4:12; 2 Tim. 1:7.

B. Para pembangun bangunan ilahi :

1. Kristus sang Kepala, yang membicarakan firman Allah, membagikan hayat ilahi dan memberikan Roh itu tanpa batas - Mat. 16:18; Yoh. 3:34.

2. Orang-orang yang berkarunia, khususnya para rasul dan para nabi, menyempurnakan orang-orang kudus bagi pembangunan Tubuh Kristus – Ef. 4:11-12.

3. Orang-orang kudus yang disempurnakan berbagian dalam beban orang-orang yang menyempurnakan dan berkarunia.

4. Seluruh Tubuh - Ef 4:16 :

a. Melalui setiap sendi suplai yang kaya.

b. Melalui kadar pekerjaan tiap-tiap anggota.

c. Melalui pertumbuhan Tubuh sampai kepada pembangunan dirinya sendirl dalam kasih.

5. Kristus membuat rumah-Nya dalam hati orang-orang kudus melalui menguatkan mereka ke dalam manusia batin dengan kuasa melalui Roh itu sampai kepada kepenuhan Allah Tritunggal demi ekspresi-Nya - Ef 3:16-19.

6. Allah Tritunggal membangun banyak tempat kediaman di rumah Bapa melalui Roh itu tinggal dalam pengasih Kristus, dan Bapa serta Putra mengunjungi pengasih Kristus untuk membuat tempat tinggal bersama - Yoh. 14:23.

C. Fondasi bangunan ilahi :

1. Kristus yang menebus dan menyelamatkan - I Kor. 3: 11.

2. Para rasul dan para nabi dengan wahyu mengenai Kristus yang mereka terima sebagai batu karang dan ajaran mereka - Ef 2:20; Mat. 16:18; Kis. 2:42; 1 Tim. 1:4.

D. Bahan-bahan bagi bangunan ilahi :

1. Trinitas Ilahi sebagai bahan-bahan berharga yang telah ditransformasi -- emas, perak, dan batu-batu berharga - 1 Kor. 3:12:

a. Emas, menandakan Allah Bapa sebagai dasar dari pembangunan ilahi - Kej. 2:11; Why. 21:18b, 21b.

b. Perak atau damar bedolah dan mutiara, menandakan Kristus dalam penebusanNya dan kematian-Nya yang melepaskan hayat serta kebangkitan-Nya yang mendispensikan hayat - Kej. 2:12; Why. 21:21a.

c. Batu-batu permata, menandakan Roh itu dalam pekerjaan transformasi dan pembangunan-Nya - Kej. 2:12; Why. 21:19-20.

2. Kaum beriman yang ditransformasi, yang adalah tanaman ilahi, ditransformasi menjadi mineral-mineral ilahi - I Kor. 3:6-9.

3. Kayu, berkebalikan dengan emas, menandakan sifat manusia alamiah; rumput, berkebalikan dengan perak, menandakan manusia yang jatuh, manusia. daging (I Ptr. 1:24); dan jerami, berkebalikan dengan batu-batu permata, menandakan pekerjaan dan kehidupan yang dihasilkan dari sumber bumi: semua ini tidak layak untuk digunakan sebagai babanbahan bagi bangunan ilahi - I Kor. 3:12.

E. Pekerjaan dari bangunan ilahi :

1. Pembaruan menghasilkan transformasi, dan transformasi menghasilkan pembangunan; pembangunan tembok yaspis Yerusalem Baru berjalan seiring dengan transformasinya - Why. 21:18b.

2. Inilah pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi dan disatukannya mereka dalam hayat ilahi - Ef 4:15-16; 2:21.

3. Ini adalah kaum beriman dibangun bersama dalam Kristus menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh itu dalam roh mereka yang dimiliki oleh Kristus, keduanya berbaur sebagai satu roh – Ef. 2:22.

4. Ini juga oleh pekerjaan Roh, menyalurkan karunia yang berbeda-beda kepada setiap anggota demi pembangunan Tubuh - 1 Kor. 12:4, 7-11.

5. Pekerjaan pembangunan dengan emas, perak, dan batu-batu permata akan diberi pahala oleh Kristus pada saat Dia, datang kembali; jika pembangunan itu dengan kayu, rumput, dan jerami, maka akan dibakar pada hari kedatangan Tuhan - 1 Kor. 3:12-14.

F. Perampungan bangunan ilahi :

1. Gereja sebagai rumah Allah yang terdapat di banyak lokal menjadi tempat kediaman Allah, bait kudus dalam Tuhan - I Tim. 3:15,Ef 2:21-22.

2. Tubuh Kristus dalam alam semesta sebagai ekspresi Kristus - Ef 1:23.

a. Pada faktanya semua kaum, beriman dalam Kristus telah dibaptis ke dalam satu Tubuh oleh Roh itu - I Kor. 12:13a.

b. Secara praktis, berdasar pada fakta semua kaum beriman harus dibangun bersama ke dalam Tubuh Kristus (Ef 4:12) oleh para pembangun bangunan ilahi se panjang zaman Perjanjian Baru.

G. Para perusak bangunan ilahi :

1. Mereka yang meniupkan rupa-rupa angin pengajaran yang bersifat memecah belah dengan jalan menitikberatkan perkara-perkara selain ajaran inti mengenai ekonomi ilahi - Ef 4:14; 1 Tim. 1:4.

2. Mereka yang memberitakan dan mengajarkan bidah - 2 Ptr. 2:1; 2 Yoh. 7-11.

3. Mereka yang bergolong-golongan atau bersekte-sekte - Tit. 3:10.

4. Mereka yang mengadakan perpecahan - Rm. 16:17.

5. Mereka yang berambisi untuk mendapatkan kedudukan - 3 Yoh. 9.

6. Mereka yang adalah serigala-serigala, tidak menyayangkan kawanan domba - Kis. 20:29.

7. Mereka yang membicarakan ajaran-ajaran palsu untuk menarik kaum beriman agar mengikuti mereka - Kis. 20:30.

Doa : O, Tuhan yang tersayang, dengarkanlah kidung ini [Hymn,#840]. Tuhan, Engkau tahu bahwa kami menyanyikan lagu ini dari hati kami. Kami menyanyikannya dengan kerinduan yang luar biasa, sesuai dengan kedambaan-Mu, untuk dibangun menjadi satu bangunan. Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena pembicaraan-Mu di masa lampau dan kami menengadah kepada-Mu untuk pembicaraan selanjutnya. Tuhan, naungilah kami, kalahkan musuh-Mu, muhakanlah diri-Mu, dan berkatilah semua orang kudus yang terkasih. Amin.

Dalam berita ini, kita sampai pada bagian keenam dari keselamatan organik Allah-rahasia (kunci) pembangunan.

I. SESUATU YANG PENTING

Bangunan adalah sesuatu yang penting untuk merampungkan ekonomi kekal Allah.

A. Tuntutan Tertinggi

Dibangun dengan sesama kaum, beriman adalah tuntutan Tuhan yang teragung dan tertinggi terhadap para pencari-Nya yang setia sesuai dengan salah satu atribut ilahi dari Trinitas Ilahi (Yoh. 17). Keesaan kita, yang kita persaksikan dalam sidang pemecahan roti (perjamuan kudus), adalah sesuai dengan keesaan ilahi yang merupakan atribut dari Trinitas Ilahi.

B. Kebajikan Tertinggi

Dibangun dengan sesama, yaitu para pengambil bagian dalam hayat ilahi, adalah kebajikan tertinggi dari seorang yang menuntut Kristus dalam ekonomi kekal Allah. Pembangunan adalah tuntutan tertinggi dan dibangun adalah kebajikan tertinggi.

C. Ras Adam yang Jatuh

Tidak Dapat Memenuhi Tuntutan-tuntutan

Tidak seorang pun dari keturunan ras Adam yang jatuh memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan kerajaan surga yang tinggi.

D. Kaum Beriman Dilayakkan

Hanya kaum beriman yang dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, dan ditransformasi yang bersyarat untuk menggenapkan tuntutan agung kerajaan surga.

E. Manusia Allah Mempunyai Kapasitas Ilahi

Manusia Allah, yang memiliki hayat ilahi, sifat ilahi, dan pikiran ilahi, dan yang mengambil bagian dalam keilahian Allah, mempunyai kapasitas ilahi untuk melaksanakan tuntutan ilahi dari kerajaan ilahi. Allah telah melayakkan kita dengan jalan membagikan hayat-Nya ke dalam kita, memberikan sifat-Nya kepada kita, membuat pikiran-Nya menjadi pikiran kita, - dan mentransformasi kita dengan unsur diri-Nya. Kita memuji Dia karena melayakkan kita dan karena memberi kita, kapasitas ilahi.

II. RAHASIA (KUNCI) PEMBANGUNAN

A. Prasyarat

Ada banyak prasyarat pembangunan kaum beriman dalam gereja, Tubuh Kristus.

1. Menyadari bahwa Tuhan Ingin Membangun Gereja

Prasyarat pertama adalah menyadari bahwa Tuhan mengasihi dan ingin mempunyai gereja yang terbangun. Hal ini sesuai dengan hasrat hati-Nya, perkenan-Nya. Tuhan bukan menginginkan orang beriman individu yang tercerai berai. Jika kita adalah individu-individu yang tercerai berai, kita tidak mempunyai bagian dalam pembangunan gereja. Sangat penting bagi kita untuk melihat hal ini.

2. Mengakui bahwa Kaum Beriman telah Dibaptis

ke dalam Satu Tubuh

Prasyarat lain adalah mengakui bahwa semua orang beriman telah dibaptis dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh dan bahwa Allah telah menempatkan anggota-anggota tubuh dalam Tubuh dan membaurkan seluruh Tubuh (1 Kor. 12:13a, 18, 24). Jika kita melihat bahwa Allah telah menempatkan anggota-anggota tubuh dalam Tubuh dan telah membaurkan Tubuh, kita dibangun.

3. Selaras dan Seia Sekata

Kita juga perlu selaras dengan sesama kaum beriman dan seia sekata dengan Tubuh dalam doa, yang menghasilkan pembentukan gereja (Mat. 18:19; Kis. 1:14). Kita bukan hanya perlu keesaan tetapi juga menjadi mesra selaras dengan kaum beriman yang lain dan menjadi seia sekata. dengan Tubuh dalam doa. Jika kita tidak dapat seia sekata berdoa dengan orang-orang kudus, kita tidak bersatu dengan mereka. Berdoa bersama adalah ujian apakah kita seia sekata dengan semua orang kudus atau tidak.

4. Melaksanakan Keesaan dari Trinitas Ilahi

Kaum beriman perlu melaksanakan keesaan Trinitas Ilahi dalam Trinitas Ilahi seperti yang dilakukan Trinitas Ilahi (Yoh. 17:21-23). Kita, perlu bertanya pada, diri sendiri, keesaan macam apakah yang kita praktekkan. Ada yang mengatakan bahwa mereka mempraktekkan keesaan Tubuh, tetapi sesungguhnya mereka mempraktekkan keesaan sekte, golongan. Keesaan Tubuh adalah keesaan Allah Tritunggal. Kita mempraktekkan keesaan Trinitas Ilahi bukan di dalam diri sendiri tetapi di dalam Trinitas Ilahi. Ketiganya dari Trinitas Ilahi-Bapa, Putra, dan Roh itusecara terus-menerus mempraktekkan keesaan ilahi. Sebagai contoh, Tuhan Yesus berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30). Keesaan Bapa dan Putra termasuk Roh itu, yang merupakan perampungan dan totalitas dari Allah Tritunggal. Roh itu juga adalah Allah Tritunggal yang mencapai kita. Ketika Kristus masuk ke dalam kita, Ia datang sebagai Roh itu. Di mana saja Bapa dan Putra berada, Roh itu juga berada, di sana.

a. Dengan Hayat Ilahi

Kita mempraktekkan keesaan Trinitas Ilahi dengan hayat ilahi beserta sumbernya, nama ilahi Bapa (17:2-3, 6, 26). Nama mengacu kepada persona-Bapa, yang adalah sumber hayat.

b. Dengan Firman Ilahi

Kita mempraktekkan keesaan dari Trinitas Ilahi juga dengan firman ilahi sebagai kebenaran yang menguduskan kaum beriman dari dunia (ay. 14-19). Kita dipisahkan dari dunia dan kudus bagi Allah.

c. Dengan Kemuliaan Ilahi

Selain itu, kita mempraktekkan keesaan dari Trinitas Ilahi dengan kemuliaan ilahi-keputraan ilahi yang memiliki hayat dan sifat Bapa sebagai hak ilahi untuk mengekspresikan Bapa (ay. 22, 24). Keputraan tersusun atas hayat ilahi dan sifat ilahi. Barangsiapa yang tidak memiliki hayat dan sifat ilahi bukanlah putra Allah, karena orang yang semacam itu tidak mempunyai keputraan ilahi. Keputraan ilahi menyiratkan hayat dan sifat Allah Bapa. Keputraan ini adalah hak kita untuk mengekspresikan Bapa. Sesungguhnya, satu-satunya orang yang mempunyai hak ini adalah Putra Allah. Mula-mula, Allah Bapa memberikan kemuliaan-Nya kepada Putra-Nya, kemudian Putra-Nya memberikan kemuliaan ini kepada kita, yang sebagai anak-anak Allah mempunyai hayat dan sifat Allah sebagai keputraan dan sebagai hak untuk mengekspresikan Allah.

5. Memelihara Keesaan Roh Itu

Prasyarat berikutnya adalah berusaha (rajin-Tl.) memelihara kesatuan Roh (Ef 4:3). Dalam penyusunan tubuh, kita memelihara keesaan ini dengan Trinitas Rahi (4:4-6) sebagai sumber (Bapa), unsur (Putra), dan esens (Roh itu). Kita juga memelihara keesaan ini melalui penyempumaan oleh anggota-anggota tubuh yang berkarunia untuk pembangunan Tubuh Kristus (ay. 11-12). Hal ini menunjukkan bahwa memehhara keesaan tidak hanya berkenaan dengan Allah Tritunggal, tetapi juga dengan orang-orang yang berkarunia - para rasul, para nabi, pemberita Injil, serta para gembala dan para pengajar. Selain itu, kita memehhara keesaan melalui pertumbuhan dalam hayat ilahi, bertumbuh ke arah Kepala dalam segala sesuatu (ay. 13, 15).

6. Berada dalam Persekutuan Bersama

Kaum beriman juga perlu berada dalam persekutuan bersama terhadap kenikmatan akan Kristus sebagai bagian bersama kaum beriman demi memehhara keesaan Tubuh untuk bersaksi bahwa Kristus tidak dapat dibagi-bagi juga tidak terbagi-bagi (1 Kor. 1:2; 9-13).

7. Mempunyai Persekutuan, Pikiran,

dan Kasih Bersama

Prasyarat yang lain adalah bahwa kaum beriman mempunyai persekutuan bersama dalam roh dan mempunyai pemikiran bersama serta kasih bersama dalam satu roh, dengan satu jiwa, dan di atas satu kedudukan yang sama bagi kesaksian keesaan Tubuh Kristus (FIp. 2:1-2; 1:27). Jika Anda hanya mempunyai persekutuan di wilayah Anda, itu bukan persekutuan bersama tetapi persekutuan khusus. Persekutuan bersama itu universal. Karena itu, persekutuan kita harus universal.

8. Hidup dan Berjalan oteh Roh Itu

Selanjutnya, kaum beriman harus hidup dan berjalan oleh Roh itu (Gal. 5:16, 25) dan berjalan menurut roh perbauran (Rm. 8:4), meletakkan pikiran di atas roh perbauran yang dihuni oleh Kristus yang pneumatik, Roh yang menghuni, untuk membagikan hayat ke dalam mereka dan agar mereka mematikan perbuatan-perbuatan tubuh (Rm. 8:4, 6~ 9-13).

9. Diserupakan dengan Kematian KrIstus

Prasyarat berikutnya untuk masuk ke dalam bangunan adalah kita diserupakan dengan kematian Kristus; diri, manusia alamiah, daging, watak yang bengkok, perangai-perangai, kesenangan pribadi dan selera pribadi, dan lainlain, semuanya telah disalibkan dengan Kristus oleh kuat kuasa kebangkitan Kristus (FIp. 3: 10).

10. Memperbesar Kristus

Jika kita ingin masuk ke dalam bangunan, kita perlu memperbesar Kristus melalui memperhidupkan Dia dengan suplai yang hmpah Iengkap dari Roh Yesus Kristus (FIp. 1: 19-2 1).

11. Melayankan Kristus

Prasyarat selanjutnya adalah kita melayankan Kristus, mendispensikan Dia, kepada semua orang.

12. Membedakan Roh Itu dari Jiwa

Kita perlu membedakan roh yang adalah kekuatan, kasih dan ketertiban, dari jiwa (Ibr. 4:12; 2 Tim. 1:7). Kedua belas butir ini adalah prasyarat bagi kita untuk dibangun bersama.

B. Para Pembangun Bangunan Ilahi

Pada kesempatan ini, kita perlu maju lagi untuk membahas para pembangun bangunan ilahi. Mungkin ada yang mengira bahwa Kristus sendirilah yang membangun gereja. Tetapi, Perjanjian Baru menyingkapkan bahwa meskipun Kristus sudah pasti sedang membangun gereja, Ia bukan pembangun satu-satunya dari bangunan ilahi itu.

1. Kristus sang Kepala

Pembangun yang pertama adalah Kristus sang Kepala, yang membicarakan firman Allah, membagikan hayat ilahi, dan memberikan Roh itu tanpa batas (Mat. 16:18; Yoh. 3:34). Jika kita tidak menikmati pembagian hayat ilahi dan tidak menerima Roh itu tanpa batas, kita tidak mempunyai bagian dalam hayat ilahi, karena Tuhan Yesus tidak dapat membangun kita ke dalam bangunan ilahi. Memang, Tuhan Yesus sedang membangun gereja, tetapi kita harus menjadi orang-orang yang mendengarkan perkataan-Nya, berbagian dalam hayat ilahi-Nya, dan punya andil dalam Roh-Nya yang tidak terukur, yaitu berbagian atas Roh-Nya secara tidak terbatas.

2. Orang-orang yang Berkarunia

Orang-orang yang berkarunia, khususnya para rasul dan para nabi, menyempurnakan orang-orang kudus bagi pembangunan Tubuh Kristus (Ef 4:11-12).

3. Orang-orang Kudus yang Disempurnakan

Orang-orang kudus yang disempurnakan berbagi beban dengan orang-orang yang menyempurnakan dan berkarunia. Jadi, para pembangun itu meliputi Kristus, orangorang yang berkarunia, dan orang-orang kudus yang disempurnakan.

4. Seluruh Tubuh

Seluruh Tubuh juga adalah seorang pembangun (Ef 4:16). Seluruh tubuh membangun melalui setiap sendi suplai yang kaya, melalui kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, dan melalui pertumbuhan Tubuh sampai kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih. Lalu bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Kristus adalah satusatunya pembangun? Jika seluruh Tubuh tidak membangun, Tubuh tidak dapat, dibangun. Seluruh Tubuh harus membangun dirinya sendiri dalam kasih.

5. Kristus Membuat Rumah-Nya

dalam Hati Orang-orang Kudus

Kristus membuat rumah-Nya dalam hati orang-orang kudus melalui menguatkan mereka ke dalam manusia batin dengan kuasa melalui Roh itu sampai kepada kepenuhan Allah Tritunggal demi ekspresi-Nya (Ef 3:16-19). Kristus bukan hanya membangun Tubuh; Ia juga mencoba membuat rumah-Nya dalam hati kaum beriman. Apakah sekarang Kristus sedang membuat rumah-Nya dalam hati Anda? Jika Ia membuat rumah-Nya dalam hati Anda, Anda perlu dikuatkan oleh Allah Bapa dengan kuasa dan melalui Roh-Nya ke dalam manusia batin Anda. Kemudian Kristus akan membangun rumah-Nya dalam hati Anda "dipenuhi dalam seluruh kepenuhan Allah (sampai seluruh kepenuhan Allah—Tl)" (ay. 19). Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kita mengakibatkan diri kita dipenuhi sampai seluruh kepenuhan Allah bagi ekspresi universal-Nya.

6. Allah Tritunggal

Membangun Banyak Tempat Kediaman

Allah Tritunggal membangun banyak tempat kediaman di rumah Bapa melalui Roh itu tinggal dalam pengasih Kristus, dan Bapa serta Putra mengunjungi pengasih Kristus untuk membuat tempat tinggal bersama (Yoh. 14:23). Dalam rumah Bapa ada banyak tempat tinggal yang dibangun oleh Allah Tritunggal melalui Roh itu. Tempat tinggal ini adalah tempat tinggal bersama bagi kaum beriman dengan Allah Tritunggal.

C. Fondasi Bangunan Ilahi

1. Kristus yang Menebus dan Menyelamatkan

Fondasi bangunan ilahi adalah Kristus yang menebus dan menyelamatkan (1 Kor. 3:11). Ia adalah fondasi yang unik (satu-satunya), dan seperti yang Paulus katakan, "tidak ada seorang pun yang meletakkan dasar lain."

2. Wahyu yang Diberikan

kepada Para Rasul dan Para Nabi

Fondasi itu juga adalah para rasul dan para nabi dengan wahyu mengenai Kristus yang mereka terima sebagai batu karang dan ajaran mereka (Ef. 2:20; Mat. 16:18; Kis. 2:42; 1 Tim. 1:4). Dalam Matius 16:16 Petrus memproklamirkan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup." Tuhan Yesus memberi tahu Petrus bahwa ia diberkati karena menerima wahyu yang semacam itu, kemudian berkenaan dengan wahyu ini, Ia melanjutkan berkata, "Di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku (gereja-Ku—T1.)" (ay. 18). Dari ayat ini kita melihat bahwa fondasi ini bukan hanya Kristus itu sendiri tetapi juga "batu karang" dari wahyu yang diterima oleh para rasul dan para nabi juga ajaran rasul; ajaran rasul ini sesungguhnya meliputi seluruh Perjanjian Baru. Karena itu, fondasi dari bangunan adalah Kristus dan wahyu yang diberi-kan kepada para rasul dan nabi. Inilah fondasi yang di atasnya kita sedang dibangun hari ini.

D. Bahan-bahan Bagi Bangunan Ilahi

1. Trinitas Ilahi sebagai Bahan-bahan yang Berharga

Pertama, bahan-bahan bangunan ilahi adalah Trinitas Ilahi sebagai bahan-bahan berharga yang telah ditransformasi — emas, perak, dan batu-batu berharga (1 Kor. 3:12). Paulus memperingatkan kita agar kita memperhatikan, berhati-hati mengenai bagaimana kita membangun di atas Kristus selaku fondasi. Kita harus menggunakan bahanbahan yang tepat, yaitu emas, perak, dan batu-batu permata. Emas menandakan Allah Bapa sebagai dasar dari bangunan ilahi (Kej. 2:11; Why. 21:18, 21). Perak atau damar bedolah dan mutiara, menandakan Kristus dalam penebusan-Nya dan kematian-Nya yang melepaskan hayat serta kebangkitan-Nya yang mendispensikan hayat (Kej. 2:12; Why. 21:21a). Batu-batu permata, menandakan Roh itu dalam pekerjaan transformasi dan pembangunan-Nya (Kej. 2:12; Why. 21:19-20).

2. Kaum Beriman yang Ditransformasi

Bahan-bahan itu juga meliputi kaum beriman yang ditransformasi, yang adalah tanaman ilahi, ditransformasi menjadi mineral-mineral ilahi (1 Kor. 3:6-9).

3. Bahan-bahan yang Tidak Berharga

Kayu, berkebalikan dengan emas, menandakan sifat manusia alamiah; rumput, berkebalikan dengan perak, menandakan manusia yang jatuh, manusia daging (1 Ptr. 1:24); dan jerami, berkebalikan dengan batu-batu permata, menandakan pekerjaan dan kehidupan yang dihasilkan dari sumber bumi. Semua ini tidak layak untuk digunakan sebagai bahan-bahan bagi bangunan ilahi (1 Kor. 3:12).

Manusia alamiah tidak dapat digunakan untuk bangunan ilahi. Manusia alamiah, manusia yang diciptakan oleh Allah, mungkin saja baik, tetapi tidak dilahirkan kembali dan ditransformasi, dan karenanya bukan merupakan bahan yang tepat untuk bangunan. Manusia yang jatuh, manusia daging, tidak ada bagian dalam pembangunan. Selain itu, pekerjaan dan kehidupan yang dihasilkan dari sumber bumi tidak layak bagi bangunan ilahi. Bahanbahan ini tidak seharusnya digunakan dalam bangunan ilahi. Anda seharusnya hanya membangun dengan bahanbahan berharga, yaitu dengan Allah Tritunggal dan dengan kaum beriman yang ditransformasi. Jika kita melihat hal mi, kita akan menyadari bahwa dalam pembangunan gereja, kita harus mengesampingkan diri kita, siapa pun diri kita, baik sebagai orang yang baik secara alamiah atau sebagai seorang yang jatuh, manusia daging. Segala sesuatu yang dihasilkan dari sumber bumi juga harus dikesampingkan. Perkara-perkara alamiah dan duniawi tidak dapat diadopsi bagi pembangunan gereja, Tubuh Kristus.

E. Pekerjaan dari Bangunan Ilahi

1. Pembaruan, Transformasi, dan Pembangunan

Pekerjaan dari bangunan ilahi dilaksanakan melalui pembaruan dan transformasi. Pembaruan menghasilkan transformasi, dan transformasi menghasilkan pembangunan. Pembangunan tembok yaspis Yerusalem Baru berjalan seiring dengan transformasinya (Why. 21:18b). Kita perlu diperbarui dan ditransformasi, baru kita dapat melakukan pekerjaan pembangunan.

2. Pertumbuhan Kaum Beriman dalam Hayat Ilahi

Pekerjaan dari bangunan ilahi adalah pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi dan disatukannya mereka dalam hayat ilahi (Ef 4:15-16; 2:21). Kita perlu bertumbuh bersama dan disatukan dalam hayat ilahi. Pertumbuhan dan persatuan ini adalah pembangunan. Pembangunan yang sesungguhnya adalah pertumbuhan kita dan kesatuan kita dalam hayat ilahi. Ketika kita bertumbuh dalam hayat ilahi dan ketika kita disatukan dalam hayat ilahi, kita berada dalam pembangunan.

3. Kaum Beriman Dibangun Bersama dalam Kristus

Pekerjaan dari pembangunan ilahi juga adalah kaum beriman dibangun bersama dalam Kristus untuk menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh itu dalam roh mereka yang dimiliki oleh Kristus, keduanya berbaur sebagai satu roh (Ef 2:22). Jika kita mengalami hal ini, kita sedang melakukan pekerjaan pembangunan Tubuh.

4. Pekerjaan Roh Itu

Pembangunan juga adalah melalui pekerjaan Roh, menyalurkan karunia yang berbeda-beda kepada setiap anggota demi pembangunan Tubuh (1 Kor. 12:4, 7-11). Roh itu menyalurkan karunia yang berbeda-beda kepada anggota yang berbeda-beda, hal itu adalah pekerjaan pembangunan yang sesungguhnya.

5. Diberi Pahala oleh Kristus

Pekerjaan pembangunan dengan emas, perak, dan batubatu permata akan diberi pahala oleh Kristus pada saat Dia datang kembali. Tetapi, jika pembangunan itu dengan kayu, rumput, dan jerami, maka akan dibakar pada hari kedatangan Tuhan (1 Kor. 3:12-14). Jika pekerjaan Anda membangun gereja adalah dengan manusia alamiah Anda, dengan manusia Anda yang jatuh dan bersifat daging, atau, dengan sesuatu yang dihasilkan dari sumber bumi, pekerjaan Anda tidak akan diberi pahala, sebaliknya akan dibakar.

Perjanjian Baru menyingkapkan bahwa pada akhir zaman ini akan ada tiga pembakaran. Wahyu 17:16 menunjukkan bahwa gereja Tiatira akan dibakar. Dalam Matius 13, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa lalang, orang-orang Kristen yang palsu dalam kekristenan akan dibakar (ay. 24-30, 40-41). Orang-orang Kristen palsu telah menyebabkan kerusakan yang besar pada ekonomi Allah. Ketika Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya untuk mengumpulkan semua lalang, mengikatnya menjadi berberkas-berkas, dan membakar semuanya. Inilah pembakaran kaum beriman palsu. Pembakaran yang ketiga adalah yang disebutkan dalam 1 Korintus 3:13-15, "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji dengan api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi Ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api." Jika kita membangun gereja dengan Allah Bapa sebagai emas, dengan Allah Putra sebagai perak, dan dengan Allah Roh sebagai batu-batu permata, kita akan menerima pahala. Tetapi, jika kita melakukan pekerjaan pembangunan dengan manusia alamiah, dengan manusia yang jatuh, dan dengan perkara-perkara yang dihasilkan dari sumber bumi, pekerjaan kita akan dibakar, namun kita sendiri akan diselamatkan. Kita semua perlu. membahas bagaimana kita membangun gereja. Kita. seharusnya menjadi orang-orang yang membangun dengan Trinitas Ilahi sebagai bahan-bahan yang berharga dan ditransformasi.

F. Perampungan Bangunan Ilahi

1. Gereja sebagai Rumah Allah

Perampungan, penyempurnaan, pembangunan ilahi adalah gereja sebagai rumah Allah yang terdapat pada banyak lokal menjadi tempat kediaman Allah, bait kudus dalam Tuhan (1 Tim. 3:15; Ef. 2:21-22).

2. Tubuh Kristus

Perampungan ini juga adalah Tubuh Kristus dalam seluruh alam semesta sebagai ekspresi Kristus (Ef. 1:23). Semua gereja-gereja adalah satu Tubuh, dan para sekerja tidak seharusnya melakukan pekerjaan untuk daerah tertentu tetapi pekerjaan universal bagi Tubuh universal. Pada faktanya, semua kaum beriman dalam Kristus telah dibaptis ke dalam satu Tubuh oleh Roh itu (1 Kor. 12:13a). Secara praktis, berdasar pada fakta, semua kaum beriman harus dibangun bersama ke dalam Tubuh Kristus (Ef 4:12) oleh para pembangun bangunan ilahi sepanjang zaman Perjanjian Baru.

G. Para Perusak Bangunan Ilahi

Selain semua perkara positif yang telah kita. bahas dalam berita ini, ada satu kelompok negatif -- para perusak bangunan ilahi. Menurut Perjanjian Baru ada tujuh macam para perusak :

1. Mereka yang meniupkan rupa-rupa angin pengajaran yang bersifat memecah belah dengan jalan menitikberatkan perkara-perkara selain ajaran inti mengenai ekonomi ilahi (Ef 4:14; 1 Tim. 1:4).

2. Mereka yang memberitakan dan mengajarkan ajaran bidah (2 Ptr. 2:1; 2 Yoh. 7-11).

3. Mereka yang bergolong-golongan atau bersekte-sekte (Tit. 3: 10).

4. Mereka yang mengadakan perpecahan (Rm. 16:17).

5. Mereka yang berambisi untuk mendapatkan kedudukan (3 Yoh. 9).

6. Mereka yang adalah serigala-serigala, tidak menyayangkan kawanan domba (Kis. 20:29).

7. Mereka yang membicarakan ajaran-ajaran palsu untuk menarik kaum beriman agar mengikuti mereka (Kis. 20:30).

Ketika beberapa orang mendengar bahwa ada para perusak bangunan ilahi, mereka mungkin berkata, "Bukankah ini adalah bangunan ilahi, bangunan Allah? Bagaimana mungkin seseorang merusakkannya?" Kelihatannya, tidak seorang pun yang dapat merusakkan bangunan ilahi. Namun, banyak yang dibangkitkan oleh musuh dan berusaha sedapat mungkin untuk menghancurkan bangunan gereja. Seperti yang telah kami tunjukkan, para perusak jenis pertama adalah orang-orang yang meniupkan rupa-rupa angin pengajaran yang bersifat memecah belah dengan menitikberatkan perkara-perkara selain ajaran inti mengenai ekonomi Allah. Sebagai contoh, ajaran Perjanjian Baru mengenai baptisan selam adalah ajaran yang bersifat minor (tidak penting), tetapi ada gereja yang menjadikannya ajaran mayor (ajaran penting), dan pada saat melakukan ajarannya itu, mereka menjadi pemecah belah. Pada semua denominasi, prinsipnya pun demikian : mereka dibangun di atas ajaran khusus dan mereka mengajarkan perkara-perkara selain ajaran inti mengenai ekonomi Allah. Berkenaan dengan ajaran yang demikian, Paulus mendesak Timotius untuk tetap tinggal di Efesus supaya ia dapat "menasihati orang-orang tertentu untuk tidak mengajArkan ajaran lain ... dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman (dan bukan Ekonomi Allah, yang ada dalam iman - Tl.)" (1 Tim. 1:3-4). Kita semua perlu berhati-hati untuk tidak menerima sembarang ajaran, bahkan yang sesuai dengan Alkitab dan menjadikannya ajaran inti. Selama bertahun-tahun saudara Nee dan saya tidak pernah menekankan yang lain kecuah jalur inti ekonomi Allah mengenai gereja untuk menghasilkan Tubuh demi merampungkan Yerusalem Baru. Ajaran inti ini tidak memecah belah; sebaliknya membangun Tubuh.