← Daftar isi Kejadian (6) · bab 14/16

JALAN DISEMPURNAKAN UNTUK MENJADI TIANG

Dalam berita ini kita perlu melihat bagaimana kita dapat disempurnakan menjadi tiang bagi pergerakan Tuhan. Tiang yang saya bicarakan ini tentu adalah tiang yang ada di bait Salomo (1 Raj. 7:13-22), tiang pada Betel (Kej. 28:18, 22; 35:14).

KITA HARUS BERADA DI BETEL HARI INI

Bila kita serius terhadap Tuhan, ingin menjadi tiang, kita harus menemukan di mana Betel hari ini. Kalau tidak, kita akan mencari barang yang benar pada tempat yang salah. Jika kita tetap berada dalam gereja yang merosot, denominasi-denominasi, pergerakan kharismatik, atau dalam kelompok-kelompok bebas, mustahil kita disempurnakan menjadi tiang. Jangan menganggap pernyataan ini menyatakan bahwa pikiran kita sempit atau pandangan kita terlalu pendek. Kita harus berada di Betel hari ini, yakni gereja. Tidak ada tempat lain yang bisa membuat kita menjadi tiang dalam bangunan Allah. Tiang yang disempurnakan di tempat lain bukanlah tiang untuk Betel — bangunan Allah, melainkan untuk lainnya. Berabad-abad yang lampau, banyak tokoh rohani telah disempurnakan menjadi tiang untuk denominasi-denominasi, bidang-bidang misi, atau aksi-aksi tertentu. Namun setelah tahun demi tahun saya mengamati, saya belum pernah nampak ada tiang yang disempurnakan untuk pembangunan Tuhan di luar gereja lokal. Kita harus jelas dan tegas bahwa tiang yang kita bicarakan ini adalah tiang yang sejati bagi bangunan Allah. Jika kita ingin menjadi tiang semacam ini, kita harus bertanya di mana bangunan Allah, yakni Betel hari ini. Jangan anggap ringan masalah ini.

KESAKSIAN PRIBADI

Pada tahun 1933, saya diberi beban oleh Tuhan, bahkan dipaksa oleh-Nya, untuk melepaskan pekerjaan saya dan melayani-Nya sepenuh waktu. Saya tidak pernah belajar di sekolah Alkitab atau sekolah teologi. Saat itu saya bekerja di sebuah perseroan. Ketika Tuhan menggarap saya supaya saya mau meninggalkan pekerjaan saya, saya tidak bisa makan enak atau tidur nyenyak selama tiga minggu. Melayani Tuhan sepenuh waktu memerlukan iman yang sangat kuat, namun waktu itu keadaan sekeliling saya tidak satu pun yang mendorong saya mengambil keputusan ini. Saya sungguh tidak tahu bagaimana memenuhi keperluan kehidupan saya nanti. Namun, akhirnya, saya tidak ada pilihan lain kecuali meninggalkan pekerjaan saya. Setelah mengambil keputusan ini, saya menerima sepucuk surat singkat dari Saudara Watchman Nee. Dalam surat itu Saudara Nee mengatakan, “Saudara Witness, mengenai masa depan Anda, aku merasa Anda harus melayani Tuhan se-penuh waktu. Bagaimana perasaan Anda? Kiranya Tuhan memberi pimpinan.” Surat itu tertanggal 17 Agustus 1933, hari di antara tiga minggu saat-saat saya sedang meronta-ronta terhadap Tuhan. Inilah bukti (konfirmasi) yang kuat. Saya telah mengundurkan diri dari perseroan itu, tetapi iman saya kecil; saya masih ragu-ragu, apakah keputusan saya itu tepat. Dalam keadaan itulah, datang surat dari Saudara Watchman Nee. Setelah saya membacanya, saya berkata, “Jika Tuhan kehendaki, aku akan mengunjungi saudara ini dan menanyakan mengapa saat itu ia menuliskan surat ini untukku.”

Dengan maksud ini, saya pergi ke Shanghai mengun-jungi Saudara Watchman Nee, dan di sana saya diterimanya sebagai tamu. Selama beberapa bulan tinggal bersama dia, saya mendapat bantuan yang besar. Sudah tentu pertanyaan saya yang pertama adalah mengapa ia menulis surat itu pada tanggal 17 Agustus. Ia menjawab bahwa ketika ia sedang berlayar kembali ke China, saat melewati Laut Tengah, ia sedang duduk tenang sendirian di kabin, berbeban untuk mendoakan pergerakan Tuhan di China. Ketika sedang berdoa, Tuhan menunjukkan bahwa ia harus menulis surat itu kepada saya. Kemudian saya mengisahkan bahwa hari ia menulis surat itu merupakan hari perontaan saya terhadap Tuhan selama tiga minggu itu. Berita ini membe-rikan konfirmasi kepada Saudara Watchman Nee bahwa yang ia tuliskan itu mutlak benar. Melalui surat itu, kami lalu lebih terbangun menjadi satu daripada sebelumnya. Kami betul-betul yakin bahwa Tuhan telah menyatukan kami. Sejak saat itu, ia memperlakukan saya sebagai seorang pelajar baru, saya juga menghormatinya, menghargainya sebagai sekerja yang lebih senior, seorang yang dapat memperlengkapi saya.

Karena pada masa awal, Saudara Nee dan saya tidak terlalu banyak pekerjaan, maka saya sering berkunjung ke rumahnya dan berbincang-bincang sampai lama. Pada saat-saat itu, ia memperlengkapi saya dalam berbagai aspek. Di hadapan Tuhan saya boleh bersaksi bahwa kami tidak pernah memboroskan waktu untuk mengobrol atau bergosip. Saudara Watchman Nee, karunia unggul yang diberikan oleh Tuhan untuk memperlengkapi orang lain, selalu memanfa-atkan waktu untuk memperlengkapi saya. Ia tahu benar apa yang saya perlukan. Ia memberikan kepada saya pengertian yang tepat tentang sejarah gereja dari abad pertama sampai sekarang. Ia memberi tahu saya biografi hampir semua pendiri denominasi-denominasi dan ia pun memperlengkapi saya dalam aspek hayat batiniah, hidup gereja, dan pergerakan Tuhan.

SATU ARUS

Pada suatu hari, Saudara Watchman Nee berkata kepada saya bahwa ia dan sekerja lainnya mempunyai beban supaya saya pindah ke Shanghai beserta keluarga saya untuk tinggal bersama-sama mereka dan bekerja bersama mereka. Ia menyuruh saya agar membawa masalah ini ke hadapan Tuhan. Ketika saya membawa masalah ini ke hadapan Tuhan sambil mendoakannya, Tuhan menunjukkan kepada saya dari Kitab Kisah Para Rasul bahwa dalam pergerakan-Nya di bumi hanya ada satu arus, yang dimulai dari Yerusalem dan meluas ke Antiokhia, kemudian dari Antiokhia membelok ke Eropa. Tuhan memberi tahu saya bahwa pergerakan-Nya di China tidak bisa ada dua aliran atau dua sumber. Tadinya saya merasa berbeban terhadap China Utara. Sebelum mengunjungi Saudara Watchman Nee, saya pernah memimpin sejumlah orang mempelajari secara mendetail Kitab Kidung Agung pada musim panas tahun 1933. Walaupun saya memiliki beban yang pasti terhadap China Utara, namun Saudara Watchman Nee dan para sekerja merasa bahwa saya harus pindah ke Shanghai untuk tinggal di sana serta bekerja bersama-sama mereka. Saat ini Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa saya harus terjun ke dalam satu arus yang dimulai dari Shanghai. Saya nampak bahwa dari Shanghai arus ini akan mengalir ke utara dan bagian-bagian lainnya. Maka saya menetapkan untuk pindah ke Shanghai dan tinggal di sana. Sejak saat itu, saya terus berada di dalam arus ini. Saya sangat jelas bahwa inilah arus Tuhan, adalah pergerakan pemulihan-Nya di bumi. Dengan perkataan hari ini, saya tahu bahwa saya telah menemukan Betel.

MINISTRI BERTANGGUNG JAWAB

TERHADAP ARUS INI

Karena saya tahu bahwa saya berada di dalam arus Tuhan dan bahwa arus ini sudah dimulai, saya pun menyadari bahwa ada satu ministri yang bertanggung jawab atas arus ini, maka saya dengan tegas memutuskan untuk melupakan seluruh masa lampau saya, baik pelajaran saya atau pengalaman saya. Fakta bahwa saya dapat memimpin sekelompok orang mempelajari Kitab Kidung Agung secara rinci menunjukkan bahwa saya sudah mempunyai sedikit pengetahuan dan dapat melakukan sesuatu. Saya telah mempelajari banyak hal tentang Alkitab selama tujuh setengah tahun di tengah-tengah Kaum Saudara (The Brethren). Saya mengetahui lambang-lambang, nubuat-nubuat, dan bermacam-macam pengetahuan lainnya. Di samping itu, Tuhan telah mendirikan sebuah gereja melalui saya. Meskipun demikian, saya nampak bahwa arus Tuhan di bumi haruslah satu, arus ini telah dimulai, dan juga ada satu ministri yang melaksanakan arus ini. Saya tahu bahwa saya harus di dalam arus ini dan di bawah ministri yang bertanggung jawab terhadap arus ini.

Mereka yang sejak awal bersama kami, bisa bersaksi bahwa selain pemberitaan yang saya sampaikan dalam sidang, saya tidak mengatakan yang lainnya. Saya nampak ada Saudara Watchman Nee di sini, maka saya meletakkan semua konsepsi saya, pelajaran saya, dan pengalaman saya. Dialah orang yang dipakai oleh Tuhan untuk memulai arus ini, dia mempunyai satu ministri untuk membawa arus ini maju, tidak perlu ada opini saya. Tetapi ini bukan berarti saya tidak melakukan apa pun. Delapan belas atau dua puluh tahun kemudian, saya telah mengerjakan banyak. Namun semuanya itu menurut pimpinan Saudara Watchman Nee, bukan menurut opini saya. Saya tidak pernah menyampaikan berita-berita menurut pendapat saya, saya hanya menyampaikan berita-berita yang telah disampaikan oleh Saudara Watchman Nee. Tahun-tahun itu saya tidak pernah mengusulkan opini atau konsepsi saya, saya sepenuhnya mengikuti Saudara Watchman Nee.

Di bumi, Tuhan bergerak di dalam arus-Nya. Arus ini bukan dimulai oleh Anda, melainkan oleh orang lain. Selain itu, ada satu ministri yang bertanggng jawab atas arus ini. Hari ini sulit sekali bagi saya untuk mengutarakan hal ini, karena hal ini sangat berkaitan dengan saya. Seandainya saya masih di daratan China, dan arus ini berpautan dengan ministri Saudara Watchman Nee, saya akan berkedudukan untuk berbicara lebih banyak.

RAHASIA DISEMPURNAKAN

MENJADI TIANG

Sekarang mari saya beri tahu rahasia untuk dengan solid disempurnakan (diperlengkapi) agar menjadi tiang yang kuat bagi pergerakan Tuhan. Beberapa saudara telah disempurnakan karena mereka tidak mempunyai konsepsi diri sendiri. Mereka ini hanya tahu mengikuti ministri, serta menyerap segala yang ada pada ministri. Jangan mengira mereka itu tidak pandai; mereka itu pandai sekali. Namun, di antara kita juga ada orang-orang yang banyak opininya. Mereka sering berkata, “Saudara Lee mengatakan begini atau begitu, apakah benar semuanya? Bisakah gereja terluput dari kesalahan? Baru saja seminggu yang lalu aku tahu bahwa gereja telah membuat kesalahan.” Orang-orang “ahli opini” ini tidak satu pun yang telah disempurnakan. Namun, orang-orang yang telah disempurnakan tidaklah demikian; mereka tidak memboroskan waktu untuk membicarakan kesalahan itu. Mereka hanya mendambakan tercelup dan terdiris di dalam hal-hal yang positif.

MENIKMATI HAL-HAL YANG POSITIF

Menurut prinsip Allah dalam penciptaan, untuk menumbuhkan sesuatu yang hidup perlu ada pihak yang negatif.

Ambil saja ayam sebagai contoh. Kita semua suka makan telur ayam, dada, dan paha ayam, dan tentunya kita tidak pernah mau mempedulikan kotoran ayam, bulu, dan tulang ayam. Akan tetapi, tanpa kotoran, bulu, dan tulang tersebut, niscaya ayam tidak akan bertumbuh. Kalau ingin menumbuhkan anak ayam sampai menjadi ayam, kita memerlukan barang-barang itu. Namun itu bukan untuk kita makan. Kita harus menikmati telur, dada, dan paha dan melupakan kotoran, bulu, dan tulangnya. Jika kita memperhatikan aspek positifnya, niscaya akan menerima banyak gizi.

Saya akui bahwa gereja lokal pernah membuat beberapa kesalahan, saya akui bahwa saya juga pernah berbuat kesalahan. Setiap orang bisa berbuat salah, tidak seorang pun boleh mengingkari ini. Untuk bisa bertumbuh, kita tidak bisa menghindar dari kesalahan. Namun kalau Anda hanya mengumpulkan “bulu”, “tulang”, dan “kotoran”, Anda tidak bisa merusak gereja atau ministri, sebaliknya, Anda akan merusak diri Anda sendiri. Berbuat demikian bukanlah bijaksana. Marilah kita melupakan semua hal yang negatif sambil menikmati sepuas-puasnya “telur”, “dada”, dan “paha”. Inilah beban yang saya tekankan dalam berita ini.

Di antara kita ada tiga atau empat orang yang cukup dekat dengan Saudara Nee. Saudara Nee membukakan diri sepenuhnya kepada kami dan kami pun tahu kekurangannya. Namun kami menyadari kalau kekurangan ini hanya sebagai “kotoran” agar ia bisa eksis. Kami tidak seperti yang lainnya, kami tidak mau mendekati “bulu” atau “tulang” ayam. Jika begitu, kami niscaya mengorbankan diri kami sendiri. Saya tidak pernah membiarkan hal-hal yang merugikan diri itu merugikan diri saya, sebaliknya, saya selalu menikmati “telur”, “dada”, dan “paha” yang segar dan bergizi dari ministri Saudara Nee. Ketika timbul pergerakan besar yang melawan ministrinya, saya tidak malu-malu mengaku sebagai pengikut mutlak Saudara Nee. Saya tidak mempedulikan apa kata orang lain tentang kesalahannya. Saya hanya tahu betapa saya berterima kasih kepadanya karena ia menyempurnakan saya. Saya tahu gizi yang saya terima darinya. Bahkan kelak di Yerusalem Baru, saya boleh berkata kepada Tuhan bahwa Tuhan telah menggunakan Saudara Nee untuk menyempurnakan saya. Tanpa ministrinya, saya tidak akan mencapai hari ini.

Bukan main tololnya apabila seseorang dalam gereja mencurahkan waktunya untuk mencari-cari atau menjejalkan kantongnya dengan “bulu” sambil berkata, “Inilah ‘bulu’ dari si ‘ayam’ Witness Lee, atau inilah ‘tulang’ dari gereja di Anaheim. Tidakkah Anda tahu bahwa gereja di Anaheim membuat kesalahan?” Jika ini motivasi Anda, maka Anda telah membuang-buang waktu. Jangan mengira bahwa kami takut kalau terbongkar. Baik gereja maupun ministri, tidak takut terbongkar. Akan tetapi, apa yang Anda peroleh dengan pembongkaran itu?

MENEMUKAN ARUS,

TERJUN KE DALAM ARUS

Tuhan tetap bekerja dan bergerak di bumi untuk merampungkan sesuatu. Untuk merampungkan tujuan-Nya, perlu ada satu arus. Di antara banyak aktivitas dalam kalangan orang Kristen, pasti terdapat arus dari pergerakan Tuhan. Anda tentu percaya bahwa Tuhan tetap hidup, bergerak, dan bekerja di bumi ini. Menurut prinsip, di bumi ini Tuhan pasti mempunyai satu arus. Alkitab mewahyukan bahwa di masa-masa lampau hanya ada satu arus. Pada Habel, Nuh, dan Abraham terdapat satu arus, dan sampai pada akhir Perjanjian Lama, tetap hanya satu arus. Perjanjian Baru pun tidak terkecuali. Sebab Tuhan tetap hidup, bergerak dan bekerja di bumi, maka hari ini pun Tuhan hanya mempunyai satu arus di bumi ini.

Berhubung hanya ada satu arus di bumi, maka kita harus berusaha sedapat mungkin untuk menemukan di mana arus ini. Kita mencari-cari dan mempelajari (menyelidiki) demi mencapai arus ini tidaklah percuma, bahkan sudah selayaknya. Saya bukanlah orang bodoh yang hanya tahu mengikuti orang lain secara buta. Sebelum saya terjun ke dalam arus ini, saya telah mencari-cari serta menyelidiki benar-benar. Saya melepaskan pekerjaan saya, meninggalkan keluarga saya, dan segala sesuatu, bukan bermaksud menyia-nyiakan pengorbanan saya. Karena itu, saya mencurahkan waktu untuk menyelidiki perkara ini. Akhirnya, saya yakin bahwa saya telah menemukan arus ini. Selama 45 tahun lebih, saya tidak pernah meragukannya.

Setelah kita nampak hanya ada satu arus, dan menemukan arus ini, kita harus terjun ke dalamnya, sambil melupakan pelajaran, konsepsi, pemahaman, dan pandangan kita yang lampau. Ditinjau dari arus ini, semua itu tidak terhitung apa-apa. Bagi kebanyakan orang, mengatakan, “Tidak tahu apa-apa,” itu terlampau terlambat. Harusnya sejak awal mereka sudah berkata demikian. Sejak hari saya berkata kepada Saudara Nee bahwa saya akan pindah ke Shanghai, tinggal bersama mereka, dan belajar kepada mereka, saya segera melepaskan semuanya dan hanya mengikuti ministri yang unik itu. Saya selamanya tidak pernah menyesali keputusan ini. Haleluya, atas pilihan ini! Tidak seorang pun bisa mengukur suplai dan penggenapan yang saya terima sebagai hasil berpaling kepada jalan ini. Beberapa saudara pun demikian. Mereka tidak ada waktu untuk mengurusi “kotoran”, “bulu-bulu”, atau “tulang-belulang”. Mereka hanya memusatkan waktunya untuk menyerap semua kelimpahan yang ada dalam arus ini. Inilah jalan yang tepat untuk disempurnakan sebagai tiang yang berguna dalam pergerakan Tuhan.