← Daftar isi 1 Korintus (2) · bab 8/25

MERAWAT, MINUM, MAKAN, MENANAM, MENYIRAM, DAN BERTUMBUH

Pembacaan Alkitab : 1Kor. 3:1-9

Dalam 1Korintus 3 terdapat banyak perkara yang mustika dan banyak ungkapan yang tidak lazim. Pasal ini sangat khusus, tidak ada bagian lain dari Alkitab yang dapat menggantikannya.

Dalam ayat pertama Paulus berkata, ”Dan aku, Saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia karnal, yang masih bayi dalam Kristus” (Tl.). Di sini Paulus mengucapkan perkataan yang sangat keras. Ia menyebut orang-orang Korintus bukan saja bersifat daging, bahkan milik daging (karnal). Milik daging merupakan istilah yang lebih keras daripada bersifat daging, dan mengacu kepada aspek-aspek daging yang lebih kotor. Milik daging mengacu kepada tersusun dari daging, sedangkan bersifat daging mengacu kepada terpengaruh oleh sifat daging dan berbagian dalam karakter daging. Paulus tidak dapat berbicara kepada mereka seperti kepada manusia rohani, tetapi seperti kepada mereka yang karnal, bayi dalam Kristus. Ia sangat keras terhadap orang-orang beriman di Korintus. Jika kita harus mengatakan perkataan sekeras itu kepada orang-orang kudus hari ini, tentu banyak yang tersinggung dan tidak mau mendengarkan kita lebih lanjut.

ENAM HAL YANG SANGAT PENTING

Beban saya dalam berita ini ialah membahas beberapa ungkapan yang sangat penting yang digunakan Paulus dalam pasal ini. Dalam ayat 2 Paulus berkata, ”Susulah yang kuberikan kepadamu, bukan makanan keras.” Memberi orang minum susu atau makanan untuk dimakan berarti merawat orang. Versi King James menerjemahkan bagian depan dari ayat dua sebagai berikut: ”Aku telah menjamu kamu dengan susu.” Merawat berbeda dengan mengajar, merawat adalah perkara hayat, mengajar adalah perkara pengetahuan. Yang rasul berikan kepada kaum beriman di Korintus kelihatannya adalah pengetahuan, tetapi sebenarnya adalah susu. Ungkapan penting pertama dalam pasal ini adalah merawat. Merawat orang lain itu sangat menyenangkan. Seorang ibu, misalnya, dengan senang hati merawat anak-anaknya. Demikian pula, Paulus, ingin merawat orang-orang beriman Korintus bukan hanya dengan susu, tetapi juga dengan makanan keras.

Dalam ayat 2, susu itu untuk diminum, sedangkan makanan keras itu untuk dimakan. Karena itu, pemikiran tentang merawat yang dipakai di sini mengacu kepada makan dan minum. Sebelum Anda memasuki kehidupan gereja, mungkin Anda telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, namun Anda belum pernah mendengar berita tentang minum. Bila kita ingin menjadi orang Kristen yang wajar, kita harus menjadi orang Kristen yang minum. Minum adalah pemikiran dasar dalam 1 Korintus. Dalam 12:13 Paulus berkata bahwa kita semua telah diberi minum dari satu Roh. Konsepsi mengenai minum bukan ditemukan oleh Paulus. Tuhan Yesus berbicara mengenai minum dalam Yohanes 4 dan Yohanes 7. Dalam Yohanes 4:14 Dia berkata kepada perempuan Samaria, ”Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.” Menurut Yohanes 7:37, pada hari terakhir pada hari raya Pondok Daun, Tuhan Yesus berdiri dan berseru, ”Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum.” Jadi Kristus berbicara mengenai minum, dan Paulus pun berbicara mengenai minum. Semua orang Kristen harus menjadi orang-orang yang menikmati minuman rohani.

Mana yang lebih vital dalam mempertahankan kehidupan manusia, makan atau minum? Jawabannya: minum lebih penting daripada makan. Kita dapat hidup berhari-hari tanpa makan, tetapi kita tidak dapat hidup tanpa minum. Lagi pula, sepanjang hari kita lebih sering minum daripada makan. Mungkin kita makan tiga kali sehari, tetapi kita minum dua belas kali. Para dokter menasihati kita untuk minum bergelas-gelas air dalam sehari. Walaupun minuman rohani itu penting bagi kehidupan orang Kristen, namun hal ini hampir diabaikan sama sekali oleh orang-orang Kristen hari ini.

Perkataan Paulus tentang makanan keras dalam ayat 2 sesungguhnya menyiratkan tentang makan. Maka, bersama merawat dan minum, Paulus menekankan pentingnya makan.

Dalam ayat 6, 7, dan 8, Paulus berbicara tentang menanam. Khususnya ia berkata tentang dirinya sendiri, ”Aku menanam.” Paulus bukan hanya orang yang merawat, tetapi juga seorang penanam. Kita diberi tahu bahwa Paulus merawat orang kudus, memberi mereka sesuatu untuk dimakan dan diminum, dan ia juga menanam, tetapi dalam ayat ini kita tidak diberi tahu bahwa Paulus adalah seorang guru.

Mengiringi penanaman, kita memiliki penyiraman dan pertumbuhan. Ayat 6 dan 7 mengatakan, ”Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan.” Jadi, dalam ketujuh ayat yang pertama dari pasal ini kita memiliki 6 perkara yang indah: merawat, minum, makan, menanam, menyiram, dan bertumbuh. Alangkah indahnya pasal ini! Dapatkah Anda menemukan pasal-pasal lain dalam Firman Tuhan yang mencakup keenam perkara ini? Saya tidak yakin bahwa dalam Alkitab terdapat pasal-pasal lain yang mencakup keenam perkara ini. Dalam hal ini, 1Korintus 3 adalah unik. Dengan cara yang sangat singkat, dalam jangkauan hanya tujuh ayat, Paulus menyinggung enam perkara indah. Dalam cara yang riil dan dari pengalaman, ia menyinggung merawat, minum, makan, menanam, menyiram, dan bertumbuh.

TEMPAT UNTUK MERAWAT

Sudahkah Anda merawat orang lain dalam kehidupan gereja? Untuk merawat orang lain, mula-mula kita sendiri harus dikenyangkan dulu. Gereja adalah tempat yang bukan hanya untuk pengajaran, tetapi untuk merawat. Karena itu, kita tidak boleh menganggap gereja sebagai sekolah, tetapi sebuah ruang makan, bahkan sebuah rumah makan. Bila orang lain merasa jengkel karena Anda terlalu sering menghadiri sidang-sidang setiap minggu dan bingung akan apa yang Anda lakukan dalam sidang, Anda boleh menjawab, ”Gereja adalah rumah makan, dan saya sering menghadirinya karena saya perlu makan.” Dalam rumah makan gereja kita harus merawat orang lain dan menerima rawatan.

Ketika saya menyampaikan berita-berita dalam ministri, saya tidak merasa mengajar orang lain atau berkhotbah. Saya tidak bermaksud menjadi pengkhotbah atau guru. Sebaliknya, keinginan saya ialah menjadi seorang pengurus rumah tangga, seorang pramusaji. Saya ingin melayani orang-orang kudus dan melayani mereka dengan Kristus. Saya bukanlah seorang koki, sebab koki surgawi, Tuhan sendiri, berada di balik layar. Saya hanyalah seorang pelayan yang menyajikan hidangan lezat satu per satu kepada orang-orang kudus.

Sidang-sidang gereja haruslah seperti perjamuan yang terdiri atas beberapa hidangan. Apabila seorang teman mengundang Anda untuk makan di rumah makan, bersiaplah untuk menikmati hidangan demi hidangan. Dalam beberapa perjamuan, mungkin ada sampai dua puluh hidangan yang berbeda termasuk daging, ikan, unggas, sayur mayur, dan sup. Gereja harus menjadi sebuah rumah makan, tempat kita berpesta menikmati Kristus secara berkesinambungan. Kristuslah menu unik yang disajikan di rumah makan gereja. Di rumah makan ini kita menikmati hidangan yang terbaik, sebab setiap menu makanan adalah satu aspek dari Kristus sendiri.

MINUM DAN MENGHIRUP

Cara minum ialah menyeru nama Tuhan Yesus. Dengan menyeru nama Tuhan, kita minum dan menghirup Dia. Menyeru nama Tuhan meliputi minum dan menghirup. Air yang kita minum adalah udara yang kita hirup. Kelembaban rohani dalam kehidupan gereja sangat tinggi, karena dalam gereja tidak ada kekeringan. Ketika kita menghirup udara rohani dengan menyeru, ”O Tuhan Yesus!” kita juga menyesap air yang terkandung dalam udara. Jadi, menghirup akhirnya menjadi minum. Artinya, ketika kita menghirup, kita juga minum.

Seringkali kita tidak perlu berteriak keras-keras untuk minum. Dengan tenang kita dapat berkata, ”O Tuhan Yesus.” Kadang-kadang cukup mengatakan ”Tuhan,” dan kadang-kadang pula hanya mengatakan ”O”. Beberapa orang mungkin menganggapnya takhayul. Akan tetapi, dari pengalaman bertahun-tahun saya dapat bersaksi bahwa dengan menyeru nama Tuhan saya disegarkan, dikuatkan, dan dihibur. Jika saya tidak menghirup dan minum Tuhan sedemikian, saya akan menjadi kering dan dahaga. Lagi pula hidup saya sehari-hari akan menjemukan, dan sangat kekurangan kesegaran. Tetapi dengan hanya berseru, ”O Tuhan Yesus,” saya disegarkan.

Mereka yang berpendidikan tinggi atau mereka yang profesional mungkin menyangka bahwa menyeru nama

Tuhan bukan untuk mereka, tetapi hanya untuk mereka yang muda-muda, dan kurang pengalaman, atau yang tidak berpendidikan. Tetapi minum adalah bagi semua orang. Apabila Anda tidak minum Tuhan dengan menyeru nama-Nya, Anda akan mengalami kekeringan dan kebosanan. Ya, kita semua perlu minum Tuhan Yesus dari hari ke hari!

Sebagai orang tua, saya telah melalui berbagai macam pengalaman dalam kehidupan manusia. Banyak perkara yang tidak menyenangkan terjadi dalam hidup saya. Tidak ada satu kehidupan yang tanpa kesulitan. Seperti salah satu kidung mengatakan:

Allah tak pernah menjanjikan,

S’panjang hidupmu s’lalu lancar;

Tiada awan, cerah ’tiasa,

Tiada susah, girang b’laka,

(Kidung No. 526).

Tetapi walaupun saya telah melewati banyak situasi yang tidak menyenangkan dan tidak menggembirakan, saya telah menjadi orang yang bahagia sebab saya memiliki Tuhan Yesus. Bahkan setan-setan pun dapat bersaksi bahwa saya berbahagia di dalam Tuhan. Saya tidak hanya memiliki Tuhan Yesus yang obyektif, yang berada di surga. Kristus saya berada di surga pun di dalam saya. Haleluya, Kristus hidup di dalam saya, dan saya dapat menghirup Dia, minum Dia, dan berpesta atas Dia! Setiap hari saya menikmati penghirupan, minuman, dan makanan yang terunggul.

Bila Anda menghirup Tuhan, minum Dia, dan makan Dia, Anda tidak hanya terawat, tetapi juga akan disembuhkan. Ya, berbagian dalam Tuhan secara demikian dapat benar-benar menyembuhkan kita. Ini bahkan dapat membuat kita lebih kuat secara jasmani, karena sukacita dan kebahagiaan yang kita alami melalui menyeru nama Tuhan mempengaruhi kesehatan kita secara positif. Banyak dokter mengakui bahwa sukacita itu menyehatkan. Jadi, kita semua perlu menjadi orang Kristen yang menghirup, minum, dan makan. Kita harus menjadi orang Kristen yang menikmati Tuhan dan juga merawat orang lain dengan Dia.

MENANAM DAN MENYIRAM

Sebagai kaum beriman kita harus menjadi orang yang menanam dan menyiram. Dengan membaca ayat 6 dan 7, mungkin kita memperoleh kesan bahwa hanya orang-orang tertentu seperti Paulus dan Apolos yang dapat menanam dan menyiram. Tetapi kita tidak boleh berpendapat bahwa hanya para pemimpin dan mereka yang ambil bagian dalam pelayanan Firman yang mampu menanam dan menyiram. Tidak, setiap orang dari kita harus menanam dan menyiram.

Beberapa orang kudus memiliki konsepsi bahwa kita kalau bukan orang yang menanam, tentu orang yang menyiram, tetapi bukanlah sekaligus penanam dan penyiram. Seorang saudara yang melakukan pekerjaan menanam mungkin merasa bahwa dia tidak perlu menyiram apa yang telah ditanamnya, karena menganggap itu adalah tugas saudara lain. Mungkin dia menganggap dirinya sendiri seorang penanam dan menganggap orang lain yang harus menyiram. Meninjau masalah menanam dan menyiram dengan cara begini adalah menurut konsepsi alamiah kita. Jika kita berpaling ke roh atau melatih roh kita, kita tidak akan peduli apakah kita ini penanam atau penyiram. Sebaliknya, kita hanya melakukan pekerjaan penanaman dan penyiraman.

Beberapa orang mungkin tidak menyirami kaum beriman lainnya karena mereka takut terlalu banyak menyiram akan merusak mereka. Akan tetapi, lebih baik berbuat kesalahan dan mendatangkan sedikit kerusakan daripada tidak menyirami orang lain sama sekali. Walaupun Anda mungkin berbuat salah, Anda akan menolong banyak orang untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Saya mendorong Anda semua untuk menanam dan menyiram.

KEBUTUHAN YANG TERBESAR

Walaupun merawat, memberi minum, makan, menanam, dan menyiram semuanya penting, tetapi kebutuhan terbesar adalah bertumbuh. Kita dapat menanam dan menyiram, tetapi Allahlah yang menumbuhkan. Menyinggung pertumbuhan dalam hayat, Allah adalah segala sesuatu, karena hanya Allah yang dapat menumbuhkan, dalam hal merawat, menanam, dan menyiram, kita harus bersatu dengan Allah Tritunggal. Artinya kita harus merawat, menanam, dan menyiram dalam kesatuan yang organik dengan Tuhan. Kemudian ketika kita merawat, Dia pun merawat. Dia akan merawat dalam perawatan kita. Demikian juga halnya dengan menanam dan menyiram. Sebelum menyampaikan berita, dengan serius saya berdoa, ”Tuhan, berbicaralah dalam pembicaraanku. Tuhan, biarlah aku menjadi satu roh dengan-Mu dalam pembicaraanku dengan cara yang riil.” Maka saya beroleh kemantapan bahwa sementara saya berbicara, Dia pun berbicara. Dengan berani saya mengikrarkan bahwa saya menjadi satu roh dengan Tuhan dan kini Dia menjadi satu roh dengan saya. Tanpa Dia, pembicaraan saya tidak bernilai sama sekali.

Saya boleh menanam dan menyiram, namun saya tidak mampu, juga tidak memiliki sesuatu yang membuat orang lain bertumbuh. Pertumbuhan hanya datang dari Allah. Ketika Dia masuk ke dalam, Dia membuat kita bertumbuh. Walaupun hanya Allah saja yang dapat menumbuhkan, na-mun Dia sendiri tidak akan menanam atau menyiram. Di luar kita, Dia tidak akan menanam atau menyiram, sama seperti Dia tidak akan tampil dan berbicara kepada orang-orang kudus secara langsung. Dia berbicara kepada orang lain dalam pembicaraan kita. Artinya, Allah harus mempunyai seseorang untuk bekerja sama dengan Dia dalam berbicara, menanam, dan menyiram. Ketika kita menanam dan menyiram, Dia juga akan menanam dan menyiram. Betapa indahnya, kita tidak melayani berhala yang bisu, tetapi melayani Allah yang hidup! Melalui pelayanan kita, Dia melayani orang kudus.

Saya tidak mempercayai pembicaraan saya. Pembicaraan saya sendiri tidak berbobot sedikit pun. Akan tetapi, seringkali saya yakin bahwa sementara saya membuka mulut saya untuk berbicara, Dia pun berbicara. Melalui pembicaraan saya, Dia tersalur ke dalam orang-orang kudus. Keyakinan saya sepenuhnya pada pembicaraan Tuhan di dalam pembicaraan saya. Rahasia saya satu-satunya adalah Allah Tritunggal sendiri. Terpisah dari Allah Tri-tunggal, saya bukan apa-apa. Bila bukan bagi Dia, saya akan mati.

Kita semua mula-mula perlu menikmati Tuhan dengan menghirup, minum, dan makan. Ada banyak cara untuk minum Dia dan makan Dia. Kita dapat berbagian dalam Tuhan melalui berdoabaca, menghadiri sidang-sidang, dan bersekutu dengan orang kudus. Kita juga dapat menerima suplai hayat melalui membaca buku-buku rohani tertentu. Ada banyak cara untuk menikmati Tuhan. Semakin kita menikmati Dia, kita semakin dijenuhi oleh Dia. Kemudian kita akan berbeban untuk merawat orang lain, menanam, dan menyiram. Jika kita bersatu dengan Tuhan dalam perawatan, penanaman, dan penyiraman, dengan spontan Tuhan akan hadir untuk menumbuhkan orang lain dalam hayat.