← Daftar isi 1 Korintus (2) · bab 19/25

MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN KEBEBASAN (3)

Pembacaan Alkitab: 1Kor. 6:13-20

DUA KELOMPOK PROBLEM

Ketika Paulus menulis Surat Kiriman ini, ia pasti telah mempertimbangkan urutan berbagai problem yang harus ditanggulanginya di antara kaum beriman Korintus. Urutan problem yang ditanggulangi Paulus itu bukannya sembarangan dan bukan tanpa makna, sebaliknya, urutan ini penuh makna. Pertama, Paulus menanggulangi keinginan dan pilihan jiwani; kedua, menanggulangi nafsu daging; ketiga, menanggulangi penuntutan hak; keempat, menanggulangi penyalahgunaan kebebasan dalam hal-hal yang ditetapkan Allah seperti makanan dan pernikahan. Seperti yang akan kita lihat, dalam pasal 7 Paulus maju selangkah lagi dengan menanggulangi kehidupan pernikahan, dalam pasal 8, 9, dan 10 ia menanggulangi masalah makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Keenam penanggulangan ini membentuk satu kelompok. Setiap hal dalam kelompok ini merupakan hal kehidupan. Jiwa, daging, hak, kebebasan, pernikahan, dan makanan, semuanya bertalian dengan kehidupan manusia.

Dari pasal 11 hingga 16 Paulus menanggulangi lima problem lain. Dalam pasal 11 ia menanggulangi masalah penudungan kepala dan perjamuan Tuhan. Penudungan kepala bertalian dengan Kristus sebagai Kepala, dan perjamuan Tuhan bertalian dengan gereja sebagai Tubuh Kristus. Dalam pasal 12, 13, dan 14 Paulus menanggulangi karunia-karunia rohani; dalam pasal 15 ia membahas ajaran tentang kebangkitan; dan dalam pasal 16 ia tiba pada masalah terakhir, yakni masalah memberikan bantuan material. Kelima perkara ini membentuk kelompok kedua dan semuanya bertalian dengan perkara rohani mengenai pemerintahan Allah. Semakin kita merenungkan urutan penanggulangan Paulus dalam Surat Kiriman ini, kita akan semakin mengetahui makna dari urutan tersebut. Kita mengetahui bahwa keenam problem pertama merupakan satu kelompok yang bertalian dengan kehidupan manusia, dan kelima problem yang di belakang merupakan satu kelompok yang bertalian dengan perkara rohani, khususnya bertalian dengan kepentingan Allah di bumi ini.

Menelusuri urutan kesebelas problem yang ditanggulangi dalam kitab ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari 1Korintus. Hal ini tidak saja mempelajari Alkitab secara harfiah, hitam atas putih, tetapi juga melihat terang yang mendatangkan hayat. Bila kita nampak terang dalam Firman dan menerima hayat, kita akan bertumbuh.

BERPESTA

Dalam pasal 5 dan 6 Paulus menanggulangi masalah dosa yang kotor, menuntut hak, dan penyalahgunaan kebebasan manusia. Tetapi, ketika ia menanggulangi hal-hal tersebut, ia menggunakan ungkapan dan perkataan yang baik sekali untuk menyajikan hal-hal yang tidak pernah kita dapatkan di tempat lain di dalam Perjanjian Baru. Misalkan dalam 5:8 Paulus berkata, ”Karena itu marilah kita berpesta . . . ” Kita telah mengetahui bahwa pesta ini mengacu kepada Hari Raya Roti Tidak Beragi sebagai kelanjutan Paskah (Kel. 12:15-20). Hari Raya ini berlangsung selama tujuh hari, jangka waktu yang lengkap, menandakan seluruh waktu hidup kristiani kita, dari hari pertobatan kita sampai pada keterangkatan kita. Ini menunjukkan bahwa seluruh kehidupan orang Kristen seharusnya merupakan pesta yang demikian, menikmati Kristus sebagai pesta kita.

Walaupun hal berpesta dengan roti tidak beragi ini merupakan hal yang amat penting, kebanyakan orang Kristen kurang sekali menaruh perhatian terhadap perkataan Paulus tentang hal ini. Sebaliknya, mereka hanya memperhatikan perintah Paulus tentang istri harus mematuhi suami, dan suami harus mengasihi istri. Konsepsi ini sudah menjadi bagian dari pengertian alamiah orang beriman maupun orang tidak beriman. Orang-orang China mulai mempraktekkan hal-hal ini ribuan tahun yang lalu. Jika dari Alkitab Anda mengajarkan hal mengasihi istri atau mematuhi suami kepada orang-orang China yang beretika, mereka akan mengatakan bahwa hal itu sudah mereka ketahui dan sudah mereka praktekkan.

Walaupun orang-orang Kristen menaruh perhatian terhadap ayat-ayat tentang kepatuhan dan kasih, siapakah yang menaruh perhatian yang cukup terhadap perkataan Paulus mengenai berpesta? Pernahkah guru-guru besar sekolah Alkitab atau seminari mengajar murid-murid mereka apa artinya berpesta dan bagaimana caranya? Saya tidak yakin ada guru besar yang mengajarkan hal ini kepada murid-murid mereka. Lagi pula, saya tidak percaya ada orang yang pernah mengatakan kepada Anda apa maknanya tubuh Anda menjadi anggota Kristus, mengikatkan diri menjadi satu roh dengan Tuhan, atau tubuh Anda adalah bait Roh Kudus. Sungguh menyedihkan, kaum beriman hari ini telah diselewengkan dari hal-hal yang teramat penting ini! Kita pun telah terhambat oleh pengaruh latar belakang keagamaan kita. Karena itu kita perlu memasuki ayat 15, 17, dan 19. Kita tidak boleh mengabaikan ayat-ayat ini; karena ayat-ayat ini adalah ayat-ayat yang paling dalam di Alkitab.

MENYALURKAN HAYAT

KE TUBUH KITA YANG FANA

Dalam 6:13-14 Paulus berkata, ”Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.” Tubuh kita diciptakan untuk Tuhan, dan Tuhan di dalam kita adalah untuk tubuh kita. Allah telah membangkitkan tubuh Tuhan, dan tubuh kita akan mengambil bagian dalam tubuh Tuhan yang mulia dalam kebangkitan (Flp. 3:21) dan tidak akan binasa selamanya. Inilah penebusan tubuh kita.

Berbicara tentang Kristus yang telah dibangkitkan, Kisah Para Rasul 2:24 mengatakan, ”Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Berdasarkan Roma 6:9, ”Sesudah bangkit dari antara orang mati, Kristus tidak mati lagi: Maut tidak berkuasa lagi atas Dia.” Dalam 2Korintus 4:14 Paulus mengatakan dengan jelas bahwa Ia yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kita juga: ”Karena kami tahu bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Ia juga akan menghadapkan kami bersama-sama dengan ka-mu kepada diri-Nya.” Tambahan pula, dalam Yohanes 6:39-40 Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia akan membangkitkan kita pada akhir zaman. Tetapi, pada hari ini juga, Roh Kristus yang telah bangkit memberikan hayat kepada tubuh kita, dan membuat tubuh kita menjadi anggota Kristus dan bait Allah yang dihuni oleh Roh Kudus.

Jika kita ingin mengerti bagaimana Tuhan hari ini adalah untuk tubuh kita dan bagaimana di masa mendatang Allah akan membangkitkan tubuh kita, kita perlu memahami Roma 8:11. Ayat ini mengatakan, ”Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.” Dalam ayat ini, salah satu ayat terbesar dalam Alkitab, kita nampak bahwa melalui Roh Allah yang berhuni di dalam kita, Allah yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, menyalurkan hayat ke dalam tubuh kita yang fana ini. Hal ini bisa menjadi pengalaman hari ini bagi semua orang yang mencari Tuhan. Kalau Anda dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan, ada sesuatu yang menakjubkan sedang berlangsung di dalam diri Anda: Roh Allah yang membangkitkan itu senantiasa menyalurkan hayat ke dalam tubuh Anda.

Penyaluran hayat semacam ini boleh kita ibaratkan seperti transmisi arus listrik. Arus listrik sebenarnya adalah listrik yang sedang bergerak. Jika Anda melihat meteran listrik di balai sidang ini, Anda akan mengetahui bahwa listrik sedang ditransmisikan ke bangunan ini. Ketika kita berhimpun di balai sidang ini untuk berdoa dan bersekutu, listrik mengalir ke dalam bangunan ini. Seasas dengan itu, arus listrik surgawi dari hayat kebangkitan Kristus sedang mengalir ke dalam tubuh kita yang fana. Sewaktu kita mencari Tuhan dari hari ke hari, kita beroleh jaminan penuh bahwa arus ilahi itu sedang mengalir di dalam kita. Arus ini adalah hayat kebangkitan yang disalurkan ke dalam kita oleh Roh yang berhuni.

Saya sering mengalami transmisi demikian sewaktu tubuh saya terasa letih. Sering kali saya harus berbicara sementara tubuh saya terasa sangat letih. Tetapi ketika saya sedang berbicara, Roh itu menginfus saya, dan Kristus yang telah bangkit itu menjadi suplai hayat saya. Akibatnya, roh saya diperkuat dan tubuh saya yang lemah dan letih di hidupkan.

BERSATU DENGAN KRISTUS SECARA ORGANIK

Dalam ayat 15 Paulus berkata, ”Tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu semua adalah anggota Kristus?” Perhatikan, di sini Paulus tidak saja berkata bahwa kita adalah anggota Kristus, ia juga menyatakan bahwa tubuh kita adalah anggota-anggota Kristus. Topik ayat-ayat ini adalah menanggulangi penyalahgunaan kebebasan dalam hal makanan dan tubuh. Jadi yang diperhatikan Paulus adalah tubuh kaum beriman.

Karena kita bersatu secara organik dengan Kristus, dan karena Kristus telah berhuni di dalam roh kita (2Tim. 4:22), dan berumah di dalam hati kita (Ef. 3:17), maka seluruh diri kita, termasuk tubuh kita yang telah dibersihkan, akan menjadi anggota-Nya. Ayat 17 menyatakan bahwa kita telah bersatu secara organik dengan Kristus. Menjadi satu roh dengan Tuhan berarti masuk ke dalam suatu kesatuan yang organik dengan Dia, bersatu secara organik dengan-Nya. Kesatuan organik inilah yang memungkinkan tubuh kita menjadi anggota-anggota Kristus. Kristus diam di dalam roh kita, dan dari roh kita menyebar ke seluruh manusia batiniah kita, serta berumah di hati kita. Lagi pula, berdasarkan Roma 8:11, dari manusia batiniah kita, Ia berusaha menyalurkan diri-Nya sebagai hayat ke dalam tubuh jasmani kita. Karena itu, Kristus menyebar dari roh ke jiwa dan dari jiwa ke tubuh. Dengan cara demikianlah, tubuh kita menjadi anggota-anggota Kristus.

Perkara ini dalam, misterius, dan abstrak. Namun puji Tuhan atas firman yang teguh dalam 1Korintus 6 yang mewahyukan perkara yang sedemikian misterius! Maka kita perlu menggali kedalaman firman ini.

Dalam 6:17 Paulus berkata, ”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa ini mengacu kepada kesatuan yang organik antara kaum beriman dengan Tuhan melalui percaya ke dalam-Nya (Yoh. 3:15-16). Kesatuan dengan Kristus yang telah bangkit sedemikian ini hanya bisa terjadi di dalam roh kita, karena Kristus hari ini adalah Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45) dan sekarang menyertai roh kita (2Tim. 4:22).

TIGA ASPEK DARI SATU REALITAS

Telah kita lihat bahwa dalam ayat 15, 17, dan 19 Paulus mengungkapkan tiga hal penting, yakni: tubuh kita adalah anggota-anggota Kristus; kita mengikatkan diri dengan Tuhan menjadi satu roh; dan tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Menurut fakta dan prakteknya, ketiganya ini adalah satu. Kunci dari ketiganya ada dalam ayat 17. Tanpa mengikatkan diri pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia, mustahillah tubuh kita yang berdosa dan penuh hawa nafsu ini bisa menjadi anggota-anggota Kristus. Perkara penting lainnya yang bertalian dengan hal ini adalah perkataan Paulus dalam 6:14, yaitu Tuhan ”akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.” Kita pun telah menunjukkan bahwa sekarang ini juga Roh Kristus yang telah bangkit yang berhuni di dalam roh kita memberikan hayat kepada tubuh kita. Pemberian hayat ini membuat tubuh kita menjadi anggota-anggota Kristus dan bait Roh Kudus. Pernahkah Anda merasa bingung, bagaimana tubuh kita bisa menjadi anggota-anggota Kristus dan bait Roh Kudus? Kuncinya adalah karena Roh Kristus yang telah bangkit dan berhuni di dalam kita ini menyalurkan hayat kepada tubuh kita yang fana.

Karena inilah kuncinya, maka kita harus melatih dan mempraktekkan mengalami Tuhan sebagai Roh pemberi hayat yang berhuni di dalam roh kita. Inilah praktek menjadi satu roh dengan Tuhan. Jika kita melatih diri kita mengalami hal ini dan menikmatinya, kita akan membuka pintu bagi Tuhan untuk memberikan hayat kepada tubuh jasmani kita. Kemudian tubuh kita akan dipenuhi dengan hayat kebangkitan Kristus dan akan menjadi anggota-anggota Kristus. Ketika tubuh kita menjadi salah satu anggota dari Kristus yang berhuni ini, maka secara otomatis tubuh kita menjadi bait, tempat kediaman, dari Roh Kudus. Karena itu, dalam pengalaman kita, ketiga hal ini: tubuh kita menjadi anggota-anggota Kristus, menjadi satu roh dengan Tuhan, dan tubuh kita menjadi bait Roh Kudus; adalah tiga aspek dari satu realitas.

Cara Paulus menanggulangi problem-problem di antara kaum beriman Korintus tidaklah dangkal atau hanya di permukaannya saja, sebaliknya, sangatlah dalam. Ketika Paulus menanggulangi berbagai problem, ia membawa kita kembali ke visi inti ekonomi Allah Allah Tritunggal sebagai Roh pemberi hayat almuhit yang berhuni di dalam roh kita. Roh itu kini adalah Allah Tritunggal yang telah diproses yang berhuni di dalam seluruh diri kita. Semua problem di antara kaum beriman disebabkan oleh kurangnya pengalaman terhadap Roh yang berhuni ini. Saya ulangi, orang-orang Kristen mempunyai problem karena mereka kurang mengalami Roh pemberi hayat yang berhuni, yang almuhit. Karena alasan inilah, Paulus akhirnya membawa kita kembali ke Roh ini yang ada di dalam kita.

MEMULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUH KITA

Dalam 6:20 Paulus berkata, ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Cara untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita adalah membiarkan Allah yang tinggal di dalam kita (1Yoh. 4:13), memenuhi dan menjenuhi tubuh kita, dan mengekspresikan diri-Nya sendiri melalui tubuh kita sebagai bait-Nya. Sewaktu Tuhan menyebar dari roh kita, melalui jiwa kita, dan ke dalam tubuh kita, kita memuliakan Allah dengan tubuh kita. Jadi, memuliakan Allah dengan tubuh kita berarti tubuh kita menjadi satu dengan Allah Tritunggal. Inilah pemahaman terhadap perkataan Paulus dalam ayat 20 menurut visi inti ekonomi Allah.

Janganlah menganggap 1Korintus sebagai sejilid kitab yang dangkal yang menanggulangi berbagai problem dalam gereja. Ya, dalam kitab ini Paulus memang menanggulangi banyak problem. Tetapi pada saat yang sama, ia membawa kita masuk ke dalam visi inti ekonomi Allah, karena ia membawa kita kembali ke Roh itu, yang merupakan perampungan terakhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses.

Jika Anda memasuki kedalaman ayat-ayat ini, hidup Anda, ministri Anda, dan pelayanan Anda di dalam gereja akan memiliki peralihan yang besar. Manusia batiniah Anda dan seluruh kehidupan gereja Anda akan mengalami perubahan secara tuntas. Kiranya kita semua baik-baik berdoa atas ayat-ayat ini, hingga perubahan yang demikian terjadi di batin kita.