← Daftar isi 1 Korintus (2) · bab 11/25

MEMBANGUN ATAU MEMBINASAKAN BAIT ALLAH?

Pembacaan Alkitab: 1Kor. 3:10-23; 2Kor. 3:18; Rm. 12:2.

EMAS, PERAK, DAN BATU PERMATA

Dengan mengacu kepada Kristus sebagai satu-satunya dasar, Paulus berkata dalam 3:10, ”Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” Dalam ayat 12 ia berkata lebih lanjut, ”Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering, atau jerami.” Menurut ayat ini bahan bangunan yang pantas adalah emas, perak, dan batu permata. Mengapa Paulus hanya menyebutkan tiga bahan semacam ini, bukan dua atau empat? Karena bahan-bahan ini mengacu kepada tiga Tokoh dari Tri-tunggal, mengacu kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Batu permata berkaitan dengan pekerjaan pengubahan Roh Kudus. Setiap batu permata adalah bahan yang diubah. Biasanya benda itu asalnya bukan permata, mungkin batuan atau batu bara. Kemudian oleh temperatur dan tekanan yang tinggi, bahan-bahan itu berubah menjadi batu permata. Jadi, batu permata menunjukkan pengubahan. Menurut 2Korintus 3:18, kita diubah oleh Tuhan Roh. Hal ini dengan jelas mewahyukan bahwa pengubahan adalah pekerjaan Roh. Itulah sebabnya butir ketiga dari bahan-bahan yang pantas yang disebut dalam 3:12 mengacu kepada yang ketiga dari Tritunggal, yaitu Roh itu.

Dalam Keluaran 30 kita nampak bahwa perak digunakan untuk menebus hayat umat Allah. Perak menandakan penebusan yang telah dirampungkan oleh Kristus Sang Putra, yang kedua dari Tritunggal. Karena itu perak dalam 3:12 mengacu kepada penebusan Kristus.

Emas, bahan mustika pertama yang disebut oleh Paulus mengacu kepada yang pertama dari Tritunggal, Allah Bapa. Emas tidak melambangkan penebusan atau pengubahan, melainkan sebagai unsur mustika, melambangkan sesuatu yang tidak berubah atau rusak. Emas selalu tetap, tidak berubah. Karena itu dalam Alkitab, emas melambangkan sifat Allah Bapa. Sifat ilahi seperti emas, tidak berubah.

TERSUSUN DARI ALLAH TRITUNGGAL

Kita telah nampak bahwa emas, perak, dan batu permata mengacu kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh. Kini kita harus maju selangkah untuk melihat apa makna membangun dengan bahan-bahan ini. Untuk membangun dengan bahan-bahan ini kita sendiri harus tersusun dari bahan-bahan ini. Kita harus tersusun dari sifat Bapa, penebusan Putra, dan pengubahan Roh. Maksudnya kita harus tersusun dari Allah Tritunggal. Ketika kita menerima Dia, ketika kita menghirup Dia dengan jalan makan dan minum Dia, ketika kita ditransfusi dengan Dia dan oleh Dia, Allah Tritunggal Bapa, Putra, dan Roh masuk ke dalam kita menjadi unsur dan substansi kita. Hal ini menyebabkan terjadinya proses metabolis di dalam kita yang membuat bertambahnya unsur yang baru dan tertanggalkannya unsur yang lama. Istilah lain dari proses ini ialah pengubahan.

Pengubahan bukanlah pekerjaan yang selesai dalam semalam. Sebaliknya, pengubahan merupakan pekerjaan yang berlangsung secara berkesinambungan dari hari ke hari. Ketika menyeru nama Tuhan Yesus, memuji Bapa, membaca dan mendoabacakan firman, berdoa, berkidung, menyembah, menghadiri sidang-sidang gereja, dan bersekutu dengan orang-orang kudus, kita menghirup masuk Allah Tritunggal ke dalam kita. Semakin kita menerima Dia, semakin banyak unsur-Nya mengubah kita secara metabolis dan membuat kita tersusun dari diri-Nya sendiri. Maka kita memiliki emas, perak, dan batu permata.

Mempunyai emas adalah memiliki sifat Bapa yang tidak bisa rusak. Ditebus adalah diakhiri, digantikan, dan dibawa kembali kepada Allah melalui Kristus. Walaupun telah diselamatkan, dalam banyak hal kita masih sangat jauh dari Allah Tritunggal. Ketika Kristus menjadi penebusan kita, Dia membawa kita kembali kepada Allah, mengakhiri hayat alamiah kita, dan menggantikan kita dengan diri-Nya sendiri. Inilah mengalami perak. Setelah itu, yang ketiga dari Allah Tritunggal, Roh, bekerja di dalam kita dan dalam lingkungan kita untuk mengubah kita menjadi batu-batu permata.

PROSES PENGUBAHAN

Pengubahan meliputi pekerjaan Roh itu, baik di dalam maupun di luar. Roh itu bekerja secara luaran dalam lingkungan kita demi pekerjaan-Nya yang di dalam. Misalnya, Roh itu mungkin menggunakan anak-anak kita untuk membantu mengubah kita. Mungkin kita berharap anak-anak kita akan menjadi patuh dan penurut. Tetapi beberapa anak sangat keras kepala bahkan suka berontak. Anak semacam ini dapat menekan kita untuk mengubah kita. Sebagai seorang tua yang mempunyai banyak anak dan cucu, saya dapat bersaksi bahwa Roh sering memakai anak-anak saya untuk menekan dan ”membakar” saya sebagai bagian dari pekerjaan pengubahan-Nya. Kali pertama saya mengalami hal ini dalam kehidupan keluarga saya, saya sangat terganggu dan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Lambat laun saya mulai tahu bahwa saya memerlukan panas dan tekanan yang didatangkan dari anak-anak. Saya juga nampak bahwa saya memerlukan tekanan-tekanan lain. Tanah liat ini memerlukan tekanan dan panas yang sangat hebat supaya berubah menjadi batu permata. Menurut Roma 8:28, Allah membuat semua perkara bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kita memerlukan segala sesuatu bekerja sama bagi kita. Karena itu, janganlah kaget bila anak-anak kita dipergunakan untuk menekan dan membakar kita sehingga kita dapat menjadi batu-batu permata.

Banyak orang Kristen terpengaruh ajaran yang menganggap bila kita percaya kepada Tuhan Yesus dan bertingkah laku baik demi kemuliaan Allah, kita akan diberkati dan berkelimpahan dalam segala sesuatu. Menurut ajaran itu, kita akan berhasil dan berkelimpahan. Lagi pula, mungkin anak-anak kita berhasil dalam profesi pilihannya.

Bila ajaran itu benar, maka Paulus adalah seorang beriman yang paling kasihan yang pernah hidup. Dengarlah apa yang dikatakannya dalam 1Korintus 4:11-13, ”Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul, dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.” Inikah lukisan seorang yang berhasil dan berkelimpahan? Situasi Paulus sangat berbeda dengan yang dijanjikan oleh ajaran yang menganggap orang yang percaya kepada Tuhan dan hidup dengan wajar akan diberkati dalam harta benda. Akan tetapi Paulus sebenarnya adalah orang yang paling diberkati di antara orang-orang Kristen, karena ia benar-benar tersusun dari Allah Tritunggal.

Kita dalam pemulihan Tuhan, tidak perlu takut akan proses pengubahan. Jangan berbalik dari jalan pemulihan dan mencari jalan yang lebih mudah, yaitu bergabung dengan kelompok agamawi, yang membuat kita terhibur secara kejiwaan. Puji Tuhan, kita menerima perawatan Tuhan dan juga sedang dalam proses pengubahan. Kita menerima lebih banyak emas ilahi ke dalam diri kita. Saya dapat bersaksi dengan tegas bahwa saya tidak menyesal menempuh jalan pemulihan Tuhan. Ya, saya telah kehilangan banyak, namun saya telah menerima lebih banyak. Jika kita tidak kehilangan, kita tidak akan menerima. Saya telah kehilangan harta benda, tetapi saya telah memperoleh sifat Allah Bapa. Saya telah menerima emas dari sifat ilahi, sesuatu yang tidak berubah atau rusak. Haleluya, atas sifat ilahi yang telah ditambahkan kepada kita! Kita juga memuji Tuhan atas penebusan ajaib, yang kita alami dari hari ke hari, agar kita diakhiri, dibawa kembali kepada Allah, dan digantikan oleh Kristus sendiri. Kita juga bersyukur untuk panas dan tekanan yang mengubah kita dari tanah liat menjadi batu permata.

PENGUBAHAN DAN PEMBANGUNAN

Ketika kita menjadi emas, perak, dan batu permata, kita pun terbangun. Pembangunan adalah masalah pertumbuhan dan pengubahan. Semakin kita bertumbuh, kita makin diselamatkan dari alamiah kita. Kemudian di mana pun kita berada, dengan mudah kita dapat menjadi satu dengan orang-orang kudus. Inilah pembangunan.

Jika kita sungguh-sungguh telah terbangun, tidak akan ada opini, perselisihan, pertengkaran, membanding-bandingkan, pilih-pilih, atau kesukaan. Kita akan hanya bagi Tubuh Tuhan dan mendambakan menjadi bagian dari Tubuh. Tidak peduli ke mana kita pergi, kita akan menjadi satu dengan setiap orang kudus. Inilah yang dimaksud terbangun dengan emas, perak, dan batu permata.

Kebanyakan orang Kristen hari ini terpecah-belah. Sulit sekali menemukan dua orang yang terbangun bersama secara wajar. Alasan adanya perpecahan dan kurangnya pembangunan adalah: kaum beriman tetap dalam hayat alamiahnya, dalam manusia alamiahnya, dan dalam aspirasi duniawi mereka. Banyak yang masih memiliki pilihan, keinginan, dan kesukaan sendiri. Akibatnya, mereka tidak mungkin benar-benar menjadi satu. Karena itu di antara mereka tidak terdapat kehidupan Tubuh yang riil.

Kita baru dapat mengalami kehidupan Tubuh yang sejati, bila sekurang-kurangnya hingga taraf tertentu, kita bertumbuh dengan mengalami pengubahan. Kita memuji Tuhan bahwa paling sedikit sampai taraf tertentu, gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan sedang dibangun dengan cara demikian. Orang-orang kudus menjadi satu dan tidak banyak opini, pilihan, dan kesukaan. Lagi pula, kita mempunyai satu sasaran visi sentral dari tujuan kekal Allah, yaitu meministrikan Kristus ke dalam orang-orang kudus sehingga mereka semua boleh tersusun ke dalam satu Tubuh. Meskipun mungkin tidak semua dari kita sungguh-sungguh menyatu dalam sasaran ini, kita sedang dalam proses memasuki kesatuan ini. Situasi hari ini jauh lebih baik daripada sepuluh tahun yang silam. Kita memuji Tuhan atas apa yang telah dilakukan-Nya dalam sepuluh tahun terakhir. Akan tetapi kita ingin mengalami lebih banyak pengubahan sehingga kita bisa memiliki makin banyak pembangunan.

Pertama, kita sendiri harus menjadi emas, perak, dan batu permata. Kemudian, dengan sendirinya kita membangun diri sendiri ke dalam Tubuh. Dengan demikian kita membangun diri sendiri di atas Kristus sebagai satu-satunya dasar. Semakin diubah, kita semakin terbangun di atas Kristus sebagai dasar. Lagi pula, sementara kita melayankan Allah Tritunggal kepada orang lain Bapa sebagai unsur emas, Putra dengan penebusan-Nya yang riil, dan Roh dengan pekerjaan pengubahan mereka akan diinfus dan dirawat. Kemudian sedikit demi sedikit, satu demi satu, mereka akan menjadi satu kategori dengan bahan-bahan mustika. Mereka akan dalam situasi dan kondisi yang sama, menerima rawatan yang sama, dan memiliki nasib yang sama. Akhirnya, Tuhan akan memperoleh gereja idaman-Nya Tubuh sebagai ekspresi korporat Kristus.

Jangan berharap pekerjaan pengubahan dan pemba-ngunan akan terlaksana dalam skala besar yang melibatkan sejumlah besar orang Kristen. Sebaliknya, hal itu akan tergenap di antara sejumlah kecil orang menurut prinsip para pemenang. Tuhan mengalamatkan ketujuh surat dalam kitab Wahyu kepada semua gereja, dan kepada semua orang kudus di gereja-gereja. Akan tetapi, Dia tidak terlalu mengharapkan setiap orang kudus di gereja akan menjadi seperti Dia. Karena alasan ini, pada akhir setiap surat Dia berkata sepatah kata tentang orang yang menang. Akhirnya, Tuhan akan mendapatkan sejumlah kecil orang beriman, para pemenang, untuk memuaskan kerinduan hati-Nya dan merampungkan kehendak kekal-Nya.

Tahukah Anda bagaimana Tuhan memperoleh kaum beriman yang menang ini? Caranya dengan merawat, minum, makan, menanam, menyiram, dan bertumbuh; yaitu dengan jalan memiliki sebidang ladang dan sebuah bangunan dengan Kristus sebagai satu-satunya dasar dan terbangun dengan bahan-bahan mustika dari emas, perak, dan batu permata. Akhirnya, bangunan ini akan menjadi bait Allah.

SATU PERINGATAN UNTUK TIDAK

MEMBINASAKAN BAIT ALLAH

Dalam 3:16-17 Paulus berkata, ”Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu sekalian.” Di sini Paulus menasihati kita untuk tidak membinasakan bait Allah. Ketika saya baru beroleh selamat, saya menyangka bahwa bait dalam ayat 16 dan 17 mengacu hanya pada gereja dalam arti yang luas dan umum. Kemudian, melalui banyak belajar dan banyak pengalaman, saya menjadi nampak bahwa dalam ayat 17, bait mengacu kepada orang beriman secara universal, dan dalam ayat 16, bait mengacu kepada kaum beriman secara kolektif di satu tempat, seperti Korintus. Bait Allah rohani yang unik di alam semesta memiliki ekspresinya di banyak tempat di bumi. Setiap ekspresi adalah bait Allah di tempat itu. Jadi, bait pasti berarti gereja yang telah terbangun di satu tempat. Bait dibangun dengan kaum beriman secara riil. Mengenai bangunan, mula-mula kita harus mengumpulkan bahan-bahan, kemudian bahan-bahan itu menjadi bagian dari bangunan.

Dalam pasal 3 Paulus memperingatkan orang-orang Korintus untuk memperhatikan cara mereka membangun. Di pihak positif, ia menunjukkan bahwa mereka harus membangun di atas dasar dengan emas, perak, dan batu permata. Di pihak negatif, ia memperingatkan mereka tentang membinasakan bait Allah. Perkataan ”membinasakan” di sini dalam bahasa aslinya juga berarti memusnahkan, merusak, menajiskan, mencelakakan. Membangun dengan rumput, kayu, dan jerami berarti meruntuhkan, mencemari bangunan Allah. Menurut konteks pasal 3, kita dapat membinasakan bait dengan meletakkan dasar lain selain Kristus, atau dengan membangun dengan mempergunakan kayu, rumput, dan jerami. Bagi orang-orang Korintus, mengatakan bahwa mereka dari Paulus, Apolos, atau Kefas adalah meletakkan dasar lain dan mencemari bait. Di samping itu, membangun dengan hal-hal yang alamiah juga meruntuhkan bait Allah.

Problem orang-orang Korintus adalah mereka memiliki dasar lain yang terdiri atas pilihan dan kesukaan mereka. Menurut konteks, kita merusak bait Allah bila kita memegahkan manusia dan berkata bahwa kita dari golongan orang tertentu. Mereka yang mempunyai kesukaan dan pilihan sendiri mungkin menganggap dirinya bijaksana; namun sebenarnya mereka bodoh. Seperti yang akan kita lihat, pada akhir pasal 3 Paulus mengungkapkan bahwa semua perkara dan semua hamba Tuhan adalah milik kita. Kita tidak perlu mempunyai pilihan atau kesukaan. Karena itu, jangan mengatakan bahwa kita dari golongan seseorang atau dari golongan apa pun. Semuanya adalah milik kita, kita adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Allah.

Jika kita merenungkan ayat-ayat terakhir dari pasal 3 menurut konteks ketiga pasal yang pertama dari Surat ini, kita akan melihat bahwa konsepsi Paulus adalah: mengatakan bahwa kita dari seseorang berarti membinasakan gereja. Di sini Paulus seolah-olah berkata, ”Gereja sedang dalam proses terbangun. Beberapa bagian telah tersusun. Janganlah membinasakan gereja. Janganlah mencemari, merusak, atau meruntuhkannya. Bila Anda membangun gereja dengan alamiah Anda atau susunan alamiah Anda, Anda merusak gereja. Anda juga merusak gereja bila Anda berkata bahwa Anda dari Apolos, Kefas, atau Paulus. Jika Anda membinasakan gereja dengan cara demikian, Allah akan membinasakan Anda.” Di satu pihak, dibinasakan Allah ialah tercabut dari berkat, berarti kekurangan perawatan, minum, makan, penanaman, penyiraman, dan pertumbuhan; juga berarti kehilangan kesempatan memperoleh emas, perak, dan batu permata. Di pihak lain, dibinasakan adalah dihakimi dengan api dan pekerjaannya termakan api. Akan tetapi, kalau kita membangun dengan emas, perak, dan batu permata, pekerjaan kita akan tahan, dan kita akan menerima pahala (ayat 14).

Doa bacakanlah ayat-ayat ini dalam terang tentang yang telah kita bahas dalam berita ini. Jika demikian, Anda akan terawat dan terinfus dengan unsur ilahi. Kemudian Anda akan mengalami lebih banyak pengubahan, dan gereja akan lebih terbangun.