Persekutuan antara Allah dengan Manusia
Pembacaan Alkitab: Ibrani 2:9-10; 1:4-6,14; 2:5-7.
Ayat-ayat Aikitab yang kita baca di atas, memperlihatkan kepada kita, perbandingan antara Tuhan Yesus dengan malaikat. Jika kita dengan teliti membaca surat ibrani, kita dapat menemukan, bahwa Tuhan Yesus Sering dibandingkan dengan banyak orang lain. Pertama, Tuhan Yesus dibandingkan dengan malaikat; memperlihatkan kepada kita Tuhan Yesus jauh melampaui para malaikat. Kedua, Tuhan Yesus dibandingkan dengan Musa; memperlihatkan kepada kita Tuhan Yesus lebih terhormat dan mulia daripada Musa. Ketiga, Tuhan Yesus dibandingkan dengan Yosua; memperlihatkan kepada kita Tuhan Yesus lebih Indah daripada Yosua. Keempat, Tuhan Yesus dibandingkan dengan Harun; memperlihatkan kepada kita Tuhan Yesus lebih Indah daripada Harun. Kelima, membandingkan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru Tuhan Yesus; memperlihatkan kepada klrta Perjanjian Baru Tuhan Yesus lebih Indah daripada Perjanjian Lama -- termasuk di dalamnya korban-korban persembahan. Dalam surat Ibrani ini, Sering kita temukan Tuhan Yesus dibandingkan dengan banyak orang. Malaikat dibandingkan dengan Tuhan Yesus, kemudian Musa, Yosua, Harun, juga membandingkan Perjanjian Lama yang dibawakan Musa dengan Perjanjian Baru yang dibawakan Tuhan Yesus. Dalam berita ini, kita khusus ingin melihat perbandingan antara Tuhan Yesus dengan malaikat. Mengapa dalam sidang pemecahan roti pada malam hari ini kita perlu melihat perbandingan antara Tuhan Yesus dengan malaikat? Karen jika kita jelas terhadap hal ini, kita akan benar-benar memiliki pujian dan benar-benar memiliki persekutuan dengan Tuhan.
Di sini kita tampak, ketika penulis membandingkan Tuhan Yesus dengan malaikat, ia juga melibatkan manusia. Dalam pasal 1, penulis membandingkan Anak Allah dengan malaikat Allah. Sampai pasal 2, manusia dilibatkan ke dalamnya. Mengapa ketika membandingkan Tuhan Yesus dengan malaikat, manusia juga dilibatkan? Mengapa ketika membandingkan Anak Allah dengan malaikat Allah, manusia juga dibawa masuk?
Dalam pasal 1, kita tampak Tuhan Yesus telah mendapatkan nama di atas segala nama malaikat. Penulis mengutip banyak ayat Alkitab untuk membuktikan bahwa Tuhan Yesus jauh melampaui malaikat. Penulis memperlihatkan kepada kita, bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah, bahkan diri Allah sendiri. Inilah yang kita tampak dalam pasal 1.
Sampai pasal 2, mungkin ada saudara Ibrani yang akan bertanya, "Kalau Ia jauh melampaui malaikat, mengapa la menjadi manusia yang sedikit lebih rendah daripada malaikat?" (Perjanjian Lama jelas memperlihatkan bahwa manusia dipandang lebih rendah daripada malaikat). Karena itu pasal 2 memperlihatkan, bahwa tujuan Anak Allah yang jauh melampaui para malaikat ini menjadi manusia yang kecil, adalah untuk membawa para putra Allah masuk ke dalam kemuliaan. Dengan kata lain, adalah untuk menciptakan sekelompok anak-anak yang lain bagi Allah. Dengan kata lain lagi, adalah ingin menciptakan sekelompok saudara bagi dirinya sendiri. Di antara para malaikat, la tidak menemukan saudara-saudara, hanya di dalam keturunan Adam, la bisa menemukan saudara-saudara.
Tujuan Tuhan Yesus menjadi manusia ialah membuat sekelompok orang menjadi anak-anak Allah, menjadi saudara-saudaraNya. Dia masuk ke dalam "kerendahan" adalah untuk membawa kita masuk ke dalam kemuliaan.
Sudahkan Anda tampak? Tujuan Tuhan Yesus datang menjadi manusia ialah agar setiap orang yang percaya kepadaNya, setiap orang yang menerimaNya, mendapatkan hayatNya, menjadi anak Allah, menjadi saudaraNya. Saudara saudari, hari ini, apakah Anda lebih rendah daripada malaikat? Anda sedikit lebih kecil atau lebih besar? Haleluya, kita lebih besar! Bahkan jauh lebih besar! Begitu lebih besar, sehingga tidak bisa diukur dan dikatakan! Lihatlah, apa yang dikatakan dalam pasal 1:14? "Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatanl" Siapakah kita ini? TadiNya, kita adalah orang-orang yang lebih kecil daripada malaikat. Hari ini, demi penyelamatan Tuhan Yesus, kita menjadi orang-orang yang jauh lebih besar daripada para malaikat. Han ini malaikat adalah pesuruh-pesuruh kita. Haleluya! Kita adalah anak-anak Allah, mereka adalah hamba-hamba kita. Ketahuilah, sedikitnya, Kita masing-masing memiliki seorang malaikat. Lihatlah, ketika Petrus keluar dari penjara, pergi ke rumah Maria dan mengetuk pintu, apa kata mereka yang di dalam? Mereka berkata, "Itu malaikatnya." Kita masing-masing memiliki sedikitnya satu malaikat yang melayani kita, karena mereka adalah makhluk-makhluk yang melayani kita. Kita adalah anak Allah, adalah anak majikan; mereka adalah pelayan-pelayan. Kita jauh lebih besar daripada mereka! Asal kita tampak ini, sudahlah cukup; asal tampak ini, kita tahu dengan jelas, bahwa kita berada di atas para malaikat.
Namun tidak berhenti sampai di sini saja. Bagaimana kita bisa memiliki persekutuan? Ingin memiiiki persekutuan, harus memiliki hayat yang sama. Saya ambil suatu contoh yang sederhana. Dapatkah Anda bersekutu dengan kucing? Tidak. Karena hayat Anda benainan dengan hayat kucing. Dapatkah Anda bersekutu dengan burung? Tidak. Karena tidak sama dalam hayat. Kalau ingin memiliki persekutuan, harus memiliki kedudukan yang sama. Bisakah Anda bersekutu dengan seorang pimpinan negara? Tidak bisa. Karena kedudukan Anda benainan dengannya. Jika hayat dan kedudukan tidak sama, tidak mungkin ada persekutuan. Hari ini, kita bisa bersekutu dengan Tuhan, dikarenakan la telah memberikan hayatNya kepada kita, la sudah memberikan kedudukanNya kepada kita; karena kita memiliki hayat dan kedudukan yang sama denganNya, maka kita bisa bersekutu dengan Allah. Tuhan Yesus berinkarnasi, la datang kepada kedudukan kita, menjadi rupa manusia; bangkit dari kematian, membawa kita ke dalam kedudukanNya, sama dengan Dia. Dia berinkarnasi adalah membuat dirinya sendiri menjadi anak manusia; Dia bangkit dari kematian adalah membuat kita menjadi anak-anak Allah. Dia berinkarnasi adalah membawa dirinya sendiri ke bumi, berdiri pada kedudukan anak manusia; Dia bangkit dari kematian, agar kita dibawa ke surga, berdiri pada kedudukan anak Allah. Sudahkah Anda tampak hal ini? Kita bersatu dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berinkarnasi adalah bersatu dengan kita; Tuhan Yesus bangkit adalah agar Kita bersatu dengan Dia. Sejak kebangkitanNya, kita memiliki hayat yang sama dengan Dia, kita berdiri pada kedudukan yang sama dengan Dia. Itulah sebabnya surat Ibrani mengatakan, setelah Pia mengalami penderitaan, Dia dapat menyebut kita "saudara". Dia berkata, "Aku akan. memberitakan namaMu kepada saudara-saudaraKu."
Saudara saudari, dalam sidang pemecahan roti ini, kita memperingati Tuhan. Ini benar. Tetapi Izinkan saya bertanya, "Tuhan kita, Tuhan yang ada di tengah-tengah kita, siapakah Dia?" Ketahuilah, Dia menyebut kita "saudara". lnilah persekutuan. Sudahkah Anda tampak ini? Jika kita adalah murid-murid dan Dia adalah Tuhan; jika kita adalah hamba-hamba dan Dia adalah Tuan, maka antara kita dengan Dia tidak bisa ada persekutuan. Di antara saudara saudari, banyak yang di rumahnya memakai pembantu atau pesuruh. Pernahkah Anda memiliki persekutuan dengan mereka? Ketahuilah, hubungan antara Anda dengan pembantu/pesuruh Anda bukanlah persekutuan, karena antara Anda sebagai tuan dengan mereka sebagai hamba, tidak mungkin terjalin satu persekutuan. Jika hari ini Anda melulu tampak Tuhan adalah Tuan, dan Anda adalah hamba, maka Anda tidak bisa memiliki persekutuan dengan Tuhan. Anda harus tampak, bahwa Anda memiliki kedudukanNya, Anda memiliki hayatNya. Anda harus tampak, bahwa Dia menyebut Anda "saudara". Dengan kedudukan yang sama inilah baru bisa ada persekutuan. Hari ini, meskipun kita hidup di bumi, namun kita memiliki hayat sorgawi. Tidak hanya demikian, han ini, meskipun Dia berada di surga, namun Dia memiliki hayat yang di bumi. Inilah persekutuan. Dalam salah satu syair kidung kita dikatakan, "Malaikat bisa memuji nyaring dan menyembah Allah, namun kita bisa dengan sukacita menyanyikan: Di atas tahta, Dia tetap mengenakan sifat manusia." Dia Allah, namun juga membawa sifat manusia. Di atas takhta di surga Dia memiliki sifat manusia yang di bumi. Dengan perkataan yang lebih jelas: kini, langit dengan bumi, bumi dengan langit telah berhubungan! Inilah persekutuan. Anda tampak bahwa Anda masih di bumi, namun ketahuilah Anda juga di surga; Anda berkata, bahwa Tuhan di surga, tetapi Dia juga ada di bumi. O ! Jika Anda tampak hal ini, Anda tidak akan demikian lembam, Anda akan "gila", Anda akan membubung tinggi memuji Dia! Anda akan penuh dengan "Haleluya!"
Sudahkah Anda tampak ajaran dan tuntutan Tuhan yang demikian hebat? Saya akui, berita ini cukup "luar biasa". Tetapi jika Anda takut, Anda tidak bisa memiliki persekutuan. Janganlah takut, Anda boleh berbaring pada pangkuanNya. Ya, Anda boleh berbaring di pangkuanNya. Ingatlah, pada malam itu, ada seorang najis dan tidak patut yang bernama Yohanes, berbaring pada pangkuan Yesus. Selain malam itu, di dalam Alkitab, tidak dapat kita temukan ada orang berbaring di pangkuan Tuhan. Malam itu, yakni malam pemecahan roti. Ya, Dia memperbolehkan kita menuangkan minyak ke atas kepalaNya; Dia patut dihargai. Dia juga mengizinkan kita menciumi kakiNya; Dia patut dikasihi. Tetapi di sini kita tidak karena Dia patut dihargai lalu kita mengurapi Dia dengan minyak, juga bukan karena Dia patut dikasihi lalu menciumi kakiNya, di sini kita ingin berbaring di pangkuanNya, bersekutu denganNya. Saudara saudari, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tampak Tuhan sangat mustika, lalu Anda mengurapi Tuhan sambil berkata, "Tuhan patut, Tuhan patut"? Apakah Anda tampak Tuhan patut dikasihi, bahkan kakiNya pun layak diciumi? Apakah Anda karena semua itu lalu memuji dan bersyukur kepadaNya? Tetapi saya ingin bertanya kepada Anda, "Apakah Anda memiliki persekutuan denganNya?" Apakah Anda bersekutu hingga berbaring di pangkuanNya? Bersekutu sampai ke dalamNya? Apakah Anda bersekutu sedemikian rupa sehingga tidak merasakan bahwa Dia adalah Allah dan Anda adalah manusia? Apakah Anda bersekutu sedemikian rupa sehingga Anda merasakan bahwa Anda adalah Dia dan Dia adalah Anda, Anda berbaur menjadi satu dengan Dia? Ketika Dia berkata kepada Anda, bahwa Anda adalah anak manusia, Anda bisa berkata kepada-Nya, bahwa Dia juga adalah anak manusia. Jika Dia berkata, bahwa dirinya adalah Anak Allah, Anda juga bisa berkata, bahwa Anda adalah anak Allah. Apa yang Dia katakan, juga dapat Anda katakan; bagaimana Dia, bagaimana juga Anda. Inilah persekutuan! O, saudara saudari, jika ini bukan persekutuan, ini berarti menghujat Tuhan. Tetapi puji syukur kepada Tuhan, Dia telah keluar dari tempat yang mahakudus, Dia telah berinkarnasi, mengenakan rupa manusia, memiliki sifat manusia; Dia telah bangkit, membuat kita mendapatkan hayatNya, menjadi anak-anak Allah. Hari ini, kita dengan Dia, Dia dengan kita, bisa memiliki persekutuan. Hal ini benar-benar membuat kita memuji Dia! Haleluya!