Roti dan Cawan
Pembacaan Alkitab:
Matius 26:26-28; I Korintus 11:23-29; 10:16-17, 21.
Saudara saudari, tahukah Anda bahwa ada satu perkara yang sangat mengherankan, yang selalu dibentangkan di depan kita sewaktu kita memecahkan roti, yakni satu roti satu cawan. Benarkah itu satu roti satu cawan? Tidak, itu satu nampan satu cawan. Benarkah itu satu roti satu cawan? Tidak, itu satu roti satu cawan sari anggur. Jika itu dikatakan satu roti satu sari anggur, atau satu nampan satu cawan, bukankah itu lebih tepat? Tetapi lihatlah, bukankah sangat mengherankan, pada satu aspek disebut satu roti, pada aspek lainnya disebut satu cawan. Sungguh mengherankan! Sungguh bermakna!
Di sini saya ingin membahas, mengapa roti yang diletakkan di depan kita disebut “roti”, bukan disebut "nampan"; dan mengapa cawan yang diletakkan di depan ,kita tidak disebut "sari anggur", melainkan disebut "cawan"? Dua benda yang dibentangkan di depan kita benar-benar memiliki sebutan yang sangat bermakna. Bagaimana Tuhan menyinggung hal ini? Ketika Tuhan menyinggung tentang roti, Dia menyebut "roti"; tetapi ketika kemudian menyebut sari anggur, Dia menyebut "cawan ini", bukan sari anggur ini. Dia berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimateraikan oleh darahKu." Bagaimana kata rasul? Apakah rasul berkata, "Setiap kali kamu makan roti ini dan minum sari anggur ini?' Tidak. Rasul berkata, "Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini." Sungguh mengherankan! Di sini terkandung satu makna yang sangat dalam. Sebutan bagi benda-benda yang dibentangkan di atas mejar ini sungguh bermakna!
Mengapa seketul roti ini disebut "roti", dan satu cawan sari anggur ini tidak disebut sari anggur, melainkan disebut "cawan"? Tahukah Anda apakah roti itu? Ketahuilah, begitu kita melihat roti, kita segera teringat pada kehidupan (hayat). Dalam Alkitab, setiap kali menyinggung tentang roti, selalu berkaitan dengan kehidupan. "Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup (hayat) kepada dunia", "Yesus berkata, Akulah roti hidup" (Yohanes 6:33,35). Roti hidup berguna supaya kita mendapatkan hidup. Kita semua tahu, roti di sini mengacu kepada Tuhan Yesus kita; Dia adalah Tuhan kehidupan, Dia turun dari surga dengan maksud memberikan hidup kepada dunia. Dia adalah sebutir biji gandum, melewati kematian, dan kemudian membagikan kehidupanNya kepada kita.
Yang kita tampak di sini bukanlah sebutir biji gandum, melainkan satu ketul roti. Ini memberitahu kita, bahwa Tuhan Yesus telah mati, kehidupanNya telah dibebaskan, Dia telah bangkit, Dia sudah membagi-bagikan kehidupanNya kepada kita; Dia tidak lagi sebagai satu biji gandum, melainkan telah berbaur menjadi satu roti dengan kita. Hari ini kehidupanNya ada di dalam kita, dan kita juga di dalam Dia; Dia dengan kita, kita dengan Dia, telah berbaur menjadi satu, telah menjadi satu Tubuh. KehidupanNya adalah kehidupan kita, sebab itu kita bisa bersekutu dengan Dia. Jika di sini ada orang yang belum memiliki kehidupan Tuhan Yesus, ia tidak memenuhi syarat untuk menjamah roti ini. Jika orang yang tidak memiliki kehidupan Tuhan Yesus menjamah roti ini, itu tidak ada faedahnya. Alkitab memperlihatkan kepada kita, bahwa tidak berfaedah, juga tidak berguna, jika orang yang tidak memiliki kehidupan Tuhan Yesus menjamah roti ini.
Roti ini tidak hanya memberitahu kita, bahwa kita adalah satu Tubuh dengan Tuhan, juga memberitahu, bahwa kita semua adalah satu Tubuh. Kehidupan Tuhan ada di dalam Anda, juga ada di dalamku. Kita adalah satu di dalam kehidupan Tuhan, kita semua adalah satu Tubuh. "Kita sekalipun banyak adalah satu Tubuh" (I Korintus 10:17). Roti yang dibentangkan di depan kita ini, di dalamnya thencakup seluruh kaum saleh sejak zaman kuno sampai kini. Roti ini memberitahu kita, bahwa seluruh orang saleh sejak zaman kuno sampai kini, telah dibaurkan menjadi satu Tubuh di dalam Kristus. Jika Anda meremehkan siapapun yang ada di dalam roti ini, Anda tidak memenuhi syarat untuk menjamah roti ini. Anda tahu, bahwa kehidupan Tuhan Yesus ada di dalam saya, ada di dalam dia, juga ada di dalam Anda sendiri. Kita semua adalah satu Tubuh di dalam kehidupan Kristus. Lihatlah, sungguh bermakna! Kita masing-masing mengambil secuil (sebagian) dari roti ini; saya memecahkan dan mengambil sedikit, Anda juga, dia pun begitu. Ini menyatakan bahwa kita adalah satu. Satu Korintus 10:16-17 mengatakan, "Bukankah roti yang kita pecah pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? . . . karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu." Roti ini adalah persekutuan Tubuh misteri Kristus, dan Kita bersama-sama mengambil bagian dalam roti ini. Kita memiliki persekutuan di dalam Tubuh Kristus, kita memiliki persekutuan melalui roti ini. Karena itu, Anda harus tidak bermasalah dengan setiap orang Kristen manapun, baru kemudian datang memecahkan roti ini. Jika Anda bermasalah dengan salah seorang Kristen, ketahuilah, Anda tidak boleh menjamah roti ini. Karena Anda telah bermasalah dengan roti ini, karena Anda telah terpisah dengan saudara Anda, karena Anda telah kehilangan kesatuan dengan saudara Anda.
Saya pernah membaca sebuah kisah yang sangat baik. Suatu kali, ada seorang saudara muda datang menghadiri sidang pemecahan roti. Tak lama kemudian, hadir juga dalam sidang itu seorang saudara lain; saudara itu adalah orang yang membunuh ayah saudara yang pertama. TadiNya, saudara muda ini bermaksud membalas dendam terhadap orang yang membunuh ayahnya. Tetapi, ternyata orang yang membunuh ayahnya itu juga salah seorang saudara; dia telah beroleh selamat, karena itu ia datang untuk bersama memecahkan roti. Begitu saudara muda ini melihat orang itu, ia segera bangkit dari duduknya dan keluar ruangan. Sampai di luar, saudara muda ini berpikir, "Aku harus mengampuni dia, atau aku harus membalas dendam? Jika ingin membalas dendam, maka malam ini aku tidak bisa memecahkan roti bersamanya." Saudara muda ini tahu apakah pemecahan roti itu, dia tahu bahwa pemecahan roti menyatakan kesatuan. Tanganku ada di dalamnya, tangannya juga ada di dalamku. Karena itu, begitu ia melihat orang itu, ia segera keluar ruangan. la harus memberikan keputusan: mengampuni atau membalas dendam. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengampuni, dan menganggap tidak ada masalah lagi dengan orang itu. Sebab itu, saudara muda tadi kembali masuk ruangan, duduk di sana, dan memecahkan roti bersama. Pemecahan roti adalah menyaksikan kesatuan hayat; pemecahan roti menyatakan, bahwa aku ada di dalamnya, Anda juga ada di dalamnya, semua memiliki hayat yang sama. Kita satu di dalam hayat Kristus, karena itu Kita bisa saling bersekutu.
Roti ini bukan hanya Kristus, juga mencakup semua orang milik Kristus. Di sini, kita tidak hanya memiliki persekutuan dengan Kristus, juga memilih persekutuan dengan semua orang milik Kristus. O, hari ini kita di sini tidak hanya menikmati Kristus, kita juga menikmati seluruh saudara saudari. Di sini aku menikmati Anda, dan Anda menikmati aku. Syukur kepada Allah! Kita menikmati setiap orang yang didapatkan melalui kebangkitan Kristus dari kematian. Tahukah Anda, apakah persekutuan orang Kristen itu? Persekutuan orang Kristen adalah saling menikmati. Pemecahan roti adalah satu persekutuan, boleh juga dikatakan sebagai "surga di bumi." Anda tampak, di sini kita memiliki satu nada yang khusus, sungguh bermakna!
Jadi, saudara saudari, jika Anda datang dan menjamah roti ini, pertama, Anda harus memiliki hayat Kristus, bisa bersekutu dengan Kristus. Kedua, Anda harus tidak bermasalah dengan setiap orang yang memiliki hayat 'Kristus, bisa bersekutu dengan mereka. Di sini Anda harus bisa berkata, "Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu, karena aku memiliki hayatMu. Tuhan aku bersyukur kepadaMu, karena aku tidak bermasalah dengan setiap orang yang memiliki hayatMu. Aku bisa bersekutu denganMu dan dengan setiap orang yang memiliki hayatMu." Inilah yang dinyatakan oleh roti kepada kita. Roti menyatakan tentang hayat, menyatakan tentang persekutuan.
Lalu, apa makna cawan? Dalam Alkitab, juga terdapat satu garis mengenai cawan. Menurut Alkitab, "Cawan" adalah "bagian". Apakah maksudnya "bagian" ini? lni bisa disamakan dengan mendapat bagian sewaktu membagi warisan juga seperti mendapatkan bagian pada waktu pembagian bonus. Di hadapan Allah, setiap orang memiliki bagian yang patut didapatkan. Apakah bagian yang seharusnya kita dapatkan? Bagian binasa kekal ataiu bagian keselamatan kekal? Kita tahu, di hadapan Allah, bagian setiap orang yang tidak memperoleh keselamatan adalah cawan murka Allah, yaitu lautan api, seperti yang tercantum dalam kitab Wahyu pasal 14. Cawan yang harus mereka minum adalah neraka, lautan api. Cawan berarti "bagian". Bagian mereka adalah cawan murka Allah. Bagaimana dengan kita? Puji syukur kepada Tuhan, bahwa kita tidak perlu lagi minum cawan murka Allah. Saudara saudari, tahukah Anda, siapakah yang telah minum cawan murka Allah itu? Pada hari itu, ketika orang-orang menangkap Tuhan kita, apakah yang Tuhan katakan? Dia berkata, "Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?" Dia telah minum cawan itu! Ini benar-benar satu fakta. Jika Anda tidak mengakui, bahwa cawan itu telah Tuhan mlnum bagi Anda, maka Anda tidak memenuhi syarat untuk minum cawan yang di hadapan Anda. Anda harus berkata, "Tuhan, aku bersyukur kepadaMu, Tuhan aku memujiMu, cawan murka Allah telah Kau minum bagiku. Sebab itu, malam ini aku bisa minum cawan keselamatan ini." Saudara saudari, sudahkah Anda tampak hal ini? Ini adalah fakta! Tahukah Anda, bagaimana keadaan orang kaya itu ketika ia berada di alam maut? Dia sangat kehausan, sehingga memohon kepada Abraham agar menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya (Lukas 16:24). Di atas salib, Tuhan Yesus telah merasakan penderitaan karena kehausan itu. Dia berkata, "Aku haus!" (Yohanes 19:28). Mengapa Dia kehausan? Kalau Anda membaca Mazmur 22, Anda akan tampak, bahwa rasa haus itu disebabkan sedang dibakar oleh api murka Allah. Ketika Dia tergantung di atas salib, hatinya bagaikan lilin yang lumer, kekuatanNya kering bagaikan pecahan belinig. Semua itu dikarenakan pembakaran api. Domba paskah tidak digodok dengan air, melainkan dibakar (dipanggang) dengan api. Cawan lautan api itu telah tertimpa ke atas dirinya; Dia telah meminum cawan itu bagi kita di atas salib.
Cawan ini disebut "cawan", bukan disebut "sari anggur", karena ini adalah "bagian berkat" yang Dia beli untuk kita dengan darah adiNya. Diri Allah dan segala berkat milik-Nya ada di dalam "cawan" ini. Kita berdosa dan kehilangan Allah, darah Tuhan menebus kita dan mengampuni segala dosa kita, membeli kembali kita bagi Allah. Hari ini Allah adalah bagian cawan kita (Mazmur 16:5). Allah adalah bagian berkat bahagia kita. Hari ini kita bisa berkata, "Aku mengangkat piala (cawan) keselamatan" (Mazmur 116:13). lnilah cawan keselamatan, bahkan penuh melimpah (Mazmur 23:5). Ya, cawan kita harus penuh, limpah, bahltan meluap keluar. Inilah yang dinyatakan cawan kepada kita. Cawan berarti bagian berkat bahagia, cawan berarti kenikmatan.
O, saudara saudari! Kita harus bersyukur kepada-Nya, kita harus memujinya! TubuhNya telah terkoyak, agar kita mendapatkan kehidupan; darahNya teralir keluar, agar kita mendapatkan bagian berkat bahagia. Roti adalah kehidupan (hayat), cawan adalah bagian berkat. Haleluya! Hari ini, di dunia banyak orang yang mengaku dirinya mempunyai "berkat", namun mereka tidak mempunyai hayat, hidup mereka tidak tahan lama, sebentar saja sudah berlalu. Meskipun mereka mempunyai berkat, namun tidak bisa menikmatinya. Hari ini, juga banyak orang yang tidak mempunyai berkat yang bisa dinikmati, mereka ingin menikmati, namun tidak mempunyai berkat itu. Tetapi hari ini kita memiliki hayat untuk menikmati, juga memiliki berkat yang bisa dinikmati. Di sini tidak hanya ada roti, juga ada cawan. Di sini ada roti hayat, juga ada cawan berkat. Han ini kita memiliki Tuhan sebagai hayat kita, juga memiliki Allah sebagai bagian berkat kita. Inilah roti dan cawan.
Roti boleh dimakan, cawan boleh diminum. Roti dan cawan yang dibentangkan di sini boleh dinikmati, sebab itu, yang dibentangkan di sini adalah satu perjamuan. Roti mengacu kepada Kristus dan segala sesuatu milik Kristus, cawan mengacu kepada Allah dan segala sesuatu milik Allah. Kristus telah membentangkan dirinya dan segala milik-Nya di depan kita untuk kita nikmati; Kristus juga telah membentangkan Allah dan segala milik Allah di depan kita untuk kita nikmati. Di sini, kita menikmati Allah dan Kristus, juga menikmati segala milik Allah dan milik Kristus.
O, saudara saudari, jika Anda tampak ini, mungkin Anda akan "gila" karenanya. Jika Anda tampak ini, mungkin Anda akan berkata, "O, aku tidak tahu harus bagaimana memujinya!" "Ya Tuhan, aku tidak tahu apa sebenarnya yang telah terjadi." Saudara saudari, Tuhan telah memberikan dirinya sendiri kepada kita! O, jika Anda tampak ini, Anda tentu "gila". Jika Anda tampak ini, Anda tentu tidak bisa tamak dan mengasihi dunia lagi. Anda tidak akan mau minum lagi cawan yang diberikan dunia kepada Anda. Anda tidak akan mau minum lagi cawan yang disuguhkan setan kepada Anda. Jika Anda tampak ini, Anda tidak akan mencari kesenangan dunia lagi, Anda tidak akan mencari kesedapan dunia lagi, Anda tidak akan menikmati perjamuan Iblis. O, Kristus lebih daripada cukup memuaskan kita, Allah pun lebih daripada cukup memuaskan kita.
Kalau di sini ada roti tetapi tidak ada cawan, itu kosong; ada cawan tanpa roti, juga tak berarti. Ada kehidupan, namun tidak ada berkat, itu sia-sia saja; ada berkat, namun tanpa kehidupan, juga tidak berguna. Tetapi kita sungguh memuji dan bersyukur kepada Allah, karena kita memiliki roti, juga memiliki cawan; kita memiliki hayat, juga memiliki berkat Kristus adalah hayat kita, Allah adalab bagian berkat kita! Kristus berada di dalam roti ini, Allah berada di dalam cawan ini. "Roti" ini, tidak hanya Kristus, bahkan mencakup segala milik Kristus. "Cawan" ini, tidak hanya Allah, bahkan mencakup segala milik Allah. Lihatlah ! Kristus dan segala milik Kristus berada di dalam roti ini, Allah dan segala milik Allah berada di dalam cawan ini! Di sini kita bersama-sama memecahkan roti, kita juga menikmati alam semesta, malaikat dan segala sesuatu. Jika Anda tampak ini, Anda pasti akan berkata, "Wah, segala yang ada di dalam alam semesta dapat kunikmati." Kristus berada di dalam roti ini, Allah berada di dalam cawan Hayat kita adalah Kristus yang semesta ini. Bagian berkat kita adalah Allah atas segala sesuatu. O, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, telah menjadi bagian berkat kita. Semoga setiap saudara saudari memuji dan bersyukur kepadaNya. Semoga kita di sini bersekutu, menikmati, dan penuh dengan puji-pujian.