ROH MANUSIA DILAHIRKAN OLEH ROH ILAHI
Pembacaan Alkitab :
Yohanes 3:6b; 4:24; Efesus 2:1: Yehezkiel 11:19; 18:31; 36:26-27
Dua Roh
Yohanes 3:6 mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh." Jelas bahwa di dalam ayat ini ada dua roh. Roh yang pertarna ditulis dengan huruf besar, mengacu kepada Roh ilahi. Roh yang kedua ditulis dengan huruf kecil, mengacu kepada roh manusia. Apa yang lahir dari Roh ilahi adalah roh manusia. Roh manusia perlu dilahirkan oleh Roh ilahi.
Yehezkiel 11:19; 18:31, dan 36:26 memberitahu kita, bahwa Allah berjanji untuk memberi umatNya roh yang baru. Roh yang baru inj, menurut Yehezkiel 36:26 bukanlah Roh Kudus, karena dalam Yehezkiel 36:27, setelah menyebutkan roh yang baru, Alkitab mengatakan bahwa Allah akan menaruh RohNya sendiri ke dalam kita. Ada dua macam roh. Yang satu adalah roh manusia yang baru, dan yang lainnya adalah Roh Kudus Allah. Allah dapat memberikan kepada kita roh yang baru dengan cara kelahiran kembali. Apa yang dijanjikan Allah dalam Yehezkiel 36 dipenuhi dalam Yohanes 16. Dalam Yohanes 3:6 dikatakan bahwa roh kita harus dilahirkan oleh Roh ilahi. Roh ilahi itu bukan hanya menyegarkan, memulihkan, melainkan juga melahirkan kembali roh kita.
Kelahiran Kembali
Kelahiran kembali dan pemulihan adalah dua hal yang berbeda. Kelahiran kembali bukan sekadar pemulihan. Pemulihan berarti memugar sesuatu yang lama. Tetapi kelahiran kembali berarti menaruh kehidupan (hayat) yang lain dalam kehidupan yang lama; bukan menghasilkan sesuatu, melainkan melahirkan kembali. Menghasilkan berarti tidak ada sesuatu pada awaInya, tetapi melahirkan kembali berarti kehidupan itu sudah ada dan sekarang ada kehidupan lain yang ditambahkan ke dalamnya.
Pohon Kehidupan
Dalam Kejadian 1 dan 2, manusia diciptakan menurut gambar Allah, tetapi pada saat itu manusia tidak memiliki kehidupan Allah yang kekal yang bukan ciptaan. Yang dimiliki manusia hanyalah nafas hidup, bukan kehidupan Allah yang kekal. Karena itu, setelah penciptaan, Allah menempatkan manusia di depan pohon kehidupan.
Pohon kehidupan ini menandakan kehidupan ilahi, kehidupan Allah yang kekal. Allah menempatkan manusia di depan pohon kehidupan supaya manusia dapat menerima kehidupanNya, tetapi sebelum manusia mendapatkan kehidupan Allah, manusia jatuh ke dalam dosa.
Kelahiran Kembali dan Tujuan Allah
Karena kejatuhan manusia, manusia membutuhkan penebusan, tetapi penebusan bukanlah sasaran Allah. Penebusan hanyalah mcrupakan cara Allah untuk memulihkan. Penebusan membawa manusia yang berdosa kembali kepada tujuan Allah semula. Seandainya Anda sudah ditebus sekalipun, jika Anda belum menerima kehidupan Allah, maka tujuan Allah di dalam diri Anda belum terpenuhi. Tentu saja asal kita mendapatkan penebusan, kita mendapatkan kehidupan Allah. Allah menyatukan kedua hal ini. Allah membuat perjanjian yang sempurna dengan kita. Sebagian besar orang Kristen hanya memperhatikan perkara penebusan, namun tidak memperhatikan kehidupan. Kita harus menyadari, bahwa penebusan hanyalah suatu cara pemulihan untuk mencapai tujuan akhir, yaitu agar manusia memiliki kehidupan Allah. Tujuan akhir Allah adalah menggarapkan kehidupanNya ke dalam diri kita. Penggarapan kehidupan Allah ke dalam diri kita adalah kelahiran kembali. Sesungguhnya, kelahiran kembali tidak ada kaitannya dengan kejatuhan manusia. Penebusan berhubungan dengan kejatuhan manusia, kelahiran kembali berhubungan dengan tujuan Allah.
Penebusan dan Kehidupan (Hayat)
Kita dapat menggunakan botol-botol Coca-Cola sebagai ilustrasi. Botol-botol ini adalah untuk diisi Coca-Cola, tetapi ternyata semua botol tersebut jatuh ke tempat sampah. Pertama, kita harus mengumpulkan kembali botol-botol itu. Tetapi mengumpulkan kembali botol-botol tersebut tidak berarti mencapai tujuannya. Jika Anda mengumpulkan kembali semua botol-botol yang sudah jatuh tersebut, dan Anda membersihkannya dengan detergen, botol-botol tersebut masih tetap kosong. Pengumpulan botol-botol ini hanya menangani masalah kejatuhannya. Setelah dikumpulkan lagi, dibersihkan dan dimurnikan dengan detergen, Anda masih perlu melakukan satu langkah lebih lanjut mengisi botol-botol tersebut dengan Coca-Cola.
Kita adalah botol-botol itu, kita adalah bejana (Roma 9:21, 23). Sebelum kita diisi dengankehidupan Allah, kita jatuh ke dalam tong sampah. Sebelum kita diselamatkan, kita ada di dalam tong sampah. Puji Tuhan atas belaskasihan Allah! Suatu hari, Ia datang ke tong sampah itu dan mengeluarkan kita. Inilah penebusan. Penebusan berhubungan dengan kejatuhan manusia. Seiring dengan penebusan itu, Allah menggarapkan kehidupan ilahiNya ke dalam diri kita.
Roh yang Baru
Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita menerima kehidupan (hayat) yang lain. Menerima kehidupan lain berarti dilahirkan kembali. Kita sudah memiliki satu kehidupan, kehidupan (hayat) manusia, dan sekarang kita memiliki kehidupan yang lain kehidupan (hayat) ilahi. Kehidupan ilahi ini masuk ke dalam roh kita lagi. "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh" (Yohanes 3:6b). Kita dulu berada di dalam tong sampah, tetapi pada suatu hari Allah mengeluarkan kita dari tong sampah tersebut. Allah menebus kita. Pada saat yang sama, Ia masuk ke dalam diri kita sebagai Roh ilahi. Kemudian kita memiliki kehidupan ilahi. Kita lahir dari Roh. Puji Tuhan! Kita mengalami kelahiran kembali. Kita memiliki kehidupan yang lain. Satu Roh lain telah masuk ke dalam diri kita, yaitu sesuatu yang benar-benar baru. Sekarang kita memiliki roh yang baru, yang merupakan kegenapan dari Yehezkiel 11:19; 18:31, dan 36:26. Allah berjanji untuk memberi kita roh yang baru, dan la melakukannya dengan cara melahirkan kita kembali dengan Dia sebagai Roh. Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, pada saat kita menyeru namaNya sebagai Juruselamat kita, dan menerimaNya ke dalam diri kita, Roh ilahi masuk ke dalam diri kita untuk menjadi kehidupan (hayat) kita, dan kita dilahirkan kembali. Kita diperbarui, dan roh kita dijadikan baru. Roh kita menjadi roh yang baru.
Dulu Mati Tetapi Kini Hidup
Efesus 2:1 mengatakan, bahwa kita dahulu mati karena pelanggaran- pelanggaran dan dosa-dosa kita. Hal ini tidak berarti, bahwa tubuh kita mati. Secara jasmani, kita masih hidup dan aktif. Hal ini juga tidak berarti, bahwa pikiran, jiwa, atau emosi kita mati. Jiwa kita masih hidup, tetapi karena kejatuhan itu, roh kita menjadi mati.
Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka Roh ilahi, Roh Kudus Allah, masuk ke dalam roh kita untuk mengaktifkan dan menghidupkannya lagi. Allah bukan hanya menghidupkan roh kita yang sudah mati, Ia juga masuk ke dalam roh kita. Sekarang Roh ilahi ini ada di dalam roh kita dan kedua roh ini menjadi satu (I Korintus 6:17). Ini bukan ackadar menghidupkan, melainkan melahirkan kembali. Allah tidak hanya menghidupkan yang mati, tetapi juga melahirkan kembali yang masih ada. Sekarang roh kita memiliki permulaan yang baru.
Memyembah dalam Roh
Injil Yohanes memberitahu kita, bahwa setelah dilahirkan kembali, kita harus belajar menyembah Allah. Allah adalah Roh. Jika kita menyembahNya, kita harus menyembahNya di dalam roh bukan dalam Roh Kudus, melainkan dalam roh manusia. "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24). Masalah penyembahan ini mencakup segala perkara rohani. Dalam Alkitab, penyembahan berarti melayani Allah, berdoa kepadaNya, mernuji Dia, bersyukur kepadaNya, dan saling bersekutu di hadirat Allah. Apapun yang kita Iakukan terhadap Allah, bersama Allah, dan di dalam Allah, harus kita lakukan di dalam roh. Ini merupakan prinsip yang pasti. Tetapi banyak dari antara kita yang masih belum tahu bagaimana menggunakan rohnya. Bahkan sangat banyak orang Kristen yang tidak mengetahui mereka memiliki roh. Secara doktrinal, mereka mungkin mengetahui roh manusia itu ada, tetapi dalam praktiknya, mereka tidak tahu bagahnana menggunakan roh itu. Inilah situasi yang menyedihkan pada hari ini, tetapi demi pemulihan hidup gereja, pemulihan roh manusia itu sangat diperlukan.
Jika kita tidak berada di dalam roh, maka yang kita miliki hanyalah doktrin. Jika Anda memiliki realitas rohani, itu adalah sesuatu di dalam roh Anda. Kita perlu memiliki pengalaman, suatu realisasi dari Roh ilahi di dalam roh kita. Allah telah melahirkan kembali roh kita. Roh kita bukan lagi roh yang mati. Roh kita telah dihidupkan dan dilahirkan kembali. Sekarang Roh ilahi itu menetap di dalam roh kita.
Roh yang Menghidupkan,
Melahirkan Kembali dan Tinggal di dalam Kita
Ada tiga langkah dalam hal kelahiran kembali. Pertama, Roh ilahi masuk ke dalam roh kita untuk menghidupkan roh kita yang mati. Kemudian, pada saat yang sama, Roh ilahi menggarapkan Kristus, Allah, ke dalam roh kita. Inilah kelahiran kembali. Setelah itu dan secara serentak, Roh Kudus mulai tinggal di dalam diri kita. Inilah berhuninya Roh Kudus. Melalui kelahiran kembali bukan hanya terjadi penghidupan dan kelahiran kembali roh, tetapi juga berhuninya Roh Kudus.
Sekarang kita bukan hanya memiliki kekuatan Roh, tetapi juga kehidupan (hayat). Kita bukan hanya memiliki kehidupan, melainkan juga kehadiran Roh itu sendiri. Kekuatan kehidupanNya menghidupkan kita, kehidupanNya sendiri melahirkan kita kembali, dan kehadiranNya menghuni diri kita. Kita memiliki Roh yang menghidupkan, melahirkan kembali. dan tinggal dalam roh kita. Sekarang kita harus melayani Tuhan, menyembah Allah, melakukan pekerjaanNya, bersekutu denganNya, bersekutu dengan saudara saudari di dalam Dia, menolong orang lain, dan mengabarkan Injil dengan Roh Allah di dalam roh kita.