ROH MANUSIA DALAM PERJANJIAN BARU (1)
Pembacaan Alkitab :
Roma 1:9a: 2:29: 7:6; 8:4; Galatia 5:16; Roma 8:10, 16;
Kisah Para Rasul 18:25; 17:16; 19:21; 20:22;
1 Korintus 2:4, 11, 13-15; 11-3; 5:3-4; Kolose 2:5; 1 Korintus 4:21;
Galatia 6:1; 1 Petrus 14; 1 Korintus 7:34; 2Korintus 7:1;
1 Korintus 14:2, 14-16, 32; 16:18; 2Korintus 2:13; 7:13; 12:18;
Galatia 8:18; Filemon 25
Rohku
Kitab Yohanes mengungkapkan, bahwa Roh Kudus melahirkan roh manusia (16) dan roh manusia menyembah Roh Allahi (4:24). Kitab Roma mengatakan kepada kita untuk melayani Allah dalam roh kita, "Karena Allah yang kulayani dengan segenap rohku dalam pemberitaan Injil AnakNya, adalah saksiku bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu" (Roma 1:9; Tl). Saya sangat bersyukur, bahwa Rasul Paulus menggunakan kata ganti "ku" setelah "roh." Rasul Paulus mengungkapkan dengan jelas dan pasti "dengan segenap rohku." Melayani Allah bukanlah melulu perkara dalam Roh Kudus, melainkan juga perkara dalam roh manusia.
Roh Manusia dan Kerjasama Kita
Jika ada gelombang radio di udara, tetapi Anda tidak memiliki pesawat radio, bagaimana mungkin Anda dapat menerima gelombang radio tersebut? Praktisnya, di pihak kita, yang kita butuhkan adalah "pesawat radio" penerima. Allah telah mengatur "gelombang-gelombang radio dari sorga" dan kita harus menyiapkan pesawat radio kita. Dalam hal ini manusia dapat diumpamakan sebagai radio. Roh Kudus diumpamakan gelombang radio dari sorga. Roh manusia seperti posawat radio penerima. Roh kitalah yang menerima gelombang radio sorgawi. Allah telah melakukan pekerjaanNya, dan kita harus menyiapkan roh kita. Kita harus bekerja sama dengan Allah dengan mempersiapkan organ yang tepat untuk menerima hakikiNya, karyakarya yang telah dirampungkanNya dan yang akan dikerjakanNya. Kita tidak perlu mengurus bagian pekerjaan Roh Kudus. Hal itu telah sepenuhnya ditangani Allah. Kita hanya perlu menangani bagian pekerjaan kita sendiri, yaitu roh manusia.
Udara mungkin penuh dengan gelombang listrik, tetapi jika kita tidak memiliki radio, kita tidak dapat menerimanya. Jika kita memiliki radio, tetapi pesawat penerimanya rusak, kita juga tidak dapat menerima gelombang itu. Kita perlu mempersiapkan radio, dan kita perlu mengatur pesawat penerimanya dengan benar. Jika Anda memiliki radio dan menyetelnya, maka suara musik bisa terdengar. Yang harus kita perhatikan adalah roh kita. Allah telah memelihara segala sesuatu dan Allah akan melakukan segala sesuatu. Yang diperlukan adalah kerja sama dan koordinasi kita. Koordinasi yang dapat kita berikan kepada Allah adalah mempersiapkan, mengatur dan menyesuaikan roh kita.
Penyunatan dalam Roh
Roma 2:29 memberitahu kepada kita, bahwa dalam alam rohani hari ini, di dalam kerajaan Allah, segala sesuatu haruslah di dalam roh, bukan dalam huruf (secara harfiah). "Dalam roh" di sini berlawanan dengan "dalam daging" pada ayat sebelumnya. Orang-orang Yahudi melakukan sunat dalam daging. Kini Rasul Paulus mengatakan kepada kita, bahwa sunat yang sebenarnya dan yang rohani bukanlah dalam daging, tetapi dalam roh. Hal ini bukan sesuatu yang harfiah, melainkan dalam roh.
Melayani dalam Kebaruan Roh
Dalam Roma 7:6 kita melayani bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat, tetapi dalam kebaruan roh, karena kita sudah mati terhadap hukum Taurat dan tidak memiliki kaitan dengan hukum itu. Beberapa contoh mungkin dapat membantu menggambarkan masalah keusangan huruf hukum Taurat dan kebaruan roh.
Pada tahun 1937, saya pergi ke sidang doa di Hangkow, China. Semua orang berlutut, pendeta mulai berdoa, dan saya menutup mata sambil mendengarkan doa itu. Susunan doa itu sungguh bagus. Hal itu sangat mengejutkan saya. Saya pikir, pendeta ini pastilah orang yang terpelajar; jika tidak, pasti ia tidak dapat menyusun doa yang sebagus itu. Saya membuka mata saya dan menatap pendeta itu. Ia sedang membaca! Kemudian saya tahu, bahwa jernaat di sana memiliki sebuah buku doa. Untuk setiap macam sidang ada doa tertentu. Untuk kebaktian Minggu pagi. ada doa-doa tertentu. Untuk pernikahan, ada doa-doa tertentu dan ayat-ayat tertentu yang dapat dikutip. Untuk pemakaman, ada doa dan ayat-ayat tertentu yang dapat dikutip. Jika Anda datang ke sidang apa saja, Anda hanya perlu membuka bagian tertentu dalam buku doa itu. Semuanya ada di sana.
Beberapa orang dalam jernaat itu mengatakan, bahwa setiap kali mercka datang ke sebuah sidang, mereka tahu apa doa pertamanya, doa keduanya, dan teks apa yang akan dikutip. Pada setiap pertemuan, dibacakan ayat-ayat yang sama dan doa yang sama. Bahkan pendeta ini tidak perlu membuka Alkitab. Bagi mereka, buku doa mereka sudah mencakup semuanya. Setiap kali ada pesta pernikahan, pendeta hanya perlu membuka bagian tertentu itu dan mempraktikkan segala hal berdasarkan buku doa itu. Inilah contoh keusangan huruf hukum Taurat.
Selama hidup saya sebagai orang Kristen, saya tidak banyak melihat upacara pernikahan yang hidup. Hampir semuanya mati. Namun, seorang pendeta tidak melakukan upacara berdasarkan peraturan harflah, melainkan mengucurkan air matanya di depan pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Kemudian ia berkata kepada pengantin perempuan, "Hari ini kamu tidak berdiri di hadapanku. Kamu berdiri di hadapan Tuhan. Saya menyadari di mana kamu berdiri sebagai seorang muda. Saya mengenalmu. Hari ini saya menaruh prihatin kepadamu." Inilah kebaruan roh. Ini mengejutkan jernaat. Hari itu pendeta tersebut baru saja mengoyakkan peraturan-peraturan yang mati itu. Ia menerobos keusangan. Di kemudian hari, pemuda itu benar-benar dipakai oleh Allah setelah pernikahan itu.
Hari ini kita harus melayani Tuhan dalam kebaruan. Jika kita datang bersidang, kita harus bersidang dalam kebaruan. Menjalani cara yang sudah usang itu mudah. Jika saya seorang pendeta yang baru menyelesaikan empat tahun pelajaran di seminari, akan mudah bagi saya untuk memahami buku doa dan membaca bagian-bagian tertentu untuk peristiwa-peristiwa tertentu. Tetapi jika Anda mau melayam dalam kebaruan roh, Anda harus selalu berada di hadapan Tuhan, selalu hidup dalam roh dengan cara berkontak dengan Tuhan. Jika tidak, Anda tidak akan diperbarui, melainkan akan usang. Menjalani cara yang sudah usang itu mudah, tetapi untuk mempertahankan yang baru, Anda perlu berkontak dengan Tuhan setiap hari.
Manna yang Baru
Bani Israel makan manna setiap hari, tetapi tidak ada manna yang lama. Setiap hari ada manna yang baru, manna yang segar (Keluaran 16:13-15, 21-22). Banyak orang berbelanja seminggu sekali. Mereka membeli makanan dan menyimpannya dalam kulkas untuk satu minggu. Tetapi Allah tidak memberikan manna seminggu sekali. Bani Israel tidak keluar dari tenda-tenda mereka pada hari Senin pagi, mengumpulkan manna, kemudian menyimpannya dalam kulkas untuk dimakan selama satu minggu. Allah mengirimkan manna setiap hari, pada pagi hari.
Jika Anda suka tidur, Anda akan kehilangan manna itu. Anda harus bangun pagi setiap hari untuk mencari embun yang segar karena manna itu selalu turun bersama embun (Keluaran 16:13-14). Anda harus bangun pagi untuk mengumpulkan manna setiap pagi. Manna itu selalu sama setiap pagi, tetapi setiap pagi manna itu selalu segar. Saya benar-benar yakin, bahwa Tuhan ingin umatNya bangun pagi-pagi untuk berkontak denganNya.
Kita memiliki Alkitab yang sama setiap pagi, manna yang sama, tetapi setiap pagi manna itu harus segar terbawa embun yang segar. Semua ini tergantung pada bagaimana Anda berkontak dengan Allah. Jika dalam membaca Alkitab tidak ada komunikasi dengan Allah, maka Alkitab itu menjadi usang. Jika ada komunikasi dengan Allah, maka Alkitab itu akan menjadi baru. Hari ini, melayani
Allah bukanlah satu perkara yang usang, melainkan satu perkara yang baru. Yang baru itu adalah Allah sendiri! Yang baru itu ada di dalam Allah! Jika Anda berkomunikasi dengan Allah, jika Anda ada di dalam Allah, jika Anda menjadi satu dengan Allah, apapun yang Anda katakan adalah baru. Selama empat puluh tahun, manna yang sama turun hari demi hari, tetapi setiap pagi manna itu baru. Baru berarti ada di hadirat Allah, ada di dalam Allah. Kita melayani Allah hari ini dalam kebaruan hadirNya. Saya tidak suka melihat keusangan dalam sidang-sidang gereja. Kita harus belajar menjadi baru di hadirat Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Apapun yang kita lakukan, harus ada Allah di dalamnya. Demikian akan ada sesuatu yang baru.
Hidup Menurut Roh
Dalam Roma 8:4 kita diberitahu untuk hidup bukan dalam daging, melainkan menurut roh. Roh yang tertulis dalam kitab Roma 8:4 ini adalah roh yang berbaur, yaitu roh kita berbaur dengan Roh Kudus (Roma 8:16; 1 Korintus 6:17). Kita harus hidup menurut roh, karena hari ini Roh Kudus ada di dalam roh kita dan bahkan menjadi satu dengan roh kita. Jika kita hidup menurut roh kita, dengan spontan kita hidup menurut Roh Kudus, karena kedua roh itu telah menjadi satu.
Umumnya, orang hidup dan melakukan pekerjaan menurut pikiran mereka sendiri, menurut pendapat mereka dan apa yang mereka sukai. Orang-orang yang menuruti keinginan daging, melakukan hal-hal yang berdosa, sedangkan yang lainnya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik menurut angan-angan mereka, pikiran mereka, kesukaan dan ketidaksukaan mereka. Tetapi kita, orang-orang Kristen, harus hidup menurut roh. Membedakan roh dari daging itu mudah, tetapi kadang-kadang tidak mudah membedakan roh dari pikiran. Sebagai contoh, mungkin Anda ingin mengunjungi scorang saudara, tetapi jauh di dalam batin, ada actuatu yang mengganggu Anda. Anda hatus bertindak bukan menurut pikiran Anda atau kesukaan dan ketidaksukaan Anda, melainkan menurut "lampu merah" atau "lampu hijau" yang ada di dalam, batin Anda. Inilah berjalan menurut roh. Daging adalah tubuh kita yang telah jatuh ke dalam dosa (Roma 7:18,24; 8:13), dan pikiran adalah bagian dari jiwa kita yang telah jatuh ke dalam dosa (Mazmur 113; 139:14; Ratapan 3:20). Kebanyakan orang hidup menurut kedua hal ini. Jika mereka hidup lebih baik, mereka hidup menurut pikiran mereka. Jika hidup rnereka kurang baik, mereka hidup menurut daging. Tetapi kita orang Kristen, tidak seharusnya hidup menurut pikiran atau daging, melainkan menurut roh. Kita tidak bokh hanya mempedulikan masalah baik atau buruk, henar atau salah. Kita hanya perlu memperhatikan "lampu hijau" atau "lampu merah" di dalam batin kita. Kita hanya perlu memperhatikan roh. Kita hidup menurut roh.
Hidup oleh Roh
Galatia 5:16 mengatakan, "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." Salib harus membereskan daging kita, mental, pemikiran, kesukaan dan ketidaksukaan kita, sehingga kita dapat sepenuhnya hidup oleh Roh yang tinggal dan berbaur dengan roh kita yang dilahirkan kembali. Semakin kita berjalan oleh Roh, kita akan semakin menjadi manusia rohani. Menjadi manusia rohani berarti kita ada di dalam roh.
Roh Itu Sebagai Kebidupan
Roma 8:10 mengatakan bahwa, "tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran." Jika Anda setia kepada Tuhan, Anda akan menyadari, bahwa di satu pihak roh Anda sangat aktif, penuh kehidupan, namun di pihak lainnya tubuh Anda mati karena tubuh itu telah jatuh ke dalam dosa dan lumpuh. Beberapa saudara saudari yang tubuhnya lemah sangat mengasihi Tuhan dan sangat setia kepada Tuhan. Mereka menemukan, bahwa roh yang ada di dalam diri mereka sangat hidup, penuh kehidupan, namun tubuh lahiriah mereka lumpuh, lemah dan mati karena dosa yang diwarisi dari Adam. Itulah sebabnya tubuh kita perlu ditebus, yaitu penebusan yang sempurna (Roma 8:23; Filipi 3:21). Roh kita telah dilahirkan kembali, tetapi tubuh kita belum ditebus. Kita memiliki pengharapan, bahwa suatu hari kelak, kita akan dapat menikmati keputraan yang sempurna, yaitu penebusan tubuh kita.
Roh yang Memberi Kesaksian Bersama Roh Kita
Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah." Ayat ini dengan jelas mengatakan kepada kita, bahwa ada Roh Allah dan ada roh manusia, dan kedua roh ini menjadi satu. Roh Allah sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita. Kedua roh ini bekerja bersama-sama sebagai satu roh. Pertama, ayat ini mengatakan kepada kita, bahwa ada dua roh. Roh Allah dan roh manusia. Kedua, ayat ini mengatakan kepada kita, bahwa kedua roh ini bekerja sama. Ketiga, ayat ini mengatakan, bahwa kedua roh ini bekerja sama demi keputraan.
Menyala-nyala dalam Roh
Roma 12:11 mengatakan, bahwa kita perlu "menyala-nyala dalam roh." Kita harus menyala-nyala. Ini berarti, Anda lebih dulu menyala, kemudian Anda menyalakan orang lain. Kita perlu menyala-nyala dalam roh. Kita dinyalakan oleh Roh Allah (Wahyu 4:5), kemudian kita menyalakan orang lain. Membaralah! Menyalalah! Terbakarlah! Kemudian, layanilah Tuhan!
Apolos dalam Kisah Para Rasul 18:24 adalah satu contoh dari hal ini. "Dengan bersemangat ia berbicara" (Kisah Para Rasul 18:25). Ia mengenal Kitab Suci, tetapi masih belum mengetahui ekonomi Perjanjian Baru Allah dengan jelas, ia belum mengetahui jalan Allah dengan jelas. Namun, ia menyala-nyala dalam roh.
Paulus, Orang yang Hidup di dalam Roh
Dalam Kisah Para Rasul 17:16 Paulus sangat sedih rohnya karena berhala- berhala di Atena (Tl.). Kemudian, dalam Kisah Para Rasul 19:21 ia menyatakan maksudnya di dalam roh; ia tidak membuat keputusan menurut kehendaknya, tetapi menyatakan maksudnya di dalam roh. Kemudian, dalam Kisah Para Rasul 20:22, ia "menjadi tawanan roh. " Ia tahu, bahwa ia akan diikat, ditangkap, dan dipenjarakan (20:23). Sebelum tubuhnya terikat, rohnya sudah terikat. Melalui ayat-ayat ini kita melihat, bahwa Paulus adalah seseorang yang hidup, berjalan, bekerja, bertindak dan bergerak di dalam rohnya.
Menunjukkan Roh
Satu Korintus 2:4 mengatakan, bahwa ketika Paulus datang ke Korintus untuk pertarna kalinya, perkataan dan pemberitaannya "tidak disampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh." Perkataan dan pemberitaan rasul itu tidak berasal dari pikirannya dengan kata-kata yang penuh spekulasi, tetapi dari rohnya, yaitu melalui kekuatan pelepasan dan pernyataan Roh. Apapun yang kita lakukan, kita harus menunjukkan Roh, bukan kebijaksanaan, kefasihan, pengetahuan, atau prestasi. Kita harus menunjukkan Roh (Allah) melalui roh kita dengan cara yang sederhana.
Roh Manusia dan Roh Allah
Satu Korintus 2:11 mengatakan, bahwa hanya roh manusia yang mengetahui apa yang terdapat di dalam diri manusia. Banyak orang yang berpendidikan tinggi tidak mengetahui apakah mereka, siapa diri mereka, di mana mereka berada, atau ke mana mereka akan pergi. Hanya roh manusia yang mengetahui apa yang terdapat di dalam diri manusia. Anda harus datang ke roh Anda.
Jika Anda memiliki masalah dengan suami Anda, Anda harus datang ke roh Anda. Jika Anda mempunyai masalah dengan isteri Anda, datanglah ke roh Anda! Anda akan mendapatkan jawabannya! Roh manusia mengetahui! Roh Anda mengetahuil Jika Anda tidak tahu pasti tentang apa yang harus Anda lakukan dengan isteri Anda, suami Anda, anak-anak Anda, atau saudara-saudara Anda, datanglah ke roh Anda. Aka Anda tidak tahu bagaimana harus menghadapi saudara-saudara di dalam Tuhan, datanglah ke roh Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana menangani masalah-masalah Screja, urusan-urusan gereja, datanglah ke roh Anda. Roh manusia mengetahui semua itu, karena roh manusia adalah realitas dari manusia itu. Selain itu, Roh Allah mengungkapkan apa yang terdapat di dalam diri Allah, kondisi dan keadaan manusia, kepada manusia di dalam rohnya (1 Korintus 2:11-12). Jadi jika kita ingin mengetahui apa yang terdapat di dalam diri manusia dan di dalam diri Allah, kita harus datang ke roh kita. Dalam roh inilah kita mengetahui apa yang terdapat dalam diri manusia, dan di sinilah kita melihat apa yang terdapat di dalam diri Allah. Kita semua harus datang ke roh kita, maka kita akan menjadi orang-orang yang berada di dalam roh, manusia yang rohani dan bukan jiwani. Manusia jiwani tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah (I Korintus 2:14). Manusia jiwani adalah manusia yang diatur oleh pikirannya sendiri. Eka kita berpaling ke roh dan tinggal di dalam roh, maka kita menjadi manusia rohani.
Tiga Macam Manusia
Dalam I Korintus 2:13-16 dan 3:1-3 ada tiga macam manusia : manusia rohani, manusia jiwani dan manusia daging. Manusia jiwani adalah manusia yang hidup berdasarkan pikiran, emosi, atau tekadnya. Ia tidak mengetahui atau mempedulikan rohnya. Ia hidup dan bekerja menurut jiwanya saja. Manusia daging adalah manusia yang bekerja dan hidup menurut nafsu tubuh daging yang telah jatuh ke dalam dosa.
Manusia daging mudah sekali mengkritik, menyalahkan dan memarahi orang lain. Ada orang mungkin yang sangat manis, selalu berhati-hati, penuh pertimbangan dan memperhatikan orang-orang lain. Bahkan seandainya saya sangat kasihan, jahat dan buruk, orang yang baik itu tidak akan mengatakan satu hal yang jelek tentang saya. Namun orang yang baik hati ini mungkin masih tetap manusia yang jiwani, karena ia bahkan tidak tahu, bahwa ia memiliki roh. Ia mungkin sedang berusaha untuk meraih gelar Doktor dalam bidang sosiologi, dan belajar menjadi seorang yang penyayang dengan cara melatih pikirannya.
Tetapi manusia rohani adalah orang yang berjalan bukan menurut daging, juga bukan menurut jiwa, melainkan menurut roh. Ia adalah manusia rohani, karena itu ia memiliki kepekaan rohani; ia dapat mengetahui hal-hal yang rohani dan ia bahkan dapat mengetahui segala hal yang ada di , dalam diri manusia. Manusia rohani adalah orang yang bijaksana. Semakin Anda hidup dalam roh, Anda semakin peka dan berhikmat terhadap segala perkara, bahkan juga perkara-perkara yang ada di dalam diri Allah.