← Daftar isi Roh Manusia · bab 3/21

ROH MANUSIA DALAM PERJANJIAN LAMA

Pembacaan Alkitab :

Kejadian 2:7; Amsal 20:27; Ayub 32:8; Keluaran 35:21; Bilangan 14:24;

Ulangan 2:30; Ezra 1:1, 5; Hagai 1:14; Yeremia 51:11; Ayub 6:4; 10:12; 15:13; Mazmur 31:6; 32:2, 34:19; 51:12, 14, 19; 77:4, 7; 78:8;

Amsal 16:2; Yesaya 26:9a; 57:15-18; Mazmur 106:33;

Amsal 16:32, 18-19; 17:27; 25:28; 18:14; Yesaya 29:24;

Pengkhotbah 7:8-9; Daniel 5:12; 6:4; Maleakhi 2:15b-16

Ayat-ayat yang tertulis di atas adalah ayat-ayat yang paling penting dan berharga dalam Perjanjian Lama mengenai roh manusia, mulai dari Kejadian 2 sampai Maleakhi 2. Menarik jika kita lihat, bahwa ayat yang pertama berkaitan dengan penciptaan roh manusia, sedangkan ayat yang terakhir mengenai roh manusia dalam Perjanjian Lama mendesak kita untuk memperhatikan roh kita. Kita tidak seharusnya hanya memperhatikan tingkah laku kita, melainkan harus memperhatikan roh yang ada di dalam, karena roh kita merupakan sumber dari segala tingkah laku kita. Jika sumber kita salah, betapapun benarnya tingkah laku kita, kita masih tetap salah. Eka sumbernya kotor, bagaimana mungkin hasilnya bersih? Ini tidak mungkin. Jadi kita semua harus memperhatikan roh manusia. Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa strategis, penting, dan besamya masalah roh manusia ini.

Nafas Hidup

Kejadian 2:7 mengungkapkan pencipman manusia. Allah menggunakan debu tanah untuk membentuk tubuh manusia. Kemudian Allah menghernbuskan nafas hidup ke dalam lubang hidung tubuh dari debu tanah ini. Amsal 20:27 mengatakan, "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya." Roh dalam ayat ini adalah kata yang sama dengan kata "nafas" dalam Kejadian 17.

Kata yang biasanya digunakan untuk roh dalam bahasa Ibrani adalah ruach, tetapi dalam Amsal 20:27 ini kata Ibrani untuk roh adalah neshamah dan bukan ruach. Ini adalah kata yang sama dengan kata "nafas" dalam Kejadian 17. Ayat ini merupakan bukti yang kuat, bahwa nafas hidup yang dihembuskan ke dalam lubang hidung tubuh manusia yang terbuat dari debu tanah pada saat penciptaan adalah roh kita. Ayub 32:8 juga mengatakan kepada kita, bahwa dalam diri manusia ada roh.

Pelita Tuhan

Dalam Amsal 20:27 roh manusia adalah pelita Tuhan untuk menyelidiki lubuk hati kita, adalah alat bagi Allah untuk berhubungan dengan kita. Hubungan Allah dengan kita selalu di dalam roh kita dan melalui roh kita. Roh manusia adalah sarana dan alat bagi Allah menghubungi kita, menyelidiki kita. Jika Anda datang ke suatu bangunan pada malam hari untuk melakukan sesuatu, Anda tidak dapat melakukannya dalam kegelapan. Anda membutuhkan terang. Roh manusia adalah pelita bagi Allah untuk masuk ke dalam diri kita dan menyelidiki kita, untuk berhubungan dengan kita.

Roh yang Mendorong

Dalam Keluaran 35:21, pada saat Kemah Suci akan dibangun, roh manusia menggerakkan mereka (Terjemahan Darby). Bukan saja hati mereka menggerakkan mereka, tetapi juga roh mereka mendorong mereka untuk bergerak cepat demi memenuhi maksud Allah. Hal ini menunjukkan, bahwa roh kita adalah alat bagi kita untuk bergerak maju menggenapkan maksud Allah.

Pentingnya Roh Kita

Zakharia 12:1 mirip dengan Yesaya 415. Ayat-ayat ini mengatakan kepada kita, bahwa dalam alam semesta ini ada tiga hal utama yang diciptakan oleh Allah : langit, bumi dan roh manusia. Kedua ayat ini menunjukkan kepada kita pentingnya roh manusia. Di langit terdapat banyak perkara, di bumi juga terdapat banyak perkara, tetapi Allah tidak memerinci banyak perkara itu. Allah hanya menyebut langit dan bumi. Sebagai urnat manusia, kita juga mempunyai banyak bagian, tetapi Allah tidak mengatakan sesuatupun tentang semua bagian tubuh kita atau bagian jiwa kita. Allah hanya mengungkapkan satu perkara: roh manusia. Ini menunjukkan pentingnya roh manusia ini, karena roh manusia merupakan organ, sarana bagi Allah untuk menghubungi kita dan berkornunikasi dengan kita, pula sarana bagi kita untuk menghubungi Allah dan menerimaNya.

Roh yang Berbeda

Dalam Bilangan 14:24 disebutkan, bahwa sebagian besar orang Israel memberontak terhadap Allah, tetapi Kaleb berbeda. Ia tidak memiliki pikiran lain, kehendak lain, hati atau keputusan yang lain. Kaleb memiliki roh yang berbeda. Kemudian ayat selanjutnya mengatakan, bahwa Kaleb taat sepenuhnya kepada Tuhan. Kita tidak memiliki cara lain untuk mengikuti Tuhan. Jika kita ingin mengikuti Tuhan, maka kita harus menggunakan organ yang benar yaitu roh kita. Kaleb mengikuti Tuhan dengan roh yang berbeda dari roh-roh orang lainnya.

Mengeraskan Roh

Ulangan 2:30 mengatakan, bahwa Allah mengeraskan roh dari raja Sihon (Terjemahan langsung). Tidak dikatakan Allah mengeraskan hatinya, melainkan mengeraskan rohnya. Allah selalu berhubungan dengan manusia melalui roh. Bahkan Ia mengizinkan manusia mengeraskan "roh"nya.

Roh yang Digerakkan

Dalam Ezra 1:1, 5, pada masa pemulangan umat Allah kembali ke Yerusalem Allah menggerakkan roh Koresy, raja Persia, dan menggerakkan roh umatNya. Sekali lagi hal ini menunjukkan, bahwa Allah berhubungan dengan kita melalui roh. Tidak dikatakan Allah menggerakkan hati raja Persia, karena pemulihan (pemulangan) ini sepenuhnya adalah perbuatan Allah, dan pekerjaan ini mullak terjadi di dalam roh. Di satu pihak, Allah menggerakkan roh raja. Di pihak lainnya, Allah menggerakkan roh para tawanan. Demikianlah dapat dilakukan sesuatu untuk pemulihan Allah.

Hagai 1:14 menggambarkan hal yang sama. Allah menggerakkan roh Zerubabel, Yosua (imam besar) dan roh seluruh bangsa itu untuk menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan. Ezra 1 memberitahu kita tentang awal pemulihan ini, tetapi Hagai memberitahu kita tentang kelanjutan pemulihan ini. Awal dan kelanjutan dari pemulihan ini sepenuhnym merupakan perkara roh.

Jika demikian, bagaimana dengan pemulihan hari ini? Pasti hal ini tidak dapat terjadi di luar roh. Pasti pemulihan ini mutlak terjadi di dalam roh kita. Jika Allah mau memulihkan gerejaNya di banyak tempat, pasti Ia perlu menggerakkan roh Anda dan saya.

Yeremia 51:11 juga mengatakan, bahwa Tuhan "membangkitkan roh raja-raja Media : karena Ia merencanakan untuk memusnahkan Babel." Inilah pembalasan Allah, yaitu pembalasan karena bait suciNya. Babel menghancurkan Bait Allah. Sekarang Allah menggerakkan roh raja-raja Media untuk memusnahkan Babel. Ini adalah semacam pembalasan yang dilakukan Allah terhadap Babel, pembalasan atas bait suciNya. Walaupun kita bukan raja-raja Media, Allah tetap harus menggerakkan roh kita demi kehancuran Babel dan pembalasan atas bait suciNya. Semua ini terjadi di dalam roh.

Pemberesan Allah di dalam Roh

Ayub 6:4 memberitahu kita tentang kesadaran Ayub, bahwa apa yang dideritanya bukan hanya sesuatu yang luaran, melainkan sesuatu yang di dalam rohnya. Menurut pengalaman rohani kita, Ayub 6:4 mempunyai arti yang cukup dalam. Ayub mengatakan, "Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh rohku" (Tl). Hal ini menunjukkan, bahwa walaupun semua penderitaan yang terjadi pada Ayub tampak dari luar, ia menyadari bahwa Allah sedang memberikannya, bukan hanya secara luaran, melainkan secara batini. Pemberesan Allah terhadapnya bukan hanya sesuatu yang luaran di sekelilingnya, tetapi sesuatu yang batini, di dalam rohnya.

Roh yang Terpelihara

Ayub 10:12 mengatakan, "Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku." Hal ini berarti Allah telah memberikan kepadanya kehidupan dan kenikmatan atas begitu banyak hal yang baik. Tambahan pula "PemeliharaanMu menjaga rohku" (Tl.). Pernahkah Anda menyadari perneliharaan Allah? Dalam Ayub 15:13 dikatakan, "sehingga engkau memalingkan rohmu menentang Allah" (Tl). Semua ayat ini menunjukkan kepada kita, bahwa hubungan dan persekutuan antara kita dengan Allah sepenuhnya adalah masalah roh.

Roh yang Berserah

Mazmur 31:6 mengatakan, "Ke dalam tanganMulah kuserahkan rohku" (Tl.). Ingatlah, ini adalah sebuah kalimat yang diucapkan oleh orang kudus dalam Perjanjian Lama, Pernahkah Anda, sebagai orang kudus dalam Perjanjian Lama, berkata seperti ini? Aku menyerahkan rohku ke dalam tanganMu. Kebanyakan kita mengatakan, kita menyerahkan hati kita ke dalam tangan Allah. Mazmur 32:2 mengatakan, "Berbahagialah manusia ... yang tidak memiliki roh penipu" (Tl.). Sekali lagi, semua ini menggambarkan dengan jelas, bahwa persekutuan dan hubungan antara kita dengan Allah mutlak terjadi di dalam roh.

Roh yang Remuk, Teguh, Rela dan Hancur

Dalam Mazmur 34:19 ada "roh yang remuk" (Tl.) dan dalam Mazmur 51:12 ada "roh yang teguh." Dalam Mazmur 51:14 ada "roh yang rela." Mazmur 51 adalah doa Daud. Dalam ayat 12 ia mengatakan, "Perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh." Kemudian dalam ayat 14 ia mengatakan, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!" Kemudian dalam ayat 19 ada kata "roh yang hancur" (T1). Mazmur 51 menunjukkan kepada kita roh yang remuk, teph, rela, dan hancur.

Rohku

Mazmur 77:4 mengatakan, "Apabila aku merenung, makin lemah lesulah rohku" (T1). Mumur 77:7 mengatakan, "Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari." Aku merenung dalam hatiku, tetapi rohku mencari-cari di hadirat Allah.

Roh yang Setia

Mazmur 78:8 mengatakan bahwa bani Israel tidak setia rohnya terhadap Allah (T1). Kita membutuhkan roh yang setia terhadap Allah. Kita tidak saja perlu membuat keputusan atau memiliki kemauan yang kuat, kita bahkan perlu memiliki roh yang setia terhadap Allah.

Allah Menimbang Roh Kita

Amsal 16:2 mengatakan, "Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menimbang roh" (T1). Allah meletakkan roh kita di atas neraca untuk ditimbang. Allah memperhatikan hakiki kita di dalam roh kita. Kita mempertimbangkan jalan-jalan kita, Allah menimbang roh kita.

Roh yang Mencari Allah

Yesaya 26:9 mengatakan, "Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan roh di dalam diriku, aku mencari Engkau pada waktu pagi" (T1). Jiwa kita merindukan Allah, tetapi roh kitalah yang mencari Tuhan. Dengan jiwaku aku merindukanMu. Dengan roh di dalam diriku, aku mencariMu. Kita harus mencari Tuhan dengan roh kita.

Roh yang Remuk dan Rendah

Dalam Yesaya 57:15-16 ada "roh yang remuk dan rendah" (Tl.). Ayat 16 mengatakan, bahwa Tuhan tidak akan murka kepada kita. Jika Ia murka kepada kita, maka roh kita akan menjadi lemah lesu. Kadang-kadang Tuhan mengizinkan hal-hal tertentu menimpa kita, tetapi masih ada batasnya, karena Tuhan mempedulikan roh kita. Ia tahu, hahwa roh kita tidak dapat menanggung beban yang terlalu berat dalam suatu situasi yang sulit, maka Ia tidak akan mengizinkan beban yang terlalu berat, supaya roh kita tidak menjadi lemah lesu. Hal ini mengungkapkan kepada kita, bahwa Allah mempedulikan roh kita.

Roh yang Digerakkan

Mazmur 106:33 memberitahu kita, bahwa bani Israel menggusarkan roh Musa (Tl). Hal ini menunjukkan, bahwa roh adalah bagian yang terdalam pada diri manusia dan merupakan bagian yang paling penting. Saya mungkin dapat menggerakkan pikiran Anda. Ini biasa saja. Tetapi jika saya menggerakkan roh Anda, itu benar-benar serius.

Menguasai Roh

Amsal 16:32 mengatakan, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai rohnya, melebihi orang yang merebut kota" (Tl). Hal ini menunjukkan pentingnya roh kita. Jika Anda dapat menguasai roh Anda, ini berarti Anda sangat kuat. Menguasai roh, melebihi merebut kota.

Amsal 25:28 mengatakan, "Orang yang tak dapat mengendalikan rohnya adalah seperti kota yang rohoh temboknya" (Tl.). Jika Anda tidak dapat mengendalikan roh Anda, itu berarti Anda telah kalah, seperti sebuah kota yang semua temboknya rohoh. Perlindungan Anda adalah pada roh Anda dan di dalam roh Anda.

Roh yang Angkuh

Amsal 16:18 mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan roh yang angkuh mendahului kejatuhan" (Tl.). Roh yang congkak dan angkuh sungguh mengerikan. "Lebih baik rendah hati dalam roh dengan orang yang rendah hati daripada membagi rampasan dengan orang congkak" (Amsal 16:19. Tl).

Roh yang Dingin

Kita membutuhkan roh yang membara demi Tuhan, tetapi kadang-kadang kita membutuhkan roh yang dingin untuk mengerti (Arnsal 17:27; terjemahan secara harfiah). Saudari-saudari mudah panas, membara, tetapi agak sulit bagi mereka untuk berkepala dingin. Untuk kepentingan Allah, kita perlu membara, berapi-api, tetapi untuk pernahaman. roh kita perlu dingin. Kita membutuhkan roh yang dingin untuk mengerti hal-hal rohani.

Roh Kita Menopang Kita

Amsal 18:14 mengatakan, "Roh manusia akan menopang penderitaannya" (Tl). Penderitaan di sini berarti penyakit. Roh manusia akan menopang ketika ia sakit. Pada saat tubuh kita sakit, jika roh kita lemah, hal ini sungguh bahaya, dan benar-benar gawat. Jika kita kuat di dalam roh, betapapun sakitnya tubuh kita, roh kita dapat menopang kita. "Siapa akan memulihkan roh yang terluka?" (Tl). Jika roh Anda terluka, ini sungguh berat.

Sesat dalam Roh

Yesaya 29:24 mengatakan, "Orang-orang yang sesat rohnya akan mendapat pengertian" (Tl.). Melakukan kesalahan dengan bagian tubuh yang lain tidak terlalu serius, tetapi jika kita sesat dalam roh, ini benar-benar serius.

Sabar dalam Roh

Pengkhotbah 7:8-9 mengatakan, "Akhir suatu hal lebihbaik dari pada awalnya. Panjang sabar dalam roh lebih baik daripada sombong dalam roh. Janganlah lekas-lekas marah dalam roh, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh" (Tl.). Jika Anda dapat bersabar dan tidak tergesa-gesa, Anda akan baik-baik saja. Sering kali kita sabar, tetapi hanya dalam emosi kita, bukan dalam roh. Orang yang sabar dalam emosi pada akhimya akan menjadi sangat tidak sabar di dalam roh. Kesabaran yang sejati, kesabaran yang kekal itu ada di dalam roh. Kita perlu sabar dan tidak tergesa-gesa di dalam roh.

Roh yang Luar Biasa

Daniel 5:12 dan 6:4 memberitahu kita, bahwa Daniel adalah orang yang memiliki roh yang luar biasa. "Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi, dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa" (6:4).

Perhatikan Rohmu

Akhirnya, Maleakhi 2:15-16 menasihatkan kita untuk memperhatikan roh kita. Saudara saudari, perhatikanlah roh Anda. Jangan berdebat. Jangan membenarkan diri. Perhatikan roh Anda. Roh Anda adalah sumber dari tingkah laku Anda. Allah mempedulikan roh Anda, dan Anda harus memperhatikan roh Anda itu.