ROH MANUSIA (2)
Pembacaan Alkitab :
Yohanes 3:6; 4:24; 2Timotius 4:22; Matius 28:20
Alkitab dengan jelas mengungkapkan, bahwa kita memiliki roh manusia dan bahwa Allah menciptakan roh manusia supaya kita dapat berhubungan denganNya. Dalam Yohanes 3:6 Tuhan Yeaus mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh." Dalam ayat ini ada dua roh. Mudah bagi kita untuk mengerti bahwa Roh yang pertama pasti Roh Allah, tetapi bagaimana dengan roh kedua? Roh yang kedua dalam ayat ini adalah roh manusia. Roh manusia dilahirkan dari Roh Allah.
Dilahirkan Kembali
Banyak dari antara kita menerima pengajaran, bahwa karena kita sangat berdosa, jahat dan buruk, maka kita perlu dilahirkan kembali. Misalkan saja Anda tidak jahat atau berdosa, Anda sangat baik, bahkan lebih baik daripada malaikat. Apakah Anda masih perlu dilahirkan kembali? Para malaikat memang baik, tetapi mereka tidak memiliki kehidupan (hayat) Allah. Kita perlu dilahirkan kembali. Tidak peduli Anda baik atau buruk, Anda tetap membutuhkan kehidupan Allah. Seandainya Anda tidak berdosa sekalipun, Anda masih perlu dilahirkan ulang, dilahirkan kembali. Sebelum Adam jatuh ke dalam dosa, ia sempurna, murni dan bersih; tidak ada sesuatu yang salah, kurang, berlebihan, rusak, hancur dan bobrok dalam dirinya. Adam sangat sempurna, murni, dan bersih. Manusia yang sangat murni, sempurna, bersih, asli seperti ini pun perlu dilahirkan kembali agar memiliki kehidupan Allah. Bagaimanakah Adam dapat memiliki kehidupan Allah? Dengan cara memakan buah pohon kehidupan (Kejadian 19). Jika hayat dari pohon kehidupan itu telah masuk ke dalam dirinya, dia pasti sudah dilahirkan kembali! Ia pasti sudah mendapatkan kehidupan lain, kehidupan Allah. Dilahirkan kembali tidak lain berarti mendapatkan kehidupan lain.
Kehidupan yang Lain
Walaupun Adam sangat sempurna, sangat murni, bersih dan bak tanpa ada sesuatu yang berubah, rusak. hobrok. atau hancur, dia tetap membutuhkan kehidupan Allah. Pada mulanya, Adam hanya memiliki satu kehidupan (hayat), jika ia menerima kehidupan Allah ia akan memiliki dua kehidupan. Satu kehidupan lain akan ditambahkan ke dalam dirinya. Inilah kelahiran kembali. Inilah kelahiran ulang. Sesungguhnya, dilahirkan kembali itu tidak ada kaitannya dengan kejatuhan manusia. Seandainya kita tulus sempurna, lengkap, murni, dan bersih sekalipun, kita masih membutuhkan kehidupan Allah masuk ke dalam diri kita. Ketika kehidupan Allah memasuki diri kita, kita dilahirkan kembali.
Kehidupan Jiwa
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa sebelurn kita dilahirkan kembali, kita memiliki kehidupan (hayat) manusia. Kehidupan manusia ini terdapat dalam jiwa kita. Dalam Alkitab, hayat manusla ini disebut kehidupan jiwa. Perjanjian Baru kadang-kadang menggunakan kata jiwa untuk kehidupan ini. Dalam Perjanjian Baru versi King James, beberapa kali kata jiwa ini diterjemahkan menjadi kata "nyawa" (Matius 16:25; Lukas 9:24). Kata "nyawa" ini dalam teks bahasa Yunan! asli adalah kata psuche yang berarti "jiwa."
Kehidupan Jasmani
Kita juga memiliki kehidupan (hayat) yang lain - kehidupan biologis. Inilah kehidupan tubuh, yang dalam teks bahasa Yunani dikenal sebagai bios. Inilah akar kata biologi. Bios ada di dalam tubuh. Jika seseorang meninggal, ini tidak berarti bahwa kehidupan manusia dalam jiwanya sudah hilang, tetapi hal ini berarti bahwa kehidupan jasmaninya, biosnya, sudah mati. Dalam jiwa Anda, Anda memiliki kehidupan jiwa; dalam tubuh Anda, Anda memiliki kehidupan jasmani. Jika seseorang meninggal secara jasmani, maka tubuhnya sudah mati. Ini berarti bahwa biosnya sudah mati; tetapi psuchenya, yaitu kehidupan jiwanya, masih ada.
Kehidupan Ilahi
Sebelum diselamatkan, kita tidak memiliki kehidupan (hayat) dalam roh kita. Roh kita hanyalah suatu organ. Pada saat kita menerima Tuhan Yesus, Ia masuk ke dalam roh kita dan menjadi kehidupan kita. Dalam roh kita sekarang, kita memiliki kehidupan lain, kehidupan ilahi. Kata Yunani yang digunakan Perjanjian Baru untuk kehidupan ini adalah zoe. Zoe ada di dalam roh kita.
Bios adalah kehidupan jasmani di dalam tubuh kita. Psuche adalah kehidupan manusia di dalam jiwa. Zoe yang menunjukkan kehidupan ilahi ada di dalam roh kita. Kehidupan ilahi ini adalah Allah sendiri. Kehidupan ilahi ini adalah Kristus sendiri, Allah sendiri, yang masuk ke dalam roh kita untuk menjadi kehidupan kita. Sekarang kita memiliki tiga macam kehidupan. Kita memiliki zoe dalam roh kita, kita memiliki psuche dalam jiwa kita, dan kita memiliki bios dalam tubuh kita. Kita memiliki kehidupan biologis, kehidupan jiwa, dan kehidupan ilahi. Kehidupan ilahi ini. zoe, adalah Roh.
Lahirnya Roh Kita
Roh kita dilahirkan oleh Allah yang masuk ke dalam roh kita menjadi kehidupan (hayat) kita. "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh." (Yohanes 16b). Sekarang kehidupan ilahi ini ada di dalam roh kita. Roh kita terlahir karena kehidupan Allah masuk ke dalamnya, dan kelahiran ini tidak ada hubungannya dengan kejatuhan manusia. Bahkan seandainya Adam tidak pemah jatuh ke dalam dosa, ia masih perlu dilahirkan kembali seperti ini. Ia masih, memerlukan Allah masuk ke dalam dirinya dan menjadi kehidupannya. Tanpa itu, ia tidak dapat mengekpresikan Allah. Kita perlu dilahirkan kembali dengan cara membiarkan kehidupan Allah masuk ke dalam diri kita. Kehidupan ini masuk ke dalam roh kita dan roh kita pun terlahir. Sekarang dalam roh kita ada kehidupan, dan kehidupan ini adalah Allah sendiri.
Menampilkan Hidup Ilahi
Karena kita memiliki tiga macam kehidupan (hayat), kehidupan manakah yang harus kita tampilkan? Kehidupan biologis? Jiwa? Atau ilahi? Kita terbiasa hidup menurut kehidupan jiwa, tetapi sekarang kita harus hidup menurut kehidupan ilahi di dalam roh kita. Jika kita tidak mengenal roh kita, kita tidak dapat hidup menurut kehidupan ilahi. Kita semua perlu mengenal roh kita.
Tuhan Menyertai Rohmu
Kehidupan ilahi ini telah tergarap di dalam roh kita. Jika kita ingin menyalakan lampu, kita harus menekan tombol. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menyentuh "tombol" roh kita karena kehidupan ilahi itu ada di dalam roh kita. Hal ini sangat jelas dinyatakan dalam 2Timotius 4, "Tuhan menyertai rohmu." Kita tidak perlu mencari tempat lain. Kita perlu datang ke roh kita. Kita terbiasa pergi ke tempat-tempat lain. Bahkan pads saat kita menghadiri sidang gereja dan saudara-saudara mengatakan, "Haleluya! Amin!" kadang-kadang kita tidak pergi ke roh kita. Kita masih berada di dalam pikiran kita. Bahkan kadangkadang kita mungkin bertanya, "Mengapa saudara-saudara itu begitu berisik dan ribut?" Ini merupakan sate bukti yang kuat, bahwa kita terbiasa berada di luar roh kita. Kita terbiasa berada di dalam pikiran kita, tetapi sekarang kita harus berpaling ke roh.
Jika Anda sudah masuk ke dalam roh, Anda mungkin berteriak lebih keras. Masalahnya adalah, kita, orang-orang Kristen tidak mau berpaling ke tempat Allah berada. Di manakah Allah pada hari ini? "Tuhan menyertai rohmu."
Dalam Matius 28:20 ada janji yang besar yang disampaikan kepada kita. Tuhan Yesus berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahannya, sampai akhir jaman. Ini adalah salah satu dari janji janji yang besar dalam Alkitab. Ia beserta kita sampai akhir jaman. Di mana Dia menyertai kita? Dia beserta dalam roh kita.
Segala sesuatu yang kita butuhkan ada di dalam roh kita. Kehidupan ilahi di dalam roh kita tidak mungkin habis dan tidak terukur. Kita memiliki kehidupan ilahi di dalam diri kita, yaitu Allah sendiri di dalam roh kita. Inilah diri Allah yang telah mengalami inkarnasi, penyaliban, kebangkitan dan kenaikan. Saat ini Allah yang demikian masuk ke dalam diri kita untuk beserta dengan roh kita dalam inkamasi, penyaliban, kebangkitan dan kenaikan Kristus.
Berpaling ke Roh
Kita harus berpaling ke roh. Kita harus kuat di dalam roh. Kita harus bertindak dan berjalan di dalam roh karena di sanalah kita memiliki Allah, Kristus, dan kehidupan ilahi. Kehidupan jiwa dan kehidupan biologis itu nomor dua. Kita memiliki kehidupan ilahi, yaitu Allah sendiri. Allah ini bukanlah Allah yang belum berinkarnasi, melainkan Allah yang sudah mengalami kenaikan. Allah yang demikian, dengan inkamasi, penyaliban, kebangkitan dan kenaikanNya, ada di dalam diri kita dan menjadi kehidupan kita. Sepanjang hari kita harus berpaling kepada Allah ini dengan menyeru namaNya (Roma 10:12-13). Anda akan melihat kekayaan, kemanisan dan kesegaran. Anda akan melihat kekuatan, bahkan kekuasaan.
Titik Terpenting
Roh manusia adalah titik terpenting untuk kehidupan batini. Kita semua harus mengenal roh kita. Dalam roh inilah kita telah dilahirkan kembali dan dalam roh inilah kita menyembah Allah. "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24), bukan dalam Roh Kudus, melainkan dalam roh manusia. Dalam roh kita yang dilahirkan kembali inilah kita menyembah Allah, melayani Allah, bersekutu dengan saudara saudari, dan kita bertumbuh dalam kehidupan ini. Kita bahkan menempuh hidup gereja di dalam roh ini. Jika Anda tidak berada di dalam roh, Anda tidak dapat menempuh hidup gereja. Hidup gereja adalah sebuah penghidupan yang mutlak di dalam roh. Jika kita berpaling ke roh, maka Anda bersatu dengan saya dan saya dengan Anda. Betapapun banyaknya pembicaraan kita tentang hidup gereja, kita masih tidak berada di dalamnya kecuali jika kita berpaling ke roh kita. Jika kita berpaling ke roh kita, kita berada di dalam hidup gereja, dan kita adalah satu.