← Daftar isi Roh Manusia · bab 1/21

ROH MANUSIA (1)

Pembacaan Alkitab :

Kejadian 2:7: Zakharia 12:1; Ayub 12:10; Bilangan 16:22; 27:16; Wahyu 22:6; Amsal 20:27; Roma 1:9; Lukas 1:46-47; Kisah Para Rasul 17:16; 1 Korintus 5:34; 16:18; 2 Korintus 2:13; 7:13; 12:18; 7:1; 1 Tesalonika 5:23; Ibrani 4:12; Filipi 1:27; 2 Timotius 4:22; 1 Korintus 6:17; Roma 8:4

Dalam buku ini kita akan membahas satu hal yang sangat penting -- roh manusia. Pertama, kita perlu melihat bahwa kehidupan (hayat) rohani, kehidupan ilahi, kehidupan kekal, kehidupan yang bukan ciptaan, adalah Allah sendiri di dalam Kristus sebagai Roh pemberi hidup (1 Korintus 15:45). Kehidupan ilahi adalah Roh ilahi, Roh pemberi hidup, yang telah menjadi kehidupan (hayat) kita. Jika Ia tidak masuk ke dalam kita, Ia tidak dapat menjadi kehidupan kita. Segala sesuatu yang berada di luar diri Anda tidak mungkin menjadi kehidupan Anda. Agar sesuatu dapat menjadi kehidupan Anda, maka sesuatu itu harus dapat memasuki diri Anda.

Kehidupan rohani ini, yaitu Allah sendiri, telah masuk ke dalam diri kita, tetapi ke bagian yang mana? Misalkan Anda makan, Anda tidak memasukkan makanan itu ke dalam mata, Anda juga tidak memasukkan makanan ke dalam telinga. Anda makan dengan mulut, dan melalui mulut, makanan tersebut masuk ke dalam perut Anda. Perut adalah tempat yang tepat untuk menyimpan dan menampung makanan. Demikian pula, Allah sebagai kehidupan telab masuk ke dalam kita -- ke dalam roh kita. Tetapi roh manusia, yang adalah tempat yang sangat penting untuk kehidupan ilahi, Wah diabaikan oleh banyak orang Kristen.

Kehidupan Batini dalam Roh Manusia

Ketika saya masih kecil, saya mendengarkan banyak guru Kristen. Saya tidak pernah mendengar satu kata pun dari mereka yang mengatakan, bahwa kita memiliki roh manusia. Hal ini berulang-ulang disebutkan dalam Alkitab, tetapi sebagian besar orang Kristen tidak menyadarinya dan malah mengabaikannya.

Tuhan rindu memulihkan kehidupan batini dan hidup gereja. Kehidupan batini adalah dasar dari hidup gereja. Jika kehidupan batini kita tidak memadai dan tidak kuat, maka sulit bagi kita untuk menempuh hidup gereja yang benar, karena hidup gereja merupakan perpaduan dari kehidupan batini di dalam diri kita masing-masing. Kita harus mengenal kehidupan batini, namun hayat batini itu mutlak merupakan suatu perkara dalam roh kita.

Pada saat kita bersekolah, kita belajar dengan menggunakan organ yang benar - pikiran kita. Tetapi kita pergi bersidang untuk berkontak dengan Allah, menyembah Allah, dengan menggunakan organ yang lain -- roh kita. Roh ini bukan Roh Kudus. Jika Anda menyebutkan kata "roh" di hadapan orang-orang Kristen, kebanyakan dari mereka langsung memikirkan Roh Kudus. Mereka jarang berpikir, bahwa kita memiliki roh manusia. Kita memiliki roh manusia! Selain Roh Kudus Allah, kita memiliki roh manusia.

Kita datang ke gereja untuk melayani Allah, berkontak dengan Allah, berkomunikasi dengan Allah, dengan memakai roh kita. Jika Anda pergi ke tempat bermain (lapangan) untuk berolahraga. Anda harus menggunakan tubuh jasmani Anda. Jika Anda pergi ke sekolah untuk belajar, Anda harus menggunakan pikiran Anda. Tetapi jika Anda datang ke gereja untuk berkontak dengan Allah, Anda harus menggunakan roh manusia Anda.

Nafas Hidup

Kejadian 2:7 menunjukkan dengan jelas kepada kita bagaimana Allah menciptakan manusia. Allah menciptakan manusia dengan dua macam bahan. Yang satu adalah debu tanah; yang lainnya adalah nafas hidupNya sendiri. Allah menggunakan debu tanah sebagai bahan untuk membentuk tubuh manusia, kemudian Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam lubang hidung manusia, dan manusia menjadi "jiwa yang hidup" (Kejadian 17. Terjemahan langsung). Dua bahan, yaitu debu untuk membentuk tubuh manusia dan nafas hidup yang masuk ke dalam tubuh ini, membentuk jiwa yang hidup, manusia yang hidup. Yang terbentuk dari debu itu adalah tubuh, dan jiwa yang hidup itu adalah jiwa manusia. Kemudian nafas hidup, setelah masuk ke dalam tubuh manusia, adalah roh manusia.

Saya ingin menekankan frasa ini sedalam mungkin, "nafas hidup." Amsal 20:27 mengatakan, bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani yang hampir selalu digunakan untuk roh adalah "ruach". Kata ini dalam bahasa Ibrani berarti roh, nafas, udara, atau angin. Tetapi kata untuk roh dalam Anisal 20:27, bukanlah kata Ibrani ruach, melainkan "neshamah"– kata yang digunakan dalam Kejadian 2:7 untuk "nafas." Dalam Perjanjian Lama paling sedikit ada satu ayat yang membuktikan, bahwa nafas hidup yang disebutkan dalam Kejadian 2:7 adalah roh manusia. Terjemahan Moffat dalam Amsal 20:27 menerjemahkan kata roh sebagai hati nurani. Terjemahan ini mengatakan, bahwa hati nurani manusia adalah pelita Tuhan, karena hati nurani adalah bagian utama dari roh manusia (bandingkan dengan Roma 9:1; 8:16).

Langit, Bumi dan Roh Manusia

Zakharia 12:1 menyatakan kepada kita, bahwa dalam penciptaan Allah ada tiga hal utama. Pertama. Allah membentangkan langit. Kedua, Allah meletakkan dasar bumi. Ketiga, Allah membentuk roh manusia. Dalam ciptaan Allah ada tiga hal utama ini. Ada banyak hal yang berkaitan dengan langit, ada banyak hal yang berkaitan dengan bumi, dan pada manusia ada banyak bagian, tetapi Zakharia 12:1 hanya menyebutkan langit, bumi dan roh manusia.

Titik yang Paling Penting

Bagian yang paling penting pada manusia adalah roh, karena roh manusia merupakan pusat dirinya, dan roh inilah tempat yang dimasuki Allah dalam diri manusia (Yohanes 3:6, 2 Timotius 4:22; Roma 8:16; 1 Korintus 6:17). Inilah titik yang paling penting. Jika kita kehilangan titik ini, kita kebilangan sasarannya, Walaupun listrik telah dipasang dalam bangunan, ada satu titik penting -- saklar. Penerima radio adalah titik terpenting tempat gelombang radio masuk. Demikian pula, jalan masuk Allah ke dalam diri manusia adalah roh manusia.

Roh Setiap Manusia

Ayub 12:10 menyebutkan, nyawa segala yang hidup dan nafas (roh) setiap manusia. Alkitab versi King James menyebutnya "nafas setiap manusia" karena kata "ruach"dapat berarti nafas dan juga roh. Terjemahan Darby adalah "roh segala daging manusia". Versi Amerkan Standarti menerjemahkannya sebagai "nafas semua manusia" dalam teks, tetapi dalam catatan penjelasnya dikatakan roh kita, roh manusia.

Semua makhluk hidup lainnya hanya memiliki jiwa, mereka tidak memiliki roh. Hanya manusia yang memiliki roh. Seekor arijing memiliki jiwa, tetapi tidak memiliki roh. Seekor kera cukup pandai, karena kera memiliki jiwa, tetapi kera tidak memiliki roh. Pernahkah Anda melihat kera-kera kecil membangun kuil berhala dan menyembahnya? Sepanjang sejarah belum pemah ada hal semacam itu. Tidak ada seekor binatang pun pernah menyembah sesuatu, tetapi semua manusia, yang beradab ataupun yang barbar, menyembah sesuatu, karena mereka memiliki roh untuk menyembah. Seekor anjing tidak memilikinya. Seekor kucing juga tidak. Hanya kita, manusia, yang memiliki roh semacam itu.

Ayub 12:10 mengatakan, bahwa nyawa segala yang hidup dan roh setiap manusia ada di tangan Allah. Semua makhluk hidup memiliki jiwa, tetapi kita, manusia, bukan hanya memiliki jiwa, bahkan juga roh. Kita mutlak berbeda. Dalam hal ini, kita sepenuhnya tkiak sependapat dengan Darwin. Kita berbeda dengan kera. Kera hanya memiliki jiwa, tetapi kita memiliki roh.

Allah Roh

Dalam Bilangan 16:22 dan 27:16, Allah adalah Allah segala roh dari tubuh daging. Daging berarti manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Kita semua menjadi daging dan masih tetap daging, tetapi puji Tuhan, karena di dalam daging itu kita memiliki roh. Tuhan Allah bukanlah Allah dari daging tetapi Allah dari roh. Jadi jika kita ingin mengenal Allah, berkontak dengan Allah, berhubungan dengan Allah, ingin menerima Allah sebagai hidup kita, kita harus mengenal roh kita, karena Allah adalah Allah dari roh kita.

Roh Para Nabi

Wahyu 22:6 memberitahu kita, bahwa Tuhan adalah Allah yang memberi roh kepada para nabi. Di samping itu, 1Korintus 14:32 mengatakan "Roh nabi takluk kepada nabi-nabi" Roh para nabi bukan menunjuk kepada Roh Kudus, melainkan roh manusia dari para nabi. Ketika saya masih muda, saya diajari, bahwa nabi-nabi Allah selalu membutuhkan Roh Kudus. Saya tidak pernah diberitahu, bahwa pada diri nabi-nabi Allah juga terdapat roh manusia.

Di pihak Allah ada Roh ilahi, yaitu Roh Allah. Di pihak manusia ada roh manusia. Jika kedua roh ini bertemu, maka ada suatu "hubungan" yang ilahi. Kita mengalami hubungan ilahi ini melalui pertemuan Allah sebagai Roh ilahi dengan roh manusia. Dalam berhubungan dengan Allah, roh manusia itu sama pentingnya dengan Roh ilahi. Tanpa Roh ilahi, kita tidak dapat berhubungan dengan Allah. Demikian pula tanpa roh manusia, tidak ada cara atau sarana bagi kita untuk menghubungi Allah.

Kita semua harus tahu bahwa kita memiliki roh semacam itu. Jika Anda ingin menjadi seorang dokter yang baik, maka Anda harus menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari tubuh manusia. Jika kita ingin menjadi orang Kristen yang benar, kita harus mempelajari roh ini.

Rohku

Dalam kitab Roma, Paulus mengatakan, bahwa ia melayani Allah dalam rohnya (Roma 1:9; Tl). Allah yang kulayani, "kulayani dalam rohku." Jangan berpendapat, bahwa "rohku" hanya suatu istilah dalam Perjanjian Baru. Mazmur 77:4 mengatakan. "Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah rohku" (Tl.). Juga Mazmur 77:7 mengatakan, "Aku sebut-sebut pada wakru dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari- cari"

"Rohku" bukan hanya suatu istilah dalam Perjanjian Baru, melainkan ada juga dalam Perjanjian Lama. Pada saat aku mengingat Allah dan memikirkan semua kesulitanku, rohku menjadi lemah lesu. Aku merenung, dan rohku mencari- cari. Saudara saudari, pernahkah Anda melatih roh Anda? Pernahkah Anda menggumkan roh Anda? Apakah Anda memiliki pengalaman semacam ini?

Sedih dalam Roh

Dalam Kisah Para Rasul 17:16 Paulus merasa sangat sedih ketika ia melihat begitu banyak patung-patung berhala di kota Athena. Pada saat ia melihat berhala-berhala itu ia sangat sedih dalam roh. Ia melayani Allah dengan rohnya, dan ia tergerak melawan hal-hal yang jahat dengan rohnya.

Bersidang dalam Roh

Dalam 1 Korintus 5:4 Rasul Paulus mengatakan, bahwa ia berkumpul dengan orang-orang kudus di Korintus dalam rohnya. Ketika ia tidak hadir di tempat tersebut, ia mengatakan "Kamu bersama-sama dengan aku (rohku)." Ia jauh dari Korintus, tetapi ia menghadiri sidang mereka. Tubuhnya tidak di sana, tetapi rohnya menghadiri sidang mereka. Apakah Anda pernah menghadiri sidang gereja dengan roh Anda pada saat Anda jauh dari gereja tersebut? Walaupun Paulus secara fisik jauh dari Korintus, ia masih menghadiri sidang mereka.

Rohku disegarkan

Selanjutnya, Paulus mengatakan dalam II Korintus 2:13, bahwa ia tidak menjumpai saudaranya Titus, sehingga ia tidak mendapatkan ketenangan dalam rohnya. Kemudian dalam 2Korintus 7:13 Paulus mengatakan, bahwa Titus disegarkan dalam rohnya oleh orang-orang Korintus (T1). Selain itu, dalam 1 Korintus 16:18 Paulus mengatakan, bahwa beberapa orang kudus telah "menyegarkan rohku dan roh kamu." Roh Paulus dan roh orang-orang kudus di Korintus telah disegarkan oleh beberapa saudara.

Rohku Bersukacita

Dalam Lukas 1:46-47 Maria berkata, "Jiwaku memuliakan Tuhan (bentuk waktu sekarang), dan hatiku (rohku) bergembira karena Allah, Juruselamatku" (bentuk waktu selesai, lampau). Pertama, rohku bergembira karena Allah. Kedua, jiwaku memuliakanNya. Roh diungkapkan lebih dulu, kemudian jiwa. Roh bersukacita dalam Allah, kemudian jiwa memuliakan Tuhan. Ini dua hal yang berbeda. Bersukacita dalan Allah adalah bersekutu dengan Allah dalam roh. Memuliakan Tuhan adalah menyatakan Tuhan dengan jiwa kita.

Kita harus bersekutu dengan Tuhan dalam roh kita, dan kita harus menyatakan Tuhan dalam jiwa kita. Kita bersekutu denganNya, kemudian kita menyatakanNya. Roh kita bersukacita di dalamNya, kemudian kita memuliakanNya. Kita bersukacita di dalamNya dalam roh kita, dan kita memuliakanNya dengan jiwa kita. Kedua organ ini digunakan untuk dua hal. Jika Anda ingin berhubungan dengan Tuhan, Anda harus menggunakan roh Anda. Jika Anda ingin menyatakan Tuhan, Anda harus menggunakan jiwa Anda. Rohku bersukacita dalam Allah, dan jiwaku memuliakan Tuhan.

Disucikan dalam Roh

Dua Korintus 7:1 menasihati kita untuk menyucikan diri kita dari segala pencemaran, baik jasmani maupun rohani. Kita memiliki tubuh daging Gasmani), dan kita memiliki roh. Dalam kedua bagian ini kita harus disucikan dari segala macam pencemaran. Tentu saja roh ini bukan Roh Kudus. Roh Kudus tidak perlu disucikan dari kenajisan apapun, tetapi roh manusia perlu disucikan.

Roh dan Jiwa dan Tubuh

Satu Tesalonika 5:23 adalah sebuah ayat yang harus kita perhatikan dan ingat : "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh dan jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita" (Tl.). Jangan berpikir, bahwa roh sama dengan jiwa. Banyak guru Kristen mengatakan bahwa roh dan jiwa itu sama. Namun dalam I Tesalonika 5:23 kedua hal itu tidak sama, karena ada kata penghubung "dan" -- "roh dan jiwa dan tubuh." Dua kata penghubung menghubungkan tiga hal. Jiwa berbeda dengan tubuh dan roh juga berbeda dengan jiwa. Allah masuk ke dalam roh kita, melalui roh masuk ke dalam jiwa, dan akhirnya dari jiwa ke dalam tubuh. Kemudian kita akan sepenuhnya disucikan - roh, jiwa dan tubuh.

Jika Anda mengatakan, bahwa roh sama dengan jiwa, maka sayapun boleh menyamakan Anda dengan kera, harimau, semua binatang buas dan ternak. Ayub 12:10 menuliskan tentang nyawa segala yang hidup. Segala yang hidup mencakup binatang-binatang. Kita adalah makhluk hidup dan kita juga memiliki nyawa (jiwa), tetapi di samping jiwa itu, kita masih memiliki sesuatu yang super, yang lebih tinggi -- yaitu roh manusia. Kita berbeda dengan binatang, karena mereka memiliki jiwa, tetapi tidak memiliki roh. Kita memiliki roh. Kita memiliki sesuatu yang lebih banyak, lebih super dan lebih tinggi untuk berhubungan dengan Allah. Kita diciptakan menurut gambar Allah dengan organ yang super, yaitu roh manusia, untuk berhubungan dengan Allah.

Jiwa Terpisah dari Roh

Ibrani 4:12 mengatakan, bahwa jiwa kita dapat dipisahkan dari roh kita, seperti sumsum dari sendi-sendi. Kita tahu sendi adalah potongan-potongan tulang, dan di dalam tulang-tulang ini ada surnsum. Surnsurn ini tersembunyi di dalam tulang, tetapi sama sekali berbeda dengan tulang. Tulang itu seperti jiwa, dan roh itu seperti sumsum. Roh itu tersembunyi di dalam jiwa, namun jiwa itu dapat dipisahkan dari roh.

Dalam Satu Roh, Sehati Sejiwa

Filipi 1:27 mengatakan, "Teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil". Untuk berdiri teguh kita perlu berada dalam satu roh. Untuk berjuang bersama-sama bagi pernberiman Injil, untuk perluasan kerajaan Allah, kita perlu sehati sejiwa. Untuk berdiri teguh kita perlu berada dalam satu roh, tetapi untuk menyebarkan Injil kita perlu bersatu pikiran, pendapat, konsep. Ini berarti kita perlu sehati sejiwa. Jadi dalam satu roh tidak sama dengan sehati sejiwa.

Roh yang Berbaur

Akhirnya, kita harus melihat bahwa Tuhan Yesus yang hidup masuk ke dalam diri kita, tetapi ke bagian mana? Dua Timotius 4:22 mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu. Kasih karuniaNya menyertai kamu!" Tidak ada sesuatu yang lebih jelas dari hal ini. Kini Tuhan Yesus ada dalam roh kita. Haleluya! Kristus ada di dalam roh kita. Jangan lupa bahwa Kristus adalah Roh yang menghidupkan (I Korintus 15:45), ada di dalam roh kita.

Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Karena Kristus saat ini adalah Roh yang menghidupkan, dan kita memiliki bagian batin, yaitu roh manusia, maka kedua roh ini menyatu, berbaur dan menjadi satu roh. Orang yang mengikatkan diri kepada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Sekarang kita memiliki satu roh yang berbaur. Sulit untuk dikatakan apakah ini Roh Kudus atau roh manusia, karena kedua roh ini berbaur menjadi satu.

Roma 8:4 memberitahu kita untuk hidup menurut roh. Roh apakah ini? Kita harus hidup bukan hanya menurut Roh Kudus atau roh manusia saja, melainkan menurut roh yang berbaur. Sekarang Roh Kudus dan roh manusia sudah berbaur menjadi satu. Di bumi ini, di alam, semesta im, ada satu saat tertentu, Kristus sebagai roh yang menghidupkan menjadi satu dengan kita. Sekarang kita hanya berjalan menurut roh yang berbaur dan ajaib ini. Kristus adalah Roh yang menghidupkan di dalam roh kita.

Jika kita ingin mengetahui, mengalami dan menikmati Roh yang menghidupkan ini, kita harus mengenal roh kita. Inilah sebabnya roh manusia itu sangat penting. Roh kita mcrupakan pusat diri kita dan organ yang unik bagi kita untuk berhubungan dengan Tuhan. Dalam roh kita, kita bisa bersatu dengan Tuhan.