← Daftar isi Roh Manusia · bab 20/21

KEMAJUAN PEMULIHAN TUHAN HARI INI -- HAL-HAL PENTING DARI TERANG DAN WAHYU YANG KITA TERIMA DARI TUHAN

DALAM EMPAT SETENGAH TAHUN TERAKHIR INI,

MENGENAI CARA KITA BERSIDANG DAN MELAYANI

Pembacaan Alkitab:

Lukas 10:1-6; Ibrani 10:24-25; Efesus 4:11-12; I Korintus 14:1, 3-5, 12, 24, 31, 39;

Efesus 1:3-4,19-23; 4:16, 4a, 30, 12; Wahyu 1:5b-6; 5:9-10;

I Petrus 2:5,9; Roma 15:16.

GARIS BESAR

I. Memberitakan Injil dan membawa orang beroleh selamat dengan menjenguknya -- Lukas 10:1-6.

II. Bersidang di rumah orang imani baru, merawat dan mengasuh mereka, agar buah kita tetap -- Kisah Para Rasul 5:42; Yohanes 15:16.

III. Mengajar dan menyempurnakan kaum saleh melalui sidang kelompok bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru, bagi pembangunan Tubuh Kristus -- Ibrani 10:24-25; Efesus 4:11-12:

A. Dalam sidang kelompok, kaum imani saling bersekutu, dan saling mendoakan, saling memperhatikan, saling menggembalakan; saling mengajar, saling belajar kebenaran, saling mengarahkan dalam menuntut pertumbuhan hayat rohani, untuk mendorong pemberitaan Injil, perawatan orang-orang yang baru beroleh selamat, mengadakan sidang kelompok, dan berbagai macam pelayanan dalam hidup gereja.

B. Sidang kelompok adalah bagian utama dari hayat dan pelayanan gereja.

IV. Memimpin kaum saleh untuk menuntut dan mendambakan berbicara dalam sidang gereja, berbicara bagi Tuhan, membicarakan Tuhan, menyuplaikan Tuhan kepada orang lain, berbicara dan mendengar kepada satu sama lain bagi pembangunan kaum saleh dan gereja -- I Korintus 14:1,3-5:

A. Berbicara semacam ini adalah hal yang dapat dilakukan dan seharusnya dilakukan oleh setiap orang imani -- I Korintus 14:31,24.

B. Berbicara semacam ini adalah untuk pembangunan gereja, merupakan karunia yang paling utama dari antara semua karunia, dan sangat dihargai dan dianjurkan oleh Rasul Paulus dalam I Korintus 14 -- I Korintus 14:12,39.

V. Gereja adalah suatu organisme perbauran Allah dengan manusia, yang dihasilkan oleh Allah Tritunggal yang terproses dalam Trinitas ilahiNya -- Efesus 1:3-14, 19-23:

A. Organisme ini tersusun secara organik dan bukan secara organisasional -- Efesus 1:23.

B. Organisme ini terbangun melalui pertumbuhan hayat Allah, dan bukan melalui pekerjaan tangan manusia -- Efesus 4:16.

C. Organisme ini adalah satu dalam hayat Allah, dan tidak membiarkan adanya perbedaan atau pemisahan apapun -- Efesus 4:4a.

D. Semua gerakan dari organisme ini dipimpin dan ditimbulkan oleh hayat yang bekerja di dalamnya -- Efesus 4:30.

VI. Wahyu dari Efesus 4:11-16 harus dipulihkan:

A. Orang-orang yang berkarunia memperlengkapi seluruh kaum saleh, supaya seluruh kaum saleh bisa melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, untuk pembangunan Tubuh Kristus -- Efesus 4:12.

B. Orang-orang yang berkarunia ini merupakan sendi suplai dalam Tubuh Kristus, dan kaum saleh yang diperlengkapi masing-masing adalah satu bagian yang bekerja menurut ukurannya sendiri di dalam Tubuh Kristus -- Efesus 4:16a.

C. Orang-orang yang berkarunia menjadi struktur (jaringan) penghubung dalam Tubuh Kristus, dan setiap anggota yang berfungsi menjadi unsur pokok yang mempersatukan dalam Tubuh ini; keduanya membuat Tubuh Kristus tersusun rapi, terjalin dan terbangun bersama -- Efesus 4:16b.

VII. Wahyu I Korintus 14 harus dipulihkan menyusul pemulihan Efesus 4:11-16:

A. Kaum saleh yang diperlengkapi oleh orang-orang yang berkarunia harus menuntut dan mendambakan berbicara bagi Tuhan, membicarakan Tuhan, dan menyuplai orang lain dengan Tuhan, sehingga gereja terbangun -- I Korintus 14:1,3-5.

B. Berbicara untuk pembangunan gereja dan yang melebihi karunia-karunia yang lain ini, adalah hal berbicara dan mendengarkan secara timbal balik -- I Korintus 14:12,24,31.

C. Berbicara yang penuh dengan "berbicara dan mendengar" secara timbal balik ini, merangsang fungsi organik rohani setiap anggota Tubuh Kristus; kaum saleh terbina, gereja terbangun. Tetapi,hal ini telah digantikan dengan sidang berkhotbah, dengan satu orang pembicara dan yang lain mendengar, yang membunuh fungsi organik rohani dari anggota-anggota Tubuh Kristus. Meskipun itu dapat membina kaum saleh, tetapi jarang bisa membangun gereja.

D. Untuk memulihkan berbicara semacam ini, yang merangsang fungsi organik rohani anggota Tubuh Kristus, kita harus berjuang dan bergumul untuk mengenyahkan sidang-sidang khotbah yang membunuh fungsi organik anggota Tubuh Kristus.

VIII. Pemulihan imamat Injil Perjanjian Baru:

A. Setiap orang imani Allah yang beroleh selamat dalam Perjanjian Baru adalah imam. Mereka menjadi imamat yang universal -- Wahyu 1:5b-6; 5:9-10; I Petrus 2:5,9.

B. Tugas utama imam Perjanjian Baru adalah memberitakan Injil untuk membawa orang dosa beroleh selamat dan mempersembahkan mereka sebagai korban rohani. Itulah sebabnya mereka disebut imam Injil -- I Petrus 2:9,5; Roma 15:16.

C. Pemberitaan Injil yang tergantung pada pembicaraan satu atau dua orang, meskipun mampu menyelamatkan orang dosa, namun membunuh imamat Injil universal (semua orang imani adalah imam-imam Injil dalam memberitakan Injil secara pribadi, mengubah sifat imamat Injil universal menjadi imamat Injil eksklusif yang dipikul oleh beberapa orang imani, dengan demikian menentang ekonomi Perjanjian Baru Allah, dan membunuh fungsi rohani semua orang imani sebagai imam Injil.

IX. Membimbing dalam sidang kelompok, berbicara dalam sidang gereja, memberitakan Injil dengan mengunjungi orang, atau memperhatikan orang-orang baru, prinsipnya sama saja, yakni harus membuat seorang imani menjadi anggota Tubuh Kristus, dengan setiap orang bekerja, setiap orang berfungsi menurut ukurannya sendiri, untuk membangun Tubuh organik Kristus.

Doa: Tuhan, kami menyembahMu. Kami persembahkan rasa syukur kami yang paling dalam kepadaMu. Tuhan, kami harus memuji namaMu yang kudus. Terima kasih, Tuhan, khususnya karena Engkau memberi kami hari ini, sehingga semua penatua, sekerja, dan para peserta pelatihan di seluruh pulau ini dapat berkumpul bersama. Tuhan, bukakanlah langit dan turunlah kepada kami. Singkapkanlah sorga kepada kami, dan berilah kami langit yang cerah dan visi yang jelas. Singkirkan semua selubung dan awan. Tuhan, kami mau terbuka, dari hati ke hati, dan dari roh ke roh, kepadaMu dan kepada satu sama lain. Tuhan, bukakanlah sorga, dan bukakanlah diriMu. Singkirkan semua kuasa kegelapan dan semua tirai, agar kami tidak lagi tertutupi tirai apapun. Tuhan, kiranya tempat ini dapat menembus ke sorga, dan kiranya sorga dapat menembus ke bumi.

Tuhan, berbicaralah kepada kami, dan bentangkanlah kepada kami dengan jelas, jalan yang ingin Kautempuh dan pemulihan yang ingin Kaurampungkan di dalam kami. Semoga hari ini bisa menjadi satu hari seperti yang dikatakan oleh Paulus, tidak ada yang dilalaikan atau ditahan bagi kami yang berkaitan dengan maksud Allah. Kuduskanlah dua sidang pada pagi hari dan sore hari. Tuhan, penuhilah setiap sidang dengan diriMu sendiri. Bergeraklah di tengah-tengah kami, sehingga setiap orang di antara kami akan merasakan dalam lubuk batin kami, bahwa inilah Betel, tempat langit bersatu dengan bumi dan Allah diwahyukan kepada manusia. Tuhan ini adalah jalan yang lurus dan tepat yang akan kami ikuti dan jalani selama-lamanya. Untuk ini kami mempersembahkan diri kami. Inilah jalan yang benar, yang bersinar seperti cahaya fajar yang semakin terang sampai tengah hari.

Tuhan, dapatkan kami. Semoga hari ini Engkau mendapatkan apa yang tidak Kaudapatkan selama sembilan belas abad yang lalu. Kami mau mempersembahkan diri kami lagi, dengan tuntas, sepenuhnya, secara korporat, tanpa sisa kepadaMu. Dalam bagian terakhir dari abad ini, kiranya Engkau merampungkan apa yang belum Kaurampungkan. Kami mau, kami siap dan bersehati untuk ini. Tuhan, kami semua di sini. Kami mengakui kepicikan kami, kelemahan kami, kekurangan kami, dan kesalahan kami yang begitu banyak. Kami lahir dalam kesalahan. Bahkan kami adalah obyek kesalahan itu sendiri. Tetapi Tuhan, Engkaulah keselamatan kami. Pada kami ada Engkau bahkan Engkau kami dapatkan. Hari ini kami mau memberikan diri kami sepenuhnya kepadaMu. Bekerjalah bersama kami, dan kami menjadi satu roh denganMu.

Tuhan, kami mohon lagi, agar Engkau merampungkan yang belum Kaurampungkan dalam sembilan belas abad yang lampau. Apapun yang belum Kaupulihkan, apa saja yang masih tertinggal, besar atau kecil, yang dalam atau yang tinggi, kiranya Kaupulihkan sedikit demi sedikit di antara kami. Bukan hanya dipulihkan pada hari ini, tetapi kiranya hal itu terpulih sampai Engkau datang, bahkan sampai kekekalan, sehingga Engkau mendapatkan apa yang Kauinginkan.

Puji syukur kepadaMu karena keinginanMu diwahyukan kepada manusia lebih dari sembilan belas abad yang lalu. Hal itu telah ditulis dengan jelas oleh hambaMu, rasul Paulus, dan kini setiap orang di antara kami dapat melihat, membaca dan memahaminya. Jamahlah kami, bahkan jamahlah bagian yang terdalam dari diri kami, sehingga di antara kami tidak ada yang menahan apa-apa, dan agar setiap orang di antara kami didapatkan olehMu. Tuhan, muliakanlah namaMu. Permalukan musuhMu. Muliakanlah umatMu. Berkatilah gerejaMu dan berkatilah semua orang saleh, agar semua orang dapat terbangun menjadi satu imamat Injil. Amin!

PEMULIHAN GEREJA ADALAH SELANGKAH DEMI SELANGKAH MAJU TERUS

Beban saya hari ini adalah mempersekutukan pengalaman kita dan pencapaian yang Tuhan berikan kepada kita selama empat setengah tahun ini.

Kita tahu, bahwa kita mulai berbicara tentang jalan baru di Taipei pada bulan Oktober 1984. Sejak saat itu sampai sekarang, sudah berlangsung selama empat setengah tahun. Ketika kita mulai menempuh jalan ini, kita mengatakan ini adalah jalan baru. Kita belum mempunyai pengalaman mengenai jalan baru ini, dan kita juga kekurangan visi yang jelas mengenai hal ini.

Pada saat yang sama, kita menunjukkan serangkaian perkara yang berhubungan dengan cara orang Kristen bersidang, memberitakan Injil, melayani Allah, dan bekerja bagi Allah. Dari jaman Rasul sampai hari ini, orang-orang Kristen selama sembilan belas abad telah memperdebatkan keempat hal ini. Karena keempat hal ini sangat erat hubungannya dengan pergerakan praktis dan pekerjaan orang Kristen, maka perdebatan itu menjadi semakin panas, bahkan telah menyulut pergumulan dan kebencian di antara saudara-saudara. Sampai hari ini, problemnya belum selesai.

Kita tahu, ditinjau dari pihak Tuhan, segala hal dalam alam semesta sudahlah lengkap saat diciptakan. Dalam tangan Tuhan tidak ada yang perlu dikembangkan. Tetapi segala hal dalam tangan manusia memerlukan belajar, sebab kita tidak bisa menciptakan. Allah tidak perlu belajar, maka Dia tidak perlu pengembangan. Tetapi umat manusia berbeda. Bahkan agar bisa fasih dalam suatu bahasa, kita memerlukan waktu yang panjang. Dari hal ini kita nampak, bahwa manusia bukanlah pencipta; manusia bisa maju dan berkembang melalui belajar.

Bila kita mempelajari sejarah gereja, kita menemukan prinsip yang sama. Kata "menang" terdapat dalam surat kiriman Rasul Yohanes yang tua sebelum Rasul itu meninggal. Menang adalah dipulihkan. Hal itu berarti sesuatu yang semula ada, telah hilang karena kegagalan, perlu dipulihkan kembali. Ketika Yohanes yang tua menulis kitab Wahyu, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, dia menulis tujuh surat kepada ketujuh gereja lokal. Pada akhir setiap surat, dia mencantumkan anjuran bagi para pemenang (2:7,11,17,26; 3:5,12,21). Inilah pemulihan.

Kita nampak, pemulihan Tuhan sudah dimulai sebelum abad pertama berakhir.Sejak saat itu, sejarah menunjukkan kepada kita, bahwa abad demi abad, pemulihan berjalan terus. Kadang-kadang agak pudar, tetapi perlahan-lahan bertambah kuat. Hal ini berlangsung terus sampai tahun 1500-an, ketika Martin Luther dibangkitkan di Jerman. Dia mewarisi hal-hal yang dipulihkan pada masa lampau dan merupakan puncak semua pemulihan Tuhan selama enam belas abad. Tetapi itu tidak berarti pemulihan ini sudah lengkap, melainkan tetap berjalan terus. Tidak lama kemudian, gereja nasional yang didirikan Luther menjadi agama yang tenggelam. Ini juga menjadi keadaan umum Protestanisme pada saat itu. Itulah sebabnya Tuhan memberitahu gereja di Sardis, "Aku tahu pekerjaanmu, bahwa engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati. Dari antara pekerjaanmu, tidak ada satupun yang Kudapati sempurna di hadapan AllahKu" (3:1-2). Pada saat itu, seluruh Protestanisme berada dalam keadaan tenggelam dan hampir mati.

Dalam abad ketujuh belas, kaum mistik, yang menekankan hayat batini, bangkit dari antara orang Katolik. Dalam abad kedelapan belas, saudara Zinzendorf dari Jerman selatan memulai pemulihan hidup gereja dan pelaksanaan gereja. Ini adalah kemajuan besar dan perkembangan dalam pemulihan Tuhan. Namun, hal-hal ini tidak cukup. Tuhan maju terus dalam pemulihanNya. Dalam abad kesembilan belas, Tuhan membangkitkan sekelompok saudara di Inggris. Mereka melanjutkan pemulihan hidup gereja; tetapi dalam aspek-aspek tertentu mereka masih gagal. Karena itu, Tuhan tidak dapat maju terus di dunia Barat yang manapun pada saat itu.

Pada awal abad kedua puluh, Tuhan datang ke Timur Jauh dan membangkitkan satu orang saudara muda di Cina, yang bernama Watchman Nee. Semula, bantuan yang diterimanya merupakan warisan dari kaum Saudara (Brethren). Tetapi setelah sepuluh tahun, dia nampak bahwa apa yang diterimanya belumlah lengkap. Karena itu, dia mengadakan suatu peralihan, bahkan banyak peralihan. Misalnya, pada tahun 1938 dia menerbitkan buku Penghidupan Gereja Yang Normal. Pada tahun 1948, ketika dia memimpin suatu latihan di Gunung Kuling di Foochow, dia mengatakan, pada saat buku Penghidupan Gereja Yang Normal diterbitkan, dia hanya nampak garis Antiokhia. Tetapi pada tahun 1948, dia maju terus melihat garis Yerusalem. Maka, dia berpaling dari garis Antiokhia, yang merupakan suatu "pemikiran kembali" kepada garis Yerusalem, yang merupakan "pemikiran kembali sekali lagi". Dari contoh ini, kita nampak bahwa pemulihan Tuhan itu maju terus. Pemulihan ini mengalami banyak perbaikan.

Allah kita adalah Allah yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.Dia tidak perlu berubah, juga tidak perlu memperbaiki. Namun kita, tidaklah demikian. Ketika kita dibangkitkan untuk mengikuti Tuhan dan menerima dari Tuhan, kita menerima selangkah demi selangkah. Tidak hanya Watchman Nee yang mengadakan pemikiran kembali, Paulus pun mengadakan pemikiran kembali. Dalam I Korintus 7:8 dia berkata kepada orang-orang Korintus, "Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku." Namun, ketika dia menulis I Timotius pada masa tuanya, dia berkata, "Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi" (5:14). Alasannya adalah perkataan Paulus dalam I Korintus mewakili harapannya pada awal ministrinya. Dalam I Timotius, dia menasihati janda-janda yang masih muda berdasarkan pengalamannya. Ini menunjukkan kepada kita, bahwa setiap orang harus belajar; setiap orang harus memikirkan kembali dan perlu mengadakan perbaikan.

EMPAT VISI YANG TELAH KITA TAMPAK

Gereja adalah suatu Organisme yang Dihasilkan oleh Allah Tritunggal yang Terproses

Pada tahun 1984, saya kembali ke Taiwan untuk memperkenalkan jalan baru. Tiga tahun pertama di sana kita mengadakan percobaan dan pengujian. Boleh dikatakan kita mengadakan penelitian dalam laboratorium. Kita menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menyelidiki. Selama setahun yang lampau atau lebih, Tuhan telah membukakan visi demi visi kepada kita.

Visi pertama yang Tuhan tunjukkan kepada kita adalah gereja merupakan suatu organisme yang dihasilkan oleh Allah Tritunggal yang terproses. Lima puluh tahun yang lalu kita sudah mengenal istilah organisme. Tetapi terang saat itu belum jelas. Kini kita nampak gereja adalah Tubuh Kristus. Organisme ini adalah pengaliran Bapa, Putra, dan Roh dalam prosesNya. Inilah terang terbesar dalam Efesus pasal 1. Terang ini menunjukkan Tubuh Kristus adalah organisme Allah.

Yohanes 1:1 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Ayat 14 mengatakan, "Dan Firman itu telah menjadi tubuh daging." Bapa adalah Allah yang ada sejak semula. Suatu hari Dia mengalami suatu "proses" untuk menjadi tubuh daging. Semula, Dia berada dalam kekekalan dan tidak ada hubungannya dengan ciptaan. Tetapi pada suatu hari, Dia dikandung dalam rahim manusia ciptaan dan setelah sembilan bulan dilahirkan sebagai seorang manusia. Namun, Putra ini adalah Allah dan juga manusia. Dia adalah "Allah-manusia." Bukan hanya itu. Dia menempuh hidup sebagai manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun. Dalam masa kanak-kanakNya, Dia mengalami hidup yang terbuang, harus melarikan diri ke Mesir bersama orang tuaNya. Pada umur dua belas, Dia pergi bersama orang tuaNya ke Yerusalem untuk menghadiri suatu hari raya. Hikmat perkataanNya di bait Allah mengagumkan orang-orang yang mendengarkanNya (Lukas 2:41-47). Perlahan-lahan Dia bertumbuh. Dari umur dua belas sampai umur tiga puluh, Dia adalah seorang tukang kayu (Markus 6:3). Ini bukanlah proses yang menyenangkan. Ketika Dia berumur tiga puluh, barulah Dia keluar untuk menggenapi ministriNya dalam memberitakan Injil dan menyelamatkan orang dosa; ini dilakukanNya selama tiga setengah tahun.

Akhirnya, Dia disalibkan di kayu salib. Dari pandangan manusia, Dia dibunuh oleh manusia; tetapi dari pandangan Allah, Dia sendiri dengan sukarela menerima kematian. Dia menyerahkan tubuhNya dan hayat jiwaNya. Dia berkata, "Tidak seorangpun yang mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku sendiri menyerahkanNya. Aku berkuasa untuk menyerahkannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu" (Yohanes 10:18). Dia melangkah masuk ke dalam kematian dengan tegap dan turun ke dunia orang mati, dan menghancurkan maut. Kemudian Dia keluar dari maut, masuk ke dalam kebangkitan, dan naik ke sorga. Lebih dari sepuluh murid melihat (menyaksikan) kenaikanNya (Kisah Para Rasul 1:9). Pada hari Pentakosta, Dia menjadi Roh itu, dicurahkan dari sorga (Kisah Para Rasul 2:1-4).

Allah Tritunggal mengalami semua proses ini. Hasil akhir dari semua proses ini adalah Tubuh Kristus. Ini seperti sebutir biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, untuk menghasilkan banyak butir. Akhirnya, banyak butir gandum itu menjadi seketul roti. Kita semua tahu, bahwa di antara semua hal yang diciptakan Allah dalam alam semesta, yang paling indah adalah tubuh kita. Tubuh kita ajaib karena tubuh kita organik. Misalnya, manusia melihat dengan matanya, mendengar dengan telinganya, berbicara dengan mulutnya. Semuanya itu menunjukkan tubuh bersifat organik. Ini adalah lambang dari Tubuh Kristus. Tubuh ini adalah organisme Allah Tritunggal. Tubuh ini tidak berasal dari Allah Tritunggal melalui penciptaan, juga bukan timbul karena tiba-tiba Allah mengatakannya. Tubuh ini dihasilkan oleh Allah Tritunggal melalui banyak proses.

Dalam Efesus pasal 1 ada dua puluh tiga ayat. Ayat 3 sampai 6 membicarakan pemilihan Bapa dan penentuan Bapa. Ayat 7 sampai 12 membicarakan penebusan Putra dan kita menjadi warisan yang sudah ditentukan di dalam Dia (ayat 11). Ayat 13 sampai 14 membicarakan pemeteraian Roh dan pemberian pencicipan atas warisan Allah yang kaya kepada kita. Kesimpulan pasal 1 ialah Putra bangkit dari antara orang mati, naik ke sorga, mengatasi segalanya, semua perkara ditaklukkan di bawah kakiNya, dan Dia menjadi Kepala atas segala sesuatu bagi gereja (1:20-22). Perkataan "bagi gereja" menunjukkan semacam penyaluran. Semua yang telah dicapai dan didapatkan oleh Kristus, Sang Kepala, kini telah disalurkan kepada TubuhNya, yakni gereja. Paulus tidak berhenti di sini. Dia melanjutkan dalam ayat 23, "Gereja yang adalah TubuhNya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala sesuatu." Ayat ini adalah catatan kaki bagi pasal 1, yang menjelaskan bagaimana Allah Tritunggal yang terproses menghasilkan gereja. Gereja ini adalah perwujudan Allah Tritunggal, juga Tubuh Kristus.

Kita nampak, bahwa gereja sebagai suatu organisme merupakan ekspresi dari Allah Tritunggal yang terproses. Segala hal yang berhubungan dengan gereja harus berada dalam lingkungan yang organik. Segala hal yang merupakan penyimpangan dari organisme ini atau merupakan penambahan kepadanya bukanlah gereja. Gereja adalah suatu organisme sebagai perbauran Allah dan manusia yang dihasilkan melalui Allah Tritunggal yang terproses dalam Trinitas ilahiNya.

Orang Yang Berkarunia Memperlengkapi Kaum Saleh, Agar Kaum Saleh Dapat Melakukan Pekerjaan Ministri Perjanjian Baru Membangun Tubuh Kristus

Efesus 4:11-16 mewahyukan, bahwa Kepala yang naik ke sorga ini memberikan banyak karunia kepada gereja; beberapa adalah rasul, beberapa nabi, beberapa penginjil, dan beberapa gembala dan pengajar. Semuanya adalah untuk memperlengkapi kaum saleh.

Kita tahu bahwa di Amerika ada seorang penginjil yang sangat terkenal. Selama empat puluh tahun, dia berkali-kali melakukan penginjilan massal, tetapi dia tidak pernah memperlengkapi kaum saleh. Walaupun pekerjaannya besar, namun tidak ada yang bisa menjadi penggantinya. Jika selama empat puluh tahun ini, dia memperlengkapi orang lain untuk melakukan pekerjaan penginjilan, tentu banyak orang akan diperlengkapi. Manusia tidak mau melakukan ini, karena manusia sering hanya melihat apa yang dekat, tidak memiliki pandangan yang jauh; mengira penginjilan besar-besaran lebih mudah daripada melatih dan memperlengkapi orang. Di samping itu, kalaupun ada pelatihan, itu tidak dapat menyempurnakan orang terlalu banyak. Maka, setiap orang mencari yang mudah saja dan menghindari kesulitan, memilih keuntungan (manfaat) yang sudah bisa diraih, dan mengabaikan pandangan jangka panjang. Akibatnya, tahun demi tahun, hal memperlengkapi yang sangat perlu itu tidak dilakukan. Ini bertentangan dengan ekonomi Allah.

Dalam Perjanjian Baru, kita dapat nampak contoh Tuhan Yesus memperlengkapi orang lain. Dia hanya menunaikan ministrinya selama tiga tahun. Pada mulanya, Dia sering melatih Petrus, Yakobus dan Yohanes, membawa mereka ke gunung yang tinggi, Dia berubah rupa di depan mata mereka, mewahyukan diriNya kepada mereka. Kemudian, ketiga orang ini memperlengkapi orang lain, dan akhirnya ada dua belas orang murid yang mengikuti Tuhan. Setelah Tuhan naik ke kayu salib, Dia terus melatih murid-muridNya dengan kematian, kebangkitanNya dan dengan hadirNya yang tidak kelihatan. Akhirnya, Dia mendapatkan seratus dua puluh orang. Demikianlah cara Tuhan memperlengkapi orang.

Mengenai rasul Paulus, dalam Kisah Para Rasul 20 dia mengatakan kepada kita, bahwa setelah dia memberitakan Injil di Efesus, dia tinggal di sana selama tiga tahun, mengajar setiap orang dengan mengucurkan air mata siang dan malam, dari rumah ke rumah (ayat 20, 31). Kolose 1:28 juga menunjukkan kepada kita, betapa Paulus menasihati dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat, supaya dia bisa mempersembahkan setiap orang dalam keadaan dewasa dalam Kristus. Walaupun Paulus adalah rasul besar, dia harus pergi dari rumah ke rumah untuk memperlengkapi kaum saleh satu per satu, agar mereka semua juga dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru membangun Tubuh Kristus. Ini adalah visi kedua yang kita lihat.

Kaum Saleh Perlu Menuntut, Mendambakan Berbicara Agar Gereja Terbangun

Tuhan juga menunjukkan kepada kita, bahwa I Korintus 14 adalah sebuah pasal yang membahas berbicara bagi Tuhan. Berbicara bagi Tuhan yang disebutkan dalam pasal ini bersifat universal, tidak terbatas pada beberapa orang saja. Ayat 31 mengatakan, "Karena kamu semua dapat berbicara bagi Tuhan seorang demi seorang." Bila seluruh gereja berkumpul bersama dan semua orang berbicara bagi Tuhan, orang-orang yang tidak percaya yang masuk ke dalam ruang sidang akan diyakinkan oleh semua, dinilai oleh semua dan akan mengatakan, bahwa Allah benar-benar ada di antara kita (ayat 24-25). Inilah puncak dalam I Korintus 14 mengenai sidang, pemberitaan Injil, bekerja bagi Tuhan dan melayani Allah.

Kita tidak bisa tergesa-gesa dalam mengajar saudara saudari untuk berbicara bagi Tuhan. Anda tidak bisa mengajar anak-anak di Taman Kanak-kanak untuk menulis sebuah karangan. Mula-mula dia harus masuk ke sekolah dasar dan belajar menulis. Selanjutnya, dia harus belajar menyusun kalimat. Setelah dia belajar menyusun kalimat, barulah dia dapat menulis sebuah karangan. Setelah kita mendapatkan orang baru, kita harus mengadakan sidang rumahan dulu untuk merawat dan mengasuh mereka. Setelah mereka bertumbuh, maka kita harus membawa mereka ke sidang kelompok. Dalam sidang kelompok, ada saling mengajar, saling belajar kebenaran dan penuntutan pertumbuhan dalam hayat. Bila seseorang membicarakan firman Allah, berdasarkan pengalaman hayat dan pengenalan kebenaran, hasilnya adalah berbicara bagi Tuhan.

Memulihkan Imamat Injil Perjanjian Baru

Seorang imam Perjanjian Baru adalah imam Injil. Imam Perjanjian Lama adalah imam yang mempersembahkan lembu dan kambing domba. Mereka khusus mempersembahkan lembu dan kambing domba sebagai korban. Pengalihan imamat dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru terjadi pada diri Yohanes Pembaptis yang terlahir sebagai imam. Dia adalah satu-satunya anak ayahnya yang bekerja sebagai imam. Menurut kebiasaan, dia seharusnya mengenakan pakaian imam, makan makanan imam, dan hidup dalam bait Allah. Tetapi dia pergi dan hidup di padang gurun, mengenakan pakaian dari bulu unta, dan makan belalang dan madu hutan (Matius 3:4). Dia menganjuri orang untuk bertobat. Jika ada orang yang bertobat, dia akan membabtis mereka di sungai Yordan (Matius 3:1,6). Segala hal yang berhubungan dengan dia bersifat "liar", termasuk makanannya, pakaiannya, tempat tinggalnya, pemberitaannya, dan pekerjaannya. Namun, dia adalah orang pertama yang berpaling dari imamat Perjanjian Lama ke imamat Perjanjian Baru. Sejak saat itu, bukan lagi perkara mempersembahkan lembu dan kambing domba sebagai korban, melainkan perkara mempersembahkan orang dosa yang beroleh selamat dalam Kristus sebagai korban. Yohanes Pembaptis adalah imam Injil pertama dalam Perjanjian Baru. Semua orang imani Perjanjian Baru harus seperti dia, pergi memberitakan Injil yang menyerukan pertobatan, membaptis semua orang yang percaya, dan mempersembahkan mereka dalam Kristus kepada Allah.

Satu Petrus 2:5 mengatakan, "Dan biarlah kamu juga dibangun menjadi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah." Roma 15:16 juga mengatakan, bahwa seseorang "harus menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa (bukan Yahudi), supaya bangsa-bangsa (bukan Yahudi) itu dapat diperkenan, setelah dikuduskan di dalam Roh Kudus. Fakta yang disebutkan dalam Roma 15:16 menegaskan visi yang dilihat oleh Petrus dalam I Petrus 2. Paulus menjadi seorang imam rohani, imam Injil, mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah, yaitu orang dosa yang beroleh selamat melalui pemberitaannya. Maka, setiap orang imani Perjanjian Baru harus menjadi imam, mempersembahkan orang dosa yang beroleh selamat sebagai korban. Kalau seorang imani Perjanjian Baru tidak memberitakan Injil dan tidak memimpin orang dosa beroleh selamat, dia adalah seorang imam yang tidak menunaikan fungsinya.

Menurut konsep alamiah kita, kita mengira mengundang teman, mengantar ke tempat duduk, mengadakan konseling, mencatat data dan kegiatan-kegiatan lain yang serupa dengan itu selama pemberitaan Injil adalah pelayanan kita dan merupakan fungsi imam. Sebenarnya, semua itu adalah pekerjaan orang Lewi. Semua itu bukanlah pekerjaan imam. Meskipun banyak penginjil terkenal dapat mengadakan pemberitaan Injil dan membawa orang dosa beroleh selamat, jalan atau cara mereka berlawanan dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah dan membunuh fungsi rohani kaum imani sebagai imam Injil. Dari Perjanjian Baru kita nampak, bahwa Tuhan terus-menerus memperlengkapi orang dan mengutus mereka. Mula-mula, dua belas orang yang diutus, kemudian tujuh puluh orang. Selanjutnya, mereka diutus "ke setiap kota dan tempat yang akan dikunjungiNya" (Lukas 10:1). Saya percaya, bahwa perginya mereka benar-benar bukan untuk mengerjakan pekerjaan orang Lewi, melainkan untuk memberitakan Injil, membawa orang dosa beroleh selamat dan melakukan pekerjaan imam Injil Perjanjian Baru.

Karena itu, kita harus melihat bahwa sidang pengabaran Injil dalam kekristenan hari ini dengan satu atau dua orang pembicara, walaupun benar dalam tujuannya, tetapi salah dalam caranya. Alasannya adalah: hal itu telah mengubah sifat imamat Injil universal dari kaum imani menjadi imamat Injil yang eksklusif bagi orang-orang tertentu. Semua orang imani menunggu tokoh penginjil besar datang dan kemudian mengambil bagian dalam pelayanan orang Lewi. Setelah pengabaran Injil, tidak ada orang lain yang melanjutkan memberitakan Injil lagi. Ini bukanlah jalan memberitakan Injil dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru mewahyukan, setiap orang yang beroleh selamat adalah imam yang memberitakan Injil. Maka, kita berkesimpulan, meskipun ada banyak cara untuk memberitakan Injil dan semua cara itu memang bisa membawa orang beroleh selamat, tetapi itu tidak berarti setiap jalan atau cara dapat membuat orang imani menjadi imam Injil Perjanjian Baru. Inilah terang dan wahyu yang kita terima dari Tuhan akhir-akhir ini.

Jika hal ini telah dilaksanakan dalam membimbing gereja sejak empat puluh tahun yang lalu, dan jika kita telah mendirikan kebiasaan ini di antara kita, orang-orang yang beroleh selamat melalui kita akan menjadi imam Injil sejak dulu. Begitu mereka beroleh selamat, mereka akan memberitakan Injil untuk membimbing orang dosa beroleh selamat. Hari ini, wahyu ini sudah terbuka bagi kita, bahwa pemberitaan Injil harus mencapai tujuan Allah dan melengkapi ekonomi Allah. Ekonomi Allah hari ini ialah menghendaki semua orang saleh menjadi imam Injil.

MEMPERLENGKAPI ORANG LAIN MEMASUKI VISI INI

Sejak musim panas yang lalu, Tuhan telah menunjukkan kepada kita empat visi berturut-turut. Pertama, gereja adalah Tubuh Kristus, yaitu suatu organisme yang berasal dari Allah Tritunggal yang terproses. Gereja muncul bukan secara kebetulan, juga bukan karena tercipta. Kedua, penekanan dalam pelayanan semua karunia bukanlah pada pekerjaan, melainkan pada memperlengkapi kaum saleh melalui pekerjaan itu. Kita harus memperlengkapi kaum saleh agar mereka dapat melakukan apa yang dapat kita lakukan. Ketiga, perlu membantu setiap orang bertumbuh sehingga setiap orang dapat berbicara bagi Tuhan. Hari ini Tuhan tidak hanya berbicara melalui satu atau dua orang dalam gereja, melainkan berbicara melalui setiap orang. Bila setiap anggota berbicara, barulah gereja bisa terbangun. Keempat, pengabaran Injil harus dilakukan oleh setiap orang secara pribadi melalui mengunjungi orang di rumah mereka sendiri. Pengabaran Injil bukanlah dilakukan dengan mengadakan sidang pengabaran Injil besar-besaran; jika hanya ada sidang pengabaran Injil besar-besaran, kaum imani akan merosot sehingga hanya melayani sebagai orang Lewi, dan hanya sedikit yang dapat melayani sebagai imam Injil yang eksklusif, demikian fungsi rohani dari semua orang imani sebagai imam Injil akan terbunuh. Keempat visi inilah yang hendak saya persekutukan dan sampaikan kepada Anda sekalian, para penatua dan sekerja, pada saat ini.

Kali ini saya kembali ke sini adalah untuk melakukan pekerjaan memperlengkapi. Saya ada di sini untuk memperlengkapi Anda agar Anda melakukan apa yang saya lakukan. Ini seperti orang tua dalam suatu keluarga yang mengajar anak-anaknya dengan harapan agar mereka bertumbuh dengan wajar. Inilah yang Paulus maksudkan ketika dia berkata kepada orang-orang Tesalonika, bahwa dia seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat mereka (I Tesalonika 2:7), dan sebagai seorang ayah yang mengajar mereka (ayat 11). Hasil dari memperlengkapi adalah mempersembahkan kaum imani dalam keadaan dewasa. Pagi ini saya memaparkan garis besar ini di hadapan Anda, dengan harapan Anda mau membawanya pulang dan mempersekutukannya. Anda dapat mengumpulkan para penatua bersama saudara dan saudari yang menuntut untuk memasuki hal-hal ini. Inilah hal-hal penting mengenai bagaimana kita harus bersidang dan melayani pada hari-hari yang akan datang.