← Daftar isi Roh Manusia · bab 21/21

MENGENAL DENGAN JELAS

KEINGINAN, RENCANA DAN EKONOMI ALLAH; MENYINGKAPKAN MAKSUD JAHAT, TIPU MUSLIHAT

DAN PENGACAUAN IBLIS

Pembacaan Alkitab:

I Yohanes 4:15; Filipi 2:13; Roma 12:5; Efesus 1:23; 3:19b;

Roma 15:16; Yohanes 21:15; I Tesalonika 2:7; I Petrus 2:2; Roma 12:1;

Efesus 4:12; I Korintus 14:1,3-5

GARIS BESAR

I. Mengenal dengan jelas keinginan, rencana dan ekonomi Allah:

A. Keinginan Allah adalah menggarapkan diriNya ke dalam manusia untuk menjadi hayat dan segala sesuatu manusia -- I Yohanes 4:15; Filipi 2:13.

B. Rencana Allah adalah agar manusia yang memiliki hayatNya dan yang bersatu denganNya secara organik:

1. Menjadi anggota Tubuh organik Kristus, perwujudan Allah Tritunggal -- Roma 12:5.

2. Tersusun menjadi gereja sebagai organisme dari Allah Tritunggal -- Efesus 1:23.

3. Menjadi Tubuh Kristus sebagai kepenuhan Allah dalam Kristus untuk menyatakan Dia -- Efesus 1:23; 3:19b.

C. Ekonomi Allah adalah suatu pengaturan yang menetapkan setiap anggota Tubuh Kristus adalah imam Injil Allah -- Roma 15:16:

1. Secara pribadi memberitakan Injil untuk membawa orang dosa beroleh selamat dan mempersembahkan mereka sebagai korban kepada Allah -- Roma 15:16.

2. Merawat dan mengasuh kaum imani baru, membantu mereka bertumbuh dalam hayat rohani, sehingga mereka mau mempersembahkan diri kepada Allah sebagai persembahan yang hidup -- Yohanes 21:15; I Tesalonika 2:7; I Petrus 2:2; Roma 12:1.

3. Mengajar dan memperlengkapi kaum saleh bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru dalam membangun Tubuh Kristus -- Efesus 4:12.

4. Kaum saleh yang diperlengkapi menjadi orang yang berbicara bagi Tuhan, menyuplaikan Kristus, membangun gereja, melengkapi ekonomi Perjanjian Baru Allah, dan menggenapi rencana kekal Allah untuk memuaskan keinginan Allah dalam kekekalan -- I Korintus 14:1,3-5.

D. Inilah yang diperlihatkan Allah kepada kita selama empat setengah tahun ini sebagai jalan yang tepat bagi kaum saleh untuk bersidang serta melayani menurut ketetapanNya dan wahyu yang Alkitabiah.

II. Menyingkapkan maksud jahat, tipu muslihat, dan pengacauan Iblis:

A. Maksud jahat Iblis adalah menggagalkan keinginan Allah, yaitu menggarapkan diriNya ke dalam manusia menjadi hayat manusia dan segala sesuatu manusia.

B. Tipu muslihat Iblis adalah:

1. Membunuh fungsi organik anggota Tubuh Kristus melalui pelayanan yang agamawi.

2. Menggantikan gereja yang sebagai organisme Allah Tritunggal melalui organisasi agamawi.

3. Menyerang Tubuh Kristus yang adalah kepenuhan dan ekspresi Allah Tritunggal melalui asosiasi agamawi.

C. Pengacauan Iblis:

1. Meremehkan fungsi setiap orang imani sebagai bagian imamat Injil Allah, dengan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki karunia khusus.

2. Menyangkal fungsi organik rohani dari setiap orang imani dalam merawat dan memperhatikan satu sama lain, dengan menggunakan sedikit orang kaum paderi untuk menggembalakan dan memperhatikan kaum imani baru.

3. Menggantikan pekerjaan setiap orang imani yang disempurnakan untuk menyempurnakan orang lain bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru membangun Tubuh Kristus, dengan pengajaran dan pembinaan guru-guru profesional.

4. Menganggap berbicara bagi Tuhan sebagai karunia yang eksklusif dari beberapa orang saja, dan tidak mengakui fakta bahwa setiap orang imani dapat dan seharusnya menjadi orang yang berbicara bagi Tuhan.

D. Inilah jalan yang bengkok yang dipakai Iblis dari jaman ke jaman untuk merusak dan mengacaukan jalan yang tepat bagi kaum saleh untuk bersidang dan melayani Allah sesuai ketetapan Allah.

MENGENAL DENGAN JELAS KEINGINAN, RENCANA DAN EKONOMI ALLAH

Allah memiliki sebuah keinginan dalam diriNya. Berlawanan dengan ini, Iblis memiliki maksud jahat, yaitu merusak. Allah memiliki sebuah rencana; Iblis memiliki tipu muslihat, yaitu menggagalkan. Allah memiliki sebuah ekonomi, dan berlawanan dengan ini, Iblis memiliki suatu pekerjaan, yaitu mengacau. Jadi, di satu pihak, kita harus mengenal dengan jelas keinginan, rencana dan ekonomi Allah; di pihak lain, kita harus menyingkapkan maksud, tipu muslihat dan pengacauan jahat Iblis.

Keinginan Allah

Keinginan Allah adalah menggarapkan diriNya ke dalam manusia untuk menjadi hayat dan segala sesuatu manusia. Satu Yohanes 4:15 dan Filipi 2:13 dengan tegas menguatkan fakta ini. Ketika saudara Nee masih hidup, kita sudah membicarakan perkara ini. Ketika saya mulai bekerja di Amerika, pembicaraan saya menjadi lebih tegas lagi. Lebih dari seratus berita yang sudah dicetak mengenai perkara ini. Sampai hari ini, ketika kekristenan memberitakan Injil, masih sangat sedikit yang menyinggung perkara ini. Kebanyakan kekristenan hanya memberitahu orang bahwa manusia itu berdosa, Allah itu adil, dan Tuhan Yesus telah mati bagi kita menurut keadilan Allah; bila seseorang percaya kepadaNya, dosa-dosanya akan diampuni dan dia akan dibenarkan oleh Allah. Mengenai hayat, kekristenan hanya menyinggung sedikit perkara dilahirkan kembali.

Kelahiran kembali adalah masuknya Allah ke dalam kita menjadi hayat kita. Maka, kelahiran kembali adalah menerima hayat Allah di samping hayat yang sudah dimiliki oleh manusia. Kelahiran kembali berarti dilahirkan sekali lagi. Mula-mula, Allah melahirkan kita kembali di dalam roh kita. Kemudian, Dia meluas dari roh kita ke pikiran kita, menduduki dan meresapi semua bagian pikiran kita. Inilah yang disebut transformasi (pengalihragaman). Demikianlah kita menjadi seorang yang matang di pandangan Allah, menantikan kedatangan kembali Tuhan. Pada saat Tuhan datang lagi, tubuh kita akan sepenuhnya diresapi oleh Tuhan. Itulah penebusan tubuh. Jadi, mula-mula ada kelahiran kembali di dalam roh kita, kemudian transformasi di dalam jiwa kita, dan akhirnya pada saat Tuhan datang kembali, terjadi penebusan tubuh kita. Dengan demikian, seluruh diri kita akan masuk ke dalam kemuliaan, yaitu ke dalam semua hakiki Allah Tritunggal. Hal-hal yang disebut di atas adalah terang dan wahyu yang kita kumpulkan selama enam puluh tahun membaca Alkitab dan buku-buku rohani.

Selain menjadi hayat kita, Allah juga ingin menjadi segala sesuatu kita. Hayat bukanlah suatu perkara yang sederhana. Hayat menuntut hikmat, kuasa dan terang. Hayat juga menuntut pekerti seperti kesabaran, ketabahan dan pengampunan. Pekerti ini diciptakan oleh Allah dan ternyata dalam umat manusia. Namun, pekerti manusia yang diciptakan oleh Allah itu hanyalah selongsong, atau seperti sarung tangan. Sarung tangan berbeda dengan tangan. Realitas batini dari kebajikan-kebajikan ini adalah pekerti illahi Allah. Bila pekerti illahi masuk ke dalam kita, menjadi isi pekerti manusia kita, keduanya menjadilah "pekerjaan-pekerjaan baik" yang disebutkan dalam Alkitab dan yang diminta oleh Allah. "Pekerjaan-pekerjaan baik" yang dicari Allah adalah pekerjaan-pekerjaan yang tertampil dari pekerti manusia kita ketika Allah masuk ke dalam kita, untuk menjadi isi kebaikan kita. Alkitab menyebut pekerjaan-pekerjaan ini pekerti (II Petrus 1:3 TL.) Jadi, pekerti bukanlah sekadar perilaku yang indah, melainkan semacam kekuatan rohani.

Allah Tritunggal menggarapkan diriNya ke dalam kita untuk menjadi hayat dan segala sesuatu kita, kita bersidang dan bersekutu berdasarkan hayat ini. Tanpa hayat ini, tidak ada sidang Kristiani dan tidak ada persekutuan. Persekutuan adalah aliran hayat illahi. Hari ini, beberapa orang telah menerjemahkan persekutuan sebagai komunikasi. Komunikasi mengandung konotasi yang berbau duniawi. Satu Yohanes pasal 1 dengan jelas menunjukkan kepada kita, bahwa persekutuan illahi berasal dari hayat illahi. Ketika orang yang belum beroleh selamat menghadiri sidang kita, dia dapat meniru pujian dan doa kita. Tetapi dia sama sekali berada di luar persekutuan kita. Sebab dia tidak sama dengan kita. Dia tidak memiliki hayat illahi. Dalam kekristenan, istilah "anggota gereja" (yang berarti anggota gereja yang terdaftar) sangat lazim dipakai. Setelah kita dibangkitkan oleh Tuhan, kita menolak penggunaan istilah semacam itu. "Anggota gereja" adalah ungkapan duniawi. Kita bukanlah "anggota gereja", kita adalah saudara-saudara, yang memiliki hayat yang sama. Karena kita adalah saudara-saudara yang memiliki hayat yang sama, kita bisa bersekutu satu sama lain. Hari ini, dasar sidang kita, pemberitaan Injil kita, pelayanan kita, dan pekerjaan kita bagi Tuhan adalah kelahiran kembali, yang olehnya kita memiliki hayat illahi.

Rencana Allah

Rencana Allah adalah agar manusia yang memiliki hayatNya dan yang bersatu denganNya secara organik menjadi anggota-anggota Tubuh organik Kristus, perwujudan Allah Tritunggal. Ada dua frasa yang tegas di sini: memiliki hayatNya dan bersatu denganNya secara organik. Karena kita memiliki Allah sebagai hayat kita, kita dapat bersatu denganNya secara organik. Tongkat yang patah dapat dilem kembali, juga dapat dihubungkan dengan cincin logam, atau disalut dengan emas. Tetapi tidak ada kesatuan yang organik di dalamnya, karena di dalamnya tidak ada hayat. Tetapi pengokulasian pohon berbeda dengan hal itu. Bila satu ranting yang hidup diokulasikan pada satu pohon, tidak lama kemudian keduanya akan bertumbuh menjadi satu. Itulah yang disebut bersatu secara organik. Demikian pula, lengan yang patah dapat disambung kembali melalui sirkulasi darah, yaitu persekutuan hayat.

Antara Allah dengan kita terdapat kesatuan yang organik. Allah bertumbuh ke dalam kita dan kita bertumbuh ke dalam Allah. Rencana Allah adalah membuat orang-orang semacam ini menjadi anggota-anggota Tubuh organik Kristus, yaitu perwujudan Allah Tritunggal. Allah ingin membuat kita, yang memiliki hayatNya dan yang bersatu denganNya secara organik, menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus. Kristus adalah perwujudan Allah. Maka, kita menjadi anggota-anggota Tubuh organik Kristus, perwujudan Allah. Anggota-anggota ini tersusun menjadi gereja, organisme Allah Tritunggal (Efesus 1:23). Ini adalah perkara penyusunan, dan terlaksana dengan hayat. Gereja bukanlah suatu organisasi yang tidak memiliki hayat. Orang-orang yang memiliki hayatNya dan yang bersatu denganNya secara organik, bukan hanya merupakan anggota-anggota Tubuh Kristus, tetapi juga tersusun menjadi gereja sebagai organisme Allah Tritunggal. Bahkan, mereka adalah Tubuh Kristus, sebagai kepenuhan Allah dalam Kristus untuk menyatakan Dia (Efesus 1:23; 3:19b).

Ekonomi Allah

Ekonomi Allah adalah pengaturan Allah. Kata "ekonomi" adalah terjemahan yang tepat (I Timotius 1:4b TL.) Makna aslinya adalah "hukum rumah tangga", yang berarti "pengelolaan dan administrasi keluarga", mengandung arti "pengaturan atau ekonomi dalam administrasi" Allah memiliki suatu pengaturan yang administratif. Dia mengatur agar setiap anggota Tubuh Kristus menjadi imam Injil Allah (Roma 15:16). Jadi, tidak peduli Anda merasa bahwa Anda tidak bisa memberitakan Injil, Allah telah membuat pengaturan semacam itu. Sebenarnya, asal Anda adalah orang yang sudah dilahirkan kembali, memiliki hayat Allah di batin, kemampuan Anda untuk memberitakan Injil sudah ada sejak Anda dilahirkan, sama halnya dengan kemampuan bicara manusia yang ada sejak lahir.

Allah menghendaki kita memberitakan Injil untuk membawa orang dosa beroleh selamat, mempersembahkan mereka sebagai korban. Dalam Roma 15:16 Paulus berkata, bahwa dia adalah "pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa, yang melayani sebagai imam Injil Allah, supaya korban persembahan bangsa-bangsa dapat diperkenan, setelah dikuduskan di dalam Roh Kudus." Ayat 5 dan 9 dari I Petrus 2 juga mengatakan, bahwa kita dibangun "menjadi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Allah melalui Yesus Kristus. Tetapi kamulah imamat yang rajani supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib." Beberapa kutipan ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita adalah imamat kudus dan kita masing-masing adalah imam Injil untuk memberitakan pekerti dari keselamatan Allah dan untuk mempersembahkan bangsa-bangsa sebagai korban persembahan yang berkenan kepada Allah. Pekerti-pekerti Allah adalah Injil yang kita beritakan. Maka setiap orang di antara kita harus memberitakan Injil dan membawa orang dosa beroleh selamat, membawa mereka kepada Allah dan mempersembahkan mereka sebagai korban. Tetapi ini bukan berarti Anda harus pergi mengundang orang mendengarkan pembicaraan satu orang. Itu adalah pekerjaan orang Lewi; bukan pekerjaan imam. Hari ini, kita perlu merenungkan kembali pelayanan saudara dan saudari. Dulu kita mendorong setiap orang datang untuk mengatur kursi, menyapu lantai, memotong rumput di halaman, atau merapikan pepohonan; mengira dengan melakukan hal-hal itu seluruh gereja akan terlibat dalam pelayanan. Tetapi mengapa kita tidak menggunakan waktu itu untuk mendorong setiap orang pergi dan memberitakan Injil? Karena itu, saya lebih dulu mengakui kesalahan saya kepada Anda semua.

Setelah seseorang menerima Injil, beroleh selamat dan dibaptis, dia serupa dengan bayi yang baru lahir. Setelah itu dia perlu dirawat dan diperhatikan supaya dia bertumbuh dalam hayat rohani sampai satu saat, dia dapat mempersembahkan dirinya sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup (Yohanes 21:15; I Tesalonika 2:7; I Petrus 2:2; Roma 12:1). Ini adalah langkah kedua. Namun tidaklah cukup bila seorang anak hanya dirawat dan diperhatikan; anak itu masih perlu dididik dan diperlengkapi. Demikian pula halnya dengan hayat rohani. Jadi, ada langkah ketiga, yaitu mengajar dan memperlengkapi kaum saleh bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru untuk pembangunan Tubuh Kristus (Efesus 4:12). Pada akhirnya, kaum saleh yang diperlengkapi itu akan menjadi orang-orang yang berbicara bagi Tuhan dan menyuplaikan Kristus untuk membangun gereja, melengkapi ekonomi Perjanjian Baru Allah dan menggenapkan rencana kekal Allah untuk memuaskan keinginan Allah dalam kekekalan (I Korintus 14:1,3-5). Inilah wahyu dari Alkitab.

Namun, keadaan kita yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Kita telah mengatur balai sidang kita dengan baik; tetapi pengabaran Injil kita, sidang rumahan kita, sidang kelompok kita, dan pembicaraan kita, tidak kita lakukan dengan baik. Hal ini disebabkan kita sudah terbiasa dengan membersihkan balai sidang, tetapi tidak terbiasa dengan memberitakan Injil dan merawat orang. Malahan kita menganggap diri kita sendiri tidak bisa melakukan pekerjaan itu. Ini adalah kesalahan kita dalam memberi bimbingan di masa lalu. Yang telah kita katakan di atas adalah yang Allah tunjukkan kepada kita selama empat setengah tahun ini, sebagai jalan yang tepat bagi kaum saleh untuk bersidang dan melayani menurut ketetapanNya dan wahyu dari Alkitab.

MENYINGKAPKAN MAKSUD JAHAT, TIPU MUSLIHAT

DAN PENGACAUAN JAHAT DARI IBLIS

Hari ini ada dua pohon di depan kita. Yang pertama adalah pohon hayat (kehidupan), dan yang kedua adalah pohon pengetahuan baik dan jahat. Yang satu itu asli, yang lain tiruan. Di pasar ada banyak barang tiruan. Iblis adalah peniru yang paling ulung. Karena itu, kita harus menyingkapkan maksud jahat, tipu muslihat dan pengacauannya.

Maksud Jahat Iblis

Maksud jahat Iblis adalah menggagalkan keinginan Allah yang ingin menggarapkan diriNya ke dalam manusia untuk menjadi hayat dan segala sesuatu manusia. Perjanjian Baru menunjukkan kepada kita dengan jelas, bahwa Allah tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalam Allah (I Yohanes 4:15). Kita tahu, Dia hidup di dalam kita dan kita hidup di dalamNya dengan hayat yang Dia berikan kepada kita. Namun, banyak orang tidak menekankan hal ini dalam pemberitaan Injil mereka. Inilah penggagalan dari maksud jahat Iblis. Karena itu, kita menyusun sebuah buklet untuk memberitakan Injil yang berjudul "Misteri Hidup Manusia". Kita menyusun buku itu karena inti pemberitaan Injil kita adalah Allah menggarapkan diriNya ke dalam manusia untuk menjadi hayat dan segala sesuatunya.

Tipu Muslihat Iblis

Tipu muslihat Iblis adalah membunuh fungsi organik anggota-anggota Tubuh Kristus melalui pelayanan yang agamawi, menggantikan gereja sebagai organisme Allah Tritunggal melalui organisasi agamawi, dan meniru Tubuh Kristus sebagai kepenuhan dan ekspresi Allah Tritunggal melalui asosiasi agamawi. Pelayanan dalam kekristenan hari ini hampir seluruhnya bersifat agamawi. Bila seseorang menjadi anggota, yang perlu dilakukannya adalah mendengarkan khotbah dan mempersembahkan uang. Akhirnya, fungsi organiknya sebagai anggota Tubuh Kristus tenggelam bahkan mati. Di samping itu, organisasi agamawi telah menggantikan gereja sebagai organisme Allah Tritunggal, dan asosiasi agamawi telah menjadi tiruan Tubuh organik Kristus.

Pengacauan Iblis

Pengacauan Iblis pertama-tama berasal dari penggunaan beberapa orang yang berkarunia untuk memberitakan Injil, dan dengan demikian meremehkan fungsi setiap orang imani sebagai bagian imamat Injil Allah. Bila manusia menyanjung pemberitaan Injil yang dilaksanakan oleh tokoh penginjil ternama, fungsi ribuan orang imani sebagai imamat Injil Allah diremehkan. Hari ini, banyak orang imani tidak dapat memberitakan Injil, keadaan kita juga demikian. Mereka dengan gairah mengundang orang datang menghadiri sidang Injil, tetapi setelah sidang selesai, mereka masih harus mencari orang-orang yang berkarunia untuk berbicara dengan teman mereka. Inilah akibat dari menyanjung atau menghormati beberapa orang yang berkarunia dan meremehkan imamat yang korporat. Imam Perjanjian Baru yang Allah kehendaki adalah imamat dan satuan yang korporat.

Imam Perjanjian Baru bukanlah bersifat perorangan, melainkan berfungsi sebagai suatu imamat. Karena itu, bila karunia memberitakan Injil dari perorangan terlalu disanjung-sanjung, imamat Injil pasti akan diremehkan.

Kedua, pengacauan Iblis timbul ketika dia menggunakan beberapa orang paderi untuk menggembalakan dan memperhatikan kaum imani baru, dan dengan demikian menyangkal fungsi organik rohani dari setiap orang imani dalam merawat dan memperhatikan satu sama lain. Ekonomi Allah adalah agar setiap orang imani merawat dan memperhatikan kaum imani baru dan memperhatikan satu sama lain (I Korintus 12:25). Namun, pengacauan Iblis adalah membuat beberapa orang paderi menggembalakan dan memperhatikan orang baru. "Gembala" dalam Efesus 4:11 telah diterjemahkan sebagai "pendeta/pastur" oleh beberapa orang. Konsepsi manusia hari ini adalah dokter diperlukan untuk menyembuhkan penyakit, pengacara diperlukan untuk kasus hukum, dan seorang pendeta/pastur diperlukan untuk membantu orang dalam berdoa dan memohon. Bahkan banyak orang Kristen tidak dapat berdoa. Mereka minta seorang pendeta/pastur datang dan mendoakan mereka. Tetapi Alkitab menunjukkan kepada kita, bahwa saudara saudari, bahkan kita semua, adalah gembala-gembala. Maka, cara memakai beberapa orang paderi untuk menggembalakan dan memperhatikan kaum imani baru merupakan penyangkalan fungsi organik rohani dari setiap orang imani dalam merawat dan memperhatikan satu sama lain.

Ketiga, pengacauan Iblis timbul ketika guru-guru profesional dipakai untuk mengajar dan membina kaum saleh, dan dengan demikian menggantikan pekerjaan setiap orang saleh yang sudah disempurnakan untuk menyempurnakan orang lain agar dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru pembangunan Tubuh Kristus. Ekonomi Allah adalah agar orang-orang yang berkarunia memperlengkapi kaum saleh supaya kaum saleh dapat mengambil bagian dalam pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus (Efesus 4:11-16). Tetapi praktik dalam kekristenan adalah memakai guru-guru yang profesional untuk mengajar dan membina kaum saleh. Dengan demikian, pekerjaan setiap orang saleh yang sudah diperlengkapi guna memperlengkapi orang lain bagi pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus digantikan.

Keempat, pengacauan Iblis timbul bila berbicara bagi Tuhan dianggap sebagai karunia eksklusif dari beberapa orang tertentu, dan fakta bahwa setiap orang imani dapat dan seharusnya menjadi orang yang berbicara bagi Tuhan tidak dikenal (diakui). Ini juga merupakan keadaan kita di masa lampau. Akibatnya, kita sangat menderita selama empat puluh tahun yang lalu. Seandainya kita sudah mempunyai pandangan yang tepat dan jalan yang tepat ketika kita memulai pekerjaan kita di sini empat puluh tahun yang lalu, saya percaya hari ini kebanyakan saudara saudari pasti mampu berbicara bagi Tuhan.

Memakai orang-orang yang berkarunia untuk memberitakan Injil, memakai beberapa orang paderi untuk menggembalakan dan memperhatikan kaum imani baru, memakai guru profesional untuk mengajar dan membina kaum saleh, dan menganggap berbicara bagi Tuhan sebagai karunia eksklusif beberapa orang tertentu, adalah pengacauan dari Iblis. Iblis membuat setiap orang tidak jelas. Kini kita harus menyingkapkan pengacauan Iblis, kita harus bangkit bersama-sama untuk menyerang Iblis, si jahat. Hal-hal tersebut di atas, menggambarkan jalan bengkok yang digunakan oleh Iblis dari jaman ke jaman untuk menghancurkan dan mengacaukan jalan tepat yang Allah tetapkan untuk kaum saleh bersidang dan melayani Allah. Itu bukan jalan yang jahat, tetapi jalan yang bengkok. Jalan itu membuat kita bengkok. Maka, kita harus menyingkapkannya.

Situasi Dunia dan Pergerakan Allah

BAB

1 2 3 4 5 6 7

PRAKATA

Peristiwa sejarah dunia diatur oleh Allah dengan kedaulatanNya untuk melaksanakan ketetapan kehendakNya. Seperti yang dikatakan dalam Kisah Para Rasul 17:26, "Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim- musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka." Kebangkitan dan kejatuhan kerajaan-kerajaan di bumi dan batas-batas segala bangsa sudah ditentukan olehNya.

Dalam berita-berita ini yang disampaikan di Anaheim, California, pada musim semi tahun 1981, kami mencoba menyajikan pandangan dari peristiwa-peristiwa besar dunia dari perspektif ini. Karena. gereja berasal dari umat manusia, maka kita sebagai umat pilihanNya perlu memiliki pandangan yang demikian terhadap sejarah manusia.

Pergerakan Allah di antara manusia berkaitan crat dengan lintasan sejarah. Entah kita berbicara tentang Allah menjadi daging melalui inkamasi, atau perluasan Injil, atau kebangkitan penghidupan gereja, atau persiapan mempelai perempuan, dipandang dari situasi dunia, semua aspek dari pergerakanNya ini memerlukan lingkungan yang tepat.

Kami percaya, berita-berita. ini akan membuat para pembaca lebih tanggap terhadap pengaturan Allah atas perkara-perkara besar di dunia, lebih memperhatikan saat-saat paling menentukan dalam masa hidup kita, dan lebih berbeban bagi pergerakan Allah yang terakhir yang boleh jadi merupakan situasi terakhir dunia.

Witness Lee

Anaheim, California

September 1982