← Daftar isi Roh Manusia · bab 19/21

PEMULIHAN IMAMAT INJIL PERJANJIAN BARU

Pembacaan Alkitab:

Kolose 1:28-29; Roma 12:11; I Korintus 15:58

Doa: Tuhan, untuk perampungan ekonomiMu, Engkau memerlukan kami. Tetapi untuk merampungkan hal itu, kami lebih memerlukan diriMu. Tuhan, tanpa Engkau, kami hanyalah kesia-siaan. Karuniailah kami, dan berikan kami perkataan yang lebih lanjut malam ini. Tuhan, kiranya kami semua memiliki persekutuan yang terbuka satu sama lain. Tuhan, lepaskanlah firmanMu di tengah-tengah kami dan bahkan di dalam kami. Amin.

Malam ini, saya ingin bersekutu dengan Anda sekalian mengenai beberapa perkataan praktis. Setelah empat tahun mempelajari jalan baru, Tuhan telah membawa kita melalui empat langkah.

GEREJA ADALAH ORGANISME YANG DIHASILKAN

OLEH ALLAH TRITUNGGAL YANG TERPROSES

Pertama, Tuhan telah memperlihatkan kepada kita, bahwa TubuhNya adalah suatu organisme. TubuhNya adalah sesuatu yang berhayat, dengan hayat dan melalui hayat. TubuhNya, seluruhnya organik dan mutlak tidak ada hubungannya dengan apapun yang organisasional.

Musim panas yang lalu, Tuhan menunjukkan kepada kita, bahwa Tubuh Kristus adalah suatu organisme dan dihasilkan oleh Allah Tritunggal yang terproses. Jika kita membaca Efesus pasal 1 dengan teliti, kita akan nampak bahwa dari Allah Tritunggal yang terproses dihasilkan Tubuh Kristus. Semua yang dicapai oleh Kristus ditransmisikan (disalurkan) kepada gereja. Inkarnasi Kristus, hidupNya sebagai manusia, kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya ke sorga, dan kedudukanNya yang melampaui segala sesuatu, telah disalurkan kepada gereja. Maka ayat 22 mengatakan, "Dan Dia menaklukkan segala sesuatu di bawah kakiNya, dan membuat Dia menjadi Kepala dari segala sesuatu bagi gereja" (TL). Setelah gereja dihasilkan, ayat 23 melanjutkan mengatakan tentang gereja, "yang adalah TubuhNya, kepenuhan dari Dia yang memenuhi semua di dalam semua" (TL). Dari sini kita nampak, bahwa gereja adalah Tubuh Kristus.

PERLU MEMULIHKAN EFESUS 4 DAN I KORINTUS 14

Kedua, kita harus memulihkan keadaan seperti yang tercantum dalam Efesus 4:11-16 dan I Korintus 14. Efesus 4 mengatakan tentang karunia untuk memperlengkapi kaum saleh bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yakni pembangunan Tubuh organik Kristus. Hal ini harus dipulihkan; tidak hanya karena hal ini adalah perkataan Tuhan, yang harus digenapi, tetapi juga karena tanpa hal ini, Tubuh Kristus mustahil terbangun di bumi, dan mempelai perempuan Tuhan mustahil dipersiapkan. Di samping itu, Tuhan telah menunjukkan kepada kita, bahwa setiap orang harus berbicara bagi Tuhan dalam sidang gereja (I Korintus 14:24), agar seluruh kaum saleh bisa belajar dan terdorong. Dengan demikian, gereja akan terbangun.

Dalam Perjanjian Baru, Efesus 4 dan I Korintus 14 adalah dua pasal yang menduduki tempat istimewa. Salah satu dari kedua pasal itu menyebutkan pembangunan Tubuh Kristus; pasal yang lain menyebutkan pembangunan gereja. Dalam Perjanjian Baru, Anda tidak dapat menemukan bagian Alkitab lain yang serupa dengan dua pasal ini, yang dengan jelas membicarakan pembangunan Tubuh Kristus dan pembangunan gereja. Tuhan Yesus memang mengatakan dalam Injil, bahwa "di atas batu karang ini Aku akan membangun gerejaKu" (Matius 16:18). Tetapi perkataan ini sangat umum. Perkataan ini tidak diterangkan dengan jelas. Namun, Efesus 4 sangat berbeda. Efesus 4 menyajikan dan menunjukkan kepada kita seluruh cetak birunya. Satu Korintus 14 menyebutkan pembangunan gereja lima kali. Pasal ini dapat dianggap khusus membicarakan pembangunan. Kunci untuk membangun tidak lain berbicara bagi Tuhan, mengucapkan perkataan yang tegas itu melalui Paulus. Perkataan ini harus digenapi, dan gereja Tuhan harus terbangun secara praktis.

MEMULIHKAN IMAMAT INJIL PERJANJIAN BARU

Baru-baru ini, Tuhan telah menunjukkan kepada kita lebih lanjut mengenai imamat Injil Perjanjian Baru. Imam Perjanjian Baru merupakan suatu imamat (susunan imam). Imamat bukanlah sesuatu yang terdiri dari beberapa orang saja, melainkan bersifat universal dan meliputi semua orang imani. Setiap orang imani Perjanjian Baru adalah imam. Selain itu, mereka bukanlah imam secara individual, melainkan mereka membentuk imamat. Kata "imamat" adalah kata yang sangat penting dalam Perjanjian Baru, namun juga sulit untuk diterjemahkan. Kata ini dipakai dua kali dalam I Petrus pasal 2 dalam ayat 5 dan ayat 9. Ayat 5 mengatakan, "... bagi suatu imamat kudus" dan ayat 9 mengatakan, "Tetapi kamulah imamat yang rajani."

Imam diperlukan untuk mempersembahkan korban dan mengatur korban. Tanpa korban, tidak perlu ada imam. Imam Perjanjian Lama mempersembahkan lembu dan kambing domba sebagai korban. Lalu, apa yang dipersembahkan oleh imam Perjanjian Baru sebagai korban? Satu Petrus 2:5 mengatakan, "untuk mempersembahkan persembahan rohani." Apakah yang dimaksud dengan persembahan rohani? Ibrani pasal 13 mengatakan, bahwa puji-pujian adalah sejenis korban persembahan kepada Allah. Perbuatan baik dan pemberian barang juga suatu korban persembahan. Tetapi itu bukanlah korban persembahan yang utama. Korban persembahan yang utama adalah orang dosa yang beroleh selamat melalui pemberitaan Injil kita. Orang-orang dosa ini semula di dalam Adam dan terpisah dari Kristus, tetapi setelah mereka beroleh selamat dan dialihkan ke dalam Kristus, mereka menjadi korban persembahan yang dipersembahkan kepada Allah.

Setiap orang saleh seharusnya menjadi imam Injil Allah dan harus melakukan pekerjaan pemberitaan Injil. Ini benar-benar terang yang besar. Dulu ada orang mengatakan, bahwa pemberitaan Injil dari rumah ke rumah (dengan mengetuk pintu) itu baik, tetapi cara memberitakan Injil bukan hanya satu. Hari ini, kita nampak dengan jelas, bahwa jika Anda tidak memakai cara yang tepat dan sesuai dengan Alkitab untuk memberitakan Injil, mungkin Anda bisa membawa orang dosa beroleh selamat, tetapi Anda sudah berlawanan dengan prinsip ekonomi Allah. Misalnya, beberapa penginjil terkenal telah memberitakan Injil dan membawa ribuan orang beroleh selamat. Tetapi cara mereka tidak membantu banyak terhadap penggenapan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Sebaliknya, cara tersebut telah mematikan fungsi organik dari banyak orang Kristen dalam memberitakan Injil. Jika selama empat puluh tahun yang lalu mereka sudah bertindak sesuai dengan yang tercatat dalam Efesus pasal 4, dalam memperlengkapi kaum imani untuk melakukan pekerjaan pemberitaan Injil, tentu hari ini sudah jutaan orang imani di Amerika yang sudah diperlengkapi oleh mereka, dan yang semuanya mampu melakukan pekerjaan pemberitaan Injil. Sayangnya, kenyataannya tidak demikian.

Cara yang Alkitabiah menuntut setiap orang imani, yaitu setiap anggota Tubuh Kristus untuk hidup. Adakah tubuh hanya memiliki sedikit anggota yang bergerak sedangkan anggota-anggota yang lain tidak bergerak? Hal ini tidak mungkin, kecuali tubuh itu lumpuh. Namun, kekristenan yang kita lihat hari ini berada dalam keadaan seperti itu. Tubuh yang Allah siapkan untuk AnakNya, Kristus, telah dibuat lumpuh oleh kekristenan. Itulah sebabnya, saya yakin, Tuhan telah membuka mata kita untuk melihat, bahwa Tubuh Kristus adalah suatu organisme yang hidup, agar kita belajar bersimpati terhadap keinginanNya. Dia memang menderita karena keadaan kekristenan yang melumpuhkan TubuhNya.

EMPAT LANGKAH UTAMA KAUM IMANI

DALAM MEMBANGUN TUBUH KRISTUS

Terang yang Tuhan tunjukkan kepada kita mengenai jalan yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru bagi kaum imani untuk bersidang dan melayani dapat dibagi menjadi empat langkah utama berikut ini. Pertama, Anda harus secara pribadi pergi mengunjungi orang, memberitakan Injil untuk membawa mereka beroleh selamat, dan membawa orang-orang dosa itu sebagai persembahan kepada Allah. Kedua, merawat dan memperhatikan kaum imani baru. Ini bukanlah pekerjaan khusus dari para penatua dan sekerja, melainkan tugas setiap orang saleh. Ketiga, mengajar dan memperlengkapi. Bukan hanya orang-orang berkarunia yang memperlengkapi, melainkan Anda sendiri; bila Anda sudah diperlengkapi oleh orang-orang yang berkarunia, Anda juga harus memperlengkapi orang lain. Jadi, Anda sendiri harus pergi, memperlengkapi dan mengajar orang lain, sehingga semua saudara saudari mampu melakukan hal yang sama. Keempat, berbicara bagi Tuhan, Paulus berkata, bahwa kamu semua berbicara bagi Tuhan seorang demi seorang (I Korintus 14:31 Tl) Dia juga mengatakan, "Jika semua orang berbicara bagi Tuhan (I Korintus 14:24). Ini menunjukkan, bahwa perkara ini mungkin dan dapat dilaksanakan. Selain itu, di antara keempat langkah ini, berbicara bagi Tuhan adalah fungsi yang tertinggi.

Paulus adalah rasul yang besar. Dia tinggal di Efesus selama tiga tahun, mengajar dari rumah ke rumah, menasihati sambil mengucurkan air mata siang dan malam, tidak melalaikan apa-apa mengenai kehendak Allah (Kisah Para Rasul 20:31,27). Pekerjaan Paulus meliputi merawat, memperhatikan, mengajar dan menyempurnakan. Inilah yang dilakukan Paulus, dan ini pula yang harus kita lakukan. Dia adalah teladan kita. Paulus bukan menyampaikan berita-berita untuk menyuplaikan hayat, Kolose 1:28-29 mengatakan, "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dengan segala hikmat, untuk mempersembahkan tiap-tiap orang dalam keadaan dewasa dalam Kristus; untuk itulah aku berjerih lelah, dan bergumul menurut kuat kuasaNya yang bekerja di dalam aku." Melalui jerih lelah seperti itulah setiap orang dapat dipersembahkan dalam keadaan dewasa di dalam Kristus.

BERBICARA BAGI TUHAN DALAM SIDANG GEREJA

Setelah seseorang menerima perawatan dan perlengkapan, dia akan mampu berbicara bagi Tuhan dalam sidang wilayah. Berbicara bagi Tuhan, berarti membicarakan Tuhan, membicarakan Tuhan ke dalam orang lain, sehingga mereka tersuplai. Pembicaraan Anda harus penuh dengan isi. Roh Anda juga harus kuat. Dengan demikian barulah Anda mampu menerima inspirasi roh. Selain itu, Anda harus menjadi orang yang melewati penanggulangan di hadapan Tuhan dan memiliki pandangan yang jelas. Jika Anda memiliki ketiga hal ini, Anda bersyarat untuk berbicara bagi Tuhan. Anda tidak hanya harus belajar, Anda pun harus membantu orang lain melihat bagaimana berbicara bagi Tuhan yang tepat, yang bisa membangun gereja.

Cara saling mengajar, saling bertanya dan saling menjawab dalam sidang kelompok, dapat juga merangsang kemampuan berbicara bagi Tuhan di dalam diri Anda. Jalan lama kekristenan telah mematikan fungsi organik dari seluruh kaum saleh, tetapi jalan baru Tuhan adalah jalan yang merangsang, membangkitkan fungsi itu. Dulu kita terpengaruh oleh tradisi dan mengira setiap kali kita menghadiri sidang, kita datang ke sidang penyembahan, tempat satu orang memimpin dan mengajar. Kini jalan kita menghendaki setiap orang berbicara. Ini akan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk terangsang, dibangkitkan. Setelah sejangka waktu, orang-orang akan terbiasa berbicara bagi Tuhan di dalam sidang. Inilah jalan Alkitab. Saat ini, setiap minggu, kita membaca satu pasal dalam Alkitab. Setiap pagi, kita mengambil satu potongan Alkitab dan mendoabacakan dua ayat. Lalu kita menuliskan inspirasi kita. Pada hari Sabtu, kita menyusun inspirasi ini menjadi suatu karangan untuk berbicara bagi Tuhan Ini akan memperbaiki isi pembicara kita. Tetapi kita tidak puas dengan itu saja, kita harus terus mempraktikkannya sampai kita bisa melakukannya tanpa dibantu oleh catatan. Para penatua dan sekerja harus memimpin latihan ini. Kemudian mereka harus membawa kaum saleh maju dan membantu mereka mengembangkan fungsi organik di dalam mereka.

Menurut Alkitab, sidang pemberitaan orang Kristen disampaikan adalah sidang I Korintus 14, yakni setiap anggotanya berbicara bagi Tuhan. Namun, kadang-kadang setelah satu jam bersidang, isi dari pembicaraan itu masih lemah dan tidak berhayat. Pada saat demikian Anda tidak boleh membiarkan sidang itu berlalu begitu saja. Anda harus mengambil kesempatan untuk menyampaikan perkataan selama lima menit yang penuh dengan isi yang kaya berdasarkan bahan yang dipakai. Anda juga boleh memberikan kesimpulan. Dengan demikian, setiap kali orang menghadiri sidang, mereka tidak akan pulang dengan tangan hampa. Sidang-sidang akan memiliki pembicara yang kaya, dan akan muncul orang-orang yang mampu berbicara. Pada akhirnya, berbicara bagi Tuhan akan menjadi suatu tradisi di tengah-tengah kita. Saya harap, suatu hari, di setiap gereja dalam pemulihan Tuhan, berbicara bagi Tuhan akan memenuhi atmosfir. Setelah satu orang baru menghadiri sidang kita selama beberapa bulan, dia akan nampak, bahwa berbicara bagi Tuhan bukanlah membicarakan tentang kesaksian menjadi kaya atau disembuhkan, melainkan suatu pembicaraan bagi Tuhan dan membicarakan diri Tuhan.

JANGANLAH KERAJINANMU KENDOR,

TETAPI BIARLAH ROHMU MENYALA-NYALA DAN MELAYANI TUHAN

Saudara saudari, jalan ini sudah dibentangkan di hadapan kita dengan jelas. Pertama, semua penatua dan sekerja perlu rajin, berjuang dan bergumul; semakin banyak melakukan pekerjaan Tuhan, kita makin mengetahui bahwa jerih lelah kita di dalam Tuhan tidaklah sia-sia. Semuanya akan diingat sampai kekekalan. Jika kita mau berjerih lelah melakukan setiap langkah: memberitakan Injil, merawat dan memperhatikan orang, membina dan memperlengkapi orang, dan mendorong orang untuk berbicara bagi Tuhan dan mengerjakan hal-hal ini dengan efektif, pahala kita akan kekal. Kini tergantung kepada kita, apakah kita mau berjerih lelah? Paulus menasihati kaum saleh dalam Roma 12:11, agar "janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."

Selanjutnya, jalan baru benar-benar jalan yang bisa dilaksanakan. Jika gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan mau maju berdasarkan keempat langkah ini, yaitu menempuh suatu hidup yang memberitakan Injil, merawat, mengajar, dan berbicara bagi Tuhan saya benar-benar yakin bahwa pada akhirnya, Tuhan akan mendapatkan pemulihan yang sempurna. Kebenaran adalah kebenaran. Hanya ada satu jalan yang organik. Kalau Anda tidak menempuh jalan ini untuk bersidang dan melayani, tidak ada jalan lain lagi. Jadi, segalanya sudah dibentangkan di sini hari ini. Kita harus berjerih lelah dan benar-benar menyadari, bahwa jalan ini berasal dari Tuhan. Dia pasti akan mendapatkan pemulihan yang sempurna. Semoga Tuhan merahmati kita.