← Daftar isi Roh Manusia · bab 18/21

BAB 8

TIGA TANGGUNG JAWAB IMAM INJIL PERJANJIAN BARU SETELAH MEMBERITAKAN INJIL

DAN MEMBAWA ORANG DOSA BEROLEH SELAMAT

Pembacaan Alkitab:

Yohanes 21:15; 15:16; I Tesalonika 2:7; Ibrani 10:24-25;

I Tesalonika 2:11; Kisah Para Rasul 20:20,27,31; Kolose 1:28-29;

Efesus 4:11-12; I Korintus 14:1,3-5,12,24,26,31

GARIS BESAR

I. Bersidang dengan kaum imani baru di rumah mereka:

A. Memberi mereka makan seperti domba-domba kecil Tuhan, supaya buah kita bisa tetap -- Yohanes 21:15; 15:16.

B. Seperti seorang ibu yang mengasuh anaknya sendiri -- I Tesalonika 2:7.

C. Membimbing mereka:

1. Mengenal Tuhan:

a. Sebagai Allah -- Roma 9:5.

b. Sebagai Manusia -- I Timotius 2:5.

c. Sebagai Juruselamat (termasuk Penebus) -- Lukas 2:11.

d. Sebagai Roh pemberi hayat -- I Korintus 15:45b.

2. Mengenal keselamatan Tuhan:

a. Tuhan telah menebus mereka dengan darah adiNya -- I Petrus 1:18-19.

b. Dan telah menyelamatkan mereka dengan hayatNya -- Roma 5:10.

3. Mengenal diri mereka sendiri:

a. Telah memiliki hayat Tuhan -- Yohanes 3:36a.

b. Roh mereka sudah dilahirkan kembali oleh Tuhan Roh -- Yohanes 3:3,6.

4. Melatih roh mereka untuk menyeru nama Tuhan, berdoa, dan menyesap kekayaan Tuhan -- Roma 10:12.

5, Menikmati susu firman Tuhan dalam Alkitab, bertumbuh dalam hayat -- I Petrus 2:2.

6. Mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup kepada Allah -- Roma 12:1.

D. Ini adalah teladan yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru -- Kisah Para Rasul 5:42.

II. Mengadakan sidang kelompok yang penuh dengan kegiatan timbal balik dengan kaum saleh -- Ibrani 10:24-25:

A. Membimbing, menerangi dan mendorong kaum saleh:

1. Saling terbuka dan bersekutu satu sama lain.

2. Saling mendoakan.

3. Saling memperhatikan dan menggembalakan.

4. Saling mengajukan pertanyaan untuk belajar dan mengajarkan kebenaran.

5. Saling mengajukan pertanyaan untuk menuntut dan memberi pengarahan dalam pertumbuhan hayat.

B. Menasihati dan menghibur kaum saleh seperti seorang ayah -- I Tesalonika 2:11:

1. Mengajarkan semua ketetapan Allah kepada kaum saleh -- Kisah Para Rasul 20:20,27,31.

2. Dalam segala hikmat, mempersembahkan kaum saleh dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah -- Kolose 1:28-29.

3. Memperlengkapi dan menyuplai kaum saleh untuk melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu membangun Tubuh Kristus yang organik -- Efesus 4:11-12.

C. Mengutus kaum saleh:

1. Pergi mengabarkan Injil dengan mengunjungi orang.

2. Merawat dan memperhatikan orang yang baru.

3. Membimbing kaum imani menghadiri sidang kelompok.

4. Membimbing kaum imani menghadiri sidang gereja yang lebih besar.

D. Ini adalah bagian penting dari praktik hidup gereja.

III. Menghadiri sidang-sidang gereja yang penuh dengan saling berbicara dan mendengar -- I Korintus 14:26:

A. Semua hadirin memiliki sesuatu untuk disuplaikan sewaktu bersidang.

B. Segala sesuatu harus untuk pembangunan kaum saleh dan gereja.

C. Menyuplaikan dengan limpah kekayaan Kristus kepada orang lain.

D. Merupakan tujuan fungsi imam Injil Perjanjian Baru:

1. Kaum saleh disempurnakan sebagai bertumbuh dewasa, terbina dalam kebenaran, memiliki pengalaman dalam hayat, dan mampu berbicara untuk menyuplaikan Kristus kepada semua anggota tubuhNya, sehingga gereja dapat terbangun secara organik.

2. Imam Injil memberitakan Injil guna mendapatkan orang dosa, untuk dipersembahkan kepada Allah; memperhatikan dan merawat orang baru, membimbing mereka bertumbuh dalam hayat untuk mempersembahkan diri sendiri sebagai korban persembahan yang hidup kepada Allah; menyempurnakan kaum saleh, mengajar mereka dalam segala hikmat, untuk mempersembahkan mereka dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah. Semuanya adalah untuk tujuan yang satu ini.

E. Merupakan penggenapan fungsi imam Injil Perjanjian Baru:

1. Bernubuat, yakni adalah berbicara bagi Tuhan, bagi pembangunan gereja -- I Korintus 14:3-5.

2. Ini adalah karunia yang unggul di antara semua karunia dalam Perjanjian Baru -- I Korintus 14:12.

3. Patut didambakan oleh kaum saleh yang mendambakan karunia rohani -- I Korintus 14:1.

4. Merupakan sesuatu yang dapat dilakukan dan harus dilakukanoleh setiap orang imani -- I Korintus 14:31,24.

Doa: Tuhan! Hati kami bersukacita, dan roh kami memuji. Dalam jaman terakhir ini, Engkau telah memberikan wahyuMu kepada kami dengan begitu dalam dan jelas. Tuhan! Engkau telah mengumpulkan kami di sini malam ini untuk mengkaji firman kudusMu, kami terbuka kepadaMu, kami berseru kepadaMu dengan rendah hati. Tuhan! Berbicaralah dengan intim kepada kami. Walaupun kami hijau dan lemah, tetapi Engkau begitu kuat dan perkasa di batin kami. Tuhan Yesus, buatlah kami mengenalMu. Kami tidak bersandar kepada diri kami, juga tidak memandang diri kami. Kami hanya memandangMu. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah menunjukkan dengan jelas kepada kami, jalan yang Kautetapkan, yakni jalan yang diwahyukan dalam Alkitab.

Tuhan! Tariklah kami kembali malam ini, sehingga kami berlari mengejarMu. Taruhlah bebanMu di dalam setiap orang di antara kami, sehingga kami semua mau menerima bebanMu untuk mengakhiri jalan yang Kautunjukkan kepada kami,dan menjadi orang-orang yang sesuai dengan hatiMu dan berkenan kepadaMu.

Tuhan! Berilah kami telinga untuk mendengar. Besertalah dengan pembicaraan kami. Engkau menjadi satu roh dengan kami dalam pembicaraan kami. Tuhan, bentangkan jalanMu dan tandaskan firmanMu. Kami berseru kepadaMu dengan sehati di atas tumpuan gereja. Saat kami berseru kepadaMu, lakukanlah sesuatu bagi diriMu. Tuhan! Kami mendakwa musuhMu. Hancurkanlah dia. Singkirkanlah kuasa kegelapannya. Tuhan! Lepaskanlah kami semua dari tangannya dan dari perbudakannya. Kami ingin memberiMu kemuliaan dan mempermalukan musuhMu. Kiranya berkat dan pembangunan menyertai kaum saleh dan gereja. Amin!

Pekerjaan pertama dari imam Injil dalam Perjanjian Baru adalah mengunjungi orang secara pribadi dan membawa orang dosa untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban. Setelah langkah pertama ini, masih ada tiga tanggung jawab lagi. Inilah beban saya malam ini. Ijinkan saya memulai dengan memberikan kata pengantar. Kekristenan hari ini adalah agama yang besar. Di seluruh dunia terdapat jutaan orang Kristen. Mereka pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga kategori: yang pertama adalah Roma Katolik, yang kedua adalah berbagai denominasi dari Protestanisme, seperti Baptis, Presbiterian, Metodis, Episkopalian, Lutheran dan sebagainya, dan yang ketiga adalah kelompok-kelompok bebas. Kelompok-kelompok bebas ini tidak berada di bawah Katolik juga bukan denominasi Protestan. Meskipun mereka dapat dianggap sebagai bagian dari Protestanisme, mereka tidak termasuk denominasi besar Protestanisme. Mereka terpencar dan bebas. Hari ini di seluruh bumi, entah itu Katolik, Protestan, atau kelompok bebas, meskipun mereka masing-masing memiliki cara mereka sendiri dalam melayani Allah,tetapi secara prinsip ketiga kelompok itu sama saja.

SETIAP ORANG IMANI PERJANJIAN BARU ADALAH IMAM INJIL

Dalam Perjanjian Baru,Allah menetapkan setiap orang imani harus menjadi imam Injil. Selain itu, pelayanan imam Injil adalah suatu imamat. Setiap orang imani harus menjadi imam sejak saat dia beroleh selamat. Imam adalah orang yang melayani Allah. Imam Perjanjian Baru adalah imam yang memberitakan Injil, artinya, dia adalah imam yang melayani Allah dalam Injil. Ini bukanlah tugas beberapa orang saja, melainkan tanggung jawab universal seluruh kaum saleh. Namun, hal ini tidak tertampak dalam kekristenan hari ini. Kekristenan hari ini memakai beberapa orang "paderi" yang sudah belajar teologi dan mempelajari kebenaran Alkitab, untuk melayani Allah. Orang-orang paderi itu hanyalah kelompok minoritas di antara kaum imani. Kebanyakan orang dianggap sebagai kaum awam.

Bagaimana keadaan di antara kita? Kita memiliki ajaran yang benar di masa lampau, tetapi tidak ada praktiknya. Kita mengatakan, bahwa kita semua adalah imam-imam Injil Perjanjian Baru, dan sebagai imam, kita harus mempersembahkan korban Injil. Korban Injil bukanlah lembu dan kambing domba, melainkan orang dosa yang beroleh selamat. Ketika Anda membawa orang dosa beroleh selamat, dan mempersembahkannya kepada Allah sebagai korban, Anda adalah imam Injil. Dalam Roma 15:16 Paulus berkata, "Yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, melayani sebagai imam Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus." Paulus berkata bahwa sebagai imam Injil, dia mempersembahkan bangsa-bangsa bukan Yahudi kepada Allah sebagai korban, yaitu orang dosa yang beroleh selamat melalui pengabaran Injilnya.

Mungkin Anda akan berkata, "Tetapi itu Paulus. Aku tidak bisa melakukan hal yang sama seperti dia." Ini adalah mentalitas "feodalistis", di bawah konsep kepaderian. Ini adalah "feodalisme" dalam kekristenan. Paulus berkata, bahwa dipandang dari kedudukannya sebagai orang Kristen, dia lebih kecil daripada orang saleh yang paling kecil. Di pihak lain, menurut Alkitab, Allah memilih Paulus menjadi teladan bagi semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Karena dia adalah teladan, apa saja yang dilakukannya seharusnya kita lakukan juga; apa saja yang dapat dilakukannya, seharusnya dapat pula kita lakukan.

SISTEM YANG KELIRU MELUMPUHKAN TUBUH KRISTUS

Jalan kita di masa lampau keliru. Setiap kali kita berbicara tentang memberitakan Injil, kita menganggap, hanya orang tertentu yang boleh berdiri di mimbar untuk menyampaikan berita. Orang itu adalah orang yang memiliki kedudukan sebagai paderi dan memiliki kuasa sebagai paderi. Saudara dan saudari lain hanya membantu satu orang itu untuk memimpin pujian, berdoa, dan membaca Alkitab. Yang lain lagi membantu membersihkan balai sidang, mengatur kursi, mengundang teman, dan mempersiapkan perjamuan kasih. Selama waktu sidang, mereka tidak perlu mengatakan apa-apa; yang perlu mereka lakukan hanyalah membantu teman Injil membuka Alkitab dan buku kidung serta membantu mereka menuliskan nama seusai sidang. Karena kita menempuh jalan yang keliru, maka pelayanan Injil yang seharusnya dilakukan setiap orang, telah dipegang oleh beberapa orang saja. Saudara dan saudari yang lain cukup menjadi orang-orang Lewi. Inilah tipu daya dari musuh.

Dalam hikmat Allah, Dia menghendaki setiap orang menjadi imam. Tipu daya Iblis tidaklah menghentikan orang memberitakan Injil, melainkan memalingkan jalan hikmat Allah kepada jalan manusiawi. Allah menghendaki setiap orang beroleh selamat dan menjadi anggota yang hidup dari Tubuh Kristus, tetapi cara manusia adalah mengundang penginjil besar untuk mengadakan pemberitaan. Orang imani yang lain pun menjadi orang Lewi, yang membantu dalam berbagai urusan. Setiap orang tergantung pada orang tertentu untuk memberitakan Injil; tidak perlu keluar dari rumah ke rumah atau belajar berbicara. Demikianlah fungsi rohani setiap orang terbunuh. Bahkan hari ini banyak orang Kristen masih tidak tahu bagaimana memberitakan Injil.

Kekristenan hari ini dapat dikatakan setengah lumpuh. Di antara kita, empat setengah tahun yang lalu, keadaannya sama saja. Saya mengamati keadaan itu dan tahu, bahwa keadaan itu salah. Pemulihan Tuhan telah jatuh ke dalam keadaan yang mandek, tidak ada kemajuan. Walaupun melalui publikasi kita pemulihan Tuhan telah mencapai semua benua di dunia, tingkat pertambahan dan perluasan dalam gereja-gereja tidaklah memuaskan. Maka, saya tahu, bahwa keadaan kita salah. Keadaan yang mandek itulah ciri-cirinya. Saya mengesampingkan semua pertimbangan dan melepaskan pekerjaan di Barat, untuk datang ke Taiwan. Saya telah menggunakan empat tahun yang lampau itu khususnya untuk mengkaji jalan baru. Saya membaca ulang Alkitab dan merenungkan kembali sejarah gereja, dan juga pelaksanaan di antara kita.

EMPAT LANGKAH JALAN BARU --

MELAHIRKAN, MERAWAT, MENGAJAR,MEMBANGUN

Sejarah kita sudah lebih dari enam puluh tahun. Secara pribadi saya terlibat selama lima puluh tahun yang lampau, dan saya sangat jelas mengenai keadaan yang sebenarnya. Selama empat setengah tahun saya di Taipei akhir-akhir ini, selangkah demi selangkah Tuhan memperlihatkan kepadaku kebenaran dalam Alkitab. Saya telah mencatat ayat-ayat penting dalam Perjanjian Baru menurut yang telah saya lihat. Sudah saya katakan sebelumnya, bahwa ada empat langkah yang perlu kita pelajari dalam jalan baru. Pusat pelatihan adalah laboratorium. Langkah pertama yang harus kita pelajari adalah memberitakan Injil. Langkah kedua adalah merawat kaum imani baru. Langkah ketiga adalah mengajar dan menyempurnakan mereka, supaya mereka menjadi berguna. Ketiga langkah itu adalah melahirkan, merawat, dan mengajar (mendidik). Ada lagi langkah keempat, yaitu membangun.

Perkataan melahirkan, merawat/ dan mengajar, semuanya dapat ditemukan dalam Alkitab. Misalnya, Paulus berkata, "Aku telah melahirkan kamu melalui Injil" (I Korintus 4:15). Dia tidak mengatakan, "menyelamatkan kamu" melainkan "melahirkan kamu". Yang Anda perlukan adalah hayat Allah. Dengan membagikan hayat Allah ke dalam Anda, saya telah melahirkan Anda. Setelah melahirkan ada merawat. Tuhan berkata kepada Petrus dalam Yohanes 21, "Apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-dombaKu" (ayat 15). Paulus juga berkata, "Tetapi kami bersikap lembut di tengah-tengah kamu, sama seperti seorang ibu yang mengasuh anak-anaknya sendiri" (I Tesalonika 2:7). Pekerjaan paling penting dari seorang ibu perawat adalah merawat bayi. Paulus memperhatikan kaum saleh seperti seorang ibu yang merawat anak-anaknya sendiri. Petrus berkata kepada kaum saleh dalam I Petrus 2:2, bahwa kaum imani seharusnya "seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu firman, supaya olehnya kamu bertumbuh kepada keselamatan." Ketika seseorang baru lahir, dia perlu dirawat. Dengan demikian, barulah dia akan bertumbuh. Langkah ketiga adalah /mengajar/. Paulus berkata, bahwa dia tidak hanya seperti seorang ibu yang merawat dan mengasuh anak-anaknya, tetapi juga seperti seorang ayah yang mengajar dan menghibur serta mengarahkan. Efesus pasal 4 mengatakan, "Dan Dialah yang memberikan baik rasul-rasul, baik nabi-nabi, baik penginjil-penginjil, baik gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang kudus" (ayat 11-12). Pengajaran memperlengkapi orang. Dengan demikian, kaum saleh tidak hanya bertumbuh di dalam Kristus, tetapi juga matang dalam hayat.

Setelah kaum saleh diperlengkapi, memiliki pengetahuan dalam kebenaran dan memiliki pengalaman dalam hayat, mereka akan dengan spontan mampu berbicara bagi Allah, Satu Korintus 14 mengatakan, bahwa berbicara bagi Tuhan adalah karunia yang paling utama, karena berbicara bagi Tuhan itu membangun gereja. Kekristenan telah mengambil jalan yang mudah. Mereka melatih orang-orang tertentu untuk menjadi pendeta yang akan berkhotbah setiap minggu untuk membina kaum imani. Ini adalah jalan yang salah. Tidak seharusnya satu orang menggantikan banyak orang. Sebaliknya, setiap orang harus bekerja, karena I Korintus 14:31 mengatakan, "Karena kamu semua dapat berbicara (bagi Tuhan) seorang demi seorang."

Jalan yang ditempuh kekristenan adalah jalan yang menghindari kesulitan dan memilih mudahnya saja. Jalan itu mengukuhkan seseorang tetapi menggantikan banyak orang. Itu salah, yang kita nampak dalam Alkitab tidaklah demikian. Alkitab menganjuri kita semua untuk berbicara bagi Tuhan. Walaupun mungkin tidak baik pada mulanya, asalkan kita meletakkan pondasi yang baik, kelak akan lebih mudah. Sistem lama membuat orang malas, tetapi dalam pemulihan Tuhan setiap orang harus rajin berjuang dan menuntut dengan serius. Setiap orang harus mendoa-bacakan/ menikmati firman Tuhan, dan bersekutu dengan Tuhan dalam firmanNya. Kita juga perlu membiarkan Kristus bertumbuh di dalam kita. Tetapi bukan hanya itu, kita harus pergi dan memberitakan Injil, merawat orang yang baru beroleh selamat, dan memperlengkapi mereka dalam sidang kelompok, sehingga mereka akan belajar berbicara dalam sidang-sidang wilayah.

Kini mari kita melihat garis besarnya. Setelah memberitakan Injil untuk menyelamatkan orang dosa, dan mempersembahkan mereka kepada Allah sebagai korban, masih ada tiga langkah besar yang perlu ditempuh.

BERSIDANG BERSAMA KAUM IMANI BARU DALAM RUMAH MEREKA

Bila Anda mengadakan sidang rumahan bersama kaum imani baru, jangan sekali-kali menganggap Anda tahu bagaimana mengadakan sidang semacam itu. Anda harus belajar mengadakan sidang rumahan. Allah adalah Allah Pencipta. Dia dapat menciptakan, Dia tidak perlu belajar. Tetapi setiap manusia perlu belajar. Anda harus sadar, bahwa untuk memimpin sidang dalam rumah orang yang baru beroleh selamat, Anda harus belajar dulu.

Merawat Mereka seperti Domba-domba kecil Tuhan,

supaya Buah Kita Bisa Tetap (Bertahan)

Kita harus menganggap orang-orang yang baru beroleh selamat itu seperti domba domba kecil Tuhan, dan memberi mereka makan secara teratur. Pemberian makan ini akan membuat buah kita bertahan. Dulu, setelah kita membaptis orang, kita kekurangan dalam hal memberi makan. Karena itu, banyak yang kemudian hilang. Kini ketika kita menghadiri sidang rumahan, kita harus memberi mereka makan dengan wajar. Dengan demikian, mereka akan bertahan.

Seperti Ibu yang Merawat dan Mengasuh Anaknya Sendiri

Ketika Anda memberitakan Injil, Anda sepertilah seorang ayah yang mempunyai (melahirkan) anak. Setelah melahirkan, Anda segera merawat seperti ibu yang memberi makan.

Memimpin Mereka:

Mengenal Tuhan

Pertama-tama, bimbinglah orang-orang yang baru beroleh selamat itu untuk mengenal empat aspek Tuhan: mengenal Dia sebagai Allah (Roma 9:5), mengenal Dia sebagai Manusia (I Timotius 2:5), mengenal Dia sebagai Juruselamat dan Jurutebus (Lukas 2:11), dan mengenal Dia sebagai Roh pemberi hayat (I Korintus 15:45b). Setelah Anda mempelajari keempat aspek ini, Anda jangan mengajar orang lain dengan cara yang kaku, melainkan berbicara dengan mereka secara spontan. Mungkin Anda bisa membicarakan hal-hal ini dalam empat berita (empat kali kesempatan). Dalam berita pertama, bantulah mereka mengenal Tuhan adalah Allah. Kemudian bantulah mereka mengenal Tuhan adalah Manusia; Ia adalah Allah-Manusia. Setelah itu, bantulah mereka mengenal Allah-Manusia ini adalah Juruselamat kita dan Penebus kita. Akhirnya, bantulah mereka mengenal Tuhan ini telah menjadi Roh pemberi hayat dan kini tinggal di dalam kita. Jika mereka ingin mengenal lebih banyak, banyak buku di antara kita yang membahas hal-hal itu. Anda dapat memperkenalkan buku-buku itu kepada mereka.

Mengenal Keselamatan Tuhan

Setelah mereka mengenal persona Tuhan, Anda harus membantu mereka mengenal keselamatan Tuhan. Tuhan telah menebus kita dengan darah adiNya dan menyelamatkan kita dengan hayatNya. Aspek penebusan dari keselamatan Tuhan telah rampung. Tetapi Dia masih menyelamatkan kita dari hari ke hari dalam hayat. Penebusan demi darah dan kelepasan dalam hayat, bila keduanya digabungkan merupakan keselamatan Tuhan bagi kita. Keselamatan Tuhan mencakup penebusan oleh darah dan kelepasan setiap hari dalam hayatNya.

Mengenal bahwa Mereka Memiliki Hayat Tuhan

Setelah itu, Anda harus membimbing mereka mengenal, bahwa diri mereka sendiri memiliki hayat Tuhan. Sebelumnya mereka hanya memiliki hayat manusia, kini setelah mereka beroleh selamat, mereka memiliki hayat Tuhan. Bahkan, roh mereka telah dilahirkan kembali oleh Tuhan Roh.

Melatih Roh Mereka untuk Menyeru Nama Tuhan, Berdoa, dan Menyesap Kekayaan Tuhan

Jika Anda ingin membimbing mereka melatih roh mereka, Anda sendiri harus melatih roh Anda dulu. Anda tidak seharusnya hanya membimbing mereka mengenal Dia adalah Roh, dan mereka memiliki roh, Anda pun harus memperlihatkan bahwa Anda adalah orang yang menggunakan roh dan berbicara dari roh. Kemudian Anda harus membantu mereka menggunakan roh mereka, berdoa dengan roh mereka, dan menyeru nama Tuhan dari roh mereka untuk menyesap kekayaan Tuhan.

Menikmati Susu Firman Tuhan dalam Alkitab, Bertumbuh dalam Hayat

Anda pun seharusnya membimbing mereka menikmati susu firman Tuhan dengan menggunakan beberapa ayat dalam Alkitab. Kenikmatan semacam ini akan membantu mereka bertumbuh dalam hayat.

Mempersembahkan Diri sebagai Persembahan yang Hidup kepada Allah

Ketika mereka beroleh selamat, Anda mempersembahkan mereka kepada Allah sebagai korban persembahan. Namun, pada saat itu Andalah yang mempersembahkan mereka. Setelah Anda merawat mereka dan mereka bertumbuh dalam hayat, Anda harus memberitahu mereka, bahwa saat ini mereka harus mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup. Roma 12 mengatakan, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah, aku menasihatkan kamu, untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati" (ayat 1).

Ini adalah Teladan yang Diwahyukan dalam Perjanjian Baru

Kisah Para Rasul 5:42 mengatakan, bahwa setiap hari, dalam bait suci, dan dari rumah ke rumah, mereka tidak henti-hentinya mengajar dan menyampaikan kabar baik tentang Yesus yang adalah Kristus.

MENGADAKAN SIDANG KELOMPOK YANG PENUH DENGAN KEGIATAN TIMBAL BALIK DENGAN KAUM SALEH

Sidang kelompok berbeda dengan sidang rumahan. Setelah orang beroleh selamat dan sudah sejangka waktu dibimbing dan diberi makan, mereka harus berkumpul. Perkumpulan ini adalah sidang kelompok. Jangan menunggu terlalu lama untuk membawa mereka ke sidang kelompok. Pada saat Anda merawat mereka, bawalah mereka ke sidang kelompok.

Membimbing, Menerangi dan Mendorong Kaum Saleh:

Saling Terbuka dan Bersekutu Satu Sama Lain

Banyak orang, sejak muda sudah dididik oleh keluarga mereka untuk sedikit bicara. Akibatnya, orang-orang Cina tidak suka membuka mulut untuk berbicara di depan umum. Sulit sekali menyuruh saudari-saudari berbicara di dalam sidang; maka, kita harus mendorong mereka untuk bersikap terbuka. Ketika orang-orang Kristen berkumpul, asalkan mereka membuka mulut, mereka akan merasakan manfaatnya. Bila perkara-perkara dibicarakan dan dipersekutukan di antara satu sama lain, tentu semua akan mendapat bantuan.

Saling Mendoakan

Mungkin seorang saudari melihat saudari lain menghadiri sidang. Dia mungkin berkata, "Saudari, doakanlah saya. Pagi ini bahu saya terluka dan sakit." Saat itu juga, bertepatan ada dua orang saudari lain datang. Saudari ini boleh memberitahu kedua saudari itu mengenai perkara itu. Kedua orang saudari itu mungkin berkata, "Mari kita berdoa!" Dengan demikian, mereka mulai berdoa untuk saudari yang menghadapi persoalan itu. Inilah doa yang sesuai dengan kebutuhan jasmani. Kadang-kadang doa dapat meliputi kebutuhan rohani. Seorang saudara mungkin merasa, bahwa dia tidak bisa tembus ketika berdoa. Saudara yang lain mungkin berkata, "Apakah Anda berdosa, atau mengasihi dunia? Apakah karena dosa atau dunia, doamu menjadi terhambat?" Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, beberapa saudari mungkin berdoa, "Tuhan, terangilah saudara kami, supaya dia bisa nampak dalam batinnya." Begitu mulut kita terbuka, dengan spontan akan ada persekutuan; dan begitu ada persekutuan, dengan spontan akan ada doa timbal balik untuk satu sama lain.

Saling Memperhatikan dan Menggembalakan

Ketika saudara saudari bersekutu dan berdoa bersama, akan timbul saling memperhatikan dan menggembalakan.

Saling Mengajukan Pertanyaan untuk Belajar dan Mengajar Kebenaran serta Saling Mengajukan Pertanyaan untuk Menuntut dan Memberi Pengarahan dalam Pertumbuhan Hayat

Ada orang mungkin bertanya dalam sidang, "Apa artinya memikul salib?" Di antara tujuh atau delapan orang yang hadir, setiap orang bisa mengatakan sedikit. Seorang saudara mungkin berkata, "Salib adalah alat untuk eksekusi (hukuman mati) penjahat yang paling jahat pada jaman Kekaisaran Romawi." Yang lain mungkin berkata, "Ketika Tuhan Yesus disalibkan di kayu salib, kita semua disalibkan bersama Dia. Maka, kita harus tetap tinggal di dalam kematianNya, dan tidak seharusnya turun dari salib. Inilah arti dari memikul salib." Pembicaraan seperti ini membuat setiap orang bisa belajar kebenaran.

Menasihati dan Menghibur Kaum Saleh seperti seorang Ayah,

Mengajarkan Semua Ketetapan Allah kepada Kaum Saleh

Dalam Kisah Para Rasul 20:20 Paulus berkata, "Aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu". "Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud (ketetapan) Allah kepadamu" (ayat 27). "Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata" (ayat 31).

Dalam Segala Hikmat, Mempersembahkan Kaum Saleh dalam Kristus

dalam Keadaan Dewasa kepada Allah

"Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk mempersembahkan tiap-tiap orang dalam keadaan dewasa dalam Kristus" (Kolose 1:28). Paulus tidak hanya berharap kaum saleh bisa bertumbuh dalam hayat, dia juga menasihati dan mengajar setiap orang, supaya mereka bisa dipersembahkan dalam Kristus dalam keadaan dewasa kepada Allah.

Merperlengkapi dan Menyuplai Kaum Saleh untuk Melakukan Pekerjaan Ministri Perjanjian Baru, yaitu Membangun Tubuh Kristus yang Organik

Anda sekalian harus belajar mengajar kaum saleh. Maksudnya bukan mengajar mereka dalam sidang, melainkan mengajar mereka satu per satu di rumah-rumah selama Anda menjenguk mereka. Ajaran semacam ini memerlukan waktu yang cukup banyak. Mungkin Anda bisa memilih beberapa saudara saudari yang lebih mudah untuk Anda bimbing. Jika Anda memperlengkapi dua orang setiap minggu, dalam setengah tahun Anda akan dapat memperlengkapi beberapa orang. Dalam kelompok Anda, beberapa orang akan menjadi cakap, dan orang lain akan menyusul dan belajar. Dengan demikian, suatu dasar yang baik akan bisa diletakkan. Saya sudah melihat dengan jelas, bahwa keberhasilan jalan baru tergantung pada orang-orang yang mau, yang belajar lebih dulu, dan setelah itu mengemban beban untuk mengajar orang lain.

Dalam hal ini, para sekerja sepenuh waktu memikul tanggung jawab yang besar. Mereka tidak seharusnya mengajar dalam sidang saja, tetapi mereka harus pergi ke rumah-rumah kaum saleh dan mengajar mereka seorang demi seorang secara lisan.

Mengutus Kaum Saleh Pergi Memberitakan Injil dengan Mengunjungi Orang, Merawat dan Memperhatikan Orang yang Baru, membingbing Kaum Imani Menghadiri Sidang Kelompok, Membimbing Kaum Imani Menghadiri Sidang Gereja yang Lebih Besar.

Orang-orang yang kita perhatikan dalam kelompok kecil, harus mampu melakukan apa yang kita lakukan. Sidang kelompok semacam ini pasti akan meningkat jumlahnya. Bila jumlah yang hadir meningkat, kita dapat membagi kelompok itu. Sidang kelompok adalah bagian utama dari praktik hidup gereja. Dengan kata lain, hidup gereja yang praktis berada dalam kelompok. Anda boleh mengatakan, bahwa sidang kelompok hampir sama dengan hidup gereja. Kelompok memiliki kesanggupan untuk memperlengkapi orang, membantu mereka mengenal kebenaran, bertumbuh dalam hayat, dan berfungsi secara organik. Dengan demikian, mereka juga akan mampu melakukan apa yang kita mampu lakukan. Inilah hidup gereja.

MENGHADIRI SIDANG-SIDANG GEREJA YANG PENUH DENGAN SALING BERBICARA DAN SALING MENDENGAR

Sidang-sidang dengan keadaan saling berbicara dan saling mendengar adalah sidang berbicara bagi Tuhan. Gereja di Taipei kini mempraktikkan hal ini dalam sidang-sidang wilayah. Dalam sidang semacam itu, setiap orang memiliki sesuatu untuk disuplaikan. Selain itu, semua pembicaraan dalam sidang adalah untuk membangun kaum saleh dan gereja. Pembicaraan Anda adalah berbicara bagi Tuhan dan membicarakan kekayaan Tuhan. Selanjutnya, Anda harus membicarakan Tuhan sampai masuk ke dalam orang. Maka, kita perlu menyuplai orang lain sepenuhnya dengan kekayaan Kristus.

Merupakan tujuan Fungsi Imam Injil Perjanjian Baru

Bila kaum saleh diperlengkapi sehingga bertumbuh untuk mencapai kematangan, terbina dalam kebenaran, dan memiliki pengalaman dalam hayat, mereka akan mampu berbicara bagi Tuhan Dengan demikian, Kristus akan disuplaikan kepada semua anggotaNya, dan gereja akan terbangun secara organik. Pemberitaan Injil oleh imam Injil untuk mendapatkan orang dosa guna dipersembahkan kepada Allah, perawatan orang-orang yang baru beroleh selamat, pembimbingan mereka untuk bertumbuh dalam hayat, dan mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup kepada Allah, penyempurnaan kaum saleh dengan mengajar mereka dalam segala hikmat, dan mempersembahkan mereka dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah, semuanya dilakukan untuk satu sasaran ini.

Merupakan Penggenapan Fungsi Imam Injil Perjanjian Baru

Kita berbicara adalah berbicara untuk Tuhan guna membangun gereja. Ini adalah karunia yang utama di antara semua karunia dalam Perjanjian Baru yang harus didambakan dengan sungguh-sungguh oleh kaum saleh yang mengingingkan karunia rohani. Inilah yang dapat dan seharusnya dilakukan oleh setiap orang imani.

Saudara saudari yang kekasih, inilah ayat-ayat penting mengenai jalan baru, jalan yang ditetapkan oleh Tuhan, yang diwahyukan dalam Alkitab, dan kita temukan melalui penelitian kita selama empat setengah tahun ini. Saya telah menyajikannya kepada Anda untuk memberikan gambaran yang menyeluruh. Karena Anda sekalian mengasihi Tuhan, saya harap Anda mau meluangkan waktu untuk menuntut dan mempelajari hal-hal ini. Lambat atau cepat, Tuhan akan memulihkan jalan baru, karena ini adalah firman yang diucapkan oleh Tuhan sendiri dalam Alkitab. Pada jaman akhir ini, saya percaya Tuhan akan melakukan hal ini. Jika kita malas dan kendor, kita mungkin memperlambat pekerjaan Tuhan, tetapi Tuhan tidak akan bisa selama-lamanya diperlambat oleh manusia. Lambat atau cepat, Dia akan mendapatkan sekelompok orang yang mempraktikkan jalan baru sehingga kehendakNya bisa tergenap, agar gereja terbangun dan mempelai perempuan Kristus bisa dipersiapkan sepenuhnya.

Camkanlah perkara ini dalam benak Anda. Mulai hari ini, para penatua dan sekerja harus memikul beban berat ini. Anda tidak seharusnya mengajar dalam sidang saja, melainkan mengajar orang satu demi satu dalam setiap rumah. Rahasia dari sidang tiga tingkat ini -- sidang rumahan, sidang kelompok, dan sidang wilayah -- terletak pada kemauan Anda untuk belajar mengajar. Ijinkan saya mengulangi: jalan ini mutlak tepat. Jika Anda dan saya setia dan rajin, jalan ini akan berhasil di antara kita. Saya percaya jalan ini pasti berhasil.