← Daftar isi Roh Manusia · bab 17/21

IMAM INJIL PERJANJIAN BARU

Pembacaan Alkitab:

Matius 3:1-6; Kisah Para Rasul 9:32; I Timotius 1:16;

Roma 15:16; 12:1-2; Kolose 1:28-29; Wahyu 1:5b-6; 5:9-10;

I Petrus 2:9,5; Lukas 10:1-6; Yohanes 15:16

GARIS BESAR

I. Peralihan dari imam Perjanjian Lama kepada imam Perjanjian Baru:

A. Peralihan dalam Yohanes Pembaptis:

1. Walaupun dia dapat dianggap imam terakhir dari Perjanjian Lama, dia menolak jabatan imam itu dan berpaling -- Matius 3:1-4.

2. Dia berpaling menjadi imam Injil pertama dalam Perjanjian Baru:

a. Dia tidak mempersembahkan lembu dan kambing domba sebagai korban.

b. Dia mempersembahkan orang dosa yang bertobat yang didapatnya sebagai korban -- Matius 3:5-6.

B. Diteruskan melalui rasul-rasul dan setiap orang imani:

1. Para rasul memimpin dengan menjadi imam Injil Perjanjian Baru, menyebar-luaskan Injil -- Kisah Para Rasul 9:32.

2. Rasul Paulus sebagai teladan -- I Timotius 1:16:

a. Dia adalah seorang imam Injil Perjanjian Baru, memberitakan Injil untuk menyelamatkan orang dan mempersembahkan mereka sebagai korban kepada Allah -- Roma 15:16.

b. Dia memimpin kaum imani di bawah rawatannya untuk mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup -- Roma 12:1-2.

c. Dia mempersembahkan kaum saleh yang disempurnakan dengan segala hikmat, bertumbuh dewasa di dalam Kristus kepada Allah -- Kolose 1:28-29.

3. Semua orang imani menjadi bagian imamat Injil Perjanjian Baru Allah -- Wahyu 1:5b-6; 5:9-10:

a. Adalah imamat yang universal, bukan imamat bagi sedikit orang.

b. Untuk memberitakan Injil, menyebarkan keindahan/kebajikan keselamatan Allah, menyelamatkan orang untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban rohani -- I Petrus 2:9,5.

II. Cara Imam Injil Perjanjian Baru menunaikan tugasnya:

A. Setiap orang imani yang menjadi imam Injil Perjanjian Baru, harus memberitakan Injil secara pribadi dengan menjenguk orang melalui mengetuk pintu (dari rumah ke rumah), menyelamatkan orang dosa, dan mempersembahkan mereka sebagai korban kepada Allah -- Lukas 10:1-6.

B. Sebagai ranting pokok anggur, diutus untuk menghasilkan buah, ini menjadi satu pekerjaan yang tidak dapat digantikan dengan jerih lelah orang lain -- Yohanes 15:16.

C. Sebagai jalan yang ditetapkan Allah dan yang diwahyukan dalam Alkitab:

1. Untuk menjadi imam Injil Perjanjian Baru Allah, seseorang harus secara pribadi menyelamatkan orang dosa dan mempersembahkan mereka kepada Allah.

2. Untuk menjadi sebatang ranting dalam Tuhan, seseorang harus secara pribadi menghasilkan buah bagi Allah..

Dalam berita ini kita akan membahas "imam Injil Perjanjian Baru". Istilah "imam Injil" sudah ada dalam Alkitab berbahasa Mandarin lebih dari seratus tahun, namun tidak diperhatikan oleh pelajar Alkitab. Secara pribadi saya telah membaca Alkitab selama lebih dari enam puluh tahun. Saya pun tidak memperhatikan istilah ini sebelumnya. Saya sudah mendengar banyak orang memberitakan dan telah membaca banyak buku rohani, tetapi saya tidak pernah mendengar atau memperhatikan istilah ini. Baru pada bulan Maret tahun 1989, ketika saya bersekutu dengan para penatua di Taipei, Roh Kudus menerangi saya sehingga saya nampak apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 15:16 mengenai menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa, melayani sebagai imam Injil Allah.

PERALIHAN DARI IMAM PERJANJIAN LAMA

KEPADA IMAM PERJANJIAN BARU

Imam dalam Perjanjian Baru adalah imam Injil. Imam Perjanjian Lama terutama terbatas pada keluarga Harun, yaitu bagi Harun dan anak-anaknya. Tetapi imam Perjanjian Baru tidak terbatas pada satu keluarga, malahan imamat ini diemban oleh jutaan orang kudus yang beroleh selamat. Wahyu 5 mengatakan, "Karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa, dan menjadikan mereka suatu kerajaan dan imam bagi Allah kita" (ayat 9-10). Satu Petrus 2 juga mengatakan, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani" (ayat 9). Karena imam membentuk imamat, maka hal ini tidak lagi menjadi tanggung jawab sedikit orang, melainkan setiap orang tercakup dalam tanggung jawab ini; mereka menjadilah suatu imamat. Jumlah orang yang beroleh selamat jauh lebih besar daripada jumlah orang Israel dalam Perjanjian Lama, apa lagi pada waktu itu imam dibatasi hanya pada kaum pria. Dalam Perjanjian Baru, semua orang yang beroleh selamat, baik pria maupun wanita, tua atau muda, adalah imam-imam. Karena jumlahnya begitu besar, mereka pun menjadilah imamat.

Yang dilakukan imam-imam dalam imamat mereka adalah mempersembahkan korban kepada Allah. Dalam Perjanjian Lama, ada lima korban utama: korban bakaran, korban sajian, korban pendamaian, korban penghapus dosa, dan korban penebus salah. Dalam Perjanjian Baru, menurut Ibrani pasal 13, korban yang dipersembahkan oleh kaum imani Perjanjian Baru meliputi korban yang berupa pujian, korban yang berupa pekerjaan yang baik, dan korban yang berupa benda atau barang. Korban-korban itu sangat menyenangkan hati Allah. Selama dua puluh tahun ini, saya sudah menyampaikan berita-berita di Amerika mengenai imam Perjanjian Baru mempersembahkan korban kepada Allah. Saya menunjukkan bahwa hal itu berarti kita mempersembahkan Kristus yang kita nikmati dalam banyak aspek sebagai korban kepada Allah dengan membawanya ke dalam sidang. Dengan kata lain, korban yang dipersembahkan kepada Allah oleh imam Perjanjian Baru adalah Kristus yang dipersembahkan, yaitu Kristus yang kita alami, kita bawa dan kita persembahkan kepada Allah.

Dalam bulan yang lalu, Tuhan telah menunjukkan kepada kita, bahwa terang mengenai imam Injil tidaklah kecil. Ini adalah satu perkara besar dalam kebenaran. Para penelaah Alkitab dari abad ke abad telah nampak sedikit mengenai perkara ini. Sebenarnya, sejak abad pertama, ketika Paulus menulis surat Ibrani, khususnya dalam pasal 9 dan 10, dia sudah menguraikan kitab Imamat. Setelah jaman Paulus berlalu, dalam setiap jaman selalu ada orang yang menelaah Alkitab. Alkitab ini telah melewati penelaahan selama seribu sembilan ratus tahun. Hari ini, kita berdiri pada bahu para penelaah itu. Puji Tuhan, hari ini wahyu mengenai imam Injil sampai kepada kita. Kita dapat mengatakan, bahwa kita telah mewarisi dari masa lalu, dan kita membuka jalan untuk masa yang akan datang.

Peralihan dalam Yohanes Pembaptis

Kita nampak dengan jelas dalam Yohanes Pembaptis, bahwa yang kita persembahkan adalah manusia yang bertobat. Kita juga nampak hal ini dengan jelas dalam diri rasul Paulus, bahwa korban yang dipersembahkannya adalah orang dosa yang beroleh selamat. Kita semua tahu, Alkitab terbagi atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kebanyakan dari yang tercatat dalam Alkitab adalah tentang pelayanan umat Allah kepada Allah. Alkitab mengatakan, bahwa kita diciptakan, dipilih, dan ditebus oleh Allah. Kita juga dilahirkan ulang, dan diubah oleh Allah. Tujuan Allah membawa manusia melalui segala proses ini adalah agar manusia dapat melayani Dia. Jadi baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberitahu kita, bahwa tugas manusia adalah melayani Allah. Manusia harus menjadi imam. Dalam kedua Perjanjian itu, umat Allah adalah imam. Perbedaan di antara kedua Perjanjian itu terletak pada korban yang dipersembahkan oleh imam dalam kedua jaman itu.

Peralihan imamat dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru terjadi pada Yohanes Pembaptis. Menurut catatan Lukas pasal 1, Yohanes berasal dari keluarga imam Perjanjian Lama. Ayahnya sudah tua dan tidak punya anak. Suami istri itu berdoa kepada Allah, dan Allah menjawab doa mereka. Seorang putra diberikan kepada mereka, yakni Yohanes Pembaptis. Dilihat dari jabatannya, Yohanes sudah menjadi imam sejak ia dilahirkan. Ia bukan hanya seorang imam yang lahir dalam keluarga imam, dia pun imam sejati yang lahir melalui kuasa Allah. Imam Perjanjian Lama terakhir yang terhitung dalam pandangan Allah adalah Zakharia. Secara luaran, Yohanes dilahirkan dalam keluarga imam. Karena terlahir sebagai imam Perjanjian Lama, seharusnya dia tinggal di rumah imam, berjalan keluar masuk bait suci. Dia seharusnya makan persembahan untuk imam dan mengenakan pakaian imam. Tetapi cukup aneh, Yohanes pergi ke padang gurun untuk memberitakan pertobatan. Dia menolak keluarga imam, berpaling dari bait suci, bahkan tidak mau menyembelih lembu dan kambing domba untuk dijadikan korban. Dia menolak segala hal yang dilakukan imam Perjanjian Lama.

Dia tidak mengenakan pakaian imam, melainkan mengenakan jubah dari bulu unta. Dia tidak makan korban persembahan, melainkan makan belalang dan madu hutan. Dia tidak hidup di dalam bait suci, melainkan tinggal di padang gurun. Jalannya sepenuhnya bebas dari tradisi imam Perjanjian Lama. Dia berpakaian tanpa aturan, makan tanpa aturan, hidup tanpa aturan, dan bahkan memberitakan tanpa aturan. Kepada orang-orang yang datang kepadanya untuk dibaptis, dia berkata, "Hai kamu, keturunan ular beludak, siapakah yang bisa melepaskan kamu dari murka yang akan datang?" Dia berteriak di padang gurun, "Bertobatlah!" Setelah orang-orang bertobat, dia membaptis mereka ke dalam air. Semua yang dilakukan Yohanes sepenuhnya terlepas dari latar belakang kebudayaan dan agama yang manapun. Dia menolak mentah-mentah imamat Perjanjian Lama. Dia berpaling dari yang lama kepada yang baru. Melalui perpalingan semacam itu, dia dibawa masuk ke dalam fungsi imam Injil pertama dalam Perjanjian Baru.

Ketika Yohanes berpaling untuk menjadi imam Injil pertama Allah dalam Perjanjian Baru, dia tidak mempersembahkan lembu dan kambing domba sebagai korban. Sebaliknya, dia mempersembahkan orang dosa yang bertobat sebagai korban. Dia tidak mempersembahkan lembu yang individual, melainkan dia mempersembahkan jiwa-jiwa yang beroleh selamat satu per satu. Dia mengganti lembu dan kambing domba dengan manusia.

Semua orang imani setelah Yohanes Pembaptis, termasuk Petrus, Yakobus, Yohanes, dan tiga ribu serta lima ribu orang yang ditambahkan pada saat Pentakosta, adalah imam-imam Injil. Setiap orang di antara mereka mempersembahkan orang dosa sebagai korban. Rasul kelompok pertama yang diangkat oleh Tuhan adalah imam-imam Injil kelompok pertama. Setelah mereka, yang paling menonjol adalah rasul Paulus. Dalam Roma 15 dia berkata, bahwa dia adalah "pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa, melayani sebagai imam Injil Allah, agar persembahan bangsa-bangsa diperkenan, setelah dikuduskan dalam Roh Kudus" (ayat 16). Paulus menyelamatkan orang dosa dari bangsa bukan Yahudi satu per satu, dan mempersembahkan mereka kepada Allah. Ini adalah langkah pertama.

Diteruskan oleh Rasul-rasul dan Setiap Orang Imani

Langkah kedua bagi Paulus adalah bersidang di rumah orang-orang yang baru beroleh selamat. Kita dapat nampak hal ini dari kitab Roma. Pertama dalam pasal 1, Paulus berbicara tentang isi Injil. Sesudah itu, dalam pasal 2 dan 3, ada permulaan Injil bagi sidang-sidang rumahan. Selanjutnya, dari pasal 4 sampai pasal 11, dia membicarakan tingkah laku orang imani di dalam Kristus. Ini mungkin merupakan berita bagi sidang kelompok dari kaum saleh di satu tempat. Lalu, dalam pasal 12, ayat 4 dan 5, dia berkata, "Sebagaimana dalam satu tubuh terdapat banyak anggota, dan semua anggota itu memiliki fungsi yang tidak sama, demikian pula kita adalah satu Tubuh di dalam Kristus, dan satu sama lain merupakan anggota." Bisa jadi ini merupakan perkembangan dari sidang kelompok ke sidang wilayah. Di sini Paulus menganjuri kaum saleh untuk berbicara dalam sidang-sidang. Dia berkata, "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat (berbicara bagi Tuhan) baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita" (ayat 6).

Paulus tidak membahas berbicara bagi Tuhan dalam pasal 1. Dalam pasal 1, dia mengatakan, bahwa semua orang sudah berbuat dosa dan memerlukan Injil. Dalam pasal 2, dia mengatakan, bahwa orang Yahudi sudah berdosa. Dalam pasal 3, dia mengatakan, bahwa semua orang sudah berdosa dan kekurangan kemuliaan Allah (ayat 23). Dalam pasal 4, dia mengatakan tentang sunat. Dalam pasal 5, dia mengatakan tentang perbedaan warisan dalam Adam dengan warisan dalam Kristus. Dari satu pasal ke pasal lain, dia terus memberikan uraian dan mengajar kaum imani Roma. Sampai pasal 12, dia menyebutkan berbicara bagi Tuhan. Kita dapat mengatakan, bahwa Paulus mengawali surat Roma dengan pemberitaan Injil, dilanjutkan dengan sidang rumahan, lalu sidang kelompok, dan akhirnya ditutup dengan sidang wilayah. Dia membantu orang-orang yang diajarinya untuk berbicara dalam sidang.

Seakan-akan Paulus berkata, "Dulu saya membawakan Anda Injil keselamatan, dan mempersembahkan Anda sebagai korban. Kini Anda sudah dirawat dan telah bertumbuh melalui sidang rumahan. Anda pun telah menghadiri sidang-sidang kelompok dan telah disempurnakan di dalamnya. Kini Anda harus berbicara di dalam sidang-sidang, mempersembahkan diri Anda sebagai persembahan yang hidup." Paulus membimbing kaum imani di bawah rawatannya untuk mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup. Dia juga mempersembahkan kaum saleh yang sudah disempurnakan itu kepada Allah, dalam keadaan dewasa di dalam Kristus dalam segala hikmat. "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, supaya kami dapat mempersembahkan tiap-tiap orang dalam keadaan dewasa di dalam Kristus; untuk itulah aku berjerih lelah dan berjuang menurut operasiNya (pekerjaanNya) yang bekerja di dalam aku dengan kuasa" (Kolose 1:28-29).

Semua Orang Imani Menjadi Bagian Imamat Injil Perjanjian Baru Allah

Efesus 4 memberitahu kita, bahwa Paulus menghendaki semua orang kudus mencapai kedewasaan (ayat 13). Dia menghendaki semua orang kudus disempurnakan dan mampu melakukan pekerjaan ministri itu, untuk pembangunan Tubuh Kristus. Ini adalah tiga langkah pekerjaan Paulus sebagai imam Injil. Pertama, dia memberitakan Injil untuk menyelamatkan dan mendapatkan orang dosa. Kedua, dia menyempurnakan orang-orang yang baru beroleh selamat, agar mereka mau mempersembahkan diri mereka. Ketiga, dia menasihati dan mengajar dalam segala hikmat sampai kaum imani menjadi matang di dalam Kristus, kemudian dia mempersembahkan mereka dalam keadaan dewasa. Untuk itulah dia berjerih lelah.

Paulus tidak mengatakan bahwa, dia bekerja untuk hal itu, melainkan dia mengatakan, dia berjerih lelah untuk hal itu. Kita tidak cukup sekadar bekerja. Kita juga harus berjerih lelah, bergumul dan berjuang sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakanNya di dalam kita. Perjuangan kita bukan tergantung pada kekuatan kita sendiri, melainkan sesuai dengan pekerjaan Dia yang bekerja di dalam kita. Kita semua mengalami, tidak peduli betapa lelah dan putus asanya kita, setelah kita berlutut berdoa selama beberapa menit, kita merasakan suatu kekuatan yang besar bekerja di dalam kita. Ini serupa dengan yang digambarkan Paulus dalam Kolose 1:27. Dalam ayat itu dia mengatakan, Kristus di dalam kita adalah pengharapan yang mulia. Kristus yang menjadi hayat dan pribadi dalam roh Paulus adalah sarana jerih lelah Paulus. Melalui pekerjaan kuasa itulah dia berjerih lelah, berjuang dan bergumul, menasihati setiap orang dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat, untuk mempersembahkan setiap orang dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah. Inilah yang kita nanti-nantikan.

Sejak tahun 1984, saya datang ke Taiwan dua kali setahun. Yang hendak saya lihat adalah Anda bisa dipersembahkan dalam keadaan dewasa. Kini kita tidaklah begitu buruk dalam melaksanakan langkah pertama, yaitu membawa orang-orang beroleh selamat. Langkah kedua, yaitu menyempurnakan orang melalui sidang rumahan, sidang kelompok, dan sidang wilayah, masih jauh dari yang kita harapkan. Kita seperti murid-murid yang belajar dengan rajin, tetapi masih belum lulus. Sejak jalan baru diperkenalkan empat tahun yang lalu, ribuan saudara saudari di Taipei telah melaksanakan sidang kelompok dengan positif. Karena kita berada dalam laboratorium, kita terus-menerus mengubah jalan pelaksanaannya. Saya juga tahu, sebagian orang belum bisa menerima hal ini. Ketahuilah, Perjanjian Lama menganjuri kita untuk tidak menjadi roti yang tidak dibalik. Dalam semua perubahan ini, Anda telah berpaling. Hari ini Anda bukan lagi roti yang tidak dibalik. Kini roh Anda dalam sidang jauh berbeda dibandingkan dengan empat tahun yang lalu. Ketika saya mendengar nyanyian dan pembicaraan Anda, saya tahu bahwa roh Anda telah menjadi lebih baik. Tetapi kita harus maju sampai tahap yang digambarkan Paulus, tahap manusia batiniah kita diperbarui dari sehari ke sehari.

JALAN BAGI IMAM INJIL PERJANJIAN BARU MENUNAIKAN TUGASNYA

Paulus adalah teladan bagi setiap orang di antara kita. Dia membawa Injil dan mengunjungi orang-orang dosa dari rumah ke rumah, menganjuri mereka menerima Injil. Begitu satu orang dosa menerima Injil, para malaikat di hadapan Allah menyanyi gempita memenuhi sorga. Dalam catatan Lukas 15, Tuhan Yesus berkata, ada seratus ekor domba, dan yang seekor hilang. Ketika gembala itu menemukan domba yang hilang, dia memanggil teman-temannya dan tetangganya untuk bersukacita bersamanya (ayat 6). Tuhan Yesus juga menyebutkan perumpamaan seorang perempuan yang kehilangan dinarnya. Perempuan itu menyalakan pelita, menyapu rumahnya dan mencari dengan cermat, sampai dia menemukan uangnya. Ketika dia menemukannya, dia memanggil teman-temannya dan tetangga-tetangganya dan berkata, "Bersukacitalah bersama aku" (ayat 8-9). Maka, kita harus tahu, bahwa membawa orang dosa beroleh selamat bukanlah satu perkara kecil. Ini adalah perkara yang sangat besar. Kita harus memperhatikan perkara ini dengan serius. Setiap orang harus membawa orang lain beroleh selamat. Ini adalah menunaikan tugas imam Injil.

Membawa orang beroleh selamat hanya membawa kita melewati Roma pasal 4. Kita tidak bisa berhenti di sana; kita harus maju terus. Sampai Roma pasal 12, orang-orang yang baru beroleh selamat tidak hanya mengadakan sidang rumahan, mereka juga diperlengkapi dalam sidang kelompok. Kemudian mereka harus maju lagi untuk berbicara dalam sidang. Ini tidak mudah dilaksanakan. Maka, kita perlu berjerih lelah. Kita harus berjuang menurut operasi kuasa Kristus di batin kita sampai kaum saleh dapat dipersembahkan dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah. Kita harus mencapai tahap ini dulu, baru tugas imam Injil Perjanjian Baru dapat dianggap rampung. Ketika kita menyempurnakan orang lain secara demikian, orang yang kita sempurnakan itu akan menyempurnakan orang lain lagi. Kemudian orang yang disempurnakan itu akan pergi mengunjungi orang dari rumah ke rumah, mengadakan sidang rumahan di rumah orang-orang yang baru beroleh selamat, dan juga akan mengajak orang menghadiri sidang kelompok dan berbicara dalam sidang wilayah.

Dengan demikian, apa yang telah Anda lakukan atas diri orang lain dalam hal menyempurnakan, sepenuhnya mereka terapkan atas diri orang-orang baru yang lebih banyak lagi. Orang-orang akan dibawa kembali ke dalam kawanan dan akan dipersembahkan dalam keadaan dewasa di dalam Kristus kepada Allah. Setiap orang akan menjadi imam Injil. Dalam gereja tidak ada pendeta atau pengkhotbah, tidak ada pula tokoh rohani raksasa. Kita semua adalah orang imani biasa, tetapi kita semua adalah imam Injil. Setiap orang pergi dari rumah ke rumah, dan setiap orang membawa orang dosa sebagai korban persembahan. Selanjutnya, kita harus membacakan kepada mereka Roma pasal 1 sampai 4. Perlahan-lahan, bila mereka sudah mantap, kita harus membawa mereka ke sidang kelompok dan membantu mereka mengalami pasal 8, berjalan (hidup) di dalam roh dalam segala perkara (ayat 5). Dengan demikian, mereka akan memberi syarat mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup untuk melayani Allah. Praktik jalan baru adalah membuat setiap orang menjadi imam Injil. Dalam jalan lama, hanya sedikit orang yang menjadi imam, kaum imani biasa bukanlah imam dalam hidup mereka sehari-hari. Mereka hanya pergi bila ada sidang Injil dan mengajak orang mendengarkan Injil.

Setiap Orang Imani Perjanjian Baru Perlu Mengunjungi Orang Memberitakan Injil Secara Pribadi. Hari ini saya hanya mempunyai satu beban, yaitu memberitahu Anda bahwa Anda harus menjadi imam Injil. Yang harus melakukannya bukan hanya saudara, saudari pun harus melakukannya. Bahkan saudari-saudari muda juga harus melakukannya. Tidak ada pendeta di tengah-tengah kita, juga tidak ada pengkhotbah. Kita hanya memiliki semua orang saleh melayani sebagai imam Injil, membawa orang dosa. Hal ini tidak dapat diganti dengan uang sebanyak apapun. Tidak ada jalan lain untuk merampungkan hal ini selain dengan mengunjungi orang secara pribadi dari rumah ke rumah. Kita harus berani memberitakan Injil dengan lantang. Entah Anda sudah terlatih atau belum, Anda adalah imam Injil, dan Anda harus memberitakan Injil kepada orang lain. Inilah imamat universal. Ini bukanlah imamat beberapa orang saja. Jangan takut dan merasa Anda tidak dapat memberitakan, dan jangan mengatakan, bahwa Anda tidak bisa memberitakan. Anda tidak bisa memberitakan adalah karena Anda tidak memberitakan, dan Anda takut memberitakan juga karena Anda tidak memberitakan. Semakin sering Anda memberitakan, Anda akan semakin mahir memberitakan.

Alkitab menyatakan, bahwa setiap orang imani yang beroleh selamat, harus menjadi imam Injil. Dulu, kita terpengaruh oleh kekristenan, hanya bersandar pada penginjil-penginjil yang berkarunia, sedangkan kita sendiri hanya berdiri di pinggir untuk membantu menunjukkan tempat duduk, mencatat nama, dan melakukan pelayanan orang Lewi lainnya; kita tidak menunaikan tugas sebagai imam Injil. Jalan itu adalah pelanggaran terhadap Allah. Sejak saat ini, saya harap kelima ribu orang yang biasa hadir dalam sidang gereja di Taipei semuanya adalah imam Injil. Tidak perlu berkumpul di balai sidang untuk memberitakan. Anda dapat membawa Alkitab dan pergi memberitakan sendiri. Anda juga dapat mengajak satu atau dua teman untuk menyertai Anda. Anda harus mengetuki pintu dari ratusan ribu rumah di Taipei untuk mengabarkan Injil yang mustika ini kepada orang-orang.

Sembilan belas abad yang lalu, Paulus tidak memiliki sarana angkutan yang memadai, namun dia bepergian dengan perahu (kapal) menyeberangi laut, mengadakan perjalanan yang panjang jauh dari rumah, dan membayar harga untuk menyampaikan Injil. Kisah Para Rasul pasal 16 memberitahu kita, ketika Paulus di Filipi, tidak ada orang saleh yang menyambut dia. Tidak ada gereja yang menerima dia. Dia tidak mengenal seorangpun di sana. Yang dilakukannya adalah pergi ke luar kota ke tepi sungai pada hari Sabat. Di sana ada tempat untuk berdoa. Kemudian dia duduk dan berbicara dengan perempuan-perempuan yang berkumpul di sana. Salah satunya adalah perempuan yang bernama Lidia, yang menjual kain ungu. Lidia dan seluruh keluarganya beroleh selamat dan dibaptis. Kemudian dia meminta Paulus untuk tinggal di rumahnya (ayat 13-15). Itulah cara Paulus memulai pemberitaan Injilnya di Filipi. Di rumah Lidia, diadakan sidang rumahan, dan gereja di Filipi timbul secara demikian. Yang dilakukan Paulus adalah teladan bagi semua orang imani. Kita semua harus belajar dari Paulus. Yang dilakukannya adalah yang seharusnya kita lakukan. Kita harus seperti dia.

Seperti Ranting Pokok Anggur, Diutus untuk Menghasilkan Buah,

Tidak Bisa Digantikan oleh Orang Lain

Dalam Kisah Para Rasul 20, Paulus berlayar ke Miletus. Di sana dia mengirim surat kepada para penatua di Efesus dan mengatakan kepada mereka, bahwa dia "tidak berlambat-lambat dalam menyatakan kepada kamu segala perkara yang berguna, dan mengajar kamu secara terbuka dan dari rumah ke rumah . . . selama tiga tahun, siang dan malam, aku tidak berhenti menasihati setiap orang sambil mengucurkan air mata" (ayat 20,31). Begitulah cara Paulus berjerih lelah, berjuang dan bergumul untuk menyempurnakan kaum imani di Efesus. Kita sudah 40 tahun di Taiwan. Jika kita sudah berjerih lelah seperti Paulus, berjuang dan bergumul untuk menyempurnakan orang kudus, Taiwan sudah terinjili sejak dulu. Kita tidak melakukan hal itu karena kita sudah dirusak oleh sistem lama. Kini kita harus kembali kepada cara yang Alkitabiah. Setiap orang adalah imam Injil Perjanjian Baru. Kita tidak perlu lagi bergantung pada siapapun. Kita semua dapat memberitakan Injil, membawa orang beroleh selamat, dan mempersembahkan orang dosa sebagai korban kepada Allah. Kemudian mengadakan sidang rumahan di rumah-rumah orang yang baru beroleh selamat. Setelah mereka mantap, bawalah mereka ke sidang kelompok dan ajari mereka kebenaran. Rawatlah mereka, sempurnakanlah mereka dan bimbinglah mereka sampai mereka dapat mempersembahkan diri sebagai korban persembahan yang hidup kepada Allah dan bisa berbicara satu per satu di dalam sidang. Terakhir, apa saja yang dapat Anda lakukan, mereka pun dapat melakukannya. Kita harus memohon Tuhan memberi kita kasih karunia, supaya kita dapat menghasilkan sedikit-dikitnya satu buah tiap tahun untuk dipersembahkan kepada Allah.

Ini adalah Jalan yang Ditetapkan Allah dan Diwahyukan dalam Alkitab

Saya percaya, mulai hari ini, kita dapat melihat dengan jelas, bahwa setiap orang imani adalah imam Injil Perjanjian Baru dan harus memberitakan Injil secara pribadi dengan mengunjungi orang dari rumah ke rumah, supaya orang dosa dapat diselamatkan dan dapat dipersembahkan kepada Allah sebagai korban. Kita seperti ranting pada pokok anggur yang diutus oleh Tuhan untuk menghasilkan buah. Pekerjaan ini tidak dapat digantikan dengan jerih lelah orang lain. Ini ditetapkan oleh Allah, dan inilah jalan yang diwahyukan dalam Alkitab. Sebagai imam Injil, kita harus pergi dan memberitakan Injil. Entah kita mahir atau tidak, ini adalah nasib kita. Tidak ada orang yang akan memberitakan Injil bagi kita, atau menghasilkan buah bagi kita. Buah orang lain dicatat dalam rekening mereka sendiri.

Karena kita adalah ranting-ranting Tuhan, secara pribadi kita harus menghasilkan buah bagi Allah. Inilah tugas kita. Ini pula kemuliaan kita. Seperti yang dikatakan dalam I Petrus 2:9, kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, untuk memberitakan kebajikan Dia yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Jika kita berjerih lelah menurut Alkitab, berjuang dan bergumul seperti Paulus bagi Injil, mungkin ratusan ribu orang dosa akan beroleh selamat karena kita. Ini bukan perkara kecil. Ini akan merampungkan tujuan kekal Tuhan dan akan mewujudkan ekonomiNya di antara kita. Kiranya Tuhan merahmati kita, melepaskan kita dari jalan lama yang membunuh fungsi organik, dan membawa kita ke dalam jalan hayat yang memimpin kita keluar dari maut dan masuk ke dalam hidup.