← Daftar isi Roh Manusia · bab 16/21

EMPAT LANGKAH DALAM PEKERJAAN ORGANIK IMAM INJIL PERJANJIAN BARU

Pembacaan Alkitab:

I Korintus 4:15; Roma 15:16; Yohanes 21:15; I Tesalonika 2:7;

I Petrus 2:2; Roma 12:1; I Tesalonika 2:11; Efesus 4:12-13;

Kolose 1:28; I Korintus 14:23,3-5.

GARIS BESAR

I. Melahirkan -- dalam Kristus Yesus melahirkan orang lain melalui Injil dan mempersembahkan mereka sebagai korban kepada Allah -- I Korintus 4:15; Roma 15:16.

II. Merawat -- memberi makan domba-domba Tuhan seperti seorang pengasuh yang mengasuh anak-anaknya sendiri, membuat mereka bertumbuh melalui susu firman, dan membantu mereka mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup kepada Allah -- Yohanes 21:15; I Tesalonika 2:7; I Petrus 2:2; Roma 12:1.

III. Mengajar -- menasihati dan menghibur mereka seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya sendiri; menyempurnakan mereka bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai mereka semua mencapai kedewasaan, mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus; memperingati setiap orang dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat, dan mempersembahkan setiap orang dalam keadaan dewasa kepada Kristus -- I Tesalonika 2:11; Efesus 4:12-13; Kolose 1:28.

IV. Membangun -- jika seluruh gereja berkumpul di satu tempat, berbicara bagi Tuhan untuk membangun dan mendorong serta menghibur sehingga gereja mengalami pembangunan -- I Korintus 14:23,3-5.

Yang akan saya bicarakan kepada Anda pagi ini dapat dianggap sebagai inti sari dari berita-berita yang telah saya sampaikan kepada Anda pada bulan yang lalu.

BENAR DALAM TUJUAN DAN BENAR DALAM CARA

Saya hendak memulai secara demikian: selama dua ribu tahun terakhir ini, cara bersidang orang Kristen, cara memberitakan Injil, cara melayani Allah, dan cara bekerja bagi Allah telah menjadi pokok perdebatan terbesar dalam kekristenan. Banyak argumentasi dan perdebatan mengenai pokok ini. Sampai hari ini, tidak ada pemecahan yang pasti. Tetapi tidak peduli bagaimana keadaan perdebatan itu, hari ini ada empat hal pokok: 1) memberitakan Injil untuk menyelamatkan orang; 2) membina kaum imani baru, 3) menyempurnakan orang-orang yang lebih maju; 4) menyampaikan firman Tuhan.

Keempat hal itu tercatat di dalam Alkitab, tetapi jarang yang menemukan istilah organik yang berhubungan dengan hal-hal itu. Walaupun banyak orang yang telah membaca Alkitab dan banyak pula yang menemukan hal-hal itu, mereka melaksanakannya dengan menggunakan tradisi orang kafir dan cara duniawi. Mereka belum memasuki kedalaman wahyu Alkitab. Akibatnya, tentu saja mereka memakai jalan alamiah dan cara alamiah. Sebenarnya, jalan atau cara alamiah itu lebih mudah untuk diterima. Misalnya, dalam memberitakan Injil, cara alamiah kekristenan adalah mengadakan sidang pemberitaan Injil besar-besaran, dengan mengundang orang yang benar-benar trampil untuk berbicara. Inilah cara yang umum dipakai oleh masyarakat duniawi. Orang Kristen belum memasuki cara memberitakan (Injil) yang digambarkan dalam Alkitab, dan mereka juga tidak mempedulikannya. Bahkan walaupun mereka mengenal jalan ini, mereka tidak mampu menempuhnya. Yang mereka terapkan adalah cara-cara agamawi dan organisasional, yang bukan pekerjaan organik yang dibicarakan dalam Alkitab.

Pada hari Pentakosta, Petrus dan rasul-rasul memberitakan Injil dengan cara yang luar biasa. Hasilnya, tiga ribu orang beroleh selamat. Lingkungan bagi pemberitaan Injil mereka mutlak dipersiapkan oleh Roh Kudus, yang mengumpulkan manusia dari segala penjuru bumi. Ini berbeda dengan cara kekristenan hari ini. Pemberitaan Injil dalam kekristenan, seperti yang dilakukan oleh berbagai misi, menggunakan koran-koran duniawi, organisasi sosial, pergerakan politik, dan organisasi agamawi untuk merencanakan, mengatur dan mengerahkan manusia. Ini bukan hanya terjadi dalam pemberitaan Injil; dalam pembinaan kaum imani, penyempurnaan orang yang lebih maju, dan penguraian kebenaran Alkitab, diterapkan pula prinsip yang sama. Itu adalah cara organisasional, bukan praktik yang organik. Tetapi Alkitab mengajar kita bukan hanya supaya kita memberitakan firman yang murni dan kudus, tetapi juga mengajarkan, bahwa cara kita memberitakan harus kudus. Tujuannya harus benar, caranya juga harus benar.

JALAN YANG KELIRU BERTENTANGAN DENGAN EKONOMI ALLAH

Karena itu, dalam terang wahyu Alkitab, kita harus membahas sidang rumahan, sidang kelompok, dan berbicara dalam sidang wilayah yang telah dipraktikkan di antara kita setahun yang lalu. Kita harus memeriksa apakah hal-hal itu sudah dilaksanakan sesuai dengan jalan kudus yang diwahyukan Allah atau dilakukan menurut cara alamiah manusia. Walaupun hal-hal itu sendiri mungkin sama, akibatnya bisa jauh berbeda. Misalnya saja pemberitaan Injil. Mengadakan sidang besar dan mengundang pembicara terkenal untuk berkhotbah adalah cara alamiah. Walaupun orang dosa bisa beroleh selamat, dilihat dari pembangunan Tubuh Kristus, tidak banyak bantuan yang didapat. Sebaliknya, banyak kerusakan akan terjadi, karena praktik seperti itu membunuh fungsi imamat di antara kaum saleh dalam hal memberitakan Injil. Beberapa penginjil besar Amerika telah memberitakan Injil bertahun-tahun. Ribuan jiwa telah diselamatkan. Namun, akhirnya ministri imam Injil hampir-hampir terbatas pada tokoh-tokoh penginjil itu saja. Yang lain hanya seperti orang Lewi. Memang, Injil telah diberitakan dan jiwa-jiwa diselamatkan, tetapi Tubuh Kristus sama sekali tidak diperhatikan.

Di Amerika Serikat ada enam puluh juta orang Protestan. Paling sedikit, sepertiga dari jumlah itu telah beroleh selamat dan dilahirkan kembali. Itu berarti, ada dua puluh juta orang Kristen. Selama empat puluh tahun, jika mereka semua mempraktikkan apa yang kita nampak pada hari-hari ini, setiap orang akan disempurnakan, dan setiap orang akan melakukan tugasnya sebagai imam Injil Perjanjian Baru. Setiap orang dari mereka akan melakukan pekerjaan penginjil. Bahkan jika setiap orang hanya menyelamatkan satu orang setiap tahun, dalam satu tahun, dua puluh juta orang akan beroleh selamat. Dalam sepuluh tahun, dua ratus juta orang akan beroleh selamat, dan dalam empat puluh tahun, jumlahnya akan menggentarkan orang. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Hari ini, Injil disebarkan dengan tidak memadai, dan di mana-mana kita lihat kejahatan, kebobrokan, perzinahan, dan perkara-perkara lain yang gelap dan memalukan. Dari hal ini kita nampak, bahwa Injil memang diberitakan, tetapi caranya keliru. Cara yang keliru ini bertentangan dengan ekonomi Allah dan merusak administrasi Allah.

DENGAN CARA ORGANIK, BUKAN DENGAN CARA MENGHADIRI KEBAKTIAN

Saya mengatakan hal ini karena saya memiliki beban. Pada masa terakhir ini, Tuhan harus membawa anak-anakNya mutlak kembali ke Alkitab dalam perkara seperti bersidang, memberitakan Injil, melayani Allah, dan bekerja bagi Allah. Tegasnya, pemulihan Tuhan adalah memulihkan hal-hal itu. Pada saat ini, yang paling memprihatinkan saya adalah apakah dalam jalan baru ini, dengan mengadakan sidang rumahan dan sidang kelompok serta berbicara bagi Tuhan, kita sudah berjalan menurut jalan organik yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru? Menurut hasil pengkajian Alkitabku, sidang kelompok seharusnya meliputi lima hal pokok: persekutuan, doa syafaat, perawatan, pengajaran kebenaran, dan pemberian bantuan dalam pertumbuhan hayat. Isi setiap sidang kelompok seharusnya meliputi kelima hal itu. Segera setelah kita berkumpul, kita langsung bersekutu. Persekutuan ini akan menimbulkan keperluan akan doa syafaat, dan dari persekutuan dan doa syafaat itu, timbullah saling merawat, saling memperhatikan, dan saling menggembalakan. Sesudah itu, akan ada pelajaran dan pengajaran kebenaran, yang memberikan bantuan dalam hayat.

Selain itu, semuanya harus dilakukan secara organik dan spontan. Persekutuan satu sama lain harus terbuka dan spontan. Saling mendoakan juga harus tulus dan spontan, tidak boleh seperti kebaktian. Sidang yang organik seperti itu, dalam Ibrani 10:25 digambarkan seperti "pertemuan ibadah kita". Sidang seperti itu bagaikan perkumpulan keluarga, dengan persekutuan yang timbal balik dan spontan. Di dalamnya mungkin ada orang bertanya dan yang lain menjawab, ada pula saling mengajar dan saling belajar. Misalnya, mungkin ada yang bertanya tentang makna memikul salib. Di antara kurang lebih 10 orang dalam kelompok itu, mungkin ada yang mengatakan, bahwa salib adalah sarana yang mengerikan untuk menghukum mati narapidana yang paling jahat pada jaman Kekaisaran Romawi, dan Tuhan Yesus disalibkan di kayu salib seperti itu. Yang lain mungkin menjawab, menurut pengetahuannya, ketika Tuhan Yesus disalib, kita juga disalibkan bersamaNya. Setiap orang berbicara sedikit. Yang muda berbicara, yang tua akan berbicara. Entah seseorang sudah lama beroleh selamat atau baru beroleh selamat, dia dapat berbicara seperti semua orang lain. Setiap orang dapat menyumbangkan apa yang diketahuinya. Setelah itu, orang yang lebih berpengalaman mungkin mengatakan, bahwa memikul salib adalah tetap tinggal dalam kematian Kristus, sehingga diri kita, hayat alamiah kita, dan manusia lama kita diakhiri. Dalam beberapa menit saja, jawabannya sudah jelas. Inilah sidang kelompok yang kita inginkan.

Sidang seperti itu sesuai dengan jalan organik yang digambarkan dalam Alkitab. Ini jauh lebih baik daripada cara bersidang yang seperti seorang dosen memberi kuliah. Dalam kelompok, bila semua yang hadir berbicara timbal balik, dalam waktu satu tahun saja, semua orang akan belajar dan akan mampu berbicara. Akhirnya, akan timbul "tradisi akademik" di antara kita, dan hal itu dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Kelak, setiap orang yang bersidang bersama kita akan menjadi seorang pembicara yang cakap. Jalan baru yang Tuhan tunjukkan kepada kita bukan berdasarkan cara alamiah manusia, karena cara alamiah tidak mungkin merampungkan kehendak Allah, melainkan hanya akan menghapuskan fungsi berbicara bagi Tuhan. Jalan baru ini sepenuhnya organik. Jalan ini membantu kita mengembangkan dan menyempurnakan fungsi hayat yang ada dalam setiap orang imani.

BERJUANG MELEPASKAN DIRI DARI TRADISI DAN BELAJAR DENGAN SETIA

Pada prinsipnya, sidang-sidang kita tidak seharusnya mengikuti tradisi duniawi atau cara alamiah, melainkan seharusnya mengikuti wahyu Alkitab. Semua anggota dalam Tubuh Kristus seharusnya diijinkan untuk berfungsi. Ketika berfungsi, kita perlu melatih roh. Untuk melatih roh, kita tidak seharusnya memakai perkataan manusia, melainkan memakai perkataan dalam Alkitab. Sebab itu, kita perlu mengenal perkataan Alkitab dan perlu menceburkan diri kita ke dalam firman Tuhan. Dengan demikian, ketika kita membuka mulut, Tuhan pun terutarakan. Itulah yang dimaksud dengan berbicara bagi Tuhan. Saya harap, ketika Anda hendak menghadiri sidang rumahan, sidang kelompok, dan sidang wilayah, Anda harus berjuang melepaskan diri dari tradisi. Anda tidak seharusnya berperilaku menurut tradisi duniawi atau menurut kesukaan alamiah Anda. Anda harus menggunakan roh Anda, dan Anda harus berfungsi menurut perkataan Alkitab. Di samping itu, Anda harus memiliki inspirasi seketika. Dengan demikian, Anda akan menyuplai dan merawat orang lain secara organik.

Di sini Anda menjalani latihan. Di samping menyelami kebenaran, menuntut mengalami hayat, Anda harus memperhatikan secara khusus perkara-perkara pekerjaan organik ini, dan harus mempelajarinya dengan penuh tanggung jawab. Anda harus belajar menjadi imam Injil Perjanjian Baru, pergi untuk berkontak dengan orang secara langsung, menjalankan tugas sebagai imam Injil, dan menyelamatkan orang dosa untuk dipersembahkan sebagai korban kepada Allah. Selanjutnya, Anda harus terus-menerus merawat kaum imani baru, seperti seorang pengasuh yang mengasuh anaknya sendiri, supaya mereka bertumbuh dan dapat dibimbing untuk mempersembahkan diri mereka kepada Allah sebagai persembahan yang hidup. Setelah itu, Anda masih harus menyempurnakan mereka untuk pembangunan Tubuh Kristus, sampai mereka mencapai kedewasaan. Dengan demikian, mereka akan dengan mudah berbicara bagi Tuhan, dan gereja akan terbangun. Saya harap Anda akan terus-menerus memasuki keempat perkara dari pekerjaan organik ini dan tidak akan bertindak secara alamiah, melainkan secara organik. Kiranya kita semua berusaha sebaik-baiknya untuk mengambil bagian dalam hal ini, dan kiranya kita dapat terus maju dengan setia.