← Daftar isi Roh Manusia · bab 12/21

SIFAT JALAN BARU DAN IMAMAT UNIVERSAL

Pembacaan Alkitab:

Ibrani 10:19-20; Matius 3:1-2,4; Roma 15:16; Wahyu 5:9-10a;

I Petrus 2:5; Matius 28:19; Ibrani 10:24-25; I Korintus 14:26,31

GARIS BESAR

I. Kebaruan dalam sifat jalan baru -- Ibrani 10:19-20; Matius 3:1-2,4; Roma 15:16.

II. Imamat universal dalam jalan baru -- Wahyu 5:9-10a; I petrus 2:5:

1. Memberitakan Injil -- setiap orang harus pergi -- Matius 28:19.

2. Sidang rumahan dan kelompok -- setiap orang harus berbagian -- Ibrani 10:24-25.

3. Berbicara bagi Tuhan -- setiap orang bisa -- I Korintus 14:26,31.

KEBARUAN DALAM SIFAT JALAN BARU

Sejak tahun 1984 kita telah menyebutkan praktik jalan baru, dan kira-kira empat setengah tahun telah berlalu. Setiap orang telah berbicara banyak tentang jalan baru ini, tetapi saya merasa kita memerlukan wahyu, visi dan terang yang lebih lanjut tentang jalan ini. Dengan kata lain, kita masih perlu melihat realitas batini dari jalan baru ini.

Setiap perkara ilahi dalam Alkitab memiliki penampilan lahiriah dan realitas batiniah. Demikian pula, bila kita menyebutkan jalan baru, aspek lahiriahnya tentu berbeda dengan aspek batiniahnya. Mudah sekali kita melihat penampilan lahiriah jalan baru ini saja. Baik di Timur maupun di Barat, kesan yang saya terima dari kebanyakan saudara saudari ketika mereka membicarakan jalan baru adalah mereka menganggap hal ini tidak lain mengacu kepada metoda luaran. Misalnya, kita sudah biasa memberitakan Injil dengan cara tertentu, dan sekarang kita mengganti caranya. Menurut pemahaman saudara saudari, cara baru itulah yang disebut jalan baru. Contoh lain adalah: kita biasa bersidang dengan cara tertentu, dan sekarang kita berubah, bersidang dengan cara lain. Bahkan dalam pelayanan kita, kita terbiasa melakukan hal-hal tertentu, dan kini kita berubah, melakukan hal-hal yang lain. Menurut pengertian saudara dan saudari, cara-cara baru itulah yang disebut jalan baru. Sebenarnya, pemahaman seperti itu keliru. Memang dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada cara yang tegas untuk melaksanakan semua perintah Allah dan ketetapan Allah, namun dalam semua cara itu terkandung sifat batiniah.

Misalnya, di sini ada cangkir. Ketika kita melihat cangkir ini, kita langsung mengerti bahwa barang ini untuk menampung cairan sebagai isinya. Dari bentuknya kita tahu apa yang seharusnya menjadi isinya. Contoh lain adalah tentang berbelanja di toko serba ada. Kalau Anda membeli barang yang berukuran segi empat, penjualnya akan meletakkan barang itu dalam kotak yang berbentuk segi empat. Jadi, bagi setiap hal, metodanya harus sesuai dengan sifat hakiki barang itu. Menurut wahyu Perjanjian Baru dan pengalaman kita dalam melayani Tuhan bertahun-tahun, kita telah melihat dengan jelas, bahwa ada empat butir pokok dalam pelayanan kita terhadap Tuhan.

EMPAT LANGKAH UTAMA DALAM MELAKSANAKAN JALAN BARU

Memberitakan Injil

Perkara pertama dalam pelayanan orang Kristen adalah memberitakan Injil. Hal ini seperti pernikahan dan kelahiran. Setelah pasangan muda menikah, hal pertama yang terjadi adalah kelahiran. Setelah seorang anak dilahirkan, pusat perhatian dari seluruh keluarga itu beralih kepada anak itu. Jika sepasang suami istri tidak memiliki anak, mereka akan merasa kekurangan sesuatu. Anak-anak adalah fokus dari keluarga itu. Hal itu berlaku baik di Barat maupun di Timur. Allah sudah menaruh satu hukum alam di dalam manusia. Puji Tuhan, hari ini kita semua sudah beroleh selamat. Dengan kata lain, kita semua sudah menikah. Yang seharusnya menyusul adalah kelahiran. Kelahiran rohani adalah pemberitaan Injil. Paulus berkata, "Karena sekalipun kamu mempunyai beribu- ribu pembimbing dalam Kristus, tetapi kamu tidak mempunyai banyak bapa; karena akulah yang telah melahirkan kamu melalui Injil dalam Kristus Yesus" (I Korintus 4:15 Tl). Paulus memberitakan Injil dan membimbing banyak orang beroleh selamat. Orang-orang imani Korintus ini, merupakan anak-anak rohani yang dilahirkan oleh Paulus.

Dalam Yohanes 15:5 Tuhan memberitahu kita, bahwa Dia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingNya. Manfaat pokok anggur bukanlah terletak pada bunganya; orang tertarik kepada pohon anggur bukan karena bunganya, melainkan karena buahnya. Kalau sebatang pohon anggur tidak bisa menghasilkan buah, nasibnya adalah dipotong (ayat 2). Maksud dipotong bukanlah masuk ke dalam neraka atau binasa, melainkan berarti kaum imani itu akan kehilangan kenikmatan mereka dalam Kristus. Semula Anda adalah sebatang ranting yang tinggal dalam pokok anggur. Segala yang ada pada pokok anggur dan segala yang dimiliki pokok anggur menjadi bagian Anda dan kenikmatan Anda. Tetapi jika Anda hanya menikmati dan tidak menghasilkan buah, Anda akan kehilangan kenikmatan yang kaya atas Kristus.

Sungguh mengerikan dipotong dari pokok anggur. Alkitab mengatakan, bahwa konsekuensi dipotong adalah semacam penghukuman dan kerugian. Untuk menghindari nasib dipotong, kita harus menghasilkan buah. Bagi kita yang melayani Tuhan, hal pertama adalah pemberitaan Injil. Dalam jangka panjang, hal berbuah ini harus dilakukan secara tepat. Tidak terlalu banyak juga terlalu sedikit; jangan terlalu cepat atau terlalu lambat.

Merawat

Setelah menghasilkan buah, perlu ada perawatan. Setiap ibu, tahu bahwa hal pertama yang dilakukan oleh bayi yang baru lahir adalah minum susu. Sebab itu, hal pertama yang perlu dipelajari seorang ibu adalah belajar merawat anaknya. Dulu, begitu ada orang baru dibaptis, kita lalu mengundang orang tersebut datang ke sidang yang diadakan di balai sidang pada hari Minggu pagi. Kini kita sadar, bahwa cara itu tidak begitu tepat. Setelah seorang anak dilahirkan, kita tidak memintanya datang kepada kita untuk diberi makan. Sebaliknya, kita harus mendatanginya dan memberinya susu. Jika kita tidak bisa pergi ke rumah orang-orang baru itu setiap hari, kita seharusnya mengunjungi mereka sekurang-kurangnya tiga hari sekali. Cara yang paling baik adalah mengunjunginya setiap hari. Kita pergi ke rumah saudara atau saudari yang baru dan memberi mereka makanan rohani, itulah yang kita sebut sidang rumahan.

Baik di Timur atau di Barat, gereja-gereja telah membaptiskan banyak orang setiap tahun. Tetapi dari tahun ke tahun yang hadir dalam sidang gereja tidak bertambah secara memuaskan. Alasannya adalah kebanyakan dari orang-orang yang baru dibaptis itu tidak terawat dan hampir mati. Kita ambil gereja di Kaohsiung sebagai contoh. Pada tahun 1952 ada enam puluh orang yang bersidang di sana. Sampai saat ini, 1989, sudah tiga puluh tujuh tahun berselang. Jika kita menghitung dari angka enam puluh, dan dalam setahun rata-rata kita membaptis dua ratus orang, kita akan mendapatkan lebih dari tujuh ribu orang. Tetapi orang-orang yang hadir dalam sidang di Kaohsiung hari ini hanya seribu dua ratus orang. Di mana yang enam ribu lagi? Mungkin mereka semua sudah mati. Alasannya adalah, setelah seseorang beroleh selamat, kita hanya bergairah mengingatkan dia untuk menghadiri sidang. Jika dia tidak kelihatan minggu ini, mungkin kita meneleponnya. Dalam kita masih ada kegairahan, tetapi kegairahan itu tidak tahan lama. Sesudah dua atau tiga bulan, tidak seorangpun yang memperhatikan di mana orang-orang yang baru dibaptis itu. Itulah sebabnya saya pernah berkata, bahwa dulu kita melahirkan banyak anak tetapi tidak diikuti dengan perawatan. Kalaupun ada perawatan, perawatan itu tidak dilakukan dengan tepat.

Kita mengadakan janji dengan orang untuk bertemu di balai sidang, menelpon mengundang mereka datang, bahkan menyewa taksi untuk menjemput mereka bersidang dan mengadakan perjamuan kasih untuk mereka; yang kita pikirkan adalah bagaimana mereka datang, datang, datang! Kita tidak pernah berpikir, bahwa kita juga harus pergi, pergi, pergi! Dulu, bila ada orang baru datang, kita mengira mereka begitu baik dan simpatik karena mau datang, mereka telah menghargai dan menghormati kita! Sekarang, mengapa kita tidak memalingkan pikiran semacam itu? Daripada kita susah payah mengundang mereka untuk datang, mengapa kita tidak pergi kepada mereka dan berlaku baik dan menghormati mereka? Di masa yang akan datang, kita harus memalingkan perkaranya. Kita tidak akan memaksa orang untuk datang ke balai sidang lagi. Sebaliknya, kita perlu pergi ke rumah mereka dan bersidang bersama mereka di sana.

Misalnya, ada sepuluh orang baru dibaptis.Kita masing-masing harus mengambil salah seorang dari mereka untuk dirawat. Yang paling baik adalah jika ada yang berebut dan mengatakan, "Yang satu ini milikku. Aku mau yang ini!" Ini adalah tanda yang baik. Saya harap tidak ada lagi yang bersikap begitu sopan, sehingga mengatakan, "O, aku tidak dapat melakukannya. Kalian ambil semuanya saja!" Dari luaran, hal itu kelihatannya sopan, tetapi sebenarnya itu berarti mundur. Itu berarti melepaskan diri dari tanggung jawab. Jika setiap orang di antara kita mau memikul tanggung jawab untuk merawat orang lain, saya yakin sekali, orang-orang yang baru dibaptis itu tidak akan mati, karena mereka semua akan ditunjang oleh sidang rumahan.

Mengajar

Mengenai jalan baru, ada dua kata yang saya sukai, yaitu "pergi" dan "rumahan". Pergi adalah untuk melahirkan anak, dan rumah adalah tempat kita melaksanakan perawatan. Baik melahirkan maupun merawat, keduanya adalah perkara yang penting. Tetapi setelah melahirkan dan merawat, masih perlu pengajaran. Efesus 4:8, 10-11 dengan jelas mengatakan, bahwa sang Kepala yang naik ke sorga, dalam kenaikanNya itu telah memberikan banyak pemberian kepada manusia. Dia memberikan para rasul, memberikan para nabi, para penginjil, dan gembala dan pengajar. Menurut konsepsi alamiah manusia, kita mengira semua pemberian itu adalah para pekerja yang diutus untuk bekerja. Misalnya, penginjil tentu saja orang yang keluar mengadakan perjalanan untuk memberitakan Injil. Kita menganggap pekerjaan itu adalah sesuatu yang tidak dapat kita lakukan. Sebenarnya, pemberian yang Paulus sebutkan di sini adalah untuk memperlengkapi kaum saleh bagi pekerjaan ministri, dan pekerjaan ministri itu adalah untuk pembangunan Tubuh Kristus. Dengan kata lain, pemberian ini adalah untuk memperlengkapi kaum saleh.

Misalnya saya adalah seorang tokoh besar dalam penginjilan. Begitu saya mengadakan sidang penginjilan, tiga sampai lima ribu orang akan datang dan mendengarkan saya. Setelah sidang itu, saya bisa membaptiskan seribu orang. Bagaimana saya dapat merawat seribu orang itu sendirian? Saya harus melakukan pekerjaan yang serupa dengan yang dilakukan dalam IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan), yaitu membangkitkan lima puluh sampai seratus murid yang akan melakukan pekerjaan perawatan. Akhirnya, saya bukan satu-satunya orang yang dapat melahirkan, merawat dan mengajar, melainkan ada lima puluh, atau bahkan lima ratus orang yang juga dibangkitkan. Kemudian setiap orang akan mampu melahirkan, merawat dan mengajar. Inilah memperlengkapi kaum saleh. Memperlengkapi yang disebutkan dalam Efesus 4 adalah pengajaran semacam ini.

Membangun

Kita semua tahu, tidaklah sukar untuk melahirkan seorang anak, juga tidak terlalu sulit untuk membesarkan anak. Tetapi mengajar anak memerlukan waktu bulanan dan tahunan. Menurut sistem pendidikan saat ini, seorang anak harus menerima pendidikan selama enam belas tahun. Setelah dia menamatkan pendidikan tingginya, barulah dia dapat dianggap sudah berhasil menjalani latihannya. Terdidik dengan berhasil berarti sudah disempurnakan, diperlengkapi. Dalam pendidikan rohani, bila seorang imani telah diperlengkapi sedemikian rupa sehingga dia dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, barulah pendidikannya dapat dianggap sudah berhasil. Pekerjaan ministri Perjanjian Baru tidak lain membangun Tubuh Kristus. Mengenai istilah ini, kekristenan tidak tahu apa-apa dan tidak pula melakukannya, tetapi hal ini jelas ada dalam Alkitab. Di samping itu, Tuhan sudah menunjukkan kepada kita, bahwa ketika semua orang saleh diperlengkapi, baik tua dan muda, laki dan perempuan, mereka semua dapat membangun Tubuh Kristus.

IMAMAT UNIVERSAL DALAM JALAN BARU

Pembangunan Tubuh Kristus tidak tergantung pada sedikit orang. Pekerjaan ini tidak tergantung pada saudara-saudara pewajib di dalam gereja, juga tidak tergantung pada para sekerja atau orang-orang yang sepenuh waktu. Sebaliknya, setiap orang saleh yang sudah diperlengkapi harus berbagian dalam pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus. Melahirkan, merawat, mengajar dan membangun adalah empat langkah utama dalam jalan baru. Bila setiap orang saleh dalam gereja dapat melahirkan, merawat, mengajar dan membangun, tujuan kekal Allah akan tergenap. Tujuan kekal Allah adalah memiliki Tubuh Kristus, dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu adalah melahirkan melalui memberitakan Injil, merawat melalui sidang rumahan, mengajar melalui sidang kelompok, dan membangun melalui sidang-sidang gereja.

Satu Korintus 14:26 mengatakan, "Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu, yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun." Di sini Allah menunjukkan kepada kita model sidang gereja. Menurut Efesus 5, mazmur terutama bukan untuk dinyanyikan dalam sidang, melainkan untuk diucapkan. Ayat 19 mengatakan, agar kita berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur dan kidung pujian dan nyanyian rohani, bernyanyi dan bermazmur dengan segenap hati kita kepada Tuhan. Orang dapat nampak, bahwa kidung bukan hanya untuk dinyanyikan atau untuk bermazmur, melainkan untuk dipakai saling berkata-kata. Jadi dalam sidang gereja, sebelum kita menyanyikan kidung, boleh saja kita menggunakan sedikit waktu untuk membacakan kidung kepada satu sama lain. Karena kidung ada citarasa kidung, dan mengutarakan atau membaca kidung ada citarasa lain yang juga berarti. Membacakan kidung adalah semacam bernubuat.

Setiap orang damba untuk bernubuat (berkata-kata) dalam sidang, tetapi banyak orang yang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Cara paling mudah adalah memilih sebuah kidung dan mengucapkannya satu kepada yang lain. Setiap kidung kita adalah wahyu dan berita. Bila kita melatih roh kita untuk membacakan kidung, kita akan menyatakan isi, suasana dan roh dari berita itu. Tujuan bernubuat adalah membangun gereja, yaitu membangun Tubuh Kristus. Ketika Anda berbicara sedikit, saya berbicara sedikit, dan setiap orang berbicara sedikit, kekayaan Kristus akan ternyata. Tidak peduli betapa baiknya seseorang memberitakan, dia hanya menyatakan pikirannya sendiri. Tetapi bila setiap orang bernubuat, itu sama dengan mengikuti perjamuan kasih yang besar. Semua orang membawa satu macam makanan dan menaruhnya di sebuah meja panjang. Kekayaan akan terpamer sepenuhnya di hadapan setiap orang. Dalam sidang gereja, setiap orang harus membawa kekayaan Kristus, setiap orang harus berbicara, setiap orang harus mendengar dan setiap orang harus berfungsi.

Hari ini, yang dicari Allah bukanlah suatu perkumpulan; yang dicariNya adalah satu Tubuh. Perkumpulan adalah sebuah organisasi, tetapi Tubuh bukanlah organisasi. Tubuh adalah suatu organisme. Anggota-anggota dalam tubuh manusia tidak tersusun seperti organisasi; sebaliknya, mereka tersusun secara organik. Demikian pula, gereja Allah bukan dihasilkan melalui organisasi, melainkan tersusun secara organik. Kekristenan hari ini menekankan perkumpulan, sebagai suatu perkumpulan, mereka pasti merupakan sebuah organisasi. Asalkan seorang pembicara yang terpelajar dan fasih datang dan berkhotbah dengan memikat, perkumpulan itu akan berkelanjutan. Begitu pembicara yang fasik itu pergi, perkumpulan itu tidak dapat bertahan. Itulah perkumpulan, itulah organisasi. Yang dikehendaki Allah bukanlah sebuah perkumpulan, Dia menghendaki sebuah Tubuh. Jadi, Efesus 1:20-23 mengatakan, bahwa Kristus bangkit dari kematian dan memberikan semua kekayaan kenaikan kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. Orang-orang yang percaya kepadaNya adalah gereja, Tubuh Kristus. Karena itu, pemberitaan Injil harus dilakukan oleh setiap anggota Tubuh ini.

Memberitakan Injil -- Setiap Orang Harus Pergi Matius 28:19 mengatakan, "Karena itu pergilah." Perintah ini tidak ditujukan kepada sebagian kecil murid-murid, bukan ditujukan kepada seratus dua puluh orang yang berdoa pada hari Pentakosta di sebuah loteng, tetapi ditujukan kepada semua orang yang percaya kepada Tuhan. Semua orang imani, sepanjang jaman, tercakup dalam perintah ini. Kita yang adalah murid-murid Tuhan harus pergi. Demikian baru sesuai dengan sifat Tubuh yang dikehendaki Allah. Yang dikehendaki Allah bukanlah seorang tokoh penginjil yang besar, melainkan satu Tubuh.

Jadi, pemberitaan Injil harus dilakukan oleh setiap anggota Tubuh. Ini seperti kalau saya berjalan. Ketika saya berjalan, bukan kaki saya saja yang berjalan, paha saya, bahu saya, kepala saya, dan bahkan seluruh tubuh saya juga berjalan. Kita tidak bisa menemukan satu tempat dalam seluruh Perjanjian Baru, yang mengatakan, bahwa Tuhan hanya memerintahkan sebagian kecil kaum imani untuk memberitakan Injil. Yang kita temukan adalah Tuhan memerintahkan semua orang imani, "semua kuasa telah diberikan kepadaKu, baik di sorga maupun di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu" (Matius 28:18-19a). Semua kuasa telah diberikan kepada kita! Karena itu, ketika tim Injil pergi untuk memberitakan Injil kepada orang lain, mereka harus berani. Mereka seharusnya tidak takut langit dan bumi, tidak takut kepada siapa saja, karena Tuhan Yesus telah memberi kita semua kuasa di sorga dan di bumi! Sebab itu, setiap orang di antara kita dapat memberitakan. Tidak peduli siapa yang kita lihat, kita dapat memberitahu mereka dengan berani, "Bertobatlah, dan percayalah kepada Yesus!" Inilah penunaian fungsi secara organik dan pergerakan yang organik.

Pemberitaan Injil dalam kekristenan bukanlah gerakan yang organik, melainkan pergerakan yang organisasional. Pendeta-pendeta dibayar untuk datang dan memberitakan, sedang orang-orang imani yang lain beristirahat dan mendengarkan. Itulah organisasi. Hari ini kita adalah anggota-anggota Tubuh Kristus. Semua saudara harus pergi memberitakan Injil, semua saudari juga harus pergi memberitakan Injil. Setiap orang harus pergi memberitakan Injil. Jika kita melakukan demikian, barulah sesuai dengan sifat isi Perjanjian Baru. Ijinkan saya mengatakan sekali lagi, bahwa isi Perjanjian Baru tidak ada hubungannya dengan perkumpulan, denominasi, atau sebuah organisasi. Yang dikehendaki Allah adalah sebuah Tubuh. Dalam hal memberitakan Injil, semua anggota Tubuh Kristus tanpa kecuali, harus memberitakan dan bergerak.

Sidang Rumahan dan kelompok -- Setiap Orang Harus Berbagian. Setiap orang tidak hanya harus memberitakan Injil, mereka pun seharusnya berbagian (berperan serta) dalam sidang rumahan dan sidang kelompok. Semua penatua tahu, di satu pihak mereka mengharapkan jumlah orang yang datang dalam gereja lebih banyak lebih baik, di pihak lain, mereka takut orang yang datang terlalu banyak. Karena semakin banyak orang akan semakin banyak pula persoalan, dan tidak mampu mengatasi semua persoalan itu. Cara kita yang dulu (usang), kita biasa mengangkat banyak pemimpin/pembimbing untuk memimpin. Kemudian para pemimpin itu menjadilah semacam "pendeta". Cara demikian tidak sesuai dengan sifat Allah. Kini, setiap orang di antara kita adalah pemimpin. Misalnya, dalam suatu sidang kelompok ada lima belas orang, kelima belas orang itu datang untuk berbicara, mereka datang untuk belajar. Ketika orang lain berbicara, saya belajar, dan ketika saya berbicara, orang lain belajar. Kalau ada orang-orang yang lebih dewasa dalam sidang kelompok itu, tentu lebih banyak kesempatan bagi setiap orang untuk belajar. Akhirnya, yang mengajar bukan hanya satu, melainkan setiap orang. Itulah yang dimaksud dengan setiap orang berbagian dalam sidang rumahan dan sidang kelompok.

Jika hari ini ada lima ratus orang baru dibaptis, segera kita harus memiliki lima ratus saudara saudari yang menyatakan mau merawat masing-masing satu bayi. Meskipun mereka mungkin bukan dilahirkan oleh Anda, namun ketika Anda membimbing dan merawat mereka, mereka akan merasa seolah-olah Andalah yang melahirkan mereka. Setelah dirawat selama enam bulan, orang-orang baru itu akan menjadi mantap. Kemudian Anda perlu membawa mereka ke dalam sidang-sidang kelompok, sehingga mereka mengenal orang-orang yang ada dalam sidang kelompok itu. Dengan demikian, lambat laun mereka juga akan tahu bagaimana merawat dan membantu orang. Ketika mereka melihat Anda berdoa, dan merawat orang serta memenuhi keperluan mereka, mereka akan belajar melakukan hal yang sama. Hal itu seperti sebuah keluarga besar tempat anak-anak yang lebih muda belajar melakukan apa yang dilakukan oleh kakak laki-laki dan kakak perempuan mereka. Ketika kita mendirikan satu model dalam sidang kelompok, orang-orang yang baru dibaptis akan menerima pelajaran atas banyak hal. Itulah cara membuat semua anggota berfungsi. Suatu kelompok yang semua orangnya berfungsi menjadilah anggota Tubuh. Setiap kali gereja bergerak, semua anggota bergerak, berkordinasi bersama dalam satu Tubuh.

Berbicara bagi Tuhan -- Setiap Orang Bisa

Pemberitaan Injil adalah setiap orang melakukan. Sidang rumahan dan sidang kelompok juga setiap orang berbagian. Demikian pula, berbicara bagi Tuhan, setiap orang bisa. Bila setiap orang berkumpul, semuanya mengutamakan firman. Tugas apapun yang akan kita lakukan, selalu sukar sebelum kita melakukannya. Tetapi setelah kita memutuskan melakukannya, kita akan dengan sukacita mengemban tanggung jawab. Tanggung jawab kita sehari-hari sebagai orang Kristen adalah melaksanakan keempat langkah utama dari jalan baru ini. Mengetuk pintu memberitakan Injil untuk melahirkan anak-anak rohani; setiap orang harus melakukan hal ini. Setelah anak-anak lahir, setiap orang harus memikul tanggung jawab untuk merawat. Bukan hanya harus ada perawatan, juga harus ada pengajaran. Setelah pengajaran, masih ada penyempurnaan, dan setelah penyempurnaan, masih ada berbicara bagi Tuhan. Kelihatannya keempat langkah ini hanya menuntut orang. Tetapi jika Anda tidak melakukannya, Anda akan sulit menjadi anggota Tubuh Kristus dalam pemulihan Tuhan. Persoalannya adalah: Anda mau menjadi orang Kristen macam apa hari ini? Inginkah Anda menjadi pemenang, atau Anda ingin menjadi orang yang kalah?

Jalan baru yang Tuhan tunjukkan kepada kita adalah jalan yang ditetapkan oleh Alkitab. Segala hal yang Dia perintahkan kepada kita untuk dilakukan sesuai dengan sifat TubuhNya dan prinsip-prinsip Tubuh. Kita lupakan saja pemberitaan Injil, atau kita harus melakukannya bersama-sama sebagai satu Tubuh. Demikian pula, kita lupakan saja sidang rumahan, atau setiap orang harus melakukannya bersama-sama. Bahkan, bila Anda tidak bisa merawat dua orang setiap minggu, sedikit-dikitnya Anda dapat merawat satu orang setiap dua minggu. Merawat orang selalu lebih baik daripada tidak merawat seorang pun! Sebuah gereja yang setiap orangnya berfungsi, tidak hanya akan melahirkan orang baru, tetapi juga akan memelihara, menunjang, dan memperhatikan mereka. Dalam memperhatikan orang-orang baru, tidak hanya diperlukan tunjangan secara rohani dan di dalam doa, tetapi juga memperhatikan mereka secara jasmani dan dalam bidang pekerjaan. Inilah cara menyempurnakan orang. Akhirnya, setiap orang akan menjadi anak-anak dari keluarga yang berpendidikan baik. Setiap orang yang dibesarkan dalam gereja yang demikian, akan mampu memberitakan Injil, dan merawat orang-orang yang baru. Mereka semua akan mengadakan sidang rumahan dan akan sanggup merawat orang-orang baru. Mereka juga akan mampu mengadakan sidang kelompok untuk memelihara dan menyempurnakan orang-orang baru sehingga semua orang akan terbangun bersama. Akhirnya, setiap orang akan sanggup berbicara bagi Tuhan. Asal kita mau melaksanakan hal-hal ini dan semakin kita melakukannya, kita akan semakin cakap dan trampil.

SETIAP ORANG MENEMPUH JALAN BARU

UNTUK MERAMPUNGKAN EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH

Saya harap semua saudara saudari nampak, bahwa semua perkataan ini sesuai dengan kebenaran dalam Alkitab. Alkitab memberitahu kita, bahwa untuk memberitakan Injil, tidaklah mengumpulkan orang kepada kita, melainkan kitalah yang pergi ke tempat mereka. Tuhan tidak mengutus kita ke Afrika yang jauh. Asal kita mengetuk pintu rumah bibi kita, pintu itu akan terbuka bagi kita. Kemudian pintu rumah paman kita, yang perlu kita ketuk. Setelah kerabat dekat, masih ada kerabat yang jauh. Selain itu, masih ada teman-teman kita yang sekelas atau kolega kita. Bila bibi Anda beroleh selamat, dia masih memiliki bibinya sendiri. Pemberitaan semacam ini tidak ada habis-habisnya.

Jika Anda mau mengambil beban untuk mengabarkan Injil dengan agresif, Anda bukan hanya akan mampu mengecap sukacita dan berkat keselamatan dalam jaman ini, tetapi juga pada saat Anda berjumpa dengan Tuhan, sejumlah besar orang akan berbaris di belakang Anda. Mereka semuanya beroleh selamat melalui Anda. Saat itu Anda benar-benar akan sangat gembira. Sebaliknya, jika Anda tidak memberitakan kepada satu orang pun hari ini, dan tidak mau menyelamatkan seseorang, meskipun Anda melihat dia sudah hampir mati, Anda akan kesulitan bila berhadapan dengan Tuhan. Saat itu tidak ada kesempatan lagi bagi Anda untuk melakukannya. Tuhan mengingatkan kita dalam Matius 24, bahwa kalau kita makan dan minum dengan para pemabuk dan hamba-hamba yang jahat, pada saat yang tidak kita ketahui, Tuhan akan datang dan menyisihkan kita, dan akan menentukan bagian kita bersama orang-orang yang munafik (ayat 49-51).

Dalam ekonomi Perjanjian BaruNya, Allah ingin memiliki sebuah Tubuh. Tubuh ini harus memiliki orang-orang baru. Kita berharap orang yang baru akan semakin banyak ditambahkan ke dalam gereja. Dengan pertambahan itu, sidang-sidang akan menjadi semakin tinggi (membubung). Untuk mencapai hal itu, setiap anggota harus berfungsi. Setiap orang harus pergi memberitakan Injil. Setelah ada orang dibaptis, setiap orang harus merawat. Jangan takut kaki Anda akan terlalu letih pergi ke sidang rumahan. Setiap orang di antara kita harus pergi memantapkan orang baru dan membawa mereka ke sidang kelompok. Setelah itu, kita harus membawa mereka ke sidang Minggu pagi, sehingga mereka dipelihara dan disempurnakan. Setelah setengah tahun, orang-orang yang di bawah rawatan Anda akan mampu melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan. Saat itu, Anda dapat memisahkan (membagi) sidang kelompok itu dan memperbarui siklus itu lagi. Pergilah lagi untuk mengetuk pintu dan membawa orang beroleh selamat. Dirikan lebih banyak sidang rumahan dan sidang kelompok. Dengan pergi terus-menerus sedemikian, gereja akan mengalami pertambahan dan perluasan.

Jalan baru bukanlah sekadar metoda, melainkan perkara sifat, hakiki. Sifat jalan baru adalah membawa Allah ke dalam manusia untuk berbaur dengan manusia, agar manusia menjadi Tubuh Kristus. Untuk mencapai sasaran ini, kita harus mendapatkan orang-orang baru, merawat mereka dan memimpin mereka untuk berbicara bagi Tuhan. Secara luaran, semuanya adalah metoda; tetapi metoda-metoda itu sesuatu dengan sifat batini jalan baru. Hari ini, baik itu pemberitaan Injil, merawat orang lain, menghadiri sidang rumahan dan sidang kelompok, atau berbicara bagi Tuhan dalam sidang, semua adalah pergerakan Tubuh. Pada akhirnya, Tubuh Kristus akan dihasilkan dan ekonomi Perjanjian Baru Allah akan rampung.