DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (3)
KELUHAN LEBIH JAUH DARI YEHOVA SANG SUAMI TERHADAP KEFASIKAN ISRAEL SANG ISTRI DAN KETETAPANNYA UNTUK MENGOREKSI DIA
Pembacaan Alkitab: Yer. 5—6
Dalam berita ini kita akan melihat Yeremia pasal lima dan enam. Dalam pasal lima kita mempunyai keluhan lebih jauh dari Yehova sang Suami terhadap istri-Nya, dan dalam pasal enam kita melihat ketetapan-Nya untuk mengoreksi istri-Nya.
I. KELUHAN LEBIH JAUH DARI YEHOVA SANG SUAMI TERHADAP KEFASIKAN ISRAEL SANG ISTRI (SEBENARNYA YEHUDA) SECARA MENDETIL
Yeremia pasal dua sampai pasal empat adalah keluhan lebih jauh dari Yehova sang Suami terhadap kemurtadan Israel sang istri, yaitu perzinahannya—penyembahannya dan pembuatan berhala-berhala. Dengan melakukan hal ini Israel melanggar empat perintah yang pertama dari hukum taurat (Kel. 20:1-11), yang berkenaan hubungannya dengan Allah. Tiga perintah yang pertama menuntut manusia untuk tidak mempunyai berhala melainkan hanya memiliki Allah saja (ay. 3-7); perintah keempat menuntut manusia untuk memiliki kepuasan dan perhentian hanya di dalam Allah saja dan di dalam semua hal yang telah digenapkan Allah bagi manusia (ay. 8-11). Yeremia pasal lima adalah keluhan lebih jauh dari Yehova sang Suami terhadap kefasikan Israel sang istri secara mendetil. Detil-detil tentang kefasikannya memperlihatkan bahwa ia juga melanggar lima perintah yang terakhir dari hukum taurat (Kel. 20:13-17), yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia. Perintah-perintah ini berkenaan dengan pembunuhan, percabulan, pencurian, dusta, dan mengingini.
Sebagai seorang imam, Yeremia sangat mengenal tentang hukum taurat. Ia mengenal Sepuluh Perintah, dan ia menulis tentang kefasikan dan dosa Israel menurut urutan dari Seupuh Perintah itu.
A. Tidak Ada Seorang pun yang Melakukan Keadilan dan Mencari Kebenaran
“Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran/kesetiaan, maka Aku mau mengampuni kota itu” (Yer. 5:1). Di sini kita mempunyai ringkasan dari keluhan Yehova: tidak ada seorang pun yang melakukan keadilan dan mencari kebenaran/kesetiaan. Tidak ada kesetiaan di antara mereka.
B. Menolak untuk Menerima Koreksi
Ayat 3 menyingkapkan sikap Israel terhadap pengoreksian Allah. “Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakiktan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih daripada batu, dan mereka tidak mau bertobat.” Sekalipun mereka telah berdosa tetapi mereka tidak mau menerima pengoreksian Allah.
C. Mengetahui Jalan Yehova dan Hukum Allah Mereka, tetapi Mematahkan Kuk dan Memutuskan Tali-tali Pengikat
“Sebab merekalah yang mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka. Tetapi mereka pun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat” (ay. 5). Dalam hukum taurat itu bukan hanya ada Sepuluh Perintah melainkan juga ada banyak ketetapan, peraturan-peraturan dari hukum Allah yang adil dan benar. Israel mengetahui ketetapan-ketetapan ini tetapi mereka tidak mau mengikutinya.
D. Melakukan Perzinahan dan Bertemu ke Rumah Persundalan
“Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan. Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan istri sesamanya” (ay. 7-8). Ini menunjukkan bahwa umat itu adalah orang-orang yang berzinah, sangat penuh dengan dosa. Orang-orang yang berkunjung ke rumah persundalan itu seperti satu iringan pasukan, seperti satu tentara.
E. Tidak Gemetar di hadapan Yehova
Israel tidak gemetar di hadapan Yehova, yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut (ay. 22). Sebaliknya, mereka mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak, mereka telah menyimpang dan menghilang (ay. 23).
F. Di antara Mereka Terdapat Orang-orang Fasik Yang Memasang Jaringnya seperti Penangkap Burung
“Sesungguhnya, di antara umat-Ku terdapat orang-orang fasik yang memasang jaringnya; seperti penangkap burung mereka memasang perangkapnya, mereka menangkap manusia” (ay. 26). Orang-orang fasik ini memasang “jaring” untuk menangkap mangsa mereka. Ini bukan hanya perkara berdusta melainkan juga perkara mencuri dan tamak. Sesungguhnya mereka adalah pelanggar-pelanggar hukum.
G. Rumah Mereka Penuh dengan Tipu
“Seperti sangkar menjadi penuh dengan burung-burung, demikianlan rumah mereka menjadi penuh dengan tipu; itulah sebabnya mereka menjadi orang besar dan kaya” (ay. 27). Ini mengacu kepada penghasilan mereka dari menipu orang lain. Rumah mereka penuh dengan hal-hal yang mereka dapatkan melalui menipu.
H. Membiarkan Berlalu Kejahatan-kejahatan
“Di samping itu mereka membiarkan berlalu kejahatan-kejahatan, tidak mengindahkan hukum, tidak memenangkan perkara anak yatim, dan tidak membela hak orang miskin” (ay. 28). Mereka tidak menghakimi dengan adil kasus orang-orang biasa; dan mereka juga tidak memperlakukan anak yatim dengan adil dan benar.
I. Para Nabi Bernubuat Palsu, dan Para Imam Mengajar dengan Sewenang-wenang
“Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?” Sebenarnya para imam itu adalah hakim-hakim dan mereka harus menghakimi kasus umat itu menurut hukum Allah. Namun, mereka menghakimi, mengajar, dengan sewenang-wenang. Ini berarti bahwa mereka mengajar menurut opini mereka. Umat itu menyukainya dengan cara ini. Ini menunjukkan bahwa umat itu menyuap imam-imam itu.
II. KETETAPAN SUAMI UNTUK MENGOREKSI ISTRI
Pasal enam menggambarkan ketetapan Yehova sang Suami untuk mengoreksi istri-Nya.
A. Malapetaka Mengintai dari Utara
Yehova berkata, “Kejahatan telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar. Adakah putri Sion seperti padang yang paling disukai?” (6:1b-2). Kata kejahatan di sini mengacu kepada malapetaka, dan kata utara mengacu kepada Babel. Allah akan mengutus malapetaka dan kehancuran dari utara (ay. 22-26).
B. Yehova Mengatakan Bahwa Perang Harus Dipersiapkan melawan Dia
Persiapkanlah perang melawan dia; ayo marilah kita maju menyerang pada tengah hari!” Ayo marilah kita menyerang maju pada waktu malam dan merusakkan puri-purinya” (ay. 4-5). Dalam ayat-ayat ini Allah berbicara kepada bangsa Babel. Dia akan memakai mereka dalam pengoreksian-Nya terhadap Israel
C. Sang Suami Membuat Dia menjadi Sunyi Sepi dan menjadi Negeri yang Tidak Berpenduduk
“Terimalah penghajaran, O Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!” (ay. 8). Ini menunjukkan bahwa, melalui bangsa Babel, maka sang Suami akan membuat dia menjadi sunyi sepi dan menjadi negeri yang tidak berpenduduk.
D. Musuh akan Memetik Habis-habisan Sisa-sisa Israel seperti Memetik Pohon Anggur
Musuh akan memetik habis-habisan sisa-sisa Israel seperti memetik pohon anggur; mereka akan dengan tangannya mencari-cari buah pada ranting-rantingnya seperti pemetik buah anggur (ay. 9). Rumah-rumah Israel akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan istri-istri mereka, dan sang Suami akan mengacungkan tangan-Nya melawan penduduknya (ay. 12). Allah akan mengacungkan tangan-Nya untuk menghajar mereka.
Dalam ayat 9 ini kita mempunyai lambang pembicaraan: pohon anggur dengan buah-buah anggurnya. Menurut hukum Allah, sekali anggur dituai, tidak seorang pun diizinkan untuk mengumpulkan, karena sisa tuaian buah anggur itu diberikan untuk orang miskin. Namun, bangsa Babel akan menuai “buah-buah anggur” dari “pohon anggur” Israel, dan kemudian datang lagi untuk memetik pohon anggur itu habis-habisan. Ini berarti bahwa mereka akan datang lebih dari satu kali untuk menawan umat itu.
E. Sekarang Suami Akan Mendatangkan Malapetaka kepada Israel dan Menaruh Batu Sandungan di depannya
“Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka…Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa” (ay. 19-21). Di satu pihak, Yehova akan mendatangkan kejahatan, yaitu malapetaka ke atas Israel; di pihak lain, Dia akan menaruh batu sandungan di depan umat itu untuk menyandung mereka.
F. Ketetapan Sang Suami dalam Reaksi-Nya terhadap Kejahatan-kejahatannya
Pasal ini menutup ketetapan sang Suami dalam reaksi-Nya terhadap kejahatan-kejahatan sang istri (ay. 6-7, 10, 13, 15, 19-21, 28-30). Perbuatan-perbuatan Israel jahat dan penghukuman Allah adalah reaksi-Nya terhadap perbuatan-perbuatan yang jahat ini.
Sebelum saya menutup berita ini, saya akan menyingkat pasal dua sampai pasal enam secara sederhana. Pasal dua sampai empat adalah keluhan utama Yehova, terhadap kemurtadan, perzinahan rohani—penyembahan berhala dari istri-Nya, yang melaluinya ia telah melanggar empat perintah yang pertama dari hukum taurat tentang Allah. Pasal lima dan enam adalah keluhan minor Yehova, terhadap perilaku istri-Nya yang jahat, yang melaluinya ia telah melanggar lima perintah yang terakhir dari hukum taurat tentang manusia. Israel melanggar empat perintah yang pertama dengan menyembah berhala dan melanggar lima perintah yang terakhir dengan tidak melakukan keadilan dan mencari kesetiaan/kebenaran.