← Daftar isi Yeremia (2) · bab 7/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (2)

KEMBALINYA ISRAEL ATAU PENGOREKSIAN YEHOVA TERHADAP KEMURTADANNYA

Pembacaan Alkitab: Yer. 3:6—4:31

Dalam 3:6—4:31 kita melihat bahwa Israel dapat kembali kepada Yehova atau menerima pengoreksian-Nya terhadap kemurtadannya. Pengoreksian Allah adalah perkara penghajaran-Nya.

I. KEMURTADAN ISRAEL SANG ISTRI

Yeremia 3:6-11 membicarakan tentang kemurtadan Israel sang istri. Melakukan kemurtadan adalah meninggalkan jalan yang benar dan mengikuti jalan lainnya; ini adalah meninggalkan Allah dan berpaling kepada berhala. Dalam bagian dari Firman kudus-Nya ini, Yehova sebagai seorang Suami menanggulangi kemurtadan (ketidaksetiaan) dari istri-Nya yang berkhianat ini.

A. Israel Telah Pecah Menjadi Dua Kerajaan

Israel telah pecah menjadi dua kerajaan: bagian utara disebut kerajaan Israel, dan bagian selatan, disebut kerajaan Yehuda.

B. Kerajaan Israel Utara Menjadi Murtad

Kerajaan Israel utara telah menjadi murtad dan melakukan perzinahan (percabulan) rohani dengan berhala-berhala (ay. 6, 9). Berhala-berhala ini adalah kekasih-kekasih Israel yang jahat. Israel seharusnya hanya mempunyai satu suami, tetapi sebaliknya ia mempunyai banyak kekasih, yaitu banyak berhala.

C. Kerajaan Israel Utara Diceraikan oleh Yehova

Karena perzinahannya, yang mencemari negeri itu, maka kerajaan Israel utara diceraikan oleh Yehova (ay. 8a, 9).

D. Kerajaan Yehuda Selatan Juga Melakukan Perzinahan

Saudara perempuan Israel yang berkhianat ini, yaitu kerajaan selatan Yehuda, melihat apa yang dilakukan Israel dan apa yang terjadi padanya. Namun, Yehuda tidak merasa takut melainkan pergi dan melakukan perzinahan juga (ay. 7-8). Yehuda melihat bahwa saudara perempuannya telah dihukum karena kejahatan yang dilakukannya, tetapi Yehuda tidak mau belajar dari hal ini. Sebaliknya, ia mengikuti Israel melakukan hal yang sama.

E. Kerajaan Selatan Yehuda yang Berkhianat ini Tidak Berpaling kepada Yehova dengan Segenap Hatinya

Di samping semuanya ini, kerajaan selatan Yehuda yang berkhianat ini tidak berpaling kepada Yehova dengan segenap hatinya, melainkan dengan pura-pura (ay. 10).

F. Yehova Berbicara kepada Yeremia Bahwa Israel yang Murtad itu Membuktikan Dirinya Lebih Benar Daripada Yehuda yang Berkhianat itu

Dalam ayat 11 Yehova berbicara kepada Yeremia bahwa Israel yang murtad itu membuktikan dirinya lebih benar daripada Yehuda yang berkhianat itu. Israel lebih baik daripada Yehuda.

II. ISRAEL ISTRI YANG KEMBALI—SATU PERMOHONAN KASIH DARI YEHOVA SANG SUAMI

Yeremia 3:12—4:2 meliput tentang Israel istri yang kembali—satu permohonan kasih dari Yehova sang Suami. Yang kita miliki di sini bukanlah kembalinya Israel yang sebenarnya melainkan aspirasi Yehova sang Suami agar ia kembali.

A. Yehova Mengutus Nabi-Nya untuk Meminta Israel, Istri-Nya yang Murtad itu, untuk Kembali dan Mengakui Kesalahan-Nya

Yehova mengutus nabi-Nya untuk berseru ke utara (mengacu kepada Asyur, yang kepadanya Israel tertawan) dan meminta Israel, istri-Nya yang murtad itu, untuk kembali dan mengakui kesalahannya—pemberontakannya terhadap-Nya dalam berpaling kepada allah asing di bawah setiap pohon yang rimbun (ay. 12-13).

B. Janji Yehova

Dalam meminta Israel untuk kembali, Yehova membuat janji kepadanya.

1. Muka-Nya Tidak Akan Muram Terhadapnya

Dalam ayat 12 Yehova berjanji bahwa Dia tidak akan memuramkan muka-Nya terhadapnya; karena Dia penuh dengan belas kasihan dan tidak akan terus menerus, yaitu tidak akan melaksanakan murka-Nya selama-lamanya. Dia mungkin murka untuk sementara waktu tetapi tidak untuk selamanya.

2. Mengambilnya dan Membawanya ke Sion

Sebagai seorang Suami bagi Israel, Yehova berjanji akan mengambil mereka, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan membawa mereka kembali ke Sion (ay. 14). Ini berarti bahwa Dia masih mau menerima mereka, bahwa Dia masih mau membawa mereka kembali.

3. Memberikan kepadanya Gembala-gembala sesuai dengan Hati-Nya sendiri

Yehova juga berjanji untuk memberikan gembala-gembala kepada Israel sesuai dengan hati-Nya sendiri (ay. 15). Gembala-gembala itu akan menggembalakan dia dengan pengetahuan dan pengertian. Israel bodoh dan tidak tahu apa-apa, tetapi gembala-gembala ini akan memberikan kepadanya pengetahuan dan pengertian yang tepat tentang Allah.

C. Satu Kebangunan Dijanjikan kepadanya oleh Dia

Dalam ayat 16 sampai 18 kita melihat bahwa ada satu kebangunan dijanjikan kepada Israel oleh Yehova.

1. Ia akan Bertambah Banyak dan Beranak Cucu di Negeri itu

Dalam kebangunan yang dijanjikan itu Israel akan bertambah banyak dan beranak cucu di negeri itu (ay. 16a).

2. Tabut Perjanjian Tidak Akan Diperhatikan Lagi olehnya

“Maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak akan lagi diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali” (ay. 16b). Pada waktu itu tabut perjanjian tidak akan diperhatikan lagi oleh Israel sebagai tempat pertemuan Allah dengannya, sebagai tempat pertemuan-Nya dengan umat-Nya, karena Kristus akan hadir bersama dengannya dan akan memerintah di Yerusalem.

Pada zaman Samuel, bila bani Israel akan keluar untuk berperang, mereka membawa tabut keluar untuk berperang bagi mereka. Tentunya, tabut ini adalah lambang dari Kristus sebagai perwujudan Allah Yehova. Namun, mereka menjadi takhayul tentang tabut ini, dan tabut itu menjadi semacam berhala bagi mereka. Mereka tidak mempunyai hati untuk Allah, namun mereka memustikakan tabut itu. Pada akhirnya, tabut ini tidak menolong mereka atau berperang bagi mereka. Mereka kalah dan tertawan, dan tabut itu juga tertawan (1 Sam. 4:10-11). Dalam pandangan mereka Allah telah kalah. Sebenarnya, Dia tidak kalah melainkan menang atas Satan.

Hari ini banyak orang Kristen menganggap Alkitab secara takhayul, dan membuatnya menjadi satu berhala. Mereka memustikakan Alkitab, namun mereka mungkin hanya memperhatikan sedikit tentang Allah yang diwahyukan dalam Alkitab itu. Orang-orang Kristen yang demikian ini telah membuat Alkitab menjadi sesuatu yang terpisah dari Allah, yang sebenarnya Alkitab itu harus menjadi satu dengan Allah. Hari ini adalah zaman kemerosotan, tetapi waktunya akan datang di mana Kristus, perwujudan Allah, akan menyertai kita, dan kita tidak memerlukan Alkitab lagi. Demikian juga, ketika Israel dibangunkan, tidak ada seorang pun yang akan memperhatikan tabut itu karena Kristus akan hadir bersama dengan Israel dan akan memerintah di Yerusalem.

3. Ia akan Menyebut Yerusalem Takhta Yehova

“Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem” (ay. 17a). Ini menunjukkan bahwa pada zaman kebangkitan ini Kristus akan menjadi Raja yang memerintah atasnya, dan semua bangsa akan berkumpul ke Yerusalem. Zaman kebangunan ini mengacu kepada kerajaan seribu tahun.

4. Ia Tidak Lagi akan Bertingkah Langkah menurut Kedegilan Hatinya yang Jahat

Dalam kebangunan yang dijanjikan Yehova ini, Israel tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat (ay. 17b).

5. Kaum Yehuda akan Berjalan bersama dengan Kaum Israel

Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka” (ay. 18). Ini menunjukkan bahwa kaum Yehuda dan kaum Israel akan dipulihkan kepada satu keadaan yang normal. Mereka pecah dan perang satu sama lain itu tidak normal. Dalam pemulihan itu situasi di antara mereka akan menjadi normal kembali. Ini berarti bahwa dalam kebangunan itu dua belas suku Israel tidak akan lagi terpecah-pecah melainkan akan menjadi satu.

D. Dia Berpikir Bagaimana untuk Menempatkan Israel di antara Putra-putra dan Memberikan Kepadanya Negeri yang Indah dan Juga Berpikir Bahwa Ia akan Menyebut Dia Bapanya

“Tadinya pikir-Ku: “Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku” (ay. 19). Kata permai di sini berarti keindahan di atas segala keindahan atau keindahan ditambah keindahan. Ini menunjukkan bahwa negeri yang kudus itu akan menjadi negeri yang paling indah. Dalam hati-Nya Allah menganggap negeri yang kudus ini adalah negeri di atas segala negeri.

Menurut ayat ini, Yehova berpikir bahwa Israel akan menyebut Dia, “Bapa-Ku.” Bagaimanakah seorang istri dapat melakukan hal ini? Alkitab mewahyukan bahwa Allah adalah Suami kita dan bahwa kita adalah pasangan-Nya. Alkitab mewahyukan bahwa kita juga diciptakan oleh Allah untuk menjadi makhluk-makhluk ciptaan-Nya tetapi, sebagai kaum beriman, kita dilahirkan kembali oleh Allah untuk menjadi putra-putra-Nya. Maka, Allah itu bukan hanya Pencipta kita melainkan juga Bapa kita. Israel adalah seorang perempuan, istri Yehova. tetapi ia tidak menjaga posisinya dan tidak setia. Ia meninggalkan Suaminya dan pergi kepada banyak kekasih, yang semuanya adalah musuh Suaminya, namun Suaminya memohonnya untuk kembali kepada-Nya. Bukannya membuang dia, Suaminya ini malah melakukan banyak hal untuk membawanya kembali. Ketika ia kembali, ia tidak dapat bertobat kepada-Nya sebagai istri-Nya, maka ia menganggap-Nya bukan sebagai Suaminya melainkan sebagai Bapanya. Ini tidak positif, karena ini menunjukkan bahwa ia masih keras kepala. Bagi seorang istri bertobat kepada suaminya karena ketidaksuciannya adalah satu hal yang sangat sulit. Israel mau bertobat kepada Allah sebagai Bapanya tetapi bukan sebagai Suaminya. Ini adalah makna dari perkataannya kepada Allah, “Bapaku.”

E. Kaum Israel Berlaku Tidak Setia terhadap Yehova

Seperti seorang perempuan yang berlaku tidak setia dengan meninggalkan suaminya, demikian juga kaum Israel berlaku tidak setia terhadap Yehova (ay. 20). Anak-anaknya menangis dan memohn-mohon (berdoa secara khusus) di atas bukit-bukit gundul (menunjukkan tanpa adanya manusia), sebab mereka telah memilih jalan yang sesat dan telah melupakan Yehova Allah mereka (ay. 21).

F. Permohonan dari Yehova sang Suami

Yehova sang Suami memohon dengan berseru, “Kembalilah, hai anak-anak yang murtad; Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu” (ay. 22a).

G. Anak-anak Israel Datang kepada Yehova, dan Mengaku Bahwa Dia, Yehova, Adalah Allah Mereka

Akhirnya, anak-anak Israel datang kepada Yehova, dan mengaku bahwa Dia, Yehova adalah Allah mereka, dan mengakui bahwa penyembahan mereka di atas bukit-bukit dan gunung-gunung secara menggemparkan itu sia-sia belaka dan bahwa sesungguhnya keselamatan mereka adalah di dalam Yehova Allah mereka, dan mereka merasa malu karena dosa-dosa nenek moyang mereka dan karena dosa-dosa mereka terhadap Yehova Allah mereka sejak awal hubungan mereka dengan Allah (ay. 22b-25).

H. Janji Yehova tentang Bangsa-bangsa akan Saling Memberkati di dalam Dia

Yehova berjanji kepada Israel bahwa jika ia kembali kepada-Nya, dan jika ia mau menjauhkan kejijikannya dari hadirat-Nya dan tidak bergerak seenaknya, dan jika ia bersumpah, “Dalam kesetiaan, dalam keadilan, dan dalam kebenaran: Demi Yehova yang hidup!” maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan mereka akan bermegah di dalam Dia (4:1-2).

III. PENGOREKSIAN YEHOVA SANG SUAMI

Pengoreksian Yehova sang Suami ada di dalam 4:3-31.

A. Menasihatkan Israel untuk Membuka Baginya Tanah baru dan Tidak Menabur di tempat Duri Tumbuh

Yehova menasihatkan Israel untuk membuka baginya tanah baru dan tidak menabur di tempat duri tumbuh (ay. 3); Dia juga menasihatkannya untuk menyunat dirinya bagi Yehova dan menjauhkan kulit khatan dari hatinya (ay. 4a). Ini menunjukkan bahwa ketika mereka sibuk menyembah berhala, maka mereka menabur di tempat duri tumbuh. Tetapi tanah yang tepat, yaitu tanah yang di dalamnya mereka seharusnya menabur, tetap baru, belum terjamah. Mereka harus menabur segala sesuatu di hadirat Allah, dengan Allah dan bagi Allah. Ini adalah menggarap tanah itu dengan tepat. Tetapi sebaliknya mereka menyembah berhala dan menabur di antara duri-duri. Maka, Allah menasihatkan mereka untuk menghentikan penaburan yang demikian dan kembali ke tanah yang baru.

B. Memperingatkan Mereka dengan kejahatan-kejahatan, Kecelakaan-kecelakaan, dan Kesusahan-kesusahan

Dalam ayat 4b sampai 31 Yehova memperingatkan mereka dengan kejahatan-kejahatan (malapetaka-melapetaka), kecelakaan-kecelakaan, dan kesusahan-kesusahan. Dia memperingatkan mereka dengan segala macam penderitaan.

1. Murka-Nya Akan Mengamuk seperti Api

Dalam 4b Yehova membicarakan tentang murka-Nya akan mengamuk seperti api dan akan membakar Israel. Api yang demikian ini akan menghasilkan malapetaka.

2. Malapetaka dan Kehancuran yang Besar akan Datang dari Utara

Yehova mengatakan bahwa Dia akan membawa malapetaka dan kehancuran yang besar dari utara, yang mengacu kepada Babel (ay. 6b).

3. Singa akan Bangkit untuk Membuat Negerinya menjadi Tandus dan Kota-kotanya menjadi Puing

“Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya” (ay. 7). Singa di sini mengacu kepada Nebukadnezar, raja Babel. Nebukadnezar adalah penghancur bangsa-bangsa dan ia akan membuat kota-kota Israel menjadi puing.

4. Hati Raja dan Para Pemuka akan Kehilangan Semangat

Hati raja dan para pemuka akan kehilangan semangat; para imam akan tertegun dan para nabi akan tercengang-cengang (ay. 9).

5. Pedang Mengancam Nyawa

Dalam ayat 10 Yehova mengatakan bahwa pedang akan mengancam nyawa.

6. Angin Panas akan Datang daripada-Nya

Angin panas, angin yang sangat keras untuk menampi dan untuk membersihkan, akan datang dari Yehova (ay. 11-12). Ini adalah petunjuk lainnya bahwa Allah akan mengutus segala macam malapetaka untuk menghajar Israel yang memberontak ini.

7. Musuh akan Datang seperti Awan

Musuh akan datang seperti awan, dan keretanya kencang seperti angin badai; kuda-kudanya lebih tangkas daripada burung rajawali (ay. 13). Ini adalah gambaran dari ketangkasan tentara Babel.

8. Pengepung Datang dari Negeri yang Jauh

Menurut ayat 16b, pengepung akan datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda.

9. Bunyi Sangkakala Akan Terdengar

Dalam ayat 19b Yehova memberi tahu mereka bahwa mereka akan mendengar bunyi sangkakala, pekik perang.

10. Kehancuran demi Kehancuran akan Merusak Suluruh Negeri itu

Kehancuran demi kehancuran akan merusak seluruh negeri itu (ay. 20). Sungguh malapetaka yang hebat!

11. Tanah yang Subur akan Menjadi Padang Gurun

Tanah yang subur akan menjadi padang gurun, dan semua kotanya akan diruntuhkan. Seluruh negeri itu menjadi sunyi sepi (ay. 26-27). Kesunyian ini disebabkan oleh tentara Babel.

12. Ia akan Menjadi Sunyi

Israel akan menjadi sunyi. Meskipun ia mengenakan pakaian kirmizi, menghiasi diri dengan perhiasan emas, dan memalit matanya dengan celak, ia memperelok dirinya dengan sia-sia. Pecinta-pecintanya menolak dia; mereka ingin mencabut nyawanya (ay. 30).

13. Tangisannya Akan seperti Suara Perempuan Bersalin

Tangisan Israel akan seperti suara perempuan bersalin, dan penderitaannya seperti suara ibu yang melahirkan anak yang pertama. Suaranya akan mengap-mengap, dan ia akan merentang-rentangkan tangannya, sambil berkata, “Celakalah aku, sebab aku binasa di depan para pembunuh” (ay. 31).

C. Pengoreksian Yehova sang Suami Adalah Reaksi-Nya terhadap Kefasikan Israel Istri-Nya

Pengoreksian Yehova sang Suami ini adalah reaksi-Nya terhadap kefasikan Israel istri-Nya (ay. 4, 17-18, 22). Penghajaran-Nya adalah reaksi-Nya terhadap dosanya.