DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (1)
DUA KEJAHATAN ISRAEL
Pembacaan Alkitab: Yer. 2:1—3:5
Dalam 2:13 Yehova mengatakan tentang umat-Nya, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” Dalam berita tentang dosa Israel terhadap Yehova dan penghukuman Yehova terhadap Israel ini, kita akan melihat dua kejahatan Israel ini.
I. MENINGGALKAN YEHOVA, SUMBER AIR HIDUP
Kejahatan Israel yang pertama adalah meninggalkan Yehova, sumber air hidup.
A. Allah Yehova Menganggap Diri-Nya sendiri sebagai seorang Suami bagi Israel, Umat yang Dikasihi-Nya
Dalam kitab Yeremia, Allah Yehova menganggap diri-Nya sendiri sebagai seorang Suami bagi Israel, umat pilihan-Nya, dan Israel adalah istri bagi-Nya. Yeremia 2:1—3:5 dapat dianggap sebagai satu percakapan antara suami dan istri.
B. Yehova Mengingat Cinta Israel Pada Waktu Menjadi Pengantin
“Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya” (2:2). Ada hari menjadi pengantin, yaitu hari perkawinan, bagi Yehova dan Israel, dan Yehova, sang Suami, masih mengingat akan hari percintaan itu.
C. Israel Menjadi Kekudusan bagi Yehova
“Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil pertambahan-Nya” (ay. 3a). Kata pertambahan di sini berarti hasil tanah. Allah memperoleh beberapa tambahan dari tanah ini sebagai hasil, dan Israel adalah buah sulung dari hasil tanah ini. Sebagai buah sulung, Israel berharga bagi Allah. Allah memustikakan Israel sebagai kekudusan bagi-Nya, sebagai buah sulung dari pertambahan-Nya dari ladang-Nya.
D. Menjauh dari Yehova
“Beginilah firman TUHAN: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh daripada-Ku mengikuti dewa kesia-siaan sampai mereka menjadi sia-sia?” (ay. 5). Kata kesia-siaan dalam ayat ini mengacu kepada berhala. Israel mengikuti kesia-siaan, dan mereka sendiri menjadi sia-sia; mereka menyembah berhala dan akibatnya mereka membuat diri mereka sendiri sia-sia.
E. Melupakan Yehova
Israel juga melupakan Yehova, yang membawa mereka keluar dari Mesir melalui padang gurun dan bayang-bayang maut dan membawa mereka masuk ke dalam tanah yang subur (ay. 6-7).
F. Imam-imam Mereka Tidak Bertanya tentang Yehova, Para Gembala Mereka Memberontak terhadap Yehova, dan Nabi-nabi Mereka Bernubuat demi Baal
“Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna” (ay. 8). Imam-imam tidak tahu di mana Allah, dan orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Allah. Bagaimana mereka dapat melaksanakan hukum Yehova jika mereka tidak mengenal Dia? Ini tidak mungkin. Selain itu, gembala-gembala, penguasa-penguasa, memberontak terhadap Yehova, dan para nabi bernubuat demi Baal, yaitu dalam nama Baal, berhala. Inilah situasi bangsa Israel.
G. Menukarkan Kemuliaan Mereka dengan Berhala
“Pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna” (ay. 11). Di sini kata kemuliaan mereka berarti “Allah mereka.” Umat itu menukar Allah mereka dengan berhala, yang sia-sia dan tidak berguna bagi mereka.
H. Mereka Meninggalkan Yehova Allah Mereka itu Merupakan satu Hal yang Jahat dan Pedih
Adalah satu hal yang jahat dan pedih bahwa umat Israel meninggalkan Yehova Allah mereka (ay. 19). Mereka meninggalkan Dia, sumber air hidup, dan menjauh daripada-Nya kepada berhala.
I. Menjadi seperti Istri Yehova yang Berbuat Zinah dengan Banyak Kekasihnya
Akhirnya, dalam meninggalkan Yehova, sumber air hidup ini, umat Allah itu seperti istri Yehova yang berbuat zinah dengan banyak kekasihnya (3:1). Israel sadar bahwa Yehova adalah Suaminya, tetapi ia terus berbuat zinah dengan banyak kekasihnya, yaitu dengan banyak berhala. Demikianlah keadaan Israel yang penuh dengan dosa.
II. MENGGALI KOLAM BAGI DIRI MEREKA SENDIRI, YAKNI KOLAM YANG BOCOR YANG TIDAK DAPAT MENAHAN AIR
Israel meninggalkan Yehova sebagai sumber air hidup. Ini adalah kejahatan Israel yang pertama. Kejahatan Israel yang kedua adalah menggali kolam bagi diri mereka sendiri, yakni kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air.
A. Bekerja Keras untuk Membuat Kolam yang Bocor dan Tidak Berair untuk Menggantikan Sumber Air Hidup
Firman dalam 2:13 tentang kolam ini, tentunya, merupakan satu lambang yang menggambarkan kerja keras Israel dalam membuat sesuatu untuk menggantikan Allah sebagai sumber air hidup. Menggali sebuah kolam dari batu karang itu merupakan kerja keras yang berat. Kemudian kolam itu bocor. Sekali kolam itu bocor, maka air di dalamnya akan berkurang. Ini adalah gambaran dari jerih lelah dan usaha manusia. Kita mungkin berjerih lelah untuk mendapatkan sesuatu bagi diri kita sendiri, tetapi kemudian “kolam-kolam kita” retak, dan kita kehilangan apa saja yang telah kita peroleh.
B. Memilih Banyak Berhala untuk Menggantikan Allah yang Unik
Israel memilih banyak berhala, yang tidak berguna, untuk menggantikan Allah yang unik, yang adalah kemuliaan mereka (2:11), Ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan dalam Roma 1:23, di mana Paulus membicarakan tentang mereka yang “menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang berkaki empat atau binatang-binatang menjalar.”
C. Menukar Realitas Allah dengan Kepalsuan, Kesia-siaan, dari Berhala
Israel menukar realitas Allah dengan kepalsuan, dan kesia-siaan, dari berhala (Yer. 2:5). Mereka “menggantikan kebenaran Allah dengan dusta” (Rm. 1:25a). Semua berhala itu sia-sia; jadi, mengejar berhala adalah mengejar kesia-siaan.
D. Menyembah dan Melayani Ciptaan Selain dari Sang Pencipta
Israel menyembah dan melayani ciptaan selain dari sang pencipta (Rm. 1:25b). Mereka menyembah dan melayani bukan hanya hal-hal dari ciptaan Allah melainkan juga dengan hal-hal dari ciptaan mereka sendiri—berhala dari kayu, batu, dan logam.
E. Mencari Pertolongan Bangsa Mesir dan Bangsa Asyur bukannya Mencari Berkat Allah
Israel mencari pertolongan bangsa Mesir dan bangsa Asyur (pertolongan manusia) bukannya mencari berkat Allah (Yer. 2:17-18, 36; Yes. 31:3). Mereka tidak bersandar kepada berkat Allah melainkan kepada pertolongan manusia.
F. Sebagai Istri Yehova, dengan Meninggalkan Kesuciannya untuk Berbuat Zinah
Sebagai istri Yehova, Israel meninggalkan kesuciannya untuk berbuat zinah, mempunyai dahi perempuan sundal dan tidak mengenal malu (Yer. 2:20, 23-25; 3:1-3).
G. Melakukan Kemurtadan Bukannya Menjaga Kesetiaannya
Israel melakukan kemurtadan bukannya menjaga kesetiaannya (2:19). Kemurtadan adalah perkara meninggalkan jalan Allah dan mengambil jalan lain untuk mengikuti hal-hal selain Allah. Inilah yang dilakukan Israel.
H. Menambahkan Jumlah Allah-allah Mereka menurut Jumlah Kota Mereka
Israel menambahkan jumlah allah-allah mereka (berhala) menurut jumlah kota mereka (ay. 27-28). Di mana saja ada satu kota, maka di sana ada berhala.
I. Melupakan Yehova sejak Waktu yang Tidak Terbilang Lamanya
Dalam 2:32 Yehova berkata, “Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.” Israel telah melupakan Yehova sejak waktu yang tidak terbilang lamanya, begitu lamanya hingga tidak terhitung. Ini berarti bahwa mereka telah melupakan Dia lama sekali. Dalam perkara ini, mereka berbeda dengan dara, yang tidak dapat melupakan perhiasannya, atau pengantin perempuan, yang tidak dapat melupakan ikat pinggangnya. Firman tentang perhiasan dan ikat pinggang ini menunjukkan bahwa Allah adalah perhiasan kita dan ikat pinggang kita; yaitu, Allah adalah kecantikan kita. Meskipun Allah adalah kecantikan Israel, tetapi Israel melupakan Dia.
J. Membuat Diri Mereka Menjadi Akar yang Busuk dari Pohon Anggur Liar untuk Menderita Penghukuman Pengoreksian Allah
Israel telah membuat dirinya menjadi akar yang busuk dari pohon anggur yang liar untuk menderita penghukuman pengoreksian Allah (ay. 21, 19, 29-30; 3:3a). Dalam menghukum mereka, Yehova bahkan tidak memberikan penyiraman atau air hujan. Dia membuat langit di atas menjadi seperti tembaga, tidak memberikan suplaian apa pun kepada mereka.
K. Meskipun Israel Berzinah, Tetapi Yehova Mau Kembali Kepadanya Lagi
“Firman-Nya: Jika seseorang menceraikan istrinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi istri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? Demikianlah firman TUHAN?” (3:1). Ini menunjukkan bahwa meskipun perzinahan Israel, seperti istri yang diceraikan itu, tetapi Yehova mau kembali kepadanya lagi, bila ia mau kembali kepada-Nya. Inilah rahmat Yehova dan rahmat-Nya ini tidak ada habisnya; selalu baru setiap pagi. Tetapi apakah Israel mau atau tidak mengalami rahmat Allah itu tergantung kepada apakah ia mau kembali kepada Allah atau tidak.
L. Menyebut Yehova Bapanya, Kawan Sejak Masa Kecilnya
Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil!” (ay. 4). Ini menunjukkan bahwa jika Israel mau kembali kepada Yehova, maka ia akan berkata kepada-Nya bahwa Dia adalah Bapanya, Pembimbing (Kawan) sejak masa kecilnya. Ini memperlihatkan situasi dan keadaan Israel.